cover
Contact Name
Dewi Putri Lestari
Contact Email
dewiputrilestari@unram.ac.id
Phone
+628175797646
Journal Mail Official
jfn@unram.ac.id
Editorial Address
https://journal.unram.ac.id/index.php/jfn/about/editorialTeam
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Fish Nutrition
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 27983323     DOI : https://doi.org/10.29303/jfn.v2i2
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Fish Nutrition (JFN) has an objective to publish and provide high-quality scientific contributions to the field of fish nutrition. These contributions are sourced from innovative research that encourages science and technology development in the field of fish nutrition on a national and international scale. This journal serves as a communication medium for researchers, academics, students, and communities. This journal is published two times a year in June, and December. We accept review papers and full research articles. The Journal of Fish Nutrition’s scope includes nutritional sciences, and feed technology for various levels of the feed industry for various types of freshwater to marine fish in the tropics.
Articles 118 Documents
OPTIMASI DOSIS TEPUNG Spirulina sp. KOMERSIL DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN KELANGSUNGAN HIDUP DAN RESPON IMUN JUVENIL IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) Nanda Diniarti; Adhe Putri Aprillyana; Sahrul Alim
Journal of Fish Nutrition Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v6i2.10938

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan dosis optimal tepung Spirulina sp. dalam pakan yang dapat meningkatkan pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan respons imun juvenil ikan gurame (Osphronemus gouramy). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu, P1 (Kontrol), P2(Spirulina sp. 3 g/kg pakan), P3 (Spirulina sp. 5 g/kg pakan), P4 (Spirulina sp. 7 g/kg pakan). Hasil penelitian, penambahan tepung Spirulina sp. dalam pakan berpengaruh (P<0,05) terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan respons imun juvenil ikan gurame (Osphronemus gouramy) dengan dosis optimal yaitu 5 dan 7 g/kg pakan. Perlakuan tersebut meningkatkan pertumbuhan sebesar 56%, panjang mutlak 24%, sel darah merah 115%, sel darah putih 121%, hemoglobin 28%, serta serta tingkat kelangsungan hidup (survival rate) sebesar 80%.
KULTUR PAKAN ALAMI Phronima sp. PADA TINGKAT SALINITAS YANG BERBEDA Fitriatul Jannah; Dewi Putri Lestari; Bejo Slamet
Journal of Fish Nutrition Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v6i3.10975

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan tingkat salinitas media pemeliharaan terhadap pertumbuhan populasi, reproduksi, siklus hidup, dan kandungan nutrisi Phronima sp. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Kurnaen Sumadiharga, Pusat Riset Budidaya Laut BRIN, Lombok Utara, selama 25 hari. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas empat perlakuan salinitas: 35, 30, 25, dan 20 ppt, masing-masing dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi jumlah juvenil, lama perkembangan juvenil hingga dewasa, jumlah telur per induk, tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate), serta kandungan nutrisi proksimat. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan salinitas tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap seluruh parameter biologis yang diamati. Jumlah juvenil yang dihasilkan berkisar 14,75–16,25 individu per induk, sedangkan jumlah telur per induk generasi F1 berkisar 10,20–10,94 butir. Siklus hidup Phronima sp. berlangsung sekitar 18 hari, terdiri atas stadia induk bertelur (hari ke-0 hingga ke-3), juvenil (hari ke-3 hingga ke-15), dan dewasa (hari ke-15 hingga ke-18). Tingkat kelangsungan hidup berkisar antara 70,01–74,97%. Kandungan protein tertinggi diperoleh pada salinitas 35 ppt (42,01%), sedangkan kandungan lemak tertinggi pada salinitas 25 ppt (6,62%). Secara keseluruhan, kisaran salinitas 20–35 ppt masih berada dalam batas toleransi fisiologis Phronima sp. sehingga dapat mendukung keberhasilan kultur sebagai pakan alami alternatif pengganti Artemia.
EVALUASI KOMPARATIF METODE PEMBERIAN 17Α-METHYLTESTOSTERONE (ORAL VS IMMERSION) TERHADAP SEX REVERSAL DAN SURVIVAL RATE PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Muhammad Taufikurahman; zaenal Abidin; Rangga Idris Affandi
Journal of Fish Nutrition Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v6i2.10944

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas metode perendaman dan oral hormon 17α-methyltestosterone (MT) terhadap persentase kelamin jantan ikan nila. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (perendaman MT 2 mg/L), P2 (oral MT 50 mg/kg pakan), P3 (oral MT 60 mg/kg pakan), dan P4 (oral MT 70 mg/kg pakan). Larva ikan nila berumur 7 hari dipelihara selama 50 hari. Parameter yang diamati meliputi persentase kelamin jantan, kelangsungan hidup, pertumbuhan berat, pertumbuhan panjang, laju pertumbuhan spesifik, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon MT meningkatkan persentase kelamin jantan dibandingkan kontrol. Persentase jantan tertinggi diperoleh pada P4 sebesar 87,8%, diikuti P1 sebesar 86,7%, P3 sebesar 76,7%, dan P2 sebesar 72,2%, sedangkan kontrol hanya 52,2%. Perlakuan hormon tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan berat, pertumbuhan panjang, dan laju pertumbuhan spesifik (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode perendaman maupun oral efektif meningkatkan persentase kelamin jantan ikan nila, dengan efektivitas yang relatif sama.
ANALISIS LIMBAH HATCHERY AYAM BROILER SEBAGAI SUMBER PROTEIN PADA PAKAN BENIH IKAN KARPER (Cyprinus carpio) Sahrul Alim; Dewi Putri Lestari; Romi Sanjaya
Journal of Fish Nutrition Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v6i2.11033

Abstract

Common carp (Cyprinus carpio) is a freshwater aquaculture species with high economic value that requires high-quality feed to support optimal juvenile growth. The utilization of chicken hatchery waste meal as an alternative protein source has the potential to reduce the dependence on fish meal in feed formulations. This study aimed to evaluate the effect of fish meal substitution with chicken hatchery waste meal on the growth performance of common carp juveniles. The experiment was conducted for 50 days from March to May 2024 at the Mataram City Fisheries Service, while proximate analysis of the experimental diets was performed at the Laboratory of Animal Nutrition and Feed Science, Faculty of Animal Science, University of Mataram. A Completely Randomized Design (CRD) consisting of five dietary treatments and three replications was applied. The treatments included fish meal substitution with chicken hatchery waste meal at levels of 0%, 25%, 50%, 75%, and 100%. Juvenile common carp (5–7 cm in length) were stocked at a density of 15 fish per container and fed daily at 3% of total biomass. The observed parameters included specific growth rate (SGR), feed conversion ratio (FCR), feed efficiency (FE), survival rate (SR), and water quality. The results showed that replacing fish meal with chicken hatchery waste meal significantly affected (P < 0.05) the specific growth rate (SGR) and feed efficiency (FE). These findings indicate that chicken hatchery waste meal has considerable potential as an alternative protein source in formulated diets for common carp juveniles.
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN AIR KELAPA TUA TERFERMENTASI SEBAGAI SUMBER NUTRISI TAMBAHAN DALAM PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN LELE (Clarias sp.) Ismi Idris; Septiana Dwiyanti; Zaenal Abidin
Journal of Fish Nutrition Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v6i3.11060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan air kelapa tua terfermentasi sebagai sumber nutrisi tambahan dalam pakan komersial terhadap performa pertumbuhan ikan lele (Clarias sp.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P1 (kontrol), P2 (5%), P3 (10%), dan P4 (15%) air kelapa tua terfermentasi yang masing-masing setara dengan penambahan 50, 100, dan 150 mL per 100 g pakan komersial, jumlah ikan yang digunakan yaitu 10 ekor per kontainer dengan berat rata-rata 17-20 g dan panjang rata-rata 8-10 cm, masing-masing diulang sebanyak tiga kali selama 45 hari. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), rasio konversi pakan (FCR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), dan tingkat kelangsungan hidup (SR). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan fermentasi air kelapa tua berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan berat mutlak, SGR, FCR, dan EPP, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan panjang mutlak dan SR. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis 10% (P3) dengan pertumbuhan berat mutlak sebesar 18,66 g, pertumbuhan panjang mutlak 4,11 cm, SGR 3,60%/hari, FCR 1,12, EPP 83,68%, dan SR sebesar 93,33%. Dapat disimpulkan bahwa penambahan fermentasi air kelapa tua pada dosis 10% merupakan dosis yang paling efektif dalam meningkatkan performa pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan ikan lele.
EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI PROBIO-7 DALAM PAKAN TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP IKAN PATIN (Pangasius sp.) Yatri Nalu Tenggi; Yudiana Jasmanindar; Asriati Djonu
Journal of Fish Nutrition Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v6i3.10813

Abstract

Ikan patin merupakan salah satu ikan air tawar yang telah  dibudidayakan di berbagai tempat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian Probio-7 dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan patin (Pangasius sp.). Penelitian dilaksanakan di BBIS Noekele, kelurahan Tuatuka, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga taraf perlakuan dosis Probio-7, yaitu 10 ml/kg pakan, 20 ml/kg pakan, dan 30 ml/kg pakan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot mutlak, pertambahan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup, serta kualitas air yang meliputi suhu dan pH. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian Probio-7 berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak, serta  laju pertumbuhan spesifik harian. Dosis Probio-7 30 ml/kg pakan memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan bobot mutlak 15,8 ± 1,4 g, panjang mutlak 6,9 ± 0,6 cm, dan laju pertumbuhan spesifik sebesar 3,56 ± 0,09 g%/hari. Tingkat kelangsungan hidup meningkat signifikan pada dosis 30 ml/kg dengan nilai di atas 95%. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal (suhu 27,8–27,9°C dan pH 6,6–6,7). Dengan demikian, Probio-7 pada dosis 30 ml/kg pakan efektif meningkatkan pertumbuhan serta tingkat kelangsungan hidup ikan patin.
PEMANFAATAN PAKAN BERBASIS LIMBAH PERIKANAN PADA BUDIDAYA IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Lestari Purnama Intan Gulo; If Ser Itoloni Waruwu; Darwis Triadi Telaumbanua; Destalenta Trisna Laoli; Firman Syah Putra Waruwu; Hertini Zebua; Ratna Dewi Zebua
Journal of Fish Nutrition Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v6i3.11092

Abstract

Budidaya ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus) menghadapi tantangan berupa tingginya biaya pakan akibat ketergantungan pada tepung ikan komersial, sementara limbah hasil pengolahan perikanan berupa tulang, sisik, kepala, insang, dan jeroan masih kurang dimanfaatkan dan berpotensi mencemari lingkungan apabila dibiarkan menumpuk. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan limbah perikanan sebagai bahan baku pakan mandiri serta menganalisis pengaruhnya terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan patin siam. Tepung ikan alternatif diolah dari limbah kepala, tulang, kulit, dan sisik melalui tahap pencucian, perebusan, penyangraian, pengeringan, dan penggilingan, kemudian diformulasikan bersama dedak padi, tepung tapioka, dan vitamin menjadi pakan berbentuk pelet. Pakan tersebut diberikan kepada benih ikan patin siam selama 70 hari pemeliharaan dengan pengamatan bobot dan panjang tubuh setiap 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan tepung ikan berwarna cokelat keabu-abuan dengan tekstur halus dan seragam, sedangkan pelet yang dihasilkan berwarna cokelat dan bertekstur padat. Rata-rata bobot ikan meningkat dari 7,0 gram pada hari ke-7 menjadi 13,1 gram pada hari ke-70, dengan pertumbuhan bobot mutlak 6,1 gram, pertumbuhan panjang total mutlak 2,17 cm, laju pertumbuhan spesifik 0,99% per hari, dan tingkat kelangsungan hidup (mencapai 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa limbah perikanan berpotensi besar dimanfaatkan sebagai substitusi tepung ikan komersial dalam formulasi pakan mandiri yang mendukung pertumbuhan optimal benih ikan patin siam sekaligus mereduksi pencemaran lingkungan akibat limbah industri pengolahan ikan.
EFFECTS OF Moina sp. FEEDING FREQUENCY ON THE GROWTH PERFORMANCE AND SURVIVAL OF Hemibagrus nemurus LARVAE Khairul Hadi; Yanata Yudha; Agusnimar Agusnimar; Rosyadi Rosyadi; Andre Sofian
Journal of Fish Nutrition Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Fish Nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfn.v6i3.11121

Abstract

The Asian redtail catfish (Hemibagrus nemurus) is a freshwater species with high economic value and considerable aquaculture potential. However, the development of its culture is still constrained at the hatchery stage, particularly by the low survival rate of larvae during early rearing. This study aimed to evaluate the effect of Moina sp. feeding frequency on the growth performance and survival of H. nemurus larvae. The experiment was conducted for 15 days in June 2025 at the Microalgae and Fish Nutrition Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Islam Riau, Pekanbaru, Indonesia. A completely randomized design with one factor was applied, consisting of five feeding frequencies and three replicates. The treatments were feeding Moina sp. at frequencies of 1, 2, 3, 4, and 5 times per day. Three-day-old larvae were used, with an initial average body weight of 0.01 ± 0.00 g and an initial average total length of 0.40 ± 0.00 cm. The observed parameters included final weight, final length, absolute weight gain, absolute length gain, specific growth rate, and survival rate. The results showed that feeding frequency had a significant effect on the growth and survival of H. nemurus larvae. The best performance was obtained at a feeding frequency of 5 times per day, resulting in a final weight of 0.09 ± 0.01 g, final length of 1.26 ± 0.01 cm, absolute weight gain of 0.09 ± 0.01 g, absolute length gain of 0.86 ± 0.01 cm, specific growth rate of 18.13 ± 0.38%, and survival rate of 82.00 ± 4.62%. Water quality parameters throughout the experiment remained within acceptable ranges for larval rearing. Therefore, feeding Moina sp. 5 times daily is recommended as the most effective feeding frequency to improve the growth and survival of H. nemurus larvae

Page 12 of 12 | Total Record : 118