cover
Contact Name
Ratih Novi Listyawati
Contact Email
ratihnovilistyawati@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
matrapolis.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37, Kampus Tegal Boto, Sumbersari, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
MATRAPOLIS : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27458520     DOI : https://doi.org/10.19184/matrapolis
Core Subject : Social, Engineering,
The MATRAPOLIS journal is an open access journal with a specialty in the area of urban and regional planning. Matrapolis publishes two numbers in one volume every year, and all accepted manuscripts will be released worldwide. The topics and scopes of the Matrapolis Journal consist of five fields, including Housing and Settlements; Urban and Rural Infrastructure; Land Use; Economic Region; Conservation and preservation.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2022)" : 6 Documents clear
Strategi penanganan covid-19 berdasarkan penderkatan Analisis Pola Interaksi Spasial dan historical frame di Kabupaten Jember Ivan Agusta Farizkha; Cahyadi Setya Nugraha
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.197 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.34537

Abstract

Kabupaten Jember termasuk kedalam salah satu wilayah dengan angka positif tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi angka penularan di Kabupaten Jember dari penerapan pembatasan masyarakat, pembatasan mobilitas, pembatasan jam malam, hingga vaksinasi yang terus digencarkan. Analisis interaksi wilayah dilakukan untuk mengetahui pola spasial penularan Covid-19 di Kabupaten Jember. Metode dalam analisis ini menggunakan model Gravitasi untuk mengidentifikasi interaksi penularan antar wilayah kecamatan dan pemetaan untuk menggambarkan pola interaksi penularan Covid-19 di Kabupaten Jember. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa episentrum penularan Covid-19 di Kabupaten Jember berada di wilayah kecamatan perkotaan Jember yaitu Kecamatan Kaliwates, Sumbersari, Patrang dan Ajung. Peningkatan kasus di wilayah episentrum akan berdampak langsung pada peningkatan kasus di Kecamatan Arjasa dan kemudian peningkatan kasus di Kecamatan Sukorambi. Adapun wilayah kecamatan lainnya juga akan mengalami peningkatan kasus secara merata tetapi tidak sebanyak wilayah episentrum dan turunan utamanya. Strategi yang dapat dilakukan untuk menekan angka penularan dari hasil analisis yang dilakukan terdiri dari: 1) Pembentukan tim taktis khusus guna deteksi dini; 2) Penerapan PPKM mikro; 3) Pembatasan mobilitas; 4) dan penyediaan fasilitas karantina di masing – masing kecamatan.
Dampak Eksternalitas Pabrik Ikan terhadap Permukiman di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar dengan Pendekatan Pembangunan Berkelanjutan Dewi Rizqi Arrochimi; Yeny Dhokhikah; Rendra Suprobo Aji
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.852 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.34533

Abstract

Kabupaten Banyuwangi memiliki daerah penyumbang perikanan laut terbanyak yaitu Kecamatan Muncar. Hal tersebut mengakibatkan wilayah Kecamatan Muncar memiliki industri pabrik ikan terbanyak di Kabupaten Banyuwangi. Daerah di Kecamatan Muncar yang memiliki pabrik ikan terbanyak yaitu di Desa Kedungrejo. Namun secara eksisting pabrik ikan di Desa Kedungrejo berdampingan langsung dengan permukiman dan bertentangan dengan peraturan dan regulasi yang ada. Permukiman dengan pabrik ikan tidak dapat dipisahkan karena sebagian besar masyarakat sekitar berkerja dan bergantung pada pabrik ikan, sehingga terjadi tumpang tindih pemanfaatan ruang yang menyebabkan dampak eksternalitas. Diperlukan kajian untuk penanganan dari dampak eksternalitas tersebut. Penelitian ini menggunakan 3 tahap analisis yaitu menggunakan metode analisis wawancara semiterstruktur, analisis korelasi lalu analisis triangulasi. Hasil penelitian ini yaitu diketahui faktor penyebab dampak eksternalitas di Desa Kedungrejo akibat adanya sumberdaya bersama, barang publik, dan penyelewengan kebijakan. Selain itu pada analisis korelasi didapatkan bahwa aspek lingkungan dengan aspek ekonomi memiliki korelasi negatif, pada aspek lingkungan dengan aspek sosial memiliki korelasi positif, dan aspek ekonomi dengan aspek sosial memiliki korelasi negatif. Adapun penanganan dampak eksternalitas ini yaitu peningkatan monitoring baku mutu limbah, sosialisasi kepada pelaku usaha pabrik ikan skala sedang dan kecil, pembangunan IPAL bagi pabrik yang limbahnya melibih baku mutu dan jika kurang mampu dapat mengajukan bantuan kepada pemerintah, mempertegas peraturan terkait, pemberian sanksi administratif bagi pabrik yang melanggar, dan pemberian insentif kepada pelaku industri yang membuka lapangan perkerjaan bagi masyarakat sekitar.
Strategi Pengembangan Kawasan Inti Agropolitan Seroja Kabupaten Lumajang Dalam Mendukung Pembangunan Desa Ifna Nabila; Luh Putu Suciati; Nunung Nuring Hayati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.695 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.34538

