cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Simulasi Tsunami 2-d Dengan Menggunakan Metode Smoothed Particle Hydrodynamics (SPH) Nenny Lisbeth Minarno; Sri Suryani Prasetyowati; Dede Tarwidi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besarnya kerusakan yang diakibatkan oleh gelombang tsunami pada pinggir pantai sangat besar, termasuk kerusakan ekosistem lingkungan bahkan banyak jiwa yang meninggal. Oleh karena itu diperlukan solusi untuk mengurangi efek tersebut. Pada tugas akhir ini akan membahas simulasi tsunami dua dimensi untuk mengurangi efek dari gelombang tsunami. Untuk memodelkan permasalahan fluida digunakan metode Smoothed Particle Hydrodynamics (SPH). Persamaan gerak pada tsunami didasarkan oleh persamaan Navier-Stokes dan kontinuitas. Metode SPH dapat mengatasi kedua persamaan tersebut. Metode SPH mendiskritisasikan domain fluida menjadi bentuk partikel SPH. Pada tugas akhir ini terdapat beberapa kasus yaitu diberikan penghalang berupa trapesium dan persegi pada dasar pantai yang berbentuk datar dan landai. Hasil simulasi tsunami dengan durasi 15 detik menggunakan 6435 partikel SPH sudah dapat menghasilkan visualisasi yang cukup realistis dalam menggambarkan pergerakan gelombang tsunami. Menurut hasil validasi didapatkan bahwa pada dasar pantai berbentuk landai, penghalang berupa persegi lebih efektif dibandingkan penghalang berupa trapesium sedangkan pada dasar pantai berbentuk datar, penghalang berupa trapesium maupun persegi tidak terdapat perbedaan nyata.Kata kunci: tsunami, metode Smoothed Particle Hydrodynamics (SPH), penghalang trapesium dan persegi.
Analisis Implementasi Sistem Olap Dan Klasifikasi Ketepatan Waktu Lulus Dan Undur Diri Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Telkom Menggunakan Random Forest Pramudita Oktaviani; Ibnu Asror; Moch Arif Bijaksana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Informasi kelulusan dan undur diri mahasiswa merupakan salah satu tolak ukur untuk mengevaluasi keberhasilan sebuah universitas. Begitu pula dengan program studi S1 Teknik Informatika, Universitas Telkom, yang memanfaatkan informasi kelulusan dan undur diri sebagai salah satu pendukung dalam kegiatan perencanaan dan evaluasi dalam mempertahankan kualitas kelulusan dan akreditasi program studi. Pada kenyataanya, pihak prodi memiliki permasalahan dalam melakukan evaluasi kelulusan, dikarenakan prodi belum bisa mendapatkan informasi yang lengkap, cepat dan akurat, padahal setiap tahunnya permasalahan mengenai kelulusan yaitu jumlah mahasiswa lulus tidak tepat waktu yang lebih besar dibanding dengan jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu dapat mempengaruhi kualitas kelulusan dan akreditasi prodi. Pada tugas akhir, dilakukan pembangunan sistem OLAP yang meliputi ektraksi data operasional ke dalam sebuah data warehouse untuk kemudian dilanjutkan dengan kegiatan analisis data menggunakan teknik klasifikasi data mining dengan random forest untuk menganalisis pola dari penyebab ketepatan waktu lulus dan undur diri mahasiswa. Hasil klasifikasi dievaluasi menggunakan micro average f1-score untuk mengetahui performansi sistem. Berdasarkan data akademik yang digunakan untuk klasifikasi menggunakan Random forest, nilai micro average f1-score tertinggi yang diperoleh sebesar 77%. Kata Kunci:Data mining, random forest, Online Analytical Processing (OLAP), data warehouse. Abstract Information graduation and student retirement is one of the benchmarks for a university. Similarly, S1 Informatics Engineering course, Telkom University, which uses existing information and one of the most effective in planning and evaluation activities in graduation and accreditation courses. In fact, the parties that determine in the evaluation of graduation, because the program has not been able to get complete information, fast and accurate, whereas people who produce graduation ie the number of students is not in accordance with the time is greater than the number of students who can successfully affect the quality of graduation and accreditation of study program. Many factors that affect the timeliness of passing and not repeating are some of the grades of subjects, GPA, presence and more. In the final stages, the OLAP system is developed which includes the extraction of operational data into a data warehouse and then proceeded by using data mining techniques with random forest to analyze the patterns of various timeliness of pass and retreat students. From the result of the grouping that has been done using student academic data of the most influential factor yait The classification results are evaluated using the average micro-f1-score to determine the performance of the system. Based on the academic data used to use Random forest, the highest average micro value obtained is 77%. Keywords :Data mining, random forest, Online Analytical Processing (OLAP), data warehouse.
Pengolahan Citra Radiograf Periapikal Pada Deteksi Penyakit Pulpitis Dengan Metode Svd (singular Value Decomposition) Berbasis Android Apriannor Apriannor; Bambang Hidayat; Suhardjo Suhardjo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gigi merupakan salah satu bagian terpentig dari tubuh untuk mengunyah makanan agar dapat tercerna dengan baik. Gigi yang mengalami masalah atau penyakit akan mengakibatkan kesulitan untuk mengunyah makanan sehingga sulit untuk dicerna. Penyakit pada gigi bermacam-macam, ada yang terlihat seperti gigi berlubang da nada pula yang tidak terlihat. Penyakit yang tidak terlihat ini dapat dideteksi dari hasil foto radiograf atau yang biasa disebut rontgen. Permasalahannya, kemampuan seorang dokter untuk mendiagnosa suatu penyakit gigi berbeda-beda sehingga belum bias menghilangkan dugaan. Hasil diagnose sangat penting untuk menentukan cara penyembuhan dan perawatan gigi pasien. Tugas Akhir ini akan menghasilkan aplikasi pendeteksi penyakit pulpitis dengan menggunakan metode SVD (Singular Value Decomposition). Hasil dari penilitian telah mencapai akurasi 80% dengan klasifikas citra gigi dibagi menjadi 3 jenis yaitu citra gigi normal, citra pulpitis reversible dan citra pulpitis irreversible dengan menggunakan hasil radiograf sebagai citra uji. Kata Kunci : Radiograf, Pulpitis, Singular Value Decomposition
Perancangan Dan Realisasi Antenna Deployment Untuk Muatan Automatic Packet Reporting System (Aprs) Pada Sturktur Nanosatellite Ratih Tryas Prodoningrum; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University bersama Aerospace Exploration Center tengah mengembangkan satelit nano dengan nama Tel-U Sat. Satelit tersebut memiliki dimensi 10 cm × 10 cm × 10 cm dengan berat kurang dari 10 kg. Salah satu muatan pada Tel-U sat 1 adalah Automatic Packet Reporting System (APRS). APRS nanosatellite bekerja pada frekuensi 145.880 MHz yang berfungsi untuk mengirimkan posisi satelit kepada Ground Station secara periodik[1]. Komunikasi APRS membutuhkan sebuah antena dengan cakupan pola radiasi yang luas sehingga digunakan antena monopole dengan panjang 54.5 cm. Panjang antena tersebut mengganggu pengepakan satelit pada sebuah launch adapter sebelum di tumpangkan ke roket sehingga diperlukan alat untuk menggulung antena. Setelah satelit berada pada ketinggian orbit rendah (Low Earth Orbit) yaitu 300-1000 km di atas permukaan bumi, antena dilepaskan sehingga APRS dapat mulai berfungsi. Antenna deployment menggunakan antena monopole dengan struktur nanosatellite sebagai groundplane. Struktur dibuat dari bahan alumunium dengan ukuran 10 cm × 10 cm × 10 cm dengan tebal 2 mm. Antena monopole dibuat dari bahan meteran (seng) dengan panjang 54.5 cm. Mekanisme kerja teknik deployment adalah dengan memutuskan benang nylon dari resistor pemanas pada elemen pemanas yang dipicu oleh informasi ketinggian berdasarkan data GPS. Hasil pengukuran antena monopole dengan struktur sebagai groundplane pada frekuensi kerja 145.880 MHz mendapatkan VSWR 1.358 dengan bandwidth 21.54 MHz. Polarisasi yang diperoleh adalah polarisasi elips dengan nilai axial ratio 12.58 dB. Pola radiasi yang diperoleh adalah omnidirectional dengan nilai HPBW θ = 90o selebar 104.25°dan HPBW ϕ = 0o selebar 77.63o dan nilai gain yang diperoleh sebesar 4.44 dB. Pengujian teknik deployment mendapatkan hasil antena terlepas (deploy) dengan waktu rata-rata 3.88 menit dengan perincian 3.85 menit waktu penguncian modul GPS dan 1.8 detik waktu yang dibutuhkan untuk memutus benang nylon dari resistor pemanas. Kata Kunci : APRS, antenna deployment, GPS
Rancang Bangun Aplikasi Deteksi Motif Batik Berbasis Pengolahan Citra Digital Pada Platform Android Firmanda Robi; Rita Magdalena; Inung Wijayanto
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan nenek moyang Nusantara yang telah di akui dunia. Batik sudah merupakan bagian dari masyarakat Indonesia sejak dulu. Hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki ciri khas motif batik sendiri. Setiap motif tersebut memiliki berbagai macam makna dan sejarah dari daerah tersebut. Misalnya, di Jawa Barat ada beberapa daerah yang terkenal akan batiknya hampir ke seluruh Indonesia yaitu Mega Mendung (Cirebon), Kujang (Cimahi), dan Iwak Ketong (Indramayu). Batik-batik tersebut memiliki motif dan ciri khas yang berbeda-beda. Perbedaan motif inilah yang memberikan inspirasi kepada penulis untuk membuat simulasi sistem untuk lebih memperkenalkan nama motif batik tersebut. Pada sistem perancangan aplikasi ini menggunakan bantuan platform Android. Proses yang dilakukan dalam perancangan ini dengan mengambil citra motif batik dengan menggunakan device kemudian dilakukan Pre-Processing. Ekstraksi ciri dan Klasifikasi motif batik dengan menggunakan metode Principle Component Analisis dan Support Vector Machine. Hasil akhir dari perancangan aplikasi adalah memberikan statement nama motif batik. Keakuratan hasil tes yang diperoleh untuk motif batik sangat beragam. Nilai dari keakuratan hasil tes sulit mencapai sempurna. Hal ini dikarenakan motif batik tidak memiliki bentuk yang spesifik. Akurasi diperoleh dari beberapa citra uji dengan orientasi kombinasi -15°,-10°,0°,10°,15°. Secara keseluruhan akurasi sistem aplikasi dari motif batik yang diuji sekitar 91,14%. Kata kunci: Batik, Android, Princple Component Analysis, Support Vector Machine
Algoritma El-gamal Untuk Pengamanan Pesan Pada Steganografi Citra Domain Discrete Cosine Transform Dengan Penyisipan Least Significant Bit Enrico Wiratama Purwanto; Bambang Hidayat; Sofia Saidah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tugas akhir ini, dilakukan penggabungan beberapa buah metode untuk memperkuat serta meningkatkan sisi keamanan dalam proses pertukaran informasi atau pesan digital. Beberapa metode yang digabungkan diantaranya adalah metode kriptografi dan metode steganografi. Implementasi pada sistem yang dibangun dilakukan dengan menggabungkan penerapan metode algoritma kriptografi El-Gamal dalam menyandikan pesan pada penerapan metode steganografi citra dalam menyembunyikan pesan tersandi yang dihasilkan kedalam sebuah citra warna (RGB) dalam domain Discrete Cosine Transform dengan teknik penyisipan Least Significant Bit. Berdasarkan dari beberapa pengujian yang telah dilakukan pada sistem, telah diperoleh beberapa hasil performansi dengan nilai rata-rata meliputi Avalanche Effect sebesar 70,4828%, Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) sebesar 40,9554%, Mean Opinion Score (MOS) sebesar 4,5024, Bit Error Rate (BER) dan Character Error Rate (CER) sebesar 0%.
Penerapan Algoritma GRAC (Graph Algorithm Clustering) untuk Graph Database Compression) I Gusti Bagus Ady Sutrisna; Kemas Rahmat Saleh Wiharja; Alfian Akbar Gozali
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Graph Database merupakan representasi dari pemodelan suatu koleksi data ke dalam bentuk Node dan Edge. Graph Database adalah salah satu metode implementasi dari NoSQL (Not Only SQL), yaitu sistem database yang berguna untuk penyimpanan data dalam jumlah besar dan direpresentasikan dalam bentuk graph, sehingga data memiliki aksesibilitas yang tinggi. Namun data yang disimpan dalam pemrosesan Graph Database masih belum efisien dalam hal penyimpanan data. Penyimpanan jutaan ataupun milyaran Nodes dan Edges memerlukan pengompresan dalam kebutuhan penyimpanan data. Dalam penelitian ini, kompresi Graph Database yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan GRAC(Graph Algorithm Clustering). Graph Database yang digunakan yaitu suatu data yang berisikan data kolaborasi antar penulis jurnal ilmiah. Dalam GRAC(Graph Algorithm Clustering), Clustering yang digunakan adalah Hierarchical Clustering. Metode Hierarchical Clustering adalah suatu metode dalam Clustering yang akan mengcluster Node menjadi bentuk Cluster Node secara hirarki. Dalam pembuatan cluster yang hirarki, strategi yang dipakai adalah Agglomerative dimana setiap Node nantinya akan digabungkan menjadi satu cluster. Untuk mendapatkan strategi Agglomerative yang efektif dan efisien maka akan dihitung jarak maximum antar cluster yang biasa disebut Complete Linkage Clustering. Setiap Node terlebih dahulu dihitung Jaccard indexnya untuk mendapatkan bobot jarak antar Node. Penggunaan Hierarchical Clustering adalah untuk membentuk Cluster Node yang memiliki kesamaan tetangga. Cluster Node nantinya akan dihubungkan dengan Cluster Edge dimana, Cluster Edge didapatkan melalui pencarian secara greedy pada setiap hubungan Cluster Node yang mengabstaksi Edge paling banyak. Dengan menerapkan GRAC (Graph Algorithm Clustering) dengan menggunakan metode Hierarchical Clustering yang membentuk cluster yang hirarki, maka akan menghasilkan graph database yang bersifat lossless serta terkompres dengan baik. Kata Kunci: graph database, compression, graph algorithm clustering, Hierarchical Clustering, agglomerative, complete linkage clustering, jaccard index, greedy, scientific journal authors
Implementasi Kunci Pintu Otomatis Dengan Rfid Berbasis Raspberry Pi Sebagai Sub Sistem Dari Kunci Pintu Otmatis Pada Ruang Dosen Universitas Telkom Mulki Syahputra Muharram; Agung Nugroho Jati; Umar Ali Ahmad
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstak Home automation merupakan sistem kontrol dari perangkat elektrik yang berada dalam rumah. Dimana penggunaannya dapat membantu kita mengontrol perangkat secara efisien dengan menggunakan remot kontrol. Pada penelitian ini mengacu pada studi kasus sebagai dosen pengajar Telkom University program studi Sistem Komputer dan diimplementasikan suatu perangkat RFID reader untuk sistem keamanan ruangan. Sistem terdiri dari tag RFID dan RFID reader. RFID reader membaca tag RFID yang kemudian diotentikasi hak aksesnya di database server, lalu hasil otentikasi tersebut menjadi pemicu fungsifungsi yang terkait yaitu fungsi solenoid (buka/tutup kunci), fungsi buzzer (alarm), dan fungsi sensor magnetic(deteksi pergerakan pintu). Berdasarkan hasil pengujian dan analisis yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang cukup baik pada semua parameter uji. Pada pengimplementasian kunci pintu otomatis ini sudah berhasil untuk mendeteksi RFID tag yang telah terdaftar dan menyimpannya kedalam log sistem. Rangkaian pembuka pintu berjalan dengan baik dantandai dengan terbukanya pengunci pintu dalam hal ini solenoid sebagai pengunci yang sesuai dengan yang diharapkan.
Rancang Bangun Kendali Kecepatan Berdasarkan Jarak Pada Mobile Robot Menggunakan Metode Fuzzy Logic Ronaldo Gustav Pangihutan Hasibuan; Erwin Susanto; Porman Pangaribuan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem Pengendalian pada mobile robot pada jaman sekarang sudah sangatlah berkembang, produsen sedang berlomba meningkatkan sistem pengendalian yang baru pada mobile robot. Semakin mudahnya mobile robot dikendalikan akan lebih baik. Dibalik itu sistem keamanan juga terus diperbaharui dan banyak diaplikasikan pada mobile robot. Sistem Pengendalian sangatlah luas. Fuzzy Logic atau pengaplikasian pengendalian dengan logika samar yang mampu memberi perspektif kompleks yang mendekati pengambilan keputusan pada manusia akan sangat berguna bila diaplikasikan dalam pengendalian kecepatan melalui jarak. Konsep Fuzzy Logic ini akan diaplikasikan pada mobile robot. Pengaplikasiannya akan dilakukan pada motor DC yang merupakan penggerak dari mobile robot itu sendiri, yang menggunakan pengaturan Pulse Width Modulation dengan mengatur tegangan referensi dari duty cycle dari motor tersebut. Fuzzy Logic dapat diimplementasikan di mobile robot dan diklasifikasikan menjadi 5, yaitu sangat cepat dengan kecepatan 0,833 m/s, cepat dengan kecepatan 0,654 m/s, normal dengan kecepatan 0,533 m/s, lambat dengan kecepatan 0,328 m/s, dan sangat lambat dengan kecepatan 0,255 m/s. Sementara perlambatan mobile robot dari 20cm menuju 5cm dengan asumsi kecepatan awal 0,533 m/s adalah sebesar . Kata Kunci: Kontrol Kecepatan, Fuzzy Logic, Pulse Width Modulation , Mobile Robot, Motor DC
Analisis Implementasi Low Cost Cluster- High Performance Computing Tiara Nursyahdini; Fitriyani Fitriyani; Izzatul Ummah
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidang komputasi mengalami kemajuan yang sangat signifikan setiap tahunnya, semua hal tersebut dibuat untuk satu tujuan, membuat ukuran perangkat semakin compact yang digunakan untuk pengolahan data yang semakin besar. Kebutuhan akan komputer berkinerja tinggi yang sangat erat hubungannya dengan supercomputer dan massively parallel processors (MPP) menurut beowulf telah dapat dipenuhi oleh komputer cluster. Supercomputer and MPP sangat kompleks untuk dikembangkan dan membutuhkan biaya yang besar, sedangkan komputer cluster dapat dibangun dari komputer-komputer sebagai node dengan harga yang lebih murah dengan jaringan berkecepatan tinggi. Perangkat lama yang semakin ditingggalkan dan menjadi tumpukan menjadi ide untuk memanfaatkan beberapa perangkat komputer lama menjadi satu kesatuan (pararel) yang memiliki performa lebih tinggi. Kinerja komputer secara pararel akan meningkatkan waktu komputasi, hal ini lah yang menjadi dasar dibuatnya komputer cluster. Penelitian tugas akhir ini akan membahas bagaimana low cost cluster dapat digunakan untuk mengerjakan kasus komputasi kinerja tinggi, dalam hal ini rendering animasi. Pada rendering, mutlak membutuhkan kinerja komputer yang mumpuni. Jika sekuel Lord of The Ring dikerjakan dengan personal computer (PC) yang tercepat saat ini, dibutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk menyelesaikan proses rendering. Bagi para artis grafis 3D atau animator, hal yang paling menyita waktu adalah menunggu proses rendering. Di Indonesia sendiri, produsen animasi rumahan sudah mulai menggeliat, membuat renderfarm sederhana yang berbiaya rendah, akan jadi pilihan yang efisien daripada menyewa atau membeli sejumlah komputer server yang berbiaya tinggi. Penelitian ini menggunakan PC desktop sejumlah 32 node, dengan 1 master untuk membuat renderfarm. Sistem operasi yang digunakan adalah Linux, dengan rendering tools yaitu blender dan brender. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah node dua kali lipat tidak linear dengan peningkatan waktu komputasi. Speed up terbaik pada ray tracing rendering didapat pada kenaikan 4 node menjadi 8 node, yaitu 93%, speed up cycles rendering terbaik terdapat pada peningkatan 8 node menjadi 16 node yaitu sebesar 91%, dan speed up motion capture terbaik ada pada peningkatan 16 node menjadi 32 node, yaitu sebesar 95%. Kata kunci : komputer cluster, komputasi kinerja tinggi, rendering, renderfarm, blender, brender.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue