cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Klasifikasi Jenis Kapal Berbasis Citra Menggunakan Lbp (local Binary Pattern) Dan Lda (linear Discriminant Analysis) Elia Kurniawati; Jangkung Raharjo; Inung Wijayanto
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak kapal yang berlayar di perairan Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengetahui jenis kapal di suatu perairan untuk mudahkan dalam mendata setiap kapal yang sedang berlayar. AIS adalah suatu sistem yang memberikan penjelasan tentang kapal-kapal yang sedang berlayar. Akan tetapi sistem tersebut masih memliki kekurangan, untuk mendukung sistem tersebut, maka dilakukan penelitian yang dapat mengklasifikasi jenis kapal dengan memanfaatkan citra digital. Jenis kapal yang diklasifikasikan pada tugas akhir ini terdiri dari 4 kategori, yaitu Bulk Carrier, Crude, LCT, dan lain-lain. Kategori lain-lain adalah kapal random yang tidak terdefinisi di sistem. Metode yang digunakan pada tugas akhir ini adalah LBP (Local Binary Pattern) dan LDA (Linear Discriminant Analysis). LBP digunakan sebagai proses ekstraksi ciri untuk mendapatkan ciri penting dari sebuah citra dan hasil proses tersebut akan menjadi input untuk klasifikasi LDA. Proses training menggunakan 60 data latih, dan untuk testing menggunakan 80 citra uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode LBP dan LDA pada klasifikasi jenis kapal memiliki akurasi sebesar 81,25%. Pengujian seluruh badan kapal memiliki akurasi yang rendah yaitu 51,25%. Posisi kapal tidak mempengaruhi akurasi sistem. Semakin banyak data latih, maka akurasi meningkat. Varian nilai (P,R) terbaik adalah varian (8,1). Akurasi dap at ditingkatkan dengan data yang lebih valid. Kata kunci : klasifikasi kapal, citra digital, LBP, LDA
Implementasi Dan Analisis Virtual Router Redundancy Protocol Version 3 ( Vrrpv3) Ipv6 Dengan Menggunakan Small Form-Factor Pluggable Optic Untuk Layanan Data Rachmat Herdyono Saputra; Agus Ganda Permana; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

VRRPv3 (Virtual Router Redudancy Protocol version 3) adalah pengembangan dari VRRPv2 yang mendukung Internet protocol Versi 6 merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mempertahankan link dengan menerapkan sistem redundancy (cadangan) pada router. Sehingga ketika interface main link mengalami masalah maka virtual IP (secondary link) secara otomatis akan memindahkan traffic data ke interface cadangan, sehingga downtime yang terlalu lama dapat dihindari dan proses layanan kepada pelanggan masih tetap dapat dipertahankan. Implementasi VRRPv3 menggunakan pengalamatan Ipv6 dengan menggunakan interface Small Form-Factor Pluggable (SFP) pada transmisi kabel optik. Dari hasil penelitian yang didapatkan dapat diketahui bahwa protokol VRRPv3 mampu melakukan mekanisme redundancy yaitu ketika salah satu link mengalami gangguan. Didapatkan downtime pada konfigurasi VRRPv3 master backup dengan nilai minimal rata - rata 2,79 detik dan nilai maksimal rata - rata 2,83 detik dengan kondisi background traffic yang berbeda-beda. sehingga solusi backup terhadap gangguan terputusnya link dapat diatasi dengan cepat dan mudah. Kata Kunci : VRRPv3, Ipv6, SFP, Qos, Optik
Analisis Unjuk Kerja Penjadwalan Terdistribusi Spatial Time Division Multiple Access Pada Wireless Mesh Network Maulida Fitriani; Nachwan Mufti; Tody Ariefianto
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada WMN, scheduling adalah salah satu aspek yang paling penting yang akan berdampak pada performansi sistem. Terdapat dua mekanisme scheduling, yakni centralized scheduling dan distributed scheduling. Penjadwalan distributed terbagi menjadi 2 yaitu coordinated distributed dan uncoordinated distributed. Tugas akhir ini menyajikan unjuk kerja algoritma skema dasar yang merupakan algoritma untuk coordinated distributed scheduling. Penggunaan STDMA merupakan solusi dari terbatasnya jumlah slot untuk pengalokasian node. Skema perancangan sistem dalam Tugas Akhir ini dimulai dengan pembangkitan node secara acak. Node yang dibangkitkan ini memiliki letak yang dibuat random setiap kali pembangkitan. Kemudian pada node yang dibangkitkan tersebut akan dihitung jarak dari masing-masing node. Setelah itu akan dilakukan penghitungan SNR dari masing- masing node yang telah dibangkitkan. Dari nilai SNR tersebut, akan dipilih modulasi yang akan digunakan untuk masing-masing node. Setelah memilih modulasi, kemudian setiap node akan dijadwalkan dengan skema dasar. Skema dasar   memungkinkan  pengalokasian   minislot   kosong   secara   terurut.   Adapun   penggunaan   STDMA   sendiri memungkinkan  setiap  slot  tersebut  dapat  ditempati  oleh  beberapa  node.  Tahap  terakhir  adalah  dilakukannya penghitungan throughput, dan fairness index dari sistem ini. Hasil simulasi menunjukkan bahwa nilai throughput terbesar untuk skenario random modulasi adalah 20,586 kbps (TDMA) dan 24,761 kbps (STDMA). Modulasi paling efektif adalah modulasi BPSK dan 16QAM(3/4) d engan nilai throughput untuk modulasi BPSK adalah 21,00 kbps (STDMA) dan 25,32 kbps (STDMA) untuk modulasi 16QAM(3/4) pada jumlah node 6 hingga 9. Pada kondisi kanal random modulasi, nilai fairness index paling fair didapat pada jumlah node 3. Nilainya adalah sebesar 0,8122(TDMA) dan 0,7199 (STDMA). Pada kondisi kanal yang lain, nilai fairness index paling fair adalah pada saat menggunakan modulasi QPSK(3/4) dengan nilai 0,7562 dengan skema dasar menggunakan TDMA dan 16QAM(3/4) dengan nilai 0,7771 untuk skema dasar menggunakan STDMA. Kedua nilai ini diraih pada saat jumlah node adalah 6. Kata kunci: Wireless Mesh Network, distributed scheduling, STDMA, skema dasar, skema multigrant, throughput, fairness index
Sistem Kontrol Peringatan dan Penanganan Kebakaran untuk Mencegah Terjadinya Kebakaran di Dalam Ruangan Cheryl Marlitta Stefia; Erwin Susanto; Ary Murti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan berkembangnya era digital, manusia bisa mudah dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang akan menjadi fokus dari penulis untuk tugas akhir ini adalah masalah kebakaran yang kerap pada pada Pabrik Buku Kiky PT.SOLO MURNI. Pada satu titik kebakaran hanya terjadi disatu gudang, namun kebakaran itu jika tidak segera akan merembet ke gudang lainnya. Penanganan yang cepat pada kebakaran dapat mencegah kebakaran yang lebih parah. Selain itu, ketepatan pemadam kebakaran dalam menentukan titik kejadian akan menjadi salah satu perhatian dalam pembuatan sistem. Mengatasi masalah tersebut, penulis membuat dan membuat. Inputan gambar dari kamera di informasikan ke kontroler / Raspberry pi. Raspberry pi akan mengolah inputan gambar sebagai data pelatihan dengan menggunakan Algoritma Jaringan Saraf Tiruan BackPropagation. Hasil pengolahan data akan dikeluarkan informasi apakah ada api atau tidak adanya api. Bila hasil keputusannya diatas maka akan ada informasi yang bisa dikirim langsung ke penanggung jawab gudang dan pemadam kebakaran. Katakunci: Raspberry, Pengolahan citra, Kamera, Jaringan Saraf Tiruan. ABSTRACT Along with the development of the digital age, humans can be easy in solving problems in everyday life. The problem that will be the focus of the author for this final project is the problem of fire that often on the Book Factory Kiky PT.SOLO MURNI. At one point a fire occurred only in one warehouse, but the fire if not soon will spread to other warehouses. Quick handling of fires can prevent more severe fires. In addition, the precision of firefighters in determining the point of occurrence will be one of the concerns in the making of the system. Overcoming the problem, the author makes and creates. Input images from the camera informed to the controller / Raspberry pi. Raspberry pi will process the image input as training data by using BackPropagation Neural Network Algorithm. The results of data processing will be issued information whether there is fire or absence of fire. If the result of the decision above then there will be information that can be sent directly to the responsible warehouse and the nearest fire department. keyword: Raspberry, Image processing, Camera, Neuron Network.
Analisis Dan Perancangan Technology Architecture Dengan Framework Togaf Adm Studi Kasus Sistem Payment Point Online Bank Pt Finnet Indonesia Firdaus Setya Pratama; Ari Fajar Santoso; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Finnet Indonesia memiliki 3 portofolio bisnis, yaitu Bill Payment Aggregator, Electronic Payment Platform dan online payment solutions. Bisnis yang menghasilkan pendapatan terbesar adalah Bill Payment Agregator yang salah satunya adalah PPOB. Untuk mengelola teknologi informasi yang baik di PT Finnet Indonesia maka diperlukan sebuah integrasi antara aplikasi yang ada dengan Teknologi Infor masi untuk mendukung tata kelola teknologi tnformasi pada PT Finnet Indonesia. Dalam pembangunan dan pengembangan sistem informasi, seharusnya memiliki keselarasan dengan strategi organisasi maupun visi organisasi tersebut. Karena banyak kasus pengelolaan sistem informasi yang gagal dikarenakan ketidakselarasan antara sistem informasi yang digunakan dengan strategi organisasi nya. Arsitektur Enterprise merupakan tools yang dapat menyelaraskan antara teknologi informasi organisasi dengan strategi dan visi organisasi karena acuan dasar organisasi untuk mengembangkan sistem informasi adalah strategi dan visi nya. TOGAF ADM merupakan metode yang digunakan dalam memodelkan pengembangan arsitektur enterprise pada penelitian ini. Metode ini juga bisa digunakan sebagai panduan atau alat untuk merencanakan, merancang, mengembangkan dan mengimplementasikan arsitektur enterprise untuk organisasi. Dalam penelitian ini, perancangan arsitektur bisnis dan arsitektur teknologi difokuskan untuk membangun sistem yang dapat selaras antara teknologi informasi dengan bisnis nya. Kata kunci: PPOB, Arsitektur Enterprise, TOGAF ADM, Arsitektur Bisnis, Arsitektur Teknologi.
Analisis Sistem Deteksi Anomali Trafik Menggunakan Algoritma Cure (clustering Using Representatives) Dengan Koefisien Silhouette Dalam Validasi Clustering Angger Kartyasa Pribadi Putra; Yudha Purwanto; Astri Novianty
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada perkembangan teknologi jaringan internet sekarang ini banyak membahas tentang fenomena- fenomena serangan atapun ancaman terhadap sebuah komputer atau server. Banyak sekali macam-macam tipe ancaman pada komputer dalam sebuah jaringan internet seperti DoS (Denial of Service), DDoS (Distributed Denial of Service), flashcrowd, dan sebagainya. Namun yang menjadi perhatian dalam analisis proses pengelompokkan anomaly tersebut adalah masalah pelabelan dan validasi tiap objek dari hasil proses clustering tersebut. Dengan memvalidasi cluster kita akan mendapatkan jumlah cluster optimal dalam analisis anomali trafik dalam hal ini adalah metode clustering CURE (Clustering using Representatives). Hasil dari validasi akan menjelaskan bagaimana kualitas cluster dan tiap objek menggunakan teknik silhouette index. Tujuan utama dalam penerapan validasi ini merupakan modifikasi dari algoritma CURE dengan fokus utama yaitu masalah pelabelan tiap objek pada tiap cluster dan juga validasi dari hasil clustering algoritma CURE. Hasil dari penelitian ini, algoritma CURE mendapatkan nilai validasi terbaik menggunakan teknik silhouette untuk Dari analisis hasil clustering algoritma CURE didapatkan nilai validasi algoritma CURE menggunakan teknik silhouette pada dataset KDDCUP’99 diperoleh nilai rata-rata silhouette tertinggi dengan accuracy 97.96%, dan nilai rata-rata silhouette cluster 0.7642748. Pada dataset Darpa Week 5 Friday dengan nilai accuracy 98.56%, dan nilai rata-rata silhouette cluster 0.763525532. Kata Kunci : anomali trafik, clustering, validasi cluster, algoritma CURE, Silhouette Coefficient
Analisis Performansi Mesin Eurosicma 75 A Dengan Menggunakan Metode Reliability Availability Maintainability (ram) Dan Overall Equipment Efectiveness (oee) Di Pt Konimex Nurul Sholihah Ekowati; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Konimex Pharmaceutical Laboratory merupakan perusahaan di bidang produksi farmasi dan makanan. Dalam kegiatan produksi terdapat beberapa mesin dan peralatan untuk mendukung setiap prosesnya. Pada periode Januari 2017 hingga Oktober 2017, salah satu mesin produksi bernama mesin eurosicma 75A memiliki target availability yang tinggi yaitu 100% tiap bulan. Namun target tersebut hanya tercapai satu kali dan memiliki frekuensi downtime yang tinggi sebesar 37 kali kerusakan dalam periode tersebut. Kondisi sasaran yang tinggi dan downtime yang tinggi, mendorong perusahaan untuk menilai dan mengevaluasi kinerja dari mesin produksinya. Cara yang dilakukan adalah menilai dan mengevaluasi kinerja mesin dengan metode Reliability Availability Maintainability (RAM) dan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Data yang digunakan berupa MTTR dan MTTF dari seluruh subsistem penyusun dari mesin. Berdasarkan perhitungan dengan metode RAM, dibuatlah model Reliability Block Diagram (RBD) sehingga sistem diperoleh nilai Reliability sebesar 62,67% pada waktu 312 jam berdasarkan Analytical Approach. Selanjutnya perhitungan Maintainability dengan metode RAM, didapatkan bahwa sistem memiliki peluang diperbaiki dalam interval satu sampai 528 jam untuk kembali ke kondisi semula dengan peluang sebesar 100%. Nilai Inherent Availability dari sistem adalah 86% berdasarkan pada Analytical Approach. Sedangkan untuk nilai Operational Availability dari sistem adalah 83%. Nilai Overall Equipment Effectiveness yang diperoleh dari tiga faktor yaitu Availability Rate, Performance Efficiency, dan Quality of Rate sebesar 54,05%. Dari pehitungan Six Big Losses, faktor utama yang paling memengaruhi kinerja mesin menjadi kurang baik yaitu pada Idling and minor stoppages yang merupakan losses dalam segi performance. Kata Kunci : RAM, RBD, OEE, Six Big Losses Abstract PT Konimex Pharmaceutical Laboratory is a company in the field of pharmaceutical and food production. Its operations, there are some machines and equipment for favor of each process. From January 2017 to October 2017, one of the production machine named Eurosicma 75A having high availability’s target at 100 % each month. Beside that, the target only be achieved once and having high frequencies of downtime 37 failure in a period. The condition with high downtime and high goals, encouraging companies to assess and evaluate the performance of the production machine. How that is done is to assess and evaluate the performance of the machine with Reliability Availability Maintainability (RAM) and Overall Equipment Effectiveness (OEE) methods. The data used MTTF and MTTR from all constituent subsystems of the machine. Based on the calculation method of RAM, lead to a model Reliability Block Diagram (RBD) that the system obtained Reliability of 62.67% in the 312 hours based on Analytical Approach. The subsequent calculation of Maintainability RAM, obtained with the methods that the system has improved opportunities in the interval of one to 528 hours to return to the existing condition with odds of 100%. The value of Inherent Availability of the system is 86% based on Analytical Approach. As for the value of the Operational Availability of the system is 83%. Overall Equipment Effectiveness values obtained from three factors, namely Availability Rate, Performance Rate, and Quality of Rate of 54.05%. Automated calculation of the Six Big Losses, the main factors that most affect the performance of the machine to be less good at idling and minor stoppages which are the losses in terms of performance. Keyoword : RAM, RBD, OEE, Six Big Losses
Perancangan Dan Implementasi Management Resource Dalam Sistem Grid Computing Pada Layanan Infrastructure As A Service (iaas) Menggunakan Native Hypervisor Ahmad Risyad Noveri; Rumani M. Rumani M.; Asep Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

grid computing adalah salah satu jenis komputasi paralel dan sistem terdistribusi yang berusaha menyatukan resource atau sumber daya komputasi secara geografis. Resource atau sumber daya yang dimaksud tidak terbatas pada CPU cycle namun juga storage resource seperti data katalog atau basis data dan bahkan sumber daya lainnya seperti software ,hardware, bahkan manusia. Pada Tugas Akhir ini membahas mengenai perancangan dan implementasi grid computing dimana peracangan dari sistem grid computing yang dibangun meliputi pembangunan infrastruktur dengan menghubungkan sebuah cluster yang beriisi 3 host yang berbeda jaringan, serta perancangan dan implementasi resource management dan monitoring resource pool pada sistem grid computing dengan menggunakan hypervisor sehingga sumber daya (resource) yang dibutuhkan oleh masing-masing pengguna (client) dapat terbagi dengan baik sesuai kebutuhan. peracangan dari sistem grid computing yang dibangun meliputi pembangunan infrastruktur dengan menghubungkan sebuah cluster yang beriisi 3 host yang berbeda jaringan, serta perancangan dan implementasi resource management dan monitoring resource pool pada sistem grid computing dengan menggunakan hypervisor sehingga sumber daya (resource) yang dibutuhkan oleh masing-masing pengguna (client) dapat terbagi dengan baik sesuai kebutuhan. Kata kunci: Grid Computing, resource management, hypervisor
Penentuan Pengelolaan Suku Cadang Pada Turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air Dengan Metode Reliability Centered Spares (rcs) Dan Inventory Analysis Di Divisi Pembangkitan Perum Jasa Tirta Ii Muhammad Iqbal Rosyidin; Haris Rachmat; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Perum Jasa Tirta II (PJT II) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). PJT II bergerak di bidang pengelolaan sumber daya air. PJT II memiliki beberapa unit usaha, salah satunya adalah unit pembangkitan. Dalam unit pembangkitan terdapat unit Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang terdiri dari 6 buah turbin yang digunakan untuk memproduksi listrik. Untuk menunjang produktivitas dalam memenuhi demand maka kinerja turbin perlu ditingkatkan. Suku cadang komponen memegang peran penting dalam kegiatan maintenance turbin. Berdasarkan hasil observasi lapangan didapatkan perusahaan masih belum memiliki spare part management, sehingga diperlukan suatu kegiatan spare part management yang terencana dengan baik. Spare part management dapat menunjang kegiatan operasional dan maintenance perusahaan. Hasil criticality analysis menggunakan metode RCS pada komponen sistem governor didapatkan 10 komponen kritis, yaitu motor servo, heat exchanger, motor pompa, coupling, plunger, karet coupling, safety valve, impeller, gate valve, dan ball valve. Komponen kritis selanjutnya dihitung kebutuhan komponennya dengan menggunakan metode poisson process selama 1 tahun dengan confidence level sebesar 95%. Dari masing-masing komponen selanjutnya ditentukan kebijakan inventorynya. Kemudian dilakukan perhitungan biaya inventory yang harus dikeluarkan perusahaan untuk masing-masing komponen, sehingga didapatkan total biaya inventory yang dikeluarkan selama 1 tahun sebesar Rp 129.840.867,18. Kata Kunci : SPM, RCS, Inventory Analysis, Poisson Process
Simulasi Peningkatan Tcp Fairness Menggunakan Pendekatan Cross Layer Design Pada Jaringan Ad-hoc Ieee802.11 Sahrul Mulia; Rendy Munadi; Imam Hedi Santoso
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Exposed terminal merupakan masalah yang terjadi pada jaringan ad-hoc yang dapat mengakibatkan unfairness pada host-host yang saling berkaitan. Permasalahan exposed terminal muncul akibat dari pengadopsian protokol TCP yang didesain untuk memberikan layanan pada jaringan wired, diimplemensikan pada jaringan wireless. Pada protocol TCP, saat sebuah host mengirim paket kepada host lain, maka host pengirim akan menunggu anknowledgement (ACK) dari host penerima. Saat paket ACK tidak diterima oleh host pengirim, maka host penerima akan menganggap adanya kongesti dalam jaringan sehingga host pengirim akan menjalankan mekanisme congestion control. Terlebih lagi pada jaringan wireless menggunakan mekanisme CSMA/CA pada mekanisme congestion control-nya, yaitu dengan mengirimkan paket pemberitahuan saat akan melakukan pengiriman dan membuat host lainnya diam dan menunggu pengiriman paket dan ACK nya. Hal ini menyebabkan penurunan throughput dari jaringan. Penanggulangan masalah exposed terminal yang diusulkan pada tugas akhir ini adalah dengan memotong beberapa mekanisme congestion control seperti pengabaian paket RTS/CTS, penghilangan NAV, dan pemotongan beberapa fungsi backoff. Dengan desain tersebut, setiap node diharapkan mendapatkan kesempatan lebih untuk mengirimkan paket tanpa terganggu dengan banyaknya waktu menunggu. Hal tersebut cukup efektif pada topologi tertentu. Namun hal tersebut tidak cukup untuk menanggulangi masalah exposed terminal pada topologi-topologi lainnya. Sehingga dirancanglah skema cross layer design untuk melengkapi desain usulan penanggulangan masalah TCP fairness pada jaringan ad-hoc. Layer MAC akan berfungsi setelah layer network memberikan informasi-informasi yang diperlukan seperti jumlah hop dan jarak antar hop. Dengan cross layer design ini, maka penanggulangan terhadap exposed terminal dilakukan saat node benar-benar berada dalam kondisi ter-exposed. Kata kunci: IEEE 802.11, Exposed Terminal, TCP Fairness, Cross Layer Design

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue