cover
Contact Name
Sigit Budhi Setiawan
Contact Email
sbs@rijan.ac.id
Phone
+628123456585
Journal Mail Official
sbs@rijan.ac.id
Editorial Address
STIES Riyadlul Jannah Mojokerto JL. Hayam Wuruk No.22, Ledok, Pacet, Kec. Pacet, Kota Mojokerto, Jawa Timur 61374
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
FADZAT Jurnal Ekonomi Syariah
ISSN : 27467864     EISSN : 27467872     DOI : https://doi.org/10.58787/fdzt
FADZAT Jurnal Ekonomi Syariah adalah jurnal ilmiah yang terbit dalam bentuk elektronik dan cetak sebagai penerbitan yang orisinal hasil-hasil penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran terkait dengan isu ekonomi syariah. FADZAT terbit dua kali dalam setahun, setiap bulan Juni dan Desember. FADZAT memiliki cakupan isu Ekonomi Islam/Syariah, Bisnis/Kewirausahaan Syariah, Manajemen dan Perbankan Syariah, Etika Bisnis Syariah, Manajemen Investasi Syariah, Manajemen Risiko Syariah, Filantropi Syariah (Zakat, Infaq, Wakaf, Sodaqoh, dsb), Perbankan dan Keuangan Syariah, Permasaran Syariah, Sumber Daya Manusia Syariah, Halal Supply Chain Management dan hal-hal baru terkait temuan dalam Ekonomi Syariah. FADZAT Jurnal Ekonomi Syariah telah memiliki ISSN Cetak (P-ISSN 2746-7864 ) dan ISSN Elektronik E-ISSN 2746-7872. Jurnal FADZAT juga telah terdaftar di sistem Crossref dengan Digital Object Identifier (DOI): 10.58787 FADZAT Jurnal Ekonomi Syariah berdiri sejak 2018, dikelola dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Riyadlul Jannah Mojokerto. Semua artikel jurnal ini bisa diakses di https://jurnal.rijan.ac.id/index.php/fdzt FADZAT Jurnal Ekonomi Syariah menerbitkan artikel jurnal hasil dari penelitian kualitatif, kuantitatif dan metode campuran. Scopes Scopes atau cakupan FADZAT Jurnal Ekonomi Syariah adalah: Ekonomi Islam/Syariah Bisnis/Kewirausahaan Syariah Manajemen dan Perbankan Syariah Etika Bisnis Syariah Manajemen Investasi Syariah Manajemen Risiko Syariah Filantropi Syariah (Zakat, Infaq, Wakaf, Sodaqoh, dsb) Perbankan dan Keuangan Syariah Permasaran Syariah Sumber Daya Manusia Syariah Halal Supply Chain Management
Articles 72 Documents
Akselerasi Baru Dalam Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia Indrawati, Peni
FADZAT: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Riyadlul Jannah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan tren yang positif namun masih memerlukan akselerasi untuk mencapai potensi optimal. Islamic finance in Indonesia has shown significant development. (Iswanto, 2023) The development of sharia finance will increase the growth of sharia banks that operate and will have a positive impact on Islamic banks. Penelitian ini menganalisis kondisi terkini, tantangan, dan peluang pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dengan menggunakan pendekatan analisis literatur komprehensif. Indonesia is currently the country with the largest Muslim population in the world. (Khairunnisa, 2022) The total Muslim population of 80% makes an Islamic-based economy possible to expand widely related to fashion, culinary, tourism, cosmetics, and various topics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terjadi pertumbuhan signifikan dalam sektor keuangan syariah, namun masih terdapat kesenjangan antara potensi dan realisasi. In addition, the level of Islamic financial literacy (8.93%) and the Islamic financial inclusion index (9, 1%) which is still very low is also an obstacle in the development of sharia fintech in Indonesia. (Saputra, 2022) Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi akselerasi baru yang mencakup peningkatan literasi keuangan syariah, inovasi produk, penguatan regulasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi pengembangan ekonomi syariah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Peluang dan Tantangan Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia Wahyudi, Imam
FADZAT: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Riyadlul Jannah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis peluang dan tantangan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, dukungan pemerintah yang kuat, pertumbuhan industri keuangan Islam, dan potensi pasar global, ekonomi berbasis prinsip syariah memiliki peluang tinggi untuk terus tumbuh dan berkontribusi pada pendapatan negara. (Shiddiqy, 2025) Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur sistematis, penelitian ini mengidentifikasi berbagai peluang signifikan seperti pertumbuhan sektor perbankan syariah, perkembangan fintech syariah, industri halal, dan dukungan regulasi pemerintah. Namun selain itu, pembangunan ekonomi dengan prinsip syariah juga memiliki beberapa tantangan yang perlu dihadapi, seperti kurangnya pemahaman masyarakat dan pengembangan infrastruktur yang masih perlu ditingkatkan. (Shiddiqy, 2025) Tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, rendahnya literasi keuangan syariah, serta kompleksitas regulasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan strategi yang tepat dan kolaborasi internasional, ekonomi syariah Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin global dalam sektor ekonomi Islam dan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan
Prinsip-prinsip Ekonomi Syariah dan Tujuan Utamanya Maharati, Cindy
FADZAT: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Riyadlul Jannah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang didasarkan pada prinsip-prinsip hukum Islam (Shariah) dengan tujuan utama mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menganalisis prinsip-prinsip fundamental ekonomi syariah dan mengkaji tujuan utamanya melalui pendekatan Maqasid Shariah. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur sistematis terhadap berbagai publikasi akademis yang terindeks Scopus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip utama ekonomi syariah meliputi larangan riba (interest), gharar (ketidakpastian berlebihan), dan maysir (spekulasi), serta kewajiban distribusi kekayaan melalui zakat dan wakaf. Tujuan utama ekonomi syariah adalah merealisasikan Maqasid Shariah yang terdiri dari perlindungan terhadap agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-mal). Implementasi prinsip-prinsip ini dalam praktik ekonomi modern menunjukkan potensi signifikan dalam menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil, berkelanjutan, dan inklusif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan ekonomi syariah sebagai alternatif sistem ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan sosial dan keadilan distributif
Penerapan Prinsip Ihsan Dalam Mendorong Pelayanan Prima Di Cafe Gadex Pacet Mojokerto Wiyono, Joko
FADZAT: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Riyadlul Jannah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58787/fdzt.v5i1.207

Abstract

This study aims to analyze the application of the Islamic principle of ihsan in enhancing service quality at Café Gadex, a micro-enterprise located in Pacet, Mojokerto. Ihsan, as a spiritual concept in Islam, encourages business actors to provide the best possible service ethically and responsibly, beyond mere material gain. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings indicate that the value of ihsan is embedded in the café's service culture, as reflected in the honesty, sincerity, and friendliness of the staff when serving customers. These values support the five dimensions of the SERVQUAL model: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. Most customers expressed satisfaction due to the warm, attentive, and family-like atmosphere. These findings affirm the perspectives of Hasan (2010) and Antonio (2001) that the integration of Islamic spiritual values can increase customer loyalty and enhance the business’s positive image. However, challenges remain, particularly in the provision of spiritual value training and maintaining consistency due to high employee turnover. The study recommends continuous Islamic-based training to ensure the sustainable implementation of ihsan in service delivery.
Implementasi Manajemen Risiko Berbasis Syariah di Lembaga Keuangan: Analisis Komprehensif Santoso, Budiyono
FADZAT: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Riyadlul Jannah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58787/fdzt.v5i1.208

Abstract

Shariah-based risk management is a unique approach in Islamic financial institutions (IFIs) that integrates Shariah principles to manage risk effectively. This article presents an in-depth analysis of the concept, implementation process, case studies, challenges, role of technology, impact of the COVID-19 pandemic, governance, key performance indicators (KPIs), and future trends such as sustainability and artificial intelligence (AI). The literature review shows that Shariah risk management not only ensures Shariah compliance but also enhances financial stability and stakeholder confidence. Challenges such as lack of standardization and expertise can be addressed through regulation, education, and technology. This article is expanded to approximately 7,000 words with 15 references in APA 7th edition style.
Ekonomi Sirkular Berbasis Syariah: Solusi untuk Pembangunan Berkelanjutan Mashadi, Ali Imron
FADZAT: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Riyadlul Jannah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58787/fdzt.v5i1.209

Abstract

This article explores the integration of circular economy and sharia principles as an innovative solution to achieve sustainable development. Through a systematic literature review, this study analyzes how Islamic values ??can strengthen the implementation of circular economy in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs). The results show that sharia-based circular economy offers a holistic and ethical framework to address contemporary environmental and socio-economic challenges. The concept of maqasid sharia provides a strong moral foundation for sustainable economic practices, while Islamic financial instruments such as green sukuk and productive waqf can facilitate the transition to a circular economy. This integration not only supports environmental protection but also ensures social justice and inclusive economic welfare.
Ekonomi Syariah dan Dampaknya di Indonesia: Kontribusi terhadap Pembangunan Berkelanjutan Indrawati, Peni
FADZAT: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Riyadlul Jannah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58787/fdzt.v5i1.210

Abstract

Sharia economy, based on Islamic principles such as fairness, transparency, and prohibition of usury, has become an important pillar in Indonesia's economic development. This study analyzes the impact of sharia economy on economic growth, financial inclusion, and the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia. Using a qualitative approach based on a literature review of 20 Scopus-indexed articles, this study explores how sharia economy supports sustainable development through financial instruments such as green sukuk, zakat, and productive waqf, as well as the integration of technologies such as FinTech and blockchain. The results show that sharia economy increases financial access for underserved communities, reduces poverty (SDG 1), promotes inclusive economic growth (SDG 8), and supports environmental sustainability (SDG 13). However, challenges such as low sharia financial literacy, suboptimal regulations, and the digital divide still hinder its full potential. This study recommends strengthening regulations, improving financial literacy, adopting technology, and multi-stakeholder collaboration to accelerate the impact of sharia economy in Indonesia.
Optimalisasi Zakat Produktif dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM Berbasis Syariah di Indonesia Maharati, Cindy
FADZAT: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Riyadlul Jannah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58787/fdzt.v5i1.211

Abstract

This study aims to examine the strategic role of productive zakat in promoting the growth of sharia-based micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia. Employing a qualitative-conceptual approach through an extensive literature review, the research offers a theoretical and empirical synthesis of the contributions of productive zakat across three economic levels: micro, meso, and macro. The findings reveal that productive zakat not only increases income and economic self-reliance among beneficiaries (mustahik) but also strengthens local Islamic economic ecosystems and supports national poverty reduction efforts. These contributions position zakat as a transformative and sustainable socio-economic instrument. However, the optimization of productive zakat faces structural challenges, including weak institutional integration, low Islamic financial literacy, and underdeveloped regulatory frameworks. Therefore, institutional transformation is necessary through empowerment-oriented fiscal policies, digitalized beneficiary data systems, and alignment of zakat programs with the national roadmap for sharia-based MSME development. Overall, the study confirms that productive zakat holds great potential as a foundational pillar for an inclusive, just, and sustainable Islamic economic system.
Analisis Dampak Literasi Zakat dan Wakaf terhadap Keputusan Investasi pada UMKM Syariah: Pendekatan Regresi Logistik Santoso, Budiyono
FADZAT: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Riyadlul Jannah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak literasi zakat dan wakaf terhadap keputusan investasi pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) syariah di Indonesia menggunakan pendekatan regresi logistik. Literasi keuangan syariah mencakup pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip keuangan yang sesuai dengan hukum Islam, termasuk zakat, riba, dan prinsip keadilan dalam transaksi keuangan (Selasi, 2024) . Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 350 responden pemilik UMKM syariah di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Analisis regresi logistik biner digunakan untuk menguji hipotesis penelitian (Yusup, 2024) (Sari, 2025) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi zakat dan wakaf berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi UMKM syariah dengan nilai odds rasio 2,847 (p<0,05). Tingkat literasi keuangan syariah yang lebih tinggi menyimpan positif dengan minat yang lebih besar untuk berinvestasi pada instrumen pasar modal syariah seperti sukuk dan reksa dana syariah (Selasi, 2024) . Temuan ini mengindikasikan pentingnya program edukasi literasi keuangan syariah yang komprehensif untuk meningkatkan partisipasi UMKM dalam ekosistem keuangan syariah. Implikasi kebijakan mencakup perlunya sinergi antara lembaga pendidikan, regulator, dan pelaku industri dalam mengembangkan program literasi yang berkelanjutan.
Tinjauan Prinsip dan Praktik Kontemporer: Menuju Paradigma Manajemen Bisnis Islam yang Berkelanjutan Wiyono, Joko
FADZAT: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Riyadlul Jannah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to critically review the principles and contemporary practices of Islamic business management (IBM) in the context of global challenges and sustainability imperatives. It highlights the relevance of core Islamic values—such as tawhid, justice (?adl), maslahah, and amanah—as the foundation for developing a sustainable business paradigm. Through a literature-based conceptual approach, the study identifies both the potential and constraints of IBM in adapting to dynamic global market structures, the ESG movement, and digital disruption. Findings suggest that while the normative framework of Islamic management offers ethical and sustainable solutions, its implementation requires structural, institutional, and intellectual reform. This paper proposes a renewed paradigm that integrates Islamic moral economy with sustainability science and ethical governance