cover
Contact Name
Putu Indah Lestari
Contact Email
lppm@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
sintesa@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara, Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)
ISSN : -     EISSN : 28100840     DOI : -
Prosiding SINTESA merupakan sebuah forum ilmiah berupa seminar nasional bagi dosen dan peneliti dalam mendiseminasikan atau memublikasikan hasil penelitian serta pemikiran kritis dalam bidang teknologi, sains, dan sosial humaniora. Wadah berbagi pengetahuan, best practices, serta inspirasi bagi para peneliti sebagai wadah untuk berkolaborasi, mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi Iptek yang bermanfaat dan berdampak bagi ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 79 Documents
Search results for , issue "Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA" : 79 Documents clear
SISTEM DETEKSI KATARAK BERDASARKAN TEKSTUR GRAY LEVEL COOCURRENCE MATRIX DENGAN KLASIFIKASI JARAK MINKOWSKI Gede Arya Wiguna; Jannes Bastian Selly; Pande Putu Agus Santoso
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.094 KB)

Abstract

ABSTRAKMata adalah organ penglihatan yang sangat penting bagi manusia. Mataterdiri dari sistem optik kompleks yang mengumpulkan cahaya dari sekitarnya.Ganguan mata yang dapat menyebabkan kebutaan salah satunya adalah katarak.Data dari Riset Kesehtan Dasar Kementrian Kesehtan Republik Indonesiamelaporkan prevalensi katarak di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah 2,3%. Tigaalasan utama penderita katarak adalah karena ketidaktahuan (41,4%),ketidakmampuan (14,1%), dan ketidakberanian (5,7%). Hal ini berarti bahwakebutaan akibat katarak di NTT cukup tinggi karena banyak penderita katarak tidakmengetahui dirinya mempunyai penyaki katarak. Pemeriksaan katarak di rumahsakit menggunakan alat slit lamp, namun alat ini hanya terdapat pada rumah sakityang memiliki poli mata. Oleh karenanya diperlukan sistem deteksi katarak yangdapat membantu mendeteksi katarak sehingga dapat dialkukan tindakan dengantepat. Tujuan penelitian ini yaitu merancang sistem deteksi katarak berdasarkannilai statistik tekstur (Gray Level Co-Occurrance Matrix) dengan klasifikasi jarakMinkowski. Penelitian ini mengunakan kamera Nikon D90 12,3 Megapixel denganlensa AFD Nikon 50 mm f1.8 untuk memperoleh citra mata normal dan katarak.hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sistem ini mampu untuk mendeteksi danmengklasifikasi mata normal, katarak imatur dan katarak matur dengan akurasi94,74% pada variasi nilai statistik tekstur dengan jarak pixel antar tetangga 5 pixeldengan kliasifikasi jarak minkowski pada koefisien minkowski  =1,  =2 dan =3.Kata kunci: deteksi katarak, nilai statistik tekstur, jarak minkowskiABSTRACTThe eye is an organ of vision that is very important for humans. the eyeconsists of a complex optical system that collects light from the surroundings. eyedisorders that can cause blindness are cataracts. data from the basic healthresearch of the republic of indonesia ministry of health reports that the prevalenceof cataract in east nusa tenggara (ntt) province is 2.3%. the three main reasons forcataract sufferers are due to ignorance (41.4%), disability (14.1%), and lack ofcourage (5.7%). this means that blindness due to cataract in ntt is quite highbecause many sufferers do not know that they have cataract disease. cataractexamination at the hospital using a slit lamp device, but this tool is only available inhospitals that have eye departmen. therefore a cataract detection system is neededthat can help detect cataracts so that action can be taken appropriately. thepurpose of this study is to design a cataract detection system based on the texturestatistical values (gray level co-occurrance matrix) with minkowski distanceclassification. this study uses a 12.3 megapixel nikon d90 camera with afd lens nikon 50 mm f1.8 for obtain the image of normal eye and cataracts. the resultsobtained show that this system is able to detect and classify normal eyes, imaturcataract and mature cataract with an accuracy of 94,74% on variations in texturestatistical values with a pixel distance between nieghbors of 5 pixel with minkowskidistance classification at minkowski koefisient  =1,  =2 and  =3.Keywords: cataract detection, texture statistical values, minkowski distance
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PANCASILA DI DALAM KURIKULUM K13 DI SEKOLAH DASAR Ika Lis Mariatun; Dian Eka Indriani
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.185 KB)

