cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
GAMBARAN KEHILANGAN GIGI PADA PASIEN YANG BERESIKO OSTEOPOROSIS PASKA MENOPAUSE DI RSGM UNIVERSITAS SYIAH KUALA Liana Rahmayani; Munifah Abdat; Salsabila Harira
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.731 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23535

Abstract

Menopause umumnya terjadi pada perempuan usia 50 tahun ke atas dan ditandai dengan berhentinya haid selama minimal 12 bulan. Gejala menopause diantaranya terjadi osteoporosis karena berkurangnya kadar estrogen. Hal tersebut berkaitan dengan meningkatnya produksi sitokin yang mampu merangsang osteoklas untuk meresorpsi tulang alveolar dan dapat menyebabkan kehilangan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kehilangan gigi pada pasien paska menopause yang beresiko osteoporosis di RSGM Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan dengan jumlah subjek sebanyak 37 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data didapat melalui wawancara dan pemeriksaan klinis. Hasil analisis data persentase resiko terjadinya osteoporosis menunjukkan resiko tinggi osteoporosis sebesar 5,4%, resiko sedang osteoporosis 37,8% dan resiko rendah osteoporosis 56,8%. Kehilangan gigi terbanyak pada kelompok kehilangan 12 gigi sebesar 51,4% dan terjadi pada regio posterior sebanyak 54,1%. Disimpulkan bahwa kehilangan gigi terbanyak pada pasien yang beresiko osteoporosis paska menopause adalah 12 gigi dan pada regio posterior.
Pola Asupan Nutrisi Pada Pasien yang Kehilangan Gigi Sebagian di Poli Gigi dan Mulut RSUDZA Banda Aceh Liana Rahmayani; Pocut Aya Sofya; Nadia Sartika
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.353 KB)

Abstract

Kehilangan gigi sebagian maupun seluruhnya memiliki dampak, yaitu dampak emosional, sistemik, dan fungsional. Terganggunya proses pengunyahan akibat kehilangan gigi dapat mempengaruhi pemilihan makanan sehingga terjadi perubahan pada asupan nutrisi. Perubahan pada gambaran asupan nutrisi memiliki dampak bagi tubuh, seperti terjadinya penyakit kronis, penurunan kemampuan fungsional, dan peningkatan kejadian infeksi sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran asupan nutrisi akibat kehilangan gigi sebagian berdasarkan jumlah gigi yang hilang pada pasien di Poli Gigi dan Mulut Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh yang berkunjung pada bulan Juni–Juli 2010. Penelitian ini adalah penelitian Non Eksperimental dan bersifat deskriptif analitik melalui wawancarasecara langsung menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik penarikan sampel nonpropabiliti secara purposive, dengan jumlah sampel 120 orang yang terdiri dari 53 orang laki-laki (44,17%) dan 67 orang perempuan (55,83%). Sampel yang digunakan adalah pasien dengan kriteria berusia lebih dari 20 tahun, yang kehilangan gigi sebagian dan belum pernah menggunakan gigi tiruan. Pengolahan data dilakukan secara statistik dengan Program SPSS menggunakan uji Chi-Square dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan pola asupan nutrisi akibat kehilangan gigi sebagian pada pasien dirasakan berubah lebih dari setengah jumlah pasien dengan persentase tertinggi pada perasaan kesulitan memakan makanan yang mengandung protein dan lemak, sedangkan persentase terendah pada perasaan kesulitan memakan makanan yang mengandung vitamin C. Pola asupan nutrisi akibat kehilangan gigi sebagian pada pasien berdasarkan jumlah gigi yang hilang secara keseluruhan dirasakan berubah paling tinggi tingkat kesulitannya pada kelompok jumlah gigi yang hilang 22–28 gigi (76,2%) dan terendah yang merasa kesulitan pada kelompok jumlah gigi yang hilang 1–7 gigi (46,8%).
Menilai Kualitas Hidup yang Berhubungan Dengan Kesehatan Mulut Anak Berusia 12 Tahun: Validitas Cohip-sf Versi Indonesia Youla Karamoy; Risqa Rina Darwita; Diah Ayu Maharani
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.891 KB)

Abstract

Anak-anak rentan terhadap masalah kesehatan mulut yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai reliabilitas, validitas diskriminan, dan validitas konvergen dari COHIP-SF versi Indonesia pada sampel anak 12 tahun di Indonesia dan untuk menggambarkan kesehatan mulut mereka dalam kaitannya dengan kualitas hidup. Menggunakan desain cross sectional dan pengambilan sampel secara convenience, pada 321 anak sekolah berusia 12 tahun yang tinggal di Kota Bekasi dan Minahasa Utara untuk mengisi kuesioner COHIP-SF versi Indonesia. Pemeriksaan DMF-T, PUFA dan OHI-S dilakukan oleh satu pemeriksa yang sudah dikalibrasi. Hasil: koefisien Cronbach’s alpha untuk skor keseluruhan adalah 0,81. Skor COHIP keseluruhan berkisar antara 43–84 (Mean ± SD: 68,0 ± 8,8). Validitas diskriminan didukung oleh perbedaan yang signifikan antara skor COHIP di Bekasi dan Minahasa Utara (p=0,000). Validitas konvergen dikonfirmasi oleh hubungan yang signifikan antara skor kualitas hidup dengan penilaian kesehatan mulut yang dirasakan sendiri (r=0,33), antara kualitas hidup dan DMF-T (r=-0,13); PUFA (r=-0,16); OHI-S (r=-0,16). Rerata DMF-T, PUFA, dan OHI-S masing-masing adalah 2,5, 0,5, dan 1,7. Ada hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup anak. COHIP-SF versi Indonesia adalah reliabel dan valid untuk memberikan informasi penting dalam menilai kebutuhan perawatan, membuat keputusan klinis dan mengevaluasi intervensi, layanan dan program.
SINDROMA BRUGADA DAN PENATALAKSANAANYA PADA LANSIA (Laporan Kasus) Azhari Gani; Munifah Abdat
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1838.407 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17094

Abstract

Sindroma Brugada ditandai dengan elevasi segmen ST di sadapan prekordial kanan EKG, yangdikaitkan dengan resiko tinggi sudden cardiac death. Sindroma ini lebih banyak dialami oleh laki-lakiusia muda atau dewasa yang sehat. Penderita dapat mengalami gejala seperti pingsan, palpitasi,kematian mendadak akibat jantung, dan dapat pula tanpa gejala sebelumnya (spontan). Jika pasienmengalami masalah gigi maka perawatan gigi pada pasien dengan penyakit saluran jantung sulit karenaadanya potensi risiko kejadian yang mengancam jiwa. Dilaporkan satu kasus seorang laki-laki 75tahun dengan keluhan pingsan 2 jam sebelum masuk rumah sakit. Sebelumnya pasien merasa tidakenak badan, jantung berdebar-debar dan tidak sadarkan diri. Berdasarkan pemeriksaan fisik tidakditemukan kelainan. Sedangkan hasil pemeriksaan EKG ditemukan gambaran coved pada sadapanprekordial kanan ( V1,V2 dan V3 ). Hasil laboratorium dalam batas normal. Pasien tidak mempunyairiwayat sinkop, jantung berdebar dan nyeri dada sebelumnya. Pasien didiagnosa dengan SindromaBrugada tipe 1 dan diterapi dengan Bisoprolol 1 x 2,5 mg dan Aspilet 1 x 80 mg. Pasien kemudiandirujuk ke RSCM Jakarta untuk dilakukan Electrophisiology Study dan direncanakan untukpemasangan ICD.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN DENTAL (DENTAL ANXIETY) TERHADAP PERSEPSI NYERI KETIKA SKELING PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS SYIAH KUALA Cut Fera Novita; Sunnati .; Shabirah Inas Ferrina Siregar
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.398 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v9i1.9876

Abstract

Kecemasan dental merupakan masalah yang sering terjadi pada pasien yang melkan perawatan ggi dan mulut. Kecemasan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi persepsi nyeri seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pasien dan persepsi nyeri yang dirasakan ketika skeling. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Metode pengambilan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 72 orang yang diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin, terdapat sebanyak 44 orang perempuan dan 28 orang laki-laki. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuisioner kecemasan dental corah dan visual analog scale untuk pengukuran nyeri. Hasil analisis menggunakan statistika deskriptif frekuensi dan crosstabs menunjukkan frekuensi tertinggi tingkat kecemasan subjek penelitian yaitu kecemasan ringan sebanyak 47 orang (65,35) dan persepsi nyeri ringan sebanyak 36 orang (76,6%) ketika dilakukan perawatan skeling. Kesimpulan penelitian ini adalah pasien dengan perawatan skeling mengalami kecemasan ringan dan persepsi nyeri yang ringan.Kata Kunci: Kecemasan dental, persepsi nyeri, skeling
GAMBARAN PH SALIVA DARI PEROKOK AKTIF DAN PASIF PADA MASYARAKAT KECAMATAN MESJID RAYA ACEH BESAR Dewi Saputri; Diana Setya Ningsih; Ridha Rosmarna Dewi
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.797 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11711

Abstract

Saliva adalah cairan kompleks yang sangat penting untuk kesehatan rongga mulut Asap rokok mengandung berbagai komposisi beracun yang mengakibatkan perubahan saliva secara struktural maupun fungsional. Asap rokok mengandung nikotin yang bekerja pada reseptor kolinergik tertentu di otak yang dapat menyebabkan aktivasi saraf sehingga terjadi perubahan sekresi dan pH saliva. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran pH saliva pada perokok aktif dan pasif. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Metode pengambilan sampel dengan cara non probability sampling pada 80 subjek yang terdiri dari dua kelompok, yaitu 40 subjek perokok aktif dan 40 subjek perokok pasif. Hasil analisis univariat menunjukkan semua perokok aktif, 40 orang atau 100%, mempunyai pH saliva bersifat asam, sedangkan pada perokok pasif hanya 13 orang (32,5%). Sisa subjek perokok pasif yaitu sebanyak 27 orang (67,5%) mempunyai pH saliva bersifat normal. Sebagai kesimpulan penelitian ini adalah pH saliva yang bersifat asam ditemukan pada semua perokok aktif, sedangkan pada perokok pasif lebih banyak didapatkan pH saliva normal. Juga pH saliva perokok aktif lebih asam (6,15) daripada pH saliva perokok pasif (6,81).Kata Kunci: Perokok aktif, perokok pasif, pH saliva
KILAU PERMUKAAN MATERIAL RESTORATIF GLASS-HYBRID SETELAH PERENDAMAN PADA BERBAGAI pH SALIVA BUATAN Claudia Anggasaputra; Yosi Kusuma Eriwati; Siti Triaminingsih
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.759 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17066

Abstract

Material restoratif glass-hybrid mengalami peningkatan kekasaran dalam larutan dengan pH rendah namun belum banyak diteliti nilai sifat kilau permukaannya dalam saliva pH rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai pH saliva buatan terhadap sifat kilau permukaan material restoratif glass-hybrid. Spesimen restorasif glass-hybrid (EQUIA® Forte Glass-Hybrid Restorative System, GC Japan) (90 buah) dibagi dalam 9 kelompok (n=10) perlakuan perendaman dalam saliva buatan dengan pH 4,5; 5,5; 7, dan waktu perendaman 1 jam, 24 jam, dan 72 jam. Uji kilau permukaan menggunakan Glossmeter (Novo-Curve Rhopoint Instrument, UK) dengan sudut 60o. Data dianalisa statistik dengan One-way ANOVA untuk mengetahui kemaknaan nilai kilau permukaan antar kelompok spesimen. Nilai kilau permukaan pada kelompok perendaman dalam saliva buatan pH 4,5 selama 1 jam, 24 jam dan 72 jam menghasilkan nilai 35,8±2,77 GU; 37,07±2,03 GU, dan 41,3±4,09 GU. Kelompok dalam saliva buatan pH 5,5: 1 jam, 24 jam, dan 72 jam mengalami kenaikan nilai kilau permukaan menjadi 33,68±3,23 GU; 34,145±2,6 GU, dan 37,73±1,81 GU. Nilai surface gloss pada perendaman saliva buatan pH 7: 1 jam, 24 jam, dan 72 jam adalah 32,93±3,23 GU; 32,77±2,42 GU, dan 32,98±2,34 GU. Disimpulkan pada pH saliva buatan lebih rendah dan peningkatan lama perendaman terjadi peningkatan sifat kilau permukaan material restoratif glass-hybrid.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS ANTIBAKTERI INFUSUM LENGKUAS PUTIH DAN MERAH TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS Aria Fransiska; Fadil Oenzil; Havis Dharma Rafke
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.164 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v9i2.9747

Abstract

Salah satu tanaman yang biasa dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai bahan obat-obatan adalah tanaman lengkuas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan efektifitas antibakteri infusum lengkuas putih dan merah terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Analisis data menggunkan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata zona hambat yang dihasilkan oleh infusum lengkuas putih adalah sebesar 14,27 mm, sedangkan infusum lengkuas merah adalah sebesar 19,40 mm. Hasil uji Independent Sample t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara infusum lengkuas putih dan infusum lengkuas merah terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus (p0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah efek antibakteri infusum lengkuas merah lebih tinggi dibandingkan dengan infusum lengkuas putih terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.Kata kunci: Antibakteri, infusum, Staphylococcus aureus
KARAKTERISASI SCAFFOLD HYDROXIAPATITE GYPSUM PUGER KOMBINASI ALGINAT RUMPUT LAUT COKLAT (SARGASSUM SP) SEBAGAI BONE GRAFT DENGAN METODE FREEZE DRYING Safira Annisa Yasmin Pambudi; Amiyatun Naini; Agus Sumono
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.441 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.29947

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakterisasi bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp) menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red. Menganalisis bentuk porositas dari bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp) dengan SEM (Scanning Electron Microscopy) dan melihat prosentase porositas dari bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp) dengan menggunakan uji porositas. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Metode analisis data menggunakan FITR, dan uji porositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp) menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red) dijelaskan bahwa pola FTIR hidroksiapatit gipsum Puger (HAGP) dan gabungan pola FTIR HAGP dengan Alginat nampak ada kemiripan pola FTIR HAGP. Bentuk porositas dari bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp).
PERUBAHAN pH SALIVA SEBELUM DAN SESUDAH MENGKONSUMSI BUAH PISANG AYAM (Musa acuminata Colla) PADA MAHASISWA FKG UNSYIAH ANGKATAN 2014 . Afrina; Santi Chismirina; Nura Shara Amirza
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.576 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10615

Abstract

Saliva adalah cairan mulut yang kompleks yang merupakan gabungan dari berbagai cairan dan komponen yang diekskresikan ke dalam mulut. Potensial of hydrogen (pH) saliva merupakan derajat asam atau basanya suatu cairan tubuh yang dapat berubah karena kecepatan aliran saliva, mikroorganisme rongga mulut, dan kapasitas buffer saliva. Buah pisang ayam (Musa acuminata Colla) merupakan buah dengan kandungan karbohidrat tinggi yang dapat meningkatkan produksi asam oleh bakteri-bakteri rongga mulut sehingga rongga mulut menjadi asam. Keadaan ini menyebabkan demineralisasi permukaan gigi sehingga dapat terjadi proses pembentukan karies. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perubahan pH saliva sebelum dan sesudah mengkonsumsi buah pisang ayam pada mahasiswa FKG Unsyiah angkatan 2014. Subjek penelitian ini berjumlah 39 orang yang diambil dengan metode purposive sampling dengan desain one-group pretest-posttest desaign. Pengambilan saliva dilakukan dengan metode spitting yang dilakukan sebelum dan sesudah mengkonsumsi buah pisang ayam. Pengukuran pH saliva mengunakan pH meter digital. Berdasarkan hasil uji T-test berpasangan, terbukti adanya penurunan pH saliva yang bermakna (p0,05) antara pH saliva sebelum dan sesudah mengkonsumsi buah pisang ayam, yang menunjukkan adanya penurunan pH saliva sesudah mengkonsumsi buah pisang ayam. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya perubahan pH saliva sebelum dan pH saliva sesudah mengkonsumsi buah pisang ayam.

Page 5 of 53 | Total Record : 524