cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 152 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2017): April, 2017" : 152 Documents clear
Rancang Bangun Sistem Refrigerasi Termoelektrik Dan Simulasi Distribusi Temperatur Menggunakan Comsol Multiphysics Dian Gunawan; Ismudiati Puri Handayani; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pros es  refrigeras i  adalah  pros es  penarikan  kalor  dari  s uatu  benda  atau  ruangan  ke  lingkungan  s ehingga temperatur   benda   atau  ruangan   ters ebut  lebih  rendah   dari   temperatur   lingkungannya.   Pada  kehidupan s ehari  hari  refrigeras i  yang  banyak  digunakan  adalah  s is tem kompres i  uap berukuran bes ar dan berpotens i menimbulkan    perus akan   lapis an   ozon.   Pada   penelitian   ini   dirancang   s is tem   pendingin   yang   ramah lingkungan  dengan  menggunakan  termoelektrik,  s uatu  perangkat  yang  mengubah  tegangan  lis trik  menjadi s uatu  perbedaan  s uhu  diantara  kedua  s is i  termoelektrik .   Pada penelitian  ini  s is tem pendingin  terdiri  atas kotak  berukuran 11 x 11 x 14 cm yang terbuat dari  styrofoam, termoelektrik,  heat sink, kipas luar dan kipas dalam.  Pros es  pendinginan  terjadi  dengan  memanfaatkan  s is i  dingin  termoelektrik   dan  mendis tribus ikan kalor  pada  s is i  panas   melalui  pros es  konduks i  dan  konveks i.  Selanjutnya  s is tem  pendingin  diuji  dengan varias i  tegangan  dari  2  V –  12  V s elama 30  menit.  Dari  has il pengujian, tegangan 12  V dapat menurunkan s uhu  hingga  10.7   C  .  Kemudian  s is tem  dimodelkan  menggunakan  COMSOL  untuk  mengetahui  dis tribus i s uhu pada s is tem. Has il  pemodelan  dis tribus i  s uhu di  dalam s is tem, terlihat  bahwa  s aat keadaan tunak  s uhu di   dalam   s is tem   pendingin   memiliki   rata   rata   11    C   dan  tercapai   dalam  waktu  1800   detik.  Pros es pendinginan bis a lebih diefektifkan  jika pros es dis tribus i panas  ke lingkungan lebih baik. Hal ini terlihat dari has il  s imulas i s uhu yang menghas ilkan s uhu rata-rata mendekati  0  C pada s aat s is i panas  termoelektrik  30  C. Kata kunci: Refrigeras i, termoelektrik, COMSOL®
Pengelompokan Trafik Berdasarkan Kelompok Dengan Algoritma Clustream Untuk Deteksi Anomali Pada Aliran Trafik Rahmat Ramadhan; Yudha Purwanto; Nurfitri Anbarsanti
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jaringan teknologi internet sudah semakin pesat, keamanan jaringan menjadi fokus penting dalam melindungi serangan terhadap suatu data di jaringan. Saat ini begitu banyak jenis penyusupan atau serangan terhadap suatu jaringan komputer. Keamanan jaringan komputer sangatlah penting untuk menjaga integritas data. IDS (Intrusion Detection System) merupakan sistem komputer yang digunakan untuk mengidentifikasi jika terdapat aktifitas yang mencurigakan pada lalu lintas suatu jaringan. Sistem deteksi anomali trafik ini mempunyai kemampuan untuk mendeteksi anomali yang terjadi dan mengenali setiap serangan sehingga dapat dikelompokkan berdasarkan waktu serangan dan kelompok serangan. Waktu serangan dan kelompok serangan adalah parameter untuk meningkatkan akurasi deteksi. Dan pada penelitian ini dibangun sebuah metode IDS yang menggunakan algoritma Clustream. Hasil dari penelitian ini sistem yang dibangun dapat bekerja dengan baik dalam deteksi dan membedakan antara traffic normal dan traffic anomaly. Setiap serangan akan dianalisi dengan algoritma Clustream berdasarkan waktu serangan dan kelompok serangan. Dimana algoritma Clustream terbagi menjadi online (mikro-Clustering) dan offline (makro-Clustering). Pada online komponen menyimpan statistik summary secara periodik tentang stream data sedangkan untuk offline komponen berdasarkan pada statistik summary yang tersimpan. Kata Kunci : IDS (Instrusion Detection System), anomaly trafik, algoritma clustream
Perancangan Racking System Menggunakan Pendekatan Multiple Knapsack Problem Untuk Meningkatkan Kapasitas Penyimpanan Produk Fmcg Dengan Total Ongkos Rancangan Yang Minimum Pada Gudang Pt Xyz Bandung Astari Fitria Puspita Dewi; Luciana Andrawina; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distributor dengan produk FMCG yang dikirimkan berasal dari supplier PT ABC. Untuk pendistribusian produk pada customer yang berada di wilayah bandung, PT XYZ memiliki gudang sebagai tempat penyimpaan barang jadi sebelum barang tersebut disalurkan ke customer. Kondisi gudang saat ini dalam penyimpanan produknya yang menggunakan sistem block stacking sudah tidak dapat lagi menampung keseluruhan produk yang datang ke gudang. Hal tersebut terlihat dari adanya gap antara jumlah kapasitas penyimpanan yang ada (pallet) dengan stock produk dalam satuan pallet. Sehingga banyak produk yang ditumpuk diatas produk lain hingga ketinggian melebihi batas penumpukan produk, hal tersebut riskan terhadap kerusakan produk dan ketidaknyamanan operator gudang dalam mengambil produk yang ditumpuk tersebut. Jika dilihat dari perhitungan utilitas gudang saat ini yaitu 37%, menandakan bahwa utilitas gudang masih jauh dibawah 80% sehingga perusahaan perlu memanfaatkan penggunaan ruang gudang secara vertikal. Oleh karena itu dalam penelitian ini diusulkan penerapan sistem penyimpanan dengan racking system dan mencari jumlah kombinasi rak sesuai dengan kebutuhan penyimpanan dengan total biaya rancangan yang minimum. Langkah awal yang dilakukan yaitu dengan menghitung kebutuhan jumlah pallet berdasarkan data stock gudang, lalu memilih jenis rak yang sesuai dengan kriteria produk dan merancang dimensi rak, setelah itu memilih material handling equipment yang sesuai sehingga didapatkan lebar aisle pada tata letak gudang usulan. Perhitungan jumlah kombinasi rak menggunakan metode Multiple Knapsack Problem dengan model matematika linear programming. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan peningkatan pada utilitas gudang sebesar 13% dan peningkatan kapasitas gudang sebesar 216% pallet. Kata kunci : warehouse, racking system, multiple knapsack problem, linear programming
Penentuan Optimal Selling Rules Untuk Saham Sektor Telekomunikasi Dengan Algoritma Genetika Jeshurun Eliezer Cussoy; Rian Febrian Umbara; Aniq Atiqi Rohmawati
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjualan saham menjadi perhatian yang sangat penting di kalangan pemilik saham atau investor saham. Permasalahan yang sering dijumpai oleh para investor adalah optimal selling rules. Dengan adanya pendekatan metode analitik dibantu dengan metode algoritma genetika, permasalahan optimal selling rules dapat dianalisa dan hasil dari perhitungan dapat menjadi analisa keputusan para investor. Tujuan secara umum dari tugas akhir ini adalah dapat menentukan optimal selling rules dengan algoritma genetika. Dasar-dasar pengerjaan optimal selling rules meliputi metode Gerak Brown Geometrik yang digabungkan dengan metode rantai markov. Dalam membuat optimal selling rules, parameter untuk menghitung target price dan stop loss limit dapat diperoleh dengan membuat intervalnya terlebih dahulu. Parameter-parameter tersebut digunakan untuk memaksimalkan fungsi reward sebagai fungsi objektif. Pada algoritma genetika, parameter-parameter yang dipilih untuk memaksimalkan fungsi reward adalah �� 1 dan �� 2 dengan interval yang sudah dibuat sebelumnya. �� 1 untuk menghitung stop loss limit dan �� 2 untuk menghitung target price. Dalam tugas akhir ini dihitung juga perkiraan waktu menahan saham untuk dijual (expected holding time) serta probabilitas keuntungan dan probabilitas kerugiannya untuk rencana investasi modal di masa depan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ketika discount factor ditetapkan dan dirubah nilainya, target price tidak bergantung pada discount factor dikarenakan pada saat proses algoritma genetika sudah mencapai titik optimalnya sedangkan stop loss limit tetap bergantung pada discount factor. Untuk expected holding time dengan probabilitas keuntungan dan kerugian juga akan mengalami kebergantungan pada discount factor. Kata kunci: Gerak Brown Geometrik, Rantai Markov, Optimal Selling Rules, Algoritma Genetika.
Analisis Pemasangan Absorber Dan Diffusor Terhadap Kinerja Akustik Pada Dinding Auditorium (ku3.08.11) Shinta Rizqi Amalia; Suwandi Suwandi; Muhammad Saladin Prawirasasra
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Auditorium merupakan sebuah ruangan besar yang biasanya digunakan untuk pertemuan umum. Di Universitas Telkom, terdapat auditorium yang sering digunakan untuk melakukan perkuliahan umum, seminar, atau biasa disebut dengan room for speech. Dalam penilaian akustik, suatu ruangan dinilai berdasarkan parameter akustik objektif dan parameter akustik subjektif. Parameter akustik objektif terdiri dari waktu dengung, tingkat bising latar belakang, listening level, dan RASTI. Sedangkan untuk parameter akustik subjektif dinilai berdasarkan penilaian dari manusia. Pada ruang auditorium (KU3.08.11) telah dilakukan pengukuran lapangan dengan hasil waktu dengung 1,5s – 1,6 s, listening level yang sesuai, RASTI 58%, dan NC 25 dari hasil tersebut untuk parameter waktu dengung dan RASTI belum memenuhi rekomendasi nilai untuk room for speech. Pada penelitian ini, dilakukan simulasi pemasangan absorber dan diffusor pada dinding ruang untuk mengetahui pengaruh perubahan parameter akustik objektif pada ruangan. Dari hasil simulasi diperoleh hasil waktu dengung antara 0,64s – 0,92s dengan pemasangan absorber pada dinding bagian samping dan belakang serta pemasangan diffusor pada kolom dinding bagian samping. Kata Kunci: auditorium, parameter akustik objektif, absorber, diffusor.
Purwarupa Sistem Klasifikasi Jenis Awan Dari Citra Panoramik Pantai Menggunakan Logika Fuzzy Andria Sufy; Rita Magdalena; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klasifikasi ciri awan dalam pengolahan citra sangat penting, terutama dalam menentukan keadaan cuaca. Ada beberapa ciri awan yang telah diklasifikasikan oleh peneliti sebelumnya yaitu ciri awan cirrus, cirrocumulus, cirrostratus dan clear sky. Untuk ciri awan clear sky terlihat tekstur awan yang sama sekali tak tampak sehingga langit berwarna biru cerah, untuk ciri cirrocumulus, tekstur awan sangat terlihat jelas yaitu berupa tumukan dan gelombang pada langit, untuk ciri awan cirrostratus terlihat keadaan langit gelap dengan tekstur awan bergelombang, menandakan akan terjadi hujan ataupun badai dan terkahir ciri awan cirrus, tekstur awan memanjang halus dan langit terlihat cerah. Pada Tugas Akhir ini telah dilakukan penelitian dan analisa menggunakan ekstrasi ciri citra GLCM (Gray Level Co-occurance Matrix ) untuk menganalisis tekstur pada citra awan yang kemudian akan menjadi input untuk klasifikasi menggunakan metode logika fuzzy. Hasil dari Tugas Akhir ini didapatkan nilai akurasi citra uji didapatkan akurasi sebesar 80% dari citra awan cirrocumulus dengan data benar sebanyak 20 data dari 25 data dengan waktu konsumsi 0.52 detik. Kata kunci: GLCM, citra awan, logika fuzzy
Performance Analysis Of Artificial Bee-colony Algorithm For Routing And Wavelength Assignment In Dwdm Transport Network Yudhi Suryanto; Arfianto Fahmi; Ahmad Tri Hanuranto
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setting up lightpaths for a set of requested connection of wavelength division multiplexing (WDM) network, is by routing and assigning wavelengths to each connection. So as to minimize the use of network resources or maximize the traffic served, is called the routing and wavelength assignment (RWA) problem. A new idea based on Artificial Bee Colony (ABC) algorithm is introduced for solving RWA problem which is known to be an NP-hard problem. In the proposed ABC-RWA approach every food source represents a possible and feasible candidate lightpath between each original and destination node span in demand matrix. The situation of the food source is modified by some artificial bee in the population where the aim is to discover the places of food sources. The food source with the highest nectar value seems to be a solution which is evaluated by the fitness function. This paper proposes solutions to solve the RWA problem using artificial bee-colony algorithm in order to achieve better performance of the network connection to serve a given demand matrix of an optical network to reach RWA global solution. The work will evaluate the path length (propagation delay) for solving RWA problem with ABC algorithm in a real-world optical networks test bench to find optimal routes for connection request in demand matrix and assigning wavelength to them according to objective function and some physical and operational constraints in Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) optical networks. Based on simulation with several generated traffic distribution, ABC algorithm can be used to solve routing and wavelength problem at DWDM transport network as shown that in line with iteration process the path length observed toward minimum value. The number of iteration needed to reach the fitness value depends on several parameter such as number of connection request, number of wavelength and alternative path, the distribution of generated traffic and also population size. Keywords—rwa; bee-colony; path length
Analisis Handover Latency Pada Long Term Evolution (lte) Dengan Perubahan Jumlah User, Kecepatan Dan Time To Trigger Febrina Puspita Utari; Endro Ariyanto; Aji Gautama Putrada
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LTE mempunyai mekanisme X2 dan S1 untuk handover. Secara umum performansi handover latency, yaitu waktu untuk handover, dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya jumlah user, kecepatan dan time to trigger.  Untuk  penelitian  mengenai  peningkatan performansi  handover  diperlukan  karakteristik perubahan faktorfaktor di atas terhadap handover latency, serta batas-batas maksimum jumlah user enodeb yang tidak menurunkan performansi LTE . Tujuan dari tugas akhir ini adalah mengetahui pengaruh perubahan jumlah user, kecepatan dan time to trigger terhadap handover latency. Serta mendapatkan fungsi perubahan jumlah user terhadap handover latency. Sehingga jumlah maksimum user yang tidak menurunkan performansi LTE dapat diketahui. Ini dapat diperoleh dengan melakukan simulasi handover LTE pada NS 3 dengan mengubah jumlah user, kecepatan dan time to  trigger, serta mencatat handover latency-nya. Fungsi perubahan jumlah user terhadap handover latency diperoleh dengan metode regresi dan koefisien korelasi Pearson. Hasil yang didapat adalah fungsi peningkatan handover latency terhadap jumlah user adalah linier, sedangkan perubahan handover latency terhadap kecepatan dan time to trigger naik-turun. Fungsi perubahan jumlah user pada handover latency adalah y = 0,86 x + 18,4. Dengan begitu jumlah user maksimum pada satu enodeb yang tidak menurunkan performansi LTE adalah 143 user pada kondisi baik dan 443 user pada kondisi buruk. Kata kunci: LTE, NS 3, Handover
Analisis Perpindahan Panas Konveksi Paksa Nanofluida Air-al2o3 Dalam Sub-buluh Vertikal Segienam Asiah Hasanah; Abrar Abrar; K. Kamajaya
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan nanofluida sebagai fluida pendingin reaktor nuklir memiliki banyak aspek yang harus diperhitungkan seperti dimensi, ukuran, jenis aliran, jenis nanofluida dan konsentrasi nanopartikel di dalam fluida akan mempengaruhi koefisien perpindahan panas yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan nanofluida air-Al2O3 sebagai fluida pendingin yang diaplikasikan dalam sub-buluh vertikal segienam dan menggunakan aliran konveksi paksa. Perangkat uji beserta susunan pipa pemanas telah dirancang sedemikian rupa menyerupai susunan bahan bakar dan bentuk teras reaktor pada reaktor TRIGA BATAN Bandung. Persamaan korelasi perpindahan panas konveksi paksa menggunakan nanofluida air-Al2O3 yang didapat dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Laju aliran 6 liter/menit : Nu = 6,321 Gz0,446; 159,012 ≤ Gz ≤ 556,542 Laju aliran 10 liter/menit : Nu = 0,864 Gz0,0,761; 265,020 ≤ Gz ≤ 927,570 Laju aliran 12 liter/menit : Nu = 1,727 Gz0,707; 318,024 ≤ Gz ≤ 1113,084 Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien perpindahan panas nanofluida air Al2O3 lebih tinggi sekitar 90%-100% dari koefisien perpindahan panas air. Hal tersebut telah dibuktikan baik dari persamaan korelasi yang dihasilkan maupun data eksperimen. Kata kunci: nanofluida, sub-buluh, segienam, Al2O3, konveksi paksa
Identifikasi Pada Seragam Personel Militer Menggunakan Image Processing Hasbi Naufal Ashshidiqi; Suprayogi Suprayogi; Hertiana Bethaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seragam militer memiliki ciri khusus warna dan corek yang berbeda, hal ini dapat digunakan sebagai identifikasi di medan perang agar personel dapat mengenali satu sama lain. Telah dilakukan penelitian identifikasi pada seragam personel militer berbasis image processing yang menggunakan metode ekstraksi ciri warna dan bentuk. Ekstraksi ciri warna menggunakan parameter persentase penyebaran hue color yang didapatkan setelah mengubah citra RGB (Red Green Blue) menjadi citra HSV (Hue Saturation Value). Untuk ekstrasksi ciri bentuk menggunakan parameter nilai eccentricity dan metric yang didapatkan setelah melakukan segmentasi terlebih dahulu yang terdiri dari beberapa proses yaitu grayscale, contrast adjustment, binarization, dan labeling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, sistem mampu mengidentifikasi citra loreng Malvinas dengan citra loreng lain menghasilkan akurasi 20% menggunakan ekstraksi ciri warna dan 92.075% menggunakan ekstraksi ciri bentuk. Kata Kunci: Seragam Personel Militer, Pengolahan Citra, Ekstraksi Ciri Warna dan Ekstraksi Ciri Bentuk

Page 9 of 16 | Total Record : 152


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue