cover
Contact Name
Tri Susilawati
Contact Email
tri.susilawati@uts.ac.id
Phone
+6282339078059
Journal Mail Official
hexagon.jurnal@uts.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Olat Maras Batu Alang, Pernek, Kec. Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Hexagon
ISSN : 27213714     EISSN : 27213188     DOI : https://doi.org/10.36761/hexagon
Core Subject : Engineering,
Hexagon Jurnal Teknik dan Sains, Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa hadir sebagai salah satu wadah yang menyajikan pemikiran hasil penelitian dalam bidang keilmuan teknik dan sains. Dimana, Jurnal yang di Kelola oleh Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral ini memiliki ruang lingkup keilmuan dari teknik dan sains. Selain keilmuan Teknik, Jurnal Hexagon juga menyajikan hasil penelitian dalam ruang lingkup untuk bidang sains. Untuk waktu publikasi, Hexagon Jurnal Teknik dan Sains terbit 2 (dua) kali dalam setahun pada Semester Ganjil di bulan Januari dan pada Semester Genap di bulan Juli. Dan memiliki ISSN Cetak : 2721-3714 dan ISSN Online : 2721-3188
Articles 152 Documents
ANALISIS PERBAIKAN LOSSES ENERGY PADA LINGKUNGAN KERJA PT. PLN (Persero) ULP DOMPU UIW NTB Fauzi Widyawati; Widhiyanto Thirta Darma; Titi Andriani
Hexagon Vol 7 No 1 (2026): EDISI 11
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v7i1.7164

Abstract

PLN (Persero) ULP Dompu menghadapi tantangan signifikan berupa rugi daya (losses power) pada gardu distribusi yang berdampak langsung pada kerugian finansial perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab susut energi serta mengevaluasi efektivitas metode pemerataan beban pada Jaringan Tegangan Rendah (JTR). Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian mengidentifikasi 9 gardu kritis dari 6 penyulang yang memiliki tingkat ketidakseimbangan beban di atas ambang batas toleransi 20%. Hasil observasi awal menunjukkan total susut energi akibat arus netral mencapai 5.387 kWh per bulan, yang setara dengan kerugian finansial sebesar Rp7.782.602,-. Intervensi teknis dilakukan melalui rekonfigurasi Sambungan Rumah (SR) untuk menyeimbangkan beban antar fasa. Pasca-perbaikan, seluruh gardu sampel berhasil memenuhi standar teknis dengan nilai unbalance di bawah 20%, dan akumulasi susut energi menurun secara signifikan menjadi 3.061 kWh per bulan. Penelitian ini berhasil menyelamatkan potensi energi sebesar 2.326 kWh atau setara dengan saving Energy Not Served (ENS) sebesar Rp3.360.373,- per bulan. Hasil ini membuktikan bahwa metode pemerataan beban sangat efektif dalam menekan angka losses dan mengoptimalkan pendapatan perusahaan secara berkelanjutan.
ANALISIS PENGARUH KONSENTRASI SIANIDA DAN RASIO PADAT CAIR PADA PROSES PELINDIAN EMAS DARI BIJIH EMAS DESA MOKONG Emsal Yanuar; Anggina Kalara; Kholida Tul Khairy; Syamsul Bahtiar; Fauzi Widyawati
Hexagon Vol 7 No 1 (2026): EDISI 11
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v7i1.7176

Abstract

Emas merupakan logam mulia bernilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan secara luas dalam berbagai bidang, seperti perhiasan, elektronik, kesehatan, dan teknologi. Peningkatan produksi emas di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir mendorong aktivitas eksploitasi di berbagai daerah, termasuk Desa Mokong, Kecamatan Moyo Hulu. Pengolahan emas di wilayah ini umumnya masih menggunakan metode amalgamasi yang memiliki tingkat toksisitas tinggi dan efisiensi ekstraksi yang rendah, sehingga diperlukan metode alternatif yang lebih efektif, seperti sianidasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi natrium sianida (NaCN), rasio padat–cair, dan waktu pelindian terhadap persen ekstraksi emas. Variasi konsentrasi NaCN yang digunakan adalah 250, 500, dan 750 ppm dengan rasio padat–cair 1:10, 1:15, dan 1:20 serta waktu pelindian 0,5; 6; 12; 24; dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaCN dan rasio padat–cair secara signifikan meningkatkan persen ekstraksi emas. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi NaCN 750 ppm dengan rasio padat–cair 1:20 selama 48 jam, menghasilkan persen ekstraksi emas sebesar 91%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan teknologi pengolahan emas yang lebih efektif dan berkelanjutan, khususnya bagi pertambangan emas skala kecil.