cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,307 Documents
Implementasi Sistem Load Balancing Menggunakan Metode Round Robin Dengan Controller Opendaylight Sebagai Komponen Utama Arsitektur Sdn Edgar Giovanni Ariestawan; Nachwan Mufti Adriansyah; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Software Defined Network (SDN) adalah suatu paradigma yang merubah cara merancang, mengatur, dan mengontrol jaringan. SDN membuat suatu jaringan dapat diprogram sesuai dengan kebutuhan yang ada. Salah satu protokol yang mendukung SDN yaitu OpenFlow. Pada protokol OpenFlow, terdapat perangkat kontrol (control plane) dan perangkat penyalur paket data (data plane). Control Plane berfungsi sebagai pengontrol jaringan yang akan dilewatkan, Data Plane berfungsi untuk mengirimkan paket data ke tujuannya. Dalam tugas akhir ini, akan dirancang sebuah sistem yang memiliki fungsi load balancing dengan menggunakan metode Round Robin dan OPENDAYLIGHT sebagai SDN controller. Dalam pengimplementasiannya akan dilakukan pengujian pada sebuah jaringan komputer dengan jumlah server sebanyak 3 unit dan jumlah client sebanyak 16 unit. Masing-masing client melakukan koneksi secara acak dengan cara mengirimkan paket Internet Control Message Protocol (ICMP) terhadap alamat IP publik dan controller OPENDAYLIGHT melakukkan pemetaan client tersebut terhadap server berdasarkan metode round robin. Kemudian dilakukan uji coba dengan beberapa parameter seperti response time, network convergence, overhead, dan resource utilization yang digunakan dan melakukan perbandingan bagaimana perbedaan antara sebelum menggunakan load balancing dan sesudah menggunakan load balancing. Kata kunci: sofware defined network, openflow, Round Robin, OPENDAYLIGHT, load balancing. ABSTRACT Software Defined Network (SDN) is a paradigm that changes how to design, manage, and control the network. SDN makes a network can be programmed in accordance with existing needs. One of the protocols that supports SDN is OpenFlow. In the OpenFlow protocol, there is a control plane and a data plane. Control Plane serves as a network controller to be missed, Data Plane serves to send data packets to its destination. In this final project, we will design a system that has load balancing function using Round Robin and OPENDAYLIGHT method as SDN controller. In the implementation will be tested on a computer network with the number of servers as much as 3 units and the number of clients as many as 15 units. Each client makes a random connection by sending an Internet Control Message Protocol (ICMP) packet to the public IP address and the OPENDAYLIGHT controller to mapping the client against the server based on the round robin method. Then tested with some parameters such as response time, network convergence, overhead, and resource utilization, then we comparison how difference between before using load balancing and after using load balancing Keywords: software defined network, openflow, Round Robin, OPENDAYLIGHT, load balancing.
Membangun Sistem Informasi Manajemen Kerja Praktik Berbasis Website Dengan Metode Iterative Incremental (modul Mahasiswa) Ichsan Akbar; Muhammad Azani Hasibuan; Warih Puspitasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerja praktik merupakan kegiatan wajib yang diselenggarakan oleh kampus untuk memperkenalkan dunia kerja terhadap mahasiswa. Kerja praktik dibutuhkan bagi mahasiswa sebagai wadah untuk mempelajari dan mengenali lebih dalam bagaimana dunia kerja yang sebenarnya. Aplikasi kerja praktik perguruan tinggi yang ada pada saat ini belum mengakomodir kemudahan dalam pencarian tempat kerja praktik dan juga belum memudahkan mahasiswa dalam mengelola laporan kerja praktik dan berbagai macam kebutuhan kerja praktik lainnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibangun sebuah aplikasi website kerja praktik dengan menggunakan metode iterative & incremental. Website tersebut dapat diakses oleh mahasiswa yang melakukan kerja praktik. Website ini memberikan informasi terkait kerja praktik berupa tata cara pelaksanaa beserta pembuatan laporan. Sehingga memudahkan mahasiswa dalam menemukan informasi tentang kerja praktik dan memudahkan fakultas dalam menata dokumen setiap mahasiswa yang melakukan kerja praktik. Analisis dan perancangan dari website kerja praktik ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan menggunakan framework Laravel. Website diuji dengan menggunakan verifikasi fungsionalitas sistem dan juga validasi dari userfeedback. Hasil pengujian menunjukkan bahwa website kerja praktik yang telah dibangun sesuai dengan perancangan dan mempermudah pihak mahasiswa dan fakultas dalam berbagi informasi kerja praktik dan pembuatan laporan. Saran untuk penelitian ini adalah menambahkan beberapa fitur dan memperbaiki desain portal. Kata kunci : kerja praktik, aplikasi website, iterative incremental
