cover
Contact Name
Mohamad Aprianto Paneo
Contact Email
apriyanto07@ung.ac.id
Phone
+6282292479459
Journal Mail Official
pharmsociety@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 06, Kota Tengah, Kota Gorontalo, 96128, Gorontalo, Indonesia.
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society
ISSN : -     EISSN : 28295064     DOI : 10.37905/phar.soc.v2i3.20816
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society merupakan Jurnal yang dirilis oleh Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo. Pengembangan Jurnal ini bekerja sama dengan Organisasi Profesi Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Gorontalo Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society menerima publikasi dari dosen, mahasiswa dan semua kalangan yang terkait dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian dan bidang-bidang ilmu lainnya. Jurnal ini telah memiliki nomor e-ISSN 2829-5064 dan tentunya dengan kehadiran jurnal ini dapat membantu dalam menyebarluaskan ide-ide, kegiatan pengabdian, dan hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk menangani permasalahan ataupun problematika yang ada di masyrakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society berfokus pada : Pelayanan kepada masyarakat. Pelatihan (Training), Pemecahan masalah (Problem solving), dan Keterbaharuan teknologi tepat guna Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan wilayah tertinggal/kurang maju Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Articles 136 Documents
Implementasi Gerakan PATUH dan LITTEA Menuju Kampung Bebas Hipertensi Desa Tenggela, Tilango, Gorontalo Prisca Safriani Wicita; Mohamad Usman Nur; Zulfiah Idris; Fadhilah Rizqa Husain; Siti Alichia Henga; Siti Rahmawati Adam; Yayu Wahyuni Kaharu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38870

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang berkontribusi besar terhadap peningkatan angka morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular, seperti penyakit jantung iskemik dan stroke. Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg yang dapat menyebabkan kerusakan organ apabila tidak dikendalikan secara optimal. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 25,8% pada kelompok usia ≥18 tahun, sedangkan Provinsi Gorontalo termasuk daerah dengan prevalensi tinggi sebesar 29,0%. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif berbasis pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan serta pengendalian hipertensi melalui edukasi Gerakan “PATUH” dan pelatihan pemanfaatan bahan alam lokal menjadi minuman herbal “LITTEA” di Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pelatihan penggunaan tensimeter digital, demonstrasi pembuatan minuman herbal “LITTEA”, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait hipertensi, ditunjukkan oleh nilai pre-test sebesar 61,3% yang meningkat menjadi 97,5% pada post-test. Selain itu, prevalensi masyarakat dengan tekanan darah tinggi mengalami penurunan dari 40% menjadi 25% setelah implementasi program. Program ini juga meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan pengukuran tekanan darah dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan demikian, edukasi Gerakan “PATUH” dan pemanfaatan herbal “LITTEA” efektif dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi berbasis masyarakat. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mewujudkan kampung bebas hipertensi.
Edukasi Kesehatan dan Pembuatan Jamu Serbuk Instan Tanaman Lokal sebagai Terapi Komplementer Mulyadi Prasetyo; Hidayah Karuniawati; Juliana Baco
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38927

Abstract

Permasalahan kesehatan di pedesaam masih sering dijumpai dan umumnya berkaitan erat dengan perilaku hidup sehari-hari, kondisi lingkungan, serta keterbatasan akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan. Salah satu upaya strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Beberapa penyakit yang menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi di desa Ampera yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Hipertensi yang menjadi perhatian seius karena masih menjadi 10 besar teratas penyakit yang di derita oleh masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi kesehatan dan pembuatan jamu serbuk instan menggunakan tanaman lokal masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Ampera, Konawe Selatan sebanyak 42 orang pada bulan Februari 2026. Metode yang digunakan menggunakan desain pre-test post-test grup. Rata-rata nilai pre-test peserta sebesar 63,81 dan nilai rata-rata setelah post-test 75,24 sehingga terdapat peningkatan rata-rata skor sebesar 11,43 poin. Hasil uji statistik Uji T Paired Test juga menunjukkan nilai p-value 0,000 (0,005) yang menunjukkan terdapat perbedaan yang signfikan sebelum dan sesudah dillakukannya intervensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat kepada masyarakat di Desa Ampera dengan terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan intervensi edukasi kesehatan mengenai PHBS, pencegahan hipertensi dan ISPA serta pembuatan jamu serbuk instan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Ampera sebagai terapi komplementer. Kegiatan pengabdian masyarakat hendaknya continue dilakukkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan khususnya di daerah pedesaan.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Pencegahan Diare Pada Siswa Sekolah Dasar di SDK Kumba 1 Mariana Anjeli; Nelviana Murti; Patriciana Efrin; Viviana Hamat; Olivera A Adar; Maria Maximiliana Bebhe
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38738

Abstract

Para siswa dan siswi SDK Kumba 1 mengikuti program edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan diare. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri serta lingkungan sekitar. Kebiasaan hidup yang tidak bersih, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan dan mengonsumsi makanan yang kurang sehat, menjadi salah satu penyebab utama diare pada anak-anak usia sekolah. Kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang melibatkan 50 siswa kelas V dan VI. Hasil pre-test mengungkapkan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, yaitu sebesar 70%. Namun, setelah diberikan edukasi menggunakan metode interaktif serta penyampaian materi yang menarik, terjadi peningkatan yang signifikan pada hasil post-test, di mana 80% siswa menunjukkan pengetahuan yang baik. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bagian dari upaya dalam membangun kesehatan.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik Di Wilayah Banyumas Galih Samodra; Fhadilla Risky Cahyani; Fikih Febriawan; Hanifah Dzakiyyatunnisa; Laela Suci Nofiyanti; Lusia Usun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.39123

Abstract

Resistensi antimikroba  di Indonesia masih tergolong tinggi akibat kurangnya edukasi masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang benar. Kelompok lanjut usia dengan tingkat pendidikan dasar merupakan salah satu demografi yang paling rentan terhadap risiko keterbatasan pemahaman ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang antibiotik pada masyarakat lansia di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Timur II dan Posyandu Lansia Kelurahan Pasir Kidul. Penelitian ini menggunakan desain studi intervensi edukatif melalui pendekatan one-group pre-test and post-test design terhadap 30 peserta. Intervensi dilakukan selama 30–45 menit menggunakan kombinasi media PowerPoint dan pembagian leaflet, lalu data dianalisis secara statistik menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pengetahuan awal peserta tergolong rendah dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 4,7 ± 1,83. Setelah diberikan intervensi terstruktur, terjadi peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata post-test menjadi 9,17 ± 0,69, di mana seluruh peserta (100%) berhasil mencapai kategori baik. Uji statistik Wilcoxon memperkuat hasil tersebut dengan nilai signifikansi p=0,000(p0,05), yang membuktikan adanya perbedaan pemahaman yang sangat signifikan setelah intervensi diberikan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan promosi kesehatan menggunakan metode visual melalui PowerPoint dan leaflet terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman penggunaan antibiotik pada masyarakat lansia berpendidikan dasar, sekaligus menjadi langkah preventif strategis dalam menekan risiko resistensi.  
Pembuatan dan Launching Website GAS (Gizi Anak Seimbang): Inovasi Edukasi Digital Gizi Balita di Desa Pentadio Barat Nirwanto k rahim; Dewi Suraynigsih Hiola; Zulkifli B Pomalango; Ibrahim Suleman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.34232

Abstract

Gizi balita merupakan faktor fundamental dalam menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan sumber daya manusia di masa depan. Tantangan seperti stunting dan gizi kurang masih menjadi masalah serius di Indonesia. Pemanfaatan teknologi digital dinilai sebagai strategi potensial dalam meningkatkan akses informasi gizi di masyarakat pedesaan. Program ini bertujuan untuk mengembangkan dan meluncurkan Website GAS (Gizi Anak Seimbang) sebagai inovasi edukasi digital gizi balita di Desa Pentadio Barat. Program dilaksanakan pada 5–18 Juli 2025 melalui pendekatan partisipatif. Tahapan meliputi: (1) perancangan konten edukasi gizi, (2) pengembangan website interaktif dengan fitur kalkulator gizi, artikel edukasi, dan menu MP-ASI lokal, (3) sosialisasi kepada kader dan ibu balita, serta (4) launching website di aula desa. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan diskusi kelompok terfokus. Website GAS berhasil dikembangkan dalam waktu empat hari dan mendapat respon positif dari masyarakat. Fitur kalkulator gizi dan panduan MP-ASI lokal dinilai sangat membantu orang tua dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Program juga meningkatkan literasi digital kader desa, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan literasi digital pada sebagian masyarakat.Kesimpulan: Website GAS menjadi inovasi tepat guna dalam mendukung edukasi gizi balita dan pencegahan stunting di tingkat desa. Program ini memperlihatkan potensi besar integrasi teknologi digital dalam pengabdian masyarakat. Keberlanjutan implementasi memerlukan dukungan kelembagaan, pembaruan konten, serta pendampingan masyarakat secara berkelanjutan
Pemeriksaan Kolesterol Gratis Dan Edukasi Pemanfaatan Jahe Merah Dan Kayu Manis Sebagai Herbal Antihiperlipidemia Nofita Nofita; Amellia Reza Amanda; Al Syirah Faiza; Amelinda Kustari; Johan Andrian; Anissa Fitriani; Adinda Rahmadini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38184

Abstract

Hiperlipidemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang masih banyak ditemukan pada masyarakat, termasuk di Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan kadar lipid darah, seperti kolesterol dan trigliserida, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan apabila tidak dikendalikan. Pemanfaatan bahan herbal lokal, seperti jahe merah dan kayu manis, berpotensi menjadi alternatif pendamping nonfarmakologis dalam upaya pengendalian hiperlipidemia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan jahe merah dan kayu manis sebagai upaya promotif dan preventif pengendalian hiperlipidemia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan dengan dukungan media edukatif, pemeriksaan kadar kolesterol sederhana, serta evaluasi pengetahuan melalui pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 dengan melibatkan 60 peserta yang didominasi kelompok usia dewasa akhir hingga pra-lansia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki kadar lipid darah pada kategori borderline tinggi hingga tinggi. Edukasi yang diberikan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat, ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 74% sebelum edukasi menjadi 92% setelah edukasi, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p 0,05). Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis pemanfaatan herbal lokal berpotensi menjadi strategi pendukung dalam pengendalian hiperlipidemia di tingkat masyarakat.