cover
Contact Name
Muhammad Anggie J. Daulay
Contact Email
anggie.fbsunimed@yahoo.com
Phone
+6281370069751
Journal Mail Official
jurnalsasindounimed@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar Pasar 5 Medan Estate Kode Pos 20221 Provinsi Sumatra Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Sastra Indonesia
urnal Sastra Indonesia (Sasindo) merupakan media publikasi hasil penelitian dan kajian konseptual dalam bidang sastra, media pembelajaran sastra, linguistik, seni budaya, multimedia senimatografi, dan kajian media massa. Bidang sastra memuat tentang ilmu sastra, sejarah sastra, kritik sastra, dan apresiasi sastra serta pembelajarannya. Bidang lingustik memuat kajian fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, serta terapannya. Bidang seni budaya berkaitan dengan dunia kesusastraan. Bidang multimedia senimatografi memuat kajian film dan dasar-dasar senimatografi, serta pada bidang media massa meliputi kajian jurnalistik sastrawi.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO" : 9 Documents clear
METAFORA KONSEPTUAL DALAM WACANA COVID-19 Di MEDIA MASSA ONLINE Gunawan Sembiring; Muhammad Surip
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.883 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v10i2.31156

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metafora konsetual dalam wacana Covid-19 yang terdapat pada laman kompas.com dan detik.com meliputi: Jenis-jenis metafora, makna metafora dan pemetaan konseptual metafora dalam teks wacana tersebut. Sumber data yang digunakan adalah teks wcana  dalam laman kompas.com dan detik.com. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan teori metafora Konseptual Lakoff dan Jhonson (2003) dan teori makna metafora Lech (1997) sebagai landasan teori. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Terdapat 3 jenis metafora dalam teks wacana Covid-19 di media massa online, yaitu jenis metafora struktural, metafora orientasional, metafora ontologikal. Dalam teks wacana tersebut ditemukan 30 data yang terbagi menjadi tiga jenis metafora berdasarkan teori Lakoff dan Johnson, yaitu sepuluh data pada metafora struktural, sepuluh pada metafora orientasional, dan sepuluh data pada metafora ontologis. Terdapat beberapa makna konseptual pada setiap jenis metafora, metafora struktural memiliki tujuh makna konseptual yaitu: musuh, membatasi, meyerang, rencana, masker, pemimpin, dan manusia. Metafora orientasional memiliki sembilan makna konseptual yaitu: penambahan, pengurangan, peninjauan, kualitas, penurunan, bangun, menyesuaikan diri, peningkatan, dan perkembangan. Metafora ontologis memiliki sepuluh makna konseptual yaitu: bertambah, persetujuan, penyebab, berhati-hati, berbahaya, bertahan, proses, berhenti, tegas, dan penurunan.Kata Kunci: Metafora, wacana Covid-19, laman berita, skema citra, dan  pemetaan  konseptual.
Teks Lagu dari Pihak Wanita pada Pernikahan Adat Batak Toba - Kajian Semiotika Nitha Amanda Hutapea; Fitriani Lubis
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.962 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v10i2.31148

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terdapat pada teks lagu dari pihak wanita pada pernikahan adat Batak Toba. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah teks lagu dalam bahasa Batak Toba yang dinyanyikan pada saat pernikahan adat Batak Toba yang diunggah di akun youtube. Terdapat 17 data teks lagu dalam bahasa Batak Toba. Cara pengumpulan data dilakukan dengan teknik mendengarkan dan teknik catat. Cara menganalisis data adalah dengan menyiapkan objek kajian, mengidentifikasi dan menterjemahkan data ke dalam bahasa Indonesia, melakukan pengamatan terhadap kata atau kalimat, mengklafikasikan data, dan kemudian melakukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 17 data yang mengandung makna denotatif, 16 data yang mengandung makna konotatif, dan 6 data yang mengandung makna mitos. Kata Kunci: teks lagu Batak Toba, konotatif, denotatif, dan mitos 
PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN DALAM PERCAKAPAN PELANGGAN DAN PENGEMUDI OJEK ONLINE DI MEDAN Hosea Anderson Sirait; M. Oky Fardian Gafari
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.786 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v10i2.31143

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk dan faktor penyebab pelanggaran prinsip kesantunan dalam percakapan pelanggan dan pengemudi ojek online Grab, Gojek, dan Maxim di Medan. Teori yang dipakai dalam penelitian ini ialah teori prinsip kesantunan Leech dan teori faktor penyebab pelanggaran Chaer. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, sadap, rekam, dan catat. Teknik ini digunakan agar memperoleh data secara rinci dan menyeluruh. Dari hasil penelitian ditemukan 137 tuturan melanggar prinsip kesantunan. Yang dominan dilanggar adalah maksim kebijaksanaan sebanyak 30 tuturan (22%), maksim kedermawanan sebanyak 29 tuturan (21%), maksim pemufakatan sebanyak 26 tuturan (19%), maksim penghargaan sebanyak 25 tuturan (18%), maksim kesederhanaan sebanyak 16 tuturan (12%), dan terakhir maksim simpati sebanyak 11 tuturan (8%). Selanjutnya ditemukan 93 faktor penyebab pelanggaran prinsip kesantunan dalam percakapan pelanggan dan pengemudi ojek online Grab, Gojek, dan Maxim di kota Medan. Selanjurnya, diperoleh faktor penyebab pelanggaran prinsip kesantunan yang paling dominan yaitu kritik menyinggung perasaan, sebanyak 28 tuturan (30%), memojokkan lawan tutur atau pihak lain sebanyak 25 tuturan (27%), dorongan emosi sebanyak 17 tuturan (18%), menuduh lawan tutur atau pihak lain sebanyak 13 tuturan (14%), dan terakhir protektif terhadap pendapat sebanyak 10 tuturan (11%). Adapun implikasi dari penelitian ini agar pelanggan dan pengemudi ojek online menggunakan bahasa yang santun guna menciptakan kondisi dan situasi berbahasa yang harmonis, nyaman, dan humanis.Kata kunci: Prinsip Kesantunan, Percakapan, Ojek Online
ANALISIS STRUKTUR DAN FUNGSI CERITA RAKYAT “AEK SIPANGOLU” DI DESA SIMANGULAMPE KECAMATAN BAKTIRAJA Esra Peprida Manalu; Rosmaini Rosmaini
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.896 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v10i2.31149

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur, fungsi serta pesan moral yang terdapat dalam cerita rakyat Aek Sipangolu. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif dengaan metode penelitian deskriptif yang menggambarkan atau melukiskan gejala dan fakta secara sistematis. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data yaitu dengan teknik cakap (wawancara) dan mentranskrip dan menerjemahkan  hasil wawancara. Teknik ini digunakan agar memperoleh data secara detail dan menyeluruh. Hasil dari penelitian, struktur intrinsik dalam cerita rakyat yang dianalisis dengan teori yang dikemukakan oleh Burhan Nurgiyantoro 2005 yang membahas tentang struktur karya sastra seperti: Tema dari cerita Aek Sipangolu ialah perjalanan Sisingamangaraja XII, dimana meninggalkan sejarah yaitu Aek Sipangolu yang digunakan sampai saat ini.  Alur, Latar atau setting terdapat, Tokoh dalam cerita serta amanat dalam cerita yang mengingatkan bahwa sebagai manusia kita harus mengutamakan pencipta kita  dalam cerita Aek Sipangolu, sebagai Raja ia tidak sombong, dan peduli terhadap rakyatnya dan selalu mengutamakan penciptanya struktur dalam cerita Rakyat ini saling berhubungan atau berkaitan satu sama lain.  Untuk menganalisis fungsi karya sastra tersebut di analisis dengan menggunakan teori William R. Bascom yaitu: Sistem proyeksi, yakni sebagai alat pencermin angan-angan suatu kolektif, Alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan, Alat pendidikan anak, Alat pemeriksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya (sebagai alat kontrol sosial), dijelaskan bahwa fungsi Aek Sipangolu sangat berpengaruh bagi banyak orang, terutama bagi masyarakat Simangulampe dan membawa sifat positif yaitu dalam bertutur kata yang sopan, keyakinan yang kuat, serta sifat-sifat yang diajarkan dari cerita tersebut sebagai alat pendidik sejak dini. Pesan moral yang terdapat dalam cerita Rakyat tersebut dianalisis dengan menggunakan teori Burhan Nurgiyantoro yang membahas tentang pesan moral antara manusia dengan diri sendiri, antara manusia dengan manusia lainnya dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Pesan moral dalam cerita Aek Sipangolu kita harus terlebih dahulu mengutamakan Tuhan, mempunyai hubungan erat dengan Tuhan, dan kedua ialah dengan sesama dengan saling menghargai dan tolong menolong, serta kepercayaan akan diri sendiri. Kata Kunci:  Cerita Rakyat, Unsur Intrinsik, Fungsi Karya Sastra, Pesan Moral.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MAKNA KOHESI LEKSIKAL PADA BERITA UTAMA SURAT KABAR HARIAN WAASPADA DAN ANALISA Kk Dita Syahputri; Malan Lubis
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.949 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v10i2.31145

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan perbandingan penggunaan makna kohesi leksikal pada berita utama surat kabar harian waspada dan analisa. Sumber data penelitian ini adalah berita utama surat kabar harian waspada dan analisa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh kata, kalimat, dan paragraf yang ada pada berita utama surat kabar harian waspada dan analisa yang menggambarkan jenis-jenis kohesi leksikal pada berita utama surat kabar harian waspada dan analisa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik membaca, menyimak dan mencatat.Teknik baca yaitu membaca berita utama, lalu disimak, kemudian dicatat untuk dikelompokkanberdasarkan penggunaan jenis-jenis kohesi leksikal. Hasil penelitian yang diperoleh berjumlah 63 data yang terdiri dari 14 data repetisi (pengulangan), 12 data sinonimi, 4 data antonimi, 8 data hiponimi, 2 data kolokasi, dan 23 data ekuivalensi dari dua jenis berita utama surat kabar harian waspada dan analisa. Kata kunci:Wacana, Semantik, Kohesi Leksikal, Berita Utama
EKSPLORASI MAKNA BERBALAS PANTUN DALAM ACARA PERNIKAHAN BUDAYA MELAYU DI KABUPATEN BATUBARA SEBUAH KAJIAN ANTROPOLOGI SEMANTIK Rabiatul Adawiyah; Mara Untung Ritonga
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.2 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v10i2.31150

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana eksplorasi makna berbalas pantun dalam acara pernikahan budaya melayu di kabupaten Batubara dengan kajian antropologi semantik. Sumber data diperoleh melalui wawancara, buku sekaligus praobservasi oleh orang yang dituakan di masyarakat Kabupaten Batubara dan melalui acara pernikahan. Data-data penelitian ini meliputi pantun-pantun yang mengandung unsur antopologi semantik.  Penelitian ini dilakukan dengan penelitian kualitatif melalui pendekatan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan teknik praobservasi perekaman, menyimak dan mencatat. Beberapa tahap acara pernikahan adat Melayu Batubara yang menggunakan pantun sebagai sarana berkomunikasi yaitu:  hempang batang, hempang pintu, tepung tawar, makan nasi hadap-hadapan.Pantun dirangkai dalam tepak penyambut adalah upacara ucapan selamat datang dari tuan dan puan rumah dan menyatakan peminangan putrinya. Dalam adat Melayu penyambutan atas peminangan wajib menggunakan berbalas pantun apabila pemuda berniat hendak meminang seorang gadis yang disukainya atau atas pemilihan orang tua biasanya, diutuslah seorang atau yang lebih dipercayai yang menurut adat melayu disebut bintara sabda (utusan penghubung). Kata Kunci: Antopologi, Pantun, Pernikahan, Semantik Kogntif
KOMPETENSI FONOLOGIS ANAK PENYANDANG DOWN SYNDROME USIA 11-14 TAHUN DI SEKOLAHLUAR BIASAABDI KASIH, KELURAHAN MARTUBUNG Okto Clarita Br Regar; Wahyu Wiji Astuti
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.415 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v10i2.31146

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi fonologis dan perkembangan kognitif pada anak penyandang Down Syndrome berusia 11-14 tahun di Sekolah Luar Biasa Abdi Kasih Kelurahan Martubung. Diharapkan penelitian ini dapat membantu siswa penyandang Down Syndrome dan dapat membantu orang tua serta guru agar mampu membiasakan anak penyandang Down Syndrome tetap aktif dalam berinteraksi dengan orang lain dan mampu melatih mereka menggunakan bahasa yang benar dalam berkomunikasi. Adapun subjek yang di teliti adalah siswa penyandang Down Syndrome sebanyak 4 orang di Sekolah Luar Biasa Abdi Kasih Kelurahan Martubung. Teori yang digunakan yaitu teori Piaget (Jahja, 2013) dan teori Pemerolehan Fonologis (Simanjuntak dalam Agustien 2010). Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan dan observasi. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap. Adapun teknik lanjutan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik rekam dan teknik catat. Kata Kunci : Fonologi, Kognitif, Down Syndrome
PROBLEMATIKA SOSIAL DALAM FILM “GUNDALA” KARYA JOKO ANWAR PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA Vivi Lisry Agus Mayani Simorangkir; Muhammad Surip
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.996 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v10i2.31151

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menemukan problematika sosial berdasarkan faktor ekonomi, politik, dan sosial yang terdapat dalam film Gundala karya Joko Anwar menggunakan teori sosiologi sastra. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang mendeskripsikan data dari hasil menyimak dan mencatat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka dengan analisis data berupa teknik memilah, mengumpulkan, mengidentifikasi data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian film Gundala dibagi menjadi tiga bagian: Pertama, Faktor ekonomi yang terbagi atas tiga contoh yaitu kemiskinan, kejahatan dan pengangguran didapat hasil penelitian berjumlah 4 data dengan persentase sebesar 13,3%. Kedua faktor politik terbagi atas empat contoh yaitu pembunuhan, penyuapan, kolusi, dan rapat paripurna, didapat hasil penelitian berjumlah 10 data dengan persentase sebesar 33,3%.  Ketiga faktor sosial yang dibagi atas empat contoh yaitu konflik batin, intoleransi, demonstrasi dan pengorbanan, didapat hasil penelitian berjumlah 16 data dengan persentase sebesar 53,4%. Kata Kunci : Film Gundala, Problematika Sosial, Sosiologi Sastra.
PENGGUNAAN MAJAS SINDIRAN DALAM KONTEN VIDEO YOUTUBE ARIF MUHAMMAD Dinda Asri Juli Ayu Br. Ginting; Rosmaini Rosmaini
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.886 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v10i2.31147

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis-jenis dan makna penggunaan majas sindiran dalam konten video youtube Arif Muhammad. Teori yang dipakai dalam penelitian ini ialah teori majas sindiran Keraf. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Teknik ini digunakan agar memperoleh data secara rinci dan menyeluruh. Dari hasil penelitian, didapatkan 115 penggunaan majas sindiran dalam ungkapan antar tokoh dalam konten video youtube Arif Muhammad. Jenis majas yang paling banyak ditemukan adalah majas sarkasme sebanyak 71 ungkapan, selanjutnya diikuti majas sinisme sebanyak 40 ungkapan, dan yang paling terendah ialah majas ironi sebanyak 4 ungkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna penggunaan majas sindiran yang terdapat pada konten video youtube Arif Muhammad yaitu untuk menciptakan efek emotif tertentu dan meningkatkan makna serta kesannya terhadap seseorang yang mendengar. Kata kunci: Majas Sindiran, Ungkapan, Tokoh

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol. 14 No. 1` (2025): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol. 13 No. 3 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI DESEMBER Vol 13, No 2 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol. 13 No. 2 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol. 13 No. 1 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol 13, No 1 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol 12, No 3 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI DESEMBER Vol. 12 No. 3 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI DESEMBER Vol. 12 No. 2 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol 12, No 2 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol 12, No 1 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol 11, No 2 (2022): JURNAL SASINDO Vol 11, No 1 (2022): JURNAL SASINDO Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SASINDO Vol 9, No 2 (2020): JURNAL SASINDO Vol 9, No 1 (2020): JURNAL SASINDO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SASINDO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL SASINDO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL SASINDO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL SASINDO Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Sasindo Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Sasindo Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SASINDO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SASINDO Vol 4, No 3 (2015): JURNAL SASINDO Vol 4, No 2 (2015): JURNAL SASINDO Vol 4, No 1 (2015): JURNAL SASINDO Vol 3, No 4 (2014): JURNAL SASINDO Vol 3, No 3 (2014): JURNAL SASINDO Vol 3, No 2 (2014): JURNAL SASINDO Vol 3, No 1 (2014): JURNAL SASINDO Vol 2, No 4 (2013): Jurnal Sasindo Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Sasindo Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Sasindo Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Sasindo Vol 1, No 01 (2012): Jurnal Sasindo Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Sasindo Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Sasindo More Issue