cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 4 (2017)" : 5 Documents clear
Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) pada Pola Tanam Satu Lubang dengan Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Amal Wira Nurhanafi; Didik Indradewa; Rohlan Rogomulyo
Vegetalika Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1821.003 KB) | DOI: 10.22146/veg.30899

Abstract

Jagung masih merupakan bahan pangan pokok di beberapa bagian Indonesia, antara laindi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di NTT jagung dibudidayakan dengan cara spesifik lokasiyaitu ditanam dalam satu lubang dengan berbagai jenis tanaman lain misalnya kedelaidengan jumlah benih berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhkultivar dan jumlah benih kedelai yang ditanam dalam satu lubang terhadap pertumbuhandan hasil jagung dan kultivar apa dan jumlah benih per lubang berapa yang dapat meningkatkan hasil jagung paling tinggi. Penelitian menggunakan jenis jagung hibridavarietas BISI 2 dan sembilan varietas kedelai unggul yaitu Anjasmara, Burangrang, Gema,Gepak Kuning, Grobogan, Kaba, Panderman, Sinabung dan Wilis. Penelitian ini telahdilaksanakan di Kebun Tridharma, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada,Banguntapan, Bantul, Yogyakarta mulai bulan Agustus – November 2015. Penelitiandirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor dan tigaulangan. Perlakuan yang digunakan terdiri dari satu kedelai dengan satu jagung, duakedelai dengan satu jagung, tiga kedelai dengan satu jagung dan empat kedelai dengansatu jagung dan monakultur jagung. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisisdengan menggunakan analisis varian (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%.Kemudian dilakukan uji lanjut yaitu Uji Jarak Berganda Duncan dan Uji Lanjut KontrasOrtoganal taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kedelaimemberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Kedelai kultivarGema, Gepak Kuning, Kaba dan Sinabung meningkatkan hasil jagung, kultivar Anjasmara,Grobogan, Burangrang dan Wilis mempengaruhi hasil jagung namun tidak konsisten dankultivar Panderman menurunkan hasil tanaman jagung.
Pengaruh Pengayaan Oksigen dan Kalsium terhadap Pertumbuhan Akar dan Hasil Selada Keriting (Lactuca sativa L.) pada Hidroponik Rakit Apung Brian Krisna; Eka Eka Tarwaca Susila Putra; Rohlan Rogomulyo; Dody Kastono
Vegetalika Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.175 KB) | DOI: 10.22146/veg.30900

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkayaan oksigen (O2) dankalsium (Ca) dalam larutan nutrisi hidroponik rakit apung terhadap pertumbuhan akar, hasil dan serapan Ca selada keriting. Penelitian dilaksanakan di Rumah KacaDepartemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada yangterletak di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi D.I. Yogyakarta, padabulan April-Juni 2016. Percobaan lapangan disusun dalam Rancangan Acak KelompokLengkap (RAKL) faktorial dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalahvariasi tekanan aerasi dalam larutan nutrisi yang meliputi 0 mPa (V1), 0,012 mPa (V2),0,006 mPa (V3), dan 0,003 mPa (V4). Faktor kedua adalah dosis Ca dalam larutannutrisi, meliputi 0 ppm (Ca0), 200 ppm (Ca1), 400 ppm (Ca2), dan 600 ppm (Ca3).Variabel yang diamati meliputi karakter iklim mikro dalam rumah kaca, karakter kimiawilarutan nutrisi, karakter perakaran, dan hasil selada keriting. Data yang telah diperolehselanjutnya dianalisis varian (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, dandilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat beda nyataantar perlakuan. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa karakter perakaranselada keriting yang ditanam secara hidroponik rakit apung menjadi lebih baik jikadilakukan pengayaan oksigen dan kalsium pada larutan nutrisinya, masing-masingsampai dengan tekanan aerasi 0,012 mPa dan konsentrasi 600 ppm. Indikasinyaadalah terjadi kenaikan panjang dan luas permukaan total akar, pada tanaman seladakeriting yang diberi tekanan aerasi 0,012 mPa dan kalsium 600 ppm. Pengayaankalsium sampai dengan 600 ppm secara nyata juga meningkatkan bobot segar dankering tajuk selada keriting. Sedangkan pemberian tekanan aerasi sampai dengan0,012 mPa secara nyata meningkatkan bobot segar dan kering total selada keriting.Konsentrasi kalsium dalam jaringan selada keriting mencapai maksimal pada kalsium600 ppm, yang dikombinasikan dengan tekanan aerasi 0,012 mPa. Serapan kalsiumdipengaruhi secara individual oleh masing-masing faktor, mencapai maksimal padatanaman selada keriting yang diberi tekanan aerasi 0,012 mPa atau kalsium 600 ppm.
Pengaruh Takaran Kombinasi Pupuk NPK dan Pupuk Organik Alami Diperkaya Mikroba Fungsional terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) Irma Erselia; Dyah Weny Respatie; Rohlan Rogomulyo
Vegetalika Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.436 KB) | DOI: 10.22146/veg.30915

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2015 di KebunPercobaan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, di Banguntapan, Bantul,Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan takaran kombinasi pupuk NPKdan pupuk organik alami diperkaya mikroba fungsional (POD) yang memberikanpertumbuhan dan hasil jagung optimal, dan mengetahui efektivitas POD dalammeningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung. Perlakuan disusun dalam rancanganacak kelompok lengkap faktor tunggal dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor yang diuji berupa takaran kombinasi pupuk NPK (NPK majemuk + urea) dan POD yangterdiri atas 7 aras yaitu tanpa pupuk (P0), 300 kg/ha NPK + 250 kg/ha urea (P1), 2ton/ha POD (P2), 300 kg/ha NPK + 250 kg/ha urea + 2 ton/ha POD (P3), 225 kg/haNPK + 187,5 kg/ha urea + 2 ton/ha POD (P4), 150 kg/ha NPK + 125 kg/ha urea + 2ton/ha POD (P5) dan 75 kg/ha NPK + 62,5 kg/ha urea + 2 ton/ha POD (P6). Datapengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf signifikasi 5% dan apabilaterdapat beda nyata dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test dengan tarafsignifikasi yang sama. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan dan hasil pipilankering biji jagung optimal (6,12 ton/ha) dicapai oleh perlakuan 300 kg/ha NPK + 250kg/ha urea (P1). Takaran kombinasi pupuk 225 kg/ha NPK + 187,5 kg/ha urea + 2ton/ha POD (P4) memberikan pertumbuhan dan hasil jagung (6,09 ton/ha) yang samabaiknya dengan takaran NPK standar (P1). POD sebanyak 2 ton/ha yangdikombinasikan dengan ¾ NPK standar (P4) efektif meningkatkan pertumbuhan danhasil jagung dengan nilai RAE mendekati 100%.
Pengaruh Konsentrasi Besi dan Tekanan Aerasi terhadap Pertumbuhan Tajuk dan Hasil Sawi Hijau (Brassica Juncea (L.) Czern) pada Sistem Hidroponik Rakit Apung Okti Wulandari; Didik Indradewa; Eka Tarwaca Susila Putra
Vegetalika Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.487 KB) | DOI: 10.22146/veg.30916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi besi dan tekananaerasi larutan nutrisi hidroponik terhadap pertumbuhan tajuk, hasil, dan kadar Fe sawihijau serta menentukan konsentrasi besi dan tekanan aerasi larutan nutrisi hidroponik rakit apung yang optimal untuk memaksimalkan pertumbuhan tajuk, hasil, kadar Fesawi hijau. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Departemen Ilmu Tanah, FakultasPertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan April sampai Mei 2014.Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan petak belah. Faktor tekanan aerasisebagai petak utama yaitu 0 mP; 0,03 mPa; 0,006 mPa; dan 0,012 mPa. Faktorkonsentrasi Fe sebagai anak petak meliputi 0 ppm, 3 ppm, 6 ppm, dan 9 ppm. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara konsentrasi besi dantekanan aerasi terhadap hampir semua variabel pengamatan. Perlakuan tekananaerasi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tajuk, hasil, dan kadar Fe sawihijau. Hal ini dipengaruhi oleh kedalaman larutan nutrisi hidroponik yang relatifdangkal, sehingga konsentrasi oksigen terlarut yang terukur cukup tinggi di semualevel perlakuan tekanan aerasi. Perlakuan konsentrasi Fe 0 ppm menyebabkanpertumbuhan tajuk sawi terhambat, sehingga menyebabkan kematian sawi hijau.Perlakuan konsentrasi Fe 3 ppm memiliki pertumbuhan tajuk dan hasil yang samabaiknya dengan perlakuan konsentrasi 6 ppm dan 9 ppm. Peningkatan konsentrasi Fesampai 9 ppm dapat meningkatkan kadar Fe dalam jaringan sawi hijau dan serapanFe.
Keragaan Sepuluh Kultivar Padi Lokal (Oryza sativa L.) Daerah Istimewa Yogyakarta Whisnu Agung Suryanugraha; Supriyanta Supriyanta; Kristamtini Kristamtini
Vegetalika Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1533.728 KB) | DOI: 10.22146/veg.30917

Abstract

Penanaman padi varietas unggul mengakibatkan keanekaragaman padi lokal menurunsecara drastis bahkan punah. Kehilangan sumber daya genetik merupakan kehilanganyang tidak ternilai harganya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikeragaan karakter agronomi sepuluh kultivar padi lokal (Oryza sativa L.). Sepuluhkultivar padi lokal ditanam di di dusun Timur, Selomartani, Kalasan, Yogyakarta padaDesember 2016 hingga Maret 2017 dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap(RAKL) dengan ulangan sebanyak tiga. Sepuluh kultivar lokal tersebut berasal dariberbagai daerah di Yogyakarta yaitu Mentik putih, Mentik susu, Sri kuning, Pandan wangi, Cempo putih, Kenanga, Gading Melati, Pangestu, Similikiti, dan Menorehbercak ungu. Penanaman dilakukan dengan membuat petak berukuran 4×4 m yangditanam secara jajar legowo 2:1, jumlah tanaman 2 rumpun per lubang, umur bibit 15hari. Analisis varians dilakukan untuk variabel kuantitatif dengan taraf kepercayaan 5%.Jika terdapat signifikansi, dilanjutkan dengan uji HSD Tukey. Kultivar mentik susu dankenanga adalah kultivar yang termasuk dalan kelompok padi sedang dengan umurpanen 120–150 HSS. Sedangkan, delapan kultivar lain termasuk dalam padi berumurgenjah. Kultivar Mentik susu dan Kenanga juga merupakan kultivar yang memiliki umurberbunga paling lama yaitu 100 HSS dan 95 HSS. Kultivar Sri kuning memiliki hasilproduksi aktual paling tinggi dengan 6,28 ton/ha. Di sisi lain, kultivar Mentik susumenjadi yang paling rendah denga 2,18 ton/ha. Analisis korelasi antar karaktermenunjukan karakter jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah total per malai, bobot100 butir, dan kepadatan malai memiliki korelasi positif yang kuat terhadap hasilproduksi aktual. Umur berbunga dan umur panen merupakan karakter yang memilikikorelasi negatif paling besar terhadap hasil produksi aktual.

Page 1 of 1 | Total Record : 5