cover
Contact Name
Afri Yudamson
Contact Email
afri.yudamson@eng.unila.ac.id
Phone
+6285709220573
Journal Mail Official
afri.yudamson@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Elektro FT Universitas Lampung Gedung-H Fakultas Teknik Unila Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145 Telp: +62882-6703-2879, +62853-5788-8738 WA: +62882-6703-2879 Website: http://electrician.unila.ac.id
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 25493442     DOI : https://doi.org/10.23960/elc
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Publication of scientific research results in the field of electrical engineering which covers: ~ Power system analysis ~ Electrical energy conversion ~ High voltage technology ~ Electronics ~ Control system ~ Telecommunication system ~ Computer and interfacing ~ Information engineering.
Articles 586 Documents
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI POS (POINT OF SALES) BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER PADA PASAR SWALAYAN Muhammad Galang Ramadhan
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 3 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v14n3.2155

Abstract

Perkembangan pasar swalayan belakangan ini berkembang sangat pesat. Hampir disetiap perumahan ter-dapat berbagai minimarket-minimarket berbasis waralaba seperti Indomaret, Alfamart, dan pengusaha menengah. Begitupun sistem pengolahan data pada pengusaha menengah yang rata-rata masih menggunakan sistem manual atau dicatat, dapat mengakibatkan kesalahan pada pengolahan laporan penjualan, dan keluar masuknya barang. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan solusi kepada pengusaha pasar swalayan dalam hal pengolahan data dan merancang sistem informasi Point of Sales yang mudah dioperasikan oleh pengguna. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan di pasar swalayan daerah Kabupaten Karawang. Model pengembangan sistem yang dipakai dalam penelitian ini adalah model Waterfall, inti dari metode Waterfall adalah pengerjaan dari suatu sistem dilakukan secara berurutan atau secara linear, metode ini memiliki beberapa tahapan yaitu analisis kebutuhan, desain, coding, pengujian dan implementasi. Setelah melakukan analisis kebutuhan, maka dirancanglah sistem POS dengan menggunakan Framework CodeIgniter untuk membangun aplikasi PHP yang dinamis, serta menggunakan XAMPP sebagai server (localhost). Hasil dari penelitian yang telah dirancang pada sistem POS berupa print nota belanja. Respon Sangat Setuju (SS) memiliki frekuensi 24 respon dan persentase yang didapat sebesar 21,82 persen. Respon Setuju (S) memiliki frekuensi 63 respon dan persentase yang didapat sebesar 57,27 persen. Respon Netral (N) memiliki 23 respon dan persentase sebesar 20,91 persen. Sedangkan respon Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS) sama sekali tidak memiliki respon.
IMPLEMENTASI SENSOR MQ 4 DAN SENSOR DHT 22 PADA SISTEM KOMPOS PINTAR BERBASIS IOT (SIKOMPI) Kevin Diantoro
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 3 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v14n3.2157

Abstract

Intisari Pada proses pengomposan, suhu dan kelembaban harus stabil, tidak boleh terlalu kering atau terlalu lembab agar bakteri dan mikroba pada proses penguraian tidak mati dan dapat bekerja secara optimal. Pada proses pengomposan berlangsung, terjadi pembusukan bahan-bahan yang digunakan yang menghasilkan gas metana. Kadar gas metana yang tinggi berbahaya jika terhirup oleh manusia dan dapat menyebabkan kerusakan pada ozon sehingga menyebabkan efek rumah kaca. Maka dari itu dibuatlah sistem monitoring pada alat pembuatan kompos dengan sistem Internet of Things (IoT) agar pengguna dapat dengan mudah memonitoring kondisi suhu, kelembaban, dan kandungan gas metana yang ada pada kompos saat proses pengomposan berlangsung. Pada penelitian ini menggunakan sensor DHT22 untuk monitoring suhu dan kelembaban, sensor MQ4 untuk monitoring kadar gas metana dan Wemos D1 R1 sebagai pusat pengolahan data dan komunikasi antara sensor dan aplikasi blynk. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan selisih antara pembacaan sensor dht22 dengan alat kalibrasi untuk suhu sebesar 1.2 C dengan error 3.6persen dan untuk kelembaban sebesar 0.1persen dengan error sebesar 1persen. Sedangkan untuk kadar gas metana pada hari pertama sebesar 324 ppm dan berangsur turun sampai hari ke-10 yaitu sebesar 227 ppm. Dapat disimpulkan bahwa sistem monitoring bekerja dengan baik serta suhu dan kelembaban sesuai dengan standar, yaitu 35 C - 45 C untuk suhu dan 40persen - 60persen untuk kelembaban. Kata kunci — Pupuk Kompos, Suhu, Kelembaban, Gas Metana, IoT.
Penggunaan Aplikasi Blynk untuk Sistem Monitoring dan Kontrol Jarak Jauh pada Sistem Kompos Pintar berbasis IoT Imam Syukhron
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v15n1.2158

Abstract

In the composting process, there are several aspects that need to be considered, namely temperature, humidity, pH content, and methane gas content in the compost. So that users can still monitor the condition of the compost during the composting process even though it is far from the compost location, this research provides an alternative solution to overcome this problem. The tool made in this study combines the capabilities of the Wemos D1 R1 as a data acquisition system equipped with a wifi module for sending data via the internet network, dht 22 sensor, pH sensor, and mq 4 sensor to determine the methane gas content in compost, and a special Android application blynk. as a monitoring aid. Wemos D1 R1 is also connected to a relay to regulate the ignition of a water pump or EM4 solution and two ac motors. Based on the tests conducted, it was found that each module can work properly according to its function and the results displayed in the Blynk application with the serial monitor are not much different and also at a distance of 25 m the device can still be controlled using the Blynk application even though there is a delay.
Kendali Motor DC Brushless Modifikasi Mengunakan IC Ne555 Dan CD4017 Wiwin A Oktaviani; Ibnu Sukri
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v15n1.2159

Abstract

In general, the Brushless DC motor speed controller uses an Atmega 16 microcontroller and a MOSFET, which often increases the MOSFET's temperature, especially when the motor is loaded. This article discusses the use of the IC NE555 and CD4017 as a frequency regulator to the MOSFET gate by periodically igniting the forward voltage from the change in the potentiometer value. We carried out the test in an unloaded and unloaded state with voltage variations of 2.5 Vac, 7.5 Vac, 12.5 Vac, and 19.5 Vac. The test results show an excellent tool response where the higher the frequency value, the motor speed will increase. The maximum speed when unloaded reaches rpm at a frequency of 574.6. Whereas in the load test, the full speed reaches 20987 rpm at a frequency of 524.675 Hz. During the test, there was no temperature increase in the MOSFET.
Prototipe Automatic Feeder dengan Monitoring IoT untuk Perikanan Bioflok Lele Hari Maghfiroh; Chico Hermanu; Feri Adriyanto
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v15n1.2160

Abstract

Revolusi Industri 4.0 telah banyak membawa banyak perubahan baik itu positif maupun negartif. Segi positifnya yaitu telah banyak dipakainya otomasi dan robot di dunia industri sehingga produksi bisa meningkat pesat. Sedangkan sudut negatif, semakin banyaknya pekerjaan manusia yang tergantikan oleh mesin sehingga memperkecil peluang kerja. Adanya revolusi industri 4.0 juga membawa kesenjangan antara kelompok melek teknologi dan kelompok gagap teknologi (gaptek). Warga kampung atau desa merupakan kelompok besar dari golongan gaptek. Untuk itu, suatu peluang usaha baru yang dapat dikerjakan msyarakat desa dengan tingkat pendidikan menengah sangat diperlukan. Maka dipilihlah program perikanan bioflok lele. Sentuhan teknologi otomasi dan Internet of Things (IoT) diberikan untuk meningkatkan produktivitas dan membuat masyarakat melek akan perkembangan teknologi era revolusi industry 4.0.
Analisis Arus Bocor pada Sistem PLTS Terhubung ke Jaringan Tanpa Transformator Terhadap Keselamatan Manusia Diah Permata; Hekson Yulian N; Endah Komalasari
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 3 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v14n3.2161

Abstract

Intisari Sistem PLTS yang terhubung ke jaringan tanpa transformator merasakan arus bocor akibat adanya kapasitansi parasitik pada panel surya yang diketanahkan dan hubungan galvanis antara sumber DC dan jaringan. Arus bocor berbahaya bagi keselamatan manusia yang menyentuh panel surya. Penelitian ini menghitung arus bocor melalui simulasi menggunakan Matlab. Rangkaian simulasi terdiri dari sumber DC PLTS, inverter satu fasa, sumber AC jaringan, filter dan kapasitansi parasitik. Kapasitansi Parasitik dimodelkan dengan sebuah kapasitor tunggal. Kondisi panel basah atau kering memberikan nilai kapasitansi yang berbeda. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kondisi panel basah menghasilkan arus bocor sepuluh kali lebih tinggi dari kondisi panel kering. Arus bocor pada kedua kondisi masih dibawah batas maksimum standar keselamatan mengacu pada DIN VDE 0126-1-1.Kata kunci arus bocor, PLTS, kapasitansi parasit, arus common mode, inverter.Abstract PV system on grid transformerless experiences leakage current due to parasitic capacitance on grounded-PV panel and a galvanic connection between the grid and the dc source. Leakage current is harmful for human who touch the PV panel. This research calculates the leakage current via simulation using Matlab. Simulation circuit consists of DC source as PV system, one phase inverter, grid AC source, filter and parasitic capacitance. A single capacitor is used to model parasitic capacitance. Wet and dry condition of PV panel generate a different capacitance. The simulation results show wet PV panel produce a leakage current ten times higher than that in dry PV panel. The leakage curent either in wet and drycondition are below maximum limit of DIN VDE 0126-1-1 safety standard.Keywords leakage current, PV system, parasitic capacitance, common mode current, inverter.
Halaman Judul dan Sampul Volume 14 Nomor 3 September 2020 Afri Yudamson
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 3 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peramalan Beban pada Gardu Induk Mantingan dalam Penentuan Kapasitas Transformator dengan Metode Regresi Linear Jimmy Trio Putra; Nisaun Fadhilah; Muhammad Arrofiq
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v15n2.2165

Abstract

Intisari Pertumbuhan beban kelistrikan di wilayah Ngawi dan Magetan meningkat seiring rencana pemerintah dalam membangun beberapa infrastruktur dan kawasan industri. Penyedia kelistrikan harus mampu memprediksi kemampuan sistem dalam melayani konsumen. Perencanan pembangunan Gardu Induk (GI) memiliki tujuan dalam memastikan persebaran semua beban listrik yang dilayani dapat diakomodasi dengan baik. Penelitian ini menggunakan data historis dalam memprediksi besarnya permintaan kelistrikan di area GI Mantingan tahun 2019 hingga tahun 2026. Metode yang digunakan adalah metode regresi linear dengan perencanaan satu tahap, yaitu periode 8 tahun (jangka panjang). Hasil penelitian merekomendasikan bahwa sistem yang beroperasi saat ini membutuhkan persebaran beban listrik dengan memindahkan tiga penyulang di GI Magetan dan GI Ngawi ke GI Mantingan. Tiga penyulang tersebut yaitu penyulang Walikukun dan Trinil yang mendapatkan sumber dari GI Ngawi dan penyulang Sine yang mendapat sumber dari GI Magetan. Area calon pembangunan GI Mantingan yaitu didaerah Widodaren, Mantingan, Karanganyar, Ngrambe dan Sine. Penelitian menunjukan bahwa GI baru dibangun dengan kapasitas 60 MVA dan besar nilai pembebanan trafo Gardu Induk Mantingan selama 8 tahun memiliki rata-rata sebesar 41,41persen serta biaya pokok penyediaan listik (BPP) rata-rata sebesar Rp. 2.101. Kata kunci kapasitas trafo, konsumsi energi listrik, regresi linear. Abstract The growth of electricity load in Ngawi and Magetan areas has increased due to the government's plan to build several infrastructure and industrial areas. The electricity provider must be able to predict the system's ability to serve consumers. The planning for the construction of substations (GI) is carried out to ensure that all electricity loads served can be properly accommodated. This research uses historical data in predicting the amount of electricity demand in the Mantingan substation area from 2019 to 2026. The method used is a linear regression with one-stage planning, which is for 8 years (long term). The results recommend that the current operating system requires an electric load by moving three feeders in Magetan substation and Ngawi substation to Mantingan substation. The three feeders, namely the Walikukun and Trinil feeders, were sourced from the Ngawi substation and the Sine feeders which were sourced from the Magetan substation. The prospective areas for the construction of the Mantingan Substation are Widodaren, Mantingan, Karanganyar, Ngrambe, and Sine areas. Research shows that a newly built substation with a capacity of 60 MVA and the load value of the Mantingan substation transformer for 8 years has an average of 41.41percent and an average of biaya pokok penyedia listrik (BPP) of Rp. 2,101. Keywords transformer capacity, electrical energy consumption, linear regression.
Prototipe Smart Door Lock Menggunakan Motor Stepper Berbasis Iot (Internet Of Things) Noer Soedjarwanto; Gigih Forda Nama; Rega Astu Nugroho
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v15n2.2167

Abstract

Internet of things adalah sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus . adapun kemampuan nya seperti berbagi data maupun sebagai remote control dan lain sebagainya. Maka dari itu penulis berinisiatif untuk membuat pengaman sekaligus pengontrol pintu dari jarak jauh untuk mempermudah pemilik rumah mengontrol keadaan kunci saat terbuka maupun sedang terkunci. Aplikasi di rancang menggunakan mit inventor dengan berbagai vitur diantaranya tombol untuk membuka kunci dan menutup kunci dengan mengatur sudut dan arah gerak motor menggunakan driver motor steeper. kemudian pada aplikasi menampilkan notifikasi kondisi pintu saat di jalankan ,dan juga menampilkan berapa arus dan tegangan yang di gunakan saat menjalankan alat tersebut. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa semakin berat beban yang diberikan pada alat ini maka nilai daya saat membuka dan mengunci pintu tetap konstan. Prototype smart dor lock menampilkan data secara realtime dan hanya diberikan beban 0,08 kg , 0,115 kg, dan 0,170 kg.
Perancangan Alat Ukur Pergeseran Tanah Skala Laboratorium mahardika yoga darmawan
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v15n2.2168

Abstract

Peristiwa tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Peristiwa ini terjadi dengan durasi yang cepat sehingga sering kali menimbulkan kerugian material. Untuk meminimalisasikan kerugian tersebut, perlu dilakukan metode pendeteksian fisis kejadian longsor dengan menggunakan sensor untuk mengukur pergeseran tanah. Pada penelitian sensor pergeseran tanah yang digunakan adalah potensiometer dan linear variable differensial transduser geser (LVDT) berbiaya rendah. Selain itu data fisis tambahan lainnya yang digunakan adalah sensor kelembabam tanah dan kemiringan tanah. Sistem sensor diujicoba pada skala laboratorium untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pergeseran tanah. Nilai potensiometer geser dan LVDT dapat mengukur pegeseran tanah 0.5 mm dan menghasilkan grafik yang berpola linear dengan nilai galat rata rata 2 percent. Sistem tersebut juga disambungkan ke sistem IoT dengan jeda pengiriman data ke platform 15 detik.