Sunari Penjor : Journal of Anthropology
Sunari Penjor : Journal of Anthropology merupakan jurnal yang memuat artikel ilmiah mengenai perkembangan ilmu antropologi atau hasil penelitian yang berkaitan dengan dinamika masyarakat dan kebudayaan. Jurnal Sunari Penjor dikelola oleh Program Studi Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana yang terbit secara berkala setiap tahun dengan frekuensi 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 2 (2018)"
:
9 Documents
clear
Ritual Matruna Nyoman: Perspektif Antropologi Komunikasi
I Ketut Kaler
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.703 KB)
|
DOI: 10.24843/SP.2018.v2.i02.p05
Ritual Matruna Nyoman adalah sebuah tradisi unik yang dilakukan oleh komunitas adat Tenganan Pagringsingan. Oleh karena itu para intelektual ilmu social kemasyarakat sering menjadikan desa ini sebagai obyek penelitian. Di dalam tulisan ini akan dicoba melakukan analisis terhadap ritual ini dari perspektif Antropologi Komunikasi. Kecuali itu, tulisan ini juga diharapkan menjadi satu bacaan sederhana untuk memahami secara empiris bagaimana komunikasi itu dapat ditelaah dari perpsektif Antropologis. Tulisan ini lebih bersifat deskrptif kualitatif dalam arti coba untuk memahami seluk beluk komunikasi di dalam masyarakat dipandang dari perspektif Antropologis. Data bersumber dari sebuah tesis hasil penelitian Putu Karina Pravitasari yang berjudul Perubahan Ritual Matruna Nyoman. Selain itu data juga diperoleh dari hasil observasi dan sekaligus wawancara mendalam. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa prosesi ritual matruna nyoman sangat kaya dengan proses-proses komunikasi. Hal itu ditunjukkan bahwa di dalam setiap tahap prosesi ritual ini selalu mengandung unsur-unsur komunikasi yang berupa nasihat-nasihat kebaikan, kejujuran, toleransi, gotong royong, kebersamaan di dalam menghadapai segala tantangan. Leader komunikasi dalam prosesi ini yang berperan sebagai komunikator adalah Truna Bani, Truna Pengawin, Truna Penegenan Base, dan Mekel sebagai pimpinan tertinggi. Semua petuah-petuah dan nasihat-nasihat yang disampaikan oleh komunikator itu disebut dengan Sambodana.
Relevansi Gagasan Antonio Gramsci dalam Antropologi
A.A. Ngr. Anom Kumbara
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.991 KB)
|
DOI: 10.24843/SP.2018.v2.i02.p01
The aims of this article is to explain relevance and contribution of Anthonio Gramsci views to Anthropology and cultural studies. Method in this study used liberary research. The result of this study that the cretical views of Anthonio Gramsci as neo-Marxism exponen are very important and relevance of antrophology and cultural studies, especially views of relationship between political, power and cultural, beside economy infrastructure factor as analysis based.
Penggalian dan Pengembangan Potensi Pariwisata Alam, Budaya, dan Religi di Rote Ndao, Nusa Tenggra Timur
A. A. Ayu Murniasih;
Purwadi ,;
Aliffiati .
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (369.571 KB)
|
DOI: 10.24843/SP.2018.v2.i02.p06
Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah ”mewujudkan pengembangan pariwisata yang berorientasi pada nilai-nilai pelestarian lingkungan dan budaya, yang berbasis masyarakat setempat (community based tourism), termasuk memberi manfaat besar bagi masyarakat dalam jangka panjang“. Tujuan tersebut hendak dicapai dengan mewujudkan target khusus penelitian, yaitu merumuskan strategi dalam memecahkan masalah pengembangan pariwisata yang kompetitif dan berkelanjutan. Adapun hal-hal yang hendak diketahui dan dipahami dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Potensi alam dan budaya apa saja yang sudah dikembangkan dan akan dikembangkan di Rote-Ndao?, (2) Bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata?, (3) Bagaimana problematika pengembangan pariwisata di daerah tujuan wisata?, dan (4) Bagaimana strategi pengembangan pariwisata yang tepat bagi daerah tujuan wisata dilakukan? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif, dan ditunjang metode kuantitatif, berparadigma fenomenologis dan interpretatif. Langkah-langkah yang ditempuh dalam konteks ini adalah sebagai berikut: (1) Data dikumpulkan dengan metode pengamatan dan wawancara mendalam, dan (2) Analisis data dilakukan secara interpretatif dengan pendekatan fenomenologis untuk memperoleh pengetahuan tentang gagasan-gagasan, pemikiran, dan keyakinan yang ada di balik aktivitas masyarakat setempat. Hal tersebut akan dipahami secara lebih mendalam dengan menggunakan pendekatan interpretatif. Berdasarkan hasil interpretasi ini maka hipotesis kerja yang diformulasikan untuk menggali informasi lebih mendalam sehingga diperoleh informasi yang memadai untuk mencapai tujuan penelitian. Selanjutnya, temuan dari hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menyusun model strategi pengembangan pariwisata yang kompetitif dan berkelanjutan berbasis masyarakat.
Dinamika Kebudayaan Bali: Suatu Kajian Kebudayaan Sebagai Proses
I Wayan Suwena
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.793 KB)
|
DOI: 10.24843/SP.2018.v2.i02.p02
Perkembangan suatu kebudayaan pada hakikatnya bersifat dinamik dan meng-alami perubahan. Dinamika dan perubahan kebudayaan cenderung menunjukkan adanya keteraturan proses dan struktur. Bagaimana dinamika yang terjadi pada masyarakat dan kebudayaan Bali merupakan tujuan penulisan karya tulis ini. Dalam konteks ini, proses perkembangan dan perubahaan kebudayaan Bali mengalami beberapa tahap, antara lain diawali zaman prasejarah dengan tahap zaman batu, zaman logam atau perunggu. Berikutnya, memasuki zaman sejarah dengan melewati tahap-tahap pengaruh dari kebudayaam modern. Fenomena ini menandakan bahwa hampir semua gelombang pengaruh kebudayaan luar pernah mewarnai sejarah kebudayaan Bali. Namun, di antara pengaruh kebudayaan luar itu, kontak dengan agama dan kebudayaan Hindu yang paling besar pengaruhnya. Kebudayaan Bali mulai kontak dengan agama dan kebudayaan Hindu sekitar permulaan tarik Masehi dan berhasil mewujudkan satu bentuk perpaduan yang utuh antara tradisi, agama, peradaban dengan kualitas nilai-nilai religi, estetika dan solidaritas. Jadi, dinamika kebudayaan Bali yang telah menempuh perjalanan panjang dari zaman pra-sejarah sampai di era modern ini menampakkan karakter yang unik. Pola kebudayaan yang unik inilah yang menjadi dasar bagi terbentuknya identitas manusia dan masyarakat Bali.
Dinamika Kebudayaan Bali: Suatu Kajian Kebudayaan Sebagai Proses
I Wayan Suwena
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.793 KB)
|
DOI: 10.24843/SP.2018.v2.i02.p02
Perkembangan suatu kebudayaan pada hakikatnya bersifat dinamik dan meng-alami perubahan. Dinamika dan perubahan kebudayaan cenderung menunjukkan adanya keteraturan proses dan struktur. Bagaimana dinamika yang terjadi pada masyarakat dan kebudayaan Bali merupakan tujuan penulisan karya tulis ini. Dalam konteks ini, proses perkembangan dan perubahaan kebudayaan Bali mengalami beberapa tahap, antara lain diawali zaman prasejarah dengan tahap zaman batu, zaman logam atau perunggu. Berikutnya, memasuki zaman sejarah dengan melewati tahap-tahap pengaruh dari kebudayaam modern. Fenomena ini menandakan bahwa hampir semua gelombang pengaruh kebudayaan luar pernah mewarnai sejarah kebudayaan Bali. Namun, di antara pengaruh kebudayaan luar itu, kontak dengan agama dan kebudayaan Hindu yang paling besar pengaruhnya. Kebudayaan Bali mulai kontak dengan agama dan kebudayaan Hindu sekitar permulaan tarik Masehi dan berhasil mewujudkan satu bentuk perpaduan yang utuh antara tradisi, agama, peradaban dengan kualitas nilai-nilai religi, estetika dan solidaritas. Jadi, dinamika kebudayaan Bali yang telah menempuh perjalanan panjang dari zaman pra-sejarah sampai di era modern ini menampakkan karakter yang unik. Pola kebudayaan yang unik inilah yang menjadi dasar bagi terbentuknya identitas manusia dan masyarakat Bali.
Persepsi dan Perilaku Pengobatan Tradisional Sebagai Alternatif Upaya Mereduksi Penyakit Tidak Menular
Bambang Dharwiyanto Putro
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.967 KB)
|
DOI: 10.24843/SP.2018.v2.i02.p03
Permasalahan pokok yang akan diteliti dalam studi persepsi dan perilaku pilihan perawatan kesehatan ini adalah bagaimana karakteristik para pengambil keputusan pengobatan tradisional, dalam hal ini pengobatan tenaga dalam (anggota aktif) dalam memilih sumber perawatan kesehatan, kepercayaan dan pengetahuan tentang pengobatan yang ada serta faktor-faktor yang mendorong proses perilaku pilihan perawatan kesehatan tenaga dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik anggota yang paling banyak memanfaatkan praktek pengobatan tenaga dalam ialah kelompok umur di atas 50 thn – 60 thn. Latar belakang pendidikan anggota rata-rata di PT/Akademi, sedangkan pekerjaan anggota sebagian besar ada di sektor swasta. Mengenai jenis keluhan gangguan/sakit yang dialami responden sebelum masuk dalam pengobatan tenaga dalam sebagian besar berturut-turut adalah kencing manis, hipertensi, jantung, sendi/rematik, maag, asma, liver, vertigo, batu empedu dan ambein. Persepsi anggota terhadap sumber pengobatan mempengaruhi dalam penggunaan sumber pengobatan yang ada. Di antara variabel yang mendukung persepsi anggota, dalam penelitian ini menunjukkan bahwa faktor tingkat keparahan sakit paling besar pengaruhnya terhadap pemilihan sumber pengobatan tenaga dalam Satria Nusantara, disusul faktor kepercayaan dan steriotipe anggota aktif Satria Nusantara terhadap praktek pengobatan tenaga dalam Satria Nusantara. Sumber dan jenis informasi tentang pengobatan berpengaruh pula dalam proses pemilihan dan pengambilan keputusan mereka. Hasil penelitian menunjukkan pula bahwa besar kecilnya biaya, baik biaya pengobatan ataupun biaya perjalanan, bagi anggota Satria Nusantara tidak menjadi prioritas utama, selama pengobatan tersebut membawa hasil yang positif yaitu sembuh dari sakit dan mereka merasa nyaman untuk melakukan pengobatan. Diharapkan para pelaku pengobatan medis modern dan juga para pelaku pengobatan tradisional (alternatif) mampu melihat dari segala kemungkinan usaha untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sehingga kehadiran para penyembuh tradisional dan para dokter dapat berjalan seiring di masyarakat tanpa memandang salah satu pihak yang lebih unggul dibandingkan yang lain.
Persepsi dan Perilaku Pengobatan Tradisional Sebagai Alternatif Upaya Mereduksi Penyakit Tidak Menular
Bambang Dharwiyanto Putro
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.967 KB)
|
DOI: 10.24843/SP.2018.v2.i02.p03
Permasalahan pokok yang akan diteliti dalam studi persepsi dan perilaku pilihan perawatan kesehatan ini adalah bagaimana karakteristik para pengambil keputusan pengobatan tradisional, dalam hal ini pengobatan tenaga dalam (anggota aktif) dalam memilih sumber perawatan kesehatan, kepercayaan dan pengetahuan tentang pengobatan yang ada serta faktor-faktor yang mendorong proses perilaku pilihan perawatan kesehatan tenaga dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik anggota yang paling banyak memanfaatkan praktek pengobatan tenaga dalam ialah kelompok umur di atas 50 thn – 60 thn. Latar belakang pendidikan anggota rata-rata di PT/Akademi, sedangkan pekerjaan anggota sebagian besar ada di sektor swasta. Mengenai jenis keluhan gangguan/sakit yang dialami responden sebelum masuk dalam pengobatan tenaga dalam sebagian besar berturut-turut adalah kencing manis, hipertensi, jantung, sendi/rematik, maag, asma, liver, vertigo, batu empedu dan ambein. Persepsi anggota terhadap sumber pengobatan mempengaruhi dalam penggunaan sumber pengobatan yang ada. Di antara variabel yang mendukung persepsi anggota, dalam penelitian ini menunjukkan bahwa faktor tingkat keparahan sakit paling besar pengaruhnya terhadap pemilihan sumber pengobatan tenaga dalam Satria Nusantara, disusul faktor kepercayaan dan steriotipe anggota aktif Satria Nusantara terhadap praktek pengobatan tenaga dalam Satria Nusantara. Sumber dan jenis informasi tentang pengobatan berpengaruh pula dalam proses pemilihan dan pengambilan keputusan mereka. Hasil penelitian menunjukkan pula bahwa besar kecilnya biaya, baik biaya pengobatan ataupun biaya perjalanan, bagi anggota Satria Nusantara tidak menjadi prioritas utama, selama pengobatan tersebut membawa hasil yang positif yaitu sembuh dari sakit dan mereka merasa nyaman untuk melakukan pengobatan. Diharapkan para pelaku pengobatan medis modern dan juga para pelaku pengobatan tradisional (alternatif) mampu melihat dari segala kemungkinan usaha untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sehingga kehadiran para penyembuh tradisional dan para dokter dapat berjalan seiring di masyarakat tanpa memandang salah satu pihak yang lebih unggul dibandingkan yang lain.
Logika, Hasrat dan Keterpinggiran Desa Pakraman di Era Global
I Nyoman Sama
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.498 KB)
|
DOI: 10.24843/SP.2018.v2.i02.p04
Struktur sosial lama lebih berbasis pada lingkungan sosial alami, sementara struktur sosial baru merupakan struktur buatan. Ternyata lingkungan sosial buatan menjadi identitas manusia dewasa ini dengan mengagumi berbagai bangunan fisik. Manusia dalam kekiniannya telah menggantikan lingkungan alami menjadi lingkungan buatan yang pelaku-pelakunya didominasi oleh manusia modern. Terjadinya perselingkuhan antara desa yang mengusung tradisi keagamaan dan adat-istiadat dengan desa yang berbasis legal formal banyak menimbulkan perubahan perilaku sosial di kalangan masyarakat di Bali.
Logika, Hasrat dan Keterpinggiran Desa Pakraman di Era Global
I Nyoman Sama
Sunari Penjor : Jurnal of Anthropology Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Anthropology Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.498 KB)
|
DOI: 10.24843/SP.2018.v2.i02.p04
Struktur sosial lama lebih berbasis pada lingkungan sosial alami, sementara struktur sosial baru merupakan struktur buatan. Ternyata lingkungan sosial buatan menjadi identitas manusia dewasa ini dengan mengagumi berbagai bangunan fisik. Manusia dalam kekiniannya telah menggantikan lingkungan alami menjadi lingkungan buatan yang pelaku-pelakunya didominasi oleh manusia modern. Terjadinya perselingkuhan antara desa yang mengusung tradisi keagamaan dan adat-istiadat dengan desa yang berbasis legal formal banyak menimbulkan perubahan perilaku sosial di kalangan masyarakat di Bali.