cover
Contact Name
Yusran
Contact Email
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282136764704
Journal Mail Official
iqt.fuf@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan H.M.Yasin Limpo No.36, Romang Polong, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kode Pos 92118
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Tafsere
ISSN : 23552255     EISSN : 29628474     DOI : -
Core Subject : Religion,
Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of the Quran, and Tafsir studies. Tafsere was published by the Department of Quranic and Tafsir Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2022)" : 6 Documents clear
Penafsiran Ayat-Ayat Al-Wakaf Lisnani Amaliatus Shalehah
Jurnal Tafsere Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wakaf merupakan salah satu bagian yang sangat penting dari hukum Islam. Ia mempunyai jalinan hubungan antara kehidupan spritual dengan bidang sosial ekonomi masyarakat muslim. Ibadah wakaf merupakan perwujudan dari rasa keimanan seseorang yang mantap dan rasa solidaritas yang tinggi terhadap sesama umat manusia. Wakaf sebagai perekat hubungan “hablumminallah wa hablum minannas”, hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal kepada sesama manusia. Wakaf merupakan salah satu ibadah kebendaan yang penting yang secara jelas memiliki rujukan dalam kitab suci Al-Quran. Walaupun dalam al-Qur’an, kata wakaf yang bermakna memberikan harta tidak ditemukan sebagaimana zakat, tetapi ia merupakan interprestasi/tafsiran ulama mujtahid terhadap ayat-ayat yang membicarakan pendermaan harta berupa sedekah dan ‘amal jariyah. Di antara ayat-ayat tersebut yaitu QS. Ali Imran/3: 92 dan QS. Al-Hajj/22: 77, para ulama memahami ayat-ayat tersebut sebagai ibadah wakaf. Meski demikian, al-Qur’an dapat dikatakan sebagai sumber utama perwakafan.
Tafsir Saintifik Tesa Fitria Mawarti
Jurnal Tafsere Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir saintifik atau ilmi adalah sebuah penafsiran para mufassir yang bercorak ‘ilmi atau menggunakan pendekatan ilmiah untuk menjelaskan ayat-ayat al-qur`an dan berusaha keras untuk mengeluarkan berbagai ilmu pengetahuan. Tafsir ilmi dibangun berdasarkan asumsi bahwa al-qur`an mengandung berbagai macam ilmu, baik yang sudah ditemukan maupun yang belum ditemukan sama sekali dari ilmu agama atau segala yang terkait dengan ibadah ritual, tetapi juga memuat ilmu-ilmu duniawi termasuk hal-hal mengenai teori ilmu pengetahuan. Terdapat beberapa pandangan berbeda dikalangan para ulama terhadap tafsir ilmi tersebut. Ada pro, kontra, dan moderat. Bagi yang mendukung (pro) meyakini bahwa al-qur`an memuat berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan baru dapat digali darinya. Bagi yang menentang (kontra) berpendapat bahwa al-qur`an bukanlah ilmu pengetahuan melainkan kitab petunjuk atau pedoman yang suci bagi manusia. Sedangkan yang moderat tidak berpihak pada siapapun, mencari jalan tengah diantara dua pandangan tersebut.
Tafsir Khawarij Khairul Anam
Jurnal Tafsere Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang kajian tafsir yang terkait dengan kelompok Khawarij, yang mana kita tahu Khawarij adalah aliran dalam Islam yang awalnya mengakui kekuasaan Ali bin Abi Thalib, lalu menolaknya. Disebut Khowarij disebabkan karena keluarnya mereka dari dinul Islam dan pemimpin kaum muslimin. Awal keluarnya mereka dari pemimpin kaum muslimin yaitu pada zaman khalifah Ali bin Abi Thalib ketika terjadi (musyawarah) dua utusan. Mereka berkumpul disuatu tempat yang disebut Khouro (satu tempat di daerah Kufah). Oleh sebab itulah mereka juga disebutAl Khoruriyyah. Dalam mengajak umat mengikuti garis pemikiran mereka, kaum Khawarij sering menggunakan kekerasan dan pertumpahan darah. Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi Wa Sallam menjuluki kaum ini dengan julukan "anjing neraka."
Studi Naskah Kitab Tafsir Bahasa Arab: Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an karya Imam al-Thabari Aan Farhani; Taufiq Hidayat
Jurnal Tafsere Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir telah mengalami perkembangan secara metodologis dan subtansial, kehadiran aliran tafsir bi al-ma’tsur dan bi al-ra’yi turut memberi warna bagi pemikiran umat muslim. Di sisi lain, ada persoalan cukup serius di bagian tafsir bi al-ma’tsur, yaitu dengan hadirnya varian riwayat, dari riwayat yang sahih hingga riwayat yang tidak bisa dipertanggung jawabkan menurut parameter sanad dan rijal hadis dalam disiplin ilmu hadis. Metode penyajian yang diterapkan Imam al-Thabari adalah dengan memilah-milah beberapa ayat al-Qur’an. Misalnya dalam satu surah, ayatnya dibagi menjadi beberapa bagian, kemudian dalam satu ayat dipenggal menjadi beberapa kata, dan setelah itu baru kemudian Imam al-Thabari memberikan pembahasan secara rinci dengan memberikan penjabaran kosa kata, aspek gramatikal, aspek qira’ah, menyebutkan asbab al-Nuzul (bila ada), menyebutkan berbagai pendapat ulama dan mentarjihnya.
Tafsir Kebebasan Beragama dalam Surah Al-Baqarah Ayat 62: Suatu Analisis Kritis Terhadap Tafsir Al-Manār Muh. Salam; Andi Abdul Hamzah
Jurnal Tafsere Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penulisan penelitian ini, berupaya memberikan pemahaman bahwa legitimasi surah al-Baqarah ayat 62 terhadap keselamatan umat-umat yang lain tidaklah dapat dipahami secara gambalang saja, bahwa yang punya iman ialah yang kemudian menjadi orang-orang selamat. Tapi perlu dipahami bahwa iman yang dimaksud dalam ayat tersebut mempunyai kriteria tertentu dan tidak sembarang dialamatkan kepada orang-orang yang hanya sekedar mengaku mempunyai iman. Inilah yang kemudian memdorong peneliti untuk mengkaji surah al-Baqarah ayat 62 sebagai bahan pertimbangan dan informasi terhadap angngapan-anggapan keselamatan agama-agama atau kelompok-kelompok yang lainnya. Dalam penelitian ini disajikan penelitian pustaka dengan menelusuri sember-sumber tafsir khususnya dalam tafsiran Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Dengan mendahulukan pembahasan pada pengenalan kitab tafsir al-Manār dan penulisnya, seperti apa metode yang digunakan, kevcenderungan kitab tafsir serta coraknya. Kemudian disajikan surah al-Baqarah ayat 62 dengan mengedepankan tafsiran dalam al-Manār dan membandingkannya dengan pandangan penafsir yang lain. Sehingga melahirkan hasil penelitian akan kandungan tafsiran yang dimaksud oleh surah al-Baqarah ayat 62. Bahwa yang dimaksud oleh ayat tersebut adalah yang mendapat jaminan keselamatan dan kebaikan adalah mereka yang beriman dengan iman yang benar sesuai dengan ajaran Islam yang dibawa oleh nabi-nabi yang telah diutus oleh Allah Swt. sampai diutusnya nabi Muhammad Saw., adapaun mereka yang hidup dimasa diutusnya nabi Saw, sepatutnya ikut pada ajaran Islam yang dibawanya untuk mendapatkan jaminan keselamatan sebagaimana yang disebut dalam ayat yang dikaji dalam penelitian ini.
Tafsir Bahasa Bugis AG. H. Daud Ismail: Aplikasi Penafsiran dengan Metode Hida’i tentang al-Rijs Muhammad Yunus; M. Ghalib; Muhammad Sadik Sabry
Jurnal Tafsere Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu Tafsiran al-Qur’an dengan menggunakan Bahasa daerah yaitu Tafsir al-Munir karya AG. H. Daud Ismail yang merupakan ulama besar dari tanah Bugis yang pertama menafsirkan al-Qur’an secara utuh. Beliau menghadirkan Tafsir Bahasa Bugis agar pesan-pesan Ilahi yang tertuang dalam al-Qur’an bisa dipahami masyrakat luas, khususnya Bugis. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, setidaknya memberikan gambaran terkait AG. H. Daud Ismail serta karakteristik Tafsirnya dan penerapan penafsiran dengan Metode Hida>’i tentang Arrijs. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah linguistik, pendekatan ilmu Tafsir, serta pendekatan sosial masyarakat. Tafsir al-Munir Mabbasa Ugi yang ditulis oleh AG. H. Daud Ismail mengikuti pola mushafi, beliau menulisnya dalam 10 jilid, tiap jilidnya terdiri dari 3 juz. Sistematika penulisannya dengan menuliskan ayat-ayat Al-Qur’an berdampingan dengan terjemahan, ayat Al-Qur’an di tulis di bagian kanan dan terjemahan Bahasa Bugisnya di bagian kiri, Menyebutkan urutan surah dan ayat pada awal pemBahasannya, pada setiap penafsiran satu ayat, dua ayat, atau beberapa ayat Al-Qur’an di susun sedemikian rupa sehingga memberikan pengertian yang menyatu, atau ayat-ayat tersebut di anggap satu kelompok. Penafsiran al-Qur’an dengan metode Hida’i adalah upaya untuk memudahkan pembaca atau pendengar dalam memahami pesan-pesan al-Qur’an dalam bentuk narasi singkat, padat dan jelas yang memiliki unsur hidayah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6