cover
Contact Name
Elismayanti Rambe
Contact Email
elismayantirambe@stain-madina.ac.id
Phone
+6282368122463
Journal Mail Official
jurnalalmanaj@stain-madina.ac.id
Editorial Address
Jl.Prof.Dr. Andi Hakim Nasution, Panyabungan Kab. Mandailing Natal » Tel / fax : (0636) 7006359 /
Location
Kab. mandailing natal,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-Manaj
ISSN : 27752062     EISSN : 27758729     DOI : 10.56874
Al-Manaj adalah jurnal Program Studi Manajemen Dakwah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal. yang menjadi fokus dan cakupan dalam jurnal ini adalah tentang manajaemen dakwah, dakwah islam dan lainnya.
Articles 96 Documents
Kepemimpinan dan Budaya Lembaga Dakwah dalam Perspektif Al-Qu’ran Nadia Cahaya Amanda
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 3 No. 01 (2023): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v3i01.1216

Abstract

Dalam Alquran menerangkan bahwa Allah memberikan derajat yang tinggi kepada manusia yaitu sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi ini, yang bertujuan untuk mengarahkan manusia ke jalan yang di ridhoi Allah Swt. Maka dari itu ada empat sifat Rasulullah dalam memimpin yaitu siddiq, amanah, fathonah, dan tabligh. Sedangkan budaya berasal dari akal budi manusia dan ciri kebudayaan dalam islam harus berlandaskan dari alquran dan hadist serta adanya keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat. Adapun lembaga dakwah merupakan intitusi yang bergerak dalam bidang keislaman, dan dakwahnya bertujuan sebagai wadah yang mengajak ummat manusia untuk beramar ma’ruf nahi mungkar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan dan budaya lembaga dakwah dalam perspektif al-qur’an. Dengan menggunakan metode kualitatif dalam penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin harus memiliki dua kata kunci yang pertama harus bisa mempengaruhi atasan maupun bawahan agar terciptanya hubungan yang erat. Kedua harus bisa memberikan perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Dan pemimpin harus menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya dengan memiliki sifat-sifat yang ditanamkan Rasulullah. Kemudian dari sebuah kebiasaan akan terciptanya suatu budaya dan lembaga dakwah juga bersifat dinamis (berubah) ataupun situasional. Pola perilaku juga dipengaruhi oleh lingkungan internal dan eksternal.
Digital Marketing Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Rayyan Aqiqah Dalam Menjangkau Target Pasar Arfan Aulia Rachman
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 3 No. 01 (2023): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v3i01.1211

Abstract

Entering the era of marketing 4.0, marketing methods have shifted or transformed from traditional/conventional ways (offline) to electronic or digital ways (online), namely marketing methods using digital devices, namely websites and social media. This concept has begun to be applied by Aqiqah and food catering business actors in the city of Medan, namely Rayyan Aqiqah in marketing their service products anytime (real-time) and anywhere if connected to interconnection networking (internet). The problems raised, namely:. How is the digital marketing as strategy Rayyan Aqiqah's to reach its target market. This study uses a qualitative descriptive research with a phenomenological approach regarding digital marketing as a marketing communication strategy for an Rayyan Aqiqah in reaching the target market, then analyzed by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. While the theory used in this research is the theory of integrated marketing communication strategy, Digital marketing strategy element Digital Comersialitation 4C Thomas Joseph theory, and marketing communication digital strategy AISAS model Dentsu theory. The results of this study explain that the Digital Marketing concept implemented by business people, namely Rayyan Aqiqah has succeeded in promoting, marketing and obtaining a more massive target market, namely prospective consumers to use service and product service in digital media and are able to maintain bussiness continuity against bussiness competitors kind.
Penggunaan Media Sosial Terhadap Aktivitas Dakwah di Desa Hutapungkut Tonga Kabupaten Mandailing Natal Juli Anggina Sari Batubara
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 3 No. 01 (2023): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v3i01.1403

Abstract

Pengguna media sosial sangat banyak saat ini terutama mayoritas dari kalangan pemuda, namun media sosial cukup alternatif untuk digunakan sebagai sarana dakwah masa kini. Maka, tak sedikit dari para aktivis dakwah memanfaatkan media sosial yang ada sebagai sarana dakwah Islam. Aktivitas dakwah tidak boleh jalan di tempat dan menggunakan cara-cara yang konvensional saja (ceramah). Dakwah harus dinamis, progresif, dan penuh inovasi. Para da’i perlu menciptakan kreasi-kreasi baru yang lebih membumi dan dapat membawa kemaslahatan umat. Jangan sampai dakwah menjadi beban masyarakat dan bahkan bisa memecah belah masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk : 1) Untuk mengetahui aktivitas penggunaan media sosial di Desa Hutapungkut Tonga Kabupaten Mandailing Natal;2) Untuk mengetahui Hambatan dalam penggunaan media sosial terhadap aktivitas dakwah di Desa Hutapungkut Tonga Kabupaten Mandailing Natal:3) Untuk mengetahui apa saja solusi yang digunakan dalam aktivitas dakwah di desa Hutapungkut Tonga Kabupaten Mandailing Natal. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan media sosial sangat mempengaruhi Aktivitas Dakwah saat ini. Komunikasi dakwah melalui media sosial bisa menjadi pengaruh baik dan buruk dalam penyebaran dakwah yang dapat merubah pandangan masyarakat di tengah perkembangan teknologi informasi yang disebarkan melalui media. Para pengguna media sosial terutama umat Islam, agar dapat membentengi diri dari hal-hal negatif tersebut sehingga dakwah melalui media sosial dapat berdampak baik dalam perkembangan zaman saat ini. Abstract There are a lot of social media users nowadays, especially the majority of young people, but social media is quite an alternative to be used as a means of preaching nowadays. So, quite a few da'wah activists use existing social media as a means of Islamic da'wah. Da'wah activities must not take place in place and only use conventional methods (lectures). Da'wah must be dynamic, progressive and full of innovation. The preachers need to create new creations that are more grounded and can bring benefit to the people. Don't let da'wah become a burden on society and can even divide society. The aims of this research are: 1) To determine social media usage activities in Hutapungkut Tonga Village, Mandailing Natal Regency; 2) To determine the obstacles to the use of social media for da'wah activities in Hutapungkut Tonga Village, Mandailing Natal Regency; 3) To find out what solutions are used in da'wah activities in Hutapungkut Tonga village, Mandailing Natal Regency. The results of this research show that the use of social media greatly influences current Da'wah activities. Communication of da'wah through social media can be a good and bad influence in the spread of da'wah which can change people's views amidst the development of information technology that is disseminated through the media. Social media users, especially Muslims, can protect themselves from these negative things so that da'wah through social media can have a good impact in today's developments. .
Manajemen Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan Mandailing Natal dalam Meningkatkan Minat Sholat Berjama’ah Juli Saputri
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 3 No. 01 (2023): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v3i01.1412

Abstract

Masjid termasuk lembaga Islam yang harus dikelola dengan baik seperti halnya dengan Masjid Agung Nur Ala Nur yang mana perlu pengelolaan yang baik yakni seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan yang baik agar upaya dalam memakmurkan dan meningkatkan minat sholat berjama’ah dapat berjalan dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan manajemen yang dilakukan oleh BKM atau pengurus masjid dalam meningkatkan minat sholat berjama’ah di Masjid Agung Nur Ala Nur dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh pengurus masjid dalam meningkatkan minat sholat berjama’ah di Masjid Agung Nur Ala Nur. Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah termasuk penelitian kualitatif, yang mana dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data dilakukan beberapa teknik yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian dalam menguji keabsahan data tersebut peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Kemudian dalam menganalisis data peneliti melakukan langkah-langkah berupa pengumpulan data, reduksi data dan terakhir penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari temuan penelitian manajemen Masjid Agung Nur Ala Nur Panyabungan Mandailing Natal dalam meningkatkan minat sholat berjama’ah ialah sudah berjalan dengan baik, dilihat dari kegiatan-kegiatan berupa pengajian, tabliq akbar, dzikir akbar, mengadakan buka bersama pada bulan ramadhan, menyediakan sarapan pagi bagi para jama’ah dan musyafir, menyeleksi imam, dan mu’azzin. Dalam aspek idarah sudah berjalan dengan baik dilihat dari perencanaan dan kordinasi yang baik. Aspek imarah para pengurus masjid telah mempungsikan masjid sebagaimana mestinya para pengurus mengutamakan sifat ramah tamah dan aspek riayah para pengurus masjid telah berupaya menjaga bagunan fisik, renovasi dan kebersihan masjid. Masjid Agung Nur ala Nur bukan hanya tempat sholat saja namun juga sebagai tempat kegiatan-kegiatan sosial dan kemasyarakatan seperti peranyaan Ulang tahun Mandailing Natal, Ulang tahun RI, dan mengadakan santunan anak nyatim.
Studi Pemanfaat Media TikTok Sebagai Sarana Dakwah di Era Society 5.0 Angfi, Aqim, Rizki, Zidniyatul
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 3 No. 02 (2023): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v3i02.1178

Abstract

Dakwah, society 5.0, tiktok Penelitian mengenai penggunaan aplikasi TikTok sebagai media dakwah di era Society 5.0 menunjukkan bahwa platform ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan pesan-pesan dakwah kepada masyarakat luas. Hal ini didukung oleh fakta bahwa TikTok memiliki pengguna yang sangat banyak, terutama di kalangan generasi muda, sehingga menjadi potensi besar untuk menjangkau audiens yang luas.Dalam penggunaannya sebagai media dakwah, TikTok dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, seperti mengajak orang untuk lebih dekat dengan agama, memberikan informasi dan pemahaman mengenai ajaran agama, dan juga memotivasi orang untuk melakukan amalan baik dalam kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya, TikTok dapat membantu mengedukasi masyarakat mengenai ajaran agama secara mudah dan menyenangkan.Namun demikian, penggunaan TikTok sebagai4 media dakwah juga memiliki beberapa tantangan. Salah satunya adalah bagaimana menyampaikan pesan dakwah yang efektif dan tepat sasaran agar bisa diterima oleh audiens. Selain itu, terdapat juga risiko terjadinya penyimpangan dalam penyampaian pesan dakwah, sehingga perlu diwaspadai dan dihindari.
Pesan Dakwah yang Terkandung dalam Sebuah Film (Studi Kasus Film Hafalan Shalat Delisa) Erwin
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 3 No. 02 (2023): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v3i02.1220

Abstract

Penelitian ini ditulis bertujuan guna mengetahui pesan-pesan dakwah apa saja yang terkandung di dalam film Hafalan Shalat Delisa sehingga dapat teruraikan mengenai pesan-pesan dakwah yang ada di dalam film Hafalan Shalat Delisa. Pesan dakwah adalah segala sesuatu yang ditransmisikan dari sejarah kepada pemiliknya atau hal dakwah, yaitu segala sesuatu yang ada dalam ajaran yang ada dalam kitab dan sunnah rasul.. Permasalahan dalam penelitian ini ialah apa saja pesan-pesan dakwah yang ada di dalam film Hafalan Shalat Delisa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif, karena metode ini digunakan untuk mengkaji sesuatu yang bersifat deskriptif dalam mencari teori atau pengetahuan dalam suatu penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam film Hafalan Shalat Delisa mengandung beberapa pesan dakwah seperti pesan ibadah, pendidikan,dan akidah.
Pentingnya Keterampilan Retorika Da’i di Era Society 5.0 dalam Efektivitas Keberhasilan Dakwah Kepada Mad’u Umi, Khofifah
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 3 No. 02 (2023): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v3i02.1224

Abstract

The era of society 5.0 is an era where almost all human work is assisted by sophisticated machines or technology that makes it easier for humans to do their jobs. In this era of all-technology, preachers are required to have rhetorical skills and a qualified ability to use technology as a medium in conveying tausyiah or da'wah to mad'u. Skills in using technology will pave the way for preachers to be more flexible in conveying their da'wah without fear of being limited by space and time. Da'wah skills on social media can take the form of interesting writing or videos that make mad'u interested in reading and watching what the preachers convey where this is the key to how effective the da'wah delivered to mad'u is. Keyword :Era of society 5.0, skills, effectiveness
Optimalisasi Fungsi Manajemen Majelis Taklim At-Taufiqy Wonopringgo Pekalongan sebagai Upaya Transmisi Pemahaman Islam Intensif Salsa, Lana Salsabila; Nur Fatin Lu'luatus Solikha; M. Slamet Saerozi; Khoirunnisa; Qomariyah
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 3 No. 02 (2023): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v3i02.1482

Abstract

Majelis taklim secara hakikatnya menjadi tempat sandaran Masyarakat muslim reformis dalam Upaya menempuh kaffahnya paham agama Islam yang intensif. Bahkan, dimengerti bersama bahwa historisme eksistensi majelis taklim sudah muncul pada era sang Rasul revolusioner yang menuai esensi dakwah Islam merupakan kemuliaan atas kemerdekaan intelektual manusia menuju kehidupan kekal yang aman. Kehadiran majelis taklim khususnya majelis taklim at-taufiqy demikian menjadi salah satu kegembiraan umat muslim atas kesadaran manusia untuk sama-sama menghantarkan manusia lain pada kematangan beragama. Tujuan penelitian atas peran Lembaga Pendidikan non-formal ditinjau dari fungsi manajemen pelaksanaan majelis taklim. Kelangsungan daya kualitas majelis taklim pun sesekali perlu dianalisa mendalam untuk sekaligus menuai solusi melalu metode field research. Sehingga, kejanggalan yang ditemukan dalam beberapa praduga dapat diresolusikan melalui strategi manejemen majelis taklim atas tinjauan dua kekritisan fondasional dan operasional majelis taklim.
Efektivitas Majelis Taklim Al-Istiqomah untuk Mempererat Ukhwah Masyarakat Desa Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan Fa'izah, Anisatul; Eliana, Dita; Auliya, Rizka
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 3 No. 02 (2023): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v3i02.1483

Abstract

Dalam kehidupan sosial, masyarakat memiliki peran penting dalam kehidupannya. Sebagai makhluk sosial, masyarakat tentu memerlukan interaksi dengan masyarakat lainnya dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Kehidupan sosial biasa kita temui dalam lingkungan masyarakat agar kehidupan sosial dalam lingkungan masyarakat tidak terjadi pertikaian yang tidak diinginkan, kita sebagai masyarakat mempunyai hak dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang tentram, menjaga kedamaian dan kekompakan, salah satunya dengan mengikuti kegiatan majelis taklim yang ada hadir ditengah masyarakat. Majelis taklim hadir ditengah masyarakat salah satu upaya dalam meminimalisir perselisihan antar masyarakatnya. Dalam penelitian kali ini, kami ikut serta hadir mengikuti pengajian ibu-ibu majelis taklim Al-Istiqomah Di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.Metode penelitian yang kami lakukan adalah metode kualitatif deskriptif yaitu dengan prosedur mengumpulkan data melalui pengamatan langsung dilapangan,dokumentasi,dan interview. Dan berdasarkan hasil dari penelitian kami, diperoleh bahwa jamaah pengajian ibu-ibu Al Istiqomah mempunyai agenda kegiatan tahunan bahkan kegiatan yang akan diselenggarakan. Kegiatan majelis taklim Al-Istiqomah ini diharapkan bisa menjadi wadah masyarakat untuk menjaga kerukunan dan menjalin ukhuwah islamiyyah yang lebih erat. Isi dari pembahasan ini tentang kegiatan yang ada didalam majelis taklim dan permasalahan pada tingkat partisipasi dari jamaah dalam mengunjungi pengajian rutinan majelis taklim al – istiqomah desa wangandowo.
Menganalisis Literasi Media di Era Digital pada Mahasiswa IAIN Takengon Nurliana; Nurul Aini
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 3 No. 02 (2023): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/almanaj.v3i02.1492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi media mahasiswa KPI di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon dalam menghadapi era digital yang didominasi oleh media sosial. Literasi media menjadi aspek kritis dalam memahami, mengevaluasi, dan mengelola informasi yang tersebar di lingkungan digital. Dalam konteks ini, fokus utama penelitian adalah untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman mahasiswa terhadap media sosial, kemampuan mereka dalam menilai kebenaran informasi, serta dampak literasi media terhadap partisipasi mereka dalam proses akademik dan sosial. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat literasi media yang cukup baik, tetapi masih terdapat beberapa area di mana mereka memerlukan peningkatan, seperti kemampuan verifikasi informasi dan kritisisme terhadap sumber. Faktor-faktor seperti kurangnya pemahaman terhadap risiko dan manfaat media sosial, serta keterbatasan sumber daya untuk literasi media, menjadi tantangan utama yang dihadapi mahasiswa.

Page 4 of 10 | Total Record : 96