cover
Contact Name
Alwan Wibawanto
Contact Email
alwan@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285228111066
Journal Mail Official
pustakaloka@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 156 Po. Box. 116 Ponorogo 63471, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan
ISSN : 20852118     EISSN : 25024108     DOI : https://doi.org/10.21154/pustakaloka
Core Subject : Science, Social,
PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan is a peer-reviewed journal taken from the library of IAIN Ponorogo on Information and Library Science. PUSTAKALOKA is published twice annually (June and December) by the journal editors from the Library IAIN Ponorogo in cooperation with the Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) Jawa Timur. Every received article will be reviewed by the journal editors and external editors and reviewers who are competent in each related field. The review uses double-blind peer review before the journal is published. PUSTAKALOKA will publish selected paper under a Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License. And, every article is free of charge for authors and readers.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2023)" : 5 Documents clear
KEBUTUHAN INFORMASI NARAPIDANA NARKOTIKA DALAM PROSES REHABILITASI SOSIAL DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN KELAS I TANGERANG Maghfira Nuristia; Muhammad Azwar
Pustakaloka Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v15i1.5861

Abstract

Abstract : Drugs abuse occurs based on the awareness of the perpetrator. Understanding of narcotics, legal norms, and even knowledge about oneself is the cause of narcotics abuse. Library materials can be a means in the rehabilitation process for narcotics prisoners in Correctional Institutions. This study employs descriptive method with qualitative approach, the main objective of this study is to find out   information needs of narcotics inmates at Tangerang Class I Penitentiary. As for the data collection technique, the researcher uses observations, interviews with seven informants, and documentation in order to obtain the data. The results shows that reason of drugs abuse is caused by three factors, i.e. personality factors, educational factors, and spanning population factors. Narcotic inmates need information with subjek fiction, religious, and general. Currently, the procurement of library materials in library is obtained only through grants from the National Library and the Regional Library of Tangerang City. The results of this study can be used as reference for conducting library books and library activities in the Library of Tangerang Class I Penitentiary in Tangerang.Keywords: Information Needs; Narcotics inmates; Social rehabilitation; Tangerang Class I PenitentiaryAbstrak : Penyalahgunaan narkotika terjadi berdasarkan kesadaran pelaku. Pemahaman mengenai narkotika, norma hukum, bahkan pengetahuan mengenai diri sendiri menjadi penyebab penyalahgunaan narkotika. Bahan pustaka dapat menjadi sarana dalam proses rehabilitasi narapidana narkotika di Lembaga Permasyarakatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan mengetahui jenis kebutuhan informasi narapidana narkotika di Lembaga Permasyarakatan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara dengan tujuh informan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan penyebab penyalahgunaan narkotika terdiri dari tiga faktor, yaitu kepribadian, pendidikan, dan populasi yang rentan. Narapidana narkotika membutuhkan informasi dengan subjek fiksi, agama, dan umum. Saat ini pengadaan bahan pustaka hanya melalui hibah dari Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Daerah Kota Tangerang dan belum menyesuaikan dengan kebutuhan pemustaka. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam kegiatan pengadaan bahan pustaka dan kegiatan perpustakaan di Perpustakaan Lembaga Permasyarakatan Kelas I Tangerang.  
STUDI PERBANDINGAN ANTARA TAMAN BACAAN MASYARAKAT “NGUDI KAWRUH” DAN “GUYUB RUKUN” DALAM PENINGKATAN LITERASI Muhammad Solihin Arianto; Octia Putri Pamungkas
Pustakaloka Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v15i1.5769

Abstract

This research is aimed to study how the comparison between the “Ngudi Kawruh” and “Guyub Rukun” Community Reading Centre in literation. The research method used in this research is interview, observation, and documentation. Data validity test in this research uses source and technique triangulation. Moreover, data analysis used is Miles and Huberman model. The research finds that the activities of literation in the “Ngudi Kawruh” Community Reading Centre are more than the “Guyub Rukun”  in terms of the 6 (six) dimensions of literation as mentioned in the theory. The “Ngudi Kawruh” meets all the 6 (six) dimensions of literation, meanwhile the Guyub Rukun only has 5 (five) dimensions of literation, those are reading and writing literation, science literation, digital literation, financial literation, and cultural and citizenship literation.
ANALISIS MOTIVASI PEMUSTAKA DALAM MENGIKUTI KELAS ZOTERO DI PERPUSTAKAAN IAIN KUDUS DALAM PERSPEKTIF TEORI MOTIVASI McCLELLAND Radiya Wira Buwana
Pustakaloka Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v15i1.5910

Abstract

Kelas zotero adalah kelas literasi informasi yang diselenggarakan oleh Perpustakaan IAIN Kudus. Kelas zotero dapat diikuti oleh seluruh pemustaka yang menjadi anggota aktif Perpustakaan IAIN Kudus Dalam kelas tersebut, pemustaka diberikan keterampilan untuk dapat menggunakan aplikasi zotero untuk mengelola referensi dan membuat sitasi dalam pembuatan karya ilmiah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan analisis terhadap motivasi pemustaka dalam mengikuti kelas zotero tersebut dengan perspektif teori motivasi McClelland. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif yang bertipe deskriptif. Dalam penelitian ini digunakan dua jenis metode pengumpulan data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan metode studi literatur. Data penelitian yang telah didapatkan melalui metode wawancara dan studi literatur kemudian dianalisis dengan menggunakan teori motivasi McClelland. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa motivasi pemustaka dalam mengikuti kelas zotero di Perpustakaan IAIN Kudus didorong oleh kebutuhan pemustaka untuk berprestasi dan kebutuhan pemustaka untuk berafilisasi. Dalam penelitian ini tidak ditemukan motivasi pemustaka yang didorong oleh kebutuhan untuk berkuasa.
TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL UNTUK MENCIPTAKAN KNOWLEDGE SOCIETY Nurul Atik Hamida; Lau Han Sein
Pustakaloka Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v15i1.5808

Abstract

Keberadaan perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan dan pengembangan diri masih seringkali dihiraukan keberadaannya oleh masyarakat. Oleh karena itu, perpustakaan harus melakukan transformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang tidak hanya untuk mempertahankan keberadaan perpustakaan, namun juga mengarahkannya menjadi bagian dalam menciptakan knowledge society sehingga taraf kehidupan masyarakat menjadi meningkat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih mendalam terkait transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang dapat menciptakan knowledge society. Adapun penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian library research. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial berkonstribusi besar dalam menciptakan knowledge society melalui pengaktifan budaya literasi di semua kalangan. Literasi yang tidak hanya berupa kemampuan baca, tulis, dan hitung, akan tetapi juga memberikan kemampuan terkait aspek cognitive skills yang melandasi seseorang agar mampu berfikir kritis dan logis sehingga mempunyai pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengembangkan potensi serta talenta mereka. Dengan basis inklusi sosial, perpustakaan mampu menjadi ruang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat sehinga menciptakan knowledge society dengan dua orientasi yaitu orientasi pada outcame (dampak) suatu hal yang terjadi di masyarakat dan orientasi pelayanan yang lebih menekankan pada humanistic approach  dan social approach.
KETERAMPILAN INTERPERSONAL SEBAGAI MODAL KULTURAL DI DALAM MENGHADAPI TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL Silva Enlevi; Anis Masruri
Pustakaloka Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v15i1.5586

Abstract

Abstrak: Keterampilan interpersonal merupakan salah satu modal wajib yang harus dimiliki pustakawan untuk dapat melaksanakan program inklusi sosial, karena dalam konsepnya, inklusi sosial sangat erat kaitannya dengan hubungan perpustakaan terhadap masyarakat. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa keterampilan interpersonal menjadi modal kultural di dalam program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Penelitian ini menggunakan studi kepustaaan (library research). Caranya yaitu dengan menganalisis data melalui kegiatan mengumpukan berbagai macam sumber yang relevan dengan topik yang sedang diteliti, seperti buku, jurnal ilmiah, prosiding, dan artikel ilmiah lainnya. Hasil dari penelitian ini adalah keterampilan sosial adalah sebuah soft skill yang merupakan bagian dari modal kultural yang dikemukakan oleh Pierre Bourdieu di dalam teori praktik modalnya. Keterampilan interpersonal dengan cakupannya berupa keterampilan dalam berkomunikasi, berkesadaran diri, dan memahami orang lain, ternyata dapat menjadi modal kultural di dalam melaksanakan program inklusi sosial, yang selalu berhubungan dengan masyarakat. Simpulan dari penelitian ini adalah Keterampilan interpersonal diartikan sebagai dasar komunikasi tatap muka, yang harus dimiliki oleh para profesional di dalam mengelola suatu hubungan dengan orang lain, yang bertujuan untuk menghasilkan keadaan yang diinginkan. Kemampuan komunikasi, empati, mendengarkan, dan memahami masyarakat membuat kegiatan-kegiatan yang menjadi bagian dari program inklusi sosial dapat terlaksana.Kata Kunci: Keterampilan interpersonal; Pustakawan; Inklusi Sosial; Modal; Masyarakat

Page 1 of 1 | Total Record : 5