cover
Contact Name
Eep Saepul Hayat
Contact Email
saepuleep@gmail.com
Phone
+6287778626570
Journal Mail Official
mgmppai392@gmail.com
Editorial Address
JL. Kolonel Kornel Singawinata, No. 60, Negeri Kidul, Nagri Kidul, Kec. Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41111
Location
Kab. purwakarta,
Jawa barat
INDONESIA
Mudarris Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 29621771     EISSN : 29637201     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam ini adalah media publikasi yang diterbitkan secara berkala yang menampilkan karya akademis. Ditujukan untuk menjadi catatan publik penelitian, serta perspektif untuk menginformasikan diskusi, replikasi, atau aplikasi, diharapkan juga dapat menerbitkan karya yang telah ditentukan layak oleh akademisi khususnya para GPAI yang tergabung dalam MGMP PAI SMP Kabupaten Purwakarta. Jurnal ini adalah akses gerbang terbuka multidimensi untuk eksplorasi penemuan ilmiah dan penelitian baru di bidang pendidikan dan Ilmiah lainnya, sebagai jawaban tentang literasi digital. Jurnal Ilmiah merupakan upaya kolaboratif para guru untuk meningkatkan kompetesi profesi.
Articles 21 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MASALAH MATERI SHALAT JAMAK DAN QASHAR DI KELAS VII Teni Maryani
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 2 (2022): EDISI KE-2 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.032 KB)

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah Apakah bahan ajar Pendidikan Agama Islam berbasis masalah dapat meningkatakan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP N 1 Sukatani ? Tujuan dari penelitian ini “Untuk mengetahui bahan ajar Pendidikan Agama Islam berbasis masalah dapat meningkatakan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP N 1 Sukatani. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya Research and Development artinya metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode ini merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengembangkan produk Pendidikan. Berdasarkan proses pengembangan bahan ajar dan hasil validasi serta uji coba lapangan, dapat dipaparkan bahwa pengembangan bahan ajar PAI berbasis masalah untuk kelas VII SMP N I Sukatani dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE, yakni : Analysis (analisis), Design (perancangan), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Tingkat kevalidan modul berbasis masalah yang diperoleh dari validasi oleh ahli pembelajaran Ii Tajudin, S.Ag diperoleh 97,14 %. Sedangkan tingkat kemenarikan bahan ajar diperoleh sebanyak 79 %. berdasarkan tingkat kevalidan yang telah ditetapkan maka pengembangan bahan ajar berbasis masalah dinyatakan valid. Sesuai dengan tujuan pengembangan bahan ajar PAI berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, maka penggunaan bahan ajar berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik Kata Kunci: PAI, Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Masalah ABSTRACT The problem to be studied in this study is whether problem-based Islamic Religious Education teaching materials can improve the learning outcomes of seventh grade students of SMP N 1 Sukatani? The purpose of this study is "To find out that problem-based Islamic Religious Education teaching materials can improve the learning outcomes of seventh grade students of SMP N 1 Sukatani. This research is included in the type of research and development or in English Research and Development means research methods used to produce certain products and test the effectiveness of these products. This method is one of the methods used to develop educational products. Based on the process of developing teaching materials and the results of validation and field trials, it can be explained that the development of problem-based PAI teaching materials for class VII SMP N I Sukatani was developed with the ADDIE development model, namely: Analysis (analysis), Design (design), Development (development) , Implementation (implementation), and Evaluation (evaluation). The level of validity of the problem-based module obtained from the validation by learning expert Ii Tajudin, S.Ag was 97.14%. While the level of attractiveness of teaching materials obtained as much as 79%. based on the level of validity that has been set, the development of problem-based teaching materials is declared valid. In accordance with the purpose of developing problem-based PAI teaching materials to improve student learning outcomes, the use of teaching materials has an effect on improving student learning outcomes. Keywords : PAI, Problem Based Teaching Material Development
MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS PENDIDIKAN AKHLAK UNTUK MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SMP FULDAY ALMUHAJIRIN 2 Dewi Indrawati
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 2 (2022): EDISI KE-2 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.699 KB)

Abstract

ABSTRAK Krisis moral yang terjadi di kalangan anak-anak remaja akhir-akhir ini berada pada kondisi memprihatinkan. Hal itu sebagaimana dari begitu banyaknya permasalahan anak-anak remaja saat ini, seperti diberitakan oleh berbagai media. Sehingga menarik minat peneliti untuk menganalisi manajemen kurikulum berbasis pendidikan akhlak di sekolah, dengan mengambil studi kasus di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Full day al-Muhajiri 2 Purwakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi dari manajemen kurikulum berperan besar dalam keberhasilan sekolah mencapai visi, misi, tujuan, dan program-program sekolah yang dicanangkan. Salah satu faktor penunjang manajemen kurikulum tersebut adalah sikap dan gaya kepemimpinan kepala sekolah, yang merupakan ujung tombak dalam manajemen kurikulum, dimana kepala sekolah berperan yang luar biasa sebagai inspirator, motivator, figur keteladanan, supervisi akademik, dan manajerial bagi segenap elemen yang ada di sekolah. Kata Kunci : manajemen kurikulum, pendidikan akhlak, karakter, siswa ABSTRAC The moral crisis that has occurred among teenagers lately is in an alarming condition. This is as from the many problems of teenagers today, as reported by various media. So that it attracts researchers to analyze curriculum management based on moral education in schools, by taking a case study at Islamic Full Day School SMP 2 Al-Muhajirin Purwakarta. The research method used is descriptive with qualitative approach of case study. Data collection techniques were conducted through interviews, observations, and documentation studies. The results show that the functions of curriculum management play major roles in the success of the school to achieve the vision, mission, goals and programs of the school that proclaimed. One of the factors supporting the management of the curriculum is the attitude and style of leadership of the principal. As a spearhead in curriculum management, the principal takes extraordinary roles either as an inspirator, a motivator, an exemplary figure, an academic supervisor, or manager for all elements of the school. Keywords: curriculum management, moral education, character building, student
UPAYA GURU PAI MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI PEMBIASAAN DI SMPN 2 DARANGDAN PURWAKARTA Rina Supriati
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 2 (2022): EDISI KE-2 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.858 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah untuk mendeskripsikan upaya guru PAI dalam membentuk karakter religius siswa melalui pembiasaan dan untuk mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat dalam pelaksanaan pembiasaan dalam membentuk karakter religius siswa di SMPN 2 darangdan tahun Pelajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kualitatif.Subjek penelitian ini adalah guru PAI dan peserta didik. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif dengan lanagkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru PAI dalam membentuk karakter religious melalui pembiasaan diantaranya berupa pembiasaan senyum, salam dan sapa(3S), pembiasaan hidup bersih dan sehat, pembiasaan membaca asmaul husna dan doa harian, pembiasaan bersikap jujur, pembiasaan memiliki sikap tanggung jawab. Pembiasaan bersikap disiplin, pembiasaan ibadah, dan pembiasaan literasi Al Qur’an. Adapun factor pendukung dalam membentuk karakter religious siswa diantaranya adanya dukungna dari orang tua, komitmen Bersama warga sekolah, dan fasilitas yang memadai.sedangkan factor penghambatnya diantaranya yaitu latar belakang peserta didik yang berbeda-beda, kurangnya kesadaran siswa , dan lingkungan pergaulan siswa Kata Kunci: Karakter, religious , pembiasaan ABSTRACT The research objectives to be achieved are to describe the efforts of PAI teachers in forming the religious character of students through the habituation method and to describe what factors support and hinder the implementation of the habituation method in forming the religious character of students at SMPN 2 darangdan in the 2022/2023 school year. The research method used is a qualitative descriptive method. The subjects of this study were PAI teachers and students. Methods of data collection using the method of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses interactive analysis with data reduction steps, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the efforts of PAI teachers in forming religious character through habituation methods included the habituation of smiles, greetings and greetings (3S), the habit of living clean and healthy, the habit of reading asmaul husna and daily prayers, the habit of being honest, the habit of having an attitude of responsibility. The habit of being disciplined, the habit of worship, and the habit of reading the Qur'an. The supporting factors in shaping the religious character of students include support from parents, joint commitment of school members, and adequate facilities. Meanwhile, the inhibiting factors include the different backgrounds of students, lack of student awareness, and student social environment.
HUBUNGAN SUPERVISI AKADEMIK DAN KOMITMEN BERAGAMA DENGAN KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN PAI Eva Siti Maria
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 2 (2022): EDISI KE-2 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.67 KB)

Abstract

ABSTRAK Tugas guru PAI adalah mendidik, membimbing, mengajar, mengarahkan memberi keteladanan menilai dan mengevaluasi peserta didik secara profesional di bidang pendidikan agama Islam. Tinggi rendahnya kinerja guru PAI dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain faktor intrinsik dan ekstrinsik. Salah satu faktor ekstrinsik adalah supervisi akademik yang dilakukan pengawas. Dan salah satu faktor intrinsik adalah komitmen beragama guru PAI. Tetapi dalam realisasinya terdapat guru PAI yang belum melaksanakan tugasnya secara profesional. Oleh itu diperlukan proses supervisi akademik sehingga terbangunnya kerjasama yang dilakukan oleh pengawas PAI dengan guru PAI. Selain itu komitmen beragama guru PAI dapat mendukung untuk menguatkan profesionalisme guru PAI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai, (1)hubungan supervisi akademik pengawas dengan kinerja guru PAI SMP dalam pembelajaran se-Kabupaten Purwakarta, (2) hubungan komitmen beragama guru PAI dengan kinerja guru PAI SMP dalam pembelajaran se-Kabupaten Purwakarta, ketiga hubungan supervisi akademik pengawas dan komitmen beragama guru PAI dengan Kinerja guru PAI SMP dalam pembelajaran se-Kabupaten Purwakarta. Berdasarkan tujuannya penelitian ini termasuk penelitian korelatif dengan pendekatan kuantitatif, karena menjelaskan hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya. Dalam penelitian ini kompetensi supervisi akademik dan komitmen beragama guru PAI dianggap sebagai variabel bebas (X1 dan X2), dan kinerja guru PAI (Y). Sebagai variabel terikatnya. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan denga menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi lebih dalam mengenai data yang tidak bisa diperoleh hanya melalui kuesioner. sebagian guru PAI SMP se-Purwakarta yang berjumlah 58 dijadikan sebagai sampel responden. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis korelasi dan regresi ganda untuk mencari hubungan antara kompetensi supervisi akademik pengawas PAI dan komitmen beragama guru PAI dengan kinerja guru PAI. Hasil penelitian ini mencakup : (1) nilai supervisi akademik pengawas PAI sebesar 64,10% dengan kategori baik. (2) Nilai komitmen beragama guru PAI sebesar 89,20% dengan kategori sangat baik, (3) kinerja guru PAI sebesar 79,85% dengan kategori sangat baik. (4) kompetensi supervisi akademik pengawas PAI berhubungan secara negatif dan tidak signifikan dengan kinerja guru PAI. (5) Komitmen beragama guru PAI berhubungan secara positif namun tidak signifikan dengan guru PAI. (6) secara simultan kompetensi supervisi akademik dan komitmen beragama mempunyai hubungan yang positif namun tidak signifikan dengan kinerja guru PAI. Namun tingkat keeratan hubungannya berada kategori lemah/rendah. Kata Kunci: Supervisi Akademik, Komitmen Beragama, Kinerja Guru
IMPLEMENTASI JUMAAH NYUCIKEUN DIRI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Endah Rohimah
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 2 (2022): EDISI KE-2 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.33 KB)

Abstract

Abstrak Pemerintah Kabupaten Purwakarta, dalam hal ini melalui Bupati Purwakarta, membuat sejumlah terobosan di bidang pendidikan karakter di Kabupaten Purwakarta. Terobosan itu tertuang dalam Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 69 Tahun 2015 Bab III Pasal 5 tentang nilai dasar pendidikan berkarakter. Dalam perjalanannya, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, di bawah komando Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Dr. H. Purwanto, M.Pd., terus berupaya mengembangkan prinsip dan model pembelajaran yang berbasis penguatan karakter. Program 7 Poe Atikan Purwakarta Istimewa sebagai sebuah kebijakan publik warisan Bupati Purwakarta periode sebelumnya tetap diimplementasikan dalam kurikulum pembelajaran di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini ingin memotret secara utuh tentang implementasi program jumaah nyucikeun diri di SMPN 8 Purwakarta, termasuk faktor pendukung dan penghambatnya. Program jumaah nyucikeun diri termasuk ke dalam 7 Poe Atikan Purwakarta Istimewa yang merupakan program unggulan bidang pendidikan di Purwakarta sehingga penting untuk mengetahui bagaimana program ini diimplementasikan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui secara utuh implementasi program jumaah nyucikeun diri di SMPN 8 Purwakarta. Adapun pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatit. Metode ini dipilih karena dapat memungkinkan penulis untuk mengolah data secara kualitatif berdasarkan hasil yang diperoleh di tempat penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program jumaah nyucikeun diri di SMPN 8 Purwakarta sudah berjalan dengan baik sesuai acuan kebijakan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Purwakarta. Pembiasaan melantunkan asmaul husna, solawat, membaca surah yasin, dan sholat dhuha berjamaah sebelum proses KBM telah berhasil dilakukan kepada siswa. Hal ini dibuktikan dengan Sebagian besar siswa telah berhasil hafal 99 asmaul husna. Sementara itu, faktor penunjang yang paling berperan adalah adanya regulasi yang jelas terhadap program sehingga dukungan untuk implementasi program lebih signifikan. Adapun faktor yang menjadi penghambat adalah kurangnya sarana dan prasarana sehingga implementasi program kurang optimal. Kata kunci : implementasi program, 7 Poe Atikan, jumaah nyucikeun diri Abstract The Purwakarta Regency Government, in this case through the Purwakarta Regent, made a number of breakthroughs in the field of character education in Purwakarta Regency. This breakthrough was stated in Purwakarta Regent Regulation Number 69 of 2015 Chapter III Article 5 concerning the basic values ​​of character education. On its way, the Purwakarta District Education Office, under the command of the Head of the Purwakarta District Education Office, Dr. H. Purwanto, M.Pd., continues to strive to develop learning principles and models based on character strengthening. The 7 Poe Atikan Special Purwakarta Program, as a public policy inherited from the previous period of the Regent of Purwakarta, is still being implemented in the learning curriculum at the Elementary School (SD) and Junior High School (SMP) levels. This research wants to take a complete picture of the implementation of jumaah nyucikeun diri program at SMPN 8 Purwakarta, including its supporting and inhibiting factors. The jumaah nyucikeun diri program is included in the 7 Poe Atikan Special Purwakarta which is a leading program in the field of education in Purwakarta. So that, it is important to know how this program is implemented. This research was conducted with to know the fully implementation of the jumaah nyucikeun diri program at SMPN 8 Purwakarta. The approach used is a qualitative descriptive research method. This method was chosen because it allows the authors to process data qualitatively based on the results obtained at the research site. The results of the study show that the implementation of the jumaah nyucikeun diri program at SMPN 8 Purwakarta has been going well according to the policy guidelines issued by the Purwakarta Education Office. The habit of chanting asmaul husna, solawat, reading surah yasin, and praying dhuha in congregation before the teaching and learning process has been successfully carried out on students. This is evidenced by the fact that most students have successfully memorized the 99 asmaul husna. Meanwhile, the supporting factor that played the most role was the existence of clear regulations on the program so that support for program implementation was more significant. The inhibiting factor is the lack of facilities and infrastructure so that the implementation of the program is less than optimal. Keywords : program implementation, 7 Poe Atikan, jumaah nyucikeun diri
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI DENGAN METODE JIGSAW sari sumiati
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 2 No 1 (2023): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.424 KB)

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI materi Menuntut Ilmu Kurang tepatnya model pembelajaran yang digunakan guru sehingga pada proses belajar mengajar dominasi guru sangat tinggi rendahnya tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi Menuntut Ilmu Guru kurang kreatif mencoba model pembelajaran yang baru yang cocok untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi menuntut ilmu Metode Cooperative Learning Tipe Jigsaw hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning pada mata pelajaran PAI tema menuntut ilmu dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A SMPN 2 Maniis. Peningkatan tersebut terlihat dari nilai rata-rata pada hasil test, dengan demikian penerapan model problem based learning dianggap berhasil dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan rata-rata hasil belajar peserta didik mencapai KKM. Penerapan model Pembelajaran Based learning, mampu meningkatkan hasil belajar siswa, dikarenakan mudah, tidak menyulitkan, tidak membosankan peserta didik, sehingga mereka dapat merespon materi pembelajaran sesuai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Melalui menerapkan metode jigsaw, pada siklus I, dan pada siklus II meningkat 28 orang siswa 90,32%, pada siklus III 31 orang siswa 100%, siklus III semua siswa tuntas dalam pembelajaran. Low learning outcomes of students in pai subjects material Demanding knowledge Inaccurate learning models used by teachers so that in the teaching and learning process teacher dominance is very high low level of understanding of students towards the material Demanding Knowledge Teachers are less creative trying new learning models that are suitable for increasing student understanding of the material studying Jigsaw Type Cooperative Learning MethodsThe results of research and discussion show that the application of problem-based learning models in pai subjects with the theme of studying can improve the learning outcomes of grade VII A students of SMPN 2 Maniis. The increase can be seen from the average score in the test results, thus the application of the problem-based learning model is considered successful in improving student learning outcomes with the average learning outcomes of students achieving KKM. The application of the Learning Based learning model, is able to improve student learning outcomes, because it is easy, not difficult, not boring for students, so that they can respond to learning materials according to the expected learning objectives. Through applying the jigsaw method, in cycle I, and in cycle II increased by 28 students 90.32%, in cycle III 31 students 100%, cycle III all students completed in learning.
KETERAMPILAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA GURU PAI nur azizah
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 2 No 1 (2023): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.689 KB)

Abstract

Kajian dalam tulisan ini adalah tentang manajemen kinerja, yang merupakan proses konsolidasi perencanaan tujuan, penilaian dan pengembangan kerja dalam suatu tunggal bersama yang memiliki tujuan memastikan kinerja Guru PAI mendukung tujuan strategis pendidikan. Berdasarkan Undang – Undang Nomor 20 tahun 2003 tujuan dari pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan kemampuan dan membentu watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, madiri dan menjadi wara Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut diatas perlu sumberdaya Guru yang memiliki kemampuan manajerial yang baik dan berkualitas sehingga target kinerja guru pun akan berkualitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptip litertatur, penulis mencoba membangun kemampuan manajerial Guru dalam hal ini Guru PAI melalui konsep manajemen kinerja. Penulis memandang materi ini penting untuk diketahui dan dikembangakan oleh para guru dan semua stakeholder dalam dunia pendidikan bagaimana seorang guru itu penting untuk memiliki kemampuan manajeria. Oleh sebab itu penulis dalam penelitian ini mengambil judul “Keterampilan Manajerial Terhadap Kinerja Guru PAI “ The study in this paper is about performance management, which is the process of consolidating goal planning, assessment and development of work in a single joint that has the goal of ensuring the performance of PAI teachers supports the strategic goals of education. Based on Law Number 20 of 2003 the aim of national education is to develop capabilities and form dignified national character and civilization in order to educate the nation's life, aiming at developing the potential of students to become human beings who believe and fear God Almighty, have good morals noble, healthy, knowledgeable, capable, creative, independent and become citizens of a democratic and responsible state. To achieve the national education goals mentioned above, it is necessary to have teacher resources who have good and quality managerial skills so that teacher performance targets will also be of high quality. This study uses a qualitative descriptive literature method. The author tries to build teacher managerial abilities, in this case PAI teachers through the concept of performance management. The author views this material as important to know and develop by teachers and all stakeholders in the world of education, how important it is for a teacher to have managerial skills. Therefore the authors in this study took the title "Managerial Skills on the Performance of PAI Teachers"
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN BIRRUL WALIDAIN SURAT AL- ISRA AYAT 23 – 24 PADA ERA 4.0 ai didah
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 2 No 1 (2023): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.915 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang konsep pendidikan Birrul Walidain yang tercantum dalam surat Al – Isra ayat 23 – 24 dan bagaimana implementasinya pada kehidupan anak-anak di era 4.0 ini. Penelitian ini ditulis dengan menggunakan metode analisis deskripsi, penulis mencoba menemukan langkah-langkah sistematis untuk mendapatkan fakta atau prinsip baru berupa data dan argument yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian atau hal-hal baru terkait birrul walidain dan implementasinyapada kehidupan di era 4.0. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan analisis untuk menjelaskan fenomena sedalam – dalamnya. Dan sumber data diperoleh dari studi literature dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya pemahaman mengenai birrul walidain dapat menciptakan generasi yang berakhlakul karimah serta berpengaruh terhadap adab kepada kedua orang tua. didalam bentuk pendidikan birrul walidain diantaranya: a. Mentaati mereka, b. Menghormati dan tidak berkata kasar terhadap orang tua, c. Menafkahi orang tua, d. Memenuhi kebutuhan orang tua, e. Meminta izin dan restu dari orang tua. anak dapat membalas dengan berbuat baik kepada orang tua dan tidak durhaka kepadanya bahkan salah satunya jangan berkata “ah” yang telah di jelaskan dalam surah Al-Isra ayat 23-24. Al-qur‟an dan sunnah menegaskan Birrul Walidain sebagai kewajiban. Hal ini menjelaskan batapa besarnya perhatian Islam terhadap kedua orang tua. Konsep birr al-walidain dalam Islam, anak yang diasuh dan dididik dari kecil hingga dewasa oleh kedua orang tuanya juga menjadi pihak yang turut bertanggung jawab dalam menjaga kualitas relasi orang tua-anak dan konflik di antara keduanya. Hal ini karena anak dianggap perlu untuk melakukan balas budi terhadap orang tua, sehingga anak harus selalu memperbaiki relasinya dengan kedua orang tua, dengan menerima atau menolak dengan cara yang baik, agar hubungan dengan mereka selalu harmonis dan tidak mengecewakan Kata Kunci: Pendidikan Birrul Walidain, Surat Al- Isra 23 – 24, Era. 4.0 ABSTRACT This research discusses the concept of Birrul Walidain education listed in Surah Al-Isra verses 23-24 and how it is implemented in the lives of children in this 4.0 era. This research is written using the description analysis method, the author tries to find systematic steps to obtain new facts or principles in the form of data and arguments that aim to gain understanding or new things related to birrul walidain and its implementation in life in the 4.0 era. The type of research used is qualitative which is descriptive and uses analysis to explain the phenomenon in depth. And data sources are obtained from literature studies and previous research. The results of this study indicate that with an understanding of birrul walidain, it can create a generation that is morally good and has an effect on adab to both parents. in the form of birrul walidain education including: a. Obey them, b. Respect and not speak harshly to parents, c. Provide for parents, d. Fulfill the needs of parents, e. Fulfill the needs of parents, e. Fulfill the needs of parents, e. Fulfill the needs of parents. Fulfilling the needs of parents, e. Asking permission and blessing from parents. children can reciprocate by doing good to parents and not disobeying them and even one of them should not say "ah" which has been explained in surah Al-Isra verses 23-24. The Qur'an and sunnah emphasize Birrul Walidain as an obligation. This explains how much Islam cares about both parents. According to the concept of birr al-walidain in Islam, children who are raised and educated from childhood to adulthood by their parents are also responsible for maintaining the quality of parent-child relationships and conflicts between them. This is because children are considered necessary to return the favor to parents, so children must always improve their relationship with both parents, by accepting or rejecting in a good way, so that the relationship with them is always harmonious and not disappointing.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN METODE KEPUASAAN (CONTENTS THEORY) DAN TEORI PROCESS (PROCESS THEORY) kursiti kursiti
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 2 No 1 (2023): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.92 KB)

Abstract

Penelitian membahas tentang motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam dengan menggunakan dua pendekatan dan teori kepuasan (contents theory) dan teori process (process theory). Penelitian ini ditulis dengan menggunakan metode analisis deskripsi, penulis mencoba menemukan langkah-langkah sistematis untuk mendapatkan fakta atau prinsip baru berupa data dan argument yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian atau hal-hal baru terkait motivasi belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan analisis untuk menjelaskan fenomena sedalam – dalamnya. Dan sumber data diperoleh dari studi literature dan penelitian sebelumnya. Salah satu gejala yang harus menjadi perhatian seorang guru PAI adalah rusaknya kondisi belajar dan rendahnya keinginan belajar hal ini bisa menjadi suatu bentuk yang ekstrim seperti tidak mengerjakan tugas belajar, malas masuk sekolah,. Seiring dengan hal tersebut akan menimbulkan kerugian baik untuk siswa itu sendiri, guru dan organisasi sekolah. Oleh sebab itu harus ada dorongan motivasi belajar terutama mata pelajaran pendidikan agama Islam. Motivasi merupakan karateristik psikologis yang memberikan kontribusi pada komitmen seseorang untuk menyalurkan dan mempertahankan tingka laku tertentu. Secara psikologis motivasi berkaitan dengan masalah kebutuhan dan keinginan yang akan mempengaruhi tindakan maupun interaksi antara siswa dan guru. Oleh sebab itu dipandang perlu untuk mengetahui bagaimana cara memotivasi siswa dengan pendekatan kepuasan dan proses. The study discusses students' motivation towards Islamic religious education subjects by using two approaches and content theory and process theory. This research was written using the descriptive analysis method, the writer tries to find systematic steps to get new facts or principles in the form of data and arguments that aim to gain understanding or new things related to students' learning motivation. The type of research used is qualitative which is descriptive and uses analysis to explain the phenomenon in depth. And data sources obtained from literature studies and previous research. One of the symptoms that should be of concern to an PAI teacher is the deterioration of learning conditions and low desire to learn. This can take an extreme form, such as not doing study assignments, being lazy to go to school. Along with this, it will cause losses for both the students themselves, teachers and school organizations. Therefore there must be encouragement of motivation to learn, especially subjects of Islamic religious education. Motivation is a psychological characteristic that contributes to a person's commitment to channeling and maintaining certain behaviors. Psychologically, motivation is related to the problem of needs and desires that will influence the actions and interactions between students and teachers. Therefore it is deemed necessary to know how to motivate students with the satisfaction and process approach.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GPAI DALAM MENYUSUN RPP SAINTIFIK MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN etis sutisna
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 2 No 1 (2023): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.951 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya meningkatkan kompetensi (kemampuan) Guru PAI- Budi Pekerti di Gugus SDN Cangkuang Kecamatan Leles Kabupaten Garut dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis pendekatan saintifik melalui Bimbingan berkelanjutan dalam kegiatan. Berdasarkan pengertian bimbingan dan berkelanjutan dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa bimbingan berkelanjutan adalah pemberian bantuan yang diberikan seorang ahli kepada seseorang atau individu secara berkelanjutan berlangsung secara terus menerus untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan mendapat kemajuan dalam bekerja. Metode penelitian adalah Kuantitatif deskriptif komparatif jenis Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan membandingkan kondisi awal dengan hasil siklus I yaitu teknik penataran tingkat lokal (In House Training) dan hasil siklus II dengan teknik percakapan pribadi. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi yang bersifat daur ulang atau siklus. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas RPP berbasis saintifik bagi para guru PAI-Budi Pekerti di Gugus SDN Cangkuang Kecamatan Leles semester I Tahun Pelajaran 2022/2023, dengan peningkatan dari kondisi awal 18,72% pada siklus I dan 11,41% pada siklus II. Guru 1 kondisi awal rata- rata 59,75, siklus I rata-rata 78,57 meningkat 19.05%, siklus II rata-rata 89,88 meningkat 11,31%. Guru 2 kondisi awal rata-rata 55,95 siklus I rata-rata 74,40 meningkat 18,45%, siklus II rata-rata 85,12 meningkat 10,72%. Guru 3 kondisi awal rata-rata 57,14 siklus I rata-rata 77,38 meningkat 20,24%, Siklus II rata-rata 89.88 meningkat 12,50%. Guru 4 kondisi awal rata-rata 59,52 siklus I rata-rata 75,60 meningkat 16,08%, Siklus II rata-rata 86,31 meningkat 10,71%. Guru 5 kondisi awal rata-rata 60,31 siklus I rata-rata 78,57 meningkat 18,26 %, Siklus II rata-rata 90,48 meningkat 11,91%. Guru 6 kondisi awal rata-rata 51,79, siklus I rata-rata 72,02 meningkat 20,23% , siklus II rata-rata 83,33 meningkat 11,31%. Hasil yang dicapai guru sudah memenuhi target yaitu dengan membandingkan hasil kenaikan minimum 10%.

Page 2 of 3 | Total Record : 21