cover
Contact Name
Zaenal Arifin
Contact Email
arifin1169@gmail.com
Phone
+6282218560919
Journal Mail Official
intel.edupedia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Trajaya, 004/005, Kec. Palasah, Kab. Majalengka, Jawa Barat
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian journal of teaching and learning
Published by Edupedia Publisher
ISSN : 29620570     EISSN : 29641446     DOI : https://doi.org/10.56855/intel
Core Subject : Education,
Indonesian Journal of Teaching and Learning (INTEL) is a national journal in the fields of: 1. Education 2. Teaching and learning 3. Evaluation 4. Management in formal/non-formal schools
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2023)" : 18 Documents clear
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM PENGGUNAAN ICT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI WORKSHOP DI SD NEGERI KARANGTALUN 2 Siti Maryani
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.305

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana proses pelaksanaan workshop untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penggunaan ICT sebagai media pembelajaran pada guru SD Negeri Karangtalun 2?; 2) seberapa banyak peningkatan kemampuan guru dalam penggunaan ICT sebagai media pembelajaran setelah mengikuti workshop pada guru SD Negeri Karangtalun 2?; 3) bagaimana perubahan perilaku yang menyertai peningkatan kemampuan guru dalam penggunaan ICT sebagai media pembelajaran setelah mengikuti workshop pada guru SD Negeri Karangtalun 2? Tujuan penelitian ini adalah 1) mendiskripsi proses pelaksanaan workshop untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penggunaan ICT sebagai media pembelajaran pada guru SD Negeri Karangtalun 2; 2) mendiskripsi seberapa banyak peningkatan kemampuan guru dalam penggunaan ICT sebagai media pembelajaran setelah mengikuti workshop pada guru SD Negeri Karangtalun 2; 3) mendiskripsi perubahan perilaku yang menyertai peningkatan kemampuan guru dalam penggunaan ICT sebagai media pembelajaran setelah mengikuti workshop pada guru SD Negeri Karangtalun 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan workshop dapat meningkatkan kemampuan guru dalam penggunaan ICT sebagai media pembelajaran. Pada kondisi awal rata-rata prosentase skor sebesar 60% dan pada siklus I menjadi sebesar 73%. terjadi peningkatan skor sebesar 13% Pada siklus II secara umum semua guru mengalami peningkatan sebesar 17%. Rata-rata presentase skor pada siklus II meningkat drastis menjadi 90 %.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL DAN PERUBAHAN IKLIM UNTUK SMA/MA KELAS X BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Susanto
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.307

Abstract

Media pembelajaran tiga dimensi sebagai alat bantu mengkomunikasikan materi yang digunakan siswa SMA/MA kelas X pada pokok bahasan Pemanasan Global dan Perubahan Iklim yang belum ada berdasarkan kurikulum Merdeka Belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengvalidasi Media Pembelajaran Tiga Dimensi sebagai bahan ajar Kimia SMA/MA kelas X pada materi Pemanasan Global Dan Perubahan Iklim. Penelitian pengembangan ini menggunakan (Research and Development) dengan model ADDIE. Instrumen penilaian mencangkup aspek kejelasan media tiga dimensi, kegunaan, tampilan, kejelasan konsep media dan kemudahan pemahaman. Kualitas media dinilai oleh 2 ahli materi, ahli media, 5 peer reviewer, 2 guru Kimia SMA/MA dan diuji coba terbatas kepada 15 siswa di MAN 4 Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi. Hasil penelitian dari ahli materi 87,55%, ahli media 91,53%, peer reviewer 88,88%, penilaian guru SMA/MA 90,24%, dan penilaian 15 siswa MAN 4 Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi 95,17%. Berdasarkan penilaian tersebut maka media pembelajaran tiga dimensi telah memenuhi kriteria kualitas media pembelajaran yang sangat baik.Penelitian pengembangan media pembelajaran tiga dimensi ini dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu sumber belajar dalam merangsang siswa untuk berfikir secara visual. Saran bagi sekolah dapat memberikan alternatif pemilihan media untuk memberikan tingkat pemahaman secara visual dalam pembelajaran.
ANALYSIS OF STUDENTS’ COMPUTATIONAL THINKING ABILITY IN PRIOR MATHEMATICAL KNOWLEDGE Angraini, Lilis Marina; Ilham Muhammad
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.308

Abstract

This research was motivated by the importance of Computational Thinking (CT) ability for students to get a better thinking and problem solving abilities. The purpose of the study describes the students' CT ability in terms of their Prior Mathematical Knowledge (PMK). The subjects of this study were 6 junior high school students consisting of 2 students who had a high prior mathematical knowledge, 2 students who had a medium prior mathematical knowledge, and 2 students who had a low prior mathematical knowledge. The selection of subjects was not randomly selected. The method of research used was descriptive qualitative, where the data presented were deepened by interviews. Furthermore, the instruments used were test and non-test. In this case, the CT test was used to determine students' CT ability in terms of their prior mathematical knowledge, while the non-test in the form of interviews was used to find out the reasons for their test answers. The results of this study indicate that students who had a high prior mathematical knowledge were able to meet the CT mathematical indicators well. Furthermore, students who had a medium prior mathematical knowledge were able to meet several mathematical CT indicators, while students who had a low prior mathematical knowledge cannot fulfill mathematical CT indicators well.
IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MI MAMBAUL ULUM LANDEAN Rufi’at
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa kelas V SD/Madrasah Ibtidaiyah menggunakan konsep “Merdeka Belajar di masa pandemi Covid-19” dan meningkatkan hasil belajar siswa Tema 3 Kelas V dengan menerapkan Blended metode pembelajaran menjadi pembelajaran online dan PTM terbatas. Pembelajaran dirancang secara inovatif agar peserta didik belajar menyenangkan dan bermakna sesuai dengan bakat dan minat peserta didik, tetap berprestasi meskipun di masa pandemi Covid-19. Sampel penelitian berjumlah 23 siswa kelas V MI Mambaul Ulum Landean. Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan tentang kegiatan Literasi dan hasil belajar siswa dengan penerapan Blended Learning, dapat disimpulkan “Penerapan Blended Learning dapat meningkatkan literasi dan hasil belajar siswa kelas VMI Mambaul Ulum Landean”. Berdasarkan pedoman konversi analisis hasil belajar dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas V MI Mambaul Ulum Landean Tema 3 (beban pelajaran IPA) dengan penerapan metode Blended Learning pada masa pandemi Covid-19 kualifikasi prestasi belajar siswa adalah sangat tinggi.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IXD SMPN 2 TELUKJAMBE TIMUR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TUTOR SEBAYA Wening Budiyanti
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IXD SMPN 2 Telukjambe Timur menggunakan model pembelajaran kooperatif tutor sebaya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang ditandai dengan adanya siklus, dalam penelitian ini terdiri dari 3 siklus. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik tes dan non tes, sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) hasil belajar siswa selama pembelajaran, pada akhir siklus I, siswa yang mencapai ketuntasan belajar 12 siswa atau (20,45%), yang belum tuntas 22 siswa atau (79,55%), pada siklus II siswa yang mencapai ketuntasan belajar 27 siswa atau (79,41%), yang belum tuntas 7 siswa atau (20,59%) sedangkan pada akhir siklus yaitu siklus III, sebanyak 31 siswa atau (91,17%) dan yang belum tuntas 3 siswa atau (8,82%), dengan nilai rata-rata kelas siklus 1 yaitu 62,00, nilai rata-rata kelas siklus II yaitu 83,00 dan pada siklus III nilai rata-rata kelasnya yaitu 86,00. 2) Hasil ketuntasan klasikal naik, siklus I tuntas 20,45%, siklus II tuntas 79,41% dan siklus III sebesar 91,18%. 3) Hasil post test, siklus I, siklus II dan siklus III menghasilkan rata-rata nilai yang kenaikannya sangat signifikan yaitu pada siklus I, nilai rata-rata 62,00 artinya dari 34 siswa baru 63% yang memiliki skor 3 (nilai yang terbaik), atau sejumlah 12 siswa, pada siklus II nilai rata-rata 83,00 atau 79% atau sejumlah 27 siswa dan pada akhir siklus III nilai rata-rata 86,00 atau 91% atau 31 siswa, artinya dengan penerapan model pembelajaran kooperatif Tutor Sebaya dapat meningkatkan keaktifan diskusi dalam menjawab lembar kerja dan mempresentasikan hasil jawaban, sehingga perlu terus dimonitor untuk 3 siswa yang belum maksimal dalam pembelajaran.
NUMBERED HEADS TOGETHER: SUATU PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA Danil Ilham Firdaus
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.323

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa ,aktivitas belajar siswa, dan persentase ketuntasan hasil belajar siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan Numbered Heads Together (NHT) pada materi pokok pecahan bentuk aljabar kelas VII E semester ganjil SMP Negeri 3 Situbondo Tahun Ajaran 2011 /2012”. Dari hasil dan pembahasan dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada materi pokok pecahan bentuk aljabar terjadi peningkatan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa yaitu pada kondisi awal, prosentase siswa yang tuntas belajarnya adalah 43,75% dan prosentase siswa yang tidak tuntas belajarnya adalah 56,25%. Pada siklus I, prosentase siswa yang tuntas belajarnya adalah 71,875% dan prosentase siswa yang tidak tuntas belajarnya adalah 28,125%. Pada siklus II, prosentase siswa yang tuntas belajarnya adalah 87,50% dan prosentase siswa yang tidak tuntas belajarnya adalah 12,50% sehingga secara klasikal kelas VII.E telah mencapai ketuntasan belajar. Berdasarkan analisis tes,PR,dan LKS diperoleh nilai rata-rata kelas untuk tes meningkat dari 60,16pada kondisi awal, dan 76,41 pada siklus I menjadi 79,78 pada siklus II. Dari hasil penilaian lembar kerja siswa (LKS) dapat diketahui bahwa tingkat pemahaman siswa semakin meningkat terlihat dari hasil siklus I pada LKS I dengan rata-rata 77,50, LKS II dengan rata-rata 81,875, dan rata-rata secara klasikal 79,69. Sedangkan pada hasil siklus II lebih meningkat lagi terlihat pada LKS I dengan rata-rata 83,75, LKS II dengan rata-rata 91,25, dan rata-rata secara klasikal 87,50. Dari hasil penilaian PR siswa meningkat yaitu pada siklus I dengan rata-rata PR I sebesar 85, rata-rata PR II sebesar 87,34, dan rata-rata secara klasikal 86,17. Pada siklus II dengan rata-rata PR I sebesar 87,66, rata-rata PR II sebesar 89,22, dan rata-rata secara klasikal 88,44. Berdasarkan analisis aktivitas siswa diperoleh prosentase keaktifan siswa secara klasikal meningkat, pada kondisi awal 46,68% (tidak aktif), siklus I 67,24% (cukup aktif), siklus II 88,19% (sangat aktif) dan semua aspek aktivitas siswa mengalami peningkatan. Saran yang dapat diberikan adalah guru hendaknya dapat menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan gaya belajar siswa sehingga dapat menarik minat siswa terhadap pembelajaran matematika dan tipe Numbered Heads Together (NHT) bisa dijadikan alternatif pendekatan dalam pembelajaran matematika. Pengambilan data dimulai pada tanggal 26 Oktober 2011 sampai 16 November 2011 yang berlokasi di SMP Negeri 3 Situbondo Tahun Pelajaran 2011/2012, obyek penelitian ini adalah siswa kelas VII.E.
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 6 MIN 4 PACITAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INSIDE OUTSIDE CIRCLE Mohsin
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.324

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar matematika materi volume gabungan bangun ruangmelalui model pembelajaran IOC (Inside Outside Circle). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan tiga siklus. Pada siklus pertama, sebagian siswa belum terbiasa dengan kondisi belajar model IOC. Pada siklus kedua, siswa dan guru sudah mulai memahami implementasi model pembelajaran IOC dan menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Dari hasil observasi aktivitas siswa meningkat. Sedangkan hasil penilaianharian menunjukkan peningkatan dari rata-rata sebesar 61 pada penilaianke satu (sebelum penggunaan model IOC) menjadi rata-rata 73 pada penilaian harian ke dua dan menjadi rata-rata 81 pada penilaian harian ke tiga (setelah penggunaan model IOC). Dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas, siklus pertama, kedua, dan ketiga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran IOC dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi volume gabungan bangun ruang siswa kelas VI MIN 4 Pacitan.
PEMBELAJARAN MEDIA, DURASI FLUKTUASI TIDUR DAN TEOLOGISASI PENDIDIKAN KRISTEN DI INDONESIA Awak, Nuryanti Evalina; Lukas; Akius Maling; Yulia Putri; Samuel Kladit; Stephanus Prihadi
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejauh mana anggapan, persepsi dan aktivitas sehari-hari mahasiswa/i yang tinggal dan hidup di Kota Palangka Raya mengenai penggunaan media sosial, pembacaan Alkitab, dan keterhubungannya dengan iman Kristen. Metode penelitian menggunakan teknik wawancara sebagai penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamisasi penggunaan media sosial melalui telepon pintar, partisipasi jam tidur dengan iman Kristiani dan frekuensi narasi pembacaan Alkitab sebagai mahasiswa yang berkonteks di Palangka Raya.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MAN 2 CIREBON Uus Husnul Khotimah; Anda Juanda; Didin Nurul Rosidin
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.376

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan: (1) SPMI yang ditetapkan oleh lembaga pendidikan di MAN 2 Cirebon, (2) manajemen SPMI di MAN 2 Cirebon, dan (3) pengaruh manajemen SPMI terhadap peningkatan mutu pendidikan di MAN 2 Cirebon. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan di MAN 2 Cirebon. Dalam penelitian ini pengumpulan data diperoleh dari sumber primer dan sumber sekunder. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, studi dokumen, dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data ini menggunakan teknik analisis data interaktive model seperti yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, yaitu reduction, data display dan conclusion drawing. Dari pembahasan dapat disimpulkan 3 (tiga) hal yaitu, 1) SPMI yang ditetapkan oleh lembaga pendidikan di MAN 2 Cirebon mengcacu ada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP) yaitu a) Standar Kompetensi Lulusan b) Standar Isi; c) Standar Proses; d) Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan; e) Standar Sarana dan Prasarana; f) Standar Pengelolaan; g) Standar Pembiayaan; dan h) Standar Penilaian Pendidikan (PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan). Dari instrumen SPMI yang ditetakan MAN 2 Cirebon secara keseluruhan terdapat 85 capaian mutu yang ingin dicapai yang tersebar dalam 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan. 2) Ada empat langkah siklus manajemen SPMI MAN 2 Cirebon yang diterapkan, yaitu (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) evaluasi dan (4) tindak lanjut. 3) Pengaruh manajemen SPMI terhadap peningkatan Pendidikan MAN 2 Cirebon adalah meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, transparansi, kualitas Pembelajaran, dan dan meningkatkan reputasi.
PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM MEMBERIKAN BIMBINGAN PENYULUHAN AGAMA PADA MASYARAKAT MUSLIM Anis Syafia Fitriatin
Indonesian Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/intel.v2i2.380

Abstract

Penelitian ini menjelaskan peran penyuluh agama dalam memberikan bimbingan agama pada masyarakat muslim yang rendahnya pengetahuan agama dan kurangnya minat untuk mendalami pengetahuan keagamaan sehingga antar penganut aliran agama tertentu pernah berkonflik. Seharusnya setiap masyarakat apalagi yang hidup berdampingan dengan penganut aliran agama lainnya memperoleh pengetahuan agama yang kuat agar tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi isu yang dapat menyebabkan konflik antar penganut aliran agama tertentu di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari responden meliputi kepala KUA, penyuluh agama, kepala desa, dan tokoh masyarakat muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh agama dalam memberikan bimbingan agama sudah berperan secara optimal sesuai dengan kemampuan mereka dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan. Namun, dikarenakan masyarakat masih lebih memprioritaskan kesibukan masing-masing hal ini dapat menjadi faktor penghambat kegiatan. Akan tetapi untuk kedepannya penyuluh agama berupaya untuk meningkatkan kinerjanya terutama dalam menarik minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan bimbingan agama tersebut terkhusus pada masyarakat muslim yang pernah berkonflik di desa Napis kecamatan Tambakrejo.

Page 1 of 2 | Total Record : 18