cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Studi Penggunaan Bahan Alami Buah Kapulaga (amomum Compactum) Untuk Fabrikasi Elektroda Pada Elektrokimia Kapasitor Muhammad Awaludin Arsyad; Abrar Abrar; Indra Wahyudin Fathona
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kapasitor elektrokimia atau superkapasitor merupakan sebuah alat yang menjanjikan dalam penyimpanan energi listrik dengan kapasitansi dan densitas daya yang tinggi yaitu 5 kF[1]. Hal paling penting yang menyebabkan superkapasitor dapat menyimpan muatan adalah luas permukaan elektroda dan material bahan penyusun elektroda tersebut. Elektroda berpori yang memiliki permukaan spesifik yang besar menjadi perhatian yang serius dalam penelitian saat ini. Selain itu, unsur material dari penyusun elektroda tersebut juga menjadi aspek yang mempengaruhi kapasitansi. Mangan oksida merupakan material yang paling banyak digunakan dan paling banyak diteliti untuk menyusun elektroda superkapasitor karena memiliki nilai kapasitansi yang tinggi yaitu 265-320 F/g. Tumbuhan seperti elettaria cardamomum merupakan sumber dari bahan mangan yang dapat digunakan untuk membuat elektroda superkapasitor. Proses sederhana yang dilakukan seperti penumbukkan telah dilakukan pada bahan alami yang dipakai dan menghasilkan lapisan tipis elektroda dengan ketebalan yang berukuran mikrometer. Kemudian kinerja dari lapisan tipis elektroda tersebut dievaluasi menggunakan Cyclic Voltammetry dan didapatkan nilai kapasitansi spesifik maksimum 0.33 F/g. karakterisasi lapisan tipis elektroda menggunakan SEM dan EDS menunjukkan struktur morfologi permukaan tidak seragam ada yang halus dan ada yang kasar, kandungan Mn hanya 0.05 wt% dan kandungan terbanyak didominasi oleh C sebesar 45.76 wt%. Kata kunci : Superkapasitor, mangan, elektroda, kapasitansi Abstract Electrochemical capacitors or supercapacitors are a promising tool for storing electrical energy with high capacitance and power density of 5 kF. The most important thing causes a supercapacitor able to store charge is the electrode surface area and the material that form the electrode. Porous electrodes that have large specific surface are in serious concern on research nowadays. In addition, the material elements of those electrode constituents are also an aspect that affects the capacitance. Manganese Oxide is the most widely used and studied to form supercapacitor electrodes because it has high capacitance of 265-320 F/g. Plants such as elettaria cardamomum are sources of manganese which can be used to make supercapacitor electrodes. Simple processes has been done such as mashing on the natural materials that is used and produces thin layer of electrodes in micrometers thicknesses. Then, the performance of those thin layer of electrodes is evaluated using Cyclic Voltammetry and obtained maximum capacitance is 0.33 F/g. Characterization of thin electrode layers using SEM and EDS showed that the surface structure of the morphology was not uniform, there was a smooth one and rough one, the content of Mn was only 0.05 wt% and the highest content was dominated by C with 45.76 wt%. Keynote : Supercapacitor, manganese, electrode, capacitance.
Analisis Performansi Sistem Pendeteksi Katarak Menggunakan Dct (discrete Cosine Transform) Dan Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation (jst Backpropagation) Herdian Anantya Risma; Raditiana Patmasari; Rita Magdalena
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring berkembangnya teknologi saat ini, kita dapat memanfaatkan pengolahan citra digital sebagai cara untuk mendeteksi penyakit katarak. Pada pengolahan citra digital ini, akan dilakukan pengenalan suatu objek yang dapat dilakukan dengan mengenali algoritma tertentu. Pada tugas akhir ini menggunakan pengolahan citra digital untuk mempercepat proses identifikasi penyakit katarak. Pada identifikasi ini akan menggunakan metode DCT (Discrete Cosine Transform). Metode ini merupakan suatu metode yang akan digunakan dalam proses pemampatan file citra, yaitu untuk mentransformasikan sebuah matriks citra dengan representasi lain serta dapat digunakan di daerah pengolahan digital untuk keperluan pengenalan pola. Kemudian menggunakan Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation (JST Backpropagation) sebagai pengklasifikasi citra uji. Hasil yang di peroleh adalah berupa sebuah simulasi perangkat lunak operasi matriks yang dapat digunakan untuk mengetahui dan mengklasifikasi mata katarak dengan akurasi sebesar 86,67% dengan waktu komputasi terbaik 3,666 detik menggunakan jumlah data latih dan data uji masing-masing 45 buah data, parameter orde satu standard deviation dan entropy, blok size DCT 5, saat epoch bernilai 1000, learning rate bernilai 1, dan hidden layer bernilai 5. Kata Kunci : DCT, JST Backpropagation, Katarak Abstract As technology develops today, we can utilize digital image processing as a way to detect cataract disease. In this digital image processing, we will do the introduction of an object that can be done by recognizing a particular algorithm. In this final project the research will use digital image processing to speed up the process of identification of cataract disease. This identification will use the DCT (Discrete Cosine Transform) method. This method is a method that will be used in image file compression process, that is to transform an image matrix with another representation and can be used in digital processing area for pattern recognition purposes. Then using Backpropagation Neural Network (JST Backpropagation) as the classifier of test image. The result obtained are a simulation of matrix operating software that can be used to know and classify cataract eyes with an accuracy of 86,67% with the best computation time 3,666 seconds using the amount of training data and test data for each of 45 pieces, the first orde parameter standard deviation and entropy, DCT size 5 block, when epoch is 1000, the learning rate is 1, and hidden layer is 5. Keywords : DCT, JST Backpropagation, Cataract
Estimasi Bobot Sapi Berdasarkan Registrasi Citra Digital Dengan Metode Fraktal Dan Klasifikasi K-nearest Neighbor Cattle Weight Estimation Based On Digital Image Registration With Fractal Method And K-nearest Neighbor Classification Utari Hustita Dewi; Bambang Hidayat; Endang Yuni
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSapi adalah hewan ternak anggota suku Bovidae dan anak suku Bovinae[1]. Sapi dipelihara sebagai sumber daging, tenaga kerja, dan dimanfaatkan susunya. Karena banyak kegunaan ini, sapi telah menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia sejak lama yang akhirnya dijadikan sebagai ladang untuk berbisnis.Bobot sapi merupakan indikator yang sangat penting sebagai penilaian produktivitas dan untuk mengetahui keberhasilan bisnis ternak sapi[2]. Salah satu cara untuk mengetahui bobot sapi dengan menggunakan timbangan ternak. Namun, timbangan ternak dinilai masih kurang efisien, untuk membantu memberikan cara yang lebih praktis dan efisien, pemasalahan diatas dapat diatasi dengan mengestimasi bobot sapi dengan konsep registrasi citra digital. Metode yang digunakan adalah metode fraktal untuk memisahkan citra sapi dengan latar belakang dan objek-objek pengganggu. Hasilnya ditemukan ciri berupa lebar dada dan panjang badan sapi yang digunakan dalam perhitungan dan proses klasifikasi. Klasifikasi yang digunakan pada penelitian ini adalah K-Nearest Negihbor (KNN). Sistem yang telah dirancang dalam program aplikasi estimasi bobot sapi memerlukan input berupa citra atau gambar sapi dan menghasilkan output berupa bobot beserta klasifikasi sapi berdasarkan bobot karkas yang diperoleh.Program aplikasi yang diimplementasikan untuk mengestimasi bobot sapi, dirancang dalam software Matlab dan ditampilkan dalam bentuk GUI (Graphic User Interface). Kolaborasi dari metode fraktal dan klasifikasi K-Nearest Neighbordapat menghasilkan suatu sistem yang memiliki akurasi estimasi bobot sapi sebesar 79,11% dan akurasi klasifikasi sebesar 85,71% dengan waktu komputasi 0,316detik.Kata kunci:Bobot Sapi, Registrasi Citra Digital, Fraktal, K-Nearest Neighbor.AbstractBeef cattle are livestock members of the Bovidae tribe and Bovinae tribe children [1]. Cattle weight is a very important indicator as a consideration of productivity and to determine the success of cattle business [2]. One of many ways to find out the cattle weight is by using cattle scales. The problem can be solved by estimating the cattleweight by using the concept of digital image registration. The method used to separate the image of a cow with a background and disturbing objects is called fractal method. The result had shown the characteristics of the chest width and length of the cow body which was used in the calculation and classification process. The classification used in this study is K-Nearest Negihbor (KNN). The system has been designed in the application program to calculate the cattle weight demands input in the form of images or images of cows and produces output in the form of weights and also cows classification based on the obtained cows weight. The application program which is implemented to estimate cattle weight was designed in Matlab software and shown by a GUI (Graphic User Interface). Collaboration from fractal method and K-Nearest Neighborclassification can produced a system which has the highest value of 79.11% and classification accuracy of 85.71% with a computing time of 0.316seconds.Key words : Cattle Weight, Digital Image Registration, Fractal, K-Nearest Neighbor
Pengembangan Motif Karang Jenis Coeloseris Mayeri Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Dengan Metode Lindenmayer System (l-system Andri Liem; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam pengembangannya batik memiliki begitu banyak corak dan ragamnya, hal ini dikarenakan keranekaragaman suku dan budaya yang ada di Indonesia. Motif batik banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dan biasanya pola dan coraknya terinspirasi dari berbagai bentuk benda seperti tumbuhan dan hewan. Salah satu cara untuk melestarikannya yaitu dengan mengekplorasi pola baru untuk dijadikan batik. Indonesia memiliki banyak keanekaragaman hayati sebab diperkirakaan area terumbu karang di Indonesia berada dalam kisaran 50875 km2 , dan 574 spesies karang yang di rekam di Indonesia. Pada Tugas Akhir telah dirancang teknologi yang dapat diterapkan dalam mempercepat proses menghasilkan motif batik yang baru adalah menerapkan aplikasi batik berbasis web dengan metode L-System dengan jenis motif karang Coeloseris mayeri. L-systems merupakan teori matematika yang diaplikasikan dalam aplikasi grafis di komputer. Area utama pengembangan modelnya meliputi generasi fractal dan pemodelan tanaman yang realistis. . Dari hasil pengujian dengan melakukan pengujian alpha, beta dan quantitative diperoleh hasil yaitu, dari pengujian alpha telah dilakukan mengubah warna karang, warna latar belakang, ukuran karang, jumlah cabang tentakel, jarak antar karang, gelombang pada segi enam, dan posisi motif kawung menghasilkan bentuk sesuai dengan inputan pengguna berdasarkan sistem yang telah dibuat. Pengujian kedua yaitu pengujian beta dengan dua expert judgement menyatakan hasil kemiripan dari motif yang dibuat baik dari segi komposisi, warna, dan bentuk adalah 50% dan 75% . Pengujian ketiga yaitu pengujian kuantitatif yaitu dengan menghitung panjang rata-rata panjang tentakel yang terbentuk dengan mengubah nilai sudut tentakel. Pada pengujian kuantitatif telah didapat bahwa perubahan simpangan sudut tentakel akan mempengaruhi panjang tentakel yang terbentuk.. Kata kunci : Motif Batik, L-System, Heterocyathus Aequicostatus, Aplikasi Web Abstract The development of batik has so many patterns and varieties, this is due to the diversity of ethnicity and culture in Indonesia. Many batik motifs are influenced by the surrounding environment and usually the patterns and patterns are inspired by various forms of objects such as plants and animals. One way to preserve it is to explore new patterns for batik. Indonesia has a lot of biodiversity because it is estimated that the coral reef area in Indonesia is in the range of 50875 km2, and 574 coral species are recorded in Indonesia. In this Final Project, technology has been designed that can be applied in accelerating the process of producing new batik motifs is to apply a web-based batik application using the L-System method with the type of Coeloseris mayeri coral motif. L-systems are mathematical theories that are applied in graphic applications on computers. The main areas of model development include fractal generation and realistic plant modeling. . From the results of testing by performing alpha, beta and quantitative tests obtained results, namely, from alpha testing has been done to change coral color, background color, coral size, number of tentacle branches, distance between corals, waves on hexagons, and the position of the kawung motif to produce shapes according to user input based on the system that has been made. The second test is beta testing with two expert judgments stating the results of similarities of motifs made in terms of composition, color, and shape are 50% and 75%. The third test is quantitative testing by calculating the average length of the tentacle formed by changing the value of the tentacle angle. In quantitative testing it has been found that changes in the deviation of tentacle angles will affect the length of the tentacles formed. Keywords: Batik Motif, L-System, Heterocyathus Aequicostatus, Web Aplication.
Strategi Peningkatan Kinerja Perusahaan Berdasarkan Analisis Rasio Profitabilitas Terhadap Dividend Payout Ratio (studi Kasus Perusahaan Sektor Properti, Real Estate, Konstruksi Dan Bangunan 2011 – 2017) Nadia Nurul Azzmi; Endang Chumaidiyah; Rita Zulbetti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sektor properti, real estat, konstruksi dan bangunan adalah sektor yang memiliki efek berganda dengan salah satunya ekonomi. Ketersediaan fasilitas sektor tersebut yang memadai akan menunjang proses perekonomian Negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ROA, NPM, ROE, dan GPM secara simultan dan parsial terhadap DPR pada sektor properti, real estat, konstruksi dan bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis strategi kinerja perusahaan berdasarkan rasio profitabilitas terhadap DPR. Sampel yang digunakan adalah 13 perusahaan dari sektor properti, real estat, konstruksi dan bangunan pada periode tahun 2011 hingga tahun 2017. Hasil dari penelitian ini adalah ROA, NPM, ROE, dan GPM memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap DPR. Sedangkan secara parsial variabel independen ROE memiliki pengaruh terhadap DPR. Strategi kinerja perusahaan dibuat berdasarkan kuesioner yang disebar dengan metode AHP dan dengan analisis SWOT. Perusahaan yang terpilih untuk dilakukan analisis mewakili perusahaan sektor properti, real estat, konstruksi dan bangunan adalah PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. karena memiliki nilai ROE dan DPR diatas ratarata perusahaan lain dan memiliki nilai rata-rata pendapatan yang lebih tinggi dari perusahaan lain. PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. berada pada kuadran I diagram SWOT sehingga strategi yang direkomendasikan berdasarkan faktor kekuatan dan peluang perusahaan. Kata Kunci : Rasio Profitabilitas, AHP, SWOT Abstract The sector of property, real estate, construction and building are sectors that have multiple effect regarding with economic. The availability of adequate sector facilities will support the country's economic process. This research aims to determine simultaneous and partial effect of ROA, NPM, ROE, and GPM on DPR in the sectors of property, real estate, construction and building listed on the Indonesia Stock Exchange. This research aims to analyze the company's performance strategy based on profitability ratio regarding DPR. The sample used was 13 enterprise from the sectors property, real estate, construction and building in 2011 to 2017 periode. The results of this research are ROA, NPM, ROE, and GPM which have a simultaneously significant effect regarding DPR. While partially independent variable ROE has influence regarding DPR. The company performance strategy is created based on a questionnaire distributed by AHP method and SWOT analysis. The sectors of property, real estate, construction and building companies selected to represent this research is PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. because has ROE and DPR value above the average of other companies and has a higher average value of income than other companies. PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. is in quadrant 1 on the SWOT diagram, so the recommended strategy is based on the strength and opportunity factors of the company. Keywords: Profitability Ratio, Analytical Hierarchy Process, SWOT Analysis
Pengembangan Motif Pohon Pinus Jenis Densiflora Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Dengan Metode Lindenmayer-system (l-system) Fikri Reksa Maulana; Purba Daru Kusuma; Rumani M
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu warisan budaya terbesar dan terbaik di Indonesia adalah batik. Salah satu cara untuk melestarikan batik adalah dengan mengekplorasi pola baru untuk dijadikan batik. Pola batik dapat diambil dari bentuk benda, tumbuhan, bahkan berbentuk hewan. Oleh karena itu pada penelitian ini, pola yang dijadikan batik adalah pola dari tumbuhan pinus kelompok Densiflora. Pola batik dikembangkan menggunakan metode L-System. Metode L-System dipilih karena metode tersebut banyak digunakan untuk memodelkan tumbuhan atau obyek-obyek yang memiliki sifat mirip dengan tumbuhan yaitu memanjang,bercabang dan berhenti tumbuh. Selain menggunakan L-system, metode Random walk juga digunakan dalam pengembangan motif batik ini. Random walk digunakan untuk menambah unsur stokastik pada pertumbuhan pohon pinus. Selanjutnya, model yang dikembangkan diimplementasikan ke dalam aplokasi pengembangan motif batik berbasis web. One of the biggest and best cultural heritage in Indonesia is batik. One way to preserve batik is to explore new patterns for making batik. Batik patterns can be taken from objects, plants, and even animals. Therefore, in