cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Analisa Perbandingan Performasi Routing Spray And Wait Dengan Bubble Rap Pada Delay Tolerant Network Untuk Wilayah Perkotaan I Gede Adysurya; Leanna Vidya; Nyoman Bogi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi komunikasi saat ini, keterbatasan pengembangan infrastruktur merupakan salah satu penghargaan di perkotaan, dan pengembangan Delay Tolerant Network (DTN) diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur jaringan yang tersedia. Dalam penelitian ini, saya membandingkan kinerja antara Spray dan Wait routing dan Bubble Rap routing diimplementasikan di daerah perkotaan dengan menganalisis Probabilitas Pengiriman, Latensi RataRata, dan Overhead Ratio yang menggunakan parameter uji pergerakan node dengan Shortest Path Map Based Movement, jumlah node yang tersedia pada jaringan, tersedia kapasitas buffer dan durasi simulasi. Kata kunci : DTN, Spray And Wait, Bubble Rap Abstract Along with the rapid development of communication technology at present, the limitations of infrastructure development are one of the rewards in urban areas, and the development of Delay Tolerant Network (DTN) is expected to be one solution to overcome the limited network infrastructure available. In this research, I comparing performance between Spray and Wait routing and Bubble Rap routing implemented in urban areas by analyzing Delivery Probability, Average Latency, and Overhead Ratio which uses the node movement test parameters with Shortest Path Map Based Movement, the number of nodes available on the network, available buffer capacity and duration of simulation. Keywords: DTN, Spray And Wait, Bubble Rap
Implementasi Sistem Catu Daya Dispenser Air Minum Dengan Panel Surya Dandi Malik Abdulloh; Ekki Kurniawan; Agung Surya Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini berpengaruh pada kebutuhan konsumsi energi listrik yang semakin meningkat. kita harus menghemat energi listrik karena sekarang ini sudah semakin menipis (energi listrik PLN). Sangat diperlukan sumber energi alternatif terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik saat ini, salah satunya menggunakan energi matahari. Sel surya yang berfungsi untuk mengonversi cahaya matahari menjadi energi listrik. Perangkat ini menggunakan sistem three-tier. Pertama, terdiri dari panel surya yang berfungsi sebagai pengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Kedua, ada baterai yang menyimpan semua energi yang diambil panel surya dari cahaya matahari. Ketiga adalah inverter yang berfungsi untuk mengubah arus listrik dari tegangan DC ke AC. Hasil dari percobaan yang saya lakukan mendapatkan hasil yaitu bisa mengalirkan arus sebesar ± 0.81A, Tegangan ± 223V, dan daya sebesar ± 180W menggunakan trafo 7,5A. Baterai yang di pakai 12v 32Ah kuat untuk menyalakan dispenser 350w dengan durasi 1 jam 18 menit. Suhu maksimal dari dispenser ini ± 72ºC setelah itu heater mati, lalu heater akan nyala kembali setelah suhu mencapai ± 67ºC. Kata Kunci: Energi Terbarukan, Panel Surya, Baterai, Inverter, Cahaya Matahari, Pembangkit Listrik
Studi Karakteristik Pengaruh Orientasi Objek Logam Dan Kayu Dalam Plastisin Dengan Menggunakan Sensor Induksi Medan Magnet Rassyid Dikryl Hakim; Dudi Darmawan; FATAHAH DWI Ridhani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Non-Destructive Test merupakan metode pengujian pada material, struktur atau komponen untuk mendapatkan karakteristiknya tanpa harus merusak material tersebut. Pada pengujian ini dibuat sensor induksi medan magnet yang terdiri dari 2 koil yaitu koil transmitter dan koil receiver, yang dimana koil transmitter sebagai koil penerima dan koil receiver sebagai koil pemancar. Adanya eksitasi sinyal sinus pada koil pemancar (transmitter) menimbulkan medan magnet