cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Analisis Churn Prediction Pada Data Pelanggan Pt. Telekomunikasi Menggunakan Underbagging Dan Logistic Regression Tesha Tasmalaila Hanif; Adiwijaya Adiwijaya; Said Al-Faraby
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi sekarang ini semakin pesat. Kebutuhan akan informasi dan komunikasi bertambah. Persaingan untuk mendapatkan pendapatan antar perusahaan telekomunikasi menimbulkan adanya Churn. Churn adalah pindahnya pelanggan dari satu provider ke provider lainnya. Perusahaan lebih memilih untuk mempertahankan customer, karena dibutuhkan biaya yang lebih sedikit daripada menambah customer yang baru. Namun dalam permasalahan ini churn memiliki data yang tidak seimbang dan ekstrim dibanding dengan non-churn, sehingga perlu adanya penanganan pada distribusi kelas mayoritas (non-churn) dan minoritas (churn). Pada metode pendekatan dengan data mining, data yang tidak seimbang akan mengakibatkan proses klasifikasi yang cenderung keliru pada kelas minoritas (churn). Oleh karena itu, diperlukan penanganan kelas tidak seimbang dengan teknik sampling. Metode yang digunakan pada penelitian Tugas Akhir ini adalah metode Underbagging untuk menangani imbalance data yang dikombinasikan dengan metode klasifikasi menggunakan Logistic Regression (LR). Pengujian dilakukan dengan menggunakan dataset pelanggan WITEL PT. Telekomunikasi Regional 7 dengan 53 atribut. Jumlah data churn 7.513 record dan data non-churn 192.848 record. Penelitian ini menghasilkan nilai performansi akurasi tertinggi sebesar 85,531% dan meningkatkan nilai f1-measure lebih dari 20% terhadap hasil klasifikasi tanpa penanganan imbalance data. Kata Kunci: klasifikasi, data mining, churn prediction, logistic regression, imbalance data, underbagging.
Rancang Bangun Papan Pengontrol Umum Berbasis Sistem Tertanam Untuk Sistem Otomasi Dan Keamanan Rumah Ismai Ismai; Agung Nugroho Jati; Fairuz Azmi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem otomasi dan keamanan rumah adalah suatu sistem yang mengintegrasikan dan mengontrol peralatan listrik rumah yang pada umumnya terdiri dari sensor, papan pengontrol/controller, dan aktuator. Suatu sistem otomasi dan keamanan rumah biasanya hanya menjalankan satu fungsi, seperti sistem pengunci pintu, alarm asap dan api, atau otomasi lampu-lampu saja, sehingga untuk fungsi-fungsi yang lain diperlukan sistem yang lain pula. Pada penelitian ini, dibuat suatu papan pengontrol berbasis embedded system dan modul extender. Papan pengontrol dibuat dapat membaca segala jenis sensor dengan penyesuaian terlebih dahulu dan dapat menyalakan dan mematikan peralatan listrik rumah, seperti lampu, pendingin ruangan, TV, dan lain-lain, secara otomatis. Adapun modul extender merupakan sistem yang dapat berdiri sendiri, seperti sistem pengunci pintu, kamera pengaman, dan lain-lain, dan dapat dihubungkan dengan papan pengontrol melalui kabel USB. Ketika suatu modul extender dihubungkan dengan papan pengontrol, maka papan pengontrol akan menerima log aktivitas modul extender tersebut dan meneruskannya ke server untuk keperluan monitoring. Papan pengontrol akan dibuat berbasis mikrokontroler yang ditunjang dengan Real-Time Clock, modul Bluetooth, modul Wi-Fi, delapan kanal masukan digital, delapan kanal keluaran, dan empat kanal modul extender. Papan pengontrol dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan, seperti menyalakan lampu pada rentang jam tertentu atau menyalakan lampu ketika sensor cahaya mendeteksi kondisi gelap. Penelitian ini diimplementasikan pada maket rumah yang telah disiapkan sesuai kebutuhan pengujian. Papan pengontrol dapat dikonfigurasi menggunakan aplikasi desktop melalui koneksi Bluetooth pada jarak maksimal ±4.8 meter tanpa penghalang. Papan pengontrol juga dapat dihubungkan ke jaringan Wi-Fi pada jarak maksimal ±18 meter agar dapat mengirimkan log aktivitasnya ke server untuk keperluan monitoring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa papan pengontrol dapat dikonfigurasi dengan akurasi 100% dan dapat mengirimkan log aktivitasnya ke server dengan akurasi pengiriman data 100%. Kata kunci: embedded system, papan pengontrol, sistem otomasi dan keamanan rumah Abstract Home automation and security system is a system that integrates and controls home electrical appliances and generally consists of sensors, controller board, and actuators. A home automation and security system usually runs a single function, such as door locking system, smoke and fire alarm, or lights otomation only, so that another system is required for the other functions. In this research, an embedded system based controller board and extender modules are made. The controller board is made to be able to read any type of sensor with an adjustment first and turn on and off home electrical appliances, such as lights, air conditioners, TV, and others, automatically. The extender module is a standalone system, such as door locking system, security camera, etc., which can be connected to the controller board via a USB cable. When an extender module is connected to the controller board, the controller board will receive event logs of the extender module and forward it to the server for monitoring purpose. The controller board will be based on microcontroller supported by Real-Time Clock, Bluetooth module, Wi-Fi module, eight digital input channels, eight output channels, and four extender module channels. The controller board can be configured as needed, such as switching on lights for a certain clock range or turning on the lights when the light sensor detects dark condition. This research is implemented on a homestead model that has been prepared according to the test requirements. The controller board can be configured using desktop application via Bluetooth connection at maximum distance of ±4.8 meters without obstacles. The controller board can be connected to a Wi-Fi network at maximum distance of ±18 meters in order to send its event logs to the server for monitoring purpose. The results of this study indicate that the controller board can be configured with 100% accuracy and can send its event logs to the server with 100% data transmission accuracy. Keywords: embedded system, controller board, home automation and security system
Peningkatan Kualitas Layanan Pendidikan Pada Tk Sandhy Putra (telkom) Dengan Metode Qfd Agung Pramasatya; Sari Wulandari; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TK Sandhy Putra merupakan lembaga yang bergerak dalam pendidikan anak usia dini (Paud). TK Sandhy Putra terdiri atas tiga kelas yaitu kelompok bermain, kelompok A, dan kelompok B. Selain menawarkan pendidikan,bisnis pada tk meliputi program pendidikan serta fasilitas. Dengan adanya persaingan yang tinggi, membuat pihak TK Sandhy Putra terus melakukan peningkatan dari ketidak pencapaian target terhadap jumlah siswa pada tahun 2016. Hal ini terindikasi karena kualitas layanan yang kurang baik pada TK Sandhy Putra berdasarkan benchmarking dengan standarisasi pemerintah. Sehingga TK Sandhy Putra akan melakukan pengembangan untuk meningkatkan kualitas pada layanan yang di sediakan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi terhadap kualitas layanan pada TK Sandhy Putra. Kualitas layanan pada TK Sandhy Putra didasari pada true customer needs. Hasil true customer needs, menjadi tahapan awal pada metode Quality Function Deployment (QFD). QFD adalah salah satu metode dalam proses perancangan dan pengembangan yang mempu mengintegrasikan Voice of Customer ke dalam Proses Perancangannya. Pengolahan data pada QFD melalui tiga tahap. Tahap pertama yang dilakukan pada QFD yaitu House of Quality berfungsi untuk menentukan karakteristik teknis. Tahap kedua adalah pengembangan konsep dengan membuat beberapa konsep sebagai alternatif baru yang kemudian akan di nilai serta dipilih oleh pihak TK Sandhy Putra yang kemudian akan di kembangkan. Pada tahap ketiga adalah Part Deployment (QFD iterasi dua) yang berfungsi untuk menentukan critical part serta prioritasnya. Kata Kunci: TCN (True Customer Needs), Quality Fuction Deployment, House of Quality, Part Deployment, Critical Part
Optimasi Pada Sistem Distribusi Air Bersih Di Wilayah Ii Universitas Telkom Dengan Metode Cfd (computational Fluid Dynamics) Muhammad Auzan Fathulloh; Agus Kusnayat; Sri Martini
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tersedianya air bersih merupakan salah satu hal yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Dalam skala global, permintaan air diperkirakan akan terus meningkat secara signifikan. Universitas Telkom merupakan salah satu instansi yang menggunakan air bersih dalam memenuhi kegiatan sehari-hari. Dalam hal ini Universitas Telkom membutuhkan proses pendistribusian air yang baik. Penggunaan pipa sebagai sarana penghantar aliran pada sistem distribusi dan pengolahan air dapat menyebabkan terjadinya kehilangan energi (Head Loss). Salah satu perubahan yang dapat mempengaruhi debit air dan headloss pada pipa yaitu memperbesar atau memperkecil diameter pipa berdasarkan kondisi lapangan yang sesuai. Metode CFD memungkinkan pengguna untuk menganalisis kecepatan hidrolik, mengevaluasi kinerja hidrolik, menghitung local losses pada sistem perpipaan, dan memprediksi variasi debit pada aliran. EPANET 2.0 merupakan salah satu software CFD yang menggambarkan simulasi hidrolis yang mengalir dalam suatu jaringan pipa. Pada penelitian kali ini perubahan terjadi pada diameter pipa eksisting, dengan keadaan awal berukuran 40 mm / 1,5inch diubah menjadi 65mm/2,5inch dan juga pipa awal yang berukuran 50 mm / 2inch diubah menjadi 65mm/2,5inch. Hal ini berpengaruh terhadap debit air dan headloss pada pipa. Salah satu contohnya adalah debit air eksisting yang berukuran 8,14 liter/detik berubah menjadi 9,18 liter/detik dan juga dengan pipa yang sama memiliki headloss existing sebesar 1,2 m menjadi ukuran 0,4 m untuk usulan. Hal ini dapat mempengaruhi efesiensi pada keseluruhan jaringan pipa air wilayah II Universitas Telkom. Kata kunci --- Kata Kunci: Distribusi Air, headloss, debit air, CFD, EPANET 2.0 Abstract The availability of clean water is one of the important things for human survival. On a global scale, water demand is expected to increase significantly. Telkom University is one of the institutions that use clean water in fulfilling daily activities. In this case Telkom University needs a good water distribution process. The use of pipes as a means of conducting flow in the distribution system and water treatment can lead to loss of energy (Head Loss). One of the changes that can affect the water flow and headloss on the pipe is to increase or decrease the diameter of the pipe based on appropriate field conditions. The CFD method allows users to analyze hydraulic speeds, evaluate hydraulic performance, calculate local losses on piping systems, and predict variations of flow discharge. EPANET 2.0 is one of the CFD software that describes hydraulic simulations flowing in a pipeline. In the present study changes occurred in the diameter of the existing pipe, with the initial state measuring 40 mm / 1.5inch became 65mm / 2.5inch and also the initial pipe size 50 mm / 2inch became 65mm / 2.5inch. This affects the water debit and headloss on the pipe. One example is the existing water flow measuring 8.14 liters / second became 9.18 liters / sec and also with the same pipe having an existing headloss of 1.2 m to 0.4 m size for the proposal design. This can affect the efficiency of the entire pipeline network II in Telkom University. Key words --- Water distribution, headloss, water discharge, CFD, EPANET 2.0
Rancang Bangun Mini Plant Regenerative Braking Sebagai Sumber Daya Listrik Indra Maulana; Ismudiati Puri Handayani; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem regenerative braking adalah cara untuk memperlambat kendaraan (pengereman) dengan menggunakan motor sebagai rem. Energi panas yang terbuang pada pengereman konvensional tidak akan terjadi pada sistem ini. Pada regenerative braking energi gerak dirubah menjadi energi listrik oleh motor yang difungsikan sebagai generator. Rancangan mini plant regenerative braking ini terdiri dari flywheel sebagai pengganti beban kendaraan, gear depan dan belakang sepeda yang dihubungkan dengan rantai sebagai sistem kopling, Motor Arus Searah (MAS) yaitu motor yang difungsikan sebagai generator, sumber putar dari motor bertorsi besar, dan seperangkat sistem kontrol yang akan menghentikan sumber putar secara otomatis sekaligus mengaktifkan generator sebagai rem. Proses pengereman dilakukan dengan cara menginjeksikan arus ke rotor generator yang menimbulkan medan magnet dengan arah melawan putarannya (rotor terkoneksi langsung dengan flywheel) sehingga putaran flywheel melambat. Dengan adanya putaran rotor dan medan magnet, maka akan timbul garis gaya fluks magnet yang akan menjadi sebab timbulnya gaya gerak listrik (GGL) induksi. Pada akhirnya, listrik yang dihasilkan akan disimpan pada baterai. Kata kunci: Regenerative braking, pengereman, sistem pengereman regereratif.
Modifikasi Ketebalan Lapisan Mos2 Menggunakan Metode Eksfoliasi Fasa Cair Arif Rivaldi; Memoria Rosi; Ismudiati Puri Handayani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak MoS2 berpotensi diaplikasikan pada flexible electronics dan divais optoelekronik. Pada penelitian ini, serbuk MoS2 dimodifikasi menggunakan metode eksfoliasi fasa cair berupa ultrasonikasi selama 60 jam di dalam NMP dan disentrifugasi selama 30 menit dengan kecepatan putar 2000 rpm. Selanjutnya penelitian ini mempelajari efek perubahan konsentrasi MoS2 terhadap karakteristik flakes yang diperoleh. Selain itu, penelitian ini juga membandingkan efek penambahan NaOH. Karakterisasi ketebalan dilakukan dengan mendeposisikan flakes MoS2 di atas kaca dan diukur serapan cahayanya menggunakan cahaya tampak. Hasil pengamatan menunjukkan ketebalan rata-rata lapisan MoS2 berkisar antara 3 - 14 nm saat konsentrasi MoS2 divariasi 1 - 3 mg/ml tanpa NaOH. Penambahan NaOH dapat menurunkan ketebalan lapisan. Proses modifikasi 2 mg/ml MoS2 dengan 1 mg/ml NaOH menghasilkan ketebalan rata-rata sekitar 7 nm. Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan hasil modifikasi tanpa NaOH yang memiliki ketebalan rata-rata lapisan sekitar 10 nm. Untuk mempelajari sifat optoelektronik, flakes MoS2 dideposisi di atas SiO2. Pengukuran arus dilakukan saat tegangan divariasi dari -3 V hingga 3 V dan intensitas cahaya divariasi 0 - 1000 W/m2. Hasil penelitian menunjukkan konduktivitas lapisan MoS2 di atas SiO2 dipengaruhi oleh konsentrasi serbuk MoS2 yang dimodifikasi, konsentrasi NaOH yang digunakan, dan konduktivitas SiO2. Peningkatan konsentrasi MoS2 menyebabkan konduktivitas lapisan di atas SiO2 semakin besar. Sebaliknya, peningkatan konsentrasi NaOH menyebabkan penurunan konduktivitas lapisan MoS2. Adanya perbedaan konduktivitas SiO2 yang digunakan menyebabkan konduktivitas lapisan MoS2 yang dieksfoliasi dengan NaOH menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan proses eksfoliasi tanpa NaOH. Selain itu, efek cahaya mengakibatkan konduktivitas lapisan MoS2 semakin tinggi. Kata kunci: Serbuk, MoS2, eksfoliasi fasa cair, flakes, lapisan, ketebalan, konduktivitas. Abstract MoS2 has a potential to be applied in flexible electronics and optoelectronic devices. In this study, MoS2 powder was modified using liquid phase exfoliation method in which the MoS2 powder diluted in NMP solvent is ultrasonicated for 60 hours and centrifuged for 30 minutes with a 2000 rpm rotational speed. We studied the effect of MoS2 and NaOH variation on the properties of the obtained flakes. The flakes thickness characterization is performed by depositing the MoS2 flakes onto a glass substrate and measuring the transmission of visible light which passed through the deposited sample. The results showed that the average thickness of MoS2 layers vary from 3 to 14 nm when the concentration of MoS2 are varied from 1 - 3 mg/ml without NaOH. The addition of NaOH reduces the layer thickness. Modification process of 2 mg/ml MoS2 with 1 mg/ml NaOH produces the average thickness of about 7 nm. This value is smaller compared to the one modified without NaOH which has an average layer thickness of about 10 nm. To study the optoelectronic properties, the MoS2 flakes were deposited on SiO2 substrate. The current was measured when the voltage was varied from -3 V to 3 V and light intensity is modified from 0 - 1000 W/m2. It is found that the conductivity of MoS2 layer on SiO2 was affected by the concentration of MoS2 powders, the concentration of NaOH, and SiO2 substrate conductivity. The increasing of MoS2 concentration increases the MoS2 layer conductivity. Whereas, the increasing of NaOH concentration decreases the conductivity of MoS2 layer. The difference of SiO2 substrate conductivity used in this experiment causes incorrect result, in which the conductivity of MoS2 exfoliated with NaOH has higher conductivity than the one exfoliated without NaOH. Furthermore, the increasing of light intensity increases the conductivity of MoS2 layer. Keywords: powder, MoS2, liquid phase exfoliation, flakes, layer, thickness, conductivity
Perancangan Perbaikan Area Kerja Penggilingan Di Ptpn Viii Ciater Untuk Mengurangi Waste Motion Menggunakan Metode 5s Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Hadiyan Fathur Rahman; Dida Diah Damayanti; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PTPN VIII Ciater merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada produksi pangan, yaitu teh. PTPN merupakan perusahaan teh terbesar di Indonesia. Hasil produksi dari perusahaan ini berupa teh hitam orthodoks. Pada tahun 2011 hingga 2015 perusahaan tidak dapat memproduksi memenuhi target diakibatkan terdapat masalah yaitu pemborosan yang dapat mempengaruhi produktivitas. Setelah dilakukan pencarian waste dengan menggunakan waste checklist, ditemukan waste terbesar pada area penggilingan adalah waste motion yaitu sebesar 66%, sehingga menimbulkan lead time yang panjang sebesar 11650,967 detik dengan NVA sebesar 11,04%. Berdasarkan masalah waste motion yang ada, maka dilakukan usulan perbaikan untuk mengurangi waste motion dengan menggunakan pendekatan lean manufacturing. Langkah awal yang dilakukan yaitu mengumpulkan data. Kemudian data tersebut diolah dan dilakukan pemetaan aliran material dan informasi menggunakan VSM dan PAM. Setelah itu dicari penyebab masalah waste motion dengan menggunakan fishbone diagram dan mencari akar masalah menggunakan 5 Why’s. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dilakukan tahap perancangan usulan yaitu dengan mengimplementasikan 5S, perancangan alat bantu dan redesign produk untuk mengeliminasi waste motion yang ada sehingga dapat menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai tambah. Dari perancangan usulan tersebut didapatkan lead time yang lebih singkat sebesar 10385,200 detik dengan penurunan non-value added sebesar 0,19% dan value added sebesar 69,52%. Kata kunci : PTPN, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Waste Motion, Lean Manufacturing, 5S
Perancangan Sistem Penggajian Berbasis Teknologi Informasi Pada Pt. Trengginas Jaya Sejalan Dengan Klausul 7.1.3 Iso 9001:2015 Farhan Naufal Prayoga; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sesuai dengan visi yang dimiliki oleh PT.Trengginas Jaya yaitu “Menjadi perusahaan penyedia jasa outsourcing, trading dan properti yang profesional dan unggul dalam kualitas produk dan layanan, guna meningkatkan kepuasan pelanggan.” maka perusahaan harus terus berkembang untuk dapat menjadi perusahaan yang profesional dan terus mendapatkan kepercayaan dari pelanggan, salah satunya dengan menerapkan ISO 9001:2015. Saat ini PT. Trengginas Jaya masih melakukan proses penggajian secara manual. Dimulai dari proses menentukan gaji karyawannya dengan melakukan input secara manual dan menghitung gaji karyawan menggunakan excel. Proses ini membutuhkan ketelitian dan memakan waktu yang banyak. Untuk mengefisiensikan proses penggajian yang ada, maka penelitian ini berfokus pada perancangan sistem penggajian berbasis teknologi informasi yang sejalan dengan ISO 9001:2015 klausul 7.1.3. Perancangan sistem penggajian ini dibuat dengan perbaikan proses bisnis penggajian dengan menggunakan metode business process improvement. Dimana pada metode ini menggunakan streamlining atau penyederhanaan proses untuk menentukan aktivitas didalam proses bisnis penggajian yang harus disederhanakan. Setelah melakukan proses streamlining, dilakukan proses merancang sistem penggajian dengan menggunakan metode system development life cycle (SDLC). Pada penelitian ini menghasilkan sistem penggajian baru yang terdapat proses bisnis usulan dan aplikasi pengelolaan gaji. Kata kunci: ISO 9001:2015, Sistem Penggajian, Business Process Improvement, Streamlining, System Development Life Cycle Abstract In accordance with the vision of PT.Trengginas Jaya is "Being a professional outsourcing, trading and property service provider and superior in quality of products and services, in order to increase customer satisfaction", the company must continue to grow to become a professional and gain trust from customers, one of them by implementing ISO 9001: 2015. Currently PT. Trengginas Jaya still performs the payroll process manually. Starting from the process of determining the salaries of employees by inputting manually and calculate employee salaries using excel. This process requires considerable and time consuming. To streamline existing payroll processes, this study focuses on designing an information technology-based payroll system in line with ISO 9001: 2015 clause 7.1.3. The design of this payroll system is made by improving the payroll business process using the business process improvement method. Where in this method using streamlining or simplification process to determine the activities within the payroll business process that should be simplified. After doing the process of streamlining, the process of designing the payroll system using system life cycle (SDLC) method. In this study produced a new payroll system that contained a proposed business process and salary management application. Keywords: ISO 9001:2015, Payroll System, Business Process Improvement, Streamlining, System Development Life Cycle.
Perancangan Dan Implementasi Compressive Sensing Untuk Sistem Audio Watermarking Dengan Metode Kombinasi Discrete Cosine Transform Dan Discrete Wavelet Transform Marissa Kezia Maghein; Gelar Budiman; Irma Safitri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat sebuah teknik pensinyalan yang mampu menyisipkan informasi dalam sebuah data audio sebagai bentuk perlindungan hak cipta dan otentikasi konten yaitu teknik audio watermarking. Dalam kasus ini , input watermark akan diproses mengabungkan teknik Compressive Sensing dan pada input audio host akan diproses dengan menggabungkan metode Discrete Cosine Tranfrom dan Discrete Wavelet Transform. Proses penyisipan watermark ke dalam audio menggunakan teknik Quantization Index Modulation.Hasil dari audio watermark akan diuji hasilnya berdasarakan parameter performansi sistem ODG ,SNR , dan kapasitas watermark. Setelah melewati proses penyisipan , audio watermark akan diberi serangan dan melewati proses ekstrak untuk mendapatkan watermark yang akan diukur hasilnya mengunakan parameter performansi sistem BER. Pada tugas akhir ini , proses framing pada input audio dibedakan untuk diteliti hasilnya. Sehingga , pada penelitiaan ini , parameter input audio yang mendapatkan hasil terbaik pada sistem audio watermarking dengan proses framing pada input audio setelah proses DWT,, panjang frame 32 pixels , jumlah bit kuantisasi 8 bits, dan level dekomposisi wavelet 1, throughput 0.1 , dan kedalaman bit 16 yang setelah dilakukan proses dengan serangan pengolahan sinyal dapat bertahan terhadap serangan low past filter , band past filter , noise , speed change dan MP3 compression.Kata kunci : Audio Watermarking , Compressive Sensing , DCT , DWT , QIM
Analisis Dan Perancangan Enterprise Architecture Pada Balai Penyedia Dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi Dan Informatika (bp3ti) Pada Fungsi Penyediaan Ekosistem Dengan Menggunakan Togaf Adm Mohammad Fadhel Irawan; Irfan Darmawan; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) merupakan badan di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Republik Indonesia dan merupakan sebuah instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum memiliki fungsi yakni pengelolaan infrastruktur, serta penyediaan infrastruktur. Belum sesuainya solusi aplikasi eksisting dengan kebutuhan bisnis, serta Implementasi dan kebutuhan Teknologi Informasi yang belum merata di seluruh Indonesia, sehingga perlu adanya perancangan enterprise architecture dan perancangan IT Roadmap demi mencapai tujuan pemerataan kebutuhan teknologi informasi dan implementasinya di seluruh Indonesia. Penelitian ini berjudul “Enterprise Architecture Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) pada Fungsi Penyediaan Ekosistem dengan Menggunakan TOGAF ADM”. Dalam menyusun penelitian tugas akhir ini, maka penulis melakukan observasi yang menghasilkan blueprint dan IT Roadmap dari hasil penelitian dengan melewati fase – fase yang ada di TOGAF ADM. Kata kunci: Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Fungsi Penyediaan Ekosistem, Enterprise Architecture (EA), TOGAF ADM, Abstract ICT – Universal Service Obligation Agency (BP3TI) is a goverment institution under the Ministry of Communication and Information Technology of Republic of Indonesia, and a goverment institution applying finncial management of Public Service Agency has function that is management of infrastructure and supply of infrastructure. Due to Business process and application solutions are not synchron, and implementation technology needs are not evenly distributed throughout Indonesia. Thus, this need to implement enterprise architecture and IT Roadmap design in order to achieve the goal of equity of information technology eeds and its implementation throughout Indonesia. This research titled “Enterprise Architecture ICT – Universal Service Obligation Agency (BP3TI) On Ecosystem Function Using TOGAF ADM”. In preparing this research, then author conducted observation in BP3TI will produce blueprint from the result with by passing the phases in TOGAF ADM. Keywords: ICT – Universal Service Obligation Agency (BP3TI), Ecosystem Function, Enterprise Architecture (EA), TOGAF ADM

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue