cover
Contact Name
Mohamad Aprianto Paneo
Contact Email
apriyanto07@ung.ac.id
Phone
+6282292479459
Journal Mail Official
pharmsociety@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 06, Kota Tengah, Kota Gorontalo, 96128, Gorontalo, Indonesia.
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society
ISSN : -     EISSN : 28295064     DOI : 10.37905/phar.soc.v2i3.20816
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society merupakan Jurnal yang dirilis oleh Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo. Pengembangan Jurnal ini bekerja sama dengan Organisasi Profesi Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Gorontalo Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society menerima publikasi dari dosen, mahasiswa dan semua kalangan yang terkait dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian dan bidang-bidang ilmu lainnya. Jurnal ini telah memiliki nomor e-ISSN 2829-5064 dan tentunya dengan kehadiran jurnal ini dapat membantu dalam menyebarluaskan ide-ide, kegiatan pengabdian, dan hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk menangani permasalahan ataupun problematika yang ada di masyrakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society berfokus pada : Pelayanan kepada masyarakat. Pelatihan (Training), Pemecahan masalah (Problem solving), dan Keterbaharuan teknologi tepat guna Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan wilayah tertinggal/kurang maju Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Articles 133 Documents
Edukasi Pemanfaatan dan Pembuatan Produk Minuman Bawang Dayak Tanaman Khas Kalimantan Untuk Penyakit Degeneratif Di SMA Negeri 12 Pontianak Ressi Susanti; Clara Ritawany Sinaga; Enggy erwansani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.35464

Abstract

Kalimantan memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, salah satunya adalah tanaman Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia), yang dikenal memiliki potensi tinggi sebagai obat tradisional untuk membantu pencegahan dan penanganan penyakit degeneratif seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan gangguan jantung. Pemahaman generasi muda, khususnya siswa di SMAN 12 Kota Pontianak, terhadap tanaman ini masih sangat minim. Tujuan dari Kegiatan PKM iniuntuk memberikan edukasi mengenai khasiat Bawang Dayak sebagai tanaman obat khas daerah serta mendorong penggunaannya secara tepat dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dan demonstrasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan edukatif, sesi diskusi, pelatihan pembuatan minuman herbal siap seduh, serta pengukuran pemahaman siswa dengan pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 72,24, sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 80,08. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar 7,84 poin atau peningkatan sekitar 10,85% pengetahuan setelah peserta mengikuti kegiatan edukasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini memberikan kesimpulan bahwa kegiatan bukan hanya sekadar memberi informasi, tetapi untuk mencetak kader kesehatan muda yang melek akan potensi lokal. Capaian utama yang diharapkan adalah terwujudnya komunitas belajar di SMAN 12 Kota Pontianak yang menjadi pelopor (pioneer) dalam pemanfaatan Bawang Dayak. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu memicu sebuah gerakan sadar kesehatan yang memadukan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal Kalimantan Barat
Pengaruh Edukasi Penyimpanan dan Konsumsi Suplemen Mikronutrien Ganda terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Untuk Pencegahan Oksidasi Suplemen di Puskesmas Salmah Handayani Lubis; Wiji Sri Kusumaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.37463

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dan salah satu penyebab utamanya adalah defisiensi zat besi. Suplemen Mikronutrien Ganda atau Multiple Micronutrient Supplement (MMS) direkomendasikan sebagai strategi pencegahan anemia, namun di tingkat masyarakat ditemukan keluhan perubahan warna MMS menjadi coklat tua atau kehitaman setelah penyimpanan beberapa bulan. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran dan berpotensi menurunkan kepatuhan konsumsi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai mekanisme oksidasi zat besi pada MMS serta cara penyimpanan dan konsumsi yang benar guna mencegah degradasi sediaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan quasi-experimental dengan desain one group pre-test dan post-test pada 16 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kebumen II, Jawa Tengah. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi dan leaflet edukatif. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menyimpan MMS di dapur (62,5%) dan memindahkan tablet dari kemasan Botol (56,25%). Rata-rata skor pengetahuan meningkat secara signifikan dari 57,5 menjadi 88,8 (p0,001) setelah edukasi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan terkait stabilitas sediaan dan faktor-faktor yang memengaruhi oksidasi. Disimpulkan bahwa perubahan warna MMS lebih banyak dipengaruhi oleh praktik penyimpanan yang tidak tepat dibandingkan kualitas produk, dan edukasi terstruktur merupakan solusi efektif untuk menjaga mutu serta mendukung keberhasilan program pencegahan anemia pada ibu hamil
Pelatihan dan Pendampingan Masyarakat Desa Baumata Timur Kabupaten Kupang Provinsi NTT Melalui Pemanfaatan Tanaman Lokal menjadi sediaan Instan dan Minuman Kesehatan untuk Stamina serta Pemulihan Penyakit Hepatitis Jefrin Sambara; Yulius Baki Korassa; Yorida Maakh; Satria Mandala Pua Upa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.34761

Abstract

Pendampingan masyarakat desa Baumata Timur merupakan upaya untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pembangunan desa serta program pemberdayaan masyarakat agar lebih berdaya, mandiri dan sejahtera. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk memberikan informasi dan keterampilan kepada masyarakat desa Baumata Timur dalam memanfaatkan tanaman lokal menjadi sediaan instan dan minuman kesehatan untuk stamina serta pemulihan penyakit hepatitis dengan metode pendekatan partisipatif. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memahami tanaman untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan stamina seperti: faloak, pasak bumi, jahe merah dan temulawak yang dibuat menjadi minuman instan dengan penambahan madu hutan sebagai pemanis alami. Selain itu juga mampu memanfaatkan tanaman untuk mengobati hepatitis seperti: kunyit, jahe, sereh dan daun kelor. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan masyarakat Desa Baumata Timur mendapat respon yang baik dan memahami pentingnya pemanfaatan tanaman lokal di pekarangan rumah untuk di manfaatkan menjadi produk instan dalam meningkatkan stamina dan mengobati hepatitis.
Pemberdayaan Lansia melalui Edukasi Hipertensi dan Terapi Komplementer di Wilayah Kerja Puskesmas Tilango Nur Ayun R. Yusuf; Sri Yulian Hunowu; Zainuddin Zainuddin; Moh Nisyar Sy Abd Azis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38989

Abstract

Urgensi: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Rendahnya pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan pengelolaannya menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan lansia dalam mengontrol tekanan darah. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai hipertensi serta terapi komplementer yang dapat digunakan sebagai upaya pendukung pengendalian tekanan darah. Metode: Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tilango dengan melibatkan 15 lansia penderita hipertensi. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, dan praktik sederhana terkait terapi komplementer, seperti aromaterapi, akupresur, pijat kaki, slow deep breathing, serta rendam kaki menggunakan air hangat dan garam. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab untuk menilai tingkat pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai hipertensi, faktor risiko, pencegahan, serta penerapan terapi komplementer dalam membantu mengontrol tekanan darah. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung sehingga metode edukasi yang digunakan dinilai efektif dan mudah dipahami oleh lansia. Kesimpulan: Edukasi kesehatan mengenai hipertensi dan terapi komplementer dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia dalam mengontrol tekanan darah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan lansia dalam upaya promotif dan preventif kesehatan guna mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif
Tingkat Pengetahuan Remaja: Cara Memilih Dan Menggunakan Suplemen Yang Aman Bagi Remaja Irma Susanti; Auliya Rohma Sa'ida; Hilda Amelia Faustin; Hilda Rohadatul Aliyah; Risma Ayu Fepbianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38701

Abstract

Suplemen kesehatan saat ini telah banyak digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk remaja seiring meningkatnya promosi industri dan tren gaya hidup sehat di media sosial. Namun, penggunaan yang tidak tepat dapat berpotensi menimbulkan risiko kesehatan sehingga diperlukan pengetahuan yang baik dalam memilih dan menggunakan suplemen secara aman. Oleh karena itu, edukasi kesehatan mengenai suplemen menjadi penting untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait pemilihan dan penggunaan yang rasional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja mengenai cara memilih dan menggunakan suplemen kesehatan yang aman. Metode yang digunakan edukasi melalui penyuluhan. Subjek dalam kegiatan ini adalah siswa SMK Muhammadiyah 1 Lamongan dengan jumlah 38 orang yang diberikan edukasi melalui metode ceramah menggunakan media power point. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) edukasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan remaja antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi, yang ditunjukkan oleh adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan nilai p = 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja terkait pemilihan dan penggunaan suplemen kesehatan. Kesimpulan dari adanya kegiatan ini edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan remaja sehingga dapat mendukung penggunaan suplemen yang lebih aman, tepat, dan rasional.
Pengaruh Edukasi Masyarakat Tentang Pemanfaatan Zingiber Officinale dan Cymbopogon Citratus dalam Pencegahan Diabetes Mellitus Artha Meithia; Kurnia Eryani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38404

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang memerlukan upaya pencegahan yang efektif. Pemanfaatan tanaman herbal lokal seperti jahe (Zingiber officinale) dan sereh (Cymbopogon citratus) diketahui memiliki potensi sebagai agen antidiabetes, namun pengetahuan masyarakat mengenai cara penggunaan dan pengolahan yang tepat masih tergolong rendah. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan jahe dan sereh sebagai obat herbal antidiabetes di Desa Cipadang, Kabupaten Pesawaran. Pengabdian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sebanyak 20 responden dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Intervensi edukasi dilaksanakan pada 7 Desember 2023 di Balai Desa Cipadang dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi langsung, serta media audiovisual berupa video edukasi dan banner. Hasil uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p=0,0380,05), sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 35,0 pada pre-test menjadi 90,0 pada post-test, dengan selisih rerata sebesar 54,0. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p0,001 yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis multimedia efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan herbal jahe dan sereh dalam pencegahan diabetes mellitus serta berpotensi mendorong perubahan perilaku kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, metode edukasi berbasis multimedia dan demonstrasi langsung direkomendasikan sebagai model intervensi promotif-preventif berbasis komunitas di wilayah pedesaan secara berkelanjutan
Model Edukasi Peer Educator sebagai Upaya Preventif Penyalahgunaan Obat pada Remaja Muhamad Ramadhan Salam; Irman Idrus; Fajar Kurniawan; Poyizar Poyizar; Wa Ode Siti Sa’diyyah; Nurniati Nurniati; Aisha Kartini; Anggun Anggun; Agistiawan Agistiawan; Al-Hamid Al-Hamid
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.37522

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan obat, termasuk penggunaan obat bebas, obat resep, dan narkotika yang tidak tepat, akibat perkembangan psikososial, tekanan teman sebaya, dan rendahnya literasi kesehatan. Kurangnya pemahaman tentang penggunaan obat yang aman serta paparan luas terhadap informasi yang keliru meningkatkan risiko swamedikasi yang tidak aman dan penyalahgunaan zat pada remaja. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model edukasi peer educator sebagai pendekatan preventif dalam meningkatkan literasi obat dan menurunkan risiko penyalahgunaan obat pada siswa sekolah menengah atas. Program dilaksanakan di sebuah sekolah menengah atas negeri dengan menggunakan pendekatan partisipatif yang menempatkan remaja sebagai pembelajar aktif dan agen perubahan. Intervensi terdiri atas penilaian pengetahuan awal, sesi edukasi interaktif mengenai penggunaan obat yang aman dan pencegahan penyalahgunaan obat, evaluasi pasca intervensi, rekrutmen peer educator, serta diskusi kasus berbasis kelompok yang dipimpin oleh peer educator terpilih. Pengetahuan siswa meningkat signifikan setelah intervensi, dari pretest 71,67 menjadi posttest 90,37 (p=0,000), dengan effect size besar (0,849), menunjukkan intervensi efektif meningkatkan pengetahuan dan literasi obat siswa, yang menegaskan dampak kuat dari model edukasi peer educator. Selain peningkatan pengetahuan, program ini juga menumbuhkan keterampilan kepemimpinan, kepercayaan diri, dan keterlibatan aktif pada peer educator terpilih. Sebagai simpulan, model edukasi peer educator merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan literasi obat remaja serta memperkuat upaya preventif terhadap penyalahgunaan obat di lingkungan sekolah, dan berpotensi direplikasi serta diintegrasikan dalam program promosi kesehatan berbasis sekolah dan komunitas.
Edukasi Diabetes Melitus dan Pengelolaan Obat Kedaluwarsa Melalui Kolaborasi Apoteker dan Perguruan Tinggi di Dukuh Tanjung Sukoharjo Iwan Setiawan; Dian Puspitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.37724

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikelola secara tepat. Selain pengendalian penyakit, aspek pengelolaan obat pada pasien DM juga menjadi hal penting, khususnya terkait penyimpanan dan pemusnahan obat kedaluwarsa di tingkat rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit DM, faktor risiko, serta pengelolaan obat DM melalui edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan dasar. Kegiatan dilaksanakan di Dukuh Tanjung, Desa Bakalan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 14–15 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional dengan apoteker dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Sukoharjo. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata post-test sebesar 80,8 dibandingkan nilai rata-rata pre-test sebesar 55,6. Selain itu, hasil evaluasi kepuasan mitra menunjukkan kategori sangat baik dengan skor rata-rata di atas 3,5 pada skala Likert. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi apoteker dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis kefarmasian dapat meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait pencegahan penyakit DM serta pengelolaan obat secara tepat di tingkat rumah tangga
Penyuluhan Pencegahan Leptospirosis Untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat di Dusun Tempel Bantul Nadia Tri Utami; Tasya Aulia Sepdiana; Angelina Salma; Arnanda Dwi Lestari; Zahra Zakia Putri; Hannah Nihayatunni'mah; Septian Ibnu Rosadi; Nida'ul Hasanah; Salma Laila Khoirunnisa; Fahrul Ikhsan; Zuhair Ali Hasan; Bayu Bakti Angga Santoso
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38033

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Tingginya angka kejadian leptospirosis salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai cara penularan dan pencegahan penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan leptospirosis melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan disertai pemberian leaflet sebagai media edukasi. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode pretest dan posttest kepada 20 responden masyarakat Dusun Tempel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat setelah diberikan penyuluhan, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 25% menjadi 80%. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest (p = 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit leptospirosis. Diharapkan kegiatan edukasi kesehatan seperti ini dapat terus dilakukan  secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyakit leptospirosis.
Penyuluhan Penyalahgunaan Bahan Berbahaya pada Kosmetik Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Akan Kesehatan Ratih Guswinda Lestari; Hanidya Fidela Ulayya; Sinta Yuliana; Baarizah Febriana Badri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.38408

Abstract

Beberapa industri kosmetik menggunakan bahan berbahaya kosmetik seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoate, resorcinol, timbal, dan lain sebagainya. Bahan-bahan berbahaya pada kosmetik dapat menimbulkan resiko kesehatan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat dalam memilih produk kecantikan. Metode yang digunakan yaitu  penyuluhan yaitu memberikan informasi terkait penggunan kosmetika, bahan berbahaya dalam kosmetika, dan bagaimana cara memilih kosmetik yang aman. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini yaitu 98,96% peserta mengetahui bahwa adanya kandungan bahan berbahaya pada kosmetik, efek sampingnya. Pengetahuan peserta penyuluhan meningkat signifikan (α0,05) ditandai dengan peningkatan persentase jawaban benar pada posttest. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman akan materi yang telah disampaikan cukup baik sehingga dapat dikatakan bahwa kegiatan penyuluhan telah dilaksanakan dengan baik