cover
Contact Name
Nurhadianty Rahayu
Contact Email
l4lppmstkip@gmail.com
Phone
+6283147339266
Journal Mail Official
l4lppmstkip@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno-Hatta Pasirjati Rangkasbitung 42317
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Geomath
ISSN : -     EISSN : 27222551     DOI : http://dx.doi.org/10.55171
Core Subject : Education,
GEOMATH is journal that is published twice a year, every May and December. Geomath journal publishes research issues on mathematics education. Author can be lecturer, teacher, researcher, and even student. Our publication could be research on teaching method, experiment of teaching aid or media, even effectiveness of lesson plan and ways to incorporate such concerns into instructional programs, as well as reviews of books and classroom technology products, the latest research results in mathematics learning and evaluation. We accept any manuscript derived from research of mathematics education. We will not process manuscript from research approach of school management. All articles sent to this journal must have never been published or sent to other journals.
Articles 37 Documents
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA Ainur Rizkia Oktavidiyanti
GEOMATH Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 lebih menekankan pada kemampuan pemecahan masalah atau Problem Solving, kemampuan penalaran, serta kemampuan komunikasi siswa. Penelitian ini mengkaji  Kemampuan komunikasi matematis tertulis merupakan suatu kemampuan menyuarakan dan menyampaikan gagasan matematika dengan bahasa matematika secara tertulis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa setelah diterapkannya metode Problem Solving dalam proses pembelajaran. Analisis penelitian ini dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan didukung instrumen peneilitian berupa Lembar Kerja dan Lembar Diskusi serta RPP sebagai pedoman saat penelitian. Penelitian ini menerapkan metode pembelajaran Problem Solving untuk melihat bagaimana komunikasi matematika tertulis siswa di SMP Negeri 3 Bondowoso. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kelima sampel dari kelas VIII A yang menggunakan metode Problem Solving mampu mendeskrispikan dan memilah informasi yang termuat dalam soal. Meskipun sedikit merasa kesulitan membahasakannya dalam bahasa matematika, namun sampel mampu menyelesaikan masalah yang ada dengan cara berpikir yang aktual. Berbeda dengan kelima sampel kelas VIII B yang kurang mampu memahami masalah yang diberikan dan kurang mampu menginterpretasikan ide nya ke dalam bentuk matematika. Kata Kunci: Kurikulum 2013, Komunikasi Matematis Tertulis, Problem Solving.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Penalaran Matematis Siswa Madrasah Tsanawiyah Melalui Pembelajaran Collaborative Learning Juniawan, Egi Adha
GEOMATH Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v3i2.879

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematika, dan diprediksi bahwa dengan pembelajaran Collaborative Learning dapat membantu siswa mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematika siswa lebih baik. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan pembelajaran Collaborative Learning  lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional, (2) apakah peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan pembelajaran Collaborative Learning  lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Metode penelitian ini merupakan metode campuran (mixed methods) tipe embedded design. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII Madrasah Tsanawiyah Kun Karima Pandeglang pada tahun ajaran 2021/2022 dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan tes dan non tes, yaitu tes pemecahan masalah dan penalaran matematika sedangkan non tes yaitu observasi, wawancara, dan skala Likert Collaborative Learning. Data diolah dengan bantuan software SPSS 26 dan Excel 2019. Analisis data menggunakan uji-t, uji non-parametrik dan uji korelasi. Temuan penelitian ini adalah, (1) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan pembelajaran Collaborative Learning lebih baik daripada Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional; (2) peningkatan kemampuan penalaran matematika siswa yang menggunakan pembelajaran Collaborative Learning lebih baik daripada Peningkatan kemampuan penalaran matematika siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Kata kunci: kemampuan pemecahan masalah, kemampuan penalaran matematika, dan pembelajaran Collaborative Learning
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KALKULUS LANJUT BERDASARKAN EKA’S ERROR ANALYSIS Juniawan, Egi Adha; Yulianto, Dwi
GEOMATH Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v3i1.873

Abstract

Kalkulus lanjut merupakan salah satu mata kuliah yang diberikan setelah Kalkulus I dan Kalkulus II. Mahasiswa yang diberikan mata kuliah Kalkulus Lanjut merupakan mahasiswa semester 5 Universitas Universitas La Tansa Mashiro Rangkasbitung. Penelitian ini bertujuan memaparkan kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal Kalkulus Lanjut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis yang terdiri dari 5 soal tentang limit dan kekontinuan, turunan parsial dan turunan, aljabar turunan dan aturan rantai, turunan parsial oeder tinggi, masalah maksimum dan minimum. Untuk menguji keabsahan data digunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa paling banyak melakukan kesalahan computation. Pemahaman mahasiswa mengenai limit, kekontinuan, dan turunan fungsi dua variable yang belum sepenuhnya kuat. Dosen bisa menerapkan proses pembelajaran yang lebih baik lagi dengan mengecek pemahaman mereka mengenai limit, kekontinuan, dan turunan fungsi satu variable terlebih dahulu (mungkin sekilas), sebelum menerangkan mahasiswa mengenai limit, kekontinuan, dan turunan fungsi dua variable. Kata Kunci: Kesalahan, Mahasiswa, Kalkulus Lanjut, Newmann Error Analysis, NEA, Limit, Kontinu, Turunan, Turunan Parsial
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN MANDIRI BERBASIS SOAL TERBUKA DALAM PEMBELAJARAN KALKULUS PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP LA TANSA MASHIRO Dwi Yulianto
GEOMATH Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran mandiri berbasis soal terbuka berupa Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan Modul. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mandiri Berbasis Soal Terbuka ini  mengikuti model pengembangan Plomp, yaitu: (1) Fase Investigasi Awal (Preliminary Investigation Phase), mencakup kajian teori pendukung, analisis masalah pembelajaran, analisis kurikulum, analisis karakteristik mahasiswa, dan analisis konsep, (2) Fase Perancangan (Design Phase), pada fase ini dirancang perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian yang dibutuhkan, (3) Fase Realisasi/Konstruksi (Realization/Construction Phase),  pada fase ini dilakukan penyusunan perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian berdasarkan rancangan pada fase perancangan, dan (4) Fase Tes, Evaluasi, dan Revisi (Test, Evaluation and Revision Phase), pada fase ini dilakukan dua kegiatan utama, yaitu: (a) Validasi perangkat pembelajaran dan (b) Uji Coba. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran yang diperoleh yaitu (1) perangkat pembelajaran telah memenuhi kriteria kevalidan (valid: 2,5  M    3,5) berdasarkan nilai rata-rata total validasi oleh dua orang validator terhadap SAP sebesar 3,48 dan Modul sebesar 3,42, (2) perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria kepraktisan (terlaksana seluruhnya: 1,5 ≤ M ≤  2,0) berdasarkan nilai rata-rata total  aspek keterlaksanaan pembelajaran dari dua orang pengamat sebesar 1,54, (3) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat dikatakan efektif karena ketuntasan belajar mahasiswa secara klasikal sebesar 87% telah memenuhi kriteria yang ditetapkan yaitu minimal 85% mahasiswa, sebanyak 24 atau 61% mahasiswa memiliki nilai kreativitas di atas nilai minimal 65, aktivitas mahasiswa dapat dikatakan ideal karena setiap kegiatan berada pada interval toleransi waktu yang diberikan, serta sebanyak 75% mahasiswa memberikan respons positif terhadap perangkat dan pelaksanaan pembelajaran. Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran Mandiri, Soal Terbuka, Kalkulus
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA Umami, Moh Rizal
GEOMATH Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v3i2.880

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of motivation and independent learning on students' mathematics learning achievement. The method used is survey method. Data collection techniques were carried out by giving questionnaires to students. The samples taken came from the population of class VII SMPN 2 Warunggunung. Before testing the hypothesis, the validity of the items in the form of a questionnaire was tested. The research sample consisted of 37 students of class VII SMPN 2 Warunggunung, the samples were obtained using a proportional random sampling technique. The results obtained in the study were 1) learning motivation had a significant effect on students' learning outcomes in learning mathematics, 2) learning independence had a significant effect on students' learning outcomes in learning mathematics, 3) learning motivation and learning independence had an effect on students' mathematics learning achievement. This can be interpreted that the acquisition of student learning outcomes can be increased by considering the motivational factors and student learning independence.Keywords: learning motivation, learning independence, learning achievement
PENERAPAN PENDEKATAN INVESTIGASI SEBAGAI USAHA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP PLUS MATHLA’UL ANWAR CIBUAH Umami, Moh. Rizal
GEOMATH Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v3i1.874

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dimana dalam setiap siklus terdapat tiga pertemuan dan satu kali tes. Motode pembelajaran problem posing dalam setting pembelajaran kolaboratif sudah terlaksana sesuai dengan proses pembelajaran yang diharapkan dikelas dengan memanfaatkan sumber-sumber belajar yang tersedian di sekolah dan memberikan pemahaman kepada siswa untuk lebih terbuka dan memberikan wawasan supaya memanfaatkan sumber belajar yang ada di lingkungan sekolah. Penerapan dalam pendekatan investigasi dapat meningkatkan hasil belajar matematik siswa kelas VII A SMP Plus Mathla’ul Anwar Cibuah pada materi pokok bahasan perbandingan. Peningkatan hasil belajar siswa diperoleh dari hasil data pada kegiatan sebelum penelitian diperoleh nilai rata-rata mencapai 48% dan siswa yang mendapat kriteria tuntas adalah 5 siswa. Kemudian pada siklus I diperoleh nilai rata-rata mencapai 69% dan siswa yang mendapat kriteria tuntas adalah 16 siswa, dan pada siklus II mencapai nilai rata-rata 98% dan siswa yang mendapat kriteria tuntas adalah 28 siswa. Dari hasil siklus yang telah dilakukan maka kegiatan penelitian tindakan kelas yang menggunakan metode problem posing dalam setting pembelajaran kolaboratif ini dikatakan berhasil. Karena suatu pembelajaran dikatakan berhasil apabila kriteria ketuntasan belajar mencapai 70%. Ini terlihat pada siklus II yang mencapai nilai rata-rata 98% dan siswa yang mendapat kriteria tuntas belajar adalah 28 siswa. Kata kunci: pendekatan investigasi, hasil belajar matematika
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DAN SELF-EFFICACY SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PEMBELAJARAN COLLABORATIVE LEARNING Egi Adha Juniawan
GEOMATH Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan penalaran matematika, dan self-efficacy, serta diprediksi bahwa dengan pembelajaran collaborative learning dapat membantu siswa mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematika, serta Self-Efficacy siswa lebih baik. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) apakah peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan pembelajaran collaborative learning  lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional, (2) bagaimana self efficacy siswa yang menggunakan pembelajaran collaborative learning    dengan self efficacy siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Metode penelitian ini merupakan metode campuran (mixed methods) tipe embedded design. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII SMP La Tansa 2 Rangkasbitung pada tahun ajaran 2020/2021 dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan tes dan non tes, yaitu tes penalaran matematika sedangkan non tes yaitu observasi, wawancara, dan skala Likert self-efficacy. Data diolah dengan bantuan software SPSS 26 dan Excel 2019. Analisis data menggunakan uji-t, uji non-parametrik dan uji korelasi. Temuan penelitian ini adalah, (2) peningkatan kemampuan penalaran matematika siswa yang menggunakan pembelajaran collaborative learning lebih baik daripada Peningkatan kemampuan penalaran matematika siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional; (2) Rata-rata self-efficacy kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran collaborative learning tidak berbeda signifikan dengan rata-rata self-efficacy kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Kata Kunci: kemampuan penalaran matematika, self-efficacy, dan collaborative learning
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERPIKIR ABSTRAKSI MATEMATIS PADA MATERI GEOMETRI RUANG Anwar, Syahrul; Junaedi, Yusup; Umami, Moh Rizal
GEOMATH Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v3i2.881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki, mengetahui, dan mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan berpikir abstraksi dalam materi geometri ruang. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di salah satu SMK di Kabupaten Pandeglang, Banten tahun ajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Instrumen penelitian terdiri dari tes uraian kemampuan berpikir abstraksi matematis, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data induktif meliputi : reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan tes kemampuan berpikir abstraksi matematis meliputi kesalahan dalam membuat pemodelan matematika, kesalahan konsep dan kesalahan sistematis. Sedangakan kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan tes kemampuan abstraksi matematis pada kelas yang mendapat pembelajaran konvensional meliputi kesalahan dalam membuat pemodelan matematika, kesalahan konsep, kesalahan sistematis dan kesalahan hitung.
Profil Kemampuan Penalaran dan Disposisi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal AKM Ditinjau dari Gender dan Level Sekolah Anwar, Syahrul; Yulianto, Dwi
GEOMATH Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v3i1.876

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa di sekolah yang menyebabkan siswa kurang terlibat dalam pembelajaran atau siswa jarang diberi kesempatan untuk bertanya atau mengemukakan pendapat sehingga kemampuan komunikasi matematis siswa belum dapat tersampaikan. . Penelitian ini menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) untuk melihat perbedaan pembelajaran PMRI dengan model pembelajaran konvensional terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari jenis kelamin siswa. Jenis eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment Design dengan menggunakan pretest dan posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII Yayasan Al Sudais Indonesia. Sampel yang digunakan adalah 2 kelas yang dipilih dengan teknik cluster random sampling yaitu 1 kelas sebagai kelas eksperimen dengan pendekatan PMRI dan 1 kelas sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Analisis data yang digunakan adalah uji normalize gain, uji ANOVA dua arah, uji t, dan uji Kruskal-Wallis. Temuan dari penelitian ini adalah: a) kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, b) kemampuan komunikasi matematis siswa laki-laki dan perempuan yang mengikuti pembelajaran matematika pembelajaran dengan pendekatan PMRI tidak. terdapat perbedaan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, dan c) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan perbedaan gender dalam peningkatan kemampuan komunikasi matematis. Kata kunci: PMRI, Etnomatematika, Kemampuan Komunikasi Matematis, Jenis Kelamin
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA Muahor Muahor; Dwi Yulianto
GEOMATH Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, (2)  respon siswa terhadap model Problem Based Learning (PBL) selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini termasuk jenis penelitian  eksperimen kuasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh nilai thitung = 2,59 dan ttabel = 1,672 dengan dk = 58 dan taraf signifikansi sehingga terlihat bahwa thitung   ttabel yaitu 2,59 1,672. Hasil analisis angket respon siswa menunjukkan bahwa respon siswa positif terhadap model Problem Based Learning, yang berarti bahwa siswa termotivasi dalam belajar dengan menggunakan model Problem Based Learning. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Berpikir Kritis Matematis.

Page 3 of 4 | Total Record : 37