cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
Kandidiasis Orofaring Pada HIV/AIDS Masra Lena Siregar
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.598 KB)

Abstract

Masalah HIV/AIDS adalah masalah besar yang mengancam Indonesia dan banyak negara di seluruh dunia. Kandidiasis orofaring merupakan manifestasi klinis yang pertama kali muncul pada pasien HIV/AIDS dan merupakan infeksi oportunistik yang tersering ditemukan yang disebabkan oleh jamur spesies Candida. Prevalensi kandidiasis orofaring telah dilaporkan terjadi 50–95% pada pasien HIV/AIDS. Gejala klinis kandidiasis kadang-kadang asimtomatik, gejala yang paling umum adalah rasa tidak enak dan terbakar pada mulut, munculnya plak berwarna putih, perubahan rasa dan kesukaran menelan makanan baik cair maupun padat. Diagnosis definitif dilakukan dengan cara ditemukannya spesies Candida pada pemeriksaan kerokan dengan larutan KOH. Obat-obatan yang sering digunakan dalam terapi kandidiasis adalah golongan azol, namun banyak yang mengalami kegagalan terapi disebabkan karena pada pasien HIV/AIDS mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh akibat limfosit T CD4+ yang rendah, penggunaan preparat azol jangka lama, dan disebabkan isolat Candida albicans, oleh karena itu terapi terbaik adalah meningkatkan kekebalan tubuh penderita HIV/AIDS dengan terapi antiretroviral.
Perbandingan Efektifitas Penyuluhan Metode Ceramah dan Demonstrasi Terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Siswa SD Zuraida Usman Bany; Sunnati .; Winda Darman
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.096 KB)

Abstract

Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak telah mengalami peningkatan tetapi prevalensi karies gigi pada anak tetap tinggi. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pada anak. Penyuluhan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya dengan metode ceramah dan demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas penyuluhan metode ceramah dan demonstrasi terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa kelas V SDN 7 Labuhanhaji. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan rancangan pretest dan posttest group design. Subjek pada penelitian ini berjumlah 40 siswa, yang dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 20 siswa. Teknik pengambilan subjek adalah total sampling. Skor pengetahuan siswa sebelum dan sesudah penyuluhan diukur dengan memberikan kuisioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang bermakna pada kedua metode (p0,05). Peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sesudah diberikan penyuluhan dengan metode ceramah lebih baik dibandingkan dengan metode demonstrasi (p0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyuluhan metode ceramah lebih efektif dibandingkan metode demonstrasi dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut.
Evaluasi Kekasaran Permukaan Glass Ionomer Cement (GIC) Konvensional Setelah Perendaman Dalam Minuman Berkarbonasi Viona Diansari; Diana Setya Ningsih; Cindy Moulinda
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.369 KB)

Abstract

Glass Ionomer Cement (GIC) konvensional merupakan salah satu meterial restorasi di bidang kedokteran gigi yang memiliki banyak keuntungan, karena bersifat biokompatibel, mampu berikatan dengan baik terhadap struktur gigi, dan melepaskan fluor. Namun, GIC konvensional juga memiliki kekurangan yakni brittle dan mudah terkikis apabila terpapar cairan asam sehingga menyebabkan kekasaran permukaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh minuman berkarbonasi terhadap kekasaran permukaan GIC konvensional yang ditinjau dari sebelum dan setelah perendaman. Spesimen berbentuk silinder dengan diameter 10 mm dan tebal 2 mm. Jumlah spesimen 10 buah yang diberi perlakuan siklus perendaman 5 menit dalm minuman berkarbonasi dan 15 menit dalam aquades sebanyak 6 kali siklus selama 2 jam untuk 5 hari. Kekasaran permukaan sebelum dan sesudah perendaman diukur Viona Diansarimenggunakan surface roughness tester Mitutoyo SJ 201. Data dianalisis dengan paired t-test untuk mengetahui perbedaan kekasaran permukaan antara sebelum dan sesudah perendaman dalam minuman berkarbonasi. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kekasaran permukaan sebelum (Ra = 0,5363 μm) dan sesudah (Ra = 0,6368 μm) perendaman. Dapat disimpulkan bahwa minuman berkarbonasi dapat meningkatkan kekasaran permukaan GIC konvensional.
PERSIAPAN PERIODONTAL SEBELUM PERAWATAN ORTODONTI CEKAT UNTUK PASIEN DENGAN PERIODONTAL KOMPROMIS – SEBUAH SERIAL KASUS Budi Budi; Pitu Wulandari; Leni Amalia; Muslim Yusuf; Frisca Rhiyanthy; Nita Hardiana
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.277 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27296

Abstract

Banyak pasien dewasa membutuhkan perawatan ortodonti karena alasan estetis. Selain itu, perawatan ortodonti untuk mengoreksi maloklusi dapat membantu pasien untuk melakukan prosedur kontrol plak yang adekuat. Namun, klinisi tidak dapat memulai perawatan ortodonti ketika jaringan periodontal belum stabil dan dalam kondisi inflamasi. Oleh karena itu, klinisi harus dapat mendiagnosa dan mempersiapkan kondisi periodontal agar dalam kondisi yang sehat dan stabil sebelum memulai perawatan ortodonti. Selain itu, diperlukan waktu untuk mencapai kondisi periodontal yang sehat dan stabil setelah terapi periodontal. Prosedur pembedahan dan regenerasi memerlukan waktu penyembuhan yang jauh lebih lama dibandingkan pendekatan yang lebih sederhana. Tujuan penulisan laporan kasus ini adalah untuk menunjukkan pendekatan terapi periodontal yang lebih sederhana agar perawatan ortodonti dapat dimulai lebih awal. Terapi periodontal yang sederhana seperti scaling, root planing, dan kuretase, efektif untuk meningkatkan kondisi periodontal kompromis menjadi lebih sehat dan stabil. Selain itu, terapi periodontal tetap harus dilanjutkan selama dan sesudah perawatan ortodonti, untuk mempertahankan kondisi periodontal yang bebas inflamasi.
Studi Pelepasan Monomer Sisa Dari Resin Akrilik Heat Cured Setelah Perendaman Dalam Akuades Viona Diansari; Sri Fitriyani; Fazliyanda Maria Haridhi
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.228 KB)

Abstract

Resin akrilik heat cured merupakan campuran monomer metil metakrilat dan polimer polimetil metakrilat yang dipolimerisasi dengan cara pemanasan. Proses polimerisasi tidak sempurna dan menghasilkan monomer sisa. Kandungan monomer sisa yang tinggi dapat menyebabkan iritasi atau alergi terhadap jaringan rongga mulut. Pengurangan jumlah monomer sisa dapat dilakukan dengan perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades terhadap pelepasan monomer sisa. Penelitian ini menggunakan resin akrilik QC-20 berbentuk disk (ukuran d = 50 mm, t = 3 mm) sebanyak 10 spesimen direndam dalam akuades dengan durasi 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 hari pada suhu 37°C. Perendaman setiap 24 jam dilakukan pergantian akuades (tiap perlakuan menggunakanspesimen yang sama). Pengukuran jumlah monomer sisa dilakukan setiap 24 jam menggunakan alat Spektrofotometer UV-VIS. Perhitungan jumlah monomer sisa dalam bentuk konsentrasi menggunakan persamaan garis lurus y = 9.2543x - 0.0027. Persamaan garis lurus didapat dari kurva absorban dan konsentrasi larutan standar metil metakrilat 0.1%, 0.075%, 0.050%, 0.025%, dan 0.010%. Analisis statistik data hasil penelitian dilakukan dengan uji Friedman dan uji lanjut Wilcoxon (p0.05). Hasil uji Friedman menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p=0.000) antara durasi perendaman terhadap jumlah monomer sisa. Hasil uji lanjut Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada perendaman resin akrilik selama 24 jam (hari ke-1) dibandingkan dengan hari berikutnya (perendaman hari ke-1 melepaskan monomer sisa dengan jumlah tertinggi). Perendaman antara hari ke-6, 7, dan 8 terdapat perbedaan yang tidak bermakna (uji Wilcoxon p0.05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh durasi perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades terhadap pelepasan jumlah monomer sisa.
Hubungan Waktu Kehadiran Fasilitator Dengan Learning Objectives Terhadap Nilai Akhir Mahasiswa Blok 2 FKG Unsyiah Ridha Andayani; Abdillah Imron Nasution; Mauliza Hanim
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.769 KB)

Abstract

Metode Problem-Based Learning (PBL) merupakan suatu metode baru yang diterapkan dalam pendidikan medis. Penerapan metode tersebut mengandalkan mahasiswa bekerjasama dalam beberapa kelompok kecil, diberi kasus dalam bentuk skenario, mereka berdiskusi secara aktif untuk mencapai sasaran belajar (learning objectives) dan dipandu oleh seorang dosen yang bertugas sebagai fasilitator. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan waktu kehadiran fasilitator dengan learning objectives dan terhadap nilai akhir (DPNA) mahasiswa. Tempat penelitian di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala pada bulan Desember 2013 bertepatan dengan dilaksanakannya Blok 2 pada Semester 1. Subjek penelitian terdiri dari 6 kelompok tutorial dengan 7 skenario. Alat yang digunakan berupa kuisioner dan Borang B, Panduan BPF, dan hasil DPNA. Data dianalisis dengan analisis Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan waktu kehadiran fasilitator dan learning objectives menunjukkan hubungan yang lemah dan negatif (R= -0,246), fasilitator dan Nilai DPNA menunjukkan hubungan yang lemah dan positif (R= 0,357) (p0,01). Kesimpulan adalah dari penelitian ini waktu kehadiran fasilitator dan learning objectives dalam pelaksanaan Blok 2 Tahun Ajaran 2013/2014 belum berperan dengan baik dalam menciptakan kecenderungan berpikir kritis yang dicita-citakan oleh penerapan Metode Problem-Based Learning (PBL).
BIOKOMPATIBILITAS BAHAN KAPING PULPA (Tinjauan Pustaka) Muhammad Garry Syahrizal Hanafi; Andi Izham; Harismanto Harismanto; Endang Winiarti Bahtiar
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.094 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20912

Abstract

Bahan pelindung pulpa yang mampu untuk mempertahankan vitalitas pulpa diperlukan pada kasus-kasus terbukanya pulpa, baik yang disebabkan oleh karena karies, trauma, atau faktor iatrogenik. Oleh karena itu, diperlukan bahan pelindung pulpa yang mampu untuk mempertahankan vitalitas pulpa tersebut. Bahan pelindung pulpa ini akan berkontak dengan jaringan hidup, yaitu pulpa, maka bahan yang digunakan harus memiliki sifat biokompatibel terhadap jaringan tubuh manusia. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji parameter yang digunakan sebagai penentu biokompatibilitas bahan kaping pulpa yang sering digunakan di klinis, seperti Kalsium Hidroksida, Mineral Trioxide Aggregate, BioAggregate, Biodentine dan Nano-Hidroksiapatit berdasarkan penelitian yang dilaporkan. Kesimpulan dari tulisan ini adalah seluruh bahan kaping pulpa memiliki sifat biokompatibilitas yang baik, dengan tingkat biokompatibilitas terbaik dimiliki oleh BioAggregate, Biodentine, MTA, diikuti Nano-HA dan Kalsium Hidroksida.
Pengaruh Perendaman Elemen Gigi Tiruan Resin Akrilik Dalam Larutan Daun Sirih (Piper Betle Linn) Terhadap Perubahan Warna Ifwandi .; Viona Dian Sari; Lismawati .
Cakradonya Dental Journal Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.135 KB)

Abstract

Gigi tiruan yang sering digunakan adalah gigi tiruan resin akrilik. Saat ini telah berkembang pembersih gigi tiruan yang alami, salah satunya daun sirih (Piper betle Linn). Daun sirih diketahui berkhasiat sebagai antiseptik dan desinfektan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman elemen gigi tiruan resin akrilik dalam larutan daun sirih (Piper betle Linn) terhadap perubahan warna. Data hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat perubahan nilai hue, tetapi terdapat perubahan nilai value dan chroma. Hasil pengukuran value dan chroma dianalisis menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney (p0,05) untuk mengetahui adanya pengaruh perendaman larutan daun sirih (Piper betle Linn) terhadap perubahan warna, didapatkan nilai signifikansi p0,05 yang menunjukkan adanya pengaruh perendaman larutan daun sirih (Piper betle Linn) terhadap nilai value dan chroma pada elemen gigi tiruan resin akrilik. Hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa perendaman larutan daun sirih (Piper betle Linn) mempengaruhi perubahan warna elemen gigi tiruan resin akrilik.
STATUS KEBERSIHAN MULUT BERDASARKAN INDEKS ORAL HYGIENE INDEX SIMPLIFIED (OHI-S) PADA SISWA SEKOLAH USIA 9, 10 DAN 11 TAHUN Ayub Irmadani Anwar; Munifah Abdat; Aldy Anzhari Ayub; Meilisa Yusrianti
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.592 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16149

Abstract

Penyakit gigi dan mulut di Indonesia umumnya terkait dengan masalah kebersihan mulut. Salah satu penyebab masalah kesehatan gigi dan mulut di masyarakat adalah faktor perilaku yang mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh gambaran mendalam dari status kebersihan rongga mulut pada siswa sekolah usia sembilan, sepuluh, dan sebelas tahun. Metode penelitian ini dengan jenis penelitinan observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Mattoangin I dan Sekolah Dasar Inpres Bertingkat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status kebersihan gigi dan mulut siswa dikategorikan sebagai kriteria baik. Berdasarkan jenis kelamin menunjukkan nilai rata-rata DI-S yang lebih tinggi diperoleh pada siswa laki-laki dibandingkan dengan siswa perempuan. Nilai rata-rata CI lebih tinggi pada siswa perempuan dibandingkan dengan siswa laki-laki. Nilai  rata-rata OHI-S tertinggi ditemukan pada siswa laki-laki dibandingkan dengan siswa perempuan. Kesimpulan penelitian ini bahwa berdasarkan OHI-S, siswa berada dalam kriteria yang baik, dan kelompok usia sebelas tahun dalam kriteria menengah. Tingkat kebersihan mulut didasarkan pada OHI-S dimana siswa laki-laki dan siswa perempuan dalam kriteria yang baik.Kata kunci : Status Oral Hygiene, DI-S, CI-S, OHI-S
Pengaruh Perawatan Aktivator Pada Maloklusi Klas II Ditinjau Dari Radiografi Sefalometri Lateral Hilda Fitria Lubis
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.47 KB)

Abstract

Maloklusi Klas II sering dijumpai pada masyarakat dan menjadi alasan penting untuk mencari perawatan. Maloklusi Klas II sangat efektif dirawat pada masa tumbuh kembang dengan berbagai tipe pesawat fungsional. Salah satunya dengan aktivator, yang memiliki efek dentofasial orthopaedic. Pengaruh perawatan aktivator secara radiografi sefalometri lateral, dijumpai adanya perubahan pada skeletal mandibula yang signifikan daripada dental dan juga berpengaruh pada pertumbuhan kondilus serta posisi dagu. Aktivator dapat mengoreksi anomali dalam arah sagital, transversal, dan vertikal. Dua laporan kasus mengenai hasil perawatan dengan aktivator secara sefalometri akan dibahas.

Page 6 of 53 | Total Record : 524