cover
Contact Name
Nur Asni Setiani
Contact Email
nur.asni@stfi.ac.id
Phone
+6285718360277
Journal Mail Official
jurnal@stfi.ac.id
Editorial Address
Gedung 1 Kampus Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Jl. Soekarno Hatta no. 354 (Parakan Resik) Bandung, 40266 West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia
ISSN : 23032138     EISSN : 2830201X     DOI : http://dx.doi.org/10.58327/jstfi
Core Subject : Health, Science,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA (P-ISSN: 2303-2138) is open access and peer-reviewed (double-blind) Scientific Journal that publishes all research articles/reviews/ short communication related to the pharmacy research. The focus of JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA is to publish articles in pharmacy. Scope of this journal are: 1. Pharmacology, 2. Pharmaceutical biology, 3. Pharmacy, 4. Pharmaceutical chemistry, 5. Community pharmacy, 6. Biotechnology and biomolecular sciences.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
KARAKTERISASI KRISTALINITAS LEMAK BIJI TENGKAWANG (Shorea stepnotera Ridley) MENGGUNAKAN X-RAY DIFFRACTION (XRD), FOURIER TRANSFORM INFRA RED (FTIR) DAN AUTOMATIC MELTING POINT Rival - Ferdiansyah; Revika - Rachmaniar; Viega Yohanna Herman
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.533 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i2.114

Abstract

Tengkawang (Shorea stenoptera Ridley) merupakan tanaman khas Kalimantan, dimana bijinya menghasilkan lemak nabati. Masyarakat Kalimantan menggunakan lemak biji tengkawang sebagai bahan dasar pembuatan minyak makanan, lilin, dan margarin. Selain itu, lemak biji tengkawang juga dapat digunakan sebagai campuran sediaan farmasi seperti bahan baku kosmetika, suppositoria, dan sediaan semisolid lainnya. Lemak biji tengkawang akan mengalami perubahan kristalinitas selama proses pembuatan sediaan semisolid dengan adanya pemanasan, pendinginan, dan penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kristalinitas lemak biji tengkawang dengan cara dilakukan preparasi pada suhu 37°C dan disimpan pada tiga tempat penyimpanan yang berbeda yaitu pada suhu 14°C, dibekukan pada suhu 24°C dan disimpan pada suhu 14°C, serta disimpan pada suhu 24°C. Perubahan sifat polimorfisme dan stabilitas kristalinitas di identifikasi menggunakan instrumen Fourier Transform Infra Red (FTIR), instrumen X-Ray Diffractometer (XRD), dan Automatic Melting Point. Hasil analisis lemak biji tengkawang belum mengalami perubahan sifat polimorfisme setelah diberi perlakuan seperti basis sediaan farmasi bentuk semisolid. Dari hasil pengujian FTIR, XRD, dan titik leleh diketahui bahwa stabilitas kristalinitas lemak biji tengkawang tidak mengalami perubahan setelah dipreparasi.Kata kunci: Shorea mecistopteryx Ridley, FTIR, XRD, titik leleh.
UJI AKTIVITAS PENURUNAN INDEKS OBESITAS DARI EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI HIJAU ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Seno Aulia Ardiansyah; Anggi - Restiasari; Ditta Restiany Noer Utami
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.21 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i2.112

Abstract

Obesitas merupakan salah satu permasalahan yang berada di masyarakat. Konsumsi biji kopi hijau robusta (Coffea canephora) merupakan salah satu alternatif yang digunakan untuk menurunkan berat badan. Biji kopi hijau jenis robusta yang mengandung senyawa metabolit sekunder  berupa asam klorogenat yang termasuk kelompok senyawa fenol dan mempunyai efek menurunkan indeks obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan indeks obesitas terhadap tikus putih jantan galur wistar yang diberikan ekstrak etanol biji kopi hijau robusta selama 24 hari terhadap tikus model obesitas yang diinduksi dengan makanan diet tinggi lemak selama 50 hari. Ekstraksi biji kopi hijau robusta dengan metode maserasi selama 3x24 jam menggunakan pelarut etanol 96%. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok negatif diberikan CMC 1%, kelompok kontrol positif diberikan orlistat 30 mg/kg BB, kelompok dosis ekstrak etanol biji kopi hijau robusta diantaranya dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, 600 mg/kg BB. Ekstrak etanol biji kopi hijau robusta pada dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, dan 600 mg/kg BB memiliki efektivitas sebagai penurun berat badan dengan nilai persentase sebesar 8,11%, 12,32%, dan 10,79%. Dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB dapat menurunkan nilai index lee sebagai parameter index obesitas dengan nilai persentase penurunan sebesar 2,94%, 3,88% dan 3,78%. Berdasarkan analisis statistik dengan ANOVA pada penurunan berat badan menunjukkan nilai signifikansi (P<0,05) terdapat pada dosis 400 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB.Kata kunci : Obesitas, biji kopi hijau robusta, asam klorogenat, penurunan berat badan, index lee.
PRODUKSI ASTAXANTHIN DARI MIKROALGA Haematococcus pluvialis MENGGUNAKAN EKSTRAKSI KARBON DIOKSIDA SUPERKRITIKAL YANG DIMODIFIKASI Adang - Firmansyah; Wiwin - Winingsih; Zenith Virgina Ababiel; Nella - Nurmeilasari; Ati - Setiasih
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.756 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i2.113

