cover
Contact Name
Zidnal Falah
Contact Email
cerdikapublikasiindonesia@gmail.com
Phone
+6285322218207
Journal Mail Official
cerdikapublikasiindonesia@gmail.com
Editorial Address
Greendland Sendang Residence Blok H.1 Sendang, Kec. Sumber, Kab. Cirebon , Cirebon, Provinsi Jawa Barat, 45611
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 27746291     EISSN : 27746534     DOI : 10.36418
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia adalah jurnal yang diterbitkan sebulan sekali oleh CV. Publikasi Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia akan menerbitkan artikel ilmiah dalam lingkup ilmu sosial, sains dan ilmu kesehatan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian atau kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini atau ulasan buku ilmiah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,938 Documents
Evaluasi Tingkat Kepuasan Pasien BPJS Rawat Jalan Terhadap Standar Pelayanan Kefarmasian di Rsau Lanud Sulaiman Bandung Nurhidayah, Amelia Siti; Emelia, Rida
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.300

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan medis menuntut terselenggaranya pelayanan yang bermutu di bidang kesehatan. Layanan luar biasa terbukti dari tingkat kepuasan pasien. Kepuasan pasien merupakannpenilaianndari seseorang antarrkinerja pelayanan yanggdirasakan danndiharapkan. Jika pasien sering merasa tidak puas maka mutu pelayanan harus di tingkatkan. Tujuan: Penelitiannini bertujuan untukkmengevaluasi tingkat kepuasannpasien BPJS rawat jalan terhadapppelayanan kefarmasian. Dan mengetahui hubungan anatara karakteristik responden terhadap tingkat kepuasan pasien Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik untuk mencari hubungan antara variabel, Dengan menggunakan metode potong lintang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan resep BPJS rawat jalan yang masuk. Sampel yang dipakai sebanyak 93 responden. Hasil: Dari penelitian ini didapatkan hasil presentase responden merasa sangat puas pada dimensi kehandalan dengan presentase sebanyak 89,7%, responden merasa sangat puas pada dimensi ketanggapan dengan presentase sebanyak 88,3%, responden merasa sangat puas pada dimensi empati dengan presentase sebanyak 88,8%, responden merasa  puas pada dimensi berwujud dengan presentase 81,6%, dan pada dimensi jaminan responden merasa sangat puas dengan presentase 88,6%. Pada karakteristik pasien (jenis kelamin, umur, pekerjaan dan edukasi) didapatkan p-value > 0,05 yang menunjukkan tidak ada keterkaitan antara karakteristik dengan tingkat kepuasan pasien. Kesimpulan: Secara kesuluruhan kepuasan pasien BPJS rawat jalan dengan standar pelayanan kefarmasian di RSAU Lanud Sulaiman Bandung pada semua dimensi mendapatkan kategori sangat puas dengan keseluruhan persentase 87,4%. Tidak ada keterkaitan yang bermakna antara karakteristik responden dengan tingkat kepuasan pasien.
Hubungan Beban Kerja dengan Kinerja Karyawan di Ruang Filling Instalasi Rekam Medis RSUD Sekayu Sumantri, Beri; Gunawan, Erix
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.301

Abstract

Latar Belakang:  Beban kerja adalah jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan oleh suatu kelompok atau individu dalam jangka waktu tertentu. Kinerja adalah hasil dari apa yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing. Ruang pengisian formulir tidak lepas dari petugas rekam medis yang bekerja di ruangan tersebut. Guna menjaga keseimbangan antara beban kerja dan kinerja, staf rumah sakit harus memiliki standar khusus agar pejabat tidak merasa beban kerja tidak seimbang dengan kinerja staf. Tujuan: Penelitian ini bertujuan guna mengetahui hubungan beban kerja dengan kinerja karyawan di Ruang Filling Instalasi Rekam Medis RSUD Sekayu. Metode:  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional melalui pendekatan cross sectional. Teknik analisis data yang digunakan adalah chi-square dan menggunakan software komputer SPSS24.0. Populasi yang menjadi unit analisis dalam penelitian ini adalah pegawai Unit Rekam Medis RSUD Sekayu, dengan teknik sampling sebanyak 10 responden. Hasil:  Hasil untuk variabel umur univariat menunjukkan bahwa di antara 10 responden dalam penelitian, mayoritas berusia antara 25-35, yaitu 4 (40,0%), sedangkan 6 berusia antara 35-50 ( 60,0%). ). Jenis kelamin pemasang rekam medis sebagian besar perempuan, dengan 8 (80,0%), 2 laki-laki (20,0%), 2 sarjana (20,0%), hingga 5 D3 (50,0%) dan 3 SMA (30,0%), status pekerjaan tetap 9 (90,0%) bukannya 1 (10,0%). Kesimpulan: Menurut temuan dari penelitian, tidak ada hubungan antara beban kerja dan kinerja karyawan.
Perancangan Sistem Informasi Kelengkapan Persyaratan Klaim BPJS Rawat Jalan di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Astuti, Selly Indah; Kadarusman`, Depi Julvianingsih; Syahidin, Yuda; Hidayati, Meira
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.302

Abstract

LatarBelakang : Jaminan kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh pemeliharaan kesehatan dan perlindungan kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yaitu BPJS. BPJS merupakan badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan serta dibawah kordinasi langsung oleh pemerintah. Kelengkapan dalam berkas rekam medis sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kecepatan penangihan klaim BPJS.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengetahui faktor kelengkapan berkas klaim BPJS rawat jalan yang di kembalikan oleh pihak BPJS kepada pihakRumah Sakit.Metode : Jenis metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif dengan pendekatan deskritif. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan cara Studi Pustaka, Wawancara, dan Observasi.Hasil : Dari hasil penelitian menunjukan bahwa Kelengkapan berkas rekam medis sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kecepatan penangihan klaim BPJS. Begitu pula terdapat hubungan antara Rancangan sistem rumah sakit dan rancangan sistem BPJS kesehatan, agar memudahkan akses berjalan lancar.Kesimpulan : Pada perancangan sistem informasi klaim BPJS rawat jalan di Rumah Sakit telah tersistematis dan penginputan data dilakukan menggunakan program.Untuk membantu mengurangi ketidak lengkapan berkas maka prosedur pendaftaran pasien BPJS Rawat Jalan harus sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dokumen/ berkas persyaratan yang digunakan untuk pengklaiman harus sesuai dengan kesepakatan yang ditentukan oleh Rumah Sakit dan pihak BPJS kesehatan. Penyebab keterlambatan klaim dari aspek kelengkapan berkas pengajuan klaim BPJS sering terdapat kesalahan pada surat rujukan, tidak adanya diagnosa dokter atau tanda tangan dokter, dan tidak adanya fotocopy kartu BPJS.
Analisis Pemusnahan Rekam Medis Rawat Jalan Puskesmas Haurngombong Sumedang Tahun 2021 Irpansyah, Fikri; Hidayati, Meira
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.303

Abstract

Latar Belakang: Berkas rekam medis harus dimusnahkan, hal ini dikarenakan jumlah berkas rekam medis di puskesmas terus bertambah sehingga ruang penyimpananakan penuh dan tidak mencukupi lagi untuk berkas yang baru. Pemusnahan berkas rekam medis adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak puskesmas dengan tujuan mengurangi penumpukan berkas rekam medis di ruang penyimpanan. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan pemusnahan berkas rekam medis di puskesmas Haurngombong. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripsi kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, dan menggambarkan. Metode yang digunakan adalah wawancara, pengamatan dan pemanfaatan berkas rekam medis. Hasil: Hasil penelitian di puskesmas Haurngombong terdapat 4 rak penyimpanan dan terletak di belakang pendaftaran, pelaksanaan pemusnahan di puskesmas Haurngombong dilakukan setiap 5 tahun sekali dan ketika pemusnahan belum terdapat surat perintah pemusnahan dan berita acara pemusnahan. Upaya penyelesaian permasalahan yaitu memperbaiki Standar Prosedur Operasiol (SPO) dengan mengadakan surat perintah dari kepala puskesmas dan berita acara pemusnahan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil wawancara terhadap petugas puskesmas sudah dilakukan pemusnahan terhadap berkas rekam medis medis setiap 5 tahun sekali dengan cara dibakar dan dengan penghancur kertas namun belum sesuai dengan system pemusnahan menurut Permenkes RI No.269/MENKES/Per/III/2008, karna semua berkas dimusnahkan dengan cara dibakar tanpa sesuai dengan prosedur pemusnahan.
Tinjauan Kelengkapan Pengisian Resume Medis Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Umum Sekayu Musi Banyuasin Firmansyah, Firmansyah; Gunawan, Erix
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.304

Abstract

Latar Belakang: Kualitas mutu rumah sakit dapat dilihat pada tingkat kelengkapan rekam medisnya, salah satunya pada tingkat kelengkapan resume medis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan dan faktor yang mempengaruhi ketidaklengkapan pengisian resume medis pasien rawat inap ruang Petanang Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu Musi Banyuasin Triwulan II 2021. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 lembar resume medis serta instrumen penelitian ini wawancara dan cheklist observasi. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persentase kelengkapan pengisian resume medis di ruang Petanang triwulan II 2021 sebesar 73,3% dan persentase ketidaklengkapan resume medis sebesar 26,7%. Faktor yang mempengaruhi ketidaklengkapan resume medis antara lain adalah keterbatasan waktu dokter dan kurangnya ketelitian dari dokter yang merawat pasien. Kesimpulan:  Berdasarkan hasil penelitian faktor penyebab ketidaklengkapan dalam pengisian formulir resume medis rawat inap ruang Petanang Triwulan II 2021 diantaranya Dokter sibuk dan mempunyai jadwal yang padat dan kebijakan pengisian resume medis kurang disosialisasikan.
Faktor-Faktor Penyebab Tidak Ditemukan Berkas Rekam Medis di Rak Penyimpanan di Rumah Sakit Fadhilah Tahun 2021 Adha, Muhamad Aji; Gunawan, Erix
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.307

Abstract

Latar Belakang: Rekam medis merupakan dokumen penting bagi setiap institusi pelayanan medis untuk melayani pasien, karena rekam medis mencakup data pribadi pasien dan situasi perawatan saat diperiksa di institusi medis. Di instalasi rekam medis RS Fadila, rekam medis rawat jalan harus dikembalikan setelah pasien selesai pemeriksaan, sedangkan rekam medis rawat inap harus dikembalikan dalam waktu 1x24 jam. Pengamatan pada 1 Juli 2021 dan 31 Juli 2021 menunjukkan bahwa dari 1.526 berkas rekam medis, 34 (2,2%) tidak ditemukan di rak penyimpanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan tidak adanya berkas rekam medis di rak penyimpanan Rumah Sakit Fadhilah pada tahun 2021. Metode: Kajian ini merupakan kajian deskriptif menggunakan kaedah kualitatif dan reka bentuk keratan rentas. Kaedah mengumpul data secara pemerhatian. Hasil: Hasil penelitian selama 1 bulan menunjukkan 34 (2,2%) dari 135 rak rekam medis tidak ditemukan. Hal ini disebabkan 2 (29%) file tidak beraturan di rak penyimpanan, 2 (29%) file tidak aktif untuk dokter lengkap dan 3 (43%) file rekam medis karena ujian tidak digunakan dalam 5 tahun. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian di atas, tidak ditemukan faktor-faktor di rak penyimpanan yang menyebabkan berkas rekam medis, mulai dari berkas aktif paling tinggi hingga susunan berkas yang salah dan integritas dokter paling rendah.
Evaluasi Penggunaan Obat Kortikosteroid pPada Penderita Penyakit Dermatitis di RSAU dr. M. Salamun Bandung Depa Alamsyah, Kalpani; Emelia, Rida
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.308

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis adalah peradangan kulit (epidermis dan dermis) di bawah pengaruh faktor eksogen dan endogen, yang mengakibatkan kelainan fluoresensi polimorfik secara klinis (eritema, edema, papula, lepuh, scaling, likenifikasi) dan Gejala pruritus. (oligomorf). Dermatitis cenderung menetap dan menjadi kronis. Terapi penyakit dermatitis biasanya menggunakan kortikosteroid, ketidaksesuaian penggunaan obat kortikosterid dapat menimbulkan efek samping baik lokal maupun sistemik Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan kortikosteroid pada pasien dermatitis dan memperoleh gambaran kesesuaian penggunaan obat kortikosteroid pada penderita penyakit dermatitis di RSAU dr. M. Salamun Bandung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan metode penelitian deskriptif evaluasi retrospektif. Penelitian ini bersifat non eksperimen. Sampel yang digunakan adalah rekam medis seluruh pasien dermatitis dan resep obat dari dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin. Populasi penelitian adalah kurang lebih 150 pasien dermatitis. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa faktor jenis kelamin dan usia pasien sangat berpengaruh terhadap timbulnya penyakit dermatitis selain itu juga didapatkan bahwa faktor ketepan penggunaan obat kortikosteroid yaitu tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis dan tepat pasien. Kesimpulan: Dari hasil penelitian yang mengevaluasi penggunaan kortikosteroid pada pasien dermatitis, dapat disimpulkan bahwa kortikosteroid yang paling banyak digunakan adalah Desoximethason 0,025% Krim untuk kortikosteroid topikal dan Metilprednisolon 4mg untuk kortikosteroid oral yang digunakan untuk pasien dermatitis di RSAU dr. M. Salamun Bandung.
Faktor Keterlambatan Distribusi Rekam Medis Rawat Jalan dengan Metode Fishbone di Rumah Sakit Pertamina Prabumulih Mistrati, Isro; Agustina, Indah
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.309

Abstract

Latar Belakang: Guna mencapai tujuan pelayanan kesehatan optimal perlu adanya sistem yang baik sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan di Rumah Sakit. Optimalnya kualitas pelayanan kesehatan salah satunya dapat dilihat dari ketepatan waktu pendistribusian rekam medis. namun beberapa hal dapat membuat penditribusian  rekam medis menjadi terlambat. Tujuan:  Menganalisis faktor keterlambatan distribusi rekam medis rawat jalan dengan metode Fishbone di Rumah Sakit Pertamina Prabumulih. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menganalisa di ruang penyimpanan menggunakan diagram fishbone dengan melihat dari beberapa komponen yaitu Manusia (Man Power), Metode (Methods), Mesin (Machine), Material (Materials) dan Inspeksi (Measurment). Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu kunjungan perhari pasien rawat jalan sebanyak 196 pasien dan sampel yang diambil yaitu 100 rekam medis. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan faktor utama penyebab keterlambatan distribusi karena petugas distribusi hanya 1 orang, dan berdasarkan hasil penelitian sebelumnya oleh Yuni Marliani pada bulan Agustus 2020 bahwa penyebab lainnya karena fasilitas ruang penyimpanan kurang memadai sehingga memperlambat petugas dalam pengambilan rekam medis di lemari penyimpanan. Adapun waktu rata-rata distribusi rekam medis pada pasien lama secara keseluruhan adalah 14 menit 31 detik sedangkan waktu rata-rata pasien baru secara keseluruhan adalah 13 menit 15 detik. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak cukupnya petugas di bagian distribusi rekam medis, belum ada  komputer di ruang filling, belum terlaksananya rekam medis elektronik, belum ada kebijakan untuk memberi reward and punishment kepada petugas yang terkait, Rapat komite medis tidak pernah membahas masalah yang ada di unit Rekam Medis mengenai pendistribusian rekam medis rawat jalan.
Evaluasi Pelayanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Swamedikasi Obat Terhadap Pasien di Apotek Cicaheum Farma Kota Bandung Mirawati, Novi; Rusmana, Wempi Eka
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i2.310

Abstract

Latar Belakang: Sebelum masyarakat memutuskan untuk mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan, banyak dari mereka yang melakukan cara mengobati diri sendiri atau yang disebut swamedikasi (self medication). Sesuai yang dijelaskan dalam Departemen Kesehatan Republik Indonesia Tahun 1993, swamedikasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit yang sedang dideritanya tanpa terlebih dahulu melakukan konsultasi kepada dokter. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana palayanan komunikasi, informasi dan edukasi obat swamedikasi yang diberikan oleh Tenaga Teknis Kefarmasian di Apotek Cicaheum Farma Kota Bandung. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif evaluatif dengan menggunakan teknik observasi dan cheklist untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil: Dari hasil penelitian yang dilakukan kepada 40 pasien ditemukan sebagian besar belum mendapatkan pelayanan komunikasi, informasi dan edukasi yang efektif. Pelayanan yang diberikan hanya berfokus pada pelayanan komunikasi yang ramahtamah kepada pasien. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan kepada 40 pasien yang membeli obat swamedikasi sebagian besar belum mendapatkan pelayanan komunikasi, informasi dan edukasi yang efektif. Pelayanan yang diberikan hanya berfokus pada pelayanan komunikasi yang ramahtamah kepada pasien.
Pola Peresepan Obat Antihipertensi Terhadap Pasien Hipertensi Rawat Jalan di RSAU Dr.M. Salamun Rahmat, Pedia Zahwa; Emelia, Rida
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.311

Abstract

Latar Belakang: Pasien hipertensi yang telah melakukan pemeriksaan ke dokter, biasanya diberi pilihan untuk menjalankan terapi. Terapi yang sering dipilih adalah terapi obat yang sering melibatkan penulisan resep. Pada lembar resep obat antihipertensi dapat diperoleh informasi mengenai profil penggunaan obat antihipertensi seperti jenis obat, kekuatan sediaan, jumlah obat, dan aturan pemakaian obat yang digunakan untuk pengobatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi terhadap pasien rawat jalan RSAU dr. M Salamun. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan kuantitatif dimana data diperoleh dengan pendekatan retrospektif yaitu dengan melihat kembali, mengumpulkan dan mencatat resep yang mengandung obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan RSAU DR. M. Salamun. Hasil: Hasil penelitian yang didapatkan dari total 240 resep berdasarkan pola peresepan berdasarkan jenis kelamin dan usia terbanyak adalah pasien wanita sejumlah 127 pasien (52,92%) dan usia terbanyak adalah ? 50 tahun sebanyak 188 pasien (78,33%), berdasarkan jenis obat yang sering diresepkan adalah bisoprolol 152 obat (20,82%), golongan obat yang sering diresepkan adalah penghambat ARB sebanyak 164 obat (22,47%) dan kombinasi obat hipertensi paling banyak adalah adalah kombinasi 3 obat sebanyak 104 resep (43,33%). Kesimpulan: Pasien terbanyak berjenis kelamin wanita sesuai dengan teori faktor resiko wanita lebih beresiko terkena hipertensi karena wanita mengalami masa menopause dan dapat diketahui juga usia pasien tebanyak adalah ? 50 tahun yang juga sesuai dengan teori lebih beresiko terkena hipertensi. Pasien lebih sering mendapatkan kombinasi 3 obat antihipertensi. Berdasarkan penelitian pola peresepan obat antihipertensi sesuai terhadap pasien hipertensi RSAU dr.M. Salamun.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 12 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 11 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 10 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 9 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 8 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 7 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 6 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 12 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 11 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 10 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 03 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 9 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 8 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 7 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 6 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 5 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 12 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 11 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 10 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 09 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 08 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 7 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 6 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 5 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 4 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 12 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 11 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 10 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 9 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 8 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 7 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 6 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 5 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 4 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 12 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 7 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 6 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 5 (2021): CERDIKA: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 4 (2021): Cerdika : Jurnal ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 3 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): CERDIKA: Jurnal Ilmiah Indonesia More Issue