cover
Contact Name
Muhammad Arif Syihabuddin
Contact Email
arifmuhammad599@gmail.com
Phone
+6287752724043
Journal Mail Official
miyah.inkafa@gmail.com
Editorial Address
LPPM Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA) Jl. KH. Syafi'i No. 07 Suci Manyar Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
MIYAH: Jurnal Studi Islam
ISSN : 25497804     EISSN : 25498622     DOI : https://doi.org/10.33754/miyah
Islamic Studies that including Islamic education, language education, Islamic law, interpretation of the Quran and Islamic communication
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 01 (2019)" : 11 Documents clear
LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DAN ANALISIS DEWAN SYARIAH NASIONAL Achmad Lubabul Chadziq
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 01 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.638 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i01.160

Abstract

Abstrak: Artikel ini menjelaskan tentang Lembaga Keuangan Syariah dan Analisis Dewan Syariah Nasional dimana untuk menampung aspirasi dan kebutuhan yang berkembang di masyarakat, masyarakat diberi kesem-patan seluas-luasnya untuk mendirikan bank berdasarkan prinsip syariah. Termasuk juga meng-konversi dari bank umum yang kegiatan usahanya berdasarkan pada pola konvensional menjadi pola syariah artikel ini akan membahas beberapa akad yang diaplikasikan dalam Lembaga Keuangan Syariah yang nanti akan dianalisis dengan menggunakan fatwa Dewan Syariah Nasional.Kata Kunci : Dewan Syariah Nasional dan keuangan Syari’ah
MISTISISME PESANTREN DALAM REALITAS SOSIAL (EPISTEMOLOGI IRFANI DALAM KISAH MISTIS DI PONDOK PESANTREN MAMBAUS SHOLIHIN) Ali Sodikin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 01 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.821 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i01.161

Abstract

Abstrak: Artikel ini menjeleaskan tentang mistis pesantren dimana pesantren seringkali mengundang rasa penasaran bagi para pengamat dalam dan luar negeri untuk melihat serta menganalisis sisi keunikan tersebut. Karenanya pesantren memiliki pesonanya sendiri karena kearifan lokal yang selalu dijaga dan dirawatnya. Sisi unik itulah barangkali yang menjadikan pesantren itu beda dengan lembaga pendidikan lain yang non pesantren. Nilai-nilai kearifan lokalnya yang senantiasa dipegang teguh dan dilestarikan itu menjadi kekuatan tersendiri bagi pesantren di tengah derasnya gempuran arus modernisasi tersebut. Mambaus Sholihin adalah contoh pesantren yang masih kental dengan nilai-nilai kearifan lokalnya. Merujuk pada sejarah awal pendirian, pesantren ini menyisakan pengalaman-pengalaman yang tergolong mistis bagi pelaku sejarahnya. Sehingga kejadian-kejadian unik tersebut bisa kita katakan sebagai peristiwa yang bersifat transenden dan suprarasional. Untuk alasan inilah penulis mencoba mengkaji lebih dalam sisi-sisi keunikan pesantren Mambaus Sholihin, khususnya hal-hal yang bersifat mistis yang mengiringi proses sejarah berdirinya pesantren tersebut. Kiranya menjadi menarik manakala kita melihat sisi-sisi unik tersebut dari sudut pandang epistemologi irfani yang belum begitu banyak diperbincangkan oleh para peneliti.Keyword : Mistik, epistemologi irfani, metafisika
METODE DAKWAH NABI SULAIMAN DALAM PERSPEKTIF AL QUR’AN Afrizal El Adzim Syahputra
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 01 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.311 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i01.162

Abstract

Abstract: Dakwah is an appeal or invitation to conversion, or an attempt to changethe situation into a better and perfect situation, both for the person and society. Da'wah is one of the teachings of Islam that is obligated of its followers. Success and unsuccess in dakwah is determined by the ability of preachers to use the right methodes. Therefore, the Qur'an contains several methods of da'wah used by people and the previous prophets to invite their followers to become part of the religion of Allah. One of them, prophet Sulaiman methods, when he received information on the where abouts of Queen Balqis and his elders who worshiped the sun, he wanted to invite them to worship Allah SWT. In dakwah, prophet Sulaiman used several methods, including: using the preaching of correspondence, revealing the power and ability of prophet Sulaiman to them, firmly against the target of da'wah, not insulting / taunting the worshipers of the missionary objectives and using the demonstration method. By using that several methods, prophet Suliaman with the permission of Allah can draw the sympathy of Queen Balqis. In the end, she submits and declares her Islam in front of prophet Sulaiman.Key Words: Method, Dakwah, Prophet Sulaiman
HIJRAH DALAM PERSPEKTIF TAFSIR SYA’RAWI: SEBUAH KAJIAN TAFSIR TEMATIK Arif Budiono
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 01 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.087 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i01.163

Abstract

Abstrak: Artikel ini menjelaskan tentang kajian tafsir tematik yang difokuslan pada peristiwa hijrah. Kita pastinya telah tahu bahwa hijrah merupakan kebangkitan dakwah Rasulullah Saw dalam mengemban misi risalah, dan awal peristiwa keberhasilan Nabi menegakkan kebenaran. Hijrah dilakukan dengan segala kesungguhan dan mujahadah. Menurut Sha’rawi, proses transfomasi muhajadah melalui tiga langkah, perenungan, transformasi diri kedalam sifat Allah dan memandang aktifitas keseharian sebagai dzikir konkret kepada Allah Swt. Pada perkembangannya, makna hijrah tidak hanya meninggalkan suatu tempat saja (hijrah makaniyyah), namun hijrah pun bisa difahami dalam konteks yang lebih luas, yakni hijrah fikriyyah, hijrah shu’ūriyyah, hijrah sulukiyyah dan hijrah i’tiqādiyyah.  Agar amal ibadah seorang muslim berkua-litas dihadapan Allah Swt., 5 hal berikut tidak boleh terpisahkan dalam diri seorang muslim, yakni  Islam, Iman, Ihsan, semangat hijrah (melakukan perubahan agar lebih baik) dan berjihad (melakukan dengan penuh kesungguhan)Kata kunci: Hijrah, Perubahan, Sayyid Sya’rawi
TEKSTUALITAS AL-QUR’AN NAṢR ḤĀMID ABŪ ZAYD (Model Pembacaan dan Implikasinya) Ahmad Shofi Muhyiddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 01 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.636 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i01.165

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang pemikiran tekstualitas Al-Qur'an Naṣr Ḥāmid, khususnya model pembacaan dan implikasinya terhadap pembacaan produktif Al-Qur'an. Data dari kajian ini diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara deskritif-kualitatif. Hasil kajian menemukan bahwa menurut Naṣr Ḥāmid, al-Qur'an bisa dipahami dalam defenisi “etika teologis” dan “etika linguistik”. Al-Qur’an dalam definisi “etika teologis” dipahami sebagai wahyu Tuhan yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw. melalui malaikat Jibril. Sedangkan menurut definisi “etika linguistik”, al-Qur'an dipahami sebagai sebuah teks yang terdiri dari kata, kalimat, paragraf dan tanda-tanda baca yang sarat makna. Karenanya dilihat dari aspek ini ia setara dan dapat didekati sebagaimana teks-teks yang lain. “Konsep teks” difokuskan kepada aspek-aspek yang terkait dengan kebudayaan dan tradisi; lebih tepatnya pada masalah historisitas teks, otoritas teks, dan pembacaan kontekstualnya (manhaj al-qirā’ah as-siyāqiyyah) dalam sebuah teks. Kata Kunci: Tekstualitas Al-Qur’an, Model Pembacaan Naṣr Ḥāmid Abū Zayd, dan Implikasi dalam Penafsiran
PENENTUAN JUMLAH GERHANA MATAHARI DENGAN ARGUMEN LINTANG BULAN DAN TEORI ARITMATIKA Ehsan Hidayat
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 01 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.482 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i01.166

Abstract

Abstrak: Gerhana Matahari merupakan salah satu fenomena alam yang terjadi setiap tahun, meski dengan jumlah yang berbeda-beda. Secara teritorial, gerhana bisa terjadi dan teramati sebanyak 1 kali atau dua kali dan secara global, gerhana Matahari bisa terjadi dalam jumlah 2, 3, 4 atau 5. Angka-angka tersebut dengan pasti membentuk suatu pola tersendri, baik teratur maupun tidak teratur. Namun, realitanya belum ada literasi yang menjelaskan proses angka-angka tersebut dengan detail. Algoritma penentuan waktu gerhana Matahari memang dikenal dengan perhitungan yang rumit dan membosankan. Banyaknya alur yang harus dihitung membuat kajian gerhana lebih sedikit diangkat dalam penelitian. Teori aritmatika yang sejatinya menggunakan konsep keteraturan pola dari barisan angka-angka dalam praktiknya belum digunakan sebagai bagian dari algoritma gerhana. Terutama jika dihubungkan dengan argument lintang bulan (F) yang menjadi sarat awal prediksi adanya gerhana Matahari. Artikel ini mengajak anda untuk memahami jumlah gerhana Matahari melalui argument lintang bulan dan teori aritmatika.Keyword: Gerhana Matahari, Aritmatika
KHAZANAH ISLAM NUSANTARA SEBAGAI MEDIA DAKWAH BAGI MASYARAKAT MARJINAL Ahmad Zaenuri
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 01 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.489 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i01.167

Abstract

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mempotret kegiatan tahlilan yang tetap eksis dimasyarakat pedesaan dan menjadi media dakwah yang terus dilestarikan oleh para kiai-kiai kampung. dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis induktif. Kegiatan tahlilan yang secara umum memilikim tujuan mendoakan orang yang sudah meninggal, kini dimanfaatkan oleh para Kiai untuk mendidik masyarakt. Tahlilan dengan berbagai kegiatannya telah mengajarkan masyarakat untuk memiliki sikap dermawan, tolong-menolong dan saling mendoakan. Penanaman pendidikan melalui tahlilan tercermin dalam sikap, membaca mencintai al-Qur’an dengan membaca surat yasin secara rutin, bersedekah dengan memberikan jamuan dan berkat kepada jamaah tahlil. Terlepas dari adanya pro dan kontra kegiatan tahlillan, bagi masyarakat yang melaksanakan tahlillan, tahlil dianggap sebagai ibadah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah.Keyword: Tahlilan, Nusantara, Dakwah, Kiai.
ZAKAT PRODUKTIF BIBIT PALAWIJA SEBAGAI INSTRUMEN MODERASI ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN EFISIENSI PAJAK PENGHASILAN Nurul Fitriandari
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 01 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.082 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i01.168

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh sosialisasi program ‘Zakat sebagai Instrumen dalam Mengembangkan Efisiensi Pajak Penghasilan’ terhadap kesadaran  membayar zakat pada Anggota Asosiasi UMKM se-Bojonegoro; dan mendeskripsikan implementasi zakat produktif bibit palawija sebagai instrumen moderasi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan Mix Method dengan desain penelitian eksplanatori. Hasil penelitian ini menun-jukkan; pertama, zakat dan pajak merupakan dua hal yang memiliki kesamaan, yaitu keduanya merupakan bagian pendapatan yang diambil dari wajib pajak dan wajib zakat untuk membiayai suatu kebutuhan tertentu; kedua, pemberian informasi tentang zakat melalui Sosialisasi terbukti memiliki pengaruh secara positif dan signifikan terhadap peningkatan kesadaran berzakat sebesar 0,000 atau thitung = 5,017; ketiga, pemungutan zakat melalui UPZ pada Galeri UMKM harus dilaksanakan dan terintegrasi dengan pajak yang dijalankan oleh Direktorat Jendral Pajak, sedangkan untuk pengelolaan dan penyalurannya dilakukan dengan melibatkan peran BAZNAS Bojonegoro.Kata Kunci: Zakat, Pajak, dan Moderasi Islam
KONSEP TASBIH DALAM AL QURAN Lailatul Rif'ah
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 01 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.232 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i01.170

Abstract

Abstrak: Tasbīh yang pada kata dasarnya berupa ”sa ba ha” kemudian terbagi menjadi dua makna. Kata yang berimbuhan tashdīd bermakna menyucikan Allah dan yang tanpa tashdīd bermakna perjalanan yang sangat cepat baik didalam air maupun udara. Kedua makna tersebut saling berhubungan sehinga selanjutnya dapat memberi pengertian yang sesuai. kajiantasbih dalam al Quran tersebut dapat mengahsilkan sebuah konsep tasbih yang konprehensip sehubungan dengan eksistensi serta aplikasi tasbīh yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari fenomena yang terjdi di Indonesia yang cukup sederhana dalam melakukan tasbih. Kemudian, Al Razi, memberikan gambaran yang berbeda dengan cara bertasbīh menurut al Quran, waktu-waktu yang dianjurkan sesuai dengan ayat-ayat yang tesurat dan hikmah yang terkandung dalam tasbīh. Pelaku tasbīh, obyek dan ungkapan tasbīh dalam al Quran. Penafsiran terkait kata tasbihj uga dapat dianggap sebagai solusi dalam berbagai permasalahan kehidupan manusia karena dengan bertasbīh manusia lebih dekat kepada Allah.Kata kuci : konsep. tasbih
Epistimologi Tadabur dalam Al Quran Lailatul Mas'udah
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 01 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.42 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i01.269

Abstract

Abstrak: Every human being is given by God the gift of mind, mind and heart whose ability is able to be maximized in contemplating the signs of the greatness of God, both in the form of verses kauniyah or in the form of verses qauliyah. One method of contemplating the verses of the Qur'an is to take a taboo. With bertadabbur someone is expected to be able to get the wisdom and guidance contained in the verses of the Koran so that it can be a light in running life. In this study, trying to dismantle the meaning of tadabbur itself and various things related to tadabbur, such as the benefits of tadabbur, various types of tadabbur and some terms whose meanings are close to tadabbur. Using the literature study research method, the literature used in this study are several books and books, especially the commentary book as its primary source. There are several different functions and meanings contained in terms that are close to the word tadabbur, tafakkur is a person's activity in contemplating something related to natural events and as well as comparing with the verses of the Koran and relating to the cause and effect of a thing and torture. The tasyakkur is an activity in contemplating the goodness and grace that God has given to the servant.Keyword: Tadabbur, epistimologi, tafakkur

Page 1 of 2 | Total Record : 11