cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2018)" : 8 Documents clear
Produksi dan Kandungan Flavonoid Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) pada Tiga Fase Agroforestri Deborah Gita Sakinah
Vegetalika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.34797

Abstract

Sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) merupakan salah satu tanaman obat yang telah menjadi bahan baku industri farmasi yang permintaannya akan semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan obat herbal. Penanaman di agroforestri dapat menjadi solusi atas keterbatasan lahan pertanian dan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi sambung nyawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fase perkembangan agroforestri yang paling optimal bagi produksi sambung nyawa. Penelitian dilakukan di zona Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul dan disusun dalam rancangan over site faktor tunggal dengan tiga kali ulangan. Faktor tunggal berupa fase perkembangan agroforestri yaitu fase awal, fase tengah, dan fase lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase perkembangan agroforestri yang semakin lanjut akan meningkatkan kadar klorofil dalam daun, dan menurunkan ketebalan daun sambung nyawa umur 16 mspt. Kadar flavonoid pada daun sambung nyawa yang ditanam pada agroforestri fase awal, fase tengah, dan fase lanjut berturut-turut adalah: 1,42, 1,72, dan 1,18 %b/b. Produksi sambung nyawa dapat berlangsung secara optimal pada ketiga fase agroforestri.
Seleksi Pohon Induk Kakao Berdaya Hasil Tinggi Menggunakan Analisis Komponen Utama Imam Hidayat
Vegetalika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.34858

Abstract

Peningkatan produktivitas kakao perlu didukung oleh ketersedian bahan tanam unggul, yakni bahan tanam yang memiliki daya hasil dan mutu hasil tinggi, serta memiliki ketahanan terhadap penyakit utama. Hal ini dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan mulai dari pemanfaatan plasma nutfah hingga pengujian hasil silangan antar klon dalam suatu populasi. PT Pagilaran Unit Segayung Utara memiliki total luas areal pertanaman kakao asal biji sebesar 280,35 hektar. Dari populasi tersebut dapat dilakukan kegiatan eksplorasi dan seleksi untuk mendapatkan individu pohon yang memiliki daya hasil tinggi serta mutu biji baik. Penelitian di lapangan dilakukan dengan mengamati karakter buah 185 pohon kakao asal biji dengan membandingkan terhadap klon RCC 70, RCC 71 dan KKM 4 sebagai pembanding. Karakter buah yang diamati adalah panjang buah, diameter buah, berat segar buah, jumlah biji per buah, berat segar biji per buah, berat kering biji per buah, tebal kulit buah, berat segar kulit buah, kekerasan kulit buah dan berat kering per biji. Hasil seleksi melalui analisis komponen utama, dengan menggunakan karakter jumlah biji per buah, berat segar biji per buah dan berat kering perbiji sebagai kriteria seleksi menunjukkan bahwa pohon 149, 182 dan 233 berpotensi untuk dikembangkan sebagai pohon induk.
PENGARUH BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oryza sativa L.) TERCEKAM SALINITAS Fidian Nur Arifiani
Vegetalika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.34897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh macam bahan organik berupa pupuk kandang ayam dan pupuk hijau azolla dalam mengurangi dampak  cekaman salinitas pada tanaman padi. Rancangan perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktorial. Penelitian ini dilakukan dengan mengaplikasikan jenis bahan organik berbeda pada beberapa tingkat salinitas. Perlakuan jenis bahan organik terdiri dari tiga aras yakni tanpa bahan organik (B0), penggunaan pupuk kandang ayam (B1), dan penggunaan pupuk hijau azolla (B2), sedangkan perlakuan tingkat salinitas terdiri dari empat aras yaitu EC <0,4 dS/m atau kontrol (S0), 2,5 dS/m (S1), 5 dS/m (S2) dan 7,5 dS/m (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan pertumbuhan dan hasil secara nyata pada tanaman padi varietas IR-64 yang tercekam salinitas dimulai dari tingkat salinitas 2,5 dS/m pada parameter pertumbuhan luas daun, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot kering total tanaman. Sementara pada parameter hasil terjadi penurunan pada panjang malai, bobot malai, jumlah gabah per malai, bobot 100 butir gabah bernas dan bobot gabah kering giling total per rumpun. Pupuk kandang ayam menghasilkan tinggi tanaman tertinggi, sedangkan pupuk hijau azolla memberikan hasil tertinggi pada bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering akar, jumlah anakan, bobot kering total tanaman dan jumlah malai. 
Pengaruh Dosis Urea terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merr.) Kultivar Anjasmoro Dhimas Ikhsan Prakoso; Didik Indradewa; Endang Sulistyaningsih
Vegetalika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.609 KB) | DOI: 10.22146/veg.35931

Abstract

Kedelai diketahui memiliki kemampuan untuk mengikat N dari udara, namun pada budidayanya di lapangan, pemupukan N masih dilakukan untuk mendukung pertumbuhan awal tanaman. Kultivar Anjasmoro banyak ditanam petani karena memiliki morfologi biji yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan dosis  urea pada tanaman kedelai kultivar Anjasmoro serta menentukan takaran optimum untuk pertumbuhan dan hasil. Penelitian lapangan dilakukan dengan rancangan acak kelompok lengkap dengan perlakuan takaran pupuk urea yang terdiri dari 5 aras : 0 kg/ha, 50 kg/ha, 100 kg/ha, 150 kg/ha, dan 200 kg/ha. Tata letak acak kelompok dengan empat blok sebagai ulangan. Data yang diperolah dianalisis menggunakan sidik ragam, bila ada beda nyata dilanjutkan dengan uji jarak ganda Duncan dengan taraf kesalahan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan Urea menurunkan kadar N daun. Tidak terdapat perbedaan takaran namun memberikan laju asimilasi bersih dengan takaran optimal 205 kg/ha. Pemupukan Urea tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai kultivar Anjasmoro.
Keragaan Hasil Perdu Teh (Camellia sinensis L.) Hasil Perbanyakan Vegetatif Pertama Maryam Muharroron; Taryono Taryono
Vegetalika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.449 KB) | DOI: 10.22146/veg.36515

Abstract

Teh merupakan tanaman tahunan dan penyegar. Kondisi pertanaman teh di Indonesia didominasi oleh tanaman tua dan berasal dari biji. Guna meningkatkan produktivitas teh dalam waktu relatif singkat diperlukan percepatan perakitan klon unggul teh dengan metode pemuliaan vegetatif teh. Penelitian ini bertujuan untuk menduga keragaan hasil perdu teh hasil perbanyakan vegetatif pertama (V1) dan menduga potensi daya hasil kering teh V1 klon teh PGL-09, PGL-10, PGL-11, PGL-12, dan PGL-15. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perdu F1 terpilih sebagai induk tiap klon digunakan sebagai tetua atau induk perbanyakan V1, serta rumpun V1 pada tiap klon dipilih 5 perdu sebagai contoh. Daya hasil kering teh didapat dari komponen bobot kering pucuk peko, bobot kering pucuk burung, bobot kering daun muda, dan bobot kering tangkai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon PGL-10, PGL-11, dan PGL-12 memiliki keragaan daya hasil kering teh yang sama antara F1 dengan V1, serta ketiga klon PGL tersebut memiliki potensi daya hasil kering teh yang tinggi, berkisar antara 3.200 hingga 3.400 kg/ha/th.
Produksi dan Kadar Flavonoid Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) pada Tiga Fase Agroforestri Deborah Gita Sakinah; Eka Tarwaca Susila Putra; Rohlan Rogomulyo
Vegetalika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.507 KB) | DOI: 10.22146/veg.38127

Abstract

Sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) merupakan salah satu tanaman obat yang telah menjadi bahan baku industri farmasi yang permintaannya akan semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan obat herbal. Penanaman di agroforestri dapat menjadi solusi atas keterbatasan lahan pertanian dan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi sambung nyawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fase perkembangan agroforestri yang paling optimal bagi produksi sambung nyawa. Penelitian dilakukan di zona Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul dan disusun dalam rancangan over site faktor tunggal dengan tiga kali ulangan. Faktor tunggal berupa fase perkembangan agroforestri yaitu fase awal, fase tengah, dan fase lanjut. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa tanaman sambung nyawa memiliki daya adaptasi yang cukup luas jika diusahakan dengan konsep agroforestri karena memiliki laju pertumbuhan, produktivitas, serta kualitas hasil yang sama ketika dibudidayakan pada agroforestri fase awal, tengah, dan lanjut. Kualitas daun sambung nyawa yang dihasilkan pada agroforestri fase awal, tengah, dan lanjut cukup baik dan dapat memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia, khususnya dari aspek kadar flavonoid. Secara berturut-turut kadar flavonoid daun sambung nyawa yang dihasilkan pada fase awal, tengah, dan lanjut adalah 1,42; 1,72; dan 1,18 %b/b.
Pengaruh Bahan Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) Tercekam Salinitas Fidian Nur Arifiani; Budiastuti Kurniasih; Rohlan Rogomulyo
Vegetalika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.943 KB) | DOI: 10.22146/veg.38133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh macam bahan organik berupa pupuk kandang ayam dan pupuk hijau azolla dalam mengurangi dampak cekaman salinitas pada tanaman padi. Rancangan perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktorial. Penelitian ini dilakukan dengan mengaplikasikan jenis bahan organik berbeda pada beberapa tingkat salinitas. Perlakuan jenis bahan organik terdiri dari tiga aras yakni tanpa bahan organik (B0), penggunaan pupuk kandang ayam (B1), dan penggunaan pupuk hijau azolla (B2), sedangkan perlakuan tingkat salinitas terdiri dari empat aras yaitu EC <0,4 dS/m atau kontrol (S0), 2,5 dS/m (S1), 5 dS/m (S2) dan 7,5 dS/m (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interkasi antara perlakuan tingkat salinitas dan jenis bahan organik. Terjadi penurunan pertumbuhan dan hasil secara nyata pada tanaman padi varietas IR-64 yang tercekam salinitas dimulai dari tingkat salinitas 2,5 dS/m pada parameter pertumbuhan luas daun, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot kering total tanaman. Sementara pada parameter hasil terjadi penurunan pada panjang malai, bobot malai, jumlah gabah per malai, bobot 100 butir gabah bernas dan bobot gabah kering giling total per rumpun. Pupuk kandang ayam menghasilkan tinggi tanaman tertinggi, sedangkan pupuk hijau azolla memberikan hasil tertinggi pada bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering akar, jumlah anakan, bobot kering total tanaman dan jumlah malai.
Seleksi Pohon Induk Kakao Berdaya Hasil Tinggi Menggunakan Analisis Komponen Utama Imam Hidayat; taryono taryono
Vegetalika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.722 KB) | DOI: 10.22146/veg.38135

Abstract

Peningkatan produktivitas kakao perlu didukung oleh ketersedian bahan tanam unggul, yakni bahan tanam yang memiliki daya hasil dan mutu hasil tinggi, serta memiliki ketahanan terhadap penyakit utama. Hal ini dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan mulai dari pemanfaatan plasma nutfah hingga pengujian hasil silangan antar klon dalam suatu populasi. PT Pagilaran Unit Segayung Utara memiliki total luas areal pertanaman kakao asal biji sebesar 280,35 hektar. Dari populasi tersebut dapat dilakukan kegiatan eksplorasi dan seleksi untuk mendapatkan individu pohon yang memiliki daya hasil tinggi serta mutu biji baik. Penelitian di lapangan dilakukan dengan mengamati karakter buah 185 pohon kakao asal biji dengan membandingkan terhadap klon RCC 70, RCC 71 dan KKM 4 sebagai pembanding. Karakter buah yang diamati adalah panjang buah, diameter buah, berat segar buah, jumlah biji per buah, berat segar biji per buah, berat kering biji per buah, tebal kulit buah, berat segar kulit buah, kekerasan kulit buah dan berat kering per biji. Hasil seleksi melalui analisis komponen utama, dengan menggunakan karakter jumlah biji per buah, berat segar biji per buah dan berat kering perbiji sebagai kriteria seleksi menunjukkan bahwa pohon 149, 182 dan 233 berpotensi untuk dikembangkan sebagai pohon induk.

Page 1 of 1 | Total Record : 8