yang berubah-ubah sehingga menimbulkan gaya gerak listrik (ggl) induksi pada koil penerima (receiver). Pada pengujian ini koil transmitter dan koil receiver dibuat berupa solenoida menggunakan kawat dengan diameter 0.8 mm, jumlah dan panjang lilitan masing-masing 50 dan 48 mm. Dengan menggunakan LCR meter dapat diperoleh induktansi koil transmitter adalah 70.1 uH dan koil receiver adalah 69.1 uH. Pada sistem koil ini dengan menggunakan input 5 volt dan jarak antar koil 11 cm dapat membedakan dalam kondisi ada objek dan tidak ada objek, dan juga dapat membedakan dalam kondisi orientasi objek berbeda-beda, maupun itu vertikal, horizontal, dan diagonal. Kata kunci : koil, induksi medan magnet, orientasi Abstract Non-Destructive Test is a method of testing materials, structures, or components to obtain its characteristic without having to damage the materials. In this test, A magnetic field induction sensor is made which consist of two coils, which is transmitter coil and receiver coil. Transmitter coil acts as a transmitter and receiver coil acts as a receiver. Sine signal excitation on the transmitter coil causes a varying magnetic field which causes electromotive force induction on receiver transmitter. In this test, Transmitter coil and receiver coil are made in the form of a solenoid using wire with a diameter of 0.8 mm. The winding amount and length are 50 and 48 mm respectively. By using LCR meter, obtained value of transmitter coil induction is 70.1 uH and receiver coil induction is 69.1 uH. This coils system, which use 5 volts as the input and 11 cm as the distance between coils, can distinguished the presence or absence of an object and also different object orientation, as well as vertical, horizontal, or even diagonal. Keywords:coils, magnetic field induction, orientation
Analisis Simulasi Extended Kalman Filter Pada Mobile Robot Navigation Menggunakan Laser Adlirrahaman Hasfi Aji; Agung Nugroho Jati; Casi Setianingsih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan Mobile Robot Navigation berkembang sangat cepat yang mana sekarang sudah diterapkan mobil tanpa pengemudi dengan mendeteksi objek yang akurat sehingga meminimalisir tabrakan. Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) merupakan suatu teknik yang digunakan oleh mobile robot untuk membangun peta dari daerah yang sedang dijelajahi, dimana daerah tersebut tidak diketahui bentuk medan sebelumnya. Pada Jurnal ini, disimulasikan dan dianalisa algoritme Extended Kalman Filter(EKF), yang berfungsi untuk memperkirakan peta lingkungan dan memperkirakan posisi robot relatif terhadap lingkungannya, pada robot turtlebot. Simulasi dilakukan pada simulator Gazebo. Operating system pada robot ini menggunakan ROS (Robot Operating System). Dengan memanfaatkan ROS (Robot Operating System) sebagai basisnya, operating system ini bertugas sebagai system navigasi robot yang memetakan secara real time dan menggerakkan robot sekaligus melakukan pemetaan lingkungan robot dan memperkirakan posisi robot terhadap lingkungan. Kata kunci : SLAM, EKFSLAM , Turtlebot, Gazebo,ROS Abstract The development of Mobile Robot Navigation developed very rapidly, which now has been implemented cars without driver by detecting accurate objects so as to minimize collisions. Simultaneous Localization and Mapping (SLAM) is one of the areas of research in the field of robotics and artificial intelligence. SLAM is used by Mobile Robots to build maps of areas that are being explored,where the area is not known beforehand. In this Paper simulation and analyze EKFSLAM algorithm, which is used to estimate the environmental map and estimate the position of the robot relative to its environment, on Turtlebot. Simulations performed on Gazebo simulator. The operating system on the robot using Robot Operating System (ROS). By utilizing ROS as a basis, the operating system functions as a robot navigation system that maps in real time and drive the robot and conduct environmental mapping and estimate the position of the robot on the environment. Keywords: SLAM, EKFSLAM, Turtlebot, Gazebo, ROS
Deteksi Suara Manusia Dalam Keadaan Emosi Dengan Menggunakan Linear Predictive Coding (lpc) Dengan Klasifikasi Coarse To Fine Search (cfs) Berbasis Pengolahan Data Isnaeny Rahmawanthi; Jangkung Raharjo; Angga Rusdinar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Informasi paralinguistik mengacu kepada pesan tersirat yang terkandung di dalam ucapan, seperti emosi dari pengucap. Emosi yang akan diidentifikasi pada penelitian ini adalah senang, sedih, marah, jijik, dan netral. Emosi tersebut biasa disebut archetypal emosi. Sinyal suara direpresentasikan dengan beberapa ciri, yaitu: fitur Linear Predictive Coding (LPC), turunan orde pertama koefisien spektral, fundamental frekuensi, dan energi. Performa dari sistem akan diukur berdasarkan akurasi dalam ketepatan deteksi emosi. Dalam tugas akhir ini melalui analisis frekuensi suara manusia tersebut, dapat diteliti suara seseorang termasuk level normal, berisiko atau tinggi. Metode klasifikasi yang digunakan adalah metode Coarse-to-Fine Search (CFS). Pemilihan metode tersebut ditujukan untuk membagi data suara manusia menjadi beberapa kelas berdasarkan polanya dan mengklasifikasikannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi suara emosi manusia melihat dari parameter yang dicari akurasi dan optimasi yang terbaik pada sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa akurasi tertinggi yang didapatkan adalah 75% dengan menggunakan 6 feature LPC yaitu, mean, standar deviasi, skewness, variance, kurtosis, dan entropy dari 36 data latih dan 8 data uji. Parameter terbaik yang didapatkan adalah 13 panjang matriks maksimum pada klasifikasi dengan 20 fungsi kendala dan 5 jumlah individu dengan perulangan N+1, di mana N merupakan jumlah perulangan yang telah ditetapkan pada sistem untuk mengetahui titik konvergen. Kata Kunci: Linear Predictive Coding (LPC), Coarse-to-Fine Search (CFS), Emosi. Abstract Paralinguistic information refers to the implied message contained in speech, like the emotion of the speaker. Emotions that will be identified in this study are happy, sad, angry, disgusted, and neutral. Emotions are usually called archetypal emotions. Sound signals are represented by several characteristics, namely: the Linear Predictive Coding (LPC) feature, the first-order derivative of the spectral coefficient, fundamental frequency, and energy. The performance of the system will be measured based on accuracy in the accuracy of emotional detection. In this final project, through the analysis of human voice frequency, a person's voice can be examined, including normal, risky or high levels. The classification method used is the Coarse-to-Fine Search (CFS) method. The choice of the method is intended to divide human voice data into several classes based on their patterns and classify them. The purpose of this study was to detect the sound of human emotions seeing from the parameters sought the best accuracy and optimization on the system. The test results showed that the highest accuracy obtained was 75\% using 6 LPC features, namely, mean, standard deviation, skewness, variance, kurtosis, and entropy from 36 training data and 8 test data. The best parameters obtained are 13 maximum matrix lengths in classification with 20 constraint functions and 5 number of individuals with loop N + 1, where N is the number of repetitions that have been set in the system to find out the convergent point. Keyword: Linear Predictive Coding (LPC), Coarse-to-Fine Search (CFS), Emotion.
