cover
Contact Name
Eep Saepul Hayat
Contact Email
saepuleep@gmail.com
Phone
+6287778626570
Journal Mail Official
mgmppai392@gmail.com
Editorial Address
JL. Kolonel Kornel Singawinata, No. 60, Negeri Kidul, Nagri Kidul, Kec. Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41111
Location
Kab. purwakarta,
Jawa barat
INDONESIA
Mudarris Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 29621771     EISSN : 29637201     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam ini adalah media publikasi yang diterbitkan secara berkala yang menampilkan karya akademis. Ditujukan untuk menjadi catatan publik penelitian, serta perspektif untuk menginformasikan diskusi, replikasi, atau aplikasi, diharapkan juga dapat menerbitkan karya yang telah ditentukan layak oleh akademisi khususnya para GPAI yang tergabung dalam MGMP PAI SMP Kabupaten Purwakarta. Jurnal ini adalah akses gerbang terbuka multidimensi untuk eksplorasi penemuan ilmiah dan penelitian baru di bidang pendidikan dan Ilmiah lainnya, sebagai jawaban tentang literasi digital. Jurnal Ilmiah merupakan upaya kolaboratif para guru untuk meningkatkan kompetesi profesi.
Articles 21 Documents
PERAN MGMP DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PAI DI ERA 4.0‎ eep saepul
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 1 (2022): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.71 KB)

Abstract

Abstrak : Teknologi membawa perubahan begitu cepat dalam berbagai bidang termasuk pendidikan, bertujuan untuk mengetahui kompetensi yang harus dimiliki guru, ‎dalam menghadapi tantangan era 4.0. ‎Masalah guru semakin beragam. Upaya ‎peningkatan kompetensi melalui sistem rekrutmen guru, ‎hingga kemampuan mengajar untuk menghadapi tantangan di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian bahwa guru harus memiliki karakter, kinerja, dan literasi.‎ Karena kompetensi berpengaruh terhadap kinerja ‎guru; serta meningkatkan kinerja guru, upaya yang dilakukan dengan meningkatkan sistem rekrutmen guru, ‎upgrade informasi serta literasi digital dan pemberdayaan MGMP ‎merupakan upaya peningkatan kompetensi guru. Kata Kunci: era 4.0 ; kompetensi guru; kualitas pendidikan. Abstract : Technology brings about changes so quickly in various fields including education, aiming to know the competencies that teachers must have, in facing the challenges of era 4.0. Teachers' problems are increasingly diverse. Efforts to improve competence through teacher recruitment system, to teaching ability to face future challenges. This research uses qualitative methods. The results of the study that teachers must have character, performance, and literacy. Because competence affects the performance of teachers; as well as improving teacher performance, efforts made by improving teacher recruitment systems, information upgrades and digital literacy and mgmp empowerment are efforts to improve teacher competence. Keywords : era 4.0 ; competence of the teacher; quality of education.
PENTINGNYA PERAN GURU PAI DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR Rina Supriati
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 1 (2022): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.418 KB)

Abstract

Abstrak Belajar merupakan salah satu kewajiban bagi setiap peserta didik. Dalam prosesnya tak jarang speserta didik menemui setiap masalah. Pengajar atau guru sebagai pelaku utama dalam penerapan program pendidikan di sekolah memiliki peran yang sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan. Peran guru meliputi: mendidik, membimbing, melatih, menasehati, melakukan pembaruan, menjadi model dan teladan. Disiplin belajar sangat penting bagi keberhasilan siswa nantinya dan seorang guru harus bersabar dalam melakukannya. Guru PAI tentunya turut berperan penting dalam meningkatkan disiplin belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya peran guru PAI dalam meningkatkan disiplin belajar di SMP Negeri 2 Darangdan Kabupaten Purwakarta. Peran guru PAI yang dimaksud adalah sebagai pembimbing, teladan, motivator dan evaluator. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan metodologi pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumen. Sumber data yang digunakan adalah primer dengan wawancara kepada guru PAI, kepala sekolah dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan peran guru PAI sebagai teladan yaitu selalu memberikan contoh yang baik, peran guru PAI sebagai inisiator yang dapat dijadikan inspirasi bagi siswanya, peran guru sebagai evaluator yaitu memberikan penilaian terhadapan keberhasilan siswa dalam belajar, dan peran guru PAI sebagai pembimbing yaitu selalu mengarahkan siswanya untuk belajar dan bersabar dalam mengajar. Faktor yang mendukung peran guru PAI dalam meningkatkan disiplin belajar siswa di SMP Negeri 2 Darangdan Kabupaten Purwakarta yaitu semangat disiplin guru pembina, adanya kerja sama dengan orangtua. Adapun faktor yang menghambat antara lain: kurangnya kontrol penggunaan gadget pada anak, kurangnya kesadaran siswa, lingkungan,kurangnya perhatian orangtua terhadap pergaulan siswa. Kata Kunci : Guru PAI, Disiplin Belajar Abstract Learning is an obligation for every student. In the process, students often encounter every problem. Teachers as the main actors in implementing educational programs in schools have a very important role to achieve educational goals. The teacher's role includes: educating, mentoring, training, advising, reforming, being a model and role model. Discipline of learning is very important for the success of students later and a teacher must be patient in doing Religious teachers certainly play a role in improving learning discipline. This study aims to describe the role of PAI teachers in improving learning discipline at SMP Negeri 2 Darangdan Purwakarta Regency. The role of the PAI teacher in question is as a guide, role model, motivator and evaluator. This study uses a qualitative descriptive method with data collection interviews, observations and documents. Sources of data used are primary with interviews with PAI teachers, school principals and students. The results of this study indicate the role of PAI teachers as role models, namely always providing good examples, the role of PAI teachers as initiators who can be used as inspiration for their students, the role of teachers as evaluators, namely providing an assessment of student success in learning, and the role of PAI teachers as mentors, namely always directing students to learn and be patient in teaching. Factors that support the role of PAI teachers in improving student learning discipline at SMP Negeri 2 Darangdan Purwakarta Regency are the disciplined spirit of the coaches, the collaboration with parents. The inhibiting factors include: lack of control over the use of gadgets in children, lack of awareness of students, the environment, lack of parental attention to student association. Keywords : PAI Teacher, Learning Discipline
PERKEMBANGAN AGAMA PADA MASA REMAJA DALAM KAJIAN PSIKOLOGI AGAMA Eva Maria
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 1 (2022): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.776 KB)

Abstract

Abstrak : Fase remaja, dikenal sebagai masa peningkatan intensitas perhatian terhadap agama dan fase yang penuh kegoncangan dalam psikososialnya. Pada masa remaja terjadi banyak perubahan besar dalam perkembangan fisik psikis, yang berimplikasi pada timbulnya berbagai permasalahan psikologis maupun psiko-religinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan jiwa agama remaja, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta pendekatan pendidikan agama yang tepat bagi remaja berdasarkan kondisi psiko-religinya. Penelitian ini berbentuk library research yang bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa perkembangan agama pada masa remaja, merupakan fase pengembangan beragama dari masa-masa sebelumnya. Pengalaman masa kecil sangat menentukan, baik terhadap proses beragama maupun pada penentuan sikap beragama pada masa dewasa. Pengaruh pertumbuhan dan perkembangan fisik psikhis dan pengaruh eksternal membantu memperdalam, memperluas dan mengasah jiwa keagamaan remaja dalam proses perkembangan agamanya. Terdapat empat kemungkinan sikap beragama pada remaja : percaya ikut ikutan, percaya dengan kesadaran, kebimbangan beragama dan tidak percaya sama sekali. Dalam pendidikan agama, pengetahuan dan pemahaman pendidik mengenai perkembangan agama masa remaja serta masa-masa sebelumnya dapat membantu efektifitas proses pendidikan agama dan penentuan sikap beragama yang positif bagi remaja, serta dapat memilih cara dan pendekatan pendidikan agama yang tepat dan efektif. Kata Kunci: psikologiagamaremaja, psiko-religiremaja, kesadaranberagamaremaja, pengalamanberagamaremaja ABSTRACT : The adolescent is known as a period of increasing attention to religion and a turbulent phase in its psychosocial life. During adolescence, there are many major changes in physical and psychological development, which have implications for the emergence of various psychological and psycho-religious problems. This study aims to determine the development of the religious spirit of adolescents, the factors that influence it, and the appropriate approach to religious education for adolescents based on their psychoreligious conditions. This research is a qualitative descriptive study of literature. The results of this study indicate that the development of religion in adolescence is a phase of religious development from previous times. Childhood experiences are very decisive, both in the religious process and in determining religious attitudes in adulthood. The influence of growth and development of physical, psychological and external influences help deepen and improve the religious spirit of adolescents in the process of religious development. There are four possible religious attitudes in adolescents: advanced belief, conscious belief, religious doubt, and no belief. In religious education, educators' knowledge and understanding of religious development during adolescence and earlier periods can help the effectiveness of the right religious education process and determine positive attitudes for adolescents, as well as choose effective and effective methods and approaches to religious education. Keywords: religiousconsciousness, religiousexperience, adolescentspirituality, adolescentpsychology.
PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTERISTIK ANAK Rukandi
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 1 (2022): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.321 KB)

Abstract

Abstraksi Dalam negara yang menganut ajaran nilai-nilai tinggi yang mengakar dari budaya masyarakatnya sendiri seperti di Indonesia, tidak bisa dielakkan lagi, bahwa pemeliharaan nilai-nilai luhur bangsa harus dilestarikan. Karena nilai-nilai tersebut merupakan ciri khas suatu bangsa juga merupakan kesepakatan lama yang dipercaya dan diyakini serta telah terbukti memberi kebaikan bagi orang yang menjunjung tinggi dan memegang teguh nilai-nilai tersebut. Hal ini sejalan dengan Firman Allah swt. Q.S. 7: 96. “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. Untuk tetap terpelihara nilai yang baik tersebut diperlukan upaya-upaya yang cukup gigih baik dari pemerintah, praktisi pendidikan, terutama orang tua yang senantiasa menanamkan langsung keluhuran nilai-nilai tersebut secara turun temurun. Ajaran agama merupakan ajaran yang menjunjung tinggi serta memberikan keyakinan terhadap keluhuran nilai-nilai akhlaq, keimanan, dan keyakinan terhadap Sang Pencipta (Khaliq). Dalam pengajaran nilai-nilai dasar agama, orang tua atau keluarga merupakan lingkungan pertama bagi seseorang (anak) yang sangat besar pengaruhnya dalam memberikan pendidikan melalui ajaran agama, sehingga secara perlahan akan membentuk karakter anak sesuai dengan ajaran yang ditanamkannya. KATA KUNCI; Keluarga, Karakter
UPAYA MEMBENTUK KOMUNITAS PRAKTISI AKPK PADA PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Isep Suprapto
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 1 (2022): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.641 KB)

Abstract

ABSTRAK Agama Keagamaan dan Pendalaman Kitab (AKPK) yang merupakan salahsatu dari lima bunga pendidikan karakter Purwakarta bisa dijadikan komunitas praktisi oleh guru penggerak. Komunitas praktisi pada pendidikan guru penggerak adalah hal yang perlu dirintis, ditumbuhkembangkan, tujuannya yaitu memberikan wadah bagi para guru untuk belajar dan berpartisipasi dalam pengembangan diri mereka. Interaksi dan dialog antara anggota komunitas dapat berupa berbagi kekhawatiran, masalah, dan praktik baik untuk direfleksikan bersama-sama. Dengan begitu, anggota komunitas dapat saling dukung untuk mandiri dan berdaya memenuhi kebutuhan profesionalismenya. Maka, penting bagi semua anggota komunitas untuk berkontribusi dan memanfaatkan semua aktivitas di dalam komunitas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan data kualitatif yang didukung dengan metode pengumpulan data kuantitatif dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Responden yang diambil adalah guru AKPK SMP yang mengajar di sekolah yang ada di Kabupaten Purwakarta. Peran komunitas praktiksi yang cukup besar nilainya meningkatkan efisiensi penggunaan pengetahuan, membantu dalam pengembangan ide dan inovasi, serta memfasilitasi penciptaan metode pengajaran baru. Proses pembelajaran yang diikuti guru dalam masyarakat praktik memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap praktik mengajar yang dilakukan guru di kelas. Berdasarkan penelitian ini, komunitas praktisi guru AKPK terbukti berperan dalam meningkatkan proses penciptaan dan transfer pengetahuan pada siswa. Proses pembelajaran yang diikuti guru dalam komunitas praktisi memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap praktik mengajar yang dilakukan guru di kelas. Kata Kunci: Komunitas praktisi, guru penggerak, AKPK
FILOSOFI DAN TUJUAN PENDIDIKAN DALAM ISLAM Epa Dalpa
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 1 (2022): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.132 KB)

Abstract

Abstract Pendidikan sangat penting bagi seluruh umat manusia. Itu diperoleh untuk menyempurnakan semua aspek kehidupan manusia. Untuk mencapai pendidikan yang benar, kita harus memiliki pengetahuan tentang filosofi dan tujuan pendidikan sebagaimana diatur dalam Al-Quran dan Sunnah. Sumber-sumber ini membantu dalam formulasi yang efektif untuk menghasilkan pertumbuhan lengkap individu dengan kepribadian yang terintegrasi, seimbang, dan harmonis. Tugas utama pendidikan adalah, untuk memelihara pertumbuhan pribadi. Melalui pemeliharaan individu dan pelestarian serta transmisi budaya inilah individu dan masyarakat mencapai kualitas hidup. Pria yang baik belum tentu pria yang lengkap. Tidak ada yang bisa dianggap sebagai manusia yang utuh karena tidak ada akhir dari pertumbuhan kepribadian manusia. Pengetahuan yang luas tentang banyak mata pelajaran membantu dalam pertumbuhan kepribadian asalkan seorang pria tahu bagaimana menyesuaikan diri dengan pengetahuan dengan perilaku, dan bagaimana pengetahuan dan tindakan diintegrasikan ke dalam kerangka kehidupan yang luas dan total. Oleh karena itu, tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengidentifikasi dan menjelaskan tentang pendidikan Islam dalam hal konsepnya, pendidikan dalam perspektif Islam, dan fokus pada filosofi dan tujuan pendidikan Islam dalam konsep JERISAH yang sepenuhnya dan suci sebagaimana diundangkan dalam Konferensi Pendidikan di Makkah dengan beberapa contoh signifikan dari para cendekiawan Muslim yang dicita-citakan dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi SAW. Kata Kunci : Intelek, Kualitas, Pendidikan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA MATERI JAMAK DAN QASHAR DENGAN METODE JIGSAW DAN MODEL PBL Ihat Solihat
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 1 (2022): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.113 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan Model Cooperative Learning Type Jigsaw Dan Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Shalat Jamak Dan Qashar Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik. Peningkatannya Sangat Signifikan, Terutama Pada Tingkat Ketercapaian Ketuntasan Belajar Secara Klasikal. Kemampuan Guru Dalam Merancang Dan Melaksanakan Pembelajaran Sesuai Dengan Teori Dan Model Pembelajaran Yang Digunakan Memiliki Pengaruh Yang Sangat Kuat Terhadap Efektivitas Dan Keberhasilan Pembelajaran. Karena Itu Guru Dituntut Untuk Meningkatkan Kompetensi Dan Kualitas Pembelajarannya. Kata Kunci: Cooperative Learning, Jigsaw, Problem Based Learning, Shalat Jamak dan Qashar
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) Teni Maryani
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 1 (2022): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.702 KB)

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah Apakah melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar PAI peserta didik kelas VIII A SMPN 1 Sukatani ? Tujuan dari penelitian tindakan ini untuk meningkatkan hasil belajar PAI melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif Tipe STAD pada peserta didik kelas VIII A SMPN 1 Sukatani. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Sasaran penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII A SMPN 1 Sukatani. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil analisis metode pembelajaran tanya jawab memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik dalam setiap siklus, yaitu siklus I (75%), siklus II (88%).Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif Tipe STAD mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik yang ditunjukan dengan rata-rata jawaban peserta didik yang menyatakan bahwa peserta didik tertarik dan berminat dengan model pembelajaran kooperatif dan mengerjakan soal-soal latihan sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar. Kata Kunci : PAI, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ABSTRACT The problem that wants to be studied in this research is whether through the use of the STAD type cooperative learning model can improve PAI learning outcomes for class VIII A students of SMPN 1 Sukatani? The purpose of this action research is to improve PAI learning outcomes through the use of the STAD type cooperative learning model in class VIII A students of SMPN 1 Sukatani. This study uses two cycles of classroom action research. Each cycle consists of four stages, namely: planning, implementation, observation, reflection. The target of this research is students of class VIII A SMPN 1 Sukatani. The data obtained are quantitative and qualitative data. From the results of the analysis of the question-and-answer learning method, it has a positive impact on improving student learning outcomes which is marked by an increase in student learning mastery in each cycle, namely cycle I (75%), cycle II (88%). STAD cooperative type has a positive influence, which can improve student learning outcomes as indicated by the average student answers stating that students are interested and interested in the cooperative learning model and work on practice questions so that they become motivated to learn. Keywords : PAI, STAD-Type Cooperative Learning Model
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BASED LEARNING DENGAN STRATEGI JIGSAW LEARNING DALAM MENINGKATKAN BELAJAR SISWA Iis Ismawati
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 1 (2022): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.888 KB)

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran disekolah yang melibatkan siswa dengan guru akan melahirkan nilai yang akan terbawa dan tercermin terus dalam kehidupan dimasyarakat. Pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam kelompok secara bergotong royong (kooperatif). Akan menimbulkan suasana belajar partisipatif dan menjadi lebih hidup. Teknik pembelajaran kooperatif dapat mendorong timbulnya gagasan yang lebih bermutu dan dapat meningkatkan guru. Selain itu siswa akan merasa lebih terdorong kreatifitas peserta didik Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbasis masalah bagian dari teknik-teknik pembelajaran kooperatif jika pelaksanaan prosedur pembelajaran kooperatif ini benar, akan memungkinkan untuk dapat mengaktifkan siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Guru dituntut dapat memilih model pembelajaran yang dapat memacu semangat setiap siswa untuk secara aktif terlibat dalam pengalaman belajarnya. Salah satu alternatif model pembelajaran yang memungkinkan dikembangkannya keterampilan berfikir siswa Kata Kunci: Kooperatif, partisipatif, kreatifitas
PENGARUH STRATEGI PENGELOLAAN KELAS TERHADAP DISIPLIN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Dede Nuraeni
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MUDARRIS Vol 1 No 1 (2022): EDISI KE-1 / MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Publisher : MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.456 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan kondisi masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, Strategi pengelolaan kelas merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kedisiplinan belajar siswa untuk pencapaian tujuan pembelajaran yang maksimal. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pengelolaan kelas mengenai tanggung jawab sebagai pendidik serta untuk mengetahui kedisiplinan belajar siswa, dan bagaimana pengaruh strategi pengelolaan kelas dengan kedisiplinan belajar siswa. Strategi pengelolaan kelas adalah salah satu tugas guru yang tidak pernah ditinggalkan. Guru selalu mengelola kelas ketika dia melaksanakan tugasnya. Pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak didik sehingga tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Sedangkan kedisiplinan belajar siswa adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban. Nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari perilaku dalam kehidupannya. Dengan demikian bisa ditarik kesimpulan bahwa guru disarankan harus memiliki strategi pengelolaan yang bagus, tentunya dengan meningkatkan kembali yang telah dilakukan untuk menjadi tauladan yang baik dan mulia. Kata Kunci : Strategi pengelolaan kelas, disiplin belajar, siswa

Page 1 of 3 | Total Record : 21