cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4: December 2023" : 18 Documents clear
Pengalaman Stress Dan Coping Stress Strategy Pada Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Deyang Maysa; Komalasari, Rita; Arsyad, Muhammad; Ernawati, Kholis
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.3974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman stress dan coping stress strategy pada mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan metode wawancara. Wawancara dilakukan dengan mengumumkan tentang pelaksanaan penelitian di grup Angkatan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 dan meminta mahasiswa untuk menghubungi peneliti jika berminat. Subjek pada penelitian ini adalah 6 orang mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tematik analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengalaman stress pada mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 cenderung bervariasi tergantung dari tipe kepribadian dan cara pandang responden terhadap stressor yang dipengaruhi oleh factor individu dan lingkungan. Strategi coping yang digunakan dalam menghadapi stress adalah dengan menenangkan diri dan melakukan aktivitas lain yang membuat mereka senang sehingga mereka terdistraksi dari masalah yang mereka hadapi. Islam mengajarkan stress sebagai suatu cobaan yang didatangkan kepada manusia. Berdoa, berzikir, sholat, membaca Al-Quran, dan menyucikan diri dengan metode tazkiyatun nafz merupakan cara yang diajarkan oleh islam untuk melakukan coping stress.
Hubungan Jenis Kelamin, Usia, Durasi Duduk dan Posisi duduk Pada Pembelajaran Luring Dengan Keluhan Low Back Pain (LBP) Pada Guru SMP Di Kabupaten Bogor nadila, alya; Royhan, Aan; Zen, Irwandi
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.3978

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Low Back Pain (LBP) ditandai dengan rasa nyeri di punggung bawah, pada daerah tulang belakang, otot, saraf, atau struktur lain di daerah tersebut. Sekitar 40,5% penyakit yang diderita berhubungan dengan pekerjaan. Selama pembelajaran luring, seorang guru melakukan pekerjaannya mengajar di depan kelas dengan posisi duduk duduk, berdiri ataupun berjalan selama 4-6 jam sehari, sehingga beresiko menderita LBP. Tujuan: Mengetahui hubungan jenis kelamin, usia, posisi duduk dan durasi duduk guru SMP di Kabupaten Bogor pada pembelajaran luring dengan keluhan Low Back Pain. Metode: Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bogor, dengan sampel sebanyak 92 orang. Analisis data dengan analisis bivariat (Chi-Square). Hasil: Keluhan LBP pada guru SMP di Kabupaten Bogor pada pembelajaran luring berhubungan erat dengan faktor usia (p=0,042) dimana guru dengan usia >40 tahun lebih banyak mempunyai keluhan ini. LBP juga berhubungan erat dengan posisi duduk yang kurang tepat (p=0,009) dan durasi duduk yang lama (>6 jam) (p=0,001). Kesimpulan: Keluhan LBP pada guru SMP di Kabupaten Bogor pada pembelajaran luring dipengaruhi oleh faktor usia, posisi duduk dan durasi duduk. Low Back Pain (LBP) adalah kondisi yang membutuhkan waktu lama untuk berkembang dan bermanifestasi. Durasi mengacu pada waktu yang dibutuhkan seorang pekerja untuk terpapar faktor risiko. Pekerjaan yang membutuhkan otot atau gerakan yang sama untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama meningkatkan potensi kelelahan lokal dan umum. semakin lama durasi kerja, semakin lama pemulihan otot dan waktu istirahat. KATA KUNCI Low Back Pain, guru, pembelajaran luring
Analisis Pola Konsumsi Kopi dan Pengaruhnya terhadap Frekuensi Berkemih pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2020 dan Tinjauannya menurut Pandangan Islam Raweroz, Vetho; Armelia, Linda; Riani, Siti Nur; Hasibuan, Faizal Drissa
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4020

Abstract

Kopi adalah minuman yang sangat populer di seluruh dunia selama berabad-abad. Di Indonesia, konsumsi masyarakat akan kopi meningkat 4,04% dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 4,81 juta kantong seberat 60 kg. Mahasiswa merupakan populasi yang gemar mengonsumsi kopi. Salah satu efek samping mengonsumsi kopi adalah peningkatan frekuensi berkemih. Peningkatan frekuensi berkemih disebabkan oleh peningkatan tekanan dan instabilitas otot detrusor pada kandung kemih akibat kafein yang terkandung dalam kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi kopi dan pengaruhnya terhadap frekuensi berkemih pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2020 dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross-sectional menggunakan data primer yang diukur secara langsung melalui pengisian kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2020. Sampel ditetapkan menggunakan teknik simple random sampling dengan besar sampel sebanyak 68. Hasil uji dengan menggunakan uji spearman didapatkan p=0,000 dan koefisien korelasi didapatkan 0,656. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi harian dengan frekuensi berkemih pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020 dengan taraf korelasi kuat.
Hubungan Penyuluhan dengan Tingkat Pengetahuan Mengenai Pubertas Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama 21 Jakarta dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Chandra Satya Rentiana Assy, Raveena; Herlinawati, Sri Wahyu; Pusparini, Miranti; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4054

Abstract

KATA KUNCI ​ Pubertas, Penyuluhan, Tingkat Pengetahuan, Remaja, Masa Remaja.ABSTRAK​ Penelitian terkait pengaruh penyuluhan dengan tingkat pengetahuan mengenai pubertas dilaksanakan di SMPN 21 Jakarta yang merupakan tempat bagi siswa yang sedang dalam tahap periode masa remaja. Dengan menggunakan metode kuantitatif pendekatan Quasi Experimental dan rancangan penelitian yang digunakan adalah One group Pre test Post Test. Penelitian dilakukan dengan kuesioner pre test dan post test yang diisi oleh 70 siswa sebagai sampel dengan intervensi penyuluhan. Hasil rata-rata nilai post test lebih besar dari nilai pre test dengan selisih sebesar 11.64 menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah penyuluhan dibandingkan sebelum penyuluhan. Uji T paired sample menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada tingkat pengetahuan mengenai pubertas sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan (Sig. 0,000).Dalam Islam, dengan adanya penyuluhan yang dilakukan dengan baik dan tepat membantu dalam meningkatkan pengetahuan mengenai pubertas. KEYWORDS ​ Puberty, Counseling, knowledge level, teenager, adolescence. ABSTRACT​ The research related to the influence of counseling on the level of knowledge about puberty was conducted at SMPN 21 Jakarta, which is a place for students in the adolescent stage. Using a quantitative method with a Quasi Experimental approach and the research design employed was the One-group Pretest-Posttest. The study was carried out with pretest and posttest questionnaires filled out by 70 students as samples with counseling intervention. The average post-test score was higher than the pre-test score, with a difference of 11.64, indicating an increase in students' knowledge after the counseling compared to before the counseling. Paired sample T-test showed a significant influence on the level of knowledge about puberty before and after the counseling was conducted (Sig. 0.000). In Islam, effective and appropriate counseling helps enhance knowledge about puberty.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Siklus Menstruasi Pada Siswi MTs dan MA Jamiat Kheir Jakarta Syarifah, Lensy Khosinatus; Kusuma, Indra
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4085

Abstract

Pendahuluan : Menstruasi merupakan peluruhan dinding rahim yang disertai dengan perdarahan akibat tidak terjadinya proses pembuahan (Sinaga, 2017). Terdapat beberapa gangguan siklus menstruasi diantaranya polimenorrhea (siklus menstruasi < 21 hari), oligomenorrhea (siklus menstruasi > 35 hari), amenorrhea (siklus menstruasi > 3 bulan) (Mochamad Anwar, Ali Baziad, R. Prajidno Prabowo, 2011). Salah satu faktor yang mempengaruhi gangguan siklus menstruasi adalah aktivitas fisik (Kusmiran, 2011). Laporan Riset Kesehatan Dasar tahun 2010 menunjukkan bahwa sebesar 13,7% wanita 10-59 tahun mempunyai siklus menstruasi yang tidak teratur dalam jangka waktu satu tahun terakhir (Riskesdas, 2010). Metode : Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan analitik korelatif. Adapun rancangan penelitian yaitu secara Cross Sectional. Sampel penelitian ini adalah siswi MTs dan MA Jamiat Kheir yang sudah menstruasi dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan uji korelasi Somers’d Gamma. Hasil : Hasil statistik uji korelasi Somers’d Gamma menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada siswi MTs dan MA Jamiat Kheir Jakarta dengan p-value =0.075 (p>0.05). Simpulan : Tidak terdapat Hubungan antara Aktivitas Fisik dengan Siklus Menstruasi pada Siswi MTs dan MA Jamiat Kheir Jakarta.
Korelasi Tingkat Pendidikan dan Nilai Akademik Dengan Pengetahuan dan Stigma HIV/AIDS pada Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 dan Siswa/i MAN 13 Jakarta Viontika, Vivian; Yasmin, Intan Farida
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4095

Abstract

Pendahuluan Tingkat pendidikan seseorang dapat mempengaruhi pengetahuan HIV/AIDS pada remaja. Tingkat pendidikan yang tinggi memiliki pengetahuan yang lebih baik terhadap HIV/AIDS. Tingkat pendidikaan yang tinggi pada remaja belum tentu memiliki stigma yang baik terhadap ODHA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat korelasi tingkat pendidikan dan nilai akademik dengan pengetahuan dan stigma HIV/AIDS pada mahasiswa FK YARSI Angkatan 2022 dan siswa MAN 13 Jakarta. Metodologi Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penilitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik nonrandom sampling dengan metode purposive sampling diambil dari sampel siswa/i kelas X MAN 13 Jakarta dan mahasiswa/i FK YARSI Angkatan 2022 berusia > 15 tahun dan bersedia menjadi responden. Hasil Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik responden antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna (p>0,05) kecuali usia dan pend. Ibu (p<0,05). Karakteristik pendidikan antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna (p>0,05). Pengetahuan dan stigma terkait HIV/AIDS antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna (p>0,05) kecuali pada pengetahuan terkait penularan HIV (p<0,05). Terdapat korelasi lemah pada variabel pend. ibu, nilai semester dan IPK dengan pengetahuan (r=0,047;r=0,19) dan variabel pend. ayah, nilai semester dan IPK dengan stigma (r=0,033;r=0,036). Seluruh variabel korelasi tidak berbeda bermakna (p>0,05) kecuali korelasi antara nilai semester dan IPK dengan pengetahuan (p<0,05). Simpulan Karakteristik responden antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna kecuali usia. Karakteristik pendidikan tidak berbeda antara siswa dan mahasiswa. Pengetahuan dan stigma antara siswa dan mahasiswa juga tidak berbeda bermakna. Terdapat korelasi lemah antara pengetahuan dengan pendidikan ibu, nilai semester, dan IPK serta korelasi lemah antara stigma. Introduction Person's level of education can influence knowledge of HIV/AIDS in adolescents. Higher level of education has better knowledge of HIV/AIDS. High level of education among teenagers does not necessarily have a good stigma towards PLWHA. The aim of this research is to see the correlation between education level and academic grades with knowledge and stigma of HIV/AIDS among students at the Faculty of Medicine, YARSI University Class of 2022 and students at MAN 13 Jakarta. Method This research design uses a quantitative descriptive type of research with a cross sectional design. Sampling was taken using a non-random sampling technique using a purposive sampling method with a sample of students grade X in MAN 13 Jakarta FK YARSI Class of 2022 students are > 15 years old and are willing to be respondents. Result The research results showed that the characteristics of respondents between pupils and students did not differ significantly at (p>0.05) except for age and education mother (p<0.05). Educational characteristics between pupils and students are not significantly different at (p>0.05). Knowledge and stigma related to HIV/AIDS between pupils and students did not differ significantly at (p>0.05), except for knowledge related to HIV transmission, (p<0.05). There is a weak correlation in the variables of mother's education, semester grades and GPA with knowledge (r=0.047; r=0.19) and father's education variables, semester grades and GPA with stigma (r=0.033; r=0.036). All correlation variables were not significantly different at (p>0.05) except for the correlation between semester grades and GPA and knowledge at (p<0.05). Conclusion The characteristics of respondents between students and medical students did not differ significantly except for age. Educational characteristics do not differ between students and medicalstudents. Knowledge and stigma between students and medical students also do not differ significantly. There is a weak correlation between knowledge and maternal education, semester grades, and GPA as well as a weak correlation between stigma.
Hubungan antara Fungsi Kognitif dengan Kejadian Depresi pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Rambutan Kecamatan Ciracas Kota Jakarta Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Naura A. Aprilla; Prasetyo, Edi; Luthfiana, Anna; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4102

Abstract

KATA KUNCI Lansia, Fungsi Kognitif, Depresi, hubungan, gangguan. ABSTRAK Proses penuaan pada lansia mampu mengakibatkan degeneratif pada fungsi fisiologis, kognitif, psikologis, dan sosial. Beberapa individu yang mengalami kesulitan dan tidak dapat beradaptasi dengan keadaan ini dapat menyebabkan terjadinya depresi. Studi ini mengeksplorasi hubungan antara fungsi kognitif dan tingkat depresi pada lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Rambutan, Jakarta Timur. Penelitian yang dilaksanakan memakai jenis penelitian analitik mengenakan pendekatan cross-sectional. Data diambil memakai kuisioner MMSE (Mini Mental State Examination) beserta GDS (Geriatric Depression Scale), serta dianalisis menggunakan program SPSS versi 27.0. setelahnya, data dilakukan analisis mengenakan analisis Univariat beserta Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi gangguan kognitif terhadap lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Rambutan Kecamatan Ciracas Kota Jakarta Timur diketahui bahwa 84 lansia yang diwawancarai, terdapat 31 responden mengenakan tingkat fungsi kognitif normal beserta 53 responden mempunyai gangguan fungsi kognitif. Prevalensi tingkat depresi normal sebanyak 57 responden dan 27 responden lainnya mengalami depresi. Analisis bivariat memperlihatkan bahwasannya adanya hubungan diantara fungsi kognitif pada kejadian depresi. Hasil memperlihatkan adanya hubungan diantara fungsi kognitif terhadap depresi, dimana seseorang yang mengalami depresi, maka akan mengalami kesulitan dalam menjaga keseimbangan pikiran. Dalam pandangan islam, terdapat hubungan diantara fungsi kognitif terhadap depresi, dimana seseorang yang mengalami depresi, maka akan mengalami kesulitan dalam menjaga keseimbangan antara pikiran untuk memercayai kehendak Allah SWT dan membuatnya merasa khawatir. KEYWORDS Elderly, Cognitive Function, Depression, Relationships, Disorders ABSTRACT The aging process in the elderly can cause degeneration in physiological, cognitive, psychological and social functions. Some individuals who experience difficulties and cannot adapt to this situation can cause depression. This study explores the relationship between cognitive function and the Occurrence depression in the elderly at the Posyandu for the Elderly, Rambutan Village, East Jakarta. This research uses analytical research with a cross-sectional approach. Data were collected using the Mini Mental State Examination (MMSE) and Geriatric Depression Scale (GDS) questionnaires, and analyzed using the SPSS version 27.0 program. Next, the research data was analyzed using Univariate and Bivariate analysis. The results of the research show the prevalence of cognitive impairment in the elderly at the Posyandu for the Elderly, Rambutan Village, Ciracas District, East Jakarta City. It is known that of the 84 elderly people who were interviewed, there were 31 respondents with a normal level of cognitive function and 53 respondents with impaired cognitive function. The prevalence of normal levels of depression was 57 respondents and 27 other respondents experienced depression. Bivariate analysis showed that there was a relationship between cognitive function and depression level. The result, there is a relationship between cognitive function and depression, where someone who is depressed will experience difficulty in maintaining a balance between thoughts of trusting. In the Islamic view, there is a relationship between cognitive function and depression, where someone who is depressed will experience difficulty in maintaining a balance between thoughts of trusting the will of Allah SWT and making him feel worried.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Apel (Malus domestica) dengan Metode Reducing Power dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Azzahra, Shabrina; Sri Utami, Sri Utami; Gunawan, Andri
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4113

Abstract

Antioksidan ialah zat yang mencegah ataupun menghambat rusaknya sel karena oksidasi radikal bebas. Radikal bebas adalah sebuah molekul yang mempunyai satu ataupun lebih elektron yang tak memiliki pasangan yang dapat menyebabkan penyakit kanker, stroke, jantung serta penuaan dini. Antioksidan alami dapat diperoleh dari makanan atau minuman yang ada pada sayur-sayuran serta buah-buahan, seperti buah apel. Antioksidan sintetis yang sengaja ditambahkan dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi, seperti Butil Hidroksi Anisol (BHA). Metode reducing power ialah bagian dari metode guna menetapkan kandungan antioksidan dari ekstrak tertentu dengan cara spektrofotometri. Ajaran islam bertujuan memelihara keselamatan agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Oleh karena itu, segala sesuatu yang memberi manfaat bagi tercapainya tujuan tersebut diperintahkan, dianjurkan atau diizinkan untuk dilakukan. Riset ini memiliki tujuan guna menyelidiki kegiatan antioksidan dalam ekstrak etanol buah apel dan pandangan Islam terhadap buah-buahan, antioksidan serta pengunaan etanol. Hasil dari penelitian ini didapatkan antioksidan yang terkandung dalam sampel tidak aktif, dilihat dari hasil tiga kali uji dan dibandingkan dengan hasil absorbansi larutan standar. Antioxidants are substances that prevent or inhibit cell damage due to free radical oxidation. Free radicals are molecules that have one or more unpaired electrons that can cause cancer, stroke, heart disease and premature aging. Natural antioxidants can be obtained from food or drinks contained in vegetables and fruit, such as apples. Synthetic antioxidants that are deliberately added to the food or drink consumed, such as Butyl Hydroxy Anisole (BHA). The reducing power method is a method for determining the antioxidant content of certain extracts spectrophotometrically. Islam teaches aim to maintain the safety of religion, soul, mind, lineage and property. Therefore, everything that benefits the achievement of these goals is ordered, recommend or permitted to be done. This research aims to determine the antioxidant activity in the ethanol extract of apples and the Islamic views on fruit, antioxidants and the use of ethanol. The results of this research showed that the antioxidant contained in the samples were inactive, seen from the results of three tests and compared with the absorbance results of the standard solution.
Hubungan Pengetahuan Menstruasi Dengan Perilaku Personal Hygien Saat Menstruasi pada Siswi SMP Global Islamic School Condet Pratiwi, Meilani; Maulidya, Siti; Riani, Siti Nur; Qomariyah, Qomqriyah
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4125

Abstract

Pendahuluan: Menstruasi merupakan kejadian alami dari siklus reproduksi perempuan. Kesehatan reproduksi perempuan sangat dipengaruhi oleh perilaku personal hygiene terutama saat menstruasi. Perilaku personal hygiene dipengaruhi oleh pengetahuan tentang menstruasi. Personal hygiene atau perawatan kebersihan diri pada saat menstruasi dikalangan remaja harus sangat diperhatikan, karena biasanya mereka baru mengalami menstruasi dan belum mengetahui pentingnya personal hygiene saat menstruasi. Metodologi: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif secara observasi analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswi SMP Global Islamic School Condet. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 160 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui Google Form. Uji statistik memakai uji Chi-Square danFisher’s Exact Test. Hasil: Pada penelitian ini terdapat 111 responden memiliki pengetahuan tentang menstruasi dan perilaku personal hygiene yang baik. Hasil uji Analisa menggunakan metode Fisher’s Exact Testdidapatkan p-value 0,000, nlai tersebut <0,05 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan menstruasi dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada siswi SMP Global Islamic School Condet. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan menstruasi dengan perilaku personal hygienepada siswi SMP Global Islamic School Condet. KATA KUNCI Pengetahuan Menstruasi, Menstruasi, Personal Hygiene, Siswi SMP.
Hubungan antara Tingkat Stres dengan Kejadian Acne vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Qurratul Ain; Purwaningsih, Endang; Ali Ma’sum, Ali Ma’sum
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4189

Abstract

Pendahuluan: Penyakit pada kulit yang sering timbul pada usia peralihan menuju dewasa ialah Acne vulgaris yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor intrinsik dan ekstrinsik. Salah satu faktor ekstrinsiknya ialah stres. Stres merupakan keadaan di bawah tekanan yang dapat mempengaruhi mental seseorang dan dapat dialami segala kalangan usia termasuk mahasiswa. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara stres dan kejadian Acne vulgaris. Dalam Islam, stres diartikan sebagai cobaan yang diberikan Allah SWT. Ketika mengalami stres, sudah seharusnya sebagai umat Islam berusaha untuk mengelola stres tersebut agar kedepannya tidak menimbulkan penyakit maupun keburukan terhadap diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres terhadap kejadian Acne vulgaris pada mahasiswa FK YARSI Angkatan 2021. Metodologi: Penelitian kuantitatif bersifat analitik dengan pendekatan cross-sectional pada mahasiswa FK YARSI Angkatan 2021 dengan jumlah sampel minimal 150. Data primer diambil menggunakan kuesioner Perceived Stres Scale (PSS-10) dan lembar observasi Acne vulgaris. Data akan dianalisis secara univariat dan bivariat pada SPSS menggunakan uji Chi-Square dengan p-value <0,05. Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat stres sedang (77,9%) dan memiliki Acne vulgaris (50,6%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan kejadian Acne vulgaris (p>0,05). Simpulan: Tidak ada hubungan bermakna antara tingkat stres dan kejadian Acne vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021. Introduction: Skin diseases that often arise in the transitional age to adulthood is Acne vulgaris which can be influenced by several intrinsic and extrinsic factors. One of the extrinsic factors is stress. Stress is an underpressure condition that can affect person's mentality and can be experienced by all ages including students. Previous research suggests that there is a significant relationship between stress and the incidence of Acne vulgaris. In Islam, stress is defined as a trial given by Allah Almighty. When experiencing stress, Muslims should manage the stress so that it does not cause disease or harm to themselves. This study aims to determine the relationship between the level of stress on the incidence of Acne vulgaris in students of FK YARSI 2021 and their views according to Islam. Methodology: Analytical quantitative research with a cross-sectional approach on students of FK YARSI 2021 with a minimum sample number of 150. Primary data were taken using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire and the Acne vulgaris observation sheet. Data will be analyzed univariately and bivariately on SPSS using Chi-Square test with p-value <0.05. Results: Univariate analysis showed that the majority of respondents had moderate stress levels (77.9%) and had Acne vulgaris (50.6%). Bivariate analysis showed that there was no relationship between stress level with the incidence of Acne vulgaris (p>0.05). Conclusion: There is no significant relationship between stress levels and the incidence of Acne vulgaris in Students of FK YARSI 2021.

Page 1 of 2 | Total Record : 18