cover
Contact Name
Ikhwannur Adha
Contact Email
ikhwannur.adha@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jigpangea@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Jl. Padjajaran, Sleman, Yogyakarta, Indonesia. 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Geologi pangea
ISSN : 2356024X     EISSN : 2987100X     DOI : https://doi.org/10.31315
Jurnal Ilmiah Geologi Pangea (JIG Pangea) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JIG Pangea covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining, and Geography. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 219 Documents
GEOLOGI DAN POLA PENYEBARAN SEAM BATUBARA BERDASARKAN LOBANG BOR PADA TAMBANG TERBUKA KECAMATAN LAUNG TUHUP, KABUPATEN MURUNG RAYA, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Elfriandhi Ekawijaya
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI -Lokasi penambangan batubara PT. Marunda Grahamineral terletak di Kecamatan Laung Tuhup, KabupatenMurung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Secara astronomis terletak pada 113˚20’-115 ˚55’ BT dan 0 ˚53’48 LS-0˚46’06’’LU. Tujuan dari penelitian ini agar mahasiswa dapat menjelaskan kondisi geologi, serta mengetahui stratigrafidaerah telitian berdasarkan data-data yang akan diteliti pada lobang bor tersebut, sehingga menghasilkan informasimengenai kualitas dan persebaran batubara, serta mengetahui data variasi litologi dan lingkungan pengendapan, padalokasi tambang terbuka PT. Marunda Grahamineral. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data hasillapangan dan data wireline log, analisa petrografi, reflektan batubara, maseral.Geomorfologi daerah telitian dibagi menjadi dua satuan bentukan asal yang terbagi lagi menjadi lima subsatuan bentuklahan yaitu Satuan bentuklahan jalan hauling (A1), Satuan bentuklahan sump (A2), Satuan bentuklahan bukit disposal(A3), Satuan bentuklahan pit (A4), Satuan bentuklahan instrusi (V1). Satuan batuan di daerah penelitian dibagi menjadi3 satuan, secara berurut dari tua ke muda dibagi menjadi Satuan batulempung Batu Ayau, Satuan batupasir Batu Ayau,Instrusi Vulkanik. Hasil yang didapatkan setelah melakukan analisis maseral batubara untuk menentukan lingkunganpengendapan didapatkan hasil, seam 4 dan 3 yaitu wet forest swamp atau bagian middle delta plain dan semakin keseam 2 dan 1 yaitu coal deposite in upper delta plain. Pola sebaran dan kemenerusan lapisan batubara dilokasipenelitian, dan regional dikendalikan oleh sedimentasi dan tektonik.Kata-kata kunci : Wireline log, Variasi litologi, Lingkungan pengendapan, Pola sebaran.
GEOLOGI DAN STUDI SIKUEN STRATIGRAFI FORMASI YAKIN BAWAH LAPANGAN WAN CEKUNGAN KUTAI, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Hery Gunawan
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.892 KB)

Abstract

SARI - Lapangan Wan merupakan salah satu lapangan minyak dan gas bumi milik PT. Chevron IndonesiaCompany yang berada ± 5 km lepas pantai (offshore), Selatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia.Formasi yang menjadi fokus telitian pada Lapangan Wan yaitu Formasi Yakin Bawah, yang termasuk ke dalamCekungan Kutai. Keseluruhan data penelitian ini dimiliki oleh PT. Chevron Indonesia Company. Penelitiandengan pendekatan sikuen stratigrafi ini merupakan pengintergrasian data wireline log dan mud log sebagai datautama serta data seismik dan tekanan formasi sebagai pendukung, sehingga diharapkan dapat memberikaninformasi lebih rinci untuk pengembangan sebuah lapangan migas. Terdapat dua jenis sesar yang berkembangpada Lapangan Wan yaitu Sesar Sepinggan yang merupakan sesar mendatar berarah relatif Baratlaut-Tenggaradan Sesar Normal (F-301, F-201, F-101 dan F-Wan) yang berarah relatif hampir Utara-Selatan. Pergerakankedua sesar tersebut menjadi penting dalam perkembangan sistem perangkap hidrokarbon pada area telitian.Hasil penelitian menunjukkan Formasi Yakin Bawah terdiri dari Satuan Batupasir berumur Miosen Tengahdengan litologi penyusunnya berupa batupasir, batulempung, batulanau, serpih dan batugamping sebagaiendapan sisipan yang sangat tipis. Adapun fasies pengendapan yang berkembang berupa distributary channel,distributary mouth bar, interdistributary area, tidal channel dan prodelta yang keseluruhannya termasuk kedalam sistem pengendapan delta. Berdasarkan hasil analisis sikuen stratigrafi didapatkan tiga paket sikuenpengendapan penyusun Formasi Yakin Bawah, yakni Sikuen 1 , Sikuen 2 dan Sikuen 3 yang masing -masingsikuen tersebut dibatasi oleh sebuah bidang ketidakselarasan yang berupa subaerial unconformity (SB-1, SB-2,SB-3 dan SB-4) dan tersusun atas beberapa unit systems tract yakni LST, TST dan HST. Sebagai pengembangandalam penelitian ini, dilakukanlah pemetaan unit reservoar prospek. Unit reservoar prospek berada pada p aketHST-4 khususnya pada unit reservoar FS-1 dan FS-2. Penentuan kedua unit ini didasarkan dari pengamatan datalog sumur dan mud log, yang memperlihatkan adanya indikasi hidrokarbon berupa terdapatnya jejak minyakbumi dan nilai resistivitas pada log sumur bernilai cukup tinggi. Unit reservoar membentuk geometri berupamouth bar yang terbentuk di sub-lingkungan delta front dengan ketebalan relatif ke arah Baratlaut-Tenggara.Kata Kunci : Lapangan Wan, Formasi Yakin Bawah, Sikuen Stratigrafi, Reservoar 
GEOLOGI DAN STUDI PENGARUH LOGAM BERAT TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN WILAYAH TAMBANG EMAS JATIROTO, WONOGIRI, JAWA TENGAH Wiryan Krisno Pambudi
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.281 KB)

Abstract

Sari – Daerah penelitian termasuk kedalam Zona Pegunungan Selatan secara administrasif berada di daerah Boto, Kecamatan Jatiroto dan sekitarnya, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Letak koordinat lokasipenelitian Secara Universal Tranverse Mercator (UTM) terletak pada 516800mE-522480mE dan 9124900mN9129900mNdengandatumWGS84.PadadaerahpenelitianyangterletakterletakdidaerahBotodansekitarnya,KecamatanJatiroto, Kabupaten Wonogiri merupakan area tambang emas tradisional yang belum terkelolah dengan baik terkhusus pengolahan limbah yang menggunakan merkuri. Oleh karena itu untuk mencegahterjadinya pencemaran lingkungan yang berdampak kepada kesehatan masyarakat sekitar dilakukan penelitianyang menghasilkan solusi penanganan daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pemetaan geologipermukaan dilakukan analisis berupa analisis petrografi, analisis fosil, dan analisis stereografis, pengukuran Hgtanah, dan analisis kimia tanah serta air. Pemetaan persebaran logam berat yaitu As, Mn, Pb, dan Hgmenggunakan analisis kimia tanah dan air menggunakan analisis XRF kemudian dibuat interpolasi konturpenyebaran dengan menggunakan aspek geomorfologi dan geologi. Secara geomorfik, daerah penelitian dibagimenjadi empat bentulahan yaitu Satuan Perbukitan Intrusi (V1), Satuan Perbukitan Homoklin (S1), SatuanPerbukitan Karst (K1) dan Satuan Dataran Aluvial (F1). Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari Satuan breksiNglanggeran berselingan lava berumur Miosen Awal, Satuan Intrusi andesit berumur Miosen Awal denganlingkungan pengendapan darat, Satuan batugamping Wonosari berumur Miosen Tengah - Miosen Akhir danSatuan Endapan Aluvial berumur Holosen. Struktur geologi didapatkan sesar mendatar kiri yang berarah relatif Utara-Selatan (Sesar Boto), sesar mendatar kiri yang mengarah Tenggara-Baratlaut (Sesar Brenggolo),sesar kanan turun yang mengarah Tenggara-Baratlaut (Sesar Mesu). Serta dijumpai kekar dan vein. Daerahpenelitian dilakukan pemetaan distribusi logam merkuri (Hg), mangan (Mn), arsen (As), dan Timbal (Pb)dengan zona tercemar masuk dalam TCLP-A dan penanganan limbah masuk dalam kategori 1 berada pada DesaBoto dimana pada desa tersebut merupakan wilayah penambangan dan pengolahan emas. Cara untuk mengatasi perncemaran lingkungan ini adalah dengan melakukan fitoremediasi Kata-kata Kunci: tambang emas, logam berat, XRF, fitoremediasi, distribusi
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK ENDAPAN PALEOTSUNAMI BERDASARKAN ANALISIS SEDIMENTOLOGI DAN PALEONTOLOGI PADA BOR UG 7B DAERAH UJUNG GENTENG, KABUPATEN SUKABUMI Mochamad Rahmat Ramdhani
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari – Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas wilayah laut mencapai sepertiga bagian serta salahsatu garis pantai terpanjang di dunia. Negara kepulauan ini berada pada pertemuan tiga lempeng aktif utama didunia. Beradanya tiga lempeng aktif tersebut mempunyai potensi besar terhadap kemungkinan terjadinyatsunami yang sebagian besar diakibatkan oleh gempa bumi. Penelitian paleotsunami bertujuan mengetahuiperistiwa tsunami dimasa lalu dan karakter endapannya. Daerah penelitian secara administrasi berada di daerahUjung Genteng. Lokasi pemboran berada pada koordinat X=655154, Y=9189177 ( UTM WGS84 Zona 48S).Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pemboran tangan, deskripsi megaskopis, sertaanalisis laboratorium yaitu granulometri, X-Ray Floirscene dan foraminifera mikro. Endapan paleotsunamiterdapat pada bor UG 7B dengan kedalaman mencapai 700 cm. Karakteristik lapisan endapan paleotsunami berdasarkan analisis granulometri pada kedalaman 310 –314 cm mean very coarse silt - medium silt, sortasi very poorly sorted –very poorly sorted, skewness symetrical– fine skewed, kurtosis platykurtic –platykurtic distribusi ukuran butir bimodal. Kedalaman 318 – 348 cm meanmedium silt – fine silt. Sortasi poorly sorted –very poorly sorted. Skewness symetrical – fine skewed. Kurtosisplatykurtic –mesokurtic distribusi ukuran butir multimodal. Kedalaman 356 – 370 cm mean very coarse silt –fine silt. Sortasi poorly sorted – very poorly sorted. Skewness symetrical – very fine skewed. Kurtosis platykurtic– mesokurtic distribusi ukuran butir multimodal. Kedalaman 400 – 401 cm mean coarse sand – medium sand.Sortasi Moderately sorted – poorly sorted. Skewness fine skewed – very fine skewed. Kurtosis very leptokurtic –extremely leptokurtic distribusi ukuran butir unimodal. Kedalaman 522 – 530 cm mean very fine sand – mediumsilt. Sortasi very pooly sorted –very poorly sorted. Skewness symmetrical –very fine skewed. kurtosis platykurtic– mesokurtic distribusi ukuran butir bimodal. Berdasarkan analisis XRF pada kedalaman 310 – 314 cm kandungan unsur yang berasal dari laut Srrata – rata 583,565 ppm dan Ca nilai rata – rata 100508,4 ppm. Kedalaman 318 – 348 cm unsur Sr rata – rata75,01867 ppm dan Ca rata – rata 116602,3 ppm. Kedalaman 356 – 370 cm unsur Sr rata – rata 512,1443 ppmdan Ca rata – rata 80248,72 ppm. Kedalaman 400 – 414 cm unsur Sr rata – rata 1035,277 ppm dan unsur Ca rata– rata 145137,2 ppm. Kedalaman 522 – 530 cm unsur Sr rata – rata 720,44 ppm dan Ca rata – rata 138329,6ppm. Analisis foraminifera menunjukan 5448 individu foraminifera palngton dan bentos pada endapanpaleotsunami, sedangkan pada endapan non-paleotsunami tidak ditemukan foraminifera tersebut.Kata-kata kunci : paleotsunami, granulometri, XRF, mikropaleontologi foraminifera, Ujung Genteng. 
GEOLOGI DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN SERTA GEOMETRI LAPISAN BATUPASIR X FORMASI BEKASAP LAPANGAN TMY CEKUNGAN SUMATRA TENGAH BERDASARKAN SIKUEN STRATIGRAFI Oktomy Yudhianto
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1442.5 KB)

Abstract

SARI - Objek penelitian adalah Lapangan TMY yang merupakan salah satu daerah operasi PT. Chevron PasificIndonesia, yang terletak di bagian timur Cekungan Sumatra Tengah. Wilayah operasi ini berjarak kurang lebih 140 kmke arah barat laut dari kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau. Tatanan stratigrafi Lapangan TMY dari tua ke mudatersusun atas Kelompok Pematang, Formasi Menggala, Formasi Bangko, Formasi Bekasap, Formasi Duri, dan FormasiTelisa. Lapangan TMY terdiri dari 6 sikuen. Lapisan batupasir X termasuk pada HST-4. Lapisan batupasir X terdiridari tiga asosiasi fasies, yaitu yang pertama terdiri dari litofasies wavy lamination (F1), cross Lamination, bioturbatedF-VF sandstone (F2), bioturbated M-VF sandtone (F3) yang membentuk sebuah asosiasi fasies tidal sand bar danasosiasi fasies kedua yaitu tidal channel yang berbeda fasies secara lateral dengan tidal sand bar. Lapisan batupasir Xdibagi menjadi dua geometri resevoir yang berbeda pada satu zona reservoir, yaitu geometri ”channel” (tidal channel)dan geometri ”bar” (tidal bar). Analisis kualitas reservoir berdasarkan penyebaran Vshale rata-rata dan porositas efektifrata-rata pada masing-masing asosiasi fasies pengendapan, dan menunjukkan bahwa batupasir yang diendapkan padatidal channel memiliki kualitas reservoir yang relatif lebih baik dan konsisten terhadap geometrinya dibandingkanbatupasir yang diendapkan pada tidal sand bar, hal ini dipengaruhi secara langsung oleh perbedaan kondisi lingkungandan energi pada saat pengendapan pada masing-masing asosiasi fasies. Kata-kata kunci : wavy lamination, cross lamination, bioturbated F-VF sandstone, bioturbated M-VF sandtone, fasiestidal sand bar, channel, tidal channel, Vshale
MODEL KONSERVASI PANTAI DENGAN BIOGEOTEKNOLOGI PADA ZONA BERPOTENSI INTRUSI AIR LAUT DI KECAMATAN TEMON, KABUPATEN KULONPROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Intan Paramita Haty
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI - Air bawah tanah merupakan suatu komponen dalam daur hidrologi (hydrologic cycle) yangberlangsung di alam, terbentuk dari air hujan yang meresap ke dalam tanah di daerah imbuh (recharge area)dan mengalir melalui media lapisan batuan yang bertindak sebagai lapisan pembawa air (aquifer) dalamcekungan air tanah (ground water basin) yang berada di bawah permukaan tanah menuju ke daerah lepasan(discharge area) . Air tanah di Cekungan Wates yang meliputi Kecamatan Wates, Temon, Panjatan, Lendah,Brosot, serta sebagian Kecamatan Sentolo dan Pengasih yang secara geomorfologi terletak pada Satuan DataranFluvio Volkanik, Satuan Dataran Pantai dan Satuan Gumuk Pasir dengan litologi penyusun berupa materialaluvial yang terdiri dari perselang-selingan pasir, krikil, lanau, dan lempung, dengan kondisi morfologi yangrelatif datar dengan litologi yang relatif seragam dan memiliki air tanah dengan karakteristik relatif seragampula. Litologi yang demikian sangat berpotensi terjadinya perubahan sistem kelestarian air tanah, jika terdapatpengambilan air tanah yang berlebihan pada wilayah tersebut yang dapat ditandai dengan kenaikan kadar garampada air tanah. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui besarnya potensi intrusi air laut di Cekungan Airtanah Wates akibat direncanakannya pembangunan Bandara Internasional Temon dalam kaitannya menjagasistem kelestarian air tanah sekaligus membuat model pencegahannya.Metode/cara yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas beberapa langkah/tahapan, yaitu mulai daripengamatan dan pendiskripsian batuan/tanah yang meliputi: pengukuran bidang perlapisan batuan, pengukuranelemen struktur geologi, pengamatan kondisi morfologi, dan pengambilan contoh tanah/batuan untuk diuji dilaboratorium tentang kandungan mineralogi, tekstur dan strukturnya. Pengamatan terhadap air permukaan danair tanah dilakukan dengan menguji sifat fisika air permukaan yang meliputi : bau, rasa, kekeruhan , temperatur(T), keasaman ( pH), electrolit conductivity (EC), dan pengambilan contoh air untuk diuji di laboratoriumuntuk mengetahui unsur kimia yang dikandungnya yang hasilnya akan dipakai untuk dibuat diagram Stiff danTrilinier. Pendugaan tahanan jenis (geolistrik) dilakukan untuk mengetahui kondisi tanah/batuan bawahpermukaan sampai kedalaman lebih dari 75 m, dengan tujuan untuk mengetahui konfigurasi akuifer baik secaralateral maupun vertikal, yang hasilnya akan memberikan gambaran/penampang tiga dimensi sistem simpananair tanah pada daerah telitian serta daerah resapannya. Gambaran penampang tersebut akan memberkaninformasi kuantitas/jumlah air tanah yang ada pada daerah penelitian dan identifikasi pantai tersebut terhadappotensi terjadinya intrusi air laut yaitu pada lokasi pantai di sebelah selatan dari rencana runway bagian timur .Hasil analisis mineralogi batuan dan hidrokimia air tanah akan memberikan informasi sebaran kualitas airtanah. Kondisi kualitas ini tentunya akan berubah seiring dengan mulainya pembangunan bandara maupunpasca pembangunan bandara. Sehingga harus dilakukan konservasi untuk pencegahan intruis air laut yaitudengan biogeoteknologi penanaman mangrove, penanaman dibuat bersisitem sehingga dapt mempertahankangaris pantai dan bidang interface. Model ini diharapkan akan dapat memberikan kontribusi pada upayapelestraian air tanah pada wilayah Bandara Internasional Temon, DIY.Kata kunci: air tanah, akuifer, intrusi air laut, interface.
Geologi dan Perhitungan Cadangan Batubara Seam 17, 20 dan 22 Pit R-22, Daerah Embalut dan Sekitarnya, Kecamatan Tenggarong Sebrang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur Gumirlang Sucahyo
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari - Lokasi penelitian berada di wilayah konsesi PT. KITADIN. Secara geografis terletak padakoordinat 117ᴼ 04’ 43.1ˮ - 117ᴼ 07’ 57.1ˮ BT, 0ᴼ 17’ 46.7ˮ – 0ᴼ 20’ 13.3ˮ LS , dengan proyeksi UTM WGS8450 S pada koordinat N 9962750-N 9967250 dan E 508750-E 514750. Secara administratif terletak didaerahEmbalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur denganluas 27 km, skala 1 : 12.500.Berdasarkan aspek-aspek geomorfologi menurut Verstappen (1985), maka daerah penelitian dibagimenjadi 2 (dua) bentukan asal dan 4 (empat) bentuklahan. Bentukan asal Fluvial (F) yang terdiri atas satuanbentuklahan dataran aluvial (F1) dan satuan betuklahan Rawa (F2). Bentukan asal Struktural (S) yang terdiriatas satuan bentuklahan perbukitan bergelombang sedang (S1) dan satuan bentuklahan perbukitanbergelombang lemah (S2). Stratigrafi daerah penelitian termasuk dalam Formasi Balikpapan Cekungan Kutai,terbentuk pada lingkungan pengendapan Lower Delta Plain pada Kala Miosen Tengah – Miosen Akhir. Yangterdiri oleh 3 (dua) satuan batuan, dari tua ke muda adalah sebagai berikut : satuan batupasir kuarsaBalikpapan, satuan batulanau Balikpapan dan satuan endapan aluvial. Dengan variasi litologi yaitu batupasirkuarsa, batugamping pasiran, batulem pung sisipan batubara, dan batulanau.Berdasarkan data kedudukan lapisan batuan dan rekonstruksi penampang geologi, maka struktur yangberkembang di daerah penelitian adalah struktur lipatan berupa sinklin yang menurut regionalnya bernamaSinklin Embalut.Metode perhitungan menggunakan metode Trianguler, diperoleh cadangan batubara Tonase TotalBatubara (ton) :- Tonase Total Terukur = 285.713,35 ton, Tonase Total Terunjuk : 329.859,088 ton Dengan faktor koreksisebesar 20%, Tonase Total Batubara (ton) :- Tonase Total Terukur = 228.570,68 ton, Tonase Total Terunjuk : 263.887,271 ton Kata-kata kunci: batubara, perhitungan cadangan, trianguler, Formasi Balikpapan, Cekungan Kutai,
GEOLOGI DAN STUDI FASIES LAPISAN “TFK” BERDASARKAN DATA INTI BATUAN DAN LOG SUMUR DI FORMASI DURI, LAPANGAN DURI, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH Taufik Hardiansal
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.824 KB)

Abstract

SARI - Objek penelitian adalah reservoir di Lapangan Duri yang merupakan salah satu daerah operasi PT. ChevronPacific Indonesia, terletak di bagian timur Cekungan Sumatra Tengah. Wilayah operasi ini berjarak kurang lebih 120km ke arah timur-laut dari Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Formasi Duri merupakan formasi yang terdapat dalamKelompok Sihapas, Cekungan Sumatra Tengah. Lapisan “TFK‟ yang menjadi objek penelitian berada pada kedalamansekitar 250 – 440 ft (TVDSS). Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis fasies dan pemetaan bawahpermukaan menggunakan data log sumur dan data inti batuan (core). Jumlah sumur yang digunakan adalah sebanyak 33sumur. Pada lapisan “TFK” didapatkan litologi batupasir dengan sisipan batulanau. Elektrofasies Lapisan “TFK” dicirikan dengan pola log yang funnel shape dengan nilai GR yang semakin rendah yang menunjukkan ukuran butiryang semakin ke atas semakin kasar, merupakan ciri dari fasies tidal ridge dan pola log bell shape dengan nilai GRyang semakin tinggi yang menunjukan ukuran butir yang semakin ke atas semakin halus merupakan ciri untuk fasiestidal channel diendapkan pada sistem pengendapan tide dominated delta. Fasies tidal channel penyebarannya menerus di setiap sumur dengan ketebalan 12-32 feet. Fasies tidal ridge penyebarannya menerus di setiap sumur denganketebalan 26-42 feet. Berdasarkan peta depth struktur semua sand yang telah dipetakan telah mengalami perlipatanberupa antiklin Baratlaut-Tenggara dan di bagian selatan antiklin dibatasi oleh sesar turun yang berarah Utara-Selatan.Dari fasies tidal channel dan tidal ridge penyebaran Lapisan”TFK” berasal dari arah Timurlaut menuju Baratdaya.Kata-kata kunci: elektro fasies, tide\al ridge, tidal channel,
GEOLOGI DAN PENGARUH ALTERASI TERHADAP POTENSI GERAKAN TANAH DAERAH CITOREK KIDUL, KECAMATAN CIBEBER, KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN Rizky Samodro Putro
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI - Secara adminstratif daerah telitian berada pada Daerah Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak,Provinsi Banten. Secara astronomis Daerah Citorek Kidul terletak pada koordinat UTM (Universal TransverseMercator) Zona 48 S yaitu X : 645500mE- 648500mE dan Y : 9255500 mN- 9258500 mN. Berdasarkan aspek-aspek geomorfologi, Daerah Citorek Kidul dibagi menjadi 6 satuan geomorfik yaitu : PerbukitanVulkanik Terdenudasi (V24), Lereng Vulkanik (V25), Dataran Vulkanik (V26), Gosong Lengkung Dalam (F12),Gosong Sungai (F13), Tubuh Sungai (F22). Stratigrafi Daerah Citorek Kidul dibagi menjadi 3 dari tua ke muda yaitu : satuan batulapili Citorek (Tpbci) berumurPliosen, satuan tuf (Tpt) berumur Pliosen dan satuan endapan aluvial (Kha) berumur Resen.Berdasarkan hasil analisis pengukuran arah umum kekar, tegasan utama maksimum Daerah Citorek Kidul dibagimenjadi 1 yaitu tegasan utama timurlaut-baratdaya (NE-SW). Struktur geologi yang berkembang dibagi menjadi 1periode. Pliosen Akhir berarah baratlaut-tenggara (NW-SE) yang diwakili oleh sesar mendatar kiri Citaraje (NW-SE)dan sesar mendatar kanan naik Cisuwen (NW-SE). Kemudian berarah timurlaut – baratdaya sesar mendatar kanan naikCijarab (NE-SW).Himpunan mineral yang dijumpai di lapangan dapat dibagi menjadi 2 zonasi alterasi yaitu, zona alterasi mineral illitmontmorilonit-kuarsa(argilik) dan zona alterasi klorit (kloritisasi). Mineralisasi yang terdapat di daerah penelitianantara lain adalah pirit. litologi di sepanjang Daerah Citorek Kidul telah mengalami alterasi yang cukup intensif berupaalterasi tipe kloritisasi dan argilik. Selain itu, Daerah Citorek Kidul memiliki kemiringan lereng yang cukup curamyaitu berkisar antara 16-35 derajat, hal tersebut merupakan salah satu faktor mendukung terjadinya bencana gerakantanah selain karena pengaruh alterasi argilik. Berdasarkan analisa X-ray diffraction dari sampel yang diambil dari lokasi penelitian, sehingga dapat disimpulkanbahwa gerakan tanah yang terjadi di lokasi penelitian salah satu faktornya disebabkan karena kontrol mineral lempung,seperti illit dan montmorilonit. Kehadiran illit dan montmorilonit pada Daerah Citorek Kidul menjadi salah satu faktorpemicu terjadinya gerakan tanah pada daerah ini. Kandungan mineral lempung seperti illit dan montmorilonit padabatuan bersifat impermeable menyebabkan tanah kedap air sehingga batuan di atasnya menjadi longsor.Kata - kata kunci: Alterasi, Longsor, Citorek Kidul
GEOLOGI DAN STUDI PROVENANCE SATUAN BATUPASIR JATEN DAERAH BUNGUR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TULAKAN, KABUPATEN PACITAN, PROVINSI JAWA TIMUR Brahmeswari Sulandari
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.568 KB)

Abstract

SARI - Daerah penelitian terletak di Daerah Bungur dan sekitarnya, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan,Provinsi Jawa Timur. Daerah penelitian secara geografis berdasarkan UTM 49 WGS 84 terletak pada koordinat529000 mE – 534000 mE dan 9100000 mN – 9095000 mN. Luas daerah penelitian adalah kurang lebih 25 km2 dengan panjang dari selatan ke utara 5 km dan lebar dari arah barat ke timur kurang lebih 5 km dengan skala 1 :12.500. Secara geomorfik, daerah telitian dibagi menjadi empat satuan bentukan asal dan enam satuan bentuklahan, yaitu bentukan asal vulkanik yang terdiri dari pegunungan vulkanik (V1), intrusi (V2). Bentukan asalstruktural terdiri dari perbukitan homoklin berlereng miring (S1). Bentukan asal Karst terdiri dari pegunungankarst (K1), Bentukan asal fluvial yang terdiri dari tubuh sungai (F1) dan dataran aluvial (F2). Pola pengaliranyang berkembang pada daerah telitian yaitu rectangular, subparallel dan sungai bawah tanah. Stratigrafi daerahtelitian terdiri dari 5 satuan batuan, dari tua ke muda adalah Satuan Lava-andesit Mandalika yang berumurOligosen Akhir - Miosen Awal. Lalu diterobos oleh satuan Intrusi-andesit Kluwih pada Miosen Awal. SatuanAndesit Mandalika terendapkan secara tidak selaras di atasnya adalah Satuan Batupasir Jaten berumur MiosenTengah (N9-N11), di atas satuan ini terendapkan Satuan Batugamping Wonosari yang berumur Miosen Akhir -Pliosen Awal (N17-N18) yang memiliki hubungan tidak selaras dengan Satuan Batupasir Jaten. Diendapkansecara tidak selaras endapan aluvial di atas Satuan Batugamping Wonosari pada Kala Holosen. Struktur geologiyang berkembang pada daerah telitian berupa sesar normal dan sesar mendatar. Sesar di daerah telitiandibedakan menjadi 2 yaitu sesar berarah timurlaut - baratdaya dan utara - selatan. sesar mendatar Pendak denganjenis Reverse Left Slip Fault yang berarah timurlaut - baratdaya. Sesar mendatar Kali Komplang Reverse LeftSlip Fault yang berarah timurlaut - baratdaya. Sesar normal Pageran dengan jenis Left Normal Slip Fault yangberarah utara - selatan, Sesar mendatar Plawatan Normal Right Slip Fault yang berarah utara - selatan. Hasil plotdiagram QFL dan QmFLt Satuan Batupasir Jaten pada daerah telitian termasuk kedalam zona Magmatic arc,subzone Transitional arc dan Undissected arc. Hasil plot diagram model QFL, lingkungan tektonik batuan asal(provenance) Satuan Batupasir Jaten berasal dari zona Volcanic Island Arc, dan paleoclimate daerah sumberhampir keseluruhan beriklim semi-arid atau semi- kering. Potensi geologi yang ada pada daerah telitian terdiribahan galian golongan C yaitu batugamping, dilain pihak juga dapat terjadi gerakan tanah. Kata kunci : Provenance, Batupasir, Satuan Batupasir Jaten, Reverse Left Slip Fault, Left Normal Slip Fault,Normal Right Slip Fault, Magmatic arc, Transitional arc, Undissected arc, Volcanic Island Arc,paleoclimate

Page 8 of 22 | Total Record : 219