Abstract

Astaxanthin adalah pigmen karotenoid yang memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan dengan turunan β-karoten lainnya dan vitamin E. Sumber utama astaxanthin alami terdapat dalam mikroalga Haematococcus pluvialis yang dapat ditemukan di berbagai wilayah perairan di Indonesia. Astaxanthin alami dari H. pluvialis dapat diperoleh melalui proses isolasi. Sebagian besar metode isolasi yang telah diteliti menggunakan ekstraksi pelarut yang memiliki efek buruk pada lingkungan dan kesehatan, berbeda dengan ekstraksi superkritis CO2 yang memiliki efek baik pada lingkungan dan kesehatan. Pada penelitian ini, H. pluvialis dikultivasi, diinduksi dengan mengoptimalkan berbagai metode induksi stres, kemudian diisolasi dengan ekstraksi superkritis CO2 yang dimodifikasi menggunakan dry ice CO2 sebagai pelarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H. pluvialis menghasilkan astaxanthin pada induksi cahaya matahari dengan panjang gelombang maksimum sesuai dengan produk standar yaitu 474 nm. Pengujian terhadap skema isolasi dan uji kesesuaian sistem menunjukkan bahwa pembentukan cairan superkritis dari dry ice CO2 ditentukan oleh massa, volume, dan suhu. Hasil dari uji pendahuluan kemudian dirancang sebuah ekstraktor dari bahan stainless steel dan hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstraktor masih perlu dikembangkan, adapun isolasi yang dilakukan pada chamber simulasi menunjukkan tidak terjadi pemisahan.Kata Kunci: Astaxanthin, Haematococcus pluvialis, Ekstraksi CO2 Superkritis.
PENGARUH KONSELING TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT DAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI TERAPI KOMBINASI DI POLIKLINIK TASIKMALAYA Resha Resmawati Shaleha; Sri Adi Sumiwi; Jutti Levita
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.482 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i2.126

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi tekanan darah melebihi 140/90 mmHg, oleh karena itu pemeriksaan rutin diperlukan untuk memantau kestabilan nilai sistolik dan diastolic. Penelitian ini bertujuan menelaah pengaruh konseling terhadap kepatuhan minum obat serta tekanan darah pasien hipertensi terapi kombinasi di poliklinik Tasikmalaya. Metode yang digunakan yaitu observasional prospektif menggunakan analisis deskriptif rancangan Non-Equivalent Control Group, pada Desember 2018-Januari 2019 terhadap pasien hipertensi rawat jalan yang diberi terapi kombinasi. Pada penelitian ini responden diminta untuk mengisi kuesioner sebelum intervensi dan setelah intervensi dengan menggunakan Medication Adherence Rating Scale. Jumlah responden adalah 60 pasien hipertensi yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Karakteristik demografi responden dari 60 pasien menunjukkan: responden perempuan = 39 orang (65,0%); berusia 50-59 tahun = 30 orang (50,0%); berpendidikan SD = 19 orang (31,67%); tidak bekerja = 28 orang (46,7%). Responden tidak mengetahui dan tidak melaksanakan diet rendah garam (48,3%); mengetahui tetapi tidak melaksanakan olahraga 51,7%; tidak merokok (96,7%); dan tidak mengkonsumsi alkohol (96,7%). Rata-rata skor MARS pre-test 4,53 dan post-test 4,70, sedangkan rata-rata sistolik responden sebelum intervensi adalah 157,27 mm Hg dan diastolik 86,45 mm Hg. Setelah intervensi, rata-rata sistolik 148,56 mmHg dan diastolik 83,45 mmHg. Pemberian konseling dapat meningkatkan kepatuhan dan menurunkan nilai tekanan darah T2 hitung 44,54 lebih besar dari T2 tabel 6,92. Dapat disimpulkan bahwa konseling berpengaruh dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pasien hipertensi terapi kombinasi sebesar 6,18%, serta menurunkan nilai sistolik sebesar 15,93% dan diastolik sebesar 5,5% (p = 0,0001).Kata kunci: hipertensi, kepatuhan minum obat, konseling, diastolik, sistolik, MARS (Medication Adherence Report Scale).
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN GEL ANTISELULIT KAFEIN DENGAN PENAMBAHAN ASAM GLIKOLAT SEBAGAI ENHANCER Yola Desnera Putri; Sohadi Warya; Novitaria Br Sembiring
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.46 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v8i2.122

Abstract

Selulit terjadi akibat perubahan pada jaringan adiposa yang menyebabkan fibrosklerosis, sehingga kulit nampak seperti kulit jeruk. Kafein merupakan zat yang aman dan efektif untuk mengobati selulit, namun sulit berpenetrasi melewati stratum korneum. Asam glikolat memiliki kemampuan meningkatkan penetrasi perkutan dengan mengurangi kohesi seluler antar keratinosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam glikolat terhadap penetrasi kafein dalam sediaan gel. Gel terdiri dari kafein 1,5%, asam glikolat 5%, karbopol 2%, trietanolamin 0,5%, metilparaben 0,02%, propilparaben 0,01%, propilenglikol 15%, dan air. Formula 1 tidak mengandung asam glikolat dan formula 2 mengandung asam glikolat 5%. Sediaan dievaluasi selama 28 hari, meliputi: organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, dan uji penetrasi secara in vitro menggunakan difusi Franz selama 6 jam dan dibandingkan dengan gel antiselulit yang sudah beredar di pasaran. Gel  kafein terbukti stabil pada berbagai suhu penyimpanan dan cycling test. Jumlah kafein terpenetrasi pada sediaan gel pembanding, formula 1, dan formula 2 adalah 105,302; 173,241; dan 346,577 µg/cm2. Hasil menunjukkan asam glikolat mampu meningkatkan penetrasi kafein perkutan dalam sediaan gel.Kata kunci: Selulit, kafein, asam glikolat, penetrasi, enhancer

Page 1 of 1 | Total Record : 5