cover
Contact Name
Nohan
Contact Email
retii@itny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
retii@itny.ac.id
Editorial Address
https://journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/about/editorialTeam
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII
ISSN : 19075995     EISSN : -     DOI : -
Sub – Tema : Manajemen EBT (Energi Baru Terbarukan) & Energy Harvesting IOT Robotika Era Industry 4.0 Green Manufacturing Sains Terapan Berbasis Kecerdasan Teknologi Transportasi Cerdas & Ramah Lingkungan Rekayasa Material Maju & Teknologi Nano Teknologi Eksplorasi Mineral, Limbah & Lingkungan Sistem Peringatan Dini & Mitigasi Bencana Alam Teknologi Penanganan Pandemi Covid-19 Teknologi Informasi & Komunikasi Berkesinambungan Berbasis Layanan Technology in Teaching Technology of Online Business Perguruan Tinggi Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia Pembangunan Masyarakat Madani Siap Era Industri 4.0 & Society 5.0 Perencanaan Wilayah Kota Berkelanjutan Peran Teknologi Digital Pasca Pandemi & Perubahan Budaya Kerja Rekayasa Infrastruktur Berbasis Manajemen Resiko Bencana Proses Peer Review Editor akan menyerahkan tulisan yang telah diterima kepada tim redaksi untuk menentukan review bagi tulisan yang telah diterima. Pada dasarnya setiap tulisan akan direview oleh seorang ahli (mitra bestari) yang berkompeten di bidang yang menjadi fokus tulisan. Berdasar hasil review pertama, Editor akan menentukan prosedur lanjutan dari sebuah tulisan, diterima dengan perbaikan minor; diterima dengan perbaikan mayor, atau ditolak. Tulisan yang telah direview dan memerlukan perbaikan, akan segera dikirim kepada penulis melalui kontak yang tertera dalam tulisan. Selain substansi tulisan yang diatur dalam proses review, Redaksi juga berhak meminta perbaikan teknis, sebelum tulisan benar-benar diterbitkan. Waktu perbaikan harus memenuhi ketentuan seperti yang diberikan. Setelah proses perbaikan selesai, dan tulisan dinyatakan siap terbit, maka penulis juga harus menyerahkan pernyataan pengalihan hak cipta bagi distribusi tulisan kepada Redaksi Jurnal ReTII atau Penerbit. Semua tulisan yang masih dalam proses review, menjadi tanggung jawab redaksi dan redaksi akan bertanggung jawab terhadap kerahasiaan isi tulisan. Semua tulisan dan dokumen lain yang telah diserahkan kepada redaksi tidak akan dikembalikan
Articles 75 Documents
Search results for , issue "2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16" : 75 Documents clear
Valuasi Lingkungan Embung Julantoro Kabupaten Bantul Puput Wahyu Budiman
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Embung merupakan prasarana sumber daya air yang penting dan berfungsi sebagai cadangan air dan habitat berbagai jenis biota air tawar. Terjadi perubahan guna lahan di sekitar kawasan Embung Julantoro mengakibatkan terjadinya sedimentasi dan pencemaran embung yang menurunkan fungsi embung sebagai sarana penyimpan air baku dan konservasi sumber daya air serta menngancam keberlanjutan embung Julantoro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui valuasi jasa ekosistem embung Julantoro melalui perhitungan valuasi ekonomi embung dengan skenario jasa budidaya perikanan dan pariwisata sehingga nilai yang didapatkan menjadi dasar kebijakan untuk meningkatkan kualitas jasa ekosistem embung julantoro. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu Market Based Valuation Method untuk menghitung nilai jasa ekosistem budidaya perikanan dan Contingent Valuation Method untuk menghitung nilai jasa ekosistem rekreasi dengan analisis Willingness To Pay (WTP). Hasil penelitian ini adalah nilai jasa ekosistem budidaya perikanan air tawar sebesar Rp. 938.001.330, kemudian nilai jasa ekosistem rekreasi sebesar Rp. 59.272.835.242 dengan nilai mean WTP sebesar 7.721,52 sehingga total economic value yaitu sebesar Rp. 60.210.836.572,- dengan nilai manfaat yang terbesar dari jasa ekosistem rekreasi. Nilai jasa ekosistem rekreasi yang begitu besar mengindikasikan embung Julantoro berpotensi untuk dikembang menjadi salah satu tempat rekreasi karena memberikan manfaat ekonomi yang besar.
ANALISIS PERCEPATAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE CRASH PROGRAM DENGAN PENAMBAHAN JAM KERJA DAN PENERAPAN SISTEM KERJA SHIFT (S Bismoko Rahadrian Suseno; sely novita sari; rizal maulana
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan suatu proyek dapat ditangani dengan metode crashing atau langkah pengendalian proyek untuk melaksanakan percepatan waktu proyek. Tujuan penelitian ini untuk mendapat hasil perhitungan waktu dan biaya setelah dilakukan percepatan waktu proyek menggunakan metode crash program dengan dua pilihan percepetan yakni penambahan jam kerja dan sistem kerja shift, serta mendapatkan selisih waktu dan biaya antara dua alternatif percepatan. Metode crash program merupakan salah satu metode sistematis dan analitik untuk mempersingkat durasi proyek, dilakukan dengan menguji kegiatan proyek untuk dipusatkan pada kegiatan yang ada di jalur kritis. Metode ini menggunakan Software Microsoft Project, dengan pilihan percepatan proyek menerapkan sistem kerja lembur selama 4 jam dan sistem kerja shift. Hasil penelitian ini, didapat total biaya proyek kondisi sesudah crashing dengan penambahan jam kerja selama empat jam didapat sebesar Rp. 9.363.577.977,1 atau lebih mahal 0,292 % dari biaya proyek pada kondisi normal dan durasi pelaksanaan proyek 180 hari kerja atau lebih cepat 14,286 % dari durasi normal, sedangkan total biaya proyek dalam kondisi sesudah crashing dengan sistem shift kerja (shift pagi dan shift malam) didapat sebesar Rp. 9.282.214.567,26 atau lebih hemat 0,578 % dari biaya proyek pada kondisi normal dan durasi pelaksanaan proyek 166 hari atau lebih cepat 20,952 % dari durasi normal.
Analisis Evaluasi Penjadwalan dan Monitoring Proyek Konstruksi Rehabilitasi SDN 18 Kampung Baru 1, Monterado, Bengkayang, Kalimantan Barat Mutiara Pasande Surugallang; sely novita sari; rizal maulana
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi dan monitoring proyek merupakan bagian yang penting terkait dengan manajemen proyek. Hal ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui pekerjaan apa saja yang telah dilakukan pada proyek dan bagaimana cara mengatasi apabila terdapat pekerjaan terlambat atau pun penyimpangan terhadap biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari evaluasi penjadwalan dan monitoring proyek serta manfaat monitoring proyek Analisis evaluasi penjadwalan proyek dilakukan dengan membandingkan kurva-s rencana dengan kurva-s realisasi, dengan menghitung nilai deviasi pada proyek. Sedangkan monitoring dilakukan dengan menggunakan konsep earned value dengan analisa data awal indikator earned value, analisa perubahan dan analisa perkiraan. Hasil evaluasi penjadwalan dan monitoring penelitian menunjukan bahwa dalam penjadwalan nilai deviasi setiap minggu masih banyak terdapat nilai negatif hal ini dikarenakan proyek yang diteliti baru dikerjakan setelah pencairan dana tahap pertama. Hasil monitoring menggunakan konsep earned value menghasilkan nilai kinerja pekerjaan, dan estimasi waktu penyelesaian pekerjaan, namun monitoring terhadap biaya tidak dapat dilakukan dikarenakan data biaya aktual tidak diberikan dari pihak P2S. Kata Kunci : earned, kurvs-s, penjadwalan, monitoring, proyek
KAJIAN PRODUKTIVITAS ALAT EXCAVATOR KOMATSU PC 2000 DENGAN PC 1250 TERHADAP BAHAN BAKAR B0 DAN B20 DI WILAYAH KERJA PENAMBANGAN PT. BUKIT ASAM TBK TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN Fitri Aldena
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penambangan harus disesuaikan dengan target produksi yang ingin dicapai. Target produksi batubara di site penambangan Banko Barat sebesar 214.000 Ton/Bulan. Namun pada kenyataannya sering terjadi ketidaksesuaian antara target produksi dan produksi real di lapangan. Tujuan penelitian dalam kegiatan produksi batubara di PT. Bukit Asam Tbk, site penambangan Banko Barat Pit 2 adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan produksi alat gali muat. Berdasarkan pengamatan dan penelitian di lapangan total prodiksi aktual alat gali muat dalam satu fleet sebesar 429.047,40 Ton/Bulan untuk Komatsu PC 2000, sedangkan total produksi aktual dalam satu fleat Komatsu PC 1250 hanya sebesar 206.837,92 Ton/Bulan. Untuk target produksi yang di tetapkan dalam satu fleat Komatsu PC 2000 sebesar 591.169,91 Ton/Bulan. Sedangkan untuk PC 1250 dalam satu fleat di targetkan 304.932,6 ton/bulan. Penyebab produksi aktual dari peralatan yang digunakan belum mencapai target produksi adalah karena terdapat hambatan kerja yang menyebabkan waktu kerja efektif alat rendah dan nilai Match Factor yang kurang baik. Untuk meningkatkan produktivitas dari masing-masing peralatan dapat dilakukan dengan cara mengurangi waktu hambatan yang dapat dihindari agar dapat menambah waktu kerja efektif alat. Hal lain yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dari masing-masing peralatan agar mencapai target yang ditentukan yaitu perawatan jalan angkut dan mengubah metode ripping.
RANCANGAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN PADA KOLAM PENGENDAPAN (SETTLING POND) DI PIT DURIAN PT. J RESOURCES BOLAANG MONGONDOW SITE BAKAN, SULAWESI UTARA Regita Cahyani Surahmad
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT PT. J Resources Bolaang Mongondow (PT. JRBM) is one of the gold mining companies that implements an open pit mining system (surface mining) with the open pit method. The mining operation area is located at the Bakan Site, namely in Bakan Village, Lolayan District, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province. The series of mining operations starts from overburden stripping, drilling, blasting, loading, and transporting. With the mining activities carried out by PT. J Resources Bolaang Mongondow (PT. JRBM) will have an impact on environmental quality, especially on water quality. Due to the wide range of problems and benefits of water, water management is important in the mining industry. So that a mine drainage system method is used for handling water that will pollute rivers, lakes, and the surrounding environment by making a settling pond. Settling pond function to deposit mud or other materials so that the water flowing from the settling ponds to the river is clear, besides that this is also intended to prevent silting of the river. Settling pond can also function as a place to control the quality of the water that will flow out of the settling pond. The design of the settling pond that will be made is based on the total flow of water entering the settling pond, which is 3,784 m3/second with each amount of incoming water consisting of a runoff water discharge of 3,78 m3/second and the rainwater discharge is 0,0048 m3/second. Settling pond are designed to be in the shape of a truncated pyramid and made zigzag. The designed settling pond consists of 5 compartments with dimensions of 6.045 m2, depth 7 m, pool slope 60˚, top width 21 m, top length 39 m, bottom width 13 m, bottom length 30 m, and the total volume of the pond. the design is 20.700 m3 with the volume of each compartment of 4.140 m3. As well as the sedimentation pond that is designed also consists of 4 pieces of insulation with a width of 7 m and a length of 14 m. From the dimensions of the designed settling pond of 20.700 m3, it can accommodate the incoming water volume of 20.331 m3 for 89,55 minutes. The settling pond must be maintained so that it can function properly and for a long time, namely by cleaning the settling pond from solid material that settles to the bottom of the pond using a 390D L paint excavator. For each compartment of the settling pond has a different maintenance time in each compartment. i.e. in compartment 1 maintenance can be carried out once every 7 days, compartment 2 is carried out once every 68 days, compartment 3 is carried out once every 586 days, compartment 4 is carried out once every 4.140 days or ±11 years, and compartment 5 is carried out once every 37.636 days or ±103 years, but in compartment 5 there is no need for maintenance because it has passed the mine life limit at the company. Keywords : Pond, Sediment, Discharge, Dimensions, Maintenance.
ITNY KAJIAN PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG DI STOCKPILE PADA PT. CARITAS ENERGI INDONESIA DESA LADANG PANJANG KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI Ariyono
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Caritas Energi Indonesia melakukan penambangan batubara menggunakan sistem tambang terbuka sehingga aktivitas penambangannya berhubungan langsung dengan udara luar. Permasalahan terletak pada air asam tambang terutama di fokuskan pada area stockpile karena paling dekat dengan pemukiman sekitar. PT. Caritas Energi Indonesia memiliki 2 stockpile dengan luas setokpile A 4,5 hektar dan stockpile B meniliki luas 3,5 hektar. Stockpile tersebut juga terdapat air asam tambang, sehingga air asam tambang tersebut juga harus di netralkan agar sesuai dengan baku mutu supaya tidak berefek buruk ke lingkungan sekitar. Pengolahan air asam di lakukan adalah pengolahan aktif yaitu dengan menggunakan bahan kimia CaO. Penelitian di lakukan dengan menganalisis data laboratorium yaitu pH, Fe dan Mn untuk selanjutnya di lakukan koreksi ulang dosis pengapuran. Berdasarkan analisis air asam tambang sebelum di lakukan pengolahan kondisi air memiliki pH terendah yaitu 4,18 dan pH outlet rata-rata yaitu 5,95 untuk itu perlu adanya koreksi untuk menaikan pH tersebut dengan melihat debit air pada kolam. Debit air pada stockpile A saat penelitian adalah 1.112.500 liter sedangkan debit air pada stockpile B adalah 1.285.200 liter. Dosis yang sesuai untuk menetralkan air tersebut dalam berapa percobaan mengunakan sempel air 1liter yaitu 0,5 g/l yang akan menghasilkan pH outlet 7,1 sehingga hasil yang di dapat dari perhitungan actual di lapangan membutuhkan 13,4 karung kapur atau 671,2 kg, untuk kolam stockpile A, untuk kolam B membutuhkan 12,6 karung kapur atau 642,6kg
KAJIAN PENGENDALIAN AIR ASAM TAMBANG PADA TAMBANG BATUBARA PT. CARITAS ENERGI INDONESIA DESA LADANG PANJANG KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI Dery Armiansyah
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Caritas Energi Indonesia melakukan penambangan batubara menggunakan sistem tambang terbuka sehingga aktivitas penambangannya berhubungan langsung dengan udara luar. Permasalahan terletak pada air asam tambang terutama di fokuskan pada area pit tambangkarena paling dekat dengan pemukiman sekitar, pada PT. Caritas Energi Indonesia memiliki Debit air di lapangan diketahui dengan melihat staf level, kemudian di dapatkan 26,55 m3/jam settling pondberasal dari dasar sump pit 5 dengan luas 1,3 hektar air asam tambang tersebut juga harus di netralkan agar sesuai dengan baku mutu supaya tidak berefek buruk ke lingkungan sekitar. Air asam tambang (AAT) atau acid mine drainage (AMD) acid rock drainage (ARD) didefinisikan sebagai air asam tambang yang telah tercemari oleh proses oksidasi mineral-mineral sulfida yang terdapat pada batuan sebagai akibat kegiatan eksplorasi atau kegiatan eksploitasi bahan tambang sehingga menghasilkan air dengan kondisi asam (pH kurang dari 7). Air asam tambang terbentuk dari proses oksidasi mineral disertai adanya air, dengan demikian 3 komponen utama yang menyebabkan terbentuknya air asam tambang, yaitu : mineral sulfida, air, oksigen. Berdasarkan analisis air asam tambang sebelum di olah pada pit tambang pada daerah penelitian kondisi air memiliki pH outlet rata-rata selama 7 bulan belum mencapai baku mutu untuk itu perlu adanya koreksi agar pH air setabil dengan melihat atau mengatur ulang proses pengapuran. Dari hasil pengujian 1 liter air asam tambang dengan pH awal 5 diberikan kapur dengan dosis 0,5 gr maka nilai pH air asam menjadi 7 dan nilai ini sudah termasuk baku mutu lingkungan. Pengapuran dilakukan selama 120 menit sekali, jadi 1 hari dilakukan 2 kali pengapuran. Jumlah kapur yang digunakan dalam sekali pengapuran 360 kg sehingga dalam sehari dibutuhkan 1440 kg kapur atau 29 karung. Jadi untuk menetralkan seluruh air asam tambang yang berasal dari sump pit dibutuhkan waktu 21 hari dengan 30.240 kg kapur atau 605 karung. Kata kunci : Air Asam Tambang, Baku Mutu Lingkungan Hidup, Pengapuran
Pengaruh Peledakan Terhadap Stabilitas Lereng di Pit Toka PT. Meares Soputan Mining Wahyudiansyah Alwi
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meares Soputan Mining melakukan aktivitas peledakan untuk memberaikan dan membentuk frgamentasi batuan, meningkatkan produktivitas alat gali muat dan terkadang membantu membentuk kemiringan lereng dengan metode trim blasting. Peledakan tersebut menghasilkan energi sisa berupa getaran tanah yang berpotensi mengganggu kestabilan lereng di dinding timur Pit Toka stage 5. Untuk mendapatkan gambaran pengaruh peledakan tersebut maka penelitian dilakukan pada bulan Maret tahun 2020. Dari pengamatan dan pengolahan data diperoleh persamaan yang menunjukan hubungan antara parameter peledakan terhadap Peak Particle Acceleration, Peak Particle Acceleration terhadap Maksimum Horizontal Acceleration dan Maksimum Horizontal Acceleration terhadap Strength Reduction Factor sebagai parameter kestabilan lereng. Pengaruh getaran peledakan di lereng timur Pit Toka stage 5 yakni mengalami penurunan nilai critical Strength Redution Factor pada kondisi lereng kering dan kondisi lereng jenuh sehingga harus memberikan rekomendasi jarak peledakan dan muatan bahan peledak maksimal per waktu tunda, agar nilai percepatan getaran horizontal maksimal dapat dikontrol dan tidak menyebabakan lereng menjadi tidak stabil.
REKOMENDASI GEOMETRI LERENG PENAMBANGAN OPTIMUM PADA TAMBANG BATUGAMPING PT. CITATIH PUTRA SUKABUMI Zainal Abidin Zen; A.A. Inung Arie Adnyano; Shilvyanora Aprilia Rande
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citatih Putra Sukabumi melakukan penambangan batugamping dengan Metode kuari. Dalam perencanaan tambang metode kuari, geometri lereng menjadi suatu faktor yang sangat penting untuk dikaji. Geometri lereng yang tidak optimum akan memberikan dampak kerugian yang cukup besar bagi perusahaan, kerugian yang dimaskud berupa terjadinya longsoran atau sumberdaya yang ada tidak dimanfaatkan secara optimal. Metode elemen hingga adalah metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini, input data yang diperlukan antara lain adalah nilai kohesi, sudut geser dalam, densitas batuan, nisbah poison, modulus elastisitas dan tinggi muka air tanah. Pengkajian yang dilakukan terhadap geometri lereng penambangan PT. CPS dengan melakukan simulasi terhadap beberapa variasi ketinggian dan kemiringan lereng, sehingga didapatkan geometri lereng optimal pada FK statis = 1.1 utuk lereng tunggal dan FK dinamis = 1 untuk lereng keseluruhan. Berdasarkan hasil analisis Geometri lereng optimum pada lereng tunggal dapat diketahui dengan persamaan y = 0.1845x2 - 5.4139x + 114.94 sedangkan untuk lereng keseluruhan dengan tinggi lereng tunggal 8,10 dan 12 meter persamaanya berturut-turut adalah y = 0.0061x2 - 0.961x + 89.723, y = -0.0002x2 - 0.1353x + 64.765 dan y = -0.0002x2 - 0.0721x + 57.649 dimana nilai x merupakan ketinggian yang diinginkan dan y merupakan sudut optimal yang dapat direalisasikan.
EVALUASI NILAI POWDER FACTOR UNTUK OPTIMALISASI PRODUKSI PELEDAKAN BATUGAMPING DI PT. SEMEN TONASA DESA BIRINGERE KECAMATAN BUNGORO KABUPATEN PANGKEP PROVINSI SULAWESI SELATAN renaldo silamma silamma
Retii 2021: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-16
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan kegiatan peledakan dapat dilihat dari fragmentasi hasil peledakannya. Fragmentasi yang baik bersifat tidak terlalu halus atau kasar (boulder), melainkan optimal sesuai alat yang beroperasi. Masalah yang sering timbul adalah tidak diperolehnya fragmentasi batuan yang diinginkan dalam kegiatan peledakan tersebut. Hal ini menyebabkan kegiatan pengeboran dan peledakan tidak ekonomis lagi. Sehingga perlu dilakukan studi terhadap kegiatan pengeboran dan peledakan yang dilakukan serta fragmentasi batuan yang dihasilkan. Pada kegiatan peledakan di PT Semen Tonasa, volume perolehan hasil peledakan aktual diperoleh dari pemuatan material hasil peledakan, sehingga data volume aktual yang tidak memenuhi target pada data perhitungan volume teoritis peledakan, dinyatakan sebagai boulder atau material dengan ukuran fragmentasi >60 cm, yang menyebabkan material tidak memungkinkan untuk dimuat ke alat angkut, dikarenakan Powder Factor diperusahaan kurang besar sehingga fragmentasi yang dihasilkan masih banyak boulder dan mengakibatkan berkurangnya produksi. Dalam usaha pengoptimalan produksi peledakan pada lokasi 3 (tiga), maka rancangan geometri peledakannya yaitu: burden 3,03 meter, spasi 5 meter dan penggunaan nilai powder factor 0,32kg/Bcm. Geometri usulan ini memberikan fragmentasi boulder sebesar 10,38%.