cover
Contact Name
Muhammad Amin Sunarhadi
Contact Email
mamin.sunarhadi@staff.uns.ac.id
Phone
+6281390716299
Journal Mail Official
jurnalekosains@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Lingkungan FMIPA Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A, Kentingan, Jebres Surakarta 57126 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ekosains
ISSN : 19797826     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ekosains mempublikasikan hasil penelitian di bidang lingkungan maupun interdisipliner terkait yang belum pernah dipublikasikan atau sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Jurnal Ekosains menerima artikel baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris yang mencakup beberapa topik kajian lingkungan antara lain: Manajemen lingkungan Ekologi Lingkungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pembangunan dan Lingkungan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Perencanaan dan Administrasi Lingkungan Kesehatan lingkungan Teknik Lingkungan dan Pencemaran Lingkungan, dan Sistem Informasi Lingkungan Manajemen Bencana
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol 15, no 2 (2023)" : 6 Documents clear
Pengaruh Pemberian Pakan Ikan Terhadap Baku Mutu Air di Kolam Pemancingan di Desa Pondok, Kecamatan Karanganom Junieta Wahyuningtyas
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemancingan merupakan kegiatan yang popular dalam dunia perikanan dan rekreasi di banyak daerah, termasuk Desa Pondok, Kecamatan Karanganom yang mana didominasi oleh jenis ikan tombro (tor putitora). Kualitas air dalam kolam pemancingan di Desa Pondok menjadi faktor kritis yang mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ikan yang dipelihara. Parameter air yang perlu diperhatikan antara lain pH, suhu air, dan TDS (total dissolved solid). Pemberian pakan ikan baik alami maupun buatan merupakan salah satu faktor penting agar dapat memproduksi ikan yang sehat dan berkualitas. Tujuan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat mengetahui pengaruh pemberian pakan ikan terhadap baku mutu air di kolam pemancingan Desa Pondok, Kecamatan Karanganom dan mengidentifikasi parameter baku mutu air yang dapat dipengaruhi oleh pemberian pakan ikan di kolam pemancingan. Penelitian dilakukan di kolam pemancingan Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten dengan titik yang berbeda, yaitu pada titik hulu, tengah dan hilir. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah data primer dan data sekunder dengan menganalisis parameter kimia dan fisika air. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kemudian hasil dibandingkan dengan Baku Mutu Air Kelas III yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021.  Metode pemberian pakan ikan dibagi menjadi tiga yaitu ad satiation, ad libitum, biomassa. Hasil menunjukkan bahwa parameter DO dan suhu melampaui baku mutu dan parameter pH dan TDS masih berada dibawah baku mutu. Strategi pengelolaan pemberian pakan agar meminimalisir dampak negatif terhadap kualitas air diantaranya dengan metode fish feeder dengan sistem IoT dan biofilter.
Identifikasi Kualitas Air Terdampak Aktivitas Masyarakat Sebagai Indikator Pembangunan Berkelanjutan Di Sungai Aliran Desa Pondok, Karanganom, Klaten Youhana Eli Santika
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Desa Pondok yang dapat mempengaruhi kualitas air sungai yaitu pertanian, permukiman, dan peternakan. Hal ini menjadikan peningkatan terhadap jumlah limbah yang dihasilkan dari proses domestik yang tidak disertai dengan pengelolaan limbah yang ada sehingga sungai dijadikan salah satu tempat pembuangan limbah baik limbah industri, organik, maupun anorganik. Dari proses tersebut akan membuat kondisi perairan Sungai Desa Pondok semakin hari semakin buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi parameter fisika-kimia perairan sungai yang terdampak pencemaran di Sungai Desa Pondok dan mengetahui status mutu air di Sungai Desa Pondok. Lokasi penelitian berada di Sungai Aliran Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten pada 4 stasiun yang berbeda. Analisis Kualitas Air Sungai Desa Pondok berdasarkan parameter fisika dan kimia diukur menggunakan alat Horiba U-50 Series Multi-Parameter Water Quality Meter dan pH meter, kemudian disesuaikan dengan Baku Mutu Air Kelas II yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Permenkes RI No 32 Tahun 2017. Dalam menentukan status mutu air dilakukan analisis menggunakan metode STORET. Hasil dari penelitian ini yaitu Parameter yang melebihi baku mutu adalah Kekeruhan dan Dissolved Oxygen (DO).  Hasil perhitungan status mutu air di Sungai Desa Pondok menggunakan Metode STORET menunjukkan total skor sebesar -14. Hal ini mengartikan bahwa status mutu air di Sungai Desa Pondok termasuk golongan air Kelas C atau tercemar sedang. Usaha mitigasi, adaptasi, dan partisipasi masyarakat yang optimal dalam mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan, diantaranya mengurangi dampak pencemaran di perairan. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pemerataan penyebaran penduduk dan pengendalian pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah padat, pembuatan fasilitas pembuangan sampah disekitar permukiman, dan pembuatan instalasi pengolahan air limbah.
Analisis Kualitas Air Sungai Kotes dengan Penambahan Eco-Enzyme Buah Berdasarkan Parameter Fisika dan Kimia Perairan Calvin Levyanto Pramono
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kotes merupakan salah satu aliran sungai yang mengalir di Desa Papringan yang berasal dari beberapa sungai besar termasuk Sungai Bengawan Solo. Masyarakat di Desa Papringan banyak memanfaatkan aliran Sungai Kotes karena sebagian besar bekerja sebagai petani. Hal ini tentunya banyak menimbulkan masalah ketika masyarakat banyak melakukan kegiatan di sekitar aliran sungai. Salah satu metode yang biasanya digunakan untuk mengurangi kadar pencemar dalam air adalah water purification atau pemurnian air dengan menggunakan Eco-Eznym. Tujuan dari penelitian kali ini yaitu untuk menganalisis kualitas air sungai terhadap parameter fisika (suhu, pH, padatan total terlarut (TDS), dan kekeruhan (NTU)) serta faktor kimia perairan (Dissolved Oxygene (DO)) sebelum dan sesudah diaplikasikan Eco-Enzyme. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pengukuran secara langsung di tiga titik sungai sepanjang Sungai Kotes menggunakan multi parameter. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan hasil pengukuran diketahui bahwa parameter TDS, DO, dan kekeruhan sudah memenuhi standar baku mutu air sungai menurut PP No. 22 Tahun 2021 sebelum diaplikasikan Eco-Enzyme. Sedangkan setelah diaplikasikan Eco-Enzyme terjadi penurunan kadar TDS, pH, dan kekeruhan serta peningkatan kadar DO dalam aliran Sungai Kotes. Dapat disimpulllan bahwa larutan Eco-Enzyme mampu mengurangi kadar pencemaran air di aliran Sungai Kotes.
Analisis pola persebaran gastropoda berdasarkan parameter kualitas air sebagai faktor pembatas distribusi di sungai Kotes, Desa Papringan, Kab. Semarang. Nilam Sariramadhani Koesdaryanto
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem akuatik merupakan ekosistem yang dominan terdiri dari air sebagai komponen abiotik yang menjadi tempat hidup bagi berbagai makhluk hidup. Peran penting komponen-komponen ekosistem akuatik dalam lingkungan terletak pada kemampuannya sebagai indikator kualitas perairan. Gastropoda merupakan organisme yang menjadi salah satu bioindikator kualitas air di sungai Kotes, Desa Papringan. Aliran sungai ini berperan bagi aktivitas masyarakat daerah tersebut sehingga seiring berjalannya waktu, aliran sungai dapat mengalami penurunan kualitas air akibat sumber bahan tercemar tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola penyebaran populasi gastropoda yang ada di sedimen sungai pada lokasi yang telah ditentukan secara spasial serta mengukur parameter ekosistem sungai yang dianggap sebagai faktor pembatas distribusi densitas populasi gastropoda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, metode pengumpulan data menggunakan sample survey method dan metode penentuan stasiun menggunakan purposive sampling method terhadap 3 stasiun. Dilakukan juga pengukuran parameter perairan meliputi TDS, pH, DO, dan suhu. Hasil penelitian menunjukkan pola penyebaran Gastropoda dengan rumus indeks Hopkins yakni 283.26 dan menunjukkan pola persebaran seragam. Pengukuran kualitas air sungai menunjukkan kualitas air sungai Kotes masih terjaga dan berkesinambungan dengan densitas populasi gastropoda. Perhitungan densitas menghasilkan perhitungan variansi 0.001855 sehingga dapat dibuktikan parameter menjadi faktor pembatas distribusi organisme.
Pengaruh Pembersihan Sampah di Sungai Terhadap Kualitas Air Sungai Kotes, Desa Papringan, Kaliwungu, Semarang Daniel Abileon Alyodya
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kotes merupakan salah satu aliran sungai yang mengalir di Desa Papringan, Kaliwungu, Semarang dan memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat di sekitarnya. Masyarakat memanfaatkan Sungai Kotes sebagai sumber yang digunakan sehari-hari untuk berbagai kegiatan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, semakin tinggi pertumbuhan penduduk di desa menimbulkan semakin banyak pula sampah yang dihasilkan. Banyak sampah yang ditemukan di beberapa titik Sungai Kotes yang baunya sangat mengganggu. Sampah yang berada di sungai ini menjadi sumber bahan pencemar yang mengakibatkan menurunnya kualitas air sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pembersihan sampah di Sungai Kotes terhadap kualitas air berdasarkan parameter fisika dan kimia. Metode penelitian yang dilakukan adalah pengukuran secara langsung di tiga titik sepanjang Sungai Kotes menggunakan multi parameter da pH meter. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh data sebelum pembersihan titik 1 diperoleh TDS sebesar 0,1406 g/L, pH sebesar 4.08, dan DO sebesar 9.38 mg/L. Titik 2 diperoleh TDS sebesar 0.1993 g/L, pH sebesar 4.66, dan DO sebesar 8.04 mg/L. Titik 3 diperoleh TDS sebesar 0.2033 g/L, pH sebesar 5.82, dan DO sebesar 6.21 mg/L. Titik 3 diperoleh TDS sebesar 0.2033 g/L, pH sebesar 5.82, dan DO sebesar 6.21 mg/L. Sedangkan setelah dilakukan pembersihan sungai, pada sungai titik 1 diperoleh TDS sebesar 0.1863 g/L, pH sebesar 5.88, dan DO sebesar 8.18 mg/L. Titik 2 diperoleh TDS sebesar 0.159 g/L, pH sebesar 7.44, dan DO sebesar 11.14 mg/L. Titik 3 diperoleh TDS sebesar 0.176 g/L, pH sebesar 6.09, dan DO sebesar 12.43 mg/L. Pembersihan sungai dapat mempengaruhi kualitas air sungai menjadi lebih baik dan sesuai dengan standar baku mutu air sungai yang berlaku.
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PRODUKTIVITAS SAWAH LAHAN BASAH STUDI KASUS: DESA PAPRINGAN, KALIWUNGU, SEMARANG Farah Meilani
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan lahan basah terluas di Asia. Hampir sebagian besar lahan basah dikelola menjadi areal perkebunan maupun pertanian. Adapun pemanfaatan lahan basah yang sering dijumpai yaitu sawah irigasi dengan komoditas berupa padi. Salah satu Desa di Kecamatan Kaliwungu Semarang yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani yaitu Desa Papringan. Akan tetapi, seiring bertambahnya tahun produktivitas sawah menurun yang disebabkan karena adanya perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan iklim terhadap produktivitas sawah lahan basah. Metode yang digunakan yaitu dengan wawancara mendalam dan content analysis. Berdasarkan hasil analisis, perubahan iklim berdampak terhadap produktivitas sawah lahan basah di Desa Papringan, Kaliwungu, Semarang. Perubahan intensitas curah hujan berdampak terhadap sumberdaya air, ancaman bencana, produktivitas, serta kualitas hasil. Sedangkan perubahan suhu berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Page 1 of 1 | Total Record : 6