cover
Contact Name
Ahmad Ashifuddin Aqham
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285146303044
Journal Mail Official
bayu.dwisetyo@unimman.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Pangian Kel. Pandu, Lingkungan III, Kec Bunaken Kota Manado-SULUT
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
ISSN : 25808362     EISSN : 29621569     DOI : 10.57214
Core Subject : Health,
publikasi ilmiah dalam konten kesehatan dan sains yang memuat hasil penelitian, kajian pustaka, analisis kritis dan pengembangan.
Articles 127 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN SEBAGAI MEDIA AUDIO VISUAL AIDS (AVA) DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK USIA DINI TERHADAP PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK USIA DINI DI RA ASSALAAM KOTA MANADO Irne Wida Desiyanti; Adhe Lisna Gayuh Sasiwi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2022): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.914 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v6i1.90

Abstract

Hasil pemantauan KPAI dari 2011 Sampai 2014, terjadi peningkatan yang sigfnifikan terhadap kasus kekerasan dan penyimpanagan sekseual kepada anak. Tahun 2011 terjadi 2178 kasus kekerasan, 2012 ada 3512 kasus, 2013 ada 4311 kasus, 2014 ada 5066 kasus (kpai.go.id). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media Audio Visual Aids (AVA) dalam peningkatan Pengetahuan Anak Usia Dini terhadap pendidikan seksual pada anak usia dini di RA Assalaam. Jenis penelitian yang digunakan adalah experiment dengan bentuk rancangan non randomized one Group Pre-test dan Post-test Design. Variabel yang digunakan ini dibedakan menjadi variabel bebas yaitu media Audio Visual Aids (AVA), sedangkan variabel terikatnya adalah Pengetahuan Anak Usia Dini tentang pendidikan seksual sejak dini. Besar sampel dalam penelitian ini adalah siswa RA Assalaam sebanyak 46 siswa. Sebelum diberikan pembelajaran menggunakan media AVA 44,6% pengetahuan cukup dan setelahnya meningkat menjadi 59,3 % kriteria pengetahuan baik. Bedasarkan hasil SPSS diketahui bahwa nilai ρ = 0,000 sehingga ρ < α, maka terdapat pengaruh antara pengetahuan sebelum dan pengetahuan sesudah pemberian Pendidikan Kesehatan Audio Visual Aids pada responden.
PENGARUH SENAM DISMENORE TERHADAP PENURUNAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI : Effect Of Gym Dismenore On Dismenore Decrease In Adolescent Education Chandrayani Chandrayani; Marry H. Rimporok; Irne Wida Desiyanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2022): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.816 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v6i1.91

Abstract

Pendahuluan. Nyeri dismenore dapat menimbulkan rasa yang kurang nyaman pada seseorang dikarenakan oleh nyeri yang timbul untuk mengurangi rasa nyeri tersebut maka diberikan senam dismenore. Senam dismenore dapat meningkatkan pasokan oksigen sehingga nyeri dapat berkurang. Tujuan. Penelitian ini mengetahui apakah ada pengaruh senam dismenore terhadap penurunan dismenore. Metode. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian Pre-Eksperimental. Sampel diambil berdasarkan jumlah responden sebanyak 10 orang dengan menggunakan Accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16.0 untuk di analisa dengan uji statistik T-Dependen. Hasil. Hasil Uji T Dependen didapatkan p value = 0,000 artinya statistic ada perbedaan signifikan penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah melakukan senam. Kesimpulan. dalam penelitian ini terdapat pengaruh senam dismenore terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMA Muhammadiyah Manado. Diharapkan senam dismenore dapat diterapkan oleh siswi putrid sehingga dapat mengurangi dismenore saat haid.
DETERMINAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI TRADISIONAL DI KELURAHAN PANDU KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO Ike Fitrah Atul Chabibah; Nelawati Radjamuda
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2022): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.551 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v6i1.92

Abstract

Latar belakang:Keluarga berencana (KB) rupanya sudah menjadi bagian dari kehidupan wanita di Indonesia. Buktinya, lebih dari separuh (57,4 %) jumlah wanita usia subur menggunakan KB.Distribusi pemilihan metode KB pada Wanita Usia Subur di PKM Bengkol kota Manado tidak BerKB 25,8 %, MKJP 29,8 dan Non MKJP 39 %. Hal ini menunjukkan bahwa tingginya angka WUS yang tidak berKB. Golongan yang tidak berKB bisa dikategorikan WUS unmeet Need, memakai Kb Tradisional sehingga tidak terdeteksi di Nakes, maupun yang ingin hamil. Tujuan: Mengetahui determinan karakteristik dengan penggunaan kontrasepsi tradisional pada wanita usia subur. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel para WUS yang menggunakankontrasepsiTradisional di Kelurahan Pandu. Besar sampel yaitu 31 orang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman menggunakan SPSS versi 22 dengan nilai p Hasil: Ada hubungan yang bermakna antara usia(p=0,047), paritas(p=0,030), pengetahuan (p=0,040) dan sikap (p=0,016) WUS dengan penggunaan kontrasepsi tradisional. Simpulan:Hasil analisis Multivariat untuk melihat dominansi faktor karakteristik ibu terhadap Penggunaan KB tradisional menunjukkan bahwa dibandingkan dengan Umur, Paritas, Pengetahuan dan Sikap ibu, Sikap Wanita usia subur lebih tinggi nilai korelasi nya yaitu p value 0.035. Sehingga Hasil penelitian ini secara bermakna menunjukkan Faktor yang dominan berhubungan dengan penggunaan KB tradisional pada WUS di Kelurahan Pandu Kecamatan Bunaken Kota Manado pada prodi DIII Kebidanan STIKES Muhammadiyah Manado adalah “ Sikap”.
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Keikutsertaan Suami Dalam KB Vasektomi Di Kel.Pandu Kec.Bunaken Kota Manado Noormah Juwita; Ria A.J.Rotinsulu
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2022): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.912 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v6i1.93

Abstract

Rendahnya keikutsertaan suami dalam program KB berhubungan dengan beberapa faktor yaitu pengetahuan,umur,jumlah anak serta dukungan pada keluarga. Dan masyarakat yang masih menggangap keikutsertaan belum atau tidak penting dilakukan. Bila dibandingkan dengan partisipasi pria di negara-negara tetangga seperti : Korea (27%), Sri Langka (26%), Filipina (24%), Bangladesh (18%), Nepal (18%), Malaysia (16,8%), Cina (11%), Thailand (9%), dan Pakistan (9%), maka Indonesia menempati angka paling rendah keikutsertaan dalam ber-KB.Tujuan penelitian ini Untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan ; pengetahuan, umur, jumlah anak dan dukungan keluarga dengan keikutsertaan suami dalam KB vasektomi di Kel.Pandu Kec.Bunaken Kota Manado Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Jumlah sampel yang di ambil adalah 150 orang suami Di Kel. Pandu Kec. Bunaken Kota Manado. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian adalah pengetahuan sebagian besar memiliki pengetahuan cukup yakni 72 responden ( 48 % ) , sebagian besar memiliki umur < 30 - 40 Tahun yakni 77 responden (51,3 %), jumlah anak hampir seluruhnya memiliki jumlah anak hidup > 2 Org yakni 81 responden (54 %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan umur dengan keikutsertaan suami KB vasektomi sedangkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan jumlah anak.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Lanjutan Rizal Rizal
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2022): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.376 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v6i1.94