Abstract

ABSTRAKPentingnya pendidikan karakter nampaknya telah disadari oleh pemerintah Sebagaimana ungkapan bapak pendiri bangsa bahwa perjuangan akan semakin berat karena lawan bukan lagi dari luar namun dari dalam, maka melalui pendidikan karakter yang dicanangkan dalam kurikulum, terutama pada kurikulum 2013 yang nampak jelas menekankan aspek afektif dan social melalui adanya kompetensi inti 1 dan kompetensi inti 2 yang wajib ada dalam seluruh mata pelajaran di sekolah.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif menggunakan triangulasi, dengan memakai tehnik pengumpulan data, yaitu kuisioner/angket, observasi dan wawancara. penelitian akan dilakukan di lima Sekolah dasar yang melaksanakan Kurikulum 2013 di kecamatan Kamal kabupaten Bangkalan yakni SDN Banyuajuh 2, SDN Banyuajuh 3, SDN Banyuajuh 6, SDN Kamal 1, SDN Gili Anyar.Hasil penelitian ini bertujuan untuk menelaah jauh lebih dalam perkembangan pembentukan karakter Bangsa yakni karakter yang mengandung nilai Pancasila karena pendidikan yang mengandung nilai-nilai Pancasila dengan hakikat Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan tameng utama untuk menghadapi tantangan dan ancaman sebagai pembentuk karakter bangsa yang merupakan hal yang unik dan khas yang menjadi unsur pembeda antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lain.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Nilai-nilai Pancasila, Kurikulum 2013, Sekolah DasarABSTRACT1. PendahuluanPentingnya pendidikan karakter nampaknya telah disadari oleh pemerintah Sebagaimana ungkapan bapak pendiri bangsa bahwa perjuangan akan semakin berat karena lawan bukan lagi dari luar namun dari dalam, maka melalui pendidikan karakter yang dicanangkan dalam kurikulum, terutama pada kurikulum 2013 yang nampak jelas menekankan aspek afektif dan social melalui adanya kompetensi inti 1 dan kompetensi inti 2 yang wajib ada dalam seluruh mata pelajaran di sekolah (Dekdikbud, 2013). Menurut (Said, 2011) karakter artinya mempunyai kualitas positif seperti peduli, adil jujur hormat terhadap sesama, rela memaafkan, sadar akan hidup, berkomunitas dan sebagainya. Penelitian terdahulu menunjukkan optimisme responden baik dari guru, kepala Sekolah dan siswa dalam proses pembelajaran karena mendorong perbuatan dan sikap yang jujur dan sopan yang artinya dapat dikatakan hasil pendidikan karakter di dalam kurikulum 2013 (Indriani D. E., 2017).2. MetodeJenis penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan penyelidikan ekspositori yang terdiri dari:1) Studi literatur tentang karakter bangsa (berbazis Pancasila); sekaligus Mengumpulkan dokumen perangkat pembelajaran kelas V SD untuk pengidentifikasian pendidikan karakter berbasis Pancasila.2) Pekerjaan lapangan (fieldwork) yang meliputi pelaksanaan Observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi yaitu rekaman foto.The importance of character education seems to have been realized by the government. As stated by the founding fathers of the nation that the struggle will be heavier because the opponent is no longer from outside but from within, through character education proclaimed in the curriculum, especially in the 2013 curriculum which clearly emphasizes the affective and social aspects through there are core competencies 1 and core competencies 2 that must be included in all subjects in school.This research is a qualitative descriptive study using triangulation, using data collection techniques, namely questionnaires / questionnaires, observations and interviews. Research will be conducted in five elementary schools that carry out the 2013 curriculum in the Kamal sub-district of Bangkalan district, namely SDN Banyuajuh 2, SDN Banyuajuh 3, SDN Banyuajuh 6, SDN Kamal 1, SDN Gili Anyar.The results of this study aim to examine much more in the development of the formation of the character of the nation that is the character that contains the value of Pancasila because education which contains the values of Pancasila with the essence of Pancasila as the view of life of the nation is the main shield to face challenges and threats as forming the nation's character which is unique and distinctive which is a distinguishing element between one nation and another.Keywords: Character Education, Pancasila Values, Curriculum 2013, Primary Schools.
STUDI KELAYAKAN MATA AIR SEBAGAI SUMBER AIR MINUM TANPA PENGOLAHAN DI DESA KUKUH, TABANAN Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; Nyoman Sudarma; Diah Prihatiningsih
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.957 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian terhadap kelayakan mata air sebagai sumber air minum tanpa pengolahan di Desa Kukuh, Kabupaten Tabanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif tentang uji kelayakan kualitas air berdasarkan parameter fisika dan mikrobiologi pada air dari sumber mata air. Hasil identifikasi kelayakan kualitas air minum dalam tiga kali pengukuran secara berturut-turut memberikan hasil sebagai berikut: a). Parameter fisika menunjukkan suhu diatas standar ketetapan dengan rata-rata sebesar 24,43◦C, b). Parameter mikrobiologi menunjukkan adanya kandungan bakteri Coliform dengan jumlah rata-rata 124 Coliform/100 mL. Berdasarkan hasil identifikasi pada parameter fisika dan mikrobiologi menunjukkan bahwa hasil identifikasi pada parameter fisika dan mikrobiologi belum memenuhi standar kualitas air minum disebabkan suhu sampel air yang relatif tinggi dan adanya kandungan bakteri Coliform dalam sampel air.Kata Kunci: Kualitas sumber mata air, Parameter Fisika, Parameter Mikrobiologi.ABSTRACTThe research on the feasibility of springs as a source of drinking water without processing in Kukuh village, Tabanan regency has been conducted. This research used descriptive research on the feasibility of water quality based on physical and microbiological parameters on water from a spring source. The results of the identification of the feasibility of drinking water quality in three times were : a). physical parameters show relatively high temperatures with an average of 24,43oC. b). Microbiological parameters indicated the presence of Coliform Bacteria with an average number of 124 Coliform/100 mL. The results of the identification on physical and microbiological parameters showed that the identification results had not met drinking water quality standars, this is due to the relatively high temperature of the water sample and the presence of Coliform Bacteria in water samples.Keywords : Springs quality, Physical parameters, Microbiological parameters.
PERMAINAN CONGKLAK DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Putu Indah Lestari; Elizabeth Prima
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.67 KB)

Abstract

ABSTRAKPerkembangan kognitif merupakan perkembangan yang terkait dengan kemampuan berpikir seseorang yang diartikan sebagai perkembangan menunjukkan intelektual. Perkembangan kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar, karena sebagian besar aktivitas belajar selalu berhubungan dengan berpikir dan mengingat. Usia 5-6 tahun merupakan tahap praoperasional. Tahap ini merupakan permulaan bagi anak untuk membangun kemampuannya dalam menyusun pikirannya. Perkembangan kemampuanan kognitif anak menggunakan simbol untuk melambangkan objek, serta rasa ingin tahu anak yang luar biasa terhadap lingkungan sekitar. Salah satu permainan yang dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun adalah permainan congklak. Dalam permainan congklak terdapat kegiatan bermain yang menyenangkan dan berfokus pada anak. Permainan congklak memberikan kesempatan pada anak untuk melaksanakan kegiatan permainan sesuai dengan instruksi dari guru, anak mampu membilang dengan menunjuk benda kongkrit sehingga kegiatan permainan akan lebih menarik dan tujuan belajar yang diharapkan dapat tercapai dengan maksimal.Kata kunci: congklak, kognitif, anak usia diniABSTRACTCognitive development is a development related to thinking ability which is defined as the development of intellectual. Cognitive development has important benefits for children's achievement in learning, because most learning is always related to thinking and remembering. Age 5-6 years is a preoperational stage. This stage is the beginning for children to build their ability to construct their thoughts. The development of children's cognitive abilities uses symbols to symbolize objects, and children's extraordinary curiosity about the environment. One of game that can improve the development of the values of children's cognitive 5-6 years is congklak. In the game of congklak there are fun and child-focused play activities. Congklak provides opportunities for children to carry out activities in accordance with the instructions of the teacher, children who are able to spell out by pointing out concrete objects. Activities that will be more interesting and learning goals can be achieved optimallyKeywords: congklak, cognitive, early childhood
KAJIAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA I Putu Gede; Syech Idrus; Lalu Yulendra
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.807 KB)

Abstract

ABSTRACTLombok tourism development shows an increase in the number of significant tourist visits until August 2018 totaling 2,469,026 wisnu and foreign tourists. The increase in visits has not been offset by the participation of local communities in the development of tourist destinations in North Lombok Regency. The purpose of this study is (1) to examine the forms of past local community participation in supporting the development of Gumantar North Lombok tourist destinations; (2) to study the current forms of community participation of local and village governments in supporting the development of Gumantar North Lombok tourist destinations; (3) to study the future forms of Community Participation and provide recommendations for involving the community in participating in the development of tourist destinations in the Gumantar tourism village of North Lombok. The research method used is a collaboration between qualitative and quantitative approaches using data collection techniques through direct observation (observation), in-depth interviews (depth interviews), data processing using qualitative descriptive analysis presented in narrative form. The results of the study show that differences in community participation from the past tend to be very simple participatory, obedient to the rules of custom / awig law, ethical and polite in expressing opinions so that past participation is very strong in the development of tourist destinations. The participation of today's society still shows adherence and adheres to the rules of customary law / awig, ethics and courtesy in expressing opinions is more critical because the influence of information technology that has penetrated into the village and the role of the government began to show its existence, so that the participation of today's society tends to experience weakening in the development of tourist destinations. While future community participation is suspected to show a more apathetic and critical tendency because of an increase in better levels of public education, a consumptive lifestyle, modernization of facilities, infrastructure available in the village, the dominant role of the government in developing tourist destinations and community empowermentKey words: Participation, community, tourist destination
DETERMINAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PROVINSI BALI Christimulia Purnama Trimurti; Mrs Komalawati; I Gede Agus Mertayasa
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.22 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendalami penyebab ketimpangan pendapatan di Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik dari tahun 2008 – 2017. Alat statistik yang digunakan Stata 14.2 melalui uji logistic regression pada data time series. Hasil penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, penanaman modal asing berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, modal manusia tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Dari hasil penelitian dapat disarankan kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk melakukan pemerataan pembangunan di Provinsi Bali, Penanaman Modal Asing yang hadir di Bali harus sesuai dengan potensi daerah setempat, serta UMR dibuat lebih rinci berdasarkan kompetensi tenaga kerja.Kata kunci: Ketimpangan Pendapatan, Pertumbuhan Ekonomi, Penanaman Modal Asing, Modal ManusiaABSTRACTThe purpose of this study was to explore the causes of income inequality in Bali Province. This study uses secondary data from the Central Statistics Agency from 2008 - 2017. The statistical tools used were Stata 14.2 through logistic regression tests on time series data. The results of this study are economic growth has a positive and significant effect on income inequality, foreign investment has a positive and significant effect on income inequality, human capital does not significantly influence income inequality. From the results of the study, it can be suggested to the Provincial Government of Bali to make equitable development in the Province of Bali, Foreign Investment present in Bali must be in accordance with the potential of the local area, and the UMR is made more detailed based on the competence of the workforce.Keywords: Income Inequality, Economic Growth, Foreign Investment, Human Capital
PENGENALAN SENI MUSIK TRADISIONAL BALI PADA ANAK USIA DINI SEBAGAI WUJUD PENGUATAN BUDAYA BALI I Nengah Rata Artana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.713 KB)

Abstract

ABSTRAKProses pendidikan anak sejak usia dini juga penting dibarengi dengan pengenalan seni dan budaya yang bersifat pelestarian, salah satunya adalah pelestarian seni budaya dalam bentuk kreativitas seni, baik seni tradisi maupun modern. Bentuk kreativitas yang dimaksudkan antara lain mengajak anak-anak bermain gamelan dari sejak dini. Kreativitas dan pengenalan gamelan sejak dini dilakukan mengingat makin banyaknya gempuran budaya asing yang suatu saat bisa mengakibatkan degradasi budaya dalam bentuk sikap apatis terhadap kesenian daerah, khususnya gamelan. Gempuran budaya yang tidak dibarengi dengan pembangkitan akan cinta pada kesenian, termasuk kesenian gamelan, tentu akan membuat generasi semakin lupa dengan kesenian yang diwariskan oleh masyarakat pendukung kesenian itu sendiri. Adapun tujuan penelitian ini antara lain untuk membangkitkan kecintaan terhadap kesenian daerah khususnya gamelan Bali pada anak usia dini, mengajak generasi muda dari sejak dini untuk melestarikan kesenian daerahnya, menggunakan kreativitas bermain musik sebagai media stimulan untuk kecerdasan anak mulai dari usia dini, serta bertujuan untuk menumbuhkan sikap/etika yang santun pada peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi pada sebuah kelompok bermain musik yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak. Disamping observasi,dalam penelitian ini juga dilakukan wawancara dengan pelatih gemelan serta guru pendamping. Hasil penelitian menunjukan bahwa diantara anak-anak kecil yang sering diajak bermain gamelan, maka secara tidak langsung hal tersebut akan menimbulkan rasa cinta terhadap seni gamelan. Bila sejak kecil juga diajarkan untuk bermain gamelan, maka hal ini juga juga sebuah langkah nyata untuk melestarikan seni gamelan. Bermain gamelan juga bisa untuk digunakan sebagai media stimulan untuk kecerdasan estetika, etika dan kecerdasan sosial bagi anak usia dini.Kata Kunci: pengenalan seni musik, tradisional Bali, anak usia dini, penguatan budaya Bali
WISATA SWAFOTO SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI DESA WANAGIRI, BULELENG Ni Kadek Widyastuti; Ni Luh Christine Prawitha Sari Suyasa
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.399 KB)

Abstract

ABSTRAKTrend sosial media merambah semua kalangan usia telah mampu meningkatkan kunjungan daya Tarik wisatawan ke Desa Wanagiri, Buleleng. Usaha memperkenalkan dusun Yeh Ketipat di Kecamatan Sukasada Buleleng yang didukung masyarakat dan pemerintah Kabupaten mengedepankan konsep sapta pesona melalui swafoto. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik wisatawan dan potensi dusun Yeh Ketipat sebagai atraksi swafoto.Karakteristik wisatawan dikelompokan berdasarkan jenis kelamin, tingkat usia, pekerjaan, daerah asal, dan frekeuensi kunjungan menunjukkan bahwa 70% wisatawan adalah perempuan, 60% berusia 15-34 tahun, 30% berusia 35-59, dan sisanya beusia diatas 60 tahun. Terdapat 53.3% wisatawan mancanegara maupun domestik adalah pelajar yang berasal dari Denpasar 40% dan 30% dari Korea. 53.3% wisatawan berkunjung maksimal 3 kali. Potensi wisata alam Desa Wanagiri karena keindahan pemandangan Danau Tamblingan dan Danau Buyan dan dukungan masyarakat dalam menjaga keindahan dan keamanan peralatan yang digunakan swa-foto telah memberikan keindahan, kenyamanan, dan hasil foto yang tidak bisa didapatkan di tempat lain sehingga kunjungan wisatawan terus meningkat.ABSTRACTSocial media is a trend that able to increase number of visitor to Wanagiri Village in Buleleng regency. The effort of promoting Yeh Ketipat Village in Sukasada Buleleng is fully supported by local community and government of Regency by implementing “sapta pesona” concept through Selfie activity. This research aims to identify the visitors characteristic and what are the potentials of Yeh Ketipat village as an attraction for Selfie activity.Visitor characteristic are grouped based on gender, age, occupation, origin, and frequency of visit. The findings shows that 70% visitors are female, 60% are aged between 15 to 34 years, 30% are 35 to 39 years old, and the rest are 60’s and above. 53.3%. Lokal and international visitors shows that 40% are students from Denpasar and 30% from Korean tourist. 53.3% are visiting the location maximum 3 times. Wanagiri Village has big natural potential from scenic view of Tamblingan and Buyan Lake and it supported by community in order to maintain the safety and the beauty that is used for selfie activity that is not provided by other places.Keywords: visitor characteristics, tourism potential, selfie
PENGARUH BUKU AJAR FISIKA BERBASIS CONTEXTUAL THEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA DI STIKOM BALI Pande Putu Agus Santoso; Luh Putu Ayu Widiari; Kadek Listuayu
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.399 KB)

Abstract

ABSTRAKJenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester III tahun pelajaran 2017/2018 yang memprogram mata kuliah fisika. Sampel diambil dengan cara simple random sampling dan berjumlah 40 orang mahasiswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data pengetahuan awal dan data hasil perkuliahan mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar fisika. Data dianalisis menggunakan anakova dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok eksperimen yang belajar dengan menggunakan BA-CTL dan kelompok kontrol yang belajar dengan menggunakan BAK dalam perkuliahan fisika (F = 97,135; p = 0,001; p < 0,05). Nilai rata-rata kelompok eksperimen (μi = 70,94 dan SD = 6,77) dan kelompok kontrol (μj = 58,00 dan SD = 7,83). Kelompok ekseprimen menunjukkan hasil belajar yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol.Kata kunci: Pengaruh, Buku, Fisika, CTL.ABSTRACTThis research type is quasi experiment research with pretest-posttest nonequivalent control group design. The population of this study is the students of the third semester of the academic year 2017/2018 who program the physics course. The sample was taken by simple random sampling and amounted to 40 students. The data collected in this research is preliminary knowledge data and data of student lecture result. The instrument used in this research is physics test result. Data were analyzed using anakova with significance level of 5%. Based on the result of data analysis, it was found that there were significant differences of learning outcomes between the experimental group studied by using BA-CTL and control group who studied by using BAK in physics lecture (F = 97,135; p = 0,001; p <0,05). The mean value of the experimental group (μi = 70.94 and SD = 6.77) and the control group (μj = 58.00 and SD = 7.83). The group of ekseprimen showed relatively higher learning outcomes compared to the control group.Keywords: Effect, Book, Physics, CTL
KECEMASAN PENYANDANG DISABILITAS DALAM MENCARI PEKERJAAN DI KAWASAN WISATA KUTA BALI Dermawan Waruwu; Ni Ketut Jeni Adhi
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.252 KB)

Abstract

ABSTRAKPenyandang disabilitas di Kabupaten Badung tahun 2017 berjumlah 2.862 orang dan terus meningkat setiap tahunnya. Kebijakan pemerintah Badung maupunPeraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2015 kurang berpihak terhadappenyandang disabilitas. Oleh sebab itu, penyandang disabilitas mengalamikecemasan dalam mencari pekerjaan selama ini. Penyandang disabilitas menjadikelompok termarjinalkan dan terhegemoni di tengah geliat industri pariwisata yangberlimpah dolar di kawasan wisata Kuta tersebut. Masalah yang dikaji dalam artikelini adalah bagaimana bentuk kecemasan penyandang disabilitas dalam mencaripekerjaan di kawasan wisata Kuta Bali serta apa jenis pekerjaan yang dilakukanoleh penyandang disabilitas di kawasan wisata Kuta Bali? Dalam mengkaji masalahini digunakan teori hegemoni dan praktik sosial serta dianalisis secara kualitatifdengan pendekatan kajian budaya. Penelitian ini menghasilkan 2 (dua) hal: (1)Penyandang disabilitas mengalami kecemasan sehingga melakukan pekerjaan yangkurang sesuai dengan potensi dirinya; (2) Penyandang disabilitas terpaksa bekerjasebagai cleaning service dan operator CCTV. Kecemasan ini akan terus meningkatjika pemerintah dan pengusaha tidak memberikan lapangan pekerjaan kepadapenyandang disabilitas yang sesuai dengan potensi dirinya.Kata kunci: Kecemasan, Disabilitas, Kawasan Wisata KutaABSTRACTDisabled people in Badung Regency in 2017 amounted to 2,862 people and continued to increase every year. The Badung government policy and the RegionalRegulation of Bali Province Number 9 of 2015 are less in favor of persons withdisabilities. Therefore, persons with disabilities experience anxiety in finding work.Persons with disabilities are marginalized and hegemony in the midst of a stretch ofthe tourism industry that is abundant in dollars in the tourist area of Kuta. Theproblems examined in this article are What is the form of the anxiety of personswith disabilities in looking for work in the tourist area of Kuta Bali and What kind ofwork is carried out by persons with disabilities in the tourist area of Kuta Bali? Inreviewing this problem we use the theory of hegemony and social practice andanalyze it qualitatively with a cultural study approach. This study produces 2 (two)things: (1) Persons with disabilities experience anxiety so that they do work that isnot in accordance with their potential; (2) Persons with disabilities are forced towork as cleaning services and CCTV operators. This anxiety will continue to increaseif the government and employers do not provide employment to persons withdisabilities that are in accordance with their potential.Keywords: Anxiety, Disability, Kuta Tourism Area