cover
Contact Name
Johny S. Tasirin
Contact Email
jtasirin@unsrat.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
silvarum@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus UNSRAT, Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Silvarum
ISSN : -     EISSN : 29626390     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Silvarum adalah jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah tentang hasil penelitian dan tinjauan tentang ilmu kehutanan, pelestarian sumber daya hutan dan rehabilitasi hutan termasuk topik-topik lain yang terkait hutan dan kehutanan. Jurnal ini diterbitkan secara online dengan bentuk cetakan setahun sekali. Sirvarum terbit pertama kali pada tahun 2022 bulan April. Silvarum diturunkan dari istilah latin untuk hutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum" : 7 Documents clear
Persepsi Persepsi Pengunjung terhadap Kualitas Lanskap dan Fasilitas di Destinasi Ekowisata di Bukit Doa Mahawu di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara Paembonan, Nista Paembonan; Saroinsong, Fabiola B.; Kalangi, Josephus I.
Silvarum Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i3.63587

Abstract

Persepsi pengunjung sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan destinasi ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi pengunjung terhadap kualitas lanskap dan fasilitas di Bukit Doa. Mahawu, destinasi wisata religi dan ekowisata populer yang terletak di kaki Gunung Mahawu, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Indonesia. Sebanyak 51 responden disurvei menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup kualitas lanskap, kualitas fasilitas, dan kepuasan keseluruhan. Hasilnya menunjukkan bahwa pengunjung sangat menghargai keindahan alam, sudut pandang yang indah, dan suasana damai di lokasi tersebut, didukung oleh ruang hijau yang terawat baik dan lingkungan pegunungan yang segar. Lanskapnya secara umum dinilai estetis, bersih, dan tertata rapi. Dari segi fasilitas, pengunjung menyatakan kepuasan terhadap aksesibilitas, kebersihan, area tempat duduk, infrastruktur ibadah, pengelolaan sampah, dan ketersediaan tempat parkir. Keberadaan rambu petunjuk arah yang jelas semakin meningkatkan pengalaman pengunjung. Secara keseluruhan, sebagian besar responden melaporkan sangat puas dengan lanskap dan fasilitasnya, dengan banyak yang menunjukkan niat kuat untuk mengunjungi kembali dan merekomendasikan lokasi tersebut kepada orang lain. Temuan ini menyoroti pentingnya menjaga kualitas lanskap yang tinggi dan fasilitas yang memadai untuk meningkatkan kepuasan pengunjung dan loyalitas destinasi. Studi ini memberikan wawasan praktis bagi pengelola ekowisata dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan kualitas destinasi sekaligus melestarikan nilainilai lingkungan dan budaya Bukit Doa yang unik. Mahawu.
Evaluasi Keberhasilan Kegiatan RHL pada Hutan Produksi Torout di Desa Tambelang, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan Sabtu, M. Sadman; Pollo, Hard N.; Nurmawan, Wawan
Silvarum Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i3.63649

Abstract

Hutan Produksi merupakan kawasan hutan yang diperuntukkan guna memproduksi hasil hutan, untuk memenuhi keperluan masyarakat, industri, dan ekspor. Untuk keperluan pengusahaan ini dikenal tiga macam hutan produksi, yaitu hutan produksi tetap, hutan produksi terbatas dan hutan produksi yang dapat dikonversi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan persen tumbuh tanaman di hutan produksi Torout Desa Tambelang Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan pada bulan November-Desember 2024 dengan menggunakan Metode Sistematis Sampling. BPDAS Tondano berperan dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan. Tingkat keberhasilan tanaman dalam kegiatan RHL di Hutan Produksi Torout Desa Tambelang Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan dengan luas 100 ha mencapai 75,45 %. Terdapat 2 jenis tanaman yang ditanam yaitu, tanaman pokok berupa nantu (Palaquium obtusifolium) dan cempaka (Magnolia champaca) serta tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) berupa alpukat (Persea americana), duku (Lansium domesticum), pala (Myristica fragrans), durian (Durio zibethinus), matoa (Pometia pinnata), dan kopi (Coffea Sp). Terdapat 8 kelas pengelompokan tinggi mulai dari 20 - 60 cm hingga 300 - 340 cm dengan kelas tinggi 60 - 100 cm merupakan kelas yang paling dominan, mencakup 28,04 % dari total tanaman yang diamati.
Evaluasi Kinerja Usahatani Konservasi di Hulu DAS Poigar: Studi Kasus Wilayah Kecamatan Modoinding Kusumaningrum, Woro; Walangitan, Hengki D.; Sumakud, Maria Y.M.A.
Silvarum Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i3.63735

Abstract

Kecamatan Modoinding merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan yang berada di Hulu DAS Poigar, dimana sektor pertanian memiliki peran besar terhadap perekonomian masyarakat. Masyarakat lebih memilih mengusahakan lahan berlereng untuk budidaya tanaman sayuran. Praktik tersebut dapat meningkatkan laju erosi dan meningkatkan sedimen di sungai apabila tidak disertai penerapan teknik konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk  mengevaluasi kinerja usahatani konservasi yang telah dilaksanakan di Hulu DAS Poigar studi kasus wilayah Kecamatan Modoinding. Penilaian kinerja usahatani konservasi menggunakan metode pembobotan pada perlakukan mekanis dan perlakuan vegetatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja usahatani konservasi di kecamatan Modoinding yang dilakukan melalui perlakuan mekanis dan vegetatif secara agregatif bernilai cukup memadai sebesar 89,93%, memadai sebesar 12,50% dan kurang memadai sebesar 3,57%. Kinerja usahatani bernilai cukup memadai dan kurang memadai disebabkan perlakuan vegetatif pada parameter komposisi tanaman permanen terhadap tanaman semusim memiliki nilai minimum pada sebagian besar usahatani, Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja usahatani konservasi di Kecamatan Modoinding perlu perbaikan pada perlakuan vegetatif.
Pertumbuhan Awal Langusei (Ficus minahassae (Teysm.et.Vr.) Miq) Nawawi, Pravitasari; Pangemanan, Euis F.S.; Lasut, Marthen T.
Silvarum Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i3.63801

Abstract

Langusei (Ficus minahassae (Teysm.et.Vr.) Miq) merupakan salah satu diantara flora endemik Sulawesi yang tersebar di Pulau Sulawesi bagian utara, kepulauan Sangir dan Talaud. Namun kini keberadaan langusei sudah semakin langkah. Upaya untuk pelestarian keberadaan spesies F. minahassae patut menjadi perhatian karena spesies F. minahassae yang tidak dapat tumbuh sendiri. Mengantisipasi permasalahan tersebut, salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah mengetahui informasi budidaya jenis langusei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan awal F. minahassae dengan menggunakan beberapa perlakuan perendaman dalam ekoenzim dan GA3. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan metode percobaan menggunakan desain Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, dan satu kontrol yaitu: (A) Air suling (kontrol), (B) Ekoenzim murni, (C) Ekoenzim: Air  1:1ml, (D) Ekoenzim: Air  1:10, (E) GA3 dengan 4% (F) GA3 d15%, dan  (G) GA3 25%. Setiap perlakuan di ulang sebanyak empat kali. Berdasarkan hasil penelitian ini, perlakuan yang diberikan pada biji langusei terdapat satu perlakuan yang membuat biji langusei bertumbuh/berkecambah, yaitu, perlakuan Giberalin dengan konsentrasi 15%.
Kualitas Fasilitas Ekowisata di Makatete Hills, Minahasa Berdasarkan Perspektif Pengunjung Zega, Wina Arlina; Kalangi, Josephus I.; Saroinsong, Fabiola B.
Silvarum Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i3.63824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi pengunjung terhadap fasilitas ekowisata di Makatete Hills, Kabupaten Minahasa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepuasannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,72 yang menunjukkan tingkat reliabilitas yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung memiliki persepsi yang baik terhadap fasilitas yang tersedia, khususnya dalam aspek kebersihan, ketersediaan fasilitas umum, pelayanan staf, dan aksesibilitas. Mayoritas responden menilai fasilitas yang ada telah memadai dan berkontribusi pada pengalaman wisata yang menyenangkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas fasilitas memiliki peran penting dalam membentuk kepuasan pengunjung dan memperkuat posisi Makatete Hills sebagai destinasi ekowisata unggulan di Sulawesi Utara.
Penilaian Keberhasilan Program Pemeliharaan Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Resort Dumoga Utara, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Bawanda, Febriano Rinaldi; Pollo, Hard N.; Nurmawan, Wawan
Silvarum Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i3.63826

Abstract

Degradasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) disebabkan oleh penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan prinsip konservasi tanah dan air sehingga mempengaruhi fungsi hidrologi suatu kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanaman yang berhasil tumbuh, menganalisos tingkat keberhasilan dan presentase tumbuh tanaman pada kegiatan RHL di kawasan Resort Dumoga Utara. Tingkat keberhasilan tanaman dalam kegiatan RHL di kawasan Resort Dumoga Utara Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dengan luas 100 ha mencapai 76,256 %. Terdapat 2 jenis tanaman yang ditanam yaitu, tanaman pokok berupa nantu (Palaquium obtusifolium) dan cempaka (Magnolia champaca) serta tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) berupa pala, durian, matoa, kemiri, dan alpukat. Terdapat 11 rentang tinggi yang dikelompokan, mulai dari 0-20 cm hingga 201-220 cm. Terlihat bahwa kelas tinggi 21-40 cm merupakan kelas yang paling dominan, mencakup 40,52% dari total tanaman yang diamati. Hasil ini menunjukan bahwa tingkat keberhasilan tanaman pada kegiatan RHL dianggap berhasil.
Inventarisasi Tumbuhan Obat yang Digunakan Masyarakat Desa Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa Tondon, Indrawati Bone; Pangemanan, Euis F.S.; Sumakud, Maria Y.M.A.
Silvarum Vol. 4 No. 3 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i3.64004

Abstract

Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang satu atau lebih bagiannya mengandung zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan dan dapat digunakan untuk mengobati penyakit. Menurut Dalimarta (2000), tumbuhan obat adalah spesies yang bagian-bagian tertentu—seperti akar, batang, kulit kayu, daun, atau sekresinya—diyakini dapat menyembuhkan atau meringankan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan obat, bagian tumbuhan yang digunakan, dan cara pemanfaatannya oleh masyarakat di Desa Tombasian Atas, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, selama bulan Juli 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 spesies tumbuhan obat yang termasuk dalam 15 famili yang digunakan sebagai obat tradisional. Bagian tumbuhan yang paling umum digunakan adalah daun. Tanaman obat ini digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan seperti gangguan pencernaan, penyembuhan luka, menurunkan kolesterol, meningkatkan produksi ASI, kesehatan mata, mengurangi kadar asam urat, kesehatan kulit, meredakan nyeri sendi, sakit perut, kembung, sakit gigi, tekanan darah tinggi, jerawat, demam, pengaturan gula darah, bau badan, diare, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan jumlah trombosit.

Page 1 of 1 | Total Record : 7