Abstract

Pertanian merupakan salah satu sektor yang berkontribusi dalam produk domestik bruto nasional dan menjadi roda penggerak ekonomi negara. Karakter wilayah pedesaan memiliki kegiatan utama pertanian. Kabupaten Lumajang merupakan salah satu daerah yang sektor pertaniannya dikembangkan sebagai kawasan agropolitan yaitu kawasan agropolitan Seroja, dengan dua desa inti yaitu Desa Senduro dan Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro. Perkembangan kawasan agropolitan memiliki permasalahan antara lain infrastruktur penunjang tidak digunakan secara maksimal, petani cenderung fokus terhadap kwalitas dan kawasan agropolitan Seroja kurang dikenal oleh masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui kinerja pelayanan infrastruktur pendukung kawasan inti agropolitan Seroja dan untuk mengetahui strategi pengembangan kawasan inti agropolitan Seroja. Metode penelitian yang digunakan yaitu importance performance analysis dan force field analysis. Hasil penelitian menunjukkan kinerja pelayanan infrastruktur memiliki aksesibilitas yang baik dengan nilai 84,57% dan kualitas yang sangat baik dengan nilai 86,15%. Hasil analisa dalam force field analysis menunjukkan faktor pendorong tertinggi adalah D4 yakni fasilitas pendukung kawasan agropolitan lengkap dan D2 Peternakan sapi perah, peternakan kambing, padi dan pisang mas kirana menjadi produk unggulan. Faktor penghambat tertinggi adalah H4 yakni sub terminal agribisnis dan tempat bongkar muat belum memiliki SOP dan H3 yaitu kurangnya promosi dan inovasi pemasaran produk lokal unggulan. Strategi yang dirumuskan yaitu pembuatan standart operasional prosedur sesuai dengan pedoman terkait Pengembangan Terminal dan Sub Terminal Agribisnis, peningkatan implementasi sub terminal agribisnis dan tempat bongkar muat sesuai dengan fungsinya, diadakan event produk unggulan kawasan agropolitan, pelatihan pengemasan produk sebagai inovasi pemasaran dan pembuatan landmark sebagai penanda yang menjadi ciri khas dibanding kawasan lainnya.
Kajian Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang Yovita Inggar Mawardi; Yeny Dhokhikah; Ratih Novi Listyawati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.946 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.34534

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang sangat pesat menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat juga bertambah banyak. Bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat ini berpengaruh terhadap jumlah sampah yang dihasilkan. Desa Gucialit merupakan salah satu desa wisata dengan kunjungan wisatawan terbanyak kedua di Kabupaten Lumajang. Para pengunjung juga berkontribusi dalam menghasilkan sampah, sehingga sampah yang dihasilkan semakin bertambah. Masyarakat di Desa Gucialit cenderung mengelola sampah secara konvensional yaitu dibakar, ditimbun, dan dibuang tidak pada tempatnya. Pengelolaan sampah tersebut menyebabkan berbagai macam dampak, seperti polusi udara, kerusakan sumber air, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, mengetahui bentuk partisipasi berdasarkan kesediaan masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Gucialit. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik dan analisis penentuan bentuk partisipasi berdasarkan kesediaan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Setelah dilakukan analisis dihasilkan bahwa terdapat tiga faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat, yaitu durasi tinggal, pendidikan, dan pendapatan. Selain itu, bentuk partisipasi berdasarkan kesediaan masyarakat dalam pengelolaan sampah ialah 80% masyarakat bersedia berpartisipasi dalam bentuk tenaga, dan 20% masyarakat bersedia berpartisipasi dalam bentuk uang. Rekomendasi peningkatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat adalah dengan memberikan sosialisasi dan penyuluhan, memberikan pelatihan untuk meningkatkan skill, pembentukan kader lingkungan, optimalisasi bank sampah, penamabahan petugas kebersihan, pembangunan TPS di Desa Gucialit, dan pengawasan pelanggaran pengelolaan sampah.
Analisis Pengembangan Kawasan Perkotaan Berbasis Kinerja Jasa Ekosistem dalam Pencegahan Banjir dan Luapan. Studi Kasus: Wilayah Perkotaan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat Ivan Agusta Farizkha; Yuliana Sukarmawati; Cahyadi Setya Nugraha
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.227 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.34535

Abstract

Salah satu permasalahan akibat adanya pembangunan yang signifikan di kawasan perkotaan adalah adanya bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kawasan perkotaan berdasarkan simulasi banjir dan luapan. Metode dalam penelitian ini adalah analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis. Lokasi studi adalah Wilayah Perkotaan Pangkalan Banteng yang merupakan wilayah dengan tipologi perkotaan di Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Hasil simulasi terhadap pola ruang menunjukkan bahwa terdapat adanya potensi banjir dan luapan pada area infrastruktur transportasi dan area perumahan. Rekomendasi untuk meminimalisir dampak adalah pengembangan infrastruktur jaringan drainase untuk menjangkau seluruh kawasan perumahan dengan konstruksi yang standar dan relevan dengan kondisi lingkungan serta sistem manajemen konservasi tanah dan air melalui tata kelola lahan untuk menyeimbangkan alih fungsi lahan.
Arah Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Unggul Ras Madura Di Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan Emelia Zain; Luh Putu Suciati; Dewi Junita Koesoemawati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.844 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.34536

Abstract

Pengembangan kawasan peternakan dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh kesesuaian lingkungan fisik dan ketersediaan hijauan pakan yang memadai sebagai sumber makanan ternak. Analisis dilakukan dengan metode overlay pada berbagai jenis peta (Peta penggunaan lahan, peta tanah, peta administrasi, peta suhu, kerengan, dan curah hujan) menggunakan GIS pada analisis kesesuaian lahan, data tabular pada analisis ketersediaan hijauan pakan, serta analisis FFA (Force Field Analysis). Luas kesesuaian fisik lingkungan untuk peternakan sapi yang dikandangkan 5.875,794 Ha (83,6%) dari luas wilayah, lahan yang tidak sesuai 19,1 Ha (0,27%), dan tidak dinilai seluas 1.133,212 Ha (16,1%). Sedangkan lahan yang sesuai untuk berbagai hijauan pakan ternak seluas 5.852,83 Ha (83,2%) dari luas wilayah, lahan yang tidak sesuai seluas 34,60 Ha (0,5%), dan tidak dinilai 1.140,74 Ha (16,3%). Daya dukung hijauan di Kecamatan Waru berada pada kriteria aman di 4 desa (Bajur, Sumberwaru, Sana Laok, Tampojung Tengah), 6 desa dengan kriteria rawan, dan 2 desa (Waru Barat, Tagangser Laok) dengan kriteria kritis. Hasil analisis FFA diketahui faktor kunci pendorong adalah memiliki ketersediaan lahan yang luas, serta peningkatan harga sapi, sedangkan faktor penghambat kunci adalah konversi lahan menjadi kawasan terbangun, dan minimnya dukungan infrastruktur dasar. Arahan pengembangan kawasan peternakan sapi di Kecamatan Waru dilakukan dengan mengoptimalkan potensi ketersediaan lahan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6