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan terapi pada pasin hipertensi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi hanya dapat dikendalikan. Keberhasilan pengontrolan tekanan darah pada pasien hipertensi dipengaruhi oleh faktor kepatuhan dalam meminum obat antihipertensi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi hubungan tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada fasilitas kesehatan tingkat pertama dan lanjutan. Desain penelitian yaitu observasional cross sectional menggunakan subjek pasien hipertensi yang berusia lebih atau sama dengan 18 tahun di Puskesmas Kotabunan Bolaang Mongondow (fasilitas kesehatan tingkat pertama) dan instalasi rawat jalan Rumah Sakit Robert Wolter Monginsidi Manado (fasilitas kesehatan tingkat lanjutan) selama periode bulan Oktober hingga Desember 2019. Tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dinilai dengan menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky 8-Item Medication Adherence Scale). Total pasien pada penelitian ini yaitu 171 pasien, sebanyak 73 pasien pada faskes (fasilitas kesehatan) tingkat pertama dan 98 pasien pada faskes lanjutan. Data tingkat kepatuhan pasien dalam penggunaan obat antihipertensi pada faskes tingkat pertama menunjukkan 83,56% dengan tingkat kepatuhan rendah (skor MMAS < 6), dan hanya 16,44% dengan tingkat kepatuhan sedang sampai tinggi (skor MMAS 6 – 8). Pada faskes tingkat lanjutan terdapat 85,71% pasien dengan tingkat kepatuhan rendah dan 14,29% dengan tingkat kepatuhan sedang sampai tinggi. Perbandingan statistik komparatif tingkat kepatuhan pada kedua faskes tersebut tidak berbeda signifikan dengan nilai p=0,767 (confidence interval 95%). Pada data menunjukkan bahwa rata-rata pasien memiliki riwayat rutin untuk kontrol sebanyak 91,8% pada fasilitas kesehatan. Berdasarkan hasil tersebut maka disarankan agar setiap Rumah Sakit dan Puskesmas mewajibkan apotekernya untuk melakukan praktik kefarmasian, dan setiap apotek tidak boleh memberikan pelayanan obat tanpa kehadiran apoteker.
ANALISIS STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS WAWONASA KOTA MANADO Rahmat Ismail; Windi Astuti; Dora Susetyaningdyah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2021): Desember : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.571 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v5i2.105

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, menetapkan bahwa semua tenaga kefarmasian dalam melaksanakan tugas profesinya di puskesmas agar mengacu pada standar tersebut. Standar Pelayanan Kefarmasian ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian, menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian, dan melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis standar pelayanan kefarmasian di puskesmas wawonasa kota manado yang mengacu pada Standar Pelayanan Kefarmasian di puskesmas menurut peraturan menteri kesehatan No 74 Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara kepada apoteker penanggung jawab apotek di puskesmas wawonasa dan dilakukan analisis menggunakan metode Conteks, Input, Proses, dan Produk (CIPP). Dalam penelitian ini Standar I adalah pengelolaan perbekalan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai, dan standar II adalah pelayanan farmasi klinis. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa standar I dan II, masing-masing memiliki ketentuan yang belum terlaksana, untuk standar I ketentuan yang terlaksana sebesar 80% dan untuk standar II ketentuan yang terlaksana sebesar 72,72%, sehingga dapat dikategorikan bahwa pelaksanaan ketentuan untuk Standar I dan II oleh Puskesmas Wawonasa Kota Manado termasuk kategori sedang.
Relationship of the Compliance Level of Antihypertensive Drug Use in First and Advanced Level Health Facilities Rizal Rizal
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2021): Desember : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.472 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v5i2.106

Abstract

The adherence with therapy in hypertensive patients is important to note because hypertension is a disease that cannot be cured but can only be controlled. The success of controlling blood pressure in hypertensive patients influenced by compliance factors in taking antihypertensive drugs. The purpose of this study is to evaluate the relationship between the level of adherence of antihypertensive drugsuse in first and advanced health facilities. The study design was an observational cross sectional using subjects with hypertension patients older than or equal to 18 years old at Kotabunan Bolaang Mongondow Health Center (first level health facility) and outpatient installation of Robert Wolter Monginsidi Hospital in Manado (advanced health facilities) during the period from October to December 2019. The level of compliance with the use of antihypertensive drugs was assessed using the MMAS-8 questionnaire (Morisky 8-Item Medication Adherence Scale). The total patients in this study were 171 patients, as many as 73 patients in the first level health facilities and 98 patients in the advanced health facilities. The data of patient adherence in the use of antihypertensive drugs in the first level of health facilities showed 83.56% with low levels of adherence (MMAS score <6), and only 16.44% with moderate to high levels of adherence (MMAS score 6-8). In the advanced level of health facilities were 85.71% of patients with low adherence and 14.29% with moderate to high adherence. Comparative statistical of adherence on the two health facilities was not significantly different, with p = 0.767 (95% confidence interval). The data shows that the average patient has a routine history of control as much as 91.8% in health facilities. Based on these results, recommended that each hospital and health center must require its pharmacists to do pharmaceutical practices, and each pharmacy must not provide drug services without the presence of a pharmacist.
EFEKTIVITAS METODE EDUKASI PADA REMAJA TENTANG UPAYA PREVENTIVE INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI SMK V KOTA MANADO Kristine Dareda; Berthina H. Korah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2021): Desember : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.908 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v5i2.107

Abstract

Berdasarkan hasil survey awal yanag dilakukan di SMK V Manado diketahui bahwa setiap tahunnya terjadi peningkatan angka drop out dikarenakan beberapa faktor diantaranya pergaulan bebas, dan hamil diluar nikah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas inovasi metode edukasi remaja dalam upaya preventif penyakit menular seksual ( pms ) /infeksi menular seksual (ims) di SMK V Manado. Metode yang digunakan yaitu pra experimental designs dengan pendekatan rancangan two group pretest posttest. Sampel dalam penelitian ini yaitu 40 responden dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner, selanjutnya diolah menggunakan SPSS dengan uji Statistik yaitu T-Berpasangan. Hasil dalam penelitian yaitu pada metode edukasi secara langsung nilai p=0.005 dan pada metode edukasi menggunakan media internet (whatsapp) nilai p=0.001. Kesimpulan edukasi secara langsung atau menggunakan media internet (whatsapp) masih efektif dilaksanakan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 24-60 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS OLLOT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA TAHUN 2019 Nelawati Radjamuda; Ike Fitrah; Agust Laya
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2021): Desember : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.763 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v5i2.108

Abstract

Gizi buruk menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada anak-anak. Salah satu masalah pertumbuhan pada balita adalah terhambatnya pertumbuhan tinggi badan anak sehingga anak tumbuh tinggi tidak sesuai dengan umurnya yang disebut dengan balita pendek atau stunting. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran dan factor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita umur 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ollot tahun 2019. Desain pada penelitian ini menggunakan cross sectional dengan penelitian survey analitik. Sampel yang sebanyak 91 responden. Analisis yang digunakan chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini sebanyak 13% balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Ollot yang berat lahirnya <2500gram BBLR, 75% berstatus infeksi penyakit (diare dan ISPA), 65% tidak mendapatkan ASI Eksklusif, dan 91% balita memiliki status imunisasi dasar lengkap. Dililihat dari hasil analisis terdapat hubungan beramakna antara faktor pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Ollot Tahun 2019. Diharapkan Dinas Kesehatan bersama Pemerintah Kabupaten untuk dapat memberikan informasi secara luas melalui penyuluhan maupun pelatihan kepada masyarakat ataupun kader kesehatan mengenai status gizi balita khusunya stunting.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK ETANOL DAUN KAYU KAMBING (Garuga Floribunda, Decne) PADA BAKTERI Eschericia coli dan Staphylococcus aureus Hamidah Sri Supriati; Abulkhair Abdullah; Muhammad Hidayat
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2021): Desember : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.449 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v5i2.109

Abstract

Tanaman Kayu Kambing Garuga floribunda,Decne merupakan tanaman yang banyak terdapat di wilayah Sulawesi Utara yang belum banyak diteliti. Penelusuran metabolit sekunder daun tanaman kayu kambing menggunakan metode maserasi dengan etanol 70% . Kemudian dipartisi dengan menggunakan n-heksan. Ekstrak yang diperoleh pada fase etanol dan n-heksan kemudian diuji metabolit sekunder dan antibakterinya dengan menggunakan bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Metabolit sekunder fase etanol diperoleh hasil positif pada senyawa metabolit sekunder Alkaloid, Saponin, Flavonoid, Steroid dan Tanin sedangkan fase n-heksan hasil positif pada Alkaloid dan Steroid. Aktivitas antibakteri pada E.coli memberikan zona hambat rata-rata 8,7 mm, pada Staphylococcus aureus zona hambat terbesar rata-rata 10,2 mm.

Page 1 of 13 | Total Record : 127