cover
Contact Name
Asrar Aspia Manurung
Contact Email
asraraspia@umsu.ac.id
Phone
+628116311985
Journal Mail Official
asraraspia@umsu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa teknik
ISSN : 28087720     EISSN : 28087720     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik (JIMT) adalah jurnal Open Access yang dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal ini akan menerbitkan hasil karya ilmiah mahasiswa selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini fokus kepada bidang yang sesuai dengan Program Studi yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini terbit setiap bulan Januari, Maret, Mei,Juli, November. Citasi Analisis: Google Scholar
Articles 266 Documents
Pengaruh Rugi-Rugi Total Terhadap Suhu Dan Tepat Guna Transformator Akibat Pembebanan Distribusi Di PT Dow Agrosciences Indonesia Tabah Ramadhan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.635 KB)

Abstract

Besar temperatur belitan pada sisi primer dan sekunder dipengaruhi oleh beban nominal yang ada didalam transformator tersebut, karena dalam pengujian transformator beban yang diberikan adalah beban nominal. Sehingga dapat ditentukan nilai tahanan panas pada transformator dengan menggunakan grafik untuk mendapatkan nilai temperatur belitan pada transformator tersebut pada beban nominal. Dalam pengujian temperature rise, temperatur ruang dan temperatur pada radiator sangat penting untuk menentukan temperatur akhir pada transformator distribusi. Pada penelitian ini didapat nilai temperatur belitan pada sisi primer sebesar 28,08°c dan nilai temperatur belitan pada sisi sekunder adalah sebesar 30,39°c. Pada saat pengujian beban nol tidak terdapat rugi – rugi pada belitan, sehingga temperature pada belitan sama dengan nol. Sedangkan pada saat pengujian berbeban didapat rugi – rugi pada belitan sebesar 2270 watt, dan temperature rata- rata belitan di sisi primer sebesar 28,08°c dan disisi sekunder sebesar 30,39°c. Dari pengujian beban nol dan berbeban dapat di ambil kesimpulan bahwa beban adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap temperature belitan rata – rata pada transformator. Besar efisiensi pada transformator tersebut adalah 97,96%, dihitung pada beban nominal yang ada pada transformator tersebut.  Kata Kunci : Transformator, Temperature Belitan, Efisiensi.
Penambahan Abu Cangkang Kelapa Sawit Dengan Bahan Tambah Silica Gel Ditinjau Dari Kekuatan Tarik Belah Beton Silinder (Studi Penelitian) Muhammad Yusril Chair
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.775 KB)

Abstract

Saat ini limbah padat berupa cangkang kelapa sawit dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler untuk mesin penggilingan minyak sawit dan sebagai bahan bakar mesin gasifikasi untuk menghasilkan gas bakar yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan energi untuk Asphalt Mixing Plant. Hasil pembakaran limbah cangkang kelapa sawit berupa abu kerak boiler, merupakan limbah yang memiliki unsur kimia SiO2, Al2O3, dan CaO, dengan kandungan senyawa tersebut dapat berpengaruh dalam kekuatan beton dan mampu meningkatkan kekuatannya. Pada penelitian ini, mutu campuran beton yang direncanakan pada umur 28 hari adalah sebesar 26 MPa. Pengujian bertujuan untuk mengetahui kadar optimum penggunaan abu cangkang kelapa sawit dan silica gel sebagai bahan tambah semen yang berkaitan dengan kuat tarik belah beton. Pengujian dilakukan terhadap tiga jenis variasi penambahan abu cangkang kelapa sawit dan agregat normal yaitu 15%, 20, dan 25%. Benda uji untuk pengujian kuat tarik belah adalah silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Hasil penelitian menunjukkan penambahan abu cangkang kelapa sawit dan silica gel meningkatkan nilai slump dan nilai kuat tarik belah beton. Hasil analisis menunjukkan kuat tarik belah optimum beton dengan komposisi yang mengandung abu cangkang kelapa sawit dan silica gel 25% yakni 4,88 MPa.
Rancangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Kapasitas 200 Wp Dengan Sistem Solar Charge Ivana, Ryan Dimas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.787 KB)

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik semakin meningkat seiring pertumbuhan kemajuan dibidang sektor seperti ekonomi, industri dan berbagai bidang lainya. Energi listrik yang umumnya menggunakan bahan bakar konvesional seperti minyak bumi dan batubara menyebabkan ketersedianya di alam semakin menipis. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu menggunakan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang tidak akan pernah habis bersumber dari alam seperti Matahari. Agar dapat memanfaatkan energi tersebut digunakan sel surya yang dapat mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik. Besarnya energi surya yang dapat dikonversikan bergantung pada luas sel surya yang digunakan. Daya serap sel surya ini dapat dioptimal ketika panel tegak lurus kearah cahaya matahari. Oleh karena itu, penelitian ini akan merancang pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 200 Wp dengan sisterm solar charger. Alat ini diharapkan dapat menjadi energi baru yang dapat memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari dan alat penelitian ini akan diletakkan dipendopo dikarenakan sumber energi listrik masih sedikit dipendopo tersebut.
Tinjauan Lokasi Halte Bus Trans Metro Deli Di Koridor 5 Medan Lapangan Merdeka Tembung Terhadap Naik Turun Penumpang Bus Trans Metro Deli Muhammad Rizki Pratama
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.199 KB)

Abstract

Kehadiran Bus Rapid Transit (BRT) di kota Medan ini menjadi penunjang mobilisasi masyarakat kota Medan yang mencakup hingga ke wilayah distrik medan. Seluruh pengaturan serta penempatan halte yang dasarnya harus memenuhi persyaratan pedoman teknis perekayasaan tempat perhentian kendaraan penumpang umum. Kenyataannya, ada beberapa halte yang tidak memenuhi persyaratan tersebut. Dari hasil penelitian mengenai evaluasi terhadap letak halte dan fasilitas bus trans metro deli koridor 5 Medan didapatkan bahwa halte yang ada saat ini masih ada yang belum memenuhi ketentuan dari pedoman teknis perekayasaan tempat perhentian kendaraan penumpang mengenai letak halte terhadap fasilitas penyebrangan pejalan kaki adalah 100 meter ada 2 halte yang tidak memenuhinya. Jarak minimal ke persimpangan adalah 50 meter sebanyak 2 halte yang tidak memenuhinya. Dan juga sebanyak 5 halte yang tidak memenuhi jarak minimal letak halte terhadap gedung yang membutuhkan ketenangan. Serta seluruh halte yang berada di sepanjang rute koridor 5 Medan tidak memenuhi standar fasilitas utama berdasarkan pedoman teknis perekayasaan tempat perhentian kendaraan penumpang umum. Dari hasil penelitian mengenai evaluasi terhadap letak halte dan fasilitas halte bus trans metro deli koridor 5 Medan terhadap responden didapatkan data bahwa sekitar 77%-83% responden menyatakan sangat memuaskan bahwa letak dan fasilitas halte yang ada saat ini sudah memenuhi kebutuhan responden. Kata Kunci: halte, BRT, responden.
Perbandingan Yield Line Theory Terhadap Metode Desain Langsung Dan Metode Portal Ekivalen Pada Flat Plate (Studi Literatur) Siti Nabila
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.813 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil momen, defleksi dan phunching shear terhadap perbandingan yield line theory, metode desain langsung, metode portal ekivalen dan FEM pada flat plate yang pada panjang bentang arah x berbeda yaitu 4, 5, dan 6 m. Hasil penelitian ini menunjukkan bila dilihat dari segi momen, nilai mux positif dan mux negatif diperoleh oleh yield line theory akan lebih besar dari pada metode lainya dikarenakan metode yield line pada perhitungan momen mengunakan panjang bentang sedangkan ketiga metode lainnya menggunakan cara dengan membagi panel dalam portal ekivalen pada kedua arah baik x maupun y, muy negatif pada program FEM menghasilkan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan ketiga metode yang lain hal ini dikarenakan metode lain memproporsikan beban sedikit pada bentang pendeknya, dan muy positif akan mengalami kenaikan yang lebih besar pada yield line theory. Dari segi defleksi yang dihasilkan, maka yield line theory akan menghasilkan nilai yang jauh besar, dikarenakan momen yang dihasilkan lebih besar sehingga nilai defleksi akan besar juga dan dari segi phunching shear yang dihasilkan, bahwa FEM memberikan nilai phunching shear yang lebih besar dari pada metode lain.
Implementasi Pengendalian Beban Pada Solar Cell 240 Wp Sebagai Beban Tambak Ikan Berbasis Arduino Uno Andreyawan Ayubti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.852 KB)

Abstract

Pemanfaatan Solar Cell Sebagai Sumber Energi Pada Sistem Kontrol Beban Pada Tambak Ikan adalah sebagai sebuah bentuk penghematan energi listrik. Penghematan energi listrik dilakukan dengan cara memanfaatkan solar cell yang dioperasikan dengan Arduino UNO dan dibantu dengan dua sensor yaitu sensor LDR dan Sensor Water Level. Metode yang digunakan dalam proyek akhir ini adalah metode rancang bangun.Dimana Langkah-langkah yang dilakukan adalah perancangan, pembuatan dan pengujian.Perancangan perangkat keras terdiri dari solar cell, battery,inverter,sensor LDR, sensor water level dan LCD monitor.Sensor LDR yang bekerja berdasarkan cahaya yang dimana pada saat sensor LDR terkena cahaya maka lampu pada tambak ikan akan otomatis mati dan apabila sensor tidak terkena cahaya maka lampu pada tambak ikan akan hidup secara otomatis.Untuk sistem kerja pada sensor Water level apabila air pada tambak ikan mengenai batas ketinggian pada sensor maka pompa air akan mati seacara otomatis dan apabila air kurang dari batas pada sensor water level maka pompa air akan hidup secara otomatis.Maka dari itu sistem kontrol beban pada tambak ikan berbasis Arduino Uno dengan dibantu dua sensor yaitu sensor LDR dan Sensor Water Level yang memiliki fungsi mengatur lampu dan pompa air secara otomatis pada tambak ikan.Hal tersebut dapat dilihat dari sensor yang bekerja dan output pada lampu LED.  Kata Kunci :Solar Cell,Battery,Inverter,Arduino Uno,LDR,Water Level.
Analisis Model Tarikan Perjalanan Ke Suzuya Marelan Plaza Di Kecamatan Medan Marelan Alvin Dwi Rizki
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.772 KB)

Abstract

Tarikan perjalanan adalah jumlah pergerakan perjalanan yang terjadi menuju ke lokasi tertentu setiap satuan waktu. Tarikan perjalanan ini berhubungan dengan penentuan jumlah perjalanan keseluruhan yang dibangkitkan oleh sebuah kawasan. Trip generation terbagi atas dua bagian yaitu trip production (produksi perjalanan) dan trip attraction (tarikan perjalanan). Production adalah perjalanan yang berakhir di rumah pada perjalanan yang berasal dari rumah (home-base trip) atau berakhir di tempat asal (origin) pada perjalanan yang tidak berasal dari rumah (non-home-based trip). Attraction adalah perjalanan yang berakhir tidak di rumah pada perjalanan yang berasal dari rumah atau berakhir di tempat tujuan (Levinson, 1976). Dari semua variabel X (independent), Bahan Pokok (X1), Tempat Pakaian (X2), Tempat Bermain (X3), Tempat Makan (X4) di dapat jumlah Model Tarikan perjalanan paling besar di hari minggu dengan Model tarikan perjalanan sebesar 1828,62 atau 1829 orang/hari. model Tarikan Pergerakan dengan jumlah terbesar pada hari minggu dengan menggunakan aplikasi SPSS Y = 708,293 + (-0,553 (931) + 0,338 (792) + 0,896 (923) + 0,627 (862) = 1828,62 atau 1829 orang /perhari.
Rancangan Traffic Spike Pada Jalur Mobil Dengan Sistem Mekanik Pegas Muhammad Ari Juliardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 2, No 6 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.506 KB)

Abstract

Traffic spike atau alat pengendali jalan satu arah banyak dibuat dan digunakan karena semakin banyaknya jumlah kendaraan yang meningkat, traffic spike umumnya digunakan di pintu masuk menuju suatu tempat seperti tempat parkir dan pintu gerbang jalan tol. Tujuan dari pembuatan traffic spike ini adalah untuk mencegah adanya kendaraan yang melawan arus jalan, karna masih banyaknya masyarakat indonesia yang tidak taat saat berkendara di jalan raya. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk membuat konstruksi traffic spike,agar penggunaan traffic spike dapat lebih praktis dan efisien dalam konstruksi dan pembuatanya. Traffic spike memiliki bnyak komponen dalam pembuatan konstruksinya, dan setiap komponen saling berkaitan satu dengan yang lainya, dan semua komponen traffic spike di topang dengan rangka atau konstruksi yang kokoh. Kontruksi yang dibuat harus sesuai dengan kebutuhan serta fungsi dari traffic spike itu sendiri.adapun bagian-bagian utama traffic spike yang akan dibuat antara lain rangka,poros,plat penutup atas dan mata pisau yang akan dibuat dengan bahan yang dibutuhkan dari masing-masing komponen traffic spike, seperti besi As,besi poros,besi plat serta baut dan mur serta Pegas. Dalam pembuatan traffic spike juga dibutuhkan alat-alat permesinan dalam pembuatanya, antara lain seperti mesin bor.gerinda,mesin bubut,mesin las listrik. Konstruksi yang dibuat harus sesuai dengan desain yang telah ada dan dengan ukuran yang sesuai dengan desain tersebut. Setelah tahap pembuatan tahap selanjutnya adalah tahap finishing atau tahap penyelesaian salah satunya adalah tahap perakitan hasil pembuatan dan tahap lainnya. Setelah tahap perakitan selesai,maka didapatlah hasil pembuatan traffic spike dengan ukuran panjang 100 cm dan lebar 45 cm dan tinggi 12 cm. setelah hasil pembuatan di dapat, tahap selanjutnya adalah pengecatan dan perapian setiap komponen yang sudah selesai di rakit, setelah semua tahap selesai selanjutnya adalah pengujian traffic spike yang telah dibuat seperti uji pembebenan.  Kata Kunci : traffic spike, desain, konstruksi, pembuatan, pengendali jalan satu arah.
Komparasi Daya Tekan Dan Penyerapan Serbuk Kayu Dan Abu Ampas Kopi Dengan Agregat Kasar Bergradasi Seragam (Studi Penelitian) Feri Iman Hasibuan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.328 KB)

Abstract

Nilai kuat tekan beton dapat dipengaruhi oleh perbedaan material penyusun beton dan cara pembuatannya. Penggunaan agregat kasar batu pecah bergradasi seragam dapat mempengaruhi kuat tekan beton. Pada penelitian kali ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah ampas kopi dan serbuk kayu yang digunakan sebagai bahan tambah beton. Dalam penelitian ini, digunakan agregat kasar batu pecah dari 2 ukuran, yaitu 25-12 mm dan 12-5 mm, dengan variasi bahan tambah abu ampas kopi 8,5% dan serbuk kayu 8,5%. Hasil kuat tekan beton normal, kuat tekan beton dengan campuran serbuk kayu gradasi 25-12, beton campuran abu ampas kopi gradasi 25-12, beton, beton campuran serbuk kayu gradasi 12-5, beton campuran abu ampas kopi 12-5. Memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 30,11 MPa, 29,1 MPa, 27,1 MPa, 26,1 MPa dan 23,09 MPa. Pada penyerapan rata-rata sebesar 159,67 , 167,33 ,163 ,227 dan 173,67 dengan slump sebesar 11,9 cm, 10,2 cm, 11,3 cm, 8,6 cm dan 9,3. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan gradasi seragam dapat mengurangi kuat tekan dan pada bahan tambah yang dicampurkan belom bisa menaikan kuat tekan melebih beton normal tetapi campuran serbuk kayu gradasi 25-12mm, dan abu ampas kopi gradasi 25-12mm dan serbuk kayu gradasi 12- 5mm telah melebih kuat tekan rencana, hanya pada campuran abu ampas kopi gradasi 12-5mm belom mencukupi dari kuat tekan rencana. Penggunan serbuk kayu lebih baik terhadap kuat tekan tetapi tinggi dalam penyerapan dan rendah terhadap slump sedangkan penggunaan abu ampas kopi memiliki nilai rendah terhadap kuat tekan dan penyerapan tetapi tinggi dalam slump.Kata Kunci : Abu ampas kopi, Serbuk kayu, Kuat tekan.
Analisa Statistik Kekuatan Rangka Lift Dengan Daya Variasi Beban Pada Bangunan 2 Lantai Muhammad Syahrian Effendy
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.211 KB)

Abstract

Rangka lift adalah suatu sistem yang memberikan dukungan fisik pada lift atau bisa di sebut juga rangka lift adalah suatu susunan dari batang besi, plat besi, dan bahan[1]bahan lainnya yang membentuk suatu struktur rangka lift. Pada rangka lift menggunakan besi unp 10, unp 5, dan siku 40 yang berbahan material besi baja. Dalam menganalisa kekuatan rangka lift menggunakan metode numerik, untuk mengetahui hasil analisis kekuatan rangka lift yang meliputi tegangan, regangan, dan defleksi. Software Solidwork juga digunakan untuk mempermudah membuat desain kontruksi lift. Pengujian dilakukan dengan gaya beban 500kgf, 700kgf, dan 900kgf menggunakan software solidwork untuk menghitung nilai stress (tegangan), strain (regangan), dan modulus elastisitas (defleksi). nilai maximum pada pengujian stress (tegangan) yaitu 8.719e+007 N/m-2 pada gaya beban 500kgf, 1.221e+008 N/m-2 pada gaya beban 700kgf, dan 1.569e+008 N/m-2 pada gaya beban 900kgf. Nilai maximum pada pengujian strain (regangan) yaitu 2.893e-004 pada gaya beban 500kgf, 5.050e[1]004 pada gaya beban 700kgf, dan 5.208e-004 pada gaya beban 900kgf, dan nilai maximum pada pengujian modulus elastisitas (defleksi) yaitu 1.829e+000 mm pada gaya beban 500kgf, 2.560e+000 mm pada gaya beban 700kgf, dan 3.292e+000 mm pada gaya beban 900kgf.Kata Kunci : Rangka Lift, Kekuatan, Metode Numeric, Solidwork.