cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Perbandingan Kenyamanan Termal Dan Kualitas Udara Di Ruangan Ac Dan Tidak Ber – Ac Muhammad Alfi Sazali; Ery Djunaedy; M. Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kenyamanan ruangan merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan aktivitas ruangan. Untuk mewujudkan ruangan yang nyaman secara termal maka diperlukan sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning). Pada penelitian kali ini bertujuan untuk membandingkan kenyamanan termal pada Mengetahui perbandingan kenyaman termal dan kualitas udara pada ruangan yang menggunakan pengkondisi udara (Air Conditioner) dan tidak menggunakan alat pengkondisi udara (Air Conditioner). metode yang digunakan untuk menentukan kenyamanan termal bagi pengguna ruangan adalah metode PMV. PMV (Predicted Mean Vote) merupakan nilai rata-rata yang menggambarkan bagaimana sensasi termal yang dirasakan penghuni terhadap ruangan yang ditempatinya. Sedangkan pada kualitas udara dilakukan pengukuran dengan mengetahui kadar CO2 pada ruangan ber - AC dan tidak ber – AC. Penelitian ini melakukan pengukuran dan pengambilan data menggunakan alat ukur yang telah ditentukan dan dilakukan pada ruangan yang telah diidentifikasi dan klasifikasi. Data yang diambil meliputi data temperatur, kelembaban, kadar karbondioksida pada ruangan dan data survey dari setiap mahasiswa yang ada pada ruangan. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan hubungan yang signifikan dengan analisis regresi linier antara AMV dan PMV, dimana nilai PMV memiliki nilai 1 poin lebih besar dari nilai AMV. Hal ini menunjukan bahwa responden yang melakukan kegiatan pada ruangan-ruangan tersebut sudah terbiasa dengan kondisi ruangan dan mereka dapat mentolerir kondisi yang tergolong hangat jika dilihat pada standar. Dan diperoleh dari pengukuran CO2 pada ruangan ber – AC dan tidak ber – AC didapatkan bahwa bahwa ruangan ber – AC memiliki konsentrasi rata – rata CO2 sebesar 1076.54 ppm lebih tinggi dibandingkan ruangan yang tidak ber – AC memiliki konsentrasi sebesar 683.65 ppm. Kata kunci: Kenyamanan termal, kualitas udara, PMV, HVAC. Abstract Comfortable is an aspect that need be considered when carrying out activities in the room. HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) systems are needed to create a thermally comfortable room. This study aims to compare thermal comfort in knowing the ratio of thermal comfort and air quality in rooms using air conditioners and not using air conditioner. The method used to determine thermal comfort for room users is the PMV method. PMV (Predicted Mean Vote) is an average value that describes how the thermal sensation felt by residents to the room they occupy. While the air quality is measured by knowing the level of CO2 in the air-conditioned room and not airconditioned.This study measures and retrieves data using a predetermined measuring instrument and is carried out in the identified space and classification. The data taken included data on temperature, humidity, carbondioxide levels in the room and survey data of each student in the room.The results showed a significant relations that found with linear regression analysis between AMV and PMV, where the PMV value has a value of 1 point greater than the AMV value. This shows that respondents who do activities in the rooms are familiar with the condition of the room and they can tolerate conditions that are classified as warm when viewed in the standard. And obtained from the measurement of CO2 in air-conditioned and non-air-conditioned rooms found that the air-conditioned room has an average concentration of CO2 of 1076.54 ppm higher than the room that is not air-conditioned has a concentration of 683.65 ppm. Key word: Thermal comfort, air quality, PMV, HVAC
Alat Penyimpanan Vaksin Portabel Zuhal Sigit Rinaldi; Tri Ayodha Ajiwiguna; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Vaksin merupakan cairan dengan zat tertentu yang berfungsi untuk merangsang sistem imun tubuh untuk mempertahankan tubuh dari virus tertentu. Di Indonesia, proses pembuatan dan distribusi vaksin ini dikelola oleh kementerian kesehatan Republik Indonesia. Salah satu cara dalam pendistribusian vaksin ini dengan menggunakan kotak penyimpanan yang diberikan pendingin pada sisi dalam penyimpanan vaksin. Kotak penyimpanan yang dibuat merupakan kotak berbahan styrofoam dengan dimensi 50 × 40 × 32 cm dengan ketebalan 3 cm. Sistem pengambilan vaksin berada di atas kotak sedangkan bagian dalam digunakan sekat untuk membatasi antara sumber pendingin dengan kotak penyimpanan vaksin. Secara eksperimen untuk mendinginkan kotak selama 2 hari, diperoleh laju aliran kalor dari sistem yang sudah didesain adalah 8,4 watt. Dengan demikian, untuk mempertahankan sistem pada rentang suhu 2 – 8 oC diperlukan es batu sebesar 4 Kg sebagai sumber pendingin. Sedangkan secara perhitungan diperoleh laju aliran kalor sebesar 13,24 watt. Dengan demikian diperlukan es batu sebesar 6,3 kg sebagai sumber pendingin. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut digunakan es batu dengan massa 7,5 Kg. Hal ini terjadi karena perhitungan dilakukan dengan asumsi sistem terisolasi sempurna sedangkan realitanya masih ada pertukaran kalor. Selain itu, perhitungan laju aliran kalor dari arah atas dan bawah tidak diperhitungkan. Kata kunci : Vaksin, laju aliran kalor Abstract Vaccines are fluids with functions that can be used for certain viruses. In Indonesia, the process of making and distributing vaccines is regulated by the health ministry of the Republic of Indonesia. One way of distributing vaccines is by using the same storage box on the inside of storing vaccines. Storage boxes made into boxes made of styrofoam with dimensions of 50 × 40 × 32 cm with a thickness of 3 cm. The system uses a system to use to choose to hang as vaccine storage. It takes more than 2 days, obtained heat flow flow from the system that has been designed is 8.4 watts. Thus, to maintain the system in a temperature range of 2-8 oC, ice cubes of 4 Kg are needed as a source. While the speed produces a flow of heat of 13,24 watts. Thus an ice cube of 6,3 kg is needed as a source. However, to reach certain destinations ice cubes with a mass of 7.5 Kg. This happens because the calculation is done with a perfect system and in reality there is still a heat exchange. In addition, the flow velocity from the upper and lower directions is not taken into account . Keywords: Vaccine, heat flow flow
Sistem Catu Daya Penghasil Air Alkali Dengan Modul Solar Cell Aidatul Fauziah; Ekki Kurniawan; Mohamad Ramdhani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air alkali merupakan air yang bersifat basa, dimana manfaat yang ditimbulkan berdasarkan hasil penelitian yang ada yaitu saat mengkonsumsi air ini salah satunya adalah memperlancar sistem pencernaan. Adapun kendala untuk penghasil air ini terdapat pada mahalnya alat pembuatan air alkali serta belum adanya memanfaatkan energi matahari sebagai catu dayanya. Mengingat penggunaan energi terbarukan yang semakin berkembang saat ini, maka dari itu penulis melalakukan penelitian pembuatan air alkali dengan sistem catu daya menggunakan sollar cell. Komponen yang akan digunakan pada tugas akhir ini meliputi solar cell yang distabilkan menjadi 12 V sebagai sumber tegangan inverter dan rectifier, bejana elektrolisis, sensor pH, sensor tegangan yang dibubungkan dengan mikrokontroller serta relay untuk switch ke baterai 12 V yang akan dihubungkan dengan solar cell. Hasil dari tugas akhir ini menghasilkan pH air 8 – 9, daya 6.586 Watt dengan arus 28.89mA dan tegangan keluaran 227.85V menggunakan energi cahaya matahari.Kata Kunci : Catu Daya, Solar Cell, Air Alkali, pH
Rancang Bangun E-marketplace “dyland” Bagi Penyedia Jasa Event Organizer - Party Planner Menggunakan Metode Iterative Incremental (modul User Management) Studi Kasus Event Organizer Kota Bandung Rini Nur’aini; Rachmadita Andreswari; Faishal Mufied Al-Anshary
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berkembangnya bisnis dalam bidang party planner khususnya di daerah Bandung menjadi sebuah usaha berpeluang besar, karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap penyelenggaraan sebuah pesta seperti perayaan ulang tahun, memberi kejutan pesta kepada teman yang akan segera menikah (bridal shower), pesta perpisahan dan lain sebagainya. Masyarakat kota Bandung sudah banyak yang bergerak dibidang party planner ini. Hanya saja belum tersedia tempat untuk membantu mempermudah proses bisnis tersebut ditambah lagi dengan proses promosi yang masih terbilang kurang, sehingga membuat pembeli kesulitan ketika akan mencari tema pesta yang cocok. Adanya permasalahan tersebut, sebuah aplikasi website e-marketplace party planner akan membantu pembeli dan menjadi tempat berkumpulnya vendor party planner yang bertujuan mempermudah keduanya dalam mendapatkan informasi maupun memilih kebutuhan untuk acara yang akan diselenggarakan. Perancangan aplikasi ini menggunakan konsep e-marketplace, yang akan menjadi tempat melakukan kegiatan jual beli barang ataupun jasa dengan aspek Bussiness to Customer. Pada pengembangan aplikasi akan menggunakan metode iterative & incremental, dilakukan dalam beberapa phase yaitu insepsi, elaborasi, kontruksi dan transisi. Perancangan sistem dan analisis menggunakan UML dan pengembangan sistemnya menggunakan framework code igniter dengan bahasa pemrograman PHP. Aplikasi ini memberikan penawaran dan keuntungan bagi para vendor party panner dan pembeli berupa pendaftaran gratis dan kemudahan dalam berinteraksi antar pihak yang terkait. Kata kunci : Code Igniter, E-marketplace, Iterative & Incremental, Party Planner, Website Abstract The development of business in the field of party planner, especially in the area of Bandung, has become a big opportunity, because of the high public need for organizing a party such as a birthday celebration, giving a surprise party to friends who will get married soon (bridal shower), farewell party and so on. Many people in Bandung have been engaged in this party planner. It's just that there is no place to help simplify the business process coupled with the promotion process that is still fairly lacking, making buyers difficult when going to find a suitable party theme. With these problems, a website e-marketplace party planner application will help buyers and become a gathering place for party planner vendors that aim to make it easier for both to obtain information and choose the needs for the event to be held. The design of this application uses the concept of emarketplace, which will be a place to do buying and selling activities of goods or services with aspects of Business to Customer. In application development, it will use an iterative & incremental method, carried out in several phases, namely perception, elaboration, construction and transition. System design and analysis using UML and system development using a framework code igniter with the PHP programming language. This application provides offers and benefits for panner party vendors and buyers in the form of free registration and ease of interaction between related parties. Key word : Code Igniter, E-marketplace, Iterative & Incremental, Party Planner, Website
Membangun Synonym Set Untuk Wordnet Bahasa Inggris Menggunakan Metode Komutatif Sakinah Rahmi; Moch. Arif Bijaksana; Totok Suhardijanto
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Synonym Set merupakan satuan terkecil pada WordNet dan harus dibaangun terlebih dahulu sehingga dapat membuat relasi kata dan gloss pada WordNet. Synonym Set merupakan himpunan yang tersusun dari satu atau lebih kata yang memiliki makna sama sehingga dapat menggantikan satu sama lain. Pada penelitian ini dibangun synonym set bahasa Inggris menggunakan metode komutatif. Metode komutatif digunakan karena memiliki sifat yang sama dengan synonym set yang dapat menggantikan satu sama lain dalam penggunaannya. Dataset yang digunakan sebanyak 50 kata bahasa Inggris. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sistem yang dibangun dengan mengimplementasikan metode komutatif dapat menghasilkan keluaran synonym set program yang sesuai dan F1 score antara synonym set hasil program dan synonym set dari Princeton WordNet bernilai 30%. Kata kunci : WordNet, synonym set, metode komutatif, F1 Score Abstract Synonym Set is the smallest unit on WordNet and must be built first so that it can make word relations and gloss on WordNet. Synonym Set is a set composed of one or more words that have the same meaning so that they can replace one another. In this study a synonym set of English was built using the commutative method. Commutative methods are used because they have the same properties as synonym sets that can replace each other in their use. The dataset is used for 50 English words. Research conducted shows that a system built by implementing a commutative method can produce synonym sets of appropriate program sets and F1 scores between synonym sets and synonym set results from Princeton WordNet worth 30%. Keywords: WordNet, synonym set, commutative method, F1 score
Evaluation Of Dlx Microprocessor Instructions Efficiency For Image Compression Nimas Fatihah; Nyoman Karna; Raditiana Patmasari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Internet of things (IoT) nowadays uses a generic microprocessor, which is applicable for general purpose and produces many machine instructions. Likewise, IoT can also be integrated on ASIC (Applicationspecific integrated circuit) which is customized for partial use. ASIC is hardcoded, meaning that the program cannot be modified, therefore it tends to consume less power compared to generic microprocessor. This thesis considers a compression for an image of CCTV, which is using a microprocessor that is designed for a specific and general purposes as the compression. Compressing image is required to reduce the size of the original image. This thesis uses the Deluxe (DLX) microprocessor with a high performance to design an image compressor, and the machine instructions were determined with a specific algorithm. The compression uses Joint Photographic Experts Group (JPEG) format lossy compression, which is the most commonly used to compress multimedia data. The proposed compression method is Huffman Coding, coded in the assembly DLX programming language. DCT and Quantization are needed to be simulated in image processing tool to do the Huffman coding process. Then, the result data can be processed into Huffman. The result of this stage is by using Huffman Coding in the DLX microprocessor, it requires total of 11657 cycles executed by 8622 instructions. Thus, with such specific machine instructions, the performance of DLX microprocessor to execute Huffman Coding can be efficient. Keywords: IoT, DLX microprocessor, Huffman Coding, image compression, JPEG.
Implementasi Algoritma Modified K-nearest Neighbor (mknn) Untuk Klasifikasi Penyakit Kanker Payudara M Ikhsan Perdana Putra; Danang Triantoro Murdiansyah; Annisa Aditsania
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kanker payudara adalah salah satu penyakit mematikan di dunia.Menurut data WHO tahun 2013,penderita kanker payudara di dunia meningkat dari 12,7 juta kasus pada tahun 2008 menjadi 14,1 kasus juta pada tahun 2012.Sedangkan jumlah kematian meningkat dari 7,6 juta orang tahun 2008 menjadi 8,2 juta pada tahun 2012[1]. Dikarenakan semakin tinggi penyakit kanker payudara penting untuk mengetahui dan mencegah penyakit tersebut. Penelitian ini menggunakan data dari “UCI – Machine Learning Repository Breast Cancer Winconsin”. Data yang diklasifikasikan terbagi atas 2 kelas yaitu kanker payudara jinak dan kanker payudara ganas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengelompokkan penyakit tersebut termasuk kategori jinak atau ganas berdasarkan data yang ada. Penelitian ini menggunakan dataset breast cancer Wisconsin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah algoritma Modified K-Nearest Neighbor(MKNN). Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai K sangat mempengaruhi akurasi. Rata-rata akurasi cenderung menurun jika nilai K dinaikkan dan akurasi akan meningkat jika data latihnya dinaikkan. Hasil akurasi tertinggi pada pengujian ini sebesar 97.61 % dengan K=1 dan data latih 90%. Kata kunci : Kanker Payudara, Modified K-Nearest Neighbor(MKNN) Abstract Breast cancer is one of the deadliest diseases in the world. According to WHO data in 2013, breast cancer patients in the world increased from 12.7 million cases in 2008 to 14.1 million cases in 2012. While the number of deaths increased from 7.6 million people in 2008 became 8.2 million in 2012 [1]. Because the higher breast cancer is important to know and prevent the disease. This study uses data from "UCI - Machine Learning Repository Breast Cancer Wisconsin". Data classified are divided into 2 classes, namely benign breast cancer and malignant breast cancer. The purpose of this study is to classify the disease including benign or malignant categories based on existing data. This study uses the Wisconsin breast cancer dataset. The method used in this study is the Modified K-Nearest Neighbor (MKNN) algorithm. The test results show that the K value is very affect accuracy. Average accuracy tends to decrease if the value of K is increased and accuracy will increase if the training data is increased. The highest accuracy results in this test are 97.61% with K = 1 and training data 90%. . Keywords: breast cancer, Modified K-Nearest Neighbor(MKNN)
Penentuan Lokasi Chorus Pada Musik Mp3 Menggunakan Koefiesien Korelasi 2-d Pada Frame Berbasis Ciri Mel-frequency Cepstral Coeffisient (mfcc) Dine Octavia Kumalasari; Ledya Novamizanti; I Nyoman Apraz Ramatryana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada perkembangan teknologi yang semakin pesat ini, kebutuhan manusia dalam mempermudah pencarian informasi semakin bertambah, terutama di dunia hiburan seperti musik. Metode pencarian judul lagu dengan input suara senandung manusia atau humming membutuhkan pola nada pada bagian chorus dari sebuah lagu. Proses pemisahan chorus membutuhkan waktu yang lama jika dilakukan secara manual. Oleh karena itu sebuah metode untuk menentukan posisi chorus lalu memisahkannya secara otomatis merupakan solusi dari masalah tersebut. Pada penelitian ini diusulkan penggunaan metode Mel-Frequency Cepstral Coefficient (MFCC) pada frame sinyal audio dan menggunakan perhitungan koefisien korelasi 2-D untuk mendapatkan posisi chorus. Pertama-tama proses dimulai dengan memilih file MP3 dan selanjutnya didapatkan data sinyal audio. Kemudian dilakukan proses pemotongan sinyal audio menjadi potongan kecil yang disebut frame yang mana prosesini disebut prosesframing. Lalu pada setiap frame dilakukan proses transformasi MFCC untuk mendapatkan nilai koefisien MFCC. Koefisien MFCC disini merupakan ciri yang membedakan satu frame dengan frame yang lain. Proses terakhir adalah proses penentuan posisi chorus dengan menggunakan proses korelasi 2-D. Metode MFCC menghasilkan rata-rata ACC sebesar 94,5%. Waktu rata-rata proses untuk satu lagu adalah 0,24 detik pada ukuran frame 1 detik. Kata Kunci: Sinyal audio, chorus, mel-frequency cepstral coefficient (MFCC), koefisien korelasi 2-D. Abstract In this increasingly rapid technological development, human needs in facilitating information search are increasing, especially in the entertainment world such as music. The method of searching for song titles with humming sound input or humming requires the chorus pattern of a song. The chorus separation process takes a long time if done manually. Therefore a method for determining the position of the chorus and then separating it automatically is the solution to the problem. In this study it is proposed to use the Mel-Frequency Ceftient Coefficient (MFCC) method on the audio signal frame and use the 2-D correlation coefficient calculation to get the chorus position. First of all the process starts by selecting an MP3 file and then getting the audio signal data. Then the process of cutting the audio signal into small pieces is called the frame, which is called the framing process. Then in each frame the MFCC transformation process is carried out to obtain the MFCC coefficient value. The MFCC feature here is a feature that distinguishes one frame from another. The last process is the process of determining the position of the chorus using the 2-D correlation process. The success parameter of this simulation is the accuracy of the data.The ACC results with the MFCC method produced an average ACC of 94,5 %. The average processing time for one song is 0,24 seconds at 1 second frame size. Keywords: Audio signal, chorus, mel-frequency cepstral coefficient (MFCC), 2-D correlation coefficient.
Sistem Deteksi Nada Pada Alat Musik Angklung Menggunakan Metode Harmonic Product Spektrum Rachmat Hidayat Ashary; Raditiana Patmasari; Sofia Saidah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu alat musik tradisional yang banyak di jumpai di jawa barat adalah angklung. Angklung sendiri merupakan alat musik yang terbuat dari tabung-tabung bambu. Suara atau nada dihasilkan dari efek benturan tabung-tabung bambu dengan cara di goyangkan atau digetarkan. Suara yang dihasilkan berupa nada seperti do, re, mi, fa, sol, la, si, dan do tinggi. Cara memainkannya sangat mudah namun bagi pemula biasanya hanya dapat mendengar suara yang dihasilkan dan tidak mengetahui nadanya. Sehingga pada tugas akhir ini akan dibuat sistem yang dapat membantu bagi pemula dan dapat menjadi alternatif pembantu di sekolah musik untuk mengidentifikasi nada-nada pada angklung. Sistem yang digunakan pada tugas akhir ini menggunakan metode harmonic product spectrum yang berfungsi untuk melihat frekuensi dasar yang terdapat pada sinyal masukan. Sistem ini melalui dua tahap yaitu proses perekaman dan proses pengenalan nada. Pada proses perekaman dilakukan untuk membuat referensi atau sampel nada yang akan menjadi acuan untuk mengenali nada yang dimainkan dengan cara merekam nada angklung dan menyimpan filenya dalam bentuk *.waf. Sedangkan proses pengenalan nada yaitu proses secara langsung pada penginputan data yang akan melalui prepocessing, harmonic product spektrum dan klasifikasi KNN sehingga dapat mendeteksi dan mengenali nada yang sedang dimainkan. Sinyal masukan berasal dari suara yang dihasilkan angklung lalu diubah menjadi frekuensi dan di proses sehingga mendapatkan frekuensi dasar yang dikenali. Dari hasil pengujian menunjukkan akurasi terbaik pada kombinasi dua ciri statistik orde pertama variansiskewness, dan jenis KNN yang digunakan yaitu euclidean dengan jumlah K=1 dengan akurasi sebesar 88.78%. Dengan kata lain sistem deteksi nada alat musik angklung menggunakan metode harmonic product spectrum memperoleh hasil yang optimal. Kata kunci : Angklung, Prepocessing, Harmonic Product Spektrum.
Analisis Kinerja Load Balancing Menggunakan Algoritma Dynamic Ratio Pada Beban Tiga Web Server Ilham Reza Wijaya; Rendy Munadi; Hafidudin Hafidudin
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan aplikasi website berkembang dengan pesat. Hal ini membuat kebutuhan penggunaan akses suatu website meningkat. Dengan meningkatnya kebutuhan akan penggunaan suatu website maka membuat beban kerja server yang lebih pada suatu layanan web server, server menjadi tidak maksimal ketika permintaan dari pengguna meningkat, server akan terbebani karena harus melayani permintaan tersebut. Metode yang dapat membagi trafik ke beberapa server sehingga tidak terjadi penumpukan beban pada sebuah server disebut Load Balancing. Perancangan Load Balancing pada penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pada sistem dan mendistribusikan beban yang tersedia pada server. Pertimbangan pembagian beban dapat dilakukan dengan menggunakan informasi perangkat pada server yang terdiri dari CPU, memory dan disk. Pada penelitian ini menggunakan algoritma Dynamic Ratio dan sebagai pembandingnya menggunakan algoritma Round Robin. Pengujian Load Balancing tersebut menggunakan software yang bernama Httperf. Httperf dapat menampilkan nilai parameter yang dibutuhkan seperti Throughput, Response Time, Error dan CPU Utilization. Dari hasil pengujian menunjukan dengan menggunakan 3 server tidak terjadi overload pada server pada saat pengujian algoritma Dynamic Ratio maupun Round Robin. nilai rataan pada algoritma Dynamic Ratio sebesar 57.83 KB/s dan pada Round Robin sebesar 55.27 KB/s, nilai rataan Response Time pada agoritma Dynamic Ratio sebesar 2.64 detik dan Round Robin sebesar 2.67 detik, nilai Error pada algortima Dynamic Ratio sebesar 0.0% dan Round Robin sebesar 0.9% sedangkan nilai CPU Utilization pada algoritma Dynamic Ratio sebesar 93.5% dan algoritma Round Robin sebesar 93.0%. Nilai Fairness Index pada algoritma Dynamic Ratio tidak mencapai angka 1 sedangkan pada algoritma Round Robin dapat mencapai angka 1. Kata kunci: Load Balancing, Dynamic Ratio, Round Robin. ABSTRACT The development of website applications is growing rapidly. This makes the need for access to a website increases. With the increasing need for the use of a website then create more server workload on a web server service, the server becomes not maximal when the demand from users increases, the server will be burdened because it must serve the request. A method that can divide traffic to multiple servers so that no load buildup occurs on a server called Load Balancing. The design of Load Balancing in this study aims to improve performance on the system and distribute the load available on the server. Load sharing considerations can be done by using device information on a server consisting of CPU, memory and disk. In this study using the Dynamic Ratio algorithm and as a comparison using the Round Robin algorithm. Testing of Load Balancing uses software called Httperf. Httperf can display the required parameter values such as Throughput, Response Time, Error and CPU Utilization. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.1 April 2019 | Page 275 2 From the test results show that using 3 servers does not overload the server when testing the Dynamic Ratio and Round Robin algorithms. the average value of the Dynamic Ratio algorithm is 57.83 KB / s and Round Robin is 55.27 KB / s, the Response Time average value of the Dynamic Ratio algorithm is 2.64 seconds and Round Robin is 2.67 seconds, the value of Error in the Dynamic Ratio is 0.0% and Round Robin is 0.9% while the CPU Utilization value in the Dynamic Ratio algorithm is 93.5% and the Round Robin algorithm is 93.0%. The Fairness Index value in the Dynamic Ratio algorithm does not reach number 1 while in the Round Robin algorithm it can reach number 1. Keywords: Load Balancing, Dynamic Ratio, Round Robin.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue