cover
Contact Name
Lutfiyanto
Contact Email
lutfiyanto.kece@gmail.com
Phone
+6281939009898
Journal Mail Official
revenue@stieba.ac.id
Editorial Address
Jl. Pondok Pesantren Sumber Anyar Larangan Tokol Kec. Tlanakan Kab. Pamekasan Jawa Timur 69371
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
ISSN : 29630215     EISSN : 26207826     DOI : https://doi.org/10.56998/jr
Core Subject : Economy,
Revenue: Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam merupakan jurnal yang diterbitkan setahun dua kali oleh STIE Bakti Bangsa Pamekasan. Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam akan menerbitkan artikel ilmiah dalam lingkup ilmu ekonomi. artikel yang diterbitkan adalah artikel dari penelitian atau studi ilmiah kritis,dan terkini. atau ulasan buku-buku ilmiah
Articles 92 Documents
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA Sulfemi, Wahyu Bagja; Arsyad
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 8 No 02 (2025): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56998/wbswf389

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pembelajaran dan membuka peluang baru dalam dunia kewirausahaan, khususnya di kalangan mahasiswa. Pembelajaran digital memiliki fungsi untuk penyampaian mater pembelajarani dan sebagai wadah mengembangankan kreativitas, kolaborasi, dan inovasi bisnis berbasis teknologi. Dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya di ITB Vinus Bogor, transformasi pembelajaran menuju sistem digital menjadi langkah penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang adaptif terhadap perubahan ekonomi global. Fenomena ini menjadi dasar penting bagi penelitian untuk memahami sejauh mana penerapan pembelajaran digital dapat memengaruhi minat berwirausaha mahasiswa di lingkungan kampus. Riset ini memiliki tujuan menganalisa pengaruh pembelajaran digital dengan para mahasiswa dalam berwirausaha.  Metode survei asosiatif, dilakukan dalam riset ini dengan jumlah sampel 38 responden mahasiswa aktif. Hasilnya dikumpulkan dengan instrumen kuesioner yang selanjutnya diuji validitas maupun reliabilitasnya. Dari penelitian ini memperlihatkan bahwa sebagian besar item pernyataan dinyatakan valid, sehingga dapat dipakai. Analisis data menggambarkan bahwa pembelajaran digital berkontribusi secara signifikan terhadap keinginan  dalam berwirausaha para mahasiswa. Simpulan riset  ini menegaskan semakin tinggi keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran digital, semakin kuat pula dorongan mereka untuk berwirausaha secara kreatif dan inovatif. Pembelajaran berbasis teknologi mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan adaptasi, dan orientasi kewirausahaan yang berkelanjutan. Hasil ini menjadi dasar penting bagi pengembangan model pembelajaran kewirausahaan digital di perguruan tinggi.
PERBANDINGAN MODEL KELEMBAGAAN EKONOMI ISLAM DI UNI EMIRAT ARAB DAN INGGRIS: ANALISIS STATE-DRIVEN DAN MARKET-DRIVEN Annisa Nur Aini; Naufal Luthfi Alifa
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 8 No 02 (2025): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56998/76bwj376

Abstract

Perkembangan ekonomi Islam global periode 2020–2025 menunjukkan penguatan signifikan pada aspek kelembagaan yang menjadi fondasi sistem keuangan syariah. Uni Emirat Arab (UEA) dan Inggris merupakan dua negara dengan pendekatan kelembagaan berbeda, namun keduanya memainkan peran strategis dalam arsitektur ekonomi Islam global. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kelembagaan ekonomi Islam di kedua negara dengan menekankan aspek penerapan model kelembagaan, tantangan strategis, serta refleksi kelembagaan berdasarkan kajian literatur terkini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi kepustakaan terhadap laporan regulator, publikasi ilmiah, dan dokumen internasional periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UEA mengadopsi model kelembagaan berbasis negara (state-driven model) melalui koordinasi regulatif terpusat dan harmonisasi standar syariah, sedangkan Inggris menerapkan model berbasis pasar (market-driven model) dengan fleksibilitas regulatif dan inovasi produk keuangan syariah. Refleksi kelembagaan menunjukkan bahwa efektivitas institusi bergantung pada kualitas regulasi, kesiapan infrastruktur digital, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika pasar global.
SMART CONTRACT BERBASIS BLOCKCHAIN DALAM KEUANGAN SYARIAH: PELUANG, TANTANGAN, DAN ISU KEPATUHAN SYARIAH Aldi Guntoro; Amir Mahmud; Moh Rian Ramadhan; Waldy Firdaus
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 8 No 02 (2025): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56998/h7xdkg87

Abstract

Perkembangan teknologi blockchain telah membuka peluang besar dalam transformasi layanan keuangan syariah, terutama melalui implementasi smart contract sebagai alat otomasi transaksi yang aman, transparan, dan efisien. Artikel ini menganalisis potensi penerapan smart contract berbasis blockchain dalam sektor keuangan syariah dengan meninjau peluang, tantangan, serta isu kepatuhan syariah yang muncul. Studi ini menggunakan metode kualitatif berbasis analisis literatur untuk memahami bagaimana karakteristik blockchain—seperti desentralisasi, immutability, dan trustless system—dapat mendukung prinsip-prinsip syariah, termasuk larangan riba, gharar, dan maysir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa smart contract mampu memperkuat kepercayaan dan efisiensi transaksi, namun tetap menghadapi hambatan seperti kerangka regulasi yang belum matang, keterbatasan standardisasi syariah digital, serta risiko teknis pada kode dan protokol blockchain. Pembahasan juga menyoroti kebutuhan ulama dan ahli teknologi untuk berkolaborasi dalam merumuskan pedoman fiqh yang sesuai dengan era digital. Dengan demikian, artikel ini memberikan pemahaman mendalam tentang arah pengembangan smart contract syariah sebagai fondasi masa depan keuangan Islam yang lebih adaptif dan inovatif.
PENGARUH KEBERADAN RITEL MODERN, JAM KERJA DAN MODAL KERJA TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PEDAGANG LOKAL DI PASAR TRADISIONAL OMBEN SAMPANG Suhaimi; Hajjatul Mabbruroh; Moh Syarif; Ahmad Basuki Rachman
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 8 No 02 (2025): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56998/es6q9f77

Abstract

Bisnis ritel di Indonesia semakin menarik sehingga persaingan yang terjadi sangat ketat. Dalam waktu yang sangat singkat pelaku ritel dengan kemampuan kapitalnya mampu berkembang sehingga membentuk minimarket, supermarket dan hypermarket yang bertebaran di seluruh wilayah indonesia. Kehadirannya disambut baik oleh masyarakat karena kenyamanan, kelengkapan, keamanan serta kemudahan dan variasi produk yang disediakan. Tetap pada sisi lain hal ini mendatangkan hal buruk pada peritail kecil tradisional yang semakin hari semakin tersingkir karena beberapa factor seperti keterbatasan modal, manajeman yang sederhana, perlindungan yang minim, mereka menjad korban liberalisme ekonomi. Waktu operasional kerja dapat membuat konsumen tertarik sehingga dapat membantu menaikkan pendapatan. Selain itu modal juga merupakan penggerak utama dalam menjalankan bisnis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis ex-post-facto dengan metode analisis linier berganda. Sampel yang di ambil sebanyak 40 toko ritel tradisional di pasar omben. berdasarkan hasil yang diperoleh: keberadaan ritel modern berpengaruh  posistif dan signifikan terhadap pendapatan, jam kerja berpegaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Dan ketiga variable tersebut secara simultan berpengaruh terhadap pendapatan.
PRINSIP KEMANDIRIAN EKONOMI PERSPEKTIF RASULULLAH Imron Rosadi; Lutfiyanto
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 8 No 02 (2025): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56998/8dpjww68

Abstract

Rasulullah is a leader of the ummah throughout the world, where he is a role model in worship, social interaction with others or in doing charity, because everything that originates from Rasulullah is sunnah in accordance with what was conveyed by hadith scholars, which means "everything that is attributed to the Prophet Muhammad SAW is sunnah, whether in the form of words, deeds, taqrir (rule of law), khuluqiyyah (personality) and khalqiyyah (physical) of him. Because something that comes from the Messenger of Allah is essentially from Allah, which in this case is emphasized which means "And he did not speak from his desires, but rather a revelation that was revealed." One of the things that is no less important to study is his principle of economic independence in living his life, so that we can take intifa' (benefits) from him, to use as a principle in living this life and which is no less important so that we always follow the sunnah in aspects of our life.
DINAR-DIRHAM SEBAGAI ETIKA MONETER: IMPLIKASI AL-QUR’AN BAGI KEADILAN FINANSIAL DI ERA DIGITAL Aang Kunaifi; Darwis
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 9 No 01 (2026): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56998/n9yykw55

Abstract

The modern global monetary system based on fiat currency has generated significant structural problems, particularly for developing nations and most Muslim-majority countries. Fiat money, which lacks intrinsic value, creates exchange-rate volatility, chronic inflation, and deep dependence on the United States dollar. This study examines these issues through the lens of Qur’anic interpretation, focusing on the references to dinar and dirham as monetary instruments rooted in precious metals. An analysis of relevant Qur’anic verses, especially Surah Al-Imran (3:75) and At-Taubah (9:34), demonstrates the theological legitimacy of gold and silver as stable, just, and non-manipulable measures of value. The research also presents empirical evidence from Indonesia, Egypt, Turkey, Lebanon, Pakistan, Libya, and Saudi Arabia, all of which have experienced major monetary crises over the past century, including hyperinflation, banking collapses, and severe loss of purchasing power under fiat systems. Conversely, gold and silver have maintained long-term stability without structural depreciation. The findings highlight the urgent need to reconstruct Islamic monetary thought and reaffirm the relevance of restoring the dinar and dirham as the foundation of a fair, stable, and sustainable economic system for Muslim nations in the modern era
INTEGRASI TEKNOLOGI BLOCKCHAIN DALAM PENGEMBANGAN SISTEM KEUANGAN SYARIAH Silvia Ripa Nurkaromah; Nadia Yuliani; Irma Nursyapa'ah; Mariatul Ulfah; Septi Andini; Trisna Wijaya
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 9 No 01 (2026): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56998/66swzt91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi integrasi teknologi blockchain dalam pengembangan sistem keuangan syariah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur (library research) dengan analisis deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi blockchain dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan dalam transaksi keuangan syariah. Selain itu, penggunaan smart contract memungkinkan proses transaksi berjalan secara otomatis tanpa perantara sehingga dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi sistem. Implementasi blockchain juga dinilai mampu mendukung prinsip-prinsip syariah seperti keadilan, keterbukaan, dan integritas dalam aktivitas keuangan. Namun demikian, penerapan teknologi ini masih menghadapi beberapa tantangan seperti regulasi, kesiapan infrastruktur teknologi, serta tingkat literasi digital masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara lembaga keuangan, regulator, dan pengembang teknologi untuk mengoptimalkan implementasi blockchain dalam sistem keuangan syariah di masa depan.
PENGEMBANGAN PILAR KEBERLANJUTAN DALAM MENENTUKAN INDEKS PRIORITAS PEMBANGUNAN EKONOMI PARIWISATA: ANALISIS MDS RAPFISH PADA EKOWISATA MANGROVE LEMBUNG, PAMEKASAN Moh. Zaini
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 9 No 01 (2026): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56998/zc724y36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pilar keberlanjutan menjadi lima dimensi dalam menentukan indeks prioritas pembangunan ekonomi pariwisata. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan sumber data primer yang diperoleh dari responden ahli, meliputi akademisi, regulator, dan praktisi. Analisis data dilakukan menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) dengan pendekatan Rapfish. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek lingkungan (54,55) dan kelembagaan (62,72) berada pada kategori cukup berkelanjutan, sedangkan aspek ekonomi (48,35), sosial (45,08), dan infrastruktur (39,35) tergolong kurang berkelanjutan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberlanjutan pariwisata dipengaruhi oleh atribut sensitif, terutama potensi pasar wisata, partisipasi masyarakat, ketersediaan air tawar, kondisi infrastruktur, dan kelembagaan pengelolaan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kerangka keberlanjutan dari tiga menjadi lima dimensi sebagai dasar penentuan prioritas kebijakan dalam pembangunan ekonomi pariwisata berkelanjutan.
IMPLEMENTASI QRIS PADA WARUNG MADURA DI KABUPATEN SUMENEP: ANALISIS KESESUAIAN DENGAN PRINSIP TRANSAKSI SYARIAH Kristiani Utami; Rosida
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 9 No 01 (2026): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56998/8trcdt32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan implementasi QRIS pada warung Madura di Kota Sumenep serta menganalisis kesesuaiannya dengan empat prinsip transaksi syariah, yaitu kejelasan (bebas gharar), bebas riba, keadilan ('adalah), dan amanah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal instrumental. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif selama enam minggu (5 Maret - 15 April 2026), wawancara mendalam dengan pemilik warung, pelanggan, dan manajer LinkAja, serta dokumentasi transaksi di Warung Berkah Madura, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 482 transaksi QRIS yang diamati, terjadi kendala teknis pada 33 transaksi (6,8%), meliputi sinyal internet terputus, keterlambatan dana masuk, dan dana tidak masuk sama sekali. Analisis kesesuaian syariah menemukan bahwa prinsip bebas riba dan kejelasan nominal pembayaran terpenuhi, namun prinsip kejelasan waktu penyelesaian transaksi, prinsip keadilan (hak menolak transaksi saat error dan mekanisme kompensasi), serta prinsip amanah (perlindungan data pribadi) tidak terpenuhi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revisi kebijakan penyedia layanan QRIS terkait mekanisme kompensasi dan transparansi data, serta penerbitan fatwa tambahan oleh DSN-MUI yang lebih spesifik mengatur hak-hak merchant mikro.
INOVASI PENDAYAGUNAAN ZAKAT PRODUKTIF DALAM PEMBERDAYAAN MUSTAHIQ: ANALISIS TEORI DIFUSI INOVASI ROGERS DAN PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM M. UMER CHAPRA Nur Mahmudah El Madja; Ashif Jauhar Winarto
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 9 No 01 (2026): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56998/v0r1q156

Abstract

This study aims to analyze innovation in the productive utilization of zakat for mustahiq empowerment through Rogers’ diffusion of innovation theory and M. Umer Chapra’s Islamic economic perspective. It employs library research by examining primary sources, particularly Rogers’ and Chapra’s works, and secondary sources consisting of scholarly articles, books, and academic documents related to productive zakat, mustahiq empowerment, innovation diffusion, and Islamic economics. The data are analyzed through content analysis involving systematic reading, thematic classification, conceptual interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that productive zakat constitutes a socio-economic innovation that transforms zakat distribution from consumptive assistance into productive empowerment through business capital, mentoring, skill development, and capacity building for mustahiq. Within Rogers’ framework, the adoption process of productive zakat can be understood through adopter categories, namely innovators, early adopters, early majority, late majority, and laggards. Its acceptance is also shaped by five innovation attributes: relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability. Mustahiq are more likely to adopt productive zakat when the program is perceived as beneficial, relevant to their needs, understandable, trialable, and able to demonstrate visible outcomes. From Chapra’s perspective, productive zakat aligns with the objectives of Islamic economics by promoting distributive justice, public welfare, falah, and hayat tayyibah. Thus, productive zakat functions not only as a wealth distribution mechanism but also as an empowerment strategy that balances material and spiritual well-being. This study emphasizes the need for adaptive, participatory, and sustainable zakat governance to enable mustahiq to achieve economic independence in a more inclusive and measurable manner

Page 9 of 10 | Total Record : 92