cover
Contact Name
Aulia Rahman
Contact Email
auliarahman1985@unsam.ac.id
Phone
+6285226355407
Journal Mail Official
auliarahman1985@unsam.ac.id
Editorial Address
https://ejurnalunsam.id/index.php/jsnbl/about/editorialTeam
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan
Published by Universitas Samudra
ISSN : 23560770     EISSN : 26852705     DOI : 10.33059/jsnbl.v10i2
The Seuneubok Lada journal only publishes scientific works resulting from empirical and theoretical research to develop science. The focus of the Seuneubok Lada Journal is the field of historical education, social history and culture. History education includes the study of history education in schools which include; 1. History Teaching Methods, 2. History Education Curriculum, 3. History Education Management and Technology while social and cultural history includes; 1. Archaeological Studies 2. Ethnographic Studies 3. Social and Cultural Anthropological Studies 4. Social and Political History Studies 5. Hysterography
Articles 251 Documents
Eksistensi Senjata Mothik Dalam Kehidupan Masyarakat Di Ponorogo Ahmad Syaifuddin Nur Wahid; Wahyu Sri Mukti Lestari; Isna Febi Nur Azizah; Muhammad Arief Labibur Rohman; Andhita Risko Faristiana
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan Vol 13 No 1 (2026): JURNAL SEUNEUBOK LADA (In Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v13i1.14875

Abstract

Penelitian ini mengkaji eksistensi senjata Mothik dalam kehidupan masyarakat Ponorogo serta perkembangan, jenis, penggunaan bahan, perubahan, dan upaya pelestariannya di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi dan wawancara bersama komunitas Pangrekso Mothik Ponorogo (PRAMONO), khususnya Muhammad Masrofiqi Maulana dan Muhammad Ariffin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mothik merupakan senjata praktis, bukan sebagai benda pusaka yang bersifat mistis. Identitas budayanya terbentuk melalui fungsi bela diri, keterkaitannya dengan warok dan tradisi Reog Ponorogo, serta memori kolektif masyarakat. Razia senjata Mothik pada tahun 1970-an menjadi titik balik yang menyebabkan berkurangnya penggunaan dan pengetahuan tentang Mothik, sehingga pelestarian kini tidak hanya berfokus pada bendanya, tetapi juga pada pemulihan sejarah dan identitas budayanya.