cover
Contact Name
Johny S. Tasirin
Contact Email
jtasirin@unsrat.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
silvarum@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus UNSRAT, Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Silvarum
ISSN : -     EISSN : 29626390     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Silvarum adalah jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah tentang hasil penelitian dan tinjauan tentang ilmu kehutanan, pelestarian sumber daya hutan dan rehabilitasi hutan termasuk topik-topik lain yang terkait hutan dan kehutanan. Jurnal ini diterbitkan secara online dengan bentuk cetakan setahun sekali. Sirvarum terbit pertama kali pada tahun 2022 bulan April. Silvarum diturunkan dari istilah latin untuk hutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum" : 9 Documents clear
Pola Silvofishery di Desa Tolombukan Satu Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara Miokbun, Hengky Aikari; Ratag, Semuel P.; Lasut, Marhen T.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.43823

Abstract

Abstrak Sistem agroforestri adalah salah satu alternatif solusi bagi permasalahan menurunnya luas kawasan hutan. Perilaku sistem ini hampir sama dengan perilaku hutan alam. Silvofisheri adalah salah satu bagian dari pola agroforestri yang mengkombinasikan tanaman tahunan berkayu dengan kegiatan perikanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola silvofisheri yang diterapkan di Desa Tolombukan Satu, Kecamatan Pasan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2022 hingga bulan Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan cara wawancara dan observasi lapangan. Penentuan responden dilakukan secara sensus berdasarkan kriteria, yaitu petani yang menerapkan pola silvofisheri pada lahan miliknya. Reponden dalam penelitian ini berjumlah lima orang Kepala Keluarga (KK). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman pohon dalam pola silvofiheri di Desa Tolombukan Satu menggunakan pola tanam teratur dan acak. Jenis tanaman tahunan berkayu ditanam sebagai pohon batas lahan antara lahan milik responden dengan lahan milik orang lain. Komposisi jenis tanaman tahunan berkayu yang ditemukan dalam penelitian secara keseluruhan berjumlah 21 jenis dengan jumlah kolam sebanyak 10 unit. Komposisi jenis ikan yang dibudiayakan yaitu mujair (Oreochromis mossambicus), nila (Oreochromis niloticus), dan mas (Cyprinus carpio) dengan jumlah 640 individu pada seluruh kolam yang dikelola dengan pola silvofisheri.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Desa Warembungan terhadap Mitigasi Kebakaran Hutan Rangkoli, Blandina; Walangitan , Hengki D.; Kalangi , Josephus I.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.43846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis secara kualitatif tingkat pengetahuan masyarakat tentang mitigasi kebakaran hutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara secara mendalam menggunakan kuesioner dengan pertanyaan terstruktur. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan 30 responden. Selanjutnya untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang mitigasi dengan faktor sosial ekonomi dianalisis menggunakan menggunakan analisis Chi-square. Sebagian besar memiliki pengetahuan tentang mitigasi kebakaran hutan tergolong tinggi sebesar 56.7% sedangkan tingkat pengetahuan yang tergolong rendah sebesar 40%. Selanjutnya hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan jenis pekerjaan, sedangkan faktor tingkat pendidikan dan faktor jenis kelamin tidak memiliki hubungan yang signifikan.
Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu Sebagai Penunjang Ekowisata di Gunung Manado Tua, Kawasan Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara Larenggam, Omega; Saroinsong, Fabiola B.; Langi, Martina A.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.44277

Abstract

Pulau Manado Tua adalah salah satu pulau yang berada di kawasan Taman Nasional Bunaken dan merupakan pulau terbesar dari kelompok pulau-pulau yang berada dalam batas teluk Manado. Pulau ini memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi dan memiliki pesona pariwisata yang eksotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis kupu-kupu sebagai penunjang dan daya tarik ekowisata di Gunung Manado Tua. Metode penelitian yang digunakan ialah Metode pathway count dengan mengikuti jalur yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kupu-kupu yang diperoleh berjumlah 20 jenis dengan total individu berjumlah 517 individu dari 5 famili yang berbeda. dari 20 jenis individu yang berhasil ditemukan terdapat 3 jenis kupu-kupu yang dominan terlihat sepanjang jalur pendakian yaitu Papilio gigon yang berjumlah 91 individu, Junonia hedonia berjumblah 79 individu, dan Ideopsis juventa sebanyak 69 individu adapun jenis kupu-kupu yang dilindingi yaitu kupu-kupu Troides helena dari famili Papolionidae . Dari hasil analisis keanekaragaman Shannon-Wiener indeks keanekaragaman kupu-kupu di Gunung Manado Tua bernilai H’=2,56 yang menunjukan kriteria keanekaragaman jenis sedang, dan tingkat keseragaman/Equitabilitas (E) bernilai E= 0,85 yang menunjukan tingkat keseragaman stabil. Dari hasil yang diperoleh keanekaragaman jenis kupu-kupu di Gunung Manado tua dapat menjadi salah satu daya tarik wisata dalam mengembangkan ekowisata yang ada di Gunung Manado Tua. Adapun jenis tumbuhan inang pakan imago yang diketahui berjumlah 4 jenis tumbuhan antara lain Crassosephalum crepidioides, Chromolaena odorata, Ixora sp, dan Mussaenda sp..
Pemetaan Jalur Interpretasi Ekowisata Desa Tinongko dan Desa Buhias Taman Nasional Bunaken muriany, vinolya Prisilia; Langi, Martina A.; Rombang, Johan A.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.48731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemetaan jalur interpretasi ekowisata di Desa Tinongko dan Desa Buhias, Taman Nasional Bunaken. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi pada lokasi yang telah disurvei. Analisis data yang digunakan yaitu metode deskripsi kualitatif dimana metode ini peneliti mendeskripsikan data hasil penelitian mengenai potensi wisata tentang keadaan dan kondisi objek ekowisata yang nantinya dibuat dalam bentuk tabel dan dilanjutkan dengan pembuatan peta jalur interpretasi ekowisata menggunakan aplikasi Arcgis 10.4. Hasil pemetaan jalur interpretasi ekowisata Desa Tinongko dan Desa Buhias dibuat mengelilingi kedua desa tersebut. Jalur interpretasi ekowisata ini memiliki jarak tempuh sepanjang 4,95 km. Titik awal pembuatan jalur dimulai dari Desa Tinongko yang nantinya akan melewati potensi wisata mangrove trail, hutan mangrove, titik pengamatan burung, pengamatan kupu-kupu, dan berakhir di mangrove trail Tinongko.
Persepsi Masyarakat Terhadap Peran Ekosistem Hutan Mangrove Kawasan Taman Nasional Bunaken Di Kelurahan Alung Banua Iriani, Iriani; Walangitan, Hengki D.; Saroinsong, Fabiola B.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.49044

Abstract

Persepsi adalah proses komunal untuk memahami lingkungan, dan partisipasi dalam organisasi danintrepretasi merupakan stimulus untuk pengalaman psikologis. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan karakteristik responden dan menganalisis persepsi masyarakat Kelurahan Alung BanuaKawasan Taman Nasional Bunaken tentang peran ekosistem hutan mangrove bagi kehidupanmasyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode acak sederhana yaitu sebagian dari jumlah dankarakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat persepsimasyarakat terhadap peran ekosistem hutan mangrove berdasarkan 3 kategori yaitu tinggi sebanyak 10responden ( 11,76%), kategori sedang sebanyak 59 responden (69,41%) dan kategori rendah sebanyak16 responden (18,82%). Tingkat persepsi masyarakat berada pada kategori sedang disebabkanmasyarakat memahami dengan kuesioner namun belum sepenuhnya ikut serta dalam kegiatanpelestarian ekosistem.
Pemanfaatan Hutan Kota Tomohon Oleh Masyarakat Tomohon Tengah Bato, Anugrah Nover; Saroinsong, Fabiola B.; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.49047

Abstract

Hutan Kota merupakan suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapatdi dalam wilayah perkotaan baik pada tanah negara maupun tanah hak, yang ditetapkan sebagai hutankota oleh pejabat yang berwenang. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatanHutan Kota Tomohon oleh masyarakat Tomohon Tengah dan menganalisis persepsi masyarakatTomohon Tengah akan fungsi dan pemanfaatan Hutan Kota Tomohon serta rekomendasipengembangan. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Pengambilansampel dengan metode acak sederhana terhadap 100 responden.Hasil penelitian ini menunjukan pemanfaatan Hutan Kota Tomohon oleh masyarakat Tomohon Tengahuntuk tujuan rekreasi merupakan nilai paling tinggi yang didapatkan sedangkan nilai paling rendah padapenelitian ini adalah pemanfaatan dengan tujuan usaha atau berdagang. Persepsi masyarakat TomohonTengah akan fungsi Hutan Kota Tomohon merupakan kategori baik sekali sedangkan untuk pemanfaatantermasuk dalam kategori baik. Ketersediaan fasilitas seperti area parkir, tempat duduk, jalan setapak,ruang berinteraksi dan tempat bermain anak di Hutan Kota Tomohon adalah cukup dengan beberaparekomendasi seperti perawatan yang lebih maksimal dan juga perlu adanya perbaikan pada fasilitasyang rusak.
KARAKTERISTIK POHON TIDUR BURUNG NURI TALAUD DI KECAMATAN TAMPAN ‘AMMA KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Boda, Meisprikel; Langi, Martina A.; Tasirin, Johny S.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.49166

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk karakteristik pohon tidur burung nuri talaud di Kecamatan Tampan‘Amma Kabupaten Kepulauan Talaud. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi lapangan. Pengambilan dokumentasi digital dan herbarium dilakukan untuk setiap jenis yang diidentifikasi (jika tidak diketahui jenisnya). Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat pohon dari dua jenis yang berbeda yang digunakan oleh koloni burung nuri talaud untuk pohon tidurnya, terdiri dari tiga jenis pohon gehe (Pometia corriaceae Radkl) dan satu jenis pohon lawean (Sterculia sp.). Tinggi pohon tidur nuri talaud berkisar 30,1-38,7 meter dan diameternya mencapai 42,3-59,7 cm. Pohon tidur nuri talaud di temukan pada ketinggian antara 437 m dpl sampai dengan 503 m dpl. Suhu rata-rata dari seluruh pohon tidur nuri talaud terdapat pada sore hari 26.8°C sedangkan tingkat kelembaban rata-rata dari seluruh pohon tidur nuri talaud terjadi pada pagi hari 80.68% dan intensitas cahaya yang masuk di sekitar seluruh pohon tidur burung nuri talaud rata-rata pada pagi hari 257.75 lux dan sore hari 287.25 lux. Vegetasi penyusun lingkungan pohon tidur burung nuri talaud pada tingkat pohon memiliki nilai INP terbesar pada jenis pohon kelapa (Cocos nucifera L) (61.63), pada tingkat tiang pada jenis pohon weneran (Macaranga hipsida) (32,39), dan untuk tingkat pancang pada jenis pohon binsar (Ficus variegata) (41.85).
KEKAYAAN DAN KELIMPAHAN JENIS KOMUNITAS BURUNG DI SEKITARAN DANAU LOT SENDOW KECAMATAN LANGOWAN BARAT, KABUPATEN MINAHASA, PROVINSI SULAWESI UTARA. Tabalujan, Elwin Noel; Tasirin, Johny S.; Nurmawan, Wawan
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.49168

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendata kekayaan dan kelimpahan jenis komunitas burung yang berada di sekitaran Danau Lot Sendow. Metode yang di gunakan adalah metode transek. Dengan menelusuri 2,62 km sepanjang garis tepian danau. Kecepatan perjelanan diatur sedemikian rupa sehingga panjang track 2,62 km bisa dicapai dalam 3 jam perjalanan. Waktu yang di perkirakan untuk mencapai 3 jam perjelalan adalah 14 m/menit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2023 di Danau Lot Sendow, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa. Pengamatan dilakukan secara audio dan visual dengan radius 50 m dari pengamat, dengan bantuan binokuler untuk memperjelas atau mempertegas identifikasi. Pengematan dilakukan dengan tiga segmen waktu yaitu: pagi 06.00 – 09.00, sore 14.00 – 17.00 dan malam 20.00 – 24.00. Pengamatan dilakukan pada semua individu yang ditemui dengan mencakup jenis, waktu dan jumlah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Danau Lot Sendow memiliki kekayaan burung sebesar 38 jenis dari 23 suku burung yang teramati di sekitaran Danau Lot Sendow. Dengan nilai indeks Margalef = 5,52 Yang artinya tingkat kekayaan jenis tinggi dan 38 jenis terkategori LC (least Concer).
Vegetasi Hutan Pantai Di Batu Angus, Sulawesi Utara Gusti, Zul; Pollo, Hard N.; Tasirin, Johny S.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.49455

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan menganalisis pola suksesi vegetasi hutan pantai di kawasan Batu Angus, Sulawesi Utara. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2023 menggunakan metode jalur berpetak pada tiga tipe tutupan lahan yakni Tepi Pantai, Daerah Punggungan Bukit , dan Daerah Lembah. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan kekayaan jenis, indeks Shannon-Wiener dan Sum of Dominance Ratio (SDR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis tertinggi vegetasi hutan pantai di Batu Angus diperoleh pada tutupan Tanah Berpasir (H'=2.03, 15 jenis) diikuti dengan tutupan lahan Vegetasi Alami (H'=1.66, 15 jenis) dan Padang Alang-Alang (H'=0.28, 6 jenis). Jenis paling dominan adalah Guettarda speciosa dengan nilai SDR 67,6. Jenis dengan kerapatan tertinggi adalah Guettarda speciosa dengan 25, 135, dan 185 individu/ha berturut-turut pada fase pohon, tiang dan pancang. Pada habitus nonpohon, Cycas rumphii memiliki kerapatan paling tinggi di semua tipe tutupan yakni 120, 80 dan 50 individu/ha berturut-turut di Tepi Pantai, Daerah Punggungan Bukit , dan Daerah Lembah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Batu Angus memiliki keanekaragaman jenis vegetasi sebesar 26 jenis dari 22 suku vegetasi yang teramati.

Page 1 of 1 | Total Record : 9