Libraria: Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Libraria: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi is a journal for library and information science initiated by FPPTI (Indonesian Higher Education Library Forum ) Central Java, published twice annually in June and December. Libraria: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi welcomes the submission of research, theory, and practice papers relevant to library and information science. The article will be reviewed by the editors and reviewers who are competent in the related field. The review uses double-blind peer review before the journal is published. The journal will publish a selected paper under a Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License. This journal has printed and electronic versions with registered number P-ISSN 2088-7310 (printed), e-ISSN 2614-3534 (on line).
Articles
115 Documents
Transformasi Perpustakaan Berbasis Teknologi Menuju Perpustakaan Masa Depan
Mustika Diana
LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volumen 5 Nomor 1 Tahun 2016 (Juni 2016)
Publisher : FPPTI Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.2 KB)
Perkembangan teknologi informasi dewasa ini membawa perubahandalam kehidupan, tidak terkecuali dengan perpustakaan yang harusterkena dampaknya. Selain perkembangan teknologi adanya evolusigenerasi pengguna informasi mau tidak mau memaksa perpustakaanuntuk melakukan transformasi menjadikan perpustakaan berbasisteknologi sebagai sebuah konsep perpustakaan masa depan. Untukmempertahankan eksistensi ditengah pengguna informasi perpustakaanharus bertransformasi kearah perpustakaan berbasis teknologi gunamempersiapkan menyambbut tantangan dimasa depan. Perpustakaanmembutuhkan SDM yang berkualitas, koleksi multi media atau multifaced,gedung yang nyaman dan ramah pengguna serta berbasis one stop service,layanan open accses. Perpustakaan harus mengemas dirinya semenarikmungkin. Pustakawan harus memiliki sikap yang responsif, adaptif,proaktif, kolaboratif, berkompeten.
Kompetensi Pustakawan di Era Informasi Global: Apa dan Bagaimana?
Nurjannah Nurjannah
LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volumen 5 Nomor 1 Tahun 2016 (Juni 2016)
Publisher : FPPTI Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (130.519 KB)
Kebutuhan informasi manusia senantiasa berkembang seiring denganperkembangan zaman. teknologi merupakan salah satu hal yangmempengaruhi perkembangan kebutuhan akan informasi bagi seseorang.semakin pesat pertumbuhan teknologi informasi, maka bersamaan denganitu semakin meningkat pula kebutuhan manusia akan informasi. Dalammendukung peran tersebut, maka pustakawan dituntut untuk dapatmemiliki kompetensi yang memadai seiring dengan kebutuhan dandinamika yang ada. Pustakawan memiliki tantangan yang cukup besardan dituntut untuk dapat mempersiapkan diri dalam menghadapidinamika tersebut khususnya yang menyangkut dengan kompetensisebagai syarat mutlak yang harus dimiliki oleh pustakawan pada erainformasi global saat sekarang ini, yakni minimal memiliki kemampuanuntuk melaksanakan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi ataspengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude).
Jabatan Fungsional Pustakawan dan Problematikanya
Sungadi .
LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volumen 5 Nomor 1 Tahun 2016 (Juni 2016)
Publisher : FPPTI Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (166.731 KB)
Pustakawan merupakan salah satu profesi dalam dunia kepustakawanan.Sebagai profesi tentunya diharapkan bahwa pustakawan harus dapatmemberikan pelayanan yang profesional sehingga para pustakawan harusmemiliki kompetensi yang memenuhi standar layanan kepustakawanan.Diharapkan juga nantinya kinerja pustakawan yang profesional dapatmemberikan kontribusi yang positif terhadap mutu pelayanan perpustakaandan pengembangan karir pustakawan. Tulisan ini membahas tentangproblematika pustakawan dalam menjalani profesinya. Di lapanganbanyak ditemukan kendala yang dihadapi para pustakawan antara lain:kesulitan dalam memahami butir-butir kegiatan pustakawan, rendahnyapendidikan (yang diangkat melalui impassing), sehingga tidak sedikitpustakawan yang diberhentikan sementara sebagai pustakawan yangdisebabkan tidak mampu mengumpulkan angka kredit sebagai syaratkenikan pangkat dan jabatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuiproblematika Jabatan Fungsional Pustakawan Perpustakaan PerguruanTinggi (PPT) Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan padabulan Mei sampai dengan Agustus 2016 dengan menggunakan jenispenelitian kuantitatif dengan pendekatan studi dokumen. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa problemaika yang dihadapi PustakawanPerpustakaan Perguruan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah: (1)tidak adanya persiapan sebelum menentukan pilihan menjadipustakawan; (2) sebanyak 90.63% pustakawan diangkat pertama kalimelalui impassing, sehingga dalam perjalanannya banyak mengalamikendala; (3) terdapat 44,03% Pustakawan PPT DIY lebih dari 4 tahuntidak mengajukan DUPAK, dan 37% diberhentikan sementara dariJabatan Fungsional Pustakawan, karena tidak mampu mengumpulkanAngka Kredit yang diperlukan; (4) masih adanya pustakawan yang berpendidikan SLTA dan non ilmu perpustakaan sebesar 29,56%. Temuanlain adalah: jenis kelamin memiliki dominasi dalam pembinaan karirbagi pustakawan PPT DIY di semua lini jabatan, mulai dari jabatanpustakawan pelaksana sampai dengan pustakawan madya. Jumlah jeniskelamin: Pustakawan Pelaksana = 62.50% perempuan, 37.50% laki-laki;Pustakawan Pelaksana Lanjutan = 61.90% perempuan, 38.10% laki-laki;Pustakawan Penyelia = masing-masing 50%; Pustakawan Pertama =53.13% perempuan, 46.87% laki-laki; Pustakawan Muda = 46.15%perempuan, 53.85 laki-laki; dan Pustakawan Madya = 52.38%perempuan, 47.62% laki-laki. Sampai saat ini, pustakawan PerguruanTinggi DIY belum ada yang mencapai jabatan Pustakawan Utama.
Café Librairie; Trend Anak Muda yang Ingin Nongkrong Sekaligus Menimba Ilmu
Triningsih .
LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volumen 5 Nomor 1 Tahun 2016 (Juni 2016)
Publisher : FPPTI Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (108.139 KB)
Café adalah gudangnya makanan dan minumnya. Perpustakaan adalahgudangnya buku atau ilmu pengetahuan. Kolaborasi antara keduanyabisa sangat harmonis serta saling menguntungkan jika berjalanberiringan. Pengunjung bisa mencari informasi yang mereka butuhkan,sekaligus bisa menikmati hidangan makanan dan minuman yang ada.Café Librairie adalah suatu tempat dimana pengunjung bisa mendapatkankeduanya. Sungguh inovasi yang bagus. Maka dibutuhkan konsep yangmenggabungkan antara keberadaan café dan perpustakaan. Yaitu yangpertama bahwa pengelolah cafe harus memahami konsep dasarperpustakan terlebih dahulu, untuk itu seorang pengelolah cafe harusbekerjasama dengan pengelolah perpustakaan untuk memberikanpembelajaran tentang konsep dasar perpustakaan. Kedua, bahwa bisniscafe berorientasi pada mencari untung dari penjualan, sedangkanperpustakaan merupakan lembaga non profit yang bergerak di bidangsosial sehingga pengelolah cafe harus dapat mencari strategi untukmenggabungkan dua elemen tersebut. Pemahaman yang mendasartentang lima hukum dasar perpustakaan atau Five Laws of Library Scienceyang dikemukakan oleh Ranganathan juga perlu dipahami yaitu Booksare for use, Every reader his/her book, Every book, its reader, Save the timeof the reader, A library is a growing organism.
Community of Practice: Solusi Alternatif Berbagi Pengetahuan Antar Pustakawan
Supriyadi .
LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volumen 5 Nomor 1 Tahun 2016 (Juni 2016)
Publisher : FPPTI Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (145.809 KB)
Sebagai lembaga informasi, keberadaan knowledge sharing dalam perpustakaanmempunyai peran yang sangat penting dalam mengembangkanpotensi pustakawan, sebab pustakawan yang berpengetahuanakan berpengaruh pada percepatan kemajuan yang akan dicapaiperpustakaan. Oleh karenanya keberlanjutan dan kemudahan dalammelakukan serta mengaplikasikan fungsi knowledge Sharing di perpustakaanharus di rancang maksimal dengan mengoptimalkan semua sumberdaya yang ada diperpustakaan. Adapun metode yang dapat digunakanuntuk mempermudah pelaksanaan kegiatan Knowledge Sharing diperpustakaan yaitu dengan membentuk Community of Practice.Tulisan ini mengkaji persoalan Knowledge Sharing dalam format Communityof Practice, adapun metode yang digunakan adalah studi literaturdengan menjelaskan perkembangan, karakteristik, metode merancangdan membangun, serta penerapan Community of Practice dalam KnowledgeSharing di Perpustakaan.
Layanan Data dan Informasi dalam Rangka Meningkatkan Layanan di Perpustakaan Perguruan Tinggi
Ratnaningsih .;
Abdul Rahman Saleh
LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volumen 5 Nomor 2 Tahun 2016 (Desember 2016)
Publisher : FPPTI Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.652 KB)
Dalam rangka memenuhi kebutuhan para pemustaka, perpustakaanperguruan tinggi berkewajiban untuk meningkatkan kualitas layanannya.Perpustakaan perguruan tinggi memiliki kelompok pemustaka yangharus dilayani seperti : 1) kelompok pimpinan (pemangku kebijakan) 2)kelompok dosen 3) kelompok mahasiswa 4) kelompok lain-lain (tenagakependidikan dan pemustaka luar). Selama ini perpustakaan perguruantinggi hanya melayani kelompok dosen dan mahasiswa yang berfokus padalayanan sirkulasi dan layanan kebutuhan literatur, sementara kelompokpimpinan (pemangku kebijakan) belum terlayani kebutuhan informasinya.Perpustakaan dapat berperan dalam memberi pelayanan informasikepada pimpinan untuk mendukung pelaksanakan tugas operasionaldan pengambilan keputusan. Informasi yang di berikan kepada kelompokpimpinan merupakan hasil analisis data dan informasi yang koleksinyadimiliki oleh perpustakaan seperti koleksi skripsi, tesis, disertasi dan laporanpenelitian. Kajian ini akan membahas peluang perpustakaan untukmelakukan analisis data dan informasi. Pemetaan kemampuan atau kompetensipustakawan yang harus dimiliki untuk bisa menyediakan data daninformasi guna melayani kebutuhan pemustaka kelompok pimpinan universitasakan dianalisis. Kajian ini merupakan kajian deskriptif kualitatif.Wawancara akan dilakukan kepada informan. Penetapan informan akandilakukan secara snowball sampling. Hasil wawancara akan dianalisisdengan analisa deskriptif. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada pimpinan perpustakaan dan pustakawan di seluruhperpustakaan perguruan tinggi
Kompetensi Kemas Ulang Informasi Pustakawan dalam Menghadapi Masyarakat Informasi (Information Society)
Rosiana Nurwa Indah
LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volumen 5 Nomor 2 Tahun 2016 (Desember 2016)
Publisher : FPPTI Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.366 KB)
Dalam Menghadapi Masyarakat Informasi (Information Society)”. Tujuandari makalah ini untuk mengetahui bagaimana kompetensi pustakawandalam memberikan layanan kemas ulang informasi sebagai bentuk kesiapandalam menghadapi maysarakat informasi (Information Society).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Pendekatan metode yang digunakan adalah studi literatur. Teknik pengumpulandata yang digunakan adalah melalui berbagai hasil penelitiandan buku yang relevan dengan topik yang akan dibahas. Hasil yangdiperoleh dalam makalah ini adalah pustakawan harus memiliki kompetensiprofesional dan kompetensi personal dalam menjalankan tugasnya.Perwujudan kedua kompetensi tersebut dalam melakukan kemas ulanginformasi dapat berupa kemampuan dalam klarifikasi pertanyaan ataupermintaan informasi, pengkajian atas ruang lingkup penelusuran, pengkajianatas ruang lingkup penelusuran, melakukan penelusuran utama,melaksanakan penelusuran tambahan, menyiapkan penelusuran dalamformat yang sesuai, kemampuan untuk mengidentifikasi sumber-sumberinformasi yang berharga, dan mampu restrukturisasi informasi tersebut melaluiproses analisis, sintesis, serta pengemasan dalam format selain cetak
Perpustakaan dan Masyarakat Informasi
Ernawati .
LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volumen 5 Nomor 2 Tahun 2016 (Desember 2016)
Publisher : FPPTI Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.214 KB)
Advances of information technology is currently grow very rapidly becomean information seeker nearly to information sources it needs. A Library asone of the information center, is expected to follow or adjust to the progress ofinformation technology develop at this time, in present information neededby user. The existence of an information society is very important in utilizingthe source of information provided by the library. In the informationsociety, the awareness of libraries is huge because they think that they needfor information is just as important as the needs of others. In their daily lifeneed information. In the information society, economic, and technologicalglobalization brings libraries not only related to education, but librariesalso linked to social systems. The role of libraries in the information societyis very influential because in general the library is a source of information,education, research, preservation, and preserving the cultural treasures ofthe nation as well as a healthy, cheap, and useful recreation place. Thus,libraries and communities are interconnected with one another or it canbe said that the existence of libraries in the midst of society because of acausal relationship.
Urgensi Pengelolaan Arsip Dinamis dalam Menyediakan Akses Informasi untuk Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat
Iwin Ardyawin
LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volumen 5 Nomor 2 Tahun 2016 (Desember 2016)
Publisher : FPPTI Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.028 KB)
Arsip dinamis harus dikelola agar bermanfaat bagi pencipta, penerima,dan pemakainya. Untuk dapat sampai ke pemakai, arsip dinamis harusdikelola sebaik-baiknya dan harus tersedia apabila sewaktu-waktu dibutuhkanoleh pemakai. Dalam hal ini arsiparis memegang peran penting danmempunyai tanggung jawab dalam pengelolaan arsip dinamis, sehinggaprioritas-prioritas terhadap implementasi arsip disesuaikan dengan perkembanganzaman, perkembangan tekhnologi, perkembangan dan kebutuhanorganisasi baik itu pemerintah maupun swasta dalam menghadapi tuntutanuntuk memberikan layanan yang prima terhadap kebutuhan masyarakat.Pengelolaan arsip dinamis dilakukan dengan pengkajian yangmatang dan terencana diharapkan akan dapat mengembangkan kinerjaarsiparis sesuai dengan tahapan kebutuhan suatu organisasi. Arsiparisharus memiliki kemampuan untuk mengarahkan pekerjaan dalam suatuorganisasi sehingga akan terlihat peranan yang sangat penting dalamrangka mewujudkan pengelolaan arsip dinamis yang efektif dan efisienagar dapat memudahkan pemakai dalam memenuhi kebutuhan informasi.
Eksistensi Perpustakaan Islam pada Abad Klasik di Negara Timur dan Barat & Peran Perpustakaan pada Masa Peradaban Islam (Studi Kasus: Baghdad [Daulah Abbasiyah], dan Spanyol [Bani Umaiyyah II])
Viola Dwi Putri Syarif;
Ulul Absor
LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volumen 5 Nomor 2 Tahun 2016 (Desember 2016)
Publisher : FPPTI Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perpustakaan dalam Islam telah berdiri pada zaman klasik, tepatnya padamasa pemerintahan dinasti Umaiyah. Jenis perpustakaan pada masa iniadalah perpustakaan pribadi yang dimiliki oleh Khalid ibnu Yazaid, perpustakaansemi umum yaitu perpustakaan yang dimiliki oleh Khalifah, dan parapembesar,dan perpustakaan umum yaitu perpustakaan Mesjid. Peradabanadalah hasil dari kejeniusan suatu bangsa. Hal ini telah diakui secara umum.Peradaban Islam merupakan hasil dari para umat Islam, demikian pulahalnya dengan peradaban Barat yang sekarang memperlihatkan kejayaannyajuga hasil dari jeniusnya bangsa Barat. Kejeniusan suatu bangsa tidakmungkin akan lahir dan berkembang dengan begitu saja tanpa didukungoleh upaya yang sungguh-sungguh dan sarana yang memadai, salah satusarana yang sangat berperan dalam hal ini adalah perpustakaan. Berdirinyaperpustakaan merupakan reaktualisasi kepedulian ilmuan-ilmuan Islamdalam meningkatkan potensi intelektual umat Islam khususnya dikalanganpelajar dan pemerhati ilmu pengtahuan. artikel ini mencoba memberikanpenjelasan terkait dengan perkembangan perpustakaan Islam pada abadklasik, kausalitas perkembangan kepustakaan Islam antara Timur dan Baratserta peran perpustakaan dalam pendistribusian informasi