Pengembangan Modul Server Dan Manager Pada Sistem Parkir Pintar Berbasis Quick Response Code ( Qr Code ) Muhammad fadhil; Purba Daru Kusuma; Iwan Iwut Tritoasmoro
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemacetan adalah situasi atau keadaan lalu lintas yang disebabkan oleh ketidakseimbangan jumlah kendaraan dengan kapasitas jalan. Kemacetan yang tidak seimbang menyebabkan banyak kehilangan waktu dan antrian kendaraan meningkat. Saat ini sudah banyak sistem parkir yang menerapkan sistem parkir otomatis yang terhubung dengan basis data sebagai bagian dari keamanan sistem parkir. Sistem parkir menggunakan Quick Response Code ( QR Code ) merupakan pengembangan barcode yang awal nya digunakan untuk tujuan komersial, seiring dengan perkembangan QR Code digunakan untuk kepentingan umum. Dalam penelitian ini QR Code sebagai pendataan parkir dimulai dengan pemindaian QR Code pengguna aplikasi yang disesuaikan dengan QR Code yang terhubung didalam database. Dalam aplikasi parkir pintar yang diinstall dalam smartphone pengguna dapat mengetahui identitas pengguna, tempat parkir, jam parkir, dan biaya yang dihabisi pengguna aplikasi. Adanya sistem parkir pintar yang terintegrasi dengan database setelah melakukan penggunaan aplikasi memberikan keamanan dan kenyamanan pengguna aplikasi. Kata kunci : Database, QR Code, Sistem Parkir Abstract Congestion is a situation or traffic caused by an imbalance in the number of vehicles with road capacity. Unbalanced congestion cause a lot of time lost and the queue of vehicle increases. Currently there are many parking systems that implement automatic parking systems that are connected to the database as part of the parking system security. The parking system uses the Quick Response Code ( QR Code ) which is a bar code development that was initially used for commercial purpose, along with the development of the QR Code for public use. So in this study the QR Code as parking data begins with scanning the QR Code of the application users that is adjusted to the QR Code that is connected in the database. In the smart parking application installed on the smartphone, the user can find out the user’s identity, parking space, parking hours, and costs that have been finished by the application user. So that with the existence of a smart parking system that is integrated with the database after passing through the use of the application provides security and comfort for application users. Keyword : Database, QR Code, System Parking
Image Watermarking Berbasis Penginderaan Kompresif Menggunakan Spektral Tersebar Dan Transformasi Wavelet Rangga Wahyuning Gusty; Ida Wahidayah; Irma Safitri
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Watermarking bertujuan untuk melindungi hak cipta pada suatu karya dari hal-hal yang merugikan seperti pembajakan, penggandaan masal, dan lain-lain. CS (Compressive Sensing) bertentangan dengan kebijakan umum dalam akuisisi data yang digunakan untuk sampling berdasarkan teori Shannon pada metode tradisional. Dengan menggunakan teknik CS, sinyal dapat direkonstruksi dengan menggunakan sample yang jauh lebih sedikit dibandingkan pada metode tradisional. SS (Spread Spectrum) mengklaim dapat tahan terhadap beberapa serangan karena adanya penyebaran pada bit watermark yang memungkinkan bit asli pada citra watermark tidak terkena serangan. Proses embedding dan extraction pada penelitian ini dilakukan pendekatan DWT (Discrete Wavelet Transform) dan SS (Spread Spectrum). CS digunakan untuk menghilangkan ketidakefisienan saat pengumpulan data dengan mereduksi dimensi citra watermark. Sparsity pada citra watermark menggunakan metode DCT yang kemudian dilakukan pengukuran berdasarkan distribusi Gaussian. Selanjutnya watermark diletakkan pada koefisien citra host yang didapatkan dari hasil transformasi DWT dengan metode SS. Berdasarkan hasil pengukuran, citra watermark direkonstruksi dengan menggunakan BP yang tersedia dalam paket 𝑙1−𝑚𝑎𝑔𝑖𝑐. Hasil penelitian dari tugas akhir ini berupa aplikasi watermarking pada MATLAB. CS berbasis DWT menggunakan SS dapat meningkatkan robustness dilihat dari nilai BER 0% dengan menggunakan CS, dan BER 19,63% tanpa menggunakan CS, dengan nilai PSNR yang relatif sama karena bit watermark disisipkan berulang-ulang ke dalam citra host. Dalam ruang warna RGB dihasilkan PSNR yang lebih baik dibandingkan YCbCr, namun YCbCr lebih tahan terhadap serangan. Kata kunci : Image Watermarking, Compressive Sensing, Basis Pursuit, Discrete Consine Transform, Discrete Wavelet Transform, Spread Spectrum. ABSTRACT The purpose of watermarking method is to protect copyright from harmful things such as piracy, duplication, and others. CS (Compressive Sensing) replaces the general policy in data used for sampling based on Shannon’s theory of traditional mehods. Using CS techniques, signals can be reconstructed using fewer samples than traditional methods. SS (Spread Spectrum) claims that can robust some attacks because it has spread on the watermark bit that make the original bits on the watermark image not to be attacked. The process of embedding and extraction in this research was carried out on DWT (Discrete Wavelet Transform) and SS (Spread Spectrum). CS is used to eliminate inefficiencies when retrieving data by reducing the dimensions of a watermark image. DCT method is used for sparsity transform and then measured based on the Gaussian distribution. Then the watermark is placed on the host coefficient obtained from the DWT transformation results with the SS method. Based on the measurement results, the watermark image is reconstructed using BP in 𝑙1−𝑚𝑎𝑔𝑖𝑐 package. The results of this final project are watermark application in MATLAB. DWT-based CS using SS can increase robustness seen from the value of BER 0% using CS, and BER 19.63% without CS, with the PSNR value relatively the same because the watermark bit inserted repeatedly into the host image. In RGB color space has better PSNR value than YCbCr, but YCbCr is more robust to attacks. Keywords : Image Watermarking, Compressive Sensing, Basis Pursuit, Discrete Consine Transform, Discrete Wavelet Transform, Spread Spectrum
Pengaruh Teknik Clustering Harga Saham Dalam Manajemen Portofolio Mailia Putri Utamil; Deni Saepudin; Aniq Atiqi Rohmawati
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Manajemen portofolio merupakan proses yang dilakukan investor untuk mengukur pengurangan risiko dengan diversifikasi investasi dalam bentuk portofolio. Investor yang hendak menanamkan saham dalam bentuk format portofolio perlu mencari mana saja saham yang dapat memberikan risiko paling minimal dengan tingkat return tertentu. Model formal untuk menciptakan portofolio yang memberikan risiko minimal dengan return tertentu, dikembangkan oleh Harry Markowitz (1952), namun pada model Makowitz sering kali tidak terdiversifikasi secara baik, agar pemilihan saham terdiversifikasi dengan baik, maka ditambahkan teknik clustering. Saham yang terpilih merupakan hasil dari proses penerapan teknik clustering. Disini menerapkan metode K-means clustering dan Fuzzy C-means clustering. Untuk setiap saham dikelompokan berdasarkan kriteria yang sama. Dari setiap cluster (kelompok), dipilih satu yang terbaik menurut kriteria berdasarkan return mingguan yang paling maksimum. Lalu dilakukan perhitungan untuk menentukan tingkat return dan tingkat resiko dari setiap clusternya, dengan bantuan model mean variance portofolio. Proses ini disimulasikan, agar mudah dalam mendapatkan portofolio dengan risiko terendah pada return yang ditentukan dan untuk mengetahui kinerja dari setiap portofolio yang terbentuk, agar dapat membantu investor untuk memilih saham investasi yang menguntungkan. Kata Kunci: Manajemen Portofolio, Clustering, Model Markowitz, K-means, Fuzzy C-means, Mean Variance Abstract Portfolio management is a process carried out by investors to measure risk reduction by diversifying investments in the form of portfolio. Investors who want to invest in the form of a portfolio format need to find out which stocks can provide the least risk with a certain level of return. The formal model for creating portfolios that provide minimal risk with certain returns, was developed by Harry Markowitz (1952), but in the Makowitz model it is often not well diversified, so that stock selection is well diversified, clustering techniques are added. The selected shares are the result of the process of applying clustering techniques. Here apply the K-means clustering and Fuzzy C-means clustering method. For each share grouped according to the same criteria. From each cluster (group), the best one was chosen according to the criteria based on the maximum weekly return. Then do a calculation to determine the level of return and the level of risk of each cluster, with the help of the mean variance portfolio model. This process is simulated, so that it is easy to get the portfolio with the lowest risk on the specified return and to know the performance of each portfolio that is penetrated, so it can help investors to choose profitable investment stocks. Keywords: Portofolio Management, Clustering. Markowitz Model, K-means, Fuzzy C-means, Mean Variance
Pelapisan Titanium Dioksida Pada Plastik Sebagai Fotokatalis Untuk Mendegradasi Metilen Biru Wildan Bagus Firmansyah; Mamat Rokhmat; Edy Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Air limbah tekstil pada umummnya berwarna keruh dan berbahaya bagi lingkungan jika dibuang ke sembarang tempat. Oleh karena itu, air limbah tekstil harus dijernihkan atau di degradasi terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Pada penelitian ini air limbah tekstil dijernihkan dengan material TiO2 yang digunakan sebagai fotokatalis atau menggunakan bantuan cahaya. TiO2 yang digunakan di deposisi ke dalam plastik transparansi dengan menggunakan metode thermal coating. Pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 3 variasi methylene blue yang digunakan sebagai limbah cair serta penyinaran selama 40 jam . Pada variasi pertama yaitu 7,8125 mg/l di dapatkan hasil degradasi atau penurunan sebanyak 51%, sedangkan dua variasi lainnya yakni 31,25 mg/l dan 15,625 mg/l didapatkan hasil masing masing 9% dan 38%. Kata Kunci : TiO2, Fotokatalis , Degradasi, Methylene Blue, Limbah tekstil Abstract Textile waste water generally is dirty and dangerous for the environment if it is thrown away of anywhere. Therefore, textile waste water must be purified or degraded before being discharged into the environment. In this study textile waste water was purified with TiO2 material used as a photocatalyst or using light. TiO2 used in deposition into transparency plastic using thermal heating method. In this study, 3 variations of methylene blue were used as liquid waste and 40 hours of irradiation. In the first variation, which is 7,8125 mg/l of methylene blue, the results of degradation or decline are 51%, while the other two variations, 31,25 mg/l and 15,625 mg/l, are 9% and 38%. Keynote : TiO2, photocatalyst , Degradation , Methylene Blue, Textile Waste Water
Deteksi Posisi Dan Volume Citra Tersteganografi Menggunakan Metode Lsb, Dct, Dan Pembagian Blok Wijayaning Bawono; Iwan Iwut Tritoasmoro; Nur Andini
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berbagai jenis cara untuk berkomunikasi dapat dilakukan, salah satnya dengan menyembunyikan pesan ke dalam suatu objek lain. Hal itu dapat disebut sebagai dengan steganografi. Steganografi merupakan seni atau ilmu yang mempelajari proses dalam menyembunyikan suatu informasi ke dalam cover data yang berupa video, audio, citra. Steganografi dapat dikelompokan menjadi 2 jenis yaitu: blind steganografi dan non blind steganografi, penyalahgunaan steganografi sering terjadi, salah satunya digunakan untuk menyisipkan suatu pesan tertentu atas dasar tindak kriminal. Maka dari itu, diperlukan adanya steganalisis untuk mengontrol akan adanya penyalahgunaan steganografi. Steganalisis adalah teknik yang digunakan untuk mendeteksi dan menganalisa kemungkinan adanya data tersembunyi ke dalam cover data. Penelitian ini merancang sebuah arsitektur dari metode DCT (Discrete Cosine Transform) dan pembagian blok sebagai metode ekstraksi ciri , menggunakan PCA (Principal Component Analysis) sebagai pereduksi citra digital, K-NN (K-Nearest Neighbor) untuk proses klaisfikasi, dan metode Windowing untuk menentukan letak posisi dan volume pada citra tersteganografi, dan didapatkan akurasi sebesar 75% pada sistem steganalisis dan akurasi sebesar 72% pada deteksi posisi dan volume citra tersteganografi. Kata Kunci: Steganografi, Steganalisis, DCT, PCA, K-NN, Windowing Abstract Various types of ways to communicate can be done, one of them is by hiding the message into another object. That can be referred to as steganography. Steganography is an art or science that studies the process of hiding information into cover data in the form of video, audio, image. Steganography can be grouped into 2 types, namely: blind steganography and non-blind steganography, abuse of steganography often occurs, one of which is used to insert a particular message on the basis of a crime. Therefore, steganalysis is needed to control the existence of misuse of steganography. Steganalysis is a technique used to detect and analyze the possibility of hidden data in the data cover. This study designed an architecture from the DCT (Discrete Cosine Transform) method and blocking method as a feature extraction method, using PCA (Principal Component Analysis) as a digital image reduction, K-NN (K-Nearest Neighbor) for classification process, and Windowing method for determine the position and volume position of the echographic image, and obtained an accuracy of 75% on the steganalysis system and an accuracy of 60% on the detection of position and volume of images steganography. Keywords: Steganography, Steganalysis, DCT, PCA, K-NN, Windowing

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue