cover
Contact Name
Febri Nurrahmi
Contact Email
febri.nurrahmi@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkg@usk.ac.id
Editorial Address
Jurnal Komunikasi Global (JKG) Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala Jln. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Global
ISSN : 26147998     EISSN : 2614218X     DOI : -
Jurnal Komunikasi Global (JKG) is a peer-reviewed journal organized and published by the Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences (FISIP), Syiah Kuala University. JKG publishes research and review articles promoting various approaches in the field of communication studies limited to mass communication, marketing communication, and intercultural communication (starting from Volume 9(2) 2020). JKG publishes twice a year in June and December. Each volume contains eight research and review articles. JKG is a follow-up journal of Komunikasi Global which was firstly published in 2012. Since 2017, the journal has been published online with the first edition Volume 6(1) 2017. Starting from Volume 7(1) 2018, JKG adopted the IMRAD model for Heading Style and Writing Publication following the Indonesian Ministry of Research and Higher Education regulations. JKG was accredited by Kemenristekdikti RI (SINTA 4) from Volume 7(1) 2018. Since Volume 10 (1) 2021, JKG is accredited with SINTA 3 (SK No.158/E/KPT/2021). Since Volume 9(1) 2020, a new journal template adding article history, citation and some adjustment of font size, header, table format, article history and citation has been initiated to maintain the quality of the publication.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2022)" : 9 Documents clear
Participatory Fandom Harries Indonesia Pada Penulisan Fanfiction di Wattpad Dyah Tristiya Dewi; Kimberly Batsheva Lasut; Santa Teresia Manungkalit; Maharani Bening Khatulistiwa
Jurnal Komunikasi Global Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.134 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v11i1.24038

Abstract

Aktivitas fandom menjadi komunitas yang sedang populer di kalangan anak muda pada saat ini. Fandom adalah sebuah kelompok yang terbentuk karena adanya ketertarikan dan minat yang sama akan suatu objek yang sama. Fandom merupakan bentuk dari budaya populer di mana aktivitas yang dilakukan oleh para penggemar menjadi bagian dari bentuk budaya partisipasi. Selain mengonsumsi produk budaya populer, beberapa penggemar juga mengekspresikan diri melalui fanfiction. Peneliti mencoba menganalisis fenomena fanfiction yang digunakan sebagai bentuk budaya partisipasi oleh penggemar Harry Styles di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian grounded theory melalui wawancara online kepada lima informan yang merupakan penulis fanfiction Harry Styles di Wattpad. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelima informan menjadikan kegiatan untuk menulis fanfiction sebagai bentuk dari penyaluran hobi dan pengisi waktu luang. Budaya artistic expression juga berperan dalam diri mereka sehingga mendukung mereka untuk menciptakan sebuah karya dan kreativitas ke dalam pengalaman yang lebih luas. Dari penelitian ini juga bisa dilihat bahwa mayoritas fanfiction Harry Styles memiliki genre romance dengan happy ending. Jenis fanfiction dengan unsur sexual menjadi lebih diminati oleh pembaca yang rata-rata merupakan anak muda. Fandom activities are becoming a popular community among youth currently. A fandom is a group formed because of the same interest and interest in the same object. A fandom is a popular culture where activities carried out by fans are part of a form of participatory culture. Besides consuming popular culture products, some fans also express themselves through fanfiction. This research analyzed the fanfiction phenomenon used by Harry Styles fans in Indonesia as participatory culture. This study used grounded theory research methods through online interviews. We interviewed five informants who are writers of Harry Styles fanfiction on Wattpad. The results of this study indicated that all five informants viewed their activities in writing fanfiction as a form of channeling their hobbies and filling their spare time. Artistic expression culture also plays a role, supporting them in creating work and creativity into a broader experience. From this study, it could also be seen that most of Harry Styles’s fanfiction has a romance genre with a happy ending. Types of fanfictions with sexual elements are becoming more attractive to readers, primarily young people.
Manajemen Krisis Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh Saat Pandemi COVID-19 Deni Yanuar; Nadia Muharman; Rahmawati Rahmawati; Maini Sartika; Yashirly Asyhurin Oktayuana
Jurnal Komunikasi Global Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.742 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v11i1.25321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tahapan manajemen krisis dilakukan oleh hotel Kyriad Muraya Aceh pada masa pandemi Covid-19 serta bagaimana komunikasi krisis yang mereka lakukan dalam mengatasi krisis akibat pandemi Covid-19. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah Situasional Communication Crisis Theory menurut W. Timothy Coombs berkaitan dengan strategi pesan komunikasi krisis. Pada penelitian ini menggunakan konsep tahapan Krisis menurut Steven Fink yang terbagi atas tahap prodromal, tahap akut, tahap kronik dan tahap resolusi, dan juga menggunakan konsep langkah mengelola krisis menurut Rhenald Kasali. Jenis penelitian ini kualitatif studi kasus dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai Teknik pengumpulan data. Wawancara yang dilakukan berupa wawancara semi terstruktur dan pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling yaitu berdasarkan karakteristik tertentu. Hasil penelitian ini adalah Hotel Kyriad Muraya melewati tahap prodromal namun ketika memasuki tahap akut, kronik hingga resolusi manajemen hotel melakukan berbagai  tindakan penanganan krisis, yaitu dengan melakukan analisis krisis, pilihan strategi yaitu strategi adaptif berupa kompromi, mengubah kebijakan, modifikasi operasional, dan meluruskan citra dan juga melakukan pengendalian krisis dalam langkah mengelola krisis. Kyriad Muraya becomes a role model in terms of implementing the 4M health protocol during the COVID-19 pandemic in Aceh. This study aims to determine how the Kyriad Muraya Aceh hotel carried out the stages of crisis management during the COVID-19 pandemic. The theory used in this research is Situational Communication Crisis Theory by W. Timothy Coombs. This study employed the concept of crisis stages by Steven Fink, consisting of the prodromal stage, acute stage, chronic stage, and resolution stage, and also used the concept of crisis management steps by Rhenald Kasali. This study used a qualitative approach, and data were collected using semi-structured interviews of five informants selected using a purposive sampling technique, as well as documentation and observation. The results of this study showed that the Kyriad Muraya Hotel passed through the prodromal stage. However, when it entered the acute, chronic, and resolution stages, the hotel management performed various crisis handling actions, including crisis analysis and the choice of strategy. The strategies included an adaptive strategy in the form of negotiation, changing policies, operational modifications, image improvement, and carrying out crisis control.
Analisis Jejaring Sosial Peran Pers dalam Penyebaran Informasi Terkait Kebijakan PPKM Putri Nur Aisyah; Gema Nusantara Bakry; Nuryah Asri Sjafirah
Jurnal Komunikasi Global Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.848 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v11i1.24555

Abstract

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat pandemi dilakukan untuk mengendalikan penyebaran COVID-19. Efektivitas aturan pemerintah ini perlu diimbangi dengan pemberitaan pers yang masif untuk memberikan edukasi dan mitigasi kepada masyarakat terkait pembatasan aturan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pers dalam mendistribusikan informasi kebijakan PPKM di Twitter. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Social Network Analysis (SNA) dengan plug in Twitter Streaming Developer untuk melakukan penambangan teks terkait dengan aturan PPKM. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peran pers dalam jaringan sosial PPKM di Twitter adalah sebagai penyebar informasi. Hal ini ditunjukkan dari hasil nilai sentralitas yang didapatkan yaitu degree centrality, closeness centrality, betweenness centrality dan eigenvector centrality. Aktor pers yang memiliki nilai popularitas paling tinggi pada jaringan sosial PPKM ini adalah @detikom diikuti oleh @cnnindonesia, @asumsico, @nuicemedia, dan @kumparan. Pola relasi yang terbentuk adalah pola komunikasi roda asimetris yang sangat efektif untuk penyebaran informasi. Penelitian ini menemukan bahwa pers dalam penyebaran informasinya disarankan untuk lebih peduli dalam mencari sudut pandang dan judul yang akan diberikan di media sosial karena jumlah followers tidak mempengaruhi penyebaran informasi di Twitter. The implementation of Community Activity Restrictions (PPKM) during a pandemic was implemented to control the spread of COVID-19. The effectiveness of this government regulation needs to be balanced with massive press coverage to provide education and mitigation to the public regarding the restrictions on the rule. This study aims to find out how the role of the press in distributing policy information on PPKM on Twitter. The research method used in this research was Social Network Analysis (SNA) with the Twitter Streaming Developer plug-in to perform text mining related to PPKM rules. The results showed that the role of the press in the PPKM social network on Twitter was as a disseminator of information. This was shown from the centrality values obtained, namely degree centrality, closeness centrality, betweenness centrality, and eigenvector centrality. The press actor with the highest popularity value on the PPKM social network was @ detikom followed by @cnnindonesia, @asumsico, @nuicemedia, and @kumparan. The relationship pattern was an asymmetric wheel that was very effective for information dissemination. This study found that the press, in disseminating information, is advised to be more concerned about finding the point of view and titles given on social media because the number of followers does not affect the dissemination of information on Twitter.
Digital Storytelling Home of Humans di Instagram Saudah Saudah; Ana Mariani; Putri Agna Amalia
Jurnal Komunikasi Global Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.751 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v11i1.25044

Abstract

Home of Humans merupakan brand lokal baru dengan fokus produksi pada home fragrance. Dalam memasarkan produk dan menjalin hubungan serta komunikasi dengan pelanggan maupun calon pelanggan, Home of Humans menerapkan strategi humas pemasaran melalui Instagram dalam upaya meningkatkan customer engagement. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan digital storytelling Home of Humans di Instagram untuk meningkatkan customer engagement ditinjau dari teori four steps public relations. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data berupa wawancara dan analisis konten. Narasumber dalam penelitian ini ialah Managing Director, Social Media Specialist, dan Copywriter dari Home of Humans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital storytelling sebagai salah satu bentuk strategi humas pemasaran yang diimplementasikan Home of Humans melalui Instagram dapat meningkatkan customers engagement. Dalam mengimplementasikan strategi marketing public relation, Home of Humans sangat berpedoman pada proses RPIE (Research, Planning, Implementation, dan Evaluation).Home of Humans is a new local brand focusing on home fragrance production. In marketing products and establishing relationships and communication with customers and potential customers, Home of Humans implements a marketing public relations strategy through Instagram to increase customer engagement. This study aims to identify and explain digital storytelling conducted by Home of Humans on Instagram to increase customer engagement based on four steps of public relations theory. This study is qualitative descriptive research. Data were collected using interviews and descriptive content analysis. The informants in this research are Managing Director, Social Media Specialist, and Copywriter from Home of Humans. The results revealed that digital storytelling as one of the marketing public relations strategies implemented by Home of Humans through Instagram increased customer engagement. In implementing the marketing public relations strategy, Home of Humans followed the RPIE (Research, Planning, Implementation, and Evaluation) process.
A Multimodal Text Analysis of K-Pop Fans Representation on Indonesia Film Television Ranny Rastati
Jurnal Komunikasi Global Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.34 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v11i1.24788

Abstract

K-Pop has become a global phenomenon that affects Indonesian pop culture. K-Pop contributes various inspirations for Indonesian pop culture products, including television shows. In January 2021, Indonesian film television (FTV) entitled Bagaimana Menyadarkan Istriku yang Terlalu Terobsesi K-Pop (How to Remind My K-Pop-Obsessed Wife) went viral on social media. The FTV received criticism for its depiction of K-Pop fans which was considered excessive and incorrect. The study examines how Indonesian-made FTV represents K-Pop fans in the FTV. The research was conducted with multimodal text analysis. The scene that includes K-Pop fan activity was selected based on the five levels of fan activities by Henry Jenkins. Those scenes indicated four fan activities: modes of reception, critical and interpretive practice, consumer activism, and alternative social community. The scenes were then analyzed by seeing the relation between visual (image) and audio (dialog) modes using the relation between modes by Bogucki. The analysis showed some inaccuracies in K-Pop fan activities, such as the use of K-Pop terms, pronunciation, merchandise, fashion, and hairstyle, were found. The FTV storyline focused on affairs and marriage issues. K-Pop was merely used to attract audience interest and to reach more viewers. K-Pop telah menjadi fenomena global yang mempengaruhi budaya pop Indonesia. K-Pop menyumbangkan berbagai inspirasi untuk produk budaya pop Indonesia, termasuk acara televisi. Pada Januari 2021, film televisi Indonesia (FTV) berjudul Bagaimana Menyadarkan Istriku yang Terlalu Terobsesi K-Pop menjadi viral di media sosial. FTV tersebut menuai kritik karena dinilai berlebihan dan tidak tepat dalam menggambarkan sosok penggemar K-Pop. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana FTV buatan Indonesia merepresentasikan penggemar K-Pop di FTV tersebut. Penelitian dilakukan dengan analisis teks multimodal. Adegan yang mencakup aktivitas penggemar K-Pop dipilih berdasarkan lima tingkat aktivitas penggemar oleh Henry Jenkins. Adegan-adegan tersebut menunjukkan empat aktivitas penggemar: mode penerimaan, praktik kritis dan interpretatif, aktivisme konsumen, dan komunitas sosial alternatif. Adegan kemudian dianalisis dengan melihat hubungan antara mode visual (gambar) dan audio (dialog) menggunakan hubungan antar mode oleh Bogucki. Hasil analisis menemukan beberapa ketidakakuratan dalam aktivitas penggemar K-Pop, seperti penggunaan istilah K-Pop, pengucapan, merchandise, fesyen, dan gaya rambut. Jalan cerita FTV ini berfokus pada perselingkuhan dan masalah pernikahan. Isu K-Pop hanya digunakan untuk menarik minat penonton dan menjangkau lebih banyak penonton.
Pengungkapan Diri Selebgram Aceh melalui Instagram Story Rizanna Rosemary; Novi Susilawati; Annisa Hanifah
Jurnal Komunikasi Global Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.225 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v11i1.24964

Abstract

Fitur Instagram Story banyak digunakan oleh pengguna Instagram sebagai media pengungkapan diri kepada pengikutnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengungkapan diri selebgram melalui Instagram Story yang dianalisis berdasarkan Teori Jendela Johari. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan pengamatan pengungkapan diri dengan memaparkan dan menjelaskan kegiatan atau interaksi selebgram Aceh, @Khalidamakmoer dan @Ririnputrianjani dengan pengikutnya di Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan diri selebgram dalam penelitian ini termasuk dalam kategori dua Jendela Johari, yaitu daerah terbuka dan daerah tersembunyi. Kedua selebgram melalui Instagram Story membagikan informasi terkait diri dan kegiatan sehari-hari mereka, hobi, pengalaman, pendidikan, pekerjaan, impian, perasaan, dan hal-hal yang disukai. Dampak positif yang dirasakan dari pengungkapan diri tersebut berupa pembentukan hubungan baru, peningkatan kualitas pertemanan, dan menjadi sumber penghasilan para selebgram melalui unggahan mereka di Instagram Story. Dampak negatif yang dirasakan dari pengungkapan diri tersebut adalah mendapatkan perlakuan yang kurang baik seperti komentar kebencian, hingga menjadi korban kejahatan pada media sosial di mana foto dan video yang mereka unggah dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk menipu orang lain. The feature of Instagram Story has been used widely by Instagram users as a medium of selfdisclosure to their followers. This study aims to explore self-disclosure of celebgrams through Instagram Story, analyzed based on the Johari Window Model. The research data was obtained through interviews and observations of Aceh celebgrams, @Khalidamakmoer and @Ririnputrianjani by describing and explaining their posts or interactions with their followers. The results showed that celebgram's self-disclosure in this study was included in the two Johari Window categories, namely open areas and hidden areas. Both celebgrams, through Instagram Stories, shared information regarding themselves and their daily activities, hobbies, experiences, education, work, dreams, feelings, and things they like. The positive impacts of the self-disclosure were forming new relationships, improving the quality of friendship, and becoming a source of income for celebgrams through their posts on Instagram Stories. Meanwhile, the negative impacts of self-disclosure were getting unfavourable experiences, such as hate comments, and becoming victims of crime on social media when irresponsible people use the photos and videos they uploaded to deceive others.
Sharenting dan Privasi Anak: Studi Netnografi pada Unggahan Instagram dengan Tagar #Anakku Amanda Dwiarsianti
Jurnal Komunikasi Global Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.233 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v11i1.24803

Abstract

Perkembangan Social Networking Sites (SNS) telah melahirkan praktik baru dalam pengasuhan yang dinamakan sharenting. Praktik sharenting mengacu pada tindakan orang tua yang kerap membagikan foto atau video anaknya ke media sosial. Berbagai penelitian menunjukkan dampak positif dan negatif dari sharenting. Salah satu kekhawatiran dari praktik sharenting adalah permasalahan privasi anak. Penelitian ini bertujuan memaparkan sharenting yang dilakukan oleh orang tua dari kalangan biasa di Indonesia dengan menganalisis jejak digital yang ditinggalkan di Instagram melalui penggunaan tagar #anakku dan dikaitkan juga dengan permasalahan privasi anak. Metode netnografi digunakan dalam penelitian ini untuk mempelajari budaya dari pengguna media digital dari jejak daring. Hasil penelitian menemukan ada lima kategori unggahan sharenting di Instagram dengan tagar #anakku. Sejumlah unggahan yang ditemukan menunjukkan kurang adanya kesadaran orang tua dalam menjaga privasi anaknya dalam unggahan mereka di Instagram.The development of Social Networking Sites (SNS) has created a new practice in parenting called sharenting. Sharenting refers to the actions of parents publicizing photos or videos of their children on social media. Various studies have shown the positive and negative impacts of sharenting. One of the growing concerns of sharenting is the issue of child privacy. This study aims to describe sharenting by parents in Indonesia by analyzing digital footprints on Instagram through the #anakku hashtag and discuss it with child privacy issues. The netnography method is used in this research to study the culture of digital media users from online footprints. The results of the study found five categories of sharenting posts on Instagram with the hashtag #anakku. The results also revealed the lack of awareness of parents to protect their children's privacy on Instagram.
Karakter Animasi Kecerdasan Emosional sebagai Media Komunikasi Interaksionisme Simbolik Prima Virginia
Jurnal Komunikasi Global Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1221.266 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v11i1.24717

Abstract

Animasi tidak lagi sekedar menampilkan karikatur lucu berteknologi 3D, tapi juga karakter yang biasanya sulit dilihat kasat mata, yakni Emotional Intelligence atau kecerdasan emosional yang digambarkan di film animasi Inside Out dan drama Korea Selatan Yumi’s Cells. Karakter animasi kecerdasan emosional yang menghuni otak manusia mampu divisualisasikan saling berkomunikasi dan berinteraksi sehingga merepresentasikan konsep teori Interaksionisme Simbolik. Penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis percakapan ini menawarkan hal baru tentang hubungan dan urutan proses terbentuknya komunikasi interaksionisme simbolik dari tiga konsep dalam teori interaksionisme simbolik dari dua versi yakni George Herbert Mead dan Herbert Blummer melalui interaksi karakter animasi dalam film Inside Out dan drama Yumi’s Cells. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter animasi sel kecerdasan emosional yang digambarkan pada film Inside Out dan drama Yumi’s Cells mampu mendominasi representasi konsep interaksionis simbolik dengan memberikan visualisasi perasan dan emosi.Animation is not only about the presentation of 3D caricatures but also about something beyond the scope of aesthetics, such as Emotional Intelligence which is portrayed in the animated film Inside Out and South Korean drama series Yumi’s Cells. The animated emotional intelligence characters who ‘lives inside the human brain’ are visualized as communicating and interacting with each other, representing the concept of Symbolic Interactionism Theory. This qualitative research, with a conversation analysis approach, offered a new point about the relationship and sequence process in the formation of three concepts in symbolic interactionism theory from George Herbert Mead and Herbert Blummer through the interactions of the animated characters in the film Inside Out and drama Yumi’s Cells. The results of the study showed that the characters of animated cells with emotional intelligence in the animated films Inside Out and Yumi's Cells could dominate the representation of the symbolic interactionist concepts by visualizing emotions and feelings.
Participatory Fandom Harries Indonesia Pada Penulisan Fanfiction di Wattpad Dyah Tristiya Dewi; Kimberly Batsheva Lasut; Santa Teresia Manungkalit; Maharani Bening Khatulistiwa
Jurnal Komunikasi Global Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v11i1.24038

Abstract

Aktivitas fandom menjadi komunitas yang sedang populer di kalangan anak muda pada saat ini. Fandom adalah sebuah kelompok yang terbentuk karena adanya ketertarikan dan minat yang sama akan suatu objek yang sama. Fandom merupakan bentuk dari budaya populer di mana aktivitas yang dilakukan oleh para penggemar menjadi bagian dari bentuk budaya partisipasi. Selain mengonsumsi produk budaya populer, beberapa penggemar juga mengekspresikan diri melalui fanfiction. Peneliti mencoba menganalisis fenomena fanfiction yang digunakan sebagai bentuk budaya partisipasi oleh penggemar Harry Styles di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian grounded theory melalui wawancara online kepada lima informan yang merupakan penulis fanfiction Harry Styles di Wattpad. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelima informan menjadikan kegiatan untuk menulis fanfiction sebagai bentuk dari penyaluran hobi dan pengisi waktu luang. Budaya artistic expression juga berperan dalam diri mereka sehingga mendukung mereka untuk menciptakan sebuah karya dan kreativitas ke dalam pengalaman yang lebih luas. Dari penelitian ini juga bisa dilihat bahwa mayoritas fanfiction Harry Styles memiliki genre romance dengan happy ending. Jenis fanfiction dengan unsur sexual menjadi lebih diminati oleh pembaca yang rata-rata merupakan anak muda. Fandom activities are becoming a popular community among youth currently. A fandom is a group formed because of the same interest and interest in the same object. A fandom is a popular culture where activities carried out by fans are part of a form of participatory culture. Besides consuming popular culture products, some fans also express themselves through fanfiction. This research analyzed the fanfiction phenomenon used by Harry Styles fans in Indonesia as participatory culture. This study used grounded theory research methods through online interviews. We interviewed five informants who are writers of Harry Styles fanfiction on Wattpad. The results of this study indicated that all five informants viewed their activities in writing fanfiction as a form of channeling their hobbies and filling their spare time. Artistic expression culture also plays a role, supporting them in creating work and creativity into a broader experience. From this study, it could also be seen that most of Harry Styles’s fanfiction has a romance genre with a happy ending. Types of fanfictions with sexual elements are becoming more attractive to readers, primarily young people.

Page 1 of 1 | Total Record : 9