Studi Pengaruh Medan Magnet Terhadap Produksi Gas Oxyhidrogen Pada Generator Tipe Dry Cell Christina Christina; Reza Fauzi Iskandar; Mamat Rokhmat
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi merupakan suatu kebutuhan yang memiliki peranan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Penggunaan energi tersebut sebagian besar masih berasal dari energi fosil. Pada produksinya energi dari bahan fosil mengalami penurunan. Tetapi, hal ini disertai dengan pertumbuhan energi terbarukan yang terus mengalami peningkatan. Gas oxyhidrogen merupakan salah satu solusi untuk ikut serta dalam meningkatkan pertumbuhan energi terbarukan. Gas oxyhidrogen ini dihasilkan melalui proses elektrolisis pada generator tipe dry cell. Dalam upaya meningkatkan optimasi produksi gas maka dilakukan penelitian dengan menambahkan pengaruh medan magnet eksternal pada generator. Pada penelitian ini dilakukan penambahan medan magnet pada 8 posisi pada generator. Besar medan magnet yang diberikan yaitu 0,0209 – 0,0481 T dengan arus pada generator 5 A dan 3,62 V. Debit rata-rata yang dihasilkan pada arah medan magnet masuk ke generator yaitu pada saat posisi magnet berada di sisi kanan generator sebesar 0,07011 l/m. Serta pada besar arus 1,401 A untuk seluruh posisi menghasilkan debit rata-rata sebesar 0,06671 l/m. Pada arah medan magnet keluar dari generator yaitu pada saat posisi magnet berada pada di sisi kiri generator menghasilkan debit 0,06931 l/m. Serta pada besar arus 1,302 A untuk seluruh posisi menghasilkan debit rata-rata sebesar 0,06920 l/m. Dengan demikian, pada saat gaya lorentz yang diberikan tegak lurus dengan arah elektron memiliki pengaruh dalam memperoleh produksi gas oxyhidrogen yang lebih efektif. Kata kunci : elektrolisis, gas oxyhidrogen, generator tipe dry cell, medan magnet Abstract Energy is a necessity that has an important role for human survival. The use of energy is still largely derived from fossil energy. In production, the energy from the fossil material decreases. However, this is accompanied by renewable energy growth that continues to increase. Oxyhydrogen gas is one of the solution to participate in increasing the growth of renewable energy. This oxyhydrogen gas can be generated by electrolysis process on dry cell type generator. In an effort to increase the optimization of gas production, a study was conducted by adding a magnetic field external on the generator. In this study, the magnetic field is added to 8 positions on the generator. The magnitude of the magnetic field given is 0,0209 – 0,0481 T with a current of the generator 5A and voltage 3,62 V. The average flow rate generated in the direction of the magnetic field toward to the generator when the magnetic position is on the right side of the generator of 0,07011 l/m. And at a current of 1,401 A for all postions yields an average flow rate of 0,06671 l/m. In the direction on the magnetic field out of the generator that is when the position of the magnet is on the left side of the generator produce an average flow rate of 0,06931 l/m. And at a current of 1,302 A for all positions yields an average flow rate of 0,06920 l/m. Thus, when the lorentz force given perpendicular to the direction of the electron has an effect in obtaining a more effective oxyhydrogen gas production. Keywords : electrolysis, oxyhydrogen gas, dry cell type generator, magnetic field
Studi Kelayakan Budidaya Puyuh Di Desa Rajamandala Kulon Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat Yulian Mutiara; Rosad Ma’ali El Hadi; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pekerjaan merupakan sebuah aktivitas untuk memenuhi kebutuhan. Keterbatasan lapangan pekerjaan menyebabkan jumlah pengangguran semakin meningkat. Wirausaha (enterpreneurship) merupakan salah satu cara untuk mengurangi jumlah pengangguran. Selain dapat meningkatkan segi ekonomi dari pemilik wirausaha, kegiatan wirausaha dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Wirausaha dapat dikategorikan menjadi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Usaha Besar. Jumlah UKM di Kabupaten Bandung Barat meningkat pada tahun 2014-2015 sehingga dapat membantu pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Berternak merupakan salah satu usaha yang mudah dikembangkan dan dapat menyerap banyak tenaga kerja. Salah satu usaha berternak yang mudah dikembangkan dan memiliki gizi yang tinggi yaitu budidaya burung puyuh. Dalam studi kelayakan ini akan dibahas secara mendalam kelayakan budidaya burung puyuh di UKM Ikhlas Quail Farm (IQF) yang terdapat di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Analisis dilakukan dengan meninjau kelayakan dari aspek pasar, aspek teknis, aspek lingkungan, aspek legal dan aspek finansial. Berdasarkan aspek pasar didapatkan bahwa pasar potensial telur burung puyuh sebesar 94,5%, untuk pasar tersedia sebesar 77,5%, dan pasar sasaran sebesar 7,69%. Dari aspek teknis, produksi telur burung puyuh disesuaikan dengan kapasitas kandang. Aspek lingkungan, limbah dari budidaya burung puyuh dapat diolah kembali menjadi pakan ikan lele sehingga limbah dapat bermanfaat bagi masyarakat. Aspek legal, UKM IQF telah mendapatkan surat izin usaha dari pemerintah. Berdasarkan hasil aspek finansial dengan proyeksi selama periode 5 tahun menunjukkan bahwa nilai NPV yaitu Rp 68.460.286, nilai IRR yaitu 31,86% , dan nilai payback periode 3,866 tahun. Sehingga dapat disimpulkan bahwa budidaya burung puyuh dikatakan layak, karena NPV bernilai positif dan IRR lebih besar dari MARR. Kata kunci: budidaya, telur burung puyuh, studi kelayakan
Alat Penentu Posisi Indoor Menggunakan Bluetooth Sebagai Beacon Imran Wijaya; Porman Pangaribuan; Junartho Halomoan
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi untuk melacak posisi dewasa ini telah banyak digunakan. Teknologi GPS dapat digunakan untuk menentukan posisi seseorang, alamat ataupun sebagai penunjuk arah ke suatu tempat. Tetapi GPS memiliki kekurangan ketika digunakan di dalam ruangan, yaitu akurasi yang rendah dikarenakan sinyal terhalang oleh bangunan. Oleh karena itu, dibuat suatu sistem untuk menentukan posisi yang dapat digunakan di dalam ruangan. Tugas akhir ini bertujuan untuk membuat alat yang dapat menentukan posisi seseorang pada sebuah perangkat bergerak menggunakan kekuatan sinyal bluetooth dan untuk mempermudah pencarian seseorang. Penelitian ini menggunakan bluetooth low energy agar konsumsi daya yang digunakan rendah. Menggunakan perangkat bergerak untuk mengestimasi posisi pencari dan posisi orang yang dicari dengan metode triliterasi untuk menghitung jarak berdasarkan kekuatan sinyal yang diterima dan posisi koordinat pemancar. Pengujian sistem ini dilakukan di gedung Ararkula (gedung O) Universitas Telkom lantai satu. Hasil pengujian sistem ini berupa sebuah alat yang sudah diuji secara eksperimental dan dapat mengestimasi posisi dengan rata-rata tingkat akurasi di atas 90 persen. Kata Kunci : Bluetooth Low Energy, Indoor Positioning, Perangkat Bergerak, Trilaterasi Absract Technology to track position nowadays has been widely used. Technology such GPS can be used to track someone’s position, address or as a signpost to a place. But GPS have disadvantages when used indoors, such low accuracy due to signal obstructed by buildings. Therefore, should be made a system to track positions that can be used indoors. This study aims to create a tool that can track somene’s position on a mobile device using bluetooth signal strength and to ease in searching a person. This study uses bluetooth low energy in order for the power used is low. Using mobile devices to estimate the position of the searcher and the position of the person sought by the trilateration method to calculate the distance based on receives signal strength and the coordinate position of the transmitter. The system tested in Ararkula building (O) of Telkom University at ground floor. The end result of this system is a tool that has been tested experimentally and can estimate position with average accuracy rate above 90 percent. Keywords : Bluetooth Low Energy, Indoor Localization, Mobile Device, Trilateration
Perancangan Enterprise Architecture Fungsi Distribusi Pada Pt Smithindo Mitra Mandiri Menggunakan Togaf Adm Fajrin Pramestiningrum; Yuli Prasetyo; Asti Fajrillah
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Smithindo Mitra Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dan penjualan produk fashion seperti baju, jaket, celana, tas dan aksesoris lainnya. Dalam upaya untuk dapat berkompetisi dengan perusahaan competitor, Smith harus dapat memenuhi kebutuhan pelanggan akan produk yang baik dan pelayanan yang memuaskan, sehingga menuntut perusahaan untuk memiliki proses distribusi yang terstruktur. Dan dukungan teknologi informasi sangat dibutuhkan untuk mengoptimalk an proses bisnis yang ada pada perusahaan, contohnya adalah pemanfaatan teknologi dalam memonitor pengiriman produk dan dalam pelaksanaan proses bisnis yang diefektfikan dengan sistem perusahaan. Metodologi yang digunakan dalam perancangan Enterprise Architecture ini adalah TOGAF ADM. Tahapan dalam TOGAF ADM yang dilakukan dimulai dari fase Preliminary sampai dengan fase Migration Planning. Hasil dari penelitian ini adalah perancangan EA untuk PT Smithindo Mitra Mandiri, identifikasi project usulan dan identifikasi roadmap untuk pengembangan TI perusahaan. Kata kunci: Enterprise Architecture, Distribusi, Retail, TOGAF ADM.
Optimasi Resource Allocation Menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization (pso) Pada Sistem Long Term Evolution (lte) Arah Uplink Anhar Muthaqien; Arfianto Fahmi; Nur Andini
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kebutuhan manusia seperti komunikasi wireless broadband akan mengalami suatu perkembangan, maka kebutuhan manusia seperti teknologi juga ikut berkembang. Namun dengan fakta kendala yang ada seperti sistem komunikasi wireless pada masalah permintaan dalam peningkatan kapasitas, efficiency resource, penigkatan QoS (Quality of Service), dan optimasi energy efficiency. Dengan berbagai masalah tersebut, yaitu mampu memodelkan sistem pengalokasian resource block guna memberikan usulan mengenai teknik alokasi sumber daya pada multi-user SC-FDMA arah uplink.Dengan menggunakan metode alokasi sumber daya permasalah user memiliki fairness index untuk mendapatkan performansi skema komunikasi SC-FDMA dapat ditingkatkan dengan parameter berupa suatu pemanfaatan throughput jaringan yang baik.Pada Tugas Akhir ini algoritma yang digunakan ialah algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) untuk pengalokasian daya kepada user dengan membandingkan teknik alokasi daya Waterfilling dengan skema Equal Power Allocation untuk meningkatkan performansi.Dari hasil simulasi yang didapat, skema yang menggunakan teknik waterfilling memiliki fairness index sistem yang lebih baik dibandingkan dengan skema equal power allocation, tetapi memiliki average user throughput dan efisiensi spektral yang lebih rendah. Di parameter fairness index sistem, memiliki nilai perbaikan rata-rata sebesar 0,155 bps. Parameter keluaran average user throughput dan efisiensi spektral mendapatkan nilai yang maksimum pada skema EPA tanpa menggunakan teknik alokasi daya waterfilling, dengan nilai ratarata average user throughput sebesar 8,78 Mbps dan efisiensi spektral 3,415 bps pada semua skenario yang diujikan. Kata kunci : LTE, SC-FDMA, Waterfilling, PSO, Equal Power Allocation, PRB. Abstract In the human needs such as communication, wireless broadband will experience development, then the needs of human beings such as technology are also growing. But with the fact that there are some obstacles in regards of wireless communication systems on demand issues in capacity building, resource efficiency, improvement of QoS (Quality of Service), and energy efficiency optimization. With the various problems, it is able to model resource allocation block system to provide suggestions on resource allocation techniques on multi-user SC-FDMA uplink direction. By using resource allocation method problem user have fairness index to get performance SC-FDMA communication scheme can be improved with parameter in the form of a good network throughput utilization. In this final paper, the used algorithm is Particle Swarm Optimization algorithm to allocate resource to user with comparing Waterfilling resource allocation technique with the scheme of Equal Power Allocation to increase performance. Based on the results, the scheme which uses waterfilling technique has better fairness index system than equal power allocation, but it has average user throughput and lower spectral efficiency. In the fairness parameter of the system, it has an average improvement value of 0,155 bps. The average user output throughput and spectral efficiency parameters get maximum value on the EPA scheme without using the waterfilling power allocation technique, with average user throughput average of 8.78 Mbps and spectral efficiency of 3,415 bps in all test scenarios. Keywords: LTE, SC-FDMA, Waterfilling, PSO, Equal Power Allocation, PRB.
Optimasi Kapasitas Penyimpanan Stego-image Menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization Sahlya Handayati; Danang Triantoro Murdiansyah; Z K A Baizal
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia telah menyembunyikan pesan rahasia dengan berbagai metode dan variasi salah satunya adalah Steganography. Steganography merupakan pengembangan dari teknik pengamanan data. Saat ini telah banyak metode untuk steganography, misalnya metode LSB, HC-RIOT coder, DCT, dan DWT. Kebanyakan penelitian baru-baru ini menerapkan Discrete Wavelet Transform (DWT) karena aplikasi yang luas dalam standar kompresi gambar baru, JPEG2000. Oleh karena itu pada tugas akhir akan diterapkan Discrete Wavelet Transform dan Particle Swarm Optimization pada steganography untuk mengoptimasi kapasitas penyimpanan stego-image. Algoritma Particle Swarm Optimization beserta Optimal Pixel Adjustment Process juga diterapkan untuk mendapatkan fungsi pemetaan yang optimal untuk mengurangi perbedaan antara Cover image dan Stego-image. Optimal Pixel Adjustment Process dilakukan setelah menyisipkan pesan kedalam Cover image. Hasil akhir dari optimasi kapasitas menggunakan algoritma Particle Swarm Optimization 59.1199 dB untuk PSNR dan 50 % untuk capacity Kata Kunci: Steganography, Discrete Wavelet Transform, Particle Swarm Optimization, Optimal Pixel Adjustment Process.
Physical Resource Block (prb) Allocation Using Modified Round Robin Scheduling Algorithm In Downlink Lte Network Rudi Sianipar; Arfianto Fahmi; Rendy Munadi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Physical Resource Block (PRB) allocation is an important part that must be set so well so all users can be served by eNode-B in LTE downlink network. One of the optimization methods can be applied by resource scheduling that can allocate PRB to the user based on channel and capacity conditions. This study aims to produce a resource scheduling algorithm that have the best performance. The algorithms are used in the simulation such as Round Robin, Modified Round Robin, Maximum CSI and Proportional Fair. The performance parameters are used as indicators of algorithm performance such as spectral efficiency, average user throughput, eNode-B throughput and eNode-B payload. With appropriate scheduling algorithms will increase spectral efficiency and user throughput to improve quality of service. Knowing the condition of channel capacity aims to maintain quality of service sustainably. Different resource scheduling algorithm will produce different performance. In the Round Robin algorithm has method that each user who occupies the channel first or first active will be the top priority to obtain the resource block. In Round Robin Algorithm, the resource blocks allocation does not consider the channel conditions. The users does not have the best channel condition which does not has the maximum spectral efficiency value. So the Round Robin algorithm has been modified to produce more maximal spectral efficiency. Some modifications have been done that like resource scheduling based on priority scheme. Initial condition, user will send channel state information (CSI) value to eNode-B and eNode-B store CSI data into matrix and compile it. The CSI will be used as a consideration for scheduling resource blocks. Users who have the highest or best CSI and the first user that occupy the channel or first active will be the first priority who are allocated resource block. In varied users (1-50 users), Modified Round Robin has the highest spectral efficiency, average user throughput, eNodeB throughput and eNode-B payload that compared to other algorithms performance. Spectral efficiency is 4.892 bps/Hz, average user throughput about 0.88 Mbps, eNode-B throughput about 44.031 Mbps and eNode-B payload about 158.512 Gigabits. Keywords: Physical Resource Blok (PRB), Round Robin, Maximum CSI, Proportional Fair
Penjadwalan Pemetikan Pucuk Teh Untuk Memaksimalkan Produksi Di Pt. Perkebunan Nusantara Viii, Ciater. Adi Tri Juliansyah; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT. Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) merupakan perusahaan produsen bubuk teh hitam orthodoks. Daun teh yang digunakan untuk memproduksi teh hitam orthodoks berasal dari Perkebunan Ciater, pada Perkebunan Ciater terdiri dari 6 Afdeling atau daerah pemetikan, setiap Afdeling terdiri dari beberapa blok, dan pada setiap blok terdiri dari beberapa daerah yang lebih kecil dengan ukuran 20m x 20m. Pemetikan dilakukan dengan 3 pilihan cara yang memiliki waktu periode daur petik berbeda, menggunakan tangan, menggunakan gunting, dan menggunakan mesin. Berdasarkan data Tahun 2011 – 2014, rata-rata hasil pemetikan daun teh dibawah target yang telah ditentukan, salah satu penyebab hasil pemetikan dibawah target dikarenakan pemilihan daerah petik yang tidak menghasilkan daun teh yang optimal, maka diperlukan penjadwalan pemetikan di setiap Afdeling untuk dapat menghasilkan pemetikan daun teh yang dapat memenuhi target hasil pemetikan. Untuk menjadwalkan pemetikan daun teh dengan hasil yang maksimum dapat digunakan Linear Programming dengan fungsi tujuan memaksimumkan hasil pemetikan daun teh dengan kendala luas areal pemetikan dan jumlah tenaga pemetik yang tersedi, dan didapatkan jadwal pemetikan optimum untuk setiap Afdeling. Kata kunci : Penjadwalan Pemetikan, Linear Programming, PTPN VIII, Perkebunan Ciater, Maksimasi Hasil Pemetikan.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue