cover
Contact Name
Nanda Novziransyah
Contact Email
jurnal.ibnunafis@fk.uisu.ac.id
Phone
+6281397312555
Journal Mail Official
jurnal.ibnunafis@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jl. STM no.77 Kelurahaan Suka Maju Kecamatan Medan Johor Medan 20146 Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis
ISSN : 22526870     EISSN : 26139359     DOI : https://doi.org/10.30743/ibnunafis
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan yaitu pada bulan Juni dan Desember yang menerima dan menerbitkan artikel penelitian, tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kedokteran dan kesehatan. Jurnal ini terbit pertama sekali pada bulan Juni 2012. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian akan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan metode double blind peer review. Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis merupakan jurnal yang memiliki cakupan keilmuan di bidang kedokteran, terutama kedokteran klinis.
Articles 128 Documents
PERBEDAAN KONSENTRASI HEMOGLOBIN WANITA HAMIL TRIMESTER III ANTARA SUKU JAWA DAN SUKU BATAK Ahmad Fauza Surya; Abd. Harris Pane; Erwin Hakim Lubis
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.348 KB) | DOI: 10.30743/jkin.v9i1.53

Abstract

Salah satu masalah pada wanita hamil pada trimester ketiga adalah penurunan konsentrasi hemoglobin. Penurunan konsentrasi hemoglobin jika konsentrasi hemoglobin ≤11 gr/dl. Berkurangnya konsentrasi hemoglobin juga dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk suku yang terkait dengan, kondisi lingkungan, usia, paritas, pola makan, dan kondisi sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsentrasi hemoglobin wanita hamil trimester ketiga pada suku Batak dan suku Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dan uji chi-square. Sebanyak 60 wanita hamil dengan trimester ketiga berpartisipasi pada penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan di antara 50% suku Jawa dan 50% suku Batak, 76,7% kelompok konsentrasi hemoglobin normal dan 23,3% kelompok konsentrasi hemoglobin rendah. Sebanyak 83,3% wanita hamil yang secara teratur mengonsumsi obat-obatan atau suplemen untuk wanita hamil, dan 16,7% yang tidak teratur mengonsumsinya, 88,3% secara teratur melakukan kunjungan perawatan selama kehamilan, dan 11,7% yang tidak secara teratur menghadiri kunjungan perawatan antenatal. Penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan konsentrasi hemoglobin pada wanita hamil trimester ketiga antara orang Jawa dan Batak (p = 0,761).
ANTAGONIS RESEPTOR OPIOID Ira Aini Dania; Nanda Novziransyah
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.463 KB) | DOI: 10.30743/jkin.v9i2.58

Abstract

Tiga bentuk opioid receptor antagonist yaitu naltrexone (ReVia), naloxone (narcam), dan nalmefene (Revex). Dimana peran dari opioid receptor antagonist dapat mengurangi atau menghilangkan kecanduan. Penggunaan opioid receptor antagonist yang saat ini yang telah mendapat persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) adalah naltrexone oral yang digunakan untuk pengobatan ketergantungan alkohol dan dapat dipergunakan untuk proses rapid detoxification dan untuk menghambat efek dari opioid. Diharapkan akan mampu untuk menangani kasus-kasus yang berhubungan dengan psikiatri maupun gangguan adiksi lainnya. Pada prinsipnya terapi dengan menggunakan Opioid receptor antagonist akan memberikan hasil yang maksimal apabila dilakukan kombinasi dengan intervensi non farmakologi lainnya.
POTENSI HERBAL SEBAGAI IMMUNOMODULATOR Ira Cinta Lestari
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.316 KB) | DOI: 10.30743/jkin.v9i2.85

Abstract

Artikel ini membahas tentang perananan herbal sebagai immunomodulator, yaitu sebagai substansi yang dapat menstimulasi, mensupresi atau memodulasi berbagai komponen dalam sistem imun baik sistem imun bawaan maupun sistem imun adaptif. Dari berbagai penelitian ditemukan bahwa herbal mampu mempengaruhi sel-sel dalam sistem imun, antibodi dan sitokin yang diproduksi, berperan dalam apoptosis sel, penyakit autoimun dan sebagainya. Potensi herbal sebagai pelengkap terapi dan immunomodulator diharapkan sesuai dengan target yang diinginkan. Selain itu, kewaspadaan akan kemungkinan efek samping dan interaksi yang ditimbulkan herbal sangat penting untuk ditingkatkan.
HUBUNGAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TINDAKAN PENCEGAHAN COVID-19 DI DESA BANGUN REJO DUSUN III TANJUNG MORAWA Ummi Sartika; Surya Akbar
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.566 KB) | DOI: 10.30743/jkin.v9i2.90

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Penyakit ini terutama menyebar di antara orang-orang melalui droplet dari batuk dan bersin. Karena ancaman global COVID-19 terus muncul dan korban terus bertambah, sehingga sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan persepsi di kalangan masyarakat sehingga dapat terbentuk perilaku tindakan pencegahan penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi masyarakat dengan tindakan pencegahan COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini adalah seluruh penduduk Desa Bangun Rejo Dusun III Tanjung Morawa. Sampel penelitian ini berjumlah 230 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui google form. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Sperman. Terdapat korelasi yang signifikan antara masing-masing persepsi masyarakat berdasarkan Health Belief Model dengan tindakan pencegahan COVID-19 (p=0,0001) dan dengan kuat korelasi dari lemah hingga cukup. Semakin baik persepsi masyarakat tentang pencegahan COVID-19, maka semakin baik pula tindakan pencegahan COVID-19. Perlu ada penelitian lainnya yang menilai variabel moderator atau mediator yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan tindakan pencegahan COVID-19 dikarenakan masih lemahnya korelasi yang didapat di penelitian ini.
PERBEDAAN UJI DAYA ANTIBAKTERI JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) DAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Dina Rahmatika; Selly Oktaria
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.145 KB) | DOI: 10.30743/jkin.v10i1.94

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) dan Bawang putih (Allium sativum) memiliki sifat antibakteri. Ekstrak jahe merah mengandung gingerol, essential oil, terpenoid, fenol,flavonoid, dan bawang putih mengandung allicin, diallyl disulfide, dan diallyl trisulfida. Senyawa ini dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus yang menyebabkan infeksi. Metode penelitian ini adalah true eksperimental. Ekstrak jahe merah dan Bawang putih dibuat dengan metode maserasi 96% pelarut etanol. Disk direndam dalam larutan dua kelompok selama 15 menit, kemudian ditempatkan pada media MHA mengandung Staphylococcus aureus untuk melihat daya hambat. Hasil penelitian menunjukkan efek penghambatan dari Ekstrak Jahe Merah dan Ekstrak Bawang putih terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Daya hambat Ekstrak Jahe Merah dikategorikan sedang dan Ekstrak Bawang putih dikategorikan sangat kuat. Rata-rata daya hambat diameter Ekstrak Jahe Merah 8.50 mm dan Ekstrak Bawang putih 24.50 mm. Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai (P=0.001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ekstrak Bawang putih (Allium sativum) lebih efektif daripada ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.
HUBUNGAN KUALITAS NYERI DENGAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA PASIEN OSTEOARTHTRITIS GENU Thesa Lonica; Selly Oktaria; Tri Makmur; Prasojo Soedjatmiko
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.604 KB) | DOI: 10.30743/jkin.v9i2.95

Abstract

Osteoarthritis atau sering disebut juga dengan penyakit degeneratif sendi, adalah abnormalitas dari tulang rawan. Osteoarthritis dapat terjadi pada seluruh sendi di tubuh, tetapi sendi yang paling sering terkena adalah sendi panggul, lutut, tangan, kaki dan tulang belakang. Aktivitas fungsional adalah kemampuan dari pasien untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Saat sakit pada sendi lutut yang diakibatkan oleh osteoarthritis, akan menyebabkan terbatasnya aktivitas dari pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas nyeri dengan aktivitas fungsional. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik consecutive sampling kepada 84 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diisikan menggunakan kuesioner Western Ontario and McMaster University Osteoarthritis Index (WOMAC) dan Visual Analogue Scale (VAS). Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil dari analisis ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas nyeri dengan aktivitas fungsional (p=0,003) dan dengan koefisien korelasi sebesar r=0,317. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat korelasi antara kualitas nyeri dengan aktivitas fungsional pada pasien yang menderita osteoarthritis lutut.
HUBUNGAN GANGGUAN PENGLIHATAN DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN LANSIA MELAKUKAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) DI DESA BANGUN REJO DUSUN VIII TANJUNG MORAWA Kartika Amalia; Tiffani Tantina Lubis; Ira Cinta Lestari; Selly Oktaria
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.252 KB) | DOI: 10.30743/jkin.v10i1.101

Abstract

Gangguan penglihatan dan kebutaan masih menjadi masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat di Indonesia. Seiring meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia, prevalensi gangguan penglihatan cenderung semakin meningkat. Gangguan penglihatan tersebut mengarah pada kemunduran fisik yang berdampak terhadap terbatasnya mobilitas fisik lansia yang akan membatasi dan mengganggu aktivitas sehari-hari atau Activity of Daily Living (ADL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gangguan penglihatan dengan tingkat kemandirian lansia dalam melakukan Activity of Daily Living (ADL) di Desa Bangun Rejo Dusun VIII Tanjung Morawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional yang melibatkan 33 orang subjek penelitian di Desa Bangun Rejo Dusun VIII Tanjung Morawa. Data diperoleh melalui pemeriksaan langsung dan pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan metode korelasi Somers’d. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas subjek penelitian berusia 60-69 tahun, berjenis kelamin perempuan, memiliki tingkat pendidikan SD, bekerja selain buruh, dan tidak memiliki riwayat penggunaan alat bantu penglihatan. Didapatkan juga data yang menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian ini mengalami gangguan penglihatan ringan dan memiliki ketergantungan tingkat ringan. Hasil analisis menunjukkan nilai p=0,0001 (p < 0,05) dan koefisien korelasi (r) = 0,720. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gangguan penglihatan dengan kemandirian. Semakin terganggu penglihatan lansia, semakin berat tingkat ketergantungannya.
HUBUNGAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DENGAN TERJADINYA KOMPLIKASI POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN TAHUN 2018 Nanda Novziransyah
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.18 KB) | DOI: 10.30743/jkin.v9i2.107

Abstract

WHO memperkirakan sekitar 15% dari seluruh kehamilan akan mengalami komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Komplikasi langsung meliputi perdarahan, infeksi, eklamsia, partus lama dan komplikasi abortus, sedangkan secara tidak langsung anemia sebesar 51%. Namun ANC merupakan salah satu upaya pencegahan dini komplikasi kehamilan. Tujuan ANC untuk memantau perkembangan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Pemanfaatan layanan ANC oleh sejumlah ibu hamil di Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman yang ditetapkan.Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling yang berjumlah 268 sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekam medis. Hasil penelitian didapatkan ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC persalinan normal sebanyak 179 orang (66,8%) dan sectio caesarea sebanyak 89 orang (33,2%). Sebagian besar pemeriksaan ANC pada usia 21-25 tahun sebanyak 179 orang (66,8%). ibu yang mengunjungi ANC> 4 kali sebanyak 215 orang (80,2%). Tidak mengalami komplikasi sebanyak 191 orang (71,3%). Analisis dengan Uji Chi Square didapatkan nilai P-value 0,000 atau <0,05
HUBUNGAN ANTARA DERAJAT PERILAKU MEROKOK DENGAN INDEKS BONE MINERAL DENSITY (BMD) DI RS MURNI TEGUH MEDAN TAHUN 2020 Khairuman Fitrah Ananda Mamasta; Bania Maulina
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 10 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.088 KB) | DOI: 10.30743/jkin.v10i1.129

Abstract

Rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti peningkatan resiko kanker, penyakit pernapasan, efek kardiovaskular serta penurunan massa tulang. Perokok lebih cenderung mengalami kehilangan kepadatan tulang, dan lebih mudah mengalami patah tulang.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara derajat perilaku merokok dengan indeks Bone Mineral Density(BMD) di Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang sifatnya korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah 34 orang pasien yang berkunjung kePoliklinik Ortopedi Rumah Sakit Murni Teguh dengan criteria inklusi pria dan wanita perokok dan melakukan pemeriksaan BMD. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner berdasarkan Indeks Brinkman dan data sekunde rberupa nilai indeks BMD dari rekam medis. Hasil penelitian diketahui pasien dengan kategori perokok berat. Indeks BMD pasien lebih banyak berada pada kategori osteopenia sebesar 64,7%. Analisa data menggunakan uji korelasi spearman diperoleh nilai p < 0,004 (p < 0,05) dengan nilai r sebesar -0,483.
COMPARISON OF VITAMIN D SERUM LEVELS BETWEEN PSORIASIS VULGARIS PATIENT AND NON-PSORIASIS VULGARIS PATIENTS AT HAJI ADAM MALIK HOSPITAL, MEDAN IN 2015 Cashtry Meher; Irma DR Mahadi
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 9 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.234 KB) | DOI: 10.30743/jkin.v9i2.133

Abstract

Background: Psoriasis vulgaris is a chronic inflammatory skin disease that is multifactorial, including genetic factors, immune system defects, environmental and hormonal factors, one of which is a decrease in vitamin D levels. Vitamin D is a fat-soluble vitamin that has a steroid molecular structure. Low levels of vitamin D are associated with the incidence of psoriasis vulgaris. The purpose of this study was to determine the differences in vitamin D levels between psoriasis vulgaris patients and non-psoriasis vulgaris patients. Method: A case-control study conducted in the Dermato-immunology Division/Department of Dermatology and Venereology, Faculty of Medicine, Universitas Sumatra Utara/Haji Adam Malik Hospital, Medan. There were 11 psoriasis sufferers as cases and nine non-psoriasis sufferers as controls. Measurement of vitamin D levels was carried out using Electro Chemiluminescent Immunoassay (ECLIA). Data analysis using SPSS version 15 with independent t test. P-value <0.05 was considered significant. Result: The serum vitamin D levels in non-psoriasis vulgaris patients (33.67±2.42) were higher than the serum vitamin D levels in psoriasis vulgaris patients (16.58±6.05). There was a significant difference between both serum vitamin D levels (p = 0.0001). Conclusion: Serum vitamin D levels in psoriasis vulgaris patients were lower than serum vitamin D levels in non-psoriasis vulgaris patients, where the difference in levels is significant.

Page 2 of 13 | Total Record : 128