this study, the pattern used as batik is a pattern of pine plants in the Densiflora group. Batik patterns are developed using the L-System method. The L-System method is chosen because the method is widely used to model plants or objects that have properties similar to plants which are elongated, branched and stop growing. In addition to using the L-system, the Random walk method is also used in the development of this batik motif. Random walk is used to add stochastic elements to pine tree growth. Furthermore, the model developed was implemented into the aplocation of the development of web-based batik motifs. Kata kunci: L-Systems, WEB, Application, Web-Based, Batik, Pinus Abstract Batik is one of the biggest and best cultural heritage. One way to preserve batik is to explore new patterns. Batik patterns can be taken from objects, plants, and even animals. Therefore, in this study, the pattern that is used as batik is a pattern of pine plants in the Densiflora group. Batik patterns are developed by using the L-System method. The L-System method is chosen because the method is widely used to modeling the plants or objects that have properties similar to plants which are elongated, branched and stop growing. In addition to using the L-system, the Random walk method is also used in the development of this batik patterns. Random walk is used to add stochastic elements to pine tree growth. Furthermore, the developed model was implemented into the web-based batik pattern application. . Keywords: Simulator, Driving, Input, System
Game Pacman Dengan Joystick Dan Audio Controler Pada Game Konsol Berbasis Fpga: Pacman Game With Joystick And Audio Controller On Console Game Based Fpga Faris Ghafara Nahidha; Rizki Ardianto; Sony Sumaryo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsol game diperlukan para pengembang game konsol untuk mengembangkan atau membuat game konsol. Oleh karena itu perlu dibuat perangkat keras konsol game sendiri agar memudahkan para pengembang game membuat game. Pada tugas akhir ini sebatas menjadikan kit FPGA menjadi sebuah konsol game yang dapat memainkan game. Bukan membuat game baru maupun kit FPGA baru. Diharapkan tugas akhir ini kelak bisa digunakan oleh pengembang game konsol untuk mengembangkan game. Dengan penggunaan sumber daya FPGA sebesar 3621 logic element dari 18752 yang tersedia atau 19% logic cell dan 122880 memori bits dari 239616 memori bits yang tersedia atau 51% memori bits. game pacman bisa dibuat sesuai dengan yang diinginkan dan memungkinkan untuk dikembangkan lagi. Tujuan akhir dari tugas akhir ini adalah membuat konsol game dari FPGA yang bisa digunakan untuk bermain game dengan menggunakan joystick dan menghasilkan efek suara game. Konsol game tersebut akan berjalan dengan baik jika bisa menampilkan gambar pada layar VGA dan dapat dikontrol dengan joystick dan mengeluarkan efek suara. Kata kunci konsol game, FPGA, joystick, audio controller, Pacman
Rancang Bangun Mesin Ball Mill Vertikal Dengan Kontrol Kecepatan Berbasis Pulse Width Modulation Abdi Wahyu Sejati; Asep Suhendi; Edy Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian kali ini dilakukan perancangan mesin ball mill vertikal dengan berbasis Pulse Width Modulation (PWM) menggunakan IC LM 555. Mesin ini digunakan untuk penggilingan bahan berbentuk padat agar dapat menghasilkan reduksi pada ukuran bahan. Cara kerja mesin penggiling ini memutarkan baling-baling pada bagian dalam tabung yang dicampurkan dengan air, bola-bola besi, dan material yang akan digiling. Hasil putaran dan tumbukan dengan bola-bola besi menghasilkan gaya sentrifugal yang dapat menghancurkan material yang ada di dalamnya. Mesin ini menggunakan PWM sebagai kontrol kecepatan dan motor listrik DC sebagai mesin penggerak baling-baling. Pengujian alat dilakukan dengan tiga tahapan yaitu mengukur kecepatan putaran baling-baling mesin, mengukur tegangan dan sinyal masukkan, dan penggilingan bahan. Pada pengukuran kecepatan putaran dibagi menjadi tiga bagian diantaranya saat mesin dengan beban air sebesar 300 mL, 600 mL, 900 mL, dan 1200 mL; saat mesin dengan beban bola-bola besi 300 gram dan air sebesar 300 mL, 600 mL, dan 900 mL; dan saat mesin dengan tanpa beban. Sedangkan untuk penggilingan bahan dilakukan menggunakan material zeolit dan serpihan batu bata. Variabel yang diatur berupa lama waktu putaran dan nilai kerja mesin tersebut. Hasil dari penggilingan akan dibandingkan dengan bahan sebelum penggilingan. Kata kunci: ball mill, penggilingan bahan, milling, PWM, motor DC Abstract In this study, vertical rotation of the ball mill machine was carried out using Pulse Width Modulation (PWM) using IC LM 555. This machine is used for grinding the material so that it can produce a reduction in the size of the material. The workings of this grinding machine will rotate the propellers on the inside of the tube mixed with air, iron balls, and the material to be milled. The results of rounds and collisions with centrifugal iron balls that can damage the material inside. This machine uses PWM as speed control and DC electric motor as a propeller drive engine. The measuring instrument is done in three steps, measuring the turning speed of the propeller engine, measuring voltage and current input, and grinding the material. When the speed measurement is divided into three parts when the engine with an air load of 300 mL, 600 mL, 900 mL, and 1200 mL; machines with a load of 300 grams and air as much as 300 mL, 600 mL, and 900 mL; and when the engine is without load. Whereas for material milling is done using zeolite and brick fragments. The right variable includes the length of time and the work value of the machine. The results of grinding will be compared with the ingredients before grinding. Keywords: ball mill, material milling, milling, PWM, DC motor
Analisis Load Balancing Pada Jaringan Software Defined Network (sdn) Menggunakan Algoritma Jaringan Syaraf Tiruan (jst) Andika Malraherawan Pradana; Tito Waluyo Purboyo; Roswan Latuconsina
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada perkembangan teknologi jaringan, dimana perkembangannya membuat kita lebih dimudahkan baik dalam membangun, memonitoring atau memelihara suatu jaringan komputer. Perkembangan pemakaian internet yang meningkat juga menyebabkan permintaan akan mutu layanan harus ditingkatkan. Tidak cukup hanya bisa terhubung ke internet, performa konektivitas menjadi faktor penting dalam penggunaan internet sekarang ini. Load balancing merupakan salah satu mekanisme untuk membagi beban komputasi ke beberapa server. Load balancing bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya, memaksimal-kan troughput, meminimkan waktu respon, dan menghindari pembebanan berlebihan di satu sumber daya. Tugas Akhir ini membahas tentang analisis jaringan Software Definend Network (SDN) untuk peningkatkan dan pengoptimalan yang di terapkan dengan menggunakan teknik Load Balancing. Keywords: Experimental, Software Defined Networking, Load Balancing, Jaringan Syaraf Tiruan Abstract In the development of network technology, where development makes it easier for us to monitor and build computer networks. The Increased use of the internet will also result in improved service quality. It's not enough just to be able to connect to the internet, the performance also become a concern. Load balancing is one of the behaviors to divide the load into several servers. The purpose of load balancing is to allocate resources, maximize throughput, minimize response time, and avoid charging resources. This Final Project discusses the analysis of the Network Definend Network (SDN) network for enhancement and optimization applied using the Load Balancing technique. Keywords: Experimental, Software Defined Networking, Load Balancing, Artificial Neural Network
Sistem Kontrol Mangkuk Penghisap Pada Robot Pemanjat Dinding Muhammad Raihan Ghifari; Mohamad Ramdhani; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, kehidupan manusia semakin dipermudah dengan adanya perkembangan teknologi. Banyak ilmuwan yang berlomba-lomba dalam menciptakan sesuatu. Salah satu halnya adalah robot, robot merupakan alat elektromekanis yang menyerupai makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan. Pembuatan robot memiliki tujuan yaitu untuk memudahkan kerja manusia, dan juga memenuhi kebutuhan riset dalam perkembangan teknologi. Perancangan robot yang dibuat adalah implementasi dari gabungan hewan yang dapat merayap seperti kadal di padukan dengan telapak kaki yang dapat menghisap seperti lengan pada gurita. Untuk melakukan hal tersebut maka pada robot pemanjat dinding dibutuhkan mangkuk penghisap aktif. Mangkuk penghisap aktif merupakan mangkuk penghisap yang dapat melakukan perekatan atau tidak ketika vacuum pump mengatur tekanan udara. Robot pemanjat dinding juga di rancang agar dapat melakukan transisi dari bidang horizontal menuju bidang vertikal dengan baik. Pada tugas akhir ini, robot pemanjat dinding dijalankan secara automasi dengan sistem kendali logika yang telah ditentukan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu perancangan yang dapat bekerja optimal pada robot pemanjat dinding. Dengan menggunakan perancangan mangkuk penghisap aktif pada tugas akhir ini, untuk mendapatkan hasil yang optimal pada saat robot dalam kondisi vertikal ataupun kondisi horizontal. Kata Kunci : gurita, vacuum pump, mangkuk penghisap, dinding

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue