cover
Contact Name
Nohan
Contact Email
retii@itny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
retii@itny.ac.id
Editorial Address
https://journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/about/editorialTeam
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII
ISSN : 19075995     EISSN : -     DOI : -
Sub – Tema : Manajemen EBT (Energi Baru Terbarukan) & Energy Harvesting IOT Robotika Era Industry 4.0 Green Manufacturing Sains Terapan Berbasis Kecerdasan Teknologi Transportasi Cerdas & Ramah Lingkungan Rekayasa Material Maju & Teknologi Nano Teknologi Eksplorasi Mineral, Limbah & Lingkungan Sistem Peringatan Dini & Mitigasi Bencana Alam Teknologi Penanganan Pandemi Covid-19 Teknologi Informasi & Komunikasi Berkesinambungan Berbasis Layanan Technology in Teaching Technology of Online Business Perguruan Tinggi Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia Pembangunan Masyarakat Madani Siap Era Industri 4.0 & Society 5.0 Perencanaan Wilayah Kota Berkelanjutan Peran Teknologi Digital Pasca Pandemi & Perubahan Budaya Kerja Rekayasa Infrastruktur Berbasis Manajemen Resiko Bencana Proses Peer Review Editor akan menyerahkan tulisan yang telah diterima kepada tim redaksi untuk menentukan review bagi tulisan yang telah diterima. Pada dasarnya setiap tulisan akan direview oleh seorang ahli (mitra bestari) yang berkompeten di bidang yang menjadi fokus tulisan. Berdasar hasil review pertama, Editor akan menentukan prosedur lanjutan dari sebuah tulisan, diterima dengan perbaikan minor; diterima dengan perbaikan mayor, atau ditolak. Tulisan yang telah direview dan memerlukan perbaikan, akan segera dikirim kepada penulis melalui kontak yang tertera dalam tulisan. Selain substansi tulisan yang diatur dalam proses review, Redaksi juga berhak meminta perbaikan teknis, sebelum tulisan benar-benar diterbitkan. Waktu perbaikan harus memenuhi ketentuan seperti yang diberikan. Setelah proses perbaikan selesai, dan tulisan dinyatakan siap terbit, maka penulis juga harus menyerahkan pernyataan pengalihan hak cipta bagi distribusi tulisan kepada Redaksi Jurnal ReTII atau Penerbit. Semua tulisan yang masih dalam proses review, menjadi tanggung jawab redaksi dan redaksi akan bertanggung jawab terhadap kerahasiaan isi tulisan. Semua tulisan dan dokumen lain yang telah diserahkan kepada redaksi tidak akan dikembalikan
Articles 905 Documents
DESTILASI AIR JENIS KAIN BERSEKAT MENGGUNAKAN PIPA PEMANAS Natan Andang Pratiwan; F.A. Rusdi Sambada
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan pokok makhluk hidup. Sumber air yang ada sering kali terkontaminasi oleh zat kimia dari limbah pabrik. Salah satu cara untuk mendapatkan air bersih dari air yang terkontaminasi adalah dengan didestilasi. Pada proses destilasi membutuhkan energi panas, energi panas dapat diperoleh dari energi surya. Unjuk kerja destilasi dipengaruhi oleh proses penguapan dan pengembunan. Faktor yang mempengaruhi proses penguapan adalah lama waktu pemanasan dan tempratur air, yang mempengaruhi proses pengembunan adalah temperatur dan tekanan. Pada penelitian ini peneliti akan memperbaiki proses penguapan pada alat destilasi kain bersekat yaitu dengan menambahkan pipa pemanas sebagai pemanasan awal air yang akan didestilasi, dan memvariasikan debit sebagai lama waktu pemanasan air. Pipa pemanas yang digunakan berdiametern 5 mm dan panjang 1400 mm dan variasi debit yang digunakan adalah 0,400 liter/jam (variasi 1), 0,600 liter/jam (variasi 2), 0,800 liter/jam (variasi 3). Pada penelitian ini digunakan 6 lampu pemanas ruangan berdaya 375 Watt (1 lampu) untuk menggantikan energi surya. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan selama 2 jam. Hasil air pada variasi 1 sebesar 0,295 liter, variasi 2 sebesar 0,330 liter, dan  variasi 3 sebesar 0,300 liter. Efisiensi pada variasi 1 sebesar 85%, variasi 2 sebesar 95%, variasi 3 sebesar 86%.
PEMODELAN DAN SIMULASI PEMANAS AIR ENERGI SURYA DENGAN KOLEKTOR PIPA PARALEL Ganang Darmanto; F.A.Sambada Rusdi Sambada
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hot water is one of the needs in everyday life, starting from household needs such as brewing drinks to bathing. Hot water is not only needed for household needs but is also needed in the industrial world such as sterilizing materials at high temperatures, and so on. There are many ways to get the hot water, from using fossil fuels to electricity. Solar energy water heaters that are currently available are still not optimal, this is due to the lack of development guidelines in the design phase of solar energy water heaters. From these problems, many obtained the results of hot water temperatures and the efficiency of solar energy water heaters that are still not optimal. Therefore, to overcome this problem modeling and simulation efforts are needed. This is done to get a better design of a solar energy water heater. The research of solar energy water heaters aims to measure the maximum temperature of hot water that can be produced, find out the efficiency factor of solar energy water heaters and find out the comparison of simulations with solar energy water heaters. In this study the temperature of the collector, glass temperature, ambient temperature, water temperature in the collector and the temperature of the water in the storage tank will be measured. Data from the results of these studies are then calculated to look for efficiency factors of solar energy water heaters and then graphs will be made in the form of a comparison of simulations with tools. From this study, the lowest hot water temperature was 30.21 ° C and the highest hot water temperature was 49.40 ° C. And obtained the lowest efficiency factor of 92.86% and the highest efficiency factor of 96.81%. Then the results obtained that the material used in the simulation is better than the tool used. Keywords: Water Heater, Parallel Pipe Collector, Simulation
Efisiensi Destilasi Jenis Absorber Kain Menggunakan Kolektor Air Energi Surya Sekar Widhi Hayuningtyas; F.A. Rusdi Sambada
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matahari merupakan salah satu sumber energi panas yang dapat kita peroleh setiap hari dan dapat kita manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Salah satunya untuk memperoleh air bersih melalui proses destilasi. Destilasi merupakan proses untuk mendapatkan air bersih dengan cara menguapkan air yang terkontaminasi kotoran, lalu uap air tersebut mengalami pengembunan. Hasil dari pengembunan uap air tersebut adalah air bersih yang sudah terpisah dari kontaminannya. Jenis destilasi yang dipakai dalam destilasi ini adalah jenis destilasi yang memakai kain sebagai absorbernya.  Untuk mempercepat proses destilasi, air terkontaminasi sebelumnya dimasukkan ke dalam kolektor air energi surya untuk dipanaskan. Dengan harapan, air yang sudah panas bila dimasukkan ke dalam alat destilasi dapat mempercepat proses penguapan. Dalam penelitian ini digunakan dua alat yaitu destilasi jenis absorber kain yang diberi variasi dengan penambahan kolektor dan reflektor sebagai alat penelitian dan destilasi jenis absorber kain tanpa kolektor dan reflektor sebagai pembanding. Pada penelitian ini dilakukan 5 variasi. Diantara 3 variasi debit yang dilakukan, efisiensi dan hasil destilasi tertinggi diperoleh oleh variasi 2 dengan debit 3 liter/jam yaitu dengan efisiensi sebesar 16% dan hasil efisiensi 1,35 liter. Hal ini menunjukkan bahwa alat destilasi ini mampu bekerja secara maksimal pada debit 3 liter/jam. Efisiensi tertinggi dihasilkan oleh variasi 5 yaitu destilasi kain dengan tambahan kolektor dan reflektor dengan luas reflektor 100% yaitu sebesar 20% diikuti dengan hasil destilasi tertinggi sebesar 1,4 liter. Jika pada variasi yang dilakukan memiliki nilai hkonveksi.  yang tinggi maka variasi tersebut memiliki nilai efisiensi dan hasil destilasi yang maksimal akibat tingginya temperatur kaca absorber dan temperatur absorber. Penambahan kolektor dan reflektor mengakibatkan hasil destilasi yang diperoleh menjadi lebih banyak.
DESTILASI AIR ENERGI SURYA KAIN BERSEKAT DENGAN KIPAS PENDINGIN KACA PENUTUP Joshua Abhimukti Yogarino; F.A. Rusdi Sambada
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air mengandung berbagai macam mineral, tidak menutup kemungkinan air juga mengandung zat berbahaya di dalamnya. Air bersih yang terbebas dari kontaminasi dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui proses destilasi. Destilasi dilakukan dengan dua proses utama, yaitu penguapan dan pengembunan. Penguapan memerlukan energi panas yang salah satu sumbernya adalah energi surya. Alat destilasi energi surya memiliki dua bagian utama, yaitu absorber sebagai peninjang proses penguapan dan penutup alat yang berfungsi untuk mengembunkan uap air. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi alat dengan memaksimalkan proses pengembunan pada model alat distilasi air energi surya jenis absorber kain bersekat. Pada model alat ini dilengkapi dengan Heat Exchanger (HE) untuk membatu proses penguapan dengan memanaskan terlebih dahulu air yang akan masuk ke absorber. Percobaan dilakukan selama 2 jam di dalam laboratorium Mekanika Fluida Universitas Sanata Dharma, dengan menambahkan kipas angin sebagai bentuk pendinginan pada kaca alat destilasi, serta menggunakan 6 buah lampu infrared sebagai pengganti energi panas matahari. Terdapat 3 variasi kecepatan angin  yang akan diuji yaitu 0 m/s, 2 m/s, dan 3.5 m/s. Debit air masuk alat destilasi ditetapkan sebesar 3 liter/jam. Hasil yang diperoleh bahwa dengan kecepatan angin 0 m/s, dapat menghasilkan air destilasi 0.4 liter dan efisiensi aktual 58%, diikuti dengan kecepatan angin 2 m/s sebesar 0.48 liter serta efisiensi aktual 71% dan kecepatan angin 3.5 m/s sebesar 0.47 liter dengan efisiensi aktualnya 69%.
ANALISIS KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA SISTEM REFRIGERASI CASCADE AKIBAT PERUBAHAN KECEPATAN PUTARAN FAN KONDENSER Eddy Erham
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKonsumsi energi listrik oleh  mesin pendingin dan pengkondisi udara adalah terbesar diantara peralatan rumah tangga yang lain, yaitu sekitar 50% sampai 70% dari konsumsi total. Prosentase konsumsi energi listrik dapat diturunkan dengan cara meningkatkan kinerja sistem refrigerasi  ataupun menurunkan setting kecepatan putaran fan kondenser. Pada penelitian ini  akan dilakukan upaya penurunan konsumsi energi listrik dengan cara menurunkan setting kecepatan putaran fan dari 100% sampai 20%. Besaran yang akan diukur pada penelitian ini adalah temperatur kabin, kecepatan putaran fan kondenser, tegangan listrik dan arus  listrik. Pengujian dilakukan pada sistem refrigerasi cascade dengan kapasitas  kompresor   HP dan  temperatur kabin  di setting – 360C. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan kecepatan putaran fan  yaitu: 20%; 30%; 40%; 60%; 80%; 100%. Lama pengambilan data untuk setiap variasi tersebut adalah sampai masing- masing chilling time nya tercapai. Konsumsi energi listrik dihitung dengan mengalikan konsumsi daya listrik dengan lamanya waktu operasi. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi ketika kecepatan putaran fan 30% adalah minimum, yaitu 314.26 kWh dan penghematan energi adalah 17,7 % dari  kecepatan putaran fan maksimum. Selain itu, chilling time ketika kecepatan putaran fan 30% adalah112 menit.Kata kunci: sistem refrigerasi cascade, kecepatan putaran fan, daya listrik, chilling time, penghematan energi.
POTENSI PANASBUMI PARANGWEDANG SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF DAN PENUNJANG PEREKONOMIAN DAERAH KABUPATEN BANTUL Rena Juwita Sari; Listriyanto Universitas Proklamasi 45
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan sumber kehidupan, jika energi habis maka kehidupan akan musnah. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia maka kebutuhan akan energi pun semakin meningkat. Pemanfaatan dan pengembangan energi terbarukan menjadi semakin penting mengingat semakin terbatasnya sumber energi fosil atau sumber energi non-terbarukan. Saat ini pemerintah Indonesia mengembangkan sumber-sumber energi alternatif diantaranya energi panasbumi. Parangwedang di desa Parangtritis, kabupaten Bantul merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi untuk pemanfaatan energi panasbumi terlihat ditemukannya manifestasi panasbumi yaitu mata air panas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui potensi energi alternatif dan industri pariwisata di Parangwedang, desa  Parangtritis, Kabupaten Bantul. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis geologi, analisis geofisika dan analisis geokimia, serta analisis teknis dan sosial.Stratigrafi yang terdapat di daerah penelitian secara umum tersusun oleh batuan sedimen dan sedikit batuan beku intrusi andesit disekitar utara pantai Parangtritis. Nilai intensitas magnetik yang tinggi diasosiasikan dengan endapan pasir besi yang terbentuk di pantai selatan.  Analisis data magnetik didapatkan pola pada peta anomali medan magnet kontinuasi kebawah  pada z=100 meter sampai z= 300 meter. Pada peta anomali medan magnet kontinuasi kebawah z=300 meter pola klosur cenderung tidak berubah, sehingga dugaan sumber panas pada daerah Parangwedang terletak pada kedalaman antara 200-300 meter. Sedangkan analisis geokimia di daerah Parangwedang untuk temperatur permukaan ( temperature cutt off) adalah 490C dan  temperatur suhu reservoarnya diperkirakan sebesar 115°C.Sebagai data pendukung dilakukan juga survey sosial guna mengetahui pemahaman penduduk sekitar mengenai manifestasi dan pemanfaatan panasbumi di daerah Parangwedang agar bisa dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat dan didukung oleh pemerintah daerah kabupaten Bantul.Kata kunci : Potensi panasbumi, Energi alternatif, Parangwedang, Kabupaten Bantul
Perekaman Fitur-Fitur Geologi Secara Cepat dengan Metode Fotogrametri Hurien Helmi; Obrin Trianda
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan data geologi sangat bergantung pada pengamatan singkapan batuan di lapangan. Pada umumnya batuan di Indonesia tertutup oleh lapisan tanah yang tebal dan tersingkap akibat adanya longsoran atau torehan sungai, sehingga seringkali meskipun singkapan itu bisa diamati dengan baik aksesibilitasnya terkadang tidak memungkinkan untuk pengukuran data geologi secara langsng. Selain itu, di daerah yang banyak terdapat penambangan aktif, preservasi singakapan juga menjadi kendala. untuk itu diperlukan suatu metode perekaman data singkapan secara mudah, aman dan dan cepat. Dalam penelitian ini kami menerapkan metode fotogrametri untuk merekam data singkapan di daerah Bayat, Jawa Tengah. teknik fotogrametri ini akan menghasilkan model tekstur 3D dan tiled model dari singkapan yang diamati sehingga elemen-elemen geologi seperti batas kontak batuan, bidang struktur dan tekturs batuan bisa terekam dan dikenali dengan baik. hasil analisa ini kemudian kami bandingkan dengan data pengamatan dan pengukuran secara langsung untuk memvalidasi bahwa metode ini bisa diandalkan dan diterapkan di daerah ini. Hasil pengamatan dan pengukuran di lapangan. Proses yang cukup cepat dan relatif mudah yang mulai dimulai dari pengambilan foto hingga prosessing dengan menggunakan software Agsisoft Photoscan membuat metode ini sangat bermanfaat untuk digunakan di dalam pendokumentasiaan data singkapan batuan.
Pengembangan Simulator Perangkat I/O dengan Pemrograman Ekspresi Boolean dan Javascript Pratikto Pratikto; Raydha Zul Fitriani
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boolean expressions are an important result of a translation algorithm from a ladder diagram. Having a PLC and a ladder diagram on digital device programming has grown, VHDL requires translating back to boolean expressions that are equivalent to ladder diagrams to run in the program. Elements of ladder diagram-based programming not only consist of basic operations such as And, Or, or Not, but also contain additional basic elements such as comparators, timers and counters. In this paper we discuss a script-based programming that contains boolean expressions for each row of scripts, but represents a rung of a ladder diagram. Script-based programming developed using Javascript boolean expressions syntax is expected to be the beginning of a new way of programming I/O devices in addition to existing Structured Text programming methods. An I/O simulator based on web programming was built to visualize the written boolean expressions. The script consists of two parts, the main part is boolean expressions beside of scripts for graphical and other visualizations adapted to the Javascript writing syntax. Programing with use boolean expressions of ladder equivalents are more concise and minimize broad view in testing the course of programs with additional visualization of results. The timer algorithm is designed to be applied on a second time scale. The error value for on delay is around 0.062 seconds and for off delay around 0.046 seconds.Keyword: Boolean expressions, ladder, I/O, Javascript, simulator
Desain Data Logger Tiga Port Eksternal Pendeteksi Suhu Air Tambak Beda Ketinggian B. S Rahayu Purwanti; Benny Benny; Wartiyati Wartiyati
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas rancangbangun data logger tiga port, metodenya dengan mengadopsi cara kerja dan memodifikasi jumlah/fungsi port-nya. Saat ini data logger yang beredardi pasaran hanya satu port eksternal,dan slot satu sensor internal. Mikrokontroler dan SD Card memori di bagian dalam, Penampil data LCD dari 1 port eksternal tampak dari sisi luar. Data pada memori dapatdipindahkan ke Personal Computer (PC). Fungsi uji data logger untuk mengukur dan menyimpan hasil deteksi sensor. Umumnya pencatatan kualitas air ditulis di kertas dan disalin ke PC. Pemantauan suhu cara manual ini tidak praktis, potensi human error. Karenanya perlu dirancangbangun data logger dengan tiga port. Metodenya dengan mengadopsi fungsi/jumlah port dan menambahnya menjadi 3. Sensor internal LM35 dipasang di satu sisi casing data logger. Sisi lainnya tersedia 3 port eksternal lainnya, masing-masing terhubung ke sensor thermocouple. Memori data logger telah berhasil merekam hasil deteksi 1sensor LM35, rata-rata suhu udara sekitar tambak oC. Ketiga sensor thermocouple untuk merekam data suhu air tambak pada kedalaman berbeda. Rata-rata suhu masing-masing adalah 33oC, 5.5 cm), (30oC, 14 cm), (28oC, 14 cm) rentang waktu 10.00-12.00 WIB. LCD menampilkan keempat hasil deteksi sensor dan waktu pendeteksinya. Sistem pengukuran real time ini berprospek terkoneksi ke jaringan internet, khususnya webcloud.Penelitian ini membahas rancangbangun data logger tiga port, metodenya dengan mengadopsi cara kerja danmemodifikasi jumlah/fungsi port-nya. Saat ini data logger yang beredar di pasaran hanya satu port eksternal,dan slot satu sensor internal. Mikrokontroler dan SD Card memori di bagian dalam, Penampil data LCD dari1 port eksternal tampak dari sisi luar. Data pada memori dapat dipindahkan ke Personal Computer (PC). Fungsiuji data logger untuk mengukur dan menyimpan hasil deteksi sensor. Umumnya pencatatan kualitas air ditulisdi kertas dan disalin ke PC. Pemantauan suhu cara manual ini tidak praktis, potensi human error. Karenanyaperlu dirancangbangun data logger dengan tiga port. Metodenya dengan mengadopsi fungsi/jumlah port danmenambahnya menjadi 3. Sensor internal LM35 dipasang di satu sisi casing data logger. Sisi lainnya tersedia3 port eksternal lainnya, masing-masing terhubung ke sensor thermocouple. Memori data logger telah berhasilmerekam hasil deteksi 1sensor LM35, rata-rata suhu udara sekitar tambakoC. Ketiga sensor thermocoupleuntuk merekam data suhu air tambak pada kedalaman berbeda. Rata-rata suhu masing-masing adalah 33C, 5.5cm), (30oC, 14 cm), (28oC, 14 cm)rentang waktu 10.00-12.00 WIB. LCD menampilkan keempat hasil deteksisensor dan waktu pendeteksinya. Sistem pengukuran real time ini berprospek terkoneksi ke jaringan internet,khususnya webcloud.
Optimasi Penjadwalan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Sanggeng Manokwari dengan Metode Iterasi Lamda Elias Kondorura Bawan; Saiful Ismail
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari sistem penjadwalan alokasi daya dari unit pembangkit adalah agar konsumsi bahan bakar setiap unit generator atau meminimalkan biaya operasi dari seluruh sistem dengan menentukan daya keluaran setiap unit generator pada kondisi dibawah beban sistem. Iterasi lamda digunakan untuk menentukan output dari setiap unit generator pada PLTD Sanggeng Manokwari.Sistem operasi unit pembangkit termal, biaya bahan bakar adalah biaya yang paling besar dalam sistem pembangkitan tenaga listrik. Sehingga, salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meminimalkan biaya bahan bakar adalah dengan melakukan sistem penjadwalan unit generator dan pembagian beban sesuai dengan pola penggunaan beban masyakarat.Data pemakaian bahan bakar pada tanggal 23 November 2015 menunjukkan total biaya bahan yang gunaka dari pukul 01.00 – 09.00 dengan metode iterasi lamda adalah Rp. 163.663.106/jam sedangkan total biaya bahan bakar dengan sistem penjadwalan oleh operator PLTD adalah Rp. 167.420.636,5/jam. Perbandingan hasil pemakaian biaya bahan bakar antara metode iterasi lamda dengan sistem penjadwalan oleh operator PLTD diperoleh penghematan dengan menggunakan metode iterasi lamda sebesar Rp. .