cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
HUBUNGAN PENILAIAN PERSEPSI ESTETIKA ORAL DENGAN KEADAAN MALOKLUSI MENGGUNAKAN ORAL SUBJECTIVE INDEX SCALE (OASIS) DAN DENTAL AESTHETIC INDEX (DAI) (STUDI PADA REMAJA USIA 16-17 TAHUN DI SMAN KOTA BANDA ACEH) Rafinus Arifin; . Herwanda; Cut Rindi Tefani
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.136 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10610

Abstract

Estetika pada wajah dapat menentukan persepsi pada diri sendiri dan dapat mempengaruhi kualitas hidup. Pada remaja ketertarikan fisik merupakan faktor penting yang mempengaruhi hubungan sosial. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan penilaian persepsi estetika dan prevelensi tingkat maloklusi pada usia 16-17 tahun di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Banda Aceh. Metode crosssectional yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan 100 siswa-siswi di banda Aceh. Data yang dikumpulkan berupa umur, jenis kelamin, status maloklusi berdasarkan Dental Aesthetic Index (DAI), dan persepsi estetika oral berdasarkan Oral Aesthetic Subjective Index Scale (OASIS). Chi-Square tes digunakan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara DAI dan OASIS. Uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi estetika dan keadaan maloklusi p=0,037 (p0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara penilaian persepsi estetika OASIS dan keadaan maloklusi DAI. Hal ini menunjukkan hubungan signifikan antara kondisi maloklusi dan tingkat kepedulian remaja terhadap keadaan estetikanya. Faktor usia pada penderita maloklusi tidak mempengaruhi kondisi persepsi estetika yang dimilikinya. Sebaliknya faktor jenis kelamin terhadap persepsi estetika menunjukkan remaja wanita cenderung lebih peduli terhadap keadaan gigi-giginya.
Koreksi Gigi Insisivus Sentral Rahang Atas yang Mengalami Rotasi Berat Menggunakan Alat Whip Komalawati .
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.32 KB)

Abstract

Artikel ini untuk memperkenalkan suatu alat yang dapat digunakan untuk memperbaiki rotasi berat gigi anterior pada anak remaja. Desain alat dan uji coba ini adalah laporan kasus seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dengan gigi geligi campuran maloklusi kelas I yang mengalami rotasi berat pada gigi insisivus sentral kiri rahang atas dan terdapat mesiodens di antara gigi insisivus sentral. Hal yang pertama kali dilakukan adalah mencabut gigi supernumerary, dan kemudian dilakukan pemasangan alat lepasan yang terdiri dari whip, spring cantilever dan bonded tube pada gigi yang mengalami rotasi. Setelah 8 bulan, insisivus sentral kiri atas berada pada arah yang tepat secara ortodonti. Dilakukan fibrotomi suprakrestal melingkar di samping koreksi berlebihan pada gigi dan satu minggu setelah pembedahan, alat tersebut dilepas dan dimulai untuk penggunaan retensi. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah alat whip, merupakan suatu alat lepasan yang sangat efektif untuk memperbaiki rotasi berat gigi anterior.
Hubungan Kehilangan Gigi Sebagian Terhadap Status Gizi dan Kualitas Hidup di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Tahun 2020 Windy Widya Hasibuan; Dwi Tjahyaning Putranti
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.342 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20916

Abstract

Kehilangan gigi sebagian pada lansia dalam waktu yang lama dan tidak digantikan dengan gigi palsuakan menyebabkan penurunan fungsi mastikasi yang akan menyebabkan penurunan pada status gizi dankualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kehilangan gigi sebagianterhadap status gizi dan kualitas hidup lansia yang tinggal di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjaipada tahun 2020. Jenis penelitiannya adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampelpenelitian adalah 67 lansia. Penelitian dilakukan dengan melakukan pemeriksaan rongga mulut,pengukuran berat dan tinggi badan dan pengisian kuesioner GOHAI. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kehilangan gigi sebagian terhadap statusgizi dan kualitas hidup lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Tahun 2020 berdasarkanjumlah gigi yang ada dan jumlah functional tooth units (FTUs) di rongga mulut p=0,0001 (p0,05).Jumlah gigi yang ada dan jumlah functional tooth units (FTUs) di rongga mulut berhubungan penurunankemampuan mastikasi dan menyebabkan status gizi dan kualitas hidup pada lansia.
Metode Mengatasi Bau Mulut Yulia Rachma Wijayanti
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.39 KB)

Abstract

Bau mulut seringkali dijadikan alasan pasien untuk berobat ke dokter gigi. Bau mulut akan menjadi masalah ketika kita berkomunikasi dengan seseorang, hal tersebut terjadi karena adanya peningkatan kadar volatile sulfur compound di dalam rongga mulut, yakni ketika ada peningkatan aktivitas bakteri anaerob di dalam rongga mulut. Salah satu metode mutakhir dalam mengukur bau mulut dapat menggunakan GS – SCS Oral Chroma. Oral Chroma merupakan kromatograf gas yang praktis dan sederhana, dapat memberikan sensitivitas tinggi untuk volatile sulfur compound, dengan komponen H2S, CH3SH dan (CH3)2S. Dalam pemprosesan data, Oral Chroma dapat memberikan tampilan grafis pada komputer termasuk komentar evaluasi singkat mengenai nilai pengukuran yang membantu dalam analisis data, sehingga dapat digunakan oleh para klinisi untuk berkomunikasi dan memberikan edukasi kepada pasien yang menderita bau mulut mengenai hal-hal yang terkait dengan kesehatan rongga mulutnya. Cara mengatasi bau mulut dapat menggunakan pedoman Treatment Needs. Hal tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi bau mulut secara tuntas.
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH DURIAN DAN ITRACONAZOLE DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans Siti Rusdiana Puspa Dewi; Lizzana Farianty; Ahdiyat Sukmawan
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.409 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16155

Abstract

Itraconazole merupakan salah satu obat sintetik yang memiliki keterbatasan dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans (C. albicans). Kulit buah durian (Durio zibethinus L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki efek antifungal karena mengandung senyawa organik seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang mampu menghambat pertumbuhan C. albicans. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan potensi pengaruh pemberian kombinasi ekstrak kulit buah durian dengan dan tanpa itraconazole terhadap pertumbuhan C. albicans in vitro. Penelitian ini menggunakan metode checkerboard dengan 6 jenis konsentrasi ekstrak kulit buah durian dan 5 jenis konsentrasi iatraconazole dalam menentukan KHM kombinasi. KHM kombinasi bahan uji diuji pada media SDA untuk menetapkan pengaruh kombinasi bahan uji terhadap C. albicans melalui zona hambat yang dibandingkan dengan itraconazole (kontrol positif), ekstrak kulit buah durian, dan akuades (kontrol negatif). Hasil dari penelitian ini menunjukkan pemberian bahan uji kombinasi berpotensi menghambat pertumbuhan C. albicans tanpa dipengaruhi oleh konsentrasi bahan uji. Semakin tinggi konsentrasi kulit buah durian atau itraconazole, maka semakin meningkat pula daya hambat pertumbuhan C. albicans. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak kulit buah durian dengan itraconazole berpotensi menghambat pertumbuhan C. albicans in vitro.Kata Kunci: Candida albicans, ekstrak kulit buah durian, itraconazole
Space Maintainer Tipe Crown And Loop: Suatu Perawatan Kasus Tanggal Dini Gigi Sulung Vera Yulina; Amila Yumna; Dharli Syafriza
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.6 KB)

Abstract

Gigi sulung yang mengalami lesi karies luas dengan keterlibatan furkasi merupakan salah satu indikasi dilakukannya ekstraksi. Jika pencabutan terjadi ketika benih gigi permanen masih terletak jauh dan belum waktunya erupsi maka ekstraksi atau tanggal dini gigi sulung harus diikuti dengan pemasangan suatu alat untuk menjaga ruang erupsi gigi permanen pengganti, yaitu space maintainer. Laporan kasus ini menjelaskan pemasangan space maintainer tipe crown and loop pada kasus tanggal dini gigi molar pertama sulung. Kesimpulan Space maintainer tipe crown and loop efektif sebagai alat yang digunakan untuk menjaga dan mempertahankan ruang erupsi gigi permanen pada kasus tanggal dini gigi molar pertama sulung.
HUBUNGAN ANTARA STATUS MENTAL DENGAN ASUPAN NUTRISI PADA LANSIA Juanita Juanita; Budi Satria
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.799 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.18444

Abstract

Lansia mengalami perubahan normal berupa penurunan fungsi status mental. Perubahan ini dapat berpengaruh terhadap kemampuan lansia melakukan aktifitas sehari-hari terutama kemampuan untuk makan, sehingga berpengaruh pada asupan nutrisi lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status mental dengan asupan nutrisi pada lansia. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh lanjut usia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Darussalam Aceh Besar, sebesar 102 responden yang teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling sebesar 102 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner short portable mental status questionnaire (SPMSQ) dan kuesioner perilaku asupan nutrisi dalam bentuk skala likert. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian menemukan adanya hubungan antara status mental dengan asupan nutrisi lansia (p = 0.011), yaitu lansia yang memiliki fungsi mental yang baik akan memiliki asupan nutrisi yang baik pula. Oleh karena itu, diharapkan kepada pemberi asuhan, terutama keluarga, untuk membantu memenuhi asupan nutrisi lansia dengan penurunan fungsi mental ini sehingga dapat menjaga dan meningkatkan kesehatannya.
Perubahan pH Saliva Buatan Setelah Diinteraksikan Dengan Candida Albicans, Streptococcus Mutans, dan Aggregatibacter Actinomycetemcomitans Basri A. Gani; Cut Soraya; Sunnati -; Abdillah Imron Nasution; Nurfal Zikri; Rina Rahadianur
Cakradonya Dental Journal Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.148 KB)

Abstract

Saliva merupakan cairan eksokrin yang mengandung unsur protein dan antibodi seperti sIgA laktoferin peroksidase, albumin, polipeptida dan oligopeptida yang berperan pada pertahanan mukosa rongga mulut dan gigi guna mencegah infeksi oral mikropatogen seperti C. albicans, S. mutans, dan A. actinomycetemcpmitans. Patogenesis ketiga oral mikropatogen tersebut diawali dengan mempengaruhi perubahan pH saliva sebagai langkah invasi dan infeksi pada mukosa oral dan pelikel gigi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perubahan pH saliva buatan setelah diinteraksikan dengan S. mutans, C. albicans,dan A. Actinomycetemcpmitans. Materi penelitian ini berupa Streptococcus mutans strain ATCC 31987, Candida albicans strain ATCC 10231, Aggregatibacter actinomycetemcomitans strain ATTC 702358, dan saliva buatan. Untuk mengetahui perubahan pH saliva, maka ketiga mikrobiota tersebut dikultur dan untuk menguji perubahan pH saliva dilakukan uji interaksi ketiga mikroorganisme tersebut dalam saliva buatan selama 24 jam dengan pengaturan pH saliva sebagai indikator hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan interaksi S. mutans, C. albicans, dan A. actinomycetemcomitans dalam saliva buatan mampu mereduksi perubahan pH saliva mengarah ke pH netral dengan kontrol perlakuan pH saliva 4, 5, 6, 8, dan pH 9 secara statistik tidak tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p0,05), begitu juga ketika dilakukan interakasi diantara masing-masing mikroorganisme tersebut dalam saliva buatan menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p0,05). Hasil penelitian memperlihatkan aktivitas biologi S. mutans, C. albicans, dan A. actinomycetemcomitans dalam saliva buatan mampu merubah pH Saliva sekaligus mempertahankan pH netral, ini menggambarkan bahwa mikrobiota tersebut saling mendukung dan bekerjasama dalam mempengaruhi siklus biologi rongga mulut dengan pH saliva sebagai indikator.
REHABILITASI RONGGA MULUT PADA ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL Ulfa Yasmin; Eriska Riyanti
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.482 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v11i1.13627

Abstract

Disabilitas intelektual atau yang sebelumnya disebut dengan retardasi mental merupakan suatugangguan cacat umum adaptif dan fungsi intelektual yang berhubungan dengan onset usiaperkembangan seharusnya. Prevalensi disabilitas intelektual pada anak-anak di bawah umur 18 tahundi negara maju diperkirakan mencapai 0,5-2,5% sedangkan di negara berkembang berkisar 4,6%.Laporan kasus ini memaparkan seorang anak perempuan usia 12 tahun yang menderita disabilitasintelektual dengan keadaan kebersihan mulut yang sangat buruk. Pemeriksaan intra oral menunjukkanbanyaknya gigi persistensi, nekrosis gigi molar pertama permanen kiri rahang bawah disertai kistaradikalis, serta gingivitis marginalis kronis rahang atas dan bawah. Pasien selalu mengeluarkan air liur(drooling) secara berlebihan sehingga selalu membuat baju serta barang disekitarnya menjadi basah.Pasien mendapatkan perawatan dibawah anestesi umum dikarenakan banyaknya tindakan pencabutanyang harus dilakukan dan pasien tidak dapat mengikuti instruksi dokter gigi. Edukasi diberikankepada pasien dan orangtua mengenai cara pemeliharaan rongga mulut dan latihan myofungsionaluntuk mengurangi drooling yang terjadi. Kerjasama dokter gigi, orangtua dan pasien sangat pentingdalam perawatan anak disabilitas intelektual dengan tujuan menjaga kebersihan rongga mulut anak.Kata Kunci : Rehabilitasi, disabilitas intelektual, anastesi umum, drooling.
Kemampuan Air Rebusan Daun Salam (Eugenia Polyantha Wight) Terhadap Jumlah Makrofag Pada Gambaran Histologi Periodontitis Agresif (Penelitian Pada Tikus Model) Ridha Andayani; Abdillah Imron Nasution; Afini Rahimi
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.223 KB)

Abstract

Aggregatibacter actinomycetemcomitans merupakan bakteri dominan pada periodontitis agresif. Daun salam (Eugenia polyantha w) bersifat sebagai anti-inflamasi, antimikroba, analgesik dan antibakteri. Saat ini, belum banyak penelitian potensi daun salam dalam respon inflamasi yang diperankan oleh makrofag. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan air rebusan daun salam dengan konsentrasi 20%, 40%, dan 80% terhadap jumlah sel makrofag pada gambaran histologi periodontitis agresif. Penelitian ini merupakan penelitian eskperimental laboratoris yang menggunakan tikus putih rattus norvegiccus dibagi empat kelompok, tiga kelompok perlakuan air rebusan daun salam dengan konsentrasi 20%, 40%, dan 80%, dan satu kelompok kontrol akuades.Pada hari pertama kelompok perlakuan dan kelompok kontrol diinokulasi bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans sampai hari ketujuh. Hari kedelapan sampai kesepuluh kelompok perlakuan diaplikasikan air rebusan daun salam dan kelompok kontrol diaplikasikan akuades. Hari kesebelas tikus dieuthanasi, selanjutnya dilakukan pengambilan sampel histologi jaringan periodontal tikus diamati secara mikroskopik. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan jumlah makrofag kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang bermakna (p≤0,05). Dapat disimpulkan, kandungan air rebusan daun salam dapat membantu respon inflamasi yang diperankan oleh sel makrofag.

Page 4 of 53 | Total Record : 524