cover
Contact Name
Purwono
Contact Email
purwono@uhb.ac.id
Phone
+6282113940427
Journal Mail Official
purwono@uhb.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Harapan Bangsa Jln. Raden Patah 100, Ledug, Kembaran-Banyumas Telp (0281) 6843493
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 28092767     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.35960/snppkm.v0i0
Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM) Universitas Harapan Bangsa merupakan kumpulan artikel dari hasil kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang diikutsertakan pada kegiatan Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM). Kegiatan ini rutin dilaksanakan satu kali dalam satu tahun yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Harapan Bangsa dalam rangka menyebarluaskan hasil penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 433 Documents
Perbedaan Efektifitas Pendekatan Spiritual Dzikir Doa dan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pra General Anestesi di IBS RSUD Cilacap Soeh Purwanto; Suci Khasanah; Atun Raudotul M.
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.75 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1075

Abstract

Efek kecemasan pada pasien pre operasi berdampak pada jalannya operasi. Kecemasan dapat menggangu dalam proses preanestesi maupun durante anestesi. Respon fisiologis yang berlebihan cenderung menyulitkan dan mempengaruhi tindakan anestesi. Salah satu teknik non farmakologis untuk menurunkan kecemasan yaitu pendekatan spiritual dzikir doa dan teknik relaksasi nafas dalam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas pendekatan spiritual dzikir doa dan teknik relaksasi nafas dalam terhadap tingkat kecemasan pasien pra general anestesi di IBS RSUD Cilacap. Metode penelitian ini menggunakan jenis quasy experimen dengan desain non randomized pre test-post test design with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling melibatkan 58 responden, terbagi menjadi 29 responden kelompok intervensi dan 29 responden kelompok kontrol. Analisa data menggunakan uji wilcoxon dan uji mann whitney. Instrumen kecemasan menggunakan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2022 di Instalasi Bedah Sentral RSUD Cilacap. Hasil penelitian menunjukan tingkat kecemasan sebelum pendekatan spiritual dzikir doa sebagian besar mengalami kecemasan berat, sedangkan setelahnya mengalami kecemasan ringan dengan nilai p-value = 0,000 (p-value<0,05). Kesimpulan penelitian menunjukan ada perbedaan efektivitas pendekatan spiritual dzikir doa dan teknik relaksasi nafas dalam terhadap tingkat kecemasan pasien pra general anestesi di IBS RSUD Cilacap.
Hubungan Lama Puasa dengan Kejadian Post Operative Nausea Vomiting (PONV) dan Shivering pada Pasien General Anestesi di RSUI Harapan Anda Tegal Hadi Heri Nurhanto; Made Suandika; Feti Kumala Dewi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.92 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1076

Abstract

Post Operative Nausea Vomitingm (PONV) adalah mual dan atau muntah yang terjadi dalam 24 jam pertama setelah pembedahan dengan demikian bila PONV tidak segera ditangani, dapat menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, hipertensi vena, perdarahan, reptur esophageal Shivering adalah aktivitas otot yang involunter serta berulang satu otot rangka atau lebih yang biasanya terjadi pada masa awal pemulihan post anestesi. Shivering menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien, Tujuan Umum pada penelitian ini adalah Mengetahui Hubungan Lama Puasa dengan kejadian post operative nausea vomiting (PONV) dan Shivering di RSUI Harapan Anda Tegal Berdasarkan hasil perhitungan maka didapatkan sampel pada penelitian ini berjumlah 132 responden. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, yaitu merupakan suatu bentuk penelitian dengan pengukuran variabel yang hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa Lama Puasa dengan “Puasa cukup” maka akan menghasilkan Tidak PONV sebanyak 94 sampel (71,2%) dan PONV sebanyak 3 sampel (2,3%). Kemudian pada “Puasa tidak cukup” akan menghasilkan Tidak PONV sebanyak 15 sampel (11,4%) dan PONV sebanyak 20 sampel (15,2%), diketahui bahwa Lama Puasa dengan “Puasa cukup” maka akan menghasilkan Tidak ada Shivering sebanyak 96 sampel (72,7%) dan Shivering sebanyak 1 sampel (0,8%). Kemudian pada “Puasa tidak cukup” akan menghasilkan Tidak ada Shivering sebanyak 23 sampel (18,9%) dan Shivering sebanyak 10 sampel (7,6%). Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat hubungan Lama Puasa dengan PONV. Untuk hubungan lama puasa dengan shivering Terdapat hubungan yang signifikan antara Lama Puasa dengan Shivering yang ditunjukkan sig 0,000 sig lebih kecil dari nilai yang ditentukan yaitu 0,05 (0,000 < 0,05).
Hubungan Depresi dengan Kemandirian Lansia dalam Melakukan Activities of Daily living (Literature Review) Imas Hartanti; Siti Haniyah; Feti Kumala Dewi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.621 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1077

Abstract

Depresi merupakan salah satu jenis gangguan kesehatan mental yang umum pada usia lanjut dan merupakan penyakit mental umum di seluruh dunia yang berdampak negatif pada fungsi psikososial dan kualitas hidup pasien. Mempengaruhi sekitar 7% dari lansia di seluruh dunia depresi terdiri dari tiga gejala depresi utama, termasuk gejala emosional, gejala neurovegetatif, dan gejala neurokognitif. Suasana hati yang tertekan dan anhedonia adalah gejala dasar dari depresi. Semakin meningkatnya tingkat depresi dapat menyebabkan menurunnya tigkat kemandirian lansia dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu guna mendeskripsikan gambaran hubungan depresi dan kemandirian lansia dalam melakukan activities of daily living. Tinjauan literatur dengan pencarian artikel yang relevan diterbitkan pada tahun 2017-2022 yang didapatkan melalui database seperti Google scholar, PubMed, dan Elvesier. Kata kunci yang digunakan untuk mencari literatur meliputi Depresi, Kemandirian, Aktifitas Sehari-Hari, Lansia, Depression, Independence, Activity of Daily Living, Elderly. Hasilnya adalah sebelas artikel penelitian telah memenuhi kriteria inklusi. Didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara depresi dengan kemandirian lansia dalam melakukan Activities of daily living. Depresi sering didapatkan pada jenis kelamin perempuan, usia >60 tahun, dengan pendidikan rendah dan kondisi Kesehatan yang buruk. Tingkat depresi yang diderita lansia mayoritas adalah depresi ringan dan sedang dengan ketergantungan pada tingkat ringan dan sedang. Terdapat 9 dari 11 artikel yang diteliti menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara depresi pada lansia dengan kemandirian dalam melakukan activities of daily living. Kesimpulannya terdapat hubungan antara depresi dengan kemandirian lansia dalam melakukan activities of daily living.
Surgical Apgar Score (SAS) Memprediksi Komplikasi Pasca Operasi pada Pasien Sectio Caesarea (SC) di RSIA Ummu Hani Purbalingga Teguh Widodo; Adiratna Sekar Siwi; Atun Raudotul Marifah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.096 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1078

Abstract

Dibandingkan dengan metode persalinan pervaginam, persalinan SC dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu dengan faktor risiko 3-5x lebih tinggi. Peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas pada persalinan SC disebabkan oleh komplikasi selama intra operatif atau pasca operatif. Kejadian morbiditas dan mortalitas pasca operasi dapat berkurang dengan manajemen perioperatif yang efektif yang dan dapat dinilai dengan sistem penilaian risiko. Penilaian Surgical Apgar Score (SAS) adalah skor yang memperkirakan morbiditas dan mortalitas pasca operasi menggunakan data hemodinamik pada kehilangan darah intraoperatif pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui risiko komplikasi pasca operasi pada pasien Sectio Caesarea (SC) berdasarkan Surgical Apgar Score (SAS) di RSIA Ummu Hani Purbalingga. Desain penelitian ini menggabungkan pendekatan cross sectional dengan metode deskriptif. Teknik sampling dengan accidental sampling dan jumlah sampel 67 responden. Instrumen yang digunakan berupa lembar skoring SAS yang terdiri dari 3 varibel yaitu heart rate terendah, mean arterial pressure terendah, dan estimated blood loss. Analisa data dengan uji univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian memiliki nilai SAS kategori risiko sedang (73.1%), dengan tingkat morbiditas sebesar 12.2% dan 20.5% serta tingkat mortalitas sebesar 1,9% dan 3,4 %.
Uji Sensitvitas, Spesifisitas dan Akurasi Rumus Chula Formula Intubasi Nasotrakeal Tube terhadap Ketepatan Kedalaman Endotrakeal Tube di RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang Surian Surian; Suci Khasanah; Maya Safitri
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.464 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1079

Abstract

Rumus chula formula intubasi naso trakeal tube adalah rumus yang digunakan sebelum intubasi nasal untuk memperediksi kedalaman ETT. Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana sensitivitas, spesitifitas serta akurasi penggunaan chula formula intubasi nasotracheal tube dibandingkan dengan FOB sebagai gold standar dalam penentuan kedalaman posisi ETT. Jenis penelitian ini menggunakan pengujian diagnostic, dengan pendekatan prospektif studi. Sampel dalam penelitian adalah seluruh pasien yang dilakukan anestesi umum dengan intubasi nasotracheal tube di RSUD dr.Agoesdjam Ketapang. Teknik penentuan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 70 subyek sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data menggunakan uji diagnostic dengan keluaran sensitivitas. Hasil peelitian menunjukan sensitivitas penggunaan chula formula sebesar 95%, spesifisitas penggunaan chula formula sebesar 70% dan akurasi penggunaan chula formula sebesar 85,71%. Oleh karena itu rumus chula formula intubasi nasotrakeal tube dapat dijadikan salah satu cara untuk menentukan ketepatan kedalaman ETT.
Hubungan Lama Puasa dengan Kejadian Post Operative Nausea Vomiting (PONV) pada Pasien General Anestesi di RSUI Harapan Anda Tegal Retno Kristanti; Wilis Sukmaningtyas; Mariah Ulfah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.451 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1080

Abstract

Post Operative Nausea Vomitingm (PONV) adalah mual dan atau muntah yang terjadi dalam 24 jam pertama setelah pembedahan dengan demikian bila PONV tidak segera ditangani, dapat menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, hipertensi vena, perdarahan, reptur esophageal. PONV juga menyebabkan stress post operasi dan kecenderungan malas latihan gerak atau ambulasi dini pada pasien (Allen, 2004 dalam Supatmi & Agustiningsih, 2015)..Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, yaitu merupakan suatu bentuk penelitian dengan pengukuran variabel yang hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa Lama Puasa dengan “Puasa cukup” maka akan menghasilkan Tidak PONV sebanyak 94 sampel (71,2%) dan PONV sebanyak 3 sampel (2,3%). Kemudian pada “Puasa tidak cukup” akan menghasilkan Tidak PONV sebanyak 15 sampel (11,4%) dan PONV sebanyak 20 sampel (15,2%), Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat hubungan Lama Puasa dengan PONV yang signifikan antara Lama Puasa dengan PONV yang ditunjukkan sig 0,000 sig lebih kecil dari nilai yang ditentukan yaitu 0,05 (0,000 < 0,05).
Profil Pasien yang Mengalami Kejadian Shivering Intraoperative Urologic Endoscopy Pasca Anestesi Spinal di Rumah Sakit Jatiwinangun Purwokerto Khaerul Amin Trisetyo; Made Suandika; Roro Lintang Suryani
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.224 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1082

Abstract

Pasien yang menjalani prosedur pembedahan dilaporkan mengalami shivering yang dihubungkan dengan pengaruh penggunaan anestesi spinal. Kejadian shivering pada anestesi spinal dilaporkan berkisar antara 37-57%. Selain itu, dapat juga menyebabkan peningkatan konsumsi oksigen yang signifikan (hingga 400%), peningkatan produksi CO2 (hiperkarbia), meningkatkan hipoksemia arteri, asidosis laktat, dan dapat menyebabkan gangguan irama jantung. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran profil pasien yang mengalami kejadian shivering intraoperative urologic endoscopy pasca anestesi spinal di Rumah Sakit Jatiwinangun Purwokerto. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan rancangan deskriptif. Pendekatan yang digunakan saat penelitian adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 pasien dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji univariate. Hasil analisis penelitian menunjukan usia responden yang paling dominan yaitu lansia awal (45,5%), dengan jenis kelamin laki-laki (60,6%) dan indeks massa tubuh yang paling dominan yaitu normal (66,7%). Kejadian shivering intraoperative urologic endoscopy pasca anestesi spinal di Rumah Sakit Jatiwinangun Purwokerto yang paling dominan mengalami shivering intraoperatif sebanyak 18 responden (54,5%).
Pengaruh Terapi Mendongeng Terhadap Tingkat Kecemasan pada Anak Usia Prasekolah Akibat Hospitalisasi di Rumah Sakit Hermina Purwokerto Ameliya Yunita; Murniati Murniati; Ikit Netra Wirakhmi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.079 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1084

Abstract

Kecemasan merupakan gangguan yang dirasakan oleh seseorang yang tidak mampu mengatasi stressor psikososial dalam menghadapi situasi baru dan berbeda. Anak usia pra sekolah yang mengalami hospitalisasi sangat rentan mengalami kecemasan. Untuk mengurangi dampak kecemasan tersebut maka diperlukan upaya pencegahan atau penanganan, salah satunya dengan terapi mendongeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi mendongeng terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah akibat hospitalisasi. Metode penelitian ini menggunakan pra eksperimen design dengan one group pretest - posttest, yang mana pengukuran tingkat kecemasan menggunakan kuesioner SCAS (Spence Children Anxiety Scale) yang telah dimodifikasi. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia pra sekolah 3-6 tahun yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina Purwokerto dengan jumlah 16 responden. Dengan uji statistik Wilcoxon ditemukan hubungan bermakna antara terapi mendongeng dengan penurunan tingkat kecemasan anak nilai-P=0,000 (<0,05). Dapat disimpulkan bahwa terapi mendongeng mempunyai hasil yang signifikan terhadap penurunan kecemasan pada anak usia pra sekolah yang mengalami hospitalisasi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat tentang Early Warning System dengan Pendokumentasian EWS di Rumah Sakit Hermina Purwokerto Umi ‘Aisyah; Tri Sumarni; Amin Susanto
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.922 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1086

Abstract

Early Warning System (EWS) merupakan sistem penilaian peringatan dini untuk mengetahui lebih awal terjadinya perburukan kondisi pasien. Pengetahuan perawat tentang EWS akan meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi perburukan pasien. Dokumentasi keperawatan menggambarkan seberapa kompeten perawat melakukan tindakan keperawatan dan tentunya menunjukkan efektivitas keperawatan itu sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang EWS dengan pendokumentasian EWS di Rumah Sakit Hermina Purwokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 58 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan perawat tentang EWS dan lembar observasi pendokumentasian EWS. Hasil penelitian meggambarkan mayoritas tingkat pengetahuan perawat di Rumah Sakit Hermina Purwokerto berada pada tingkat baik sebanyak 26 responden (44, 8%) dan sebagian besar telah melakukan pendokumentasian EWS dengan sesuai sebanyak 46 responden (79,3 %). Analisis menggunakan uji spearman rank didapatkan hasil p value sebesar 0,006 (p <0,05), yang artinya terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan pendokumentasian EWS di Rumah Sakit Hermina Purwokerto.
Hubungan Pengetahuan Tentang Informasi Pre Operasi dengan Kecemasan Pasien Pre Operasi di RS Emanuel Banjarnegara Yunita Dwi Adiningtyas; Amin Susanto; Dwi Novitasari; Yuliana Kristianti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.424 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1087

Abstract

Operasi merupakan tata cara medis yang bersifat invasif, penyembuhan penyakit, traumatis, dan perubahan fisik yang bisa menimbulkan reaksi fisiologis maupun psikologis. Informed consent dibutuhkan pasien sebelum menjalani operasi. Riset dilakukan untuk memahami hubungan antara pengetahuan pasien dengan kecemasan pasien sebelum operasi di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara tahun 2022. Metode riset menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Kelompok yang diteliti yakni seluruh pasien yang akan di operasi. Jumlah sampel 168 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu pasien yang akan di operasi, pasien dengan tindakan operasi elektif dengan Spinal Anestesi, General Anestesi, dan Local Anastesi, usia responden 18-60 tahun, serta untuk kriteria eksklusi yaitu responden yang mempunyai riwayat penyakit kronis, gangguan imunologi, atau gangguan jiwa. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling. Data di ambil memakai instrumen kuesioner pengetahuan dan kuesioner APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale) dengan pengolahan data menggunakan spearman’s rho rank. Hasil univariat memperlihatkan gender laki-laki adalah 86 responden (51,2 %), Usia 46-60 tahun sebanyak 62 responden (36,9 %), Pendidikan SD sebanyak 61 responden (36,3 %), dan responden yang pernah menjalani operasi sebanyak 102 responden (60,7 %). Hasil uji analisis nilai signifikansi nilai p 0,000 dan Correlation Coefficient dengan nilai 0,692 hasil ini menandakan hubungan pengetahuan dengan kecemasan pada pasien pre operasi memiliki korelasi yang kuat. Oleh karena itu informasi pre operasi penting diberikan kepada pasien untuk mengurangi kecemasan sebelum menjalani operasi.