Langgas: Jurnal Studi Pembangunan
The aim of Langgas: Jurnal Studi Pembangunan is to provide scientific article of development studies that developed in attendance through the article publications and research reports. This journal welcome paper from academicians on original empirical, theoretical, and policy-oriented research. The scope of this journal is on three main area of discussion: public policy, governance, and social change.
Articles
54 Documents
Media Massa dan Pembentukan Identitas Nasional di Kawasan Perbatasan Indonesia-Timor Leste
Niis, Maria M.
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/ljsp.v4i1.20540
Media massa berperan penting dalam membentuk jati diri bangsa, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia. Namun, ketersediaan media yang tidak merata di seluruh Indonesia menghambat efektivitas peran media. Dengan merujuk pada Teori Media Massa dari MaQuail dan Anderson serta Teori Konstruksi Sosial Media dari Berger dan Lukmann, artikel ini mencoba menyajikan gambaran empiris mengenai distribusi dan aksesibilitas media massa di wilayah perbatasan, dalam kaitannya dengan konstruksi nasionalisme dan pembentukan identitas kolektif kebangsaan di wilayah tersebut. Tulisan ini dikaji menggunakan kajian pustaka literatur review yang berkaitan dengan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemisahan diri Timor Leste dari Indonesia pada tahun 1999 berdampak besar terhadap nasionalisme dan identitas nasional di wilayah perbatasan, khususnya di Kabupaten Belu, serta dampak sosiologisnya masih terasa hingga saat ini. Media, khususnya medialokal, ikut terlibat dalam penanganan persoalan sosio-historis dalam kehidupan masyarakat ini melalui pemberitaannya.
Studi Ketahanan Sosial Masyarakat Tambak Lorok dalam Menghadapi Bencana Rob
Isrofi, Muhammad Haekal Alif;
Gunawan
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/ljsp.v4i1.20803
Artikel ini membahas bagaimana ketahanan sosial masyarakat pesisir Tambak Lorok dalam menghadapi bencana banjir rob. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lapangan. Hasil menunjukkan bahwa solidaritas sosial, praktik gotong royong, dan adaptasi keseharian menjadi mekanisme utama masyarakat dalam merespons banjir rob yang berulang. Ketahanan sosial diwujudkan melalui kekuatan jaringan sosial informal, peran aktif organisasi lokal seperti KUB, KSB, dan KATANA, serta pemanfaatan ruang sosial seperti Rumah Baca Apung. Tradisi budaya seperti sedekah laut dan ruahan juga turut memperkuat daya lenting komunitas. Namun, bentuk ketahanan ini lebih merefleksikan strategi bertahan dalam keterbatasan daripada hasil dari sistem perlindungan jangka panjang. Oleh karena itu, ketahanan sosial dalam konteks ini perlu dipahami secara kritis, bukan hanya sebagai kemampuan bertahan, tetapi juga sebagai refleksi atas ketimpangan sistemik dan ketiadaan jaminan struktural jangka panjang.
Proses Sosialisasi Mitigasi Bencana pada Keluarga Terdampak Gempa Bumi di Desa Limbangan Sari
Saputri, Nadia Eka;
Wijaya, Atika
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/ljsp.v4i2.21018
Bencana gempa bumi di Cianjur tahun 2022 mengakibatkan kerugian besar dan menimbulkan korban jiwa terkhusus di Desa Limbangan Sari. Karena sifat bencana yang tak terduga, upaya penanggulangan sering bersifat kurang efektif, sehingga menimbulkan banyak korban. Selain peran pemerintah, sosialisasi di lingkungan keluarga penting untuk membekali anggota keluarga dengan pengetahuan dasar tentang bencana. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses sosialisasi mitigasi bencana dalam keluarga yang terdampak gempa bumi di Desa Limbangan Sari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara terhadap enam anggota keluarga terdampak dan dua perangkat desa. Hasil penelitian menunjukan bahwa keluarga berperan sebagai agen utama dalam menanamkan pengetahuan dan sikap dalam kesiapsiagaan bencana. Proses sosialisasi dilakukan melalui komunikasi sehari-hari dan pengalaman langsung saat terjadinya gempa. Namun, minimnya praktik langsung menyebabkan efektivitas sosialisasi belum optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya mitigasi berbasis keluarga yang mendorong keterlibatan aktif dalam membentuk budaya sadar bencana
Praktik Pemberdayaan Berbasis Kemandirian Wilayah Melalui Peran Srikandi Program Kampung Sedekah
Luqmanul Hakim, Muhammad Ahdi;
Arsal, Thriwaty
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/ljsp.v4i2.21052
Persoalan di wilayah kemiskinan mampu berdampak pada mental miskin yang semakin banyak. Risiko yang ditakuti yaitu bank keliling yang meresahkan di masyarakat. Yayasan Kampung Sedekah melalui program Kampung Sedekah hadir untuk mencegah permasalahan sosial di masyarakat dengan mengoptimalkan potensi wilayah yang dimilliki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran srikandi program Kampung Sedekah dalam pemberdayaan berbasis kemandirian wilayah serta kendala yang dirasakan. Penelitian ini dianalisis menggunakan konsep peran dari Jim Ife dan Frank Tesoriero. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitiatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian yaitu pendiri program dan srikandi program Kampung Sedekah. Tehnik pengumpulan data secara purposive sampling yaitu peneliti mengambil sampel dengan pertimbangan tertentu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan konsep peran yang meliputi fasilitatif, mendidik, representasi dan teknis sudah berjalan dengan efektif dalam praktik pemberdayaan program Kampung Sedekah.
Penggunaan Konten Kreatif melalui Aplikasi TikTok sebagai Strategi Pemasaran Pariwisata di Saloka Theme Park
Darmayani, Putri;
Mustofa, Moh. Solehatul
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/ljsp.v4i2.21646
Di era digital saat ini, media sosial, khususnya Tiktok, telah menjadi platfrom untuk memasarkan destinasi pariwisata. Penelitian ini mengkaji efektivitas pengguna konten kreatif Tiktok sebagai strategi pemasaran Saloka Theme Park dalam meningkatkan antusiasme kunjungan generasi muda. Dengan pendekatan kualitatif, daya dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tim pemasaran Saloka Park, observasi langsung di lokasi, dan analisis konten di gital akun @salokapark. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Saloka Park berhasil mengakui keputusan kunjungan mereka terinspirasi oleh konten Tiktok. Keberhasilan ini didukung oleh pemahaman mendalam tentang algoritma For You Page (FYP) Tiktok. Secara teoretis, temuan ini diperkuat oleh perspektif interaksionisme simbolik, dimana konten visusl, interaksi, dan respons audiens di Tiktok berfungsi sebagai symbol yang membentuk makna kolektif tentang Saloka Park sebagai destinasi menarik. Pemanfaatan tiktok tidak hanya meningkatkan visibilitas dan jumlah pengunjung, tetapi juga berperan sebagai katalisator pemberdayaan ekonomi kreatif dan pembentukan komunitas di sekitar destinasi wisata.
Manajemen Lingkungan dalam Pembangunan Kehutanan di Taman Nasional Gunung Leuser
Sitorus, Ricky
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/ljsp.v4i2.21647
Manajemen lingkungan dalam pembangunan kehutanan di Taman Nasional Gunung Leuser menekankan pada prinsip keseimbangan ekologis, sosial dan ekonomi dalam pemanfaatan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih jauh bagaimana manajemen lingkungan dalam pembangunan kehutanan di Taman Nasional Gunung Leuser mampu memungkinkan setiap pemangku kepentingan mampu secara komprehensip menganalisis, mengendalikan, dan mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas, produk, dan layanannya, serta beroperasi secara lebih efisien dan efektif demi mengatasi deforestasi. Alasannya deforestasi di Taman Nasional Gunung Leuser berdampak buruk karena berdampak pada kerusakan hutan, bencana sosial hingga kemiskinan. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Adapun hasil penelitian ini memaparkan tentang dampak deforestasi, manajemen pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser selama ini dan Manajemen Lingkungan berbasis Pembangunan Kehutanan berkelanjutan.
Membumikan Pancasila melalui Kearifan Lokal: Perempuan Menjaga Hutan Perempuan di Kampung Enggros, Papua
Ginting, Fuad Putera Perdana;
Saragih, Anwar
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/ljsp.v4i2.22406
Indonesia merupakan negara kaya dengan beragam agama, budaya, adat istiadat, dan sumber daya alam. Hutan Perempuan di Kampung Enggros menjadi salah satu kekayaan nusantara yang harus dijaga dan lestarikankarena pengelolaannya berbasis kearifan lokal dimana yang bisa memasuki hutan adat tersebut hanya diperbolehkan perempuan. Keterikatan antara perempuan Kampung Enggros dan Hutan Perempuan adalah bentuk nyata dari perjuangan ekologis berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Mereka menempatkan hutan sebagai sumber kehidupan yang tidak bisa dipisahkan dengan kesehariannya melalui tradisi dan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun temurun. Kearifan lokal di Hutan Perempuan menjadi alat perekat budaya nusantara Indonesia dalam membumikan Pancasila melalui pelestarian alam berbasis masyarakat adat. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana membumikan Pancasila melalui kearifan lokal di Kampung Enggros, Provinsi Papua. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan analisa deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu etika lingkungan perspektif Pancasila, tantangan ekologis pengelolaan Hutan Perempuan dan implementasi Pembumian Pancasila berbasis kearifan lokal pada Hutan Perempuan.
Kapitalisme: Dari Laissez-faire ke Ekonomi Politik Keynesian
Harahap, Husnul Isa
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/ljsp.v4i2.22859
Kapitalisme adalah salah satu cara pandang ekonomi politik yang cukup banyak didiskusikan dalam dunia akademik. Hal ini disebabkan karena secara praktik ia adalah yang paling sukses dibandingkan pendekatan ekonomi politik lainnya (bahkan dibandingkan sosialisme). Studi ini membahas kapitalisme serta perkembangannya di Amerika Serikat. Metode pengumpulan data dalam studi ini menggunakan studi pustaka dan dokumen. Temuan dalam studi ini menggambarkan bahwa kapitalisme di Amerika pada awalnya di dorong oleh nilai-nilai kebebasan dan prinsip usaha bebas (laissez-faire) tanpa intervensi pemerintah (kekuatan pasar). Selain itu, perkembangan kapitalisme di Amerika dapat dijelaskan dari adanya fenomena perubahan dan penyesuaian kebijakan ekonomi-politik diterapkan pada negara ini (laissez-faire, Keynesian, dan neoliberalisme.
Nilai-nilai Demokrasi dalam Pemilihan Kepala Desa Serentak di Desa Semembang Tahun 2022
Septian, Doni;
Rahmadeni, Yozi;
Syafruddin, Akhmad
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/ljsp.v5i1.22906
Pemilihan Kepala Desa merupakan arena strategis konsolidasi demokrasi lokal, namun rentan terhadap patologi elektoral. Artikel ini menganalisis Pilkades Serentak 2022 di Desa Semembang, Kabupaten Karimun, dengan fokus pada interkoneksi ketidaknetralan aparatur dan praktik politik uang serta efektivitas penyelesaian sengketa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan data dari wawancara mendalam terhadap 15 informan, observasi, dan studi dokumen yang dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa meskipun partisipasi pemilih tinggi, integritas demokrasi substantif terdegradasi oleh keberpihakan penyelenggara, pembiaran pelanggaran, dan mobilisasi suara berbasis insentif material. Kerentanan sosio-ekonomi, rendahnya pendidikan, serta isolasi geografis desa memperkuat praktik klientelistik tersebut. Mekanisme sengketa tidak berfungsi sebagai instrumen korektif akibat lemahnya regulasi dan kapasitas institusional. Studi ini menegaskan bahwa demokrasi prosedural tidak otomatis menghasilkan demokrasi substantif dan menawarkan perspektif integratif mengenai interkoneksi patologi elektoral di tingkat desa.
Pembangunan Sosial: Antara Teori Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial di Indonesia
Ritonga, Fajar;
Mucklis, Mucklis
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Talenta Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32734/ljsp.v5i1.23001
Selama ini, teori pembangunan konvensional lebih menekankan pada pertumbuhan ekonomi sebagai indikator keberhasilan, sehingga kerap melahirkan ketimpangan dan keterpinggiran kelompok miskin. James Midgley melalui konsep pembangunan sosial menawarkan paradigma alternatif yang menempatkan kesejahteraan sosial sebagai inti pembangunan dengan mengintegrasikan kebijakan ekonomi dan sosial secara seimbang. Artikel ini disusun menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menganalisis karya-karya utama Midgley serta kajian akademis terkait pembangunan sosial di Indonesia. Hasil menunjukkan pembangunan sosial memiliki karakter inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada keadilan sosial. Dalam konteks Indonesia, program-program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) merefleksikan upaya awal untuk menerapkan pendekatan pembangunan sosial, meskipun praktik pembangunan nasional masih didominasi oleh orientasi ekonomi. Dengan mengadopsi pembangunan sosial, pemerintah diharapkan mampu menjawab tantangan kesenjangan, kemiskinan, dan ketidakadilan melalui strategi pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama. Pembangunan sosial pada akhirnya bukan sekadar instrumen kebijakan, melainkan wujud nyata dari kesejahteraan sosial yang berkelanjutan dan humanis.