cover
Contact Name
Ikhwannur Adha
Contact Email
ikhwannur.adha@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jigpangea@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Jl. Padjajaran, Sleman, Yogyakarta, Indonesia. 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Geologi pangea
ISSN : 2356024X     EISSN : 2987100X     DOI : https://doi.org/10.31315
Jurnal Ilmiah Geologi Pangea (JIG Pangea) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JIG Pangea covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining, and Geography. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 219 Documents
GEOLOGI DAN KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP MINERALISASI BIJIH BESI DAERAH TAPANGO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TAPANGO, KABUPATEN POLEWALI MANDAR, PROVINSI SULAWESI BARAT Eligius Estiamundi
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1550.915 KB)

Abstract

Sari - Lokasi telitian secara administratif terletak di Desa Tapango dan sekitarnya Kecamatan TapangoKabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat, secara geografis terletak pada koordinat UTM (UniversalTransverse Mercator) Zona 50 S yaitu 750000 mE – 755000 mE dan 9631500 mN – 9636000 mN. Lokasitelitian merupakan daerah konsesi penelitian dari P.T. Isco Polman Resources. Daerah Penelitian memiliki luas± 25 km, dengan skala peta 1 : 12500.Satuan Geomorfologi daerah telitian dibagi menjadi enam satuan bentuk lahan yaitu Satuan BentuklahanPerbukitan Aliran Lava (V1), Satuan Bentuklahan Perbukitan Intrusi (V2), Satuan Bentuklahan PerbukitanHomoklin (S1), Satuan Bentuklahan Perbukitan Sesar (S2), Satuan Bentuklahan Tubuh Sungai (F1) dan SatuanBentuklahan Dataran Aluvial (F2).Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi tujuh satuan batuan yaitu berturut turut dari tua ke muda satuansabak Latimojong (SL) yang berumur Kapur Akhir, satuan batupasir Mapi (BM) yang berumur Miosen Tengah- Pliosen, satuan batutanduk (BT) yang berumur Pliosen, intrusi syenit (IS) yang berumur Pliosen, intrusi granit(IG) yang berumur Pliosen, lava trakiandesit (LT) yang berumur Pliosen dan endapan Aluvial (EA) yangberumur Holosen – Resen. Terdapat lima buah sesar pada daerah penelitian yang ditemukan yaitu Sesar NaikReamambu (berpola Utara – Selatan), Sesar Mendatar Kanan Selulase, Sesar Mendatar Kiri Rakasang, SesarMendatar Kanan Kalimbua ( berpola Timur – Barat dan Sesar Naik berarah relatif Utara-Selatan (hasilinterpretasi morfologi dan arah kedudukan lapisan dan foliasi batuan).Jenis endapan pada daerah telitian adalah endapan Fe-Skarn dengan himpunan mineral Garnet, Piroksen,Magnetit dimana hostrock yang diindikasikan batuan sedimen (batupasir) karbonatan dengan jenis endapanEksoskarn. Cebakan mineral Magnetit terdapat pada lapisan lapisan sedimen yang heterogen yang banyakmengandung karbonat dan juga terkonsentrasi pada sesar yang terdapat pada daerah telitian yaitu SesarMendatar Selulase dengan tahapan evolusi skarn yang dibagi menjadi isokimia skarn, metasomatisme progradedan retrograde skarn.Kata-kata kunci : Mineralisasi, hostrock, isokimia skarn, metasomatisme prograde, retrograde skarn.2
GEOLOGI DAN STUDI LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA FORMASI MUARAENIM, DAERAH PAGAR DEWA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BENAKAT, KABUPATEN MUARAENIM, SUMATERA SELATAN Jaka Azis Setiaji
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI - Pola pengaliran di daerah penelitian dibagi menjadi dua yaitu : pola pengaliran subdendritik dan polapengaliran parallel. Geomorfologi pada daerah penelitian dibagi menjadi tiga bentuk asal, yaitu bentuk asal struktural (S), bentuk asal fluvial (F), dan bentuk asal denudasional (D). Satuan bentuk asal strukturalterdiri dari bentuklahan Perbukitan Homoklin (S21). Satuan bentuk asal fluvial terdiri dari bentuklahan DataranAluvial (F1), Tubuh Sungai (F7), dan Dataran Limpah Banjir (F22). Satuan bentuk asal Denudasional terdiridari bentuk lahan Bukit Sisa (D3). Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan, dari yang palingtua yaitu Satuan batulempung Muaraenim berumur Miosen Tengah, Satuan batupasir-kuarsa Muaraenimberumur Miosen Akhir, Satuan batulempung-tufan Kasai berumur Pliosen, dan endapan alluvial yang berumurholosen sampai resen. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian adalah sesar naik servo danstruktur homoklin dengan arah relatif Barat Laut – Tenggara yang ditandai dengan adanya jurus dan kemiringanbatuan yang relatif sama. Berdasarkan hasil dari analisis lingkungan pengendapan dari tiga aspek (fisik, biologidan kimia), Satuan batulempung Muaraenim termasuk kedalam lingkungan pengendapan Transitional LowerDelta Plain (Horne, 1978) dengan sub-lingkungan pengendapan yaitu : Channel, Levee, Interdistributary bay,dan crevasse splay. Satuan batupasir-kuarsa Muaraenim termasuk kedalam lingkungan pengendapanTransitional Lower Delta Plain (Horne, 1978) dengan sub-lingkungan pengendapan yaitu : Swamp,Channel, Levee, Interdistributary bay, dan crevasse splay.Kata-kata kunci : Muaraenim, lingkungan pengendapan batubara, transitional lower delta plain.
Geologi dan Lingkungan Pengendapan Lapisan Pembawa Batubara, Daerah Sumber Arum dan Sekitarnya, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan Suardi Abduh
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari - Penelitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu mengetahui kondisi geologi daerah telitian yang meliputi geomorfologi, stratigrafi dan struktur geologi dan membangun lingkungan pengendapan lapisanpembawa batubara di lokasi penelitian.Strategi dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan yaitu: akuisisi, analisa, dan sintesa. Akuisisimerupakan tahapan perolehan data yang terdiri atas studi pustaka, dan pemetaan geologi. Analisa merupakantahapan pemrosesan data terhadap hal yang menyangkut geologi dan lingkungan pengendapan daerah penelitian,dan tahap sintesa adalah menyimpulkan dari berbagai analisa tersebut dan mewujudkan dari tujuan yang ingindicapai.Berdasarkan kajian geomorfologi, daerah penelitian dapat dibagi menjadi tiga bentukan asal yang terdiriatas lima satuan bentuklahan, yaitu bentukan asal fluvial (F) terdiri dari satuan bentuklahan tubuh sungai (F1)dan satuan bentuklahan rawa (F2); bentukan asal denudasional (D), yaitu satuan dataran bergelombang sedang(D1) dan satuan dataran bergelombang lemah (D1); bentukan asal antropogenik/aspek manusia (H), yaitu lahanbekas tambang (H1). Pola pengaliran yang berkembang pada daerah telitian yaitu subdendritik. Stratigrafi daerahpenelitian berada pada Formasi Warukin dan Formasi Berai, terdiri atas empat satuan batuan tidak resmi, daritua ke muda adalah Satuan batugamping Berai, Satuan batulempung Warukin, Satuan batupasir Warukin, danendapan aluvial yang berumur Holosen. Struktur geologi yang berkembang pada daerah telitian berupa sesar(right reverse slip fault) dan lipatan (upright horizontal fold dan upright gentle plunging fold) yang berarahrelatif timur laut – barat daya. Lingkungan pengendapan lapisan pembawa batubara di daerah telitian adalahlower delta plain dengan sub-lingkungan pengendapan interdistributary bay, swamp, channel, crevasse splay,dan tidal flat yang diendapkan pada kala Miosen Tengah - Akhir. Kata-kata kunci: batubara, lingkungan pengendapan, Formasi Warukin.
GEOLOGI DAN KENDALI FASIES BATUGAMPING TERHADAP KUALITAS SEMEN DI DAERAH PAGER KIDUL DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SUDIMORO, KABUPATEN PACITAN, PROVINSI JAWA TIMUR Fadlillah Ahdiyat
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.948 KB)

Abstract

SARI - Lokasi penelitian ini secara adminitrasi berada di daerah Desa Pager Kidul, Kecamatan Sudimoro, KabupatenPacitan, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis daerah penelitian terletak pada X= 534500mE- 539500mE dan Y=9086000mN- 9091500mN. Luas daerah penelitian dengan luas 5 km x 5,5 km dengan skala 1:12.500. Geomorfologi terdiri atas 4 bentukan asal dan 9 bentuklahan. Bentukan asal struktural terdiri dari satuan bentuklahan gawir garis sesar(S1) dan perbukitan struktural (S2). Bentukan asal karst terdiri dari satuan bentuklahan perbukitan karst (K1) danlembah karst (K2). Bentukan asal fluvial terdiri dari satuan bentuklahan tubuh sungai (F1), dataran limpah banjir (F2),dan dataran aluvial (F3). Bentukan asal marine terdiri atas satuan bentuklahan pantai landai (M1) dan pantai terjal (M2).Stratigrafi di daerah penelitian berdasarkan kesatuan ciri litologi yang dominan daerah penelitian dapat dikelompokkanmenjadi lima satuan tak resmi. Dari tua ke muda yaitu Satuan batupasir-tufan Arjosari (Oligosen Akhir- Miosen Awal),Satuan breksi Mandalika (Oligosen Akhir-Miosen Awal), Satuan batugamping Wonosari (Miosen Tengah- MiosenAkhir) dan satuan endapan aluvial (Holosen).Daerah Pager Kidul terdiri atas 19 litofasies yaitu large foraminifera packstone (Pl), algae floatstone (Oa), lithoclastfloatstone (Oc), branching coral bafflestone (Lb), benthic foraminifera grainstone (Gt), large foraminifera floatstone(Ol), molusca packstone (Pm), benthic foraminifera wackestone (Wt) benthic foraminifera miliolid packstone (mdPt),planktonic foraminifera miliolid wackestone (mdWk), massive head coral miliolid framestone (mdFh), branching coralmiliolid bafflestone (mdLb), benthic foraminifera miliolid wackestone (mdWt), algae framestone (Fa), massive headcoral framestone (Fh), platty coral bindstone (Bp) lithoclast grainstone (Gc), large foraminifera grainstone (Gl) danalgae packstone (Pa). Litofasies tersebut terkumpul pada 4 asosiasi fasies yaitu, reef flat, reef flat lagoon, reef growthdan reef sedimen slope, sehingga Satuan batugamping Wonosari terendapkan pada middle shelf patch reef complex.Asosiasi fasies dapat dijadikan kendali dalam menentukan kualitas semen. Pada daerah penelitian batugamping dengankualitas cukup baik berada pada asosiasi fasies reef sediment slope dengan kadar CaO 51,8%- 53,3% dan MgO 0,25%-0,59%. Batugamping dengan kualitas baik berada pada asosiasi fasies reef flat dengan kadar CaO 52,6%- 53,3% danMgO 0,3%- 0,43%. Batugamping dengan kualitas sangat baik berada pada asosiasi reef growth dengan kadar CaO52,7%- 54,7% dan MgO 0,2%- 0,42%.Kata-kata kunci: litofasies, kadar CaO, kualitas, batugamping 
GEOLOGI DAN STUDI BIOSTRATIGRAFI FORAMINIFERA PLANKTON FORMASI TAWUN DAN NGRAYONG, KECAMATAN TUNJUNGAN, KABUPATEN BLORA, PROVINSI JAWA TENGAH Diffa Oktavian
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI -Daerah telitian berada di Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah.Daerah penelitian terletak pada 537569 mE – 542590 mE dan 9235681 mN – 9240670 mN UTM WGS 1984 zona49S.Geomorfologi pada daerah penelitian dibagi menjadi menjadi empat bentuklahan sebagai berikut: Lembah Antiklin(S1), Perbukitan Antiklin (S2), Punggungan Homoklin (S3) dan Dataran Aluvial (F1).Stratigrafi daerah penelitiandibagi menjadi tiga satuan litostratigrafi yang tidak resmi berdasarkan litologi yang dominan dengan urutan dari tua kemuda sebagai berikut: Satuan batugamping Tawun yang berumur N8 – N9 (Miosen Awal), Satuan batupasir-karbonatanNgrayong yang berumur N9 – N14 (Miosen Awal - Miosen Tengah) dan Satuan batugamping Bulu yang berumur N14(Miosen Tengah).Struktur geologi yang ditemukan pada daerah penelitian terdiri dari kekar dan antiklin. Kekarberpasangan yang berkembang memiliki tegasan maksimum berjurus tenggara – barat laut. Antiklin Tunjungan yangberkembang pada daerah penelitian memiliki nama analisis Gentle Upright Gently Plunging Fold. Analisismikroplaeontologi yang dilakukan dari 30 sampel batuan menghasilkan enam satuan biostratigrafi yang terdiri dari duazona parsial dan empat zona selang. Zona tersebut dari yang tua ke muda adalah sebagai berikut : Zona ParsialGlobigerinatella insueta (N8), Zona Selang Globigerinatella insueta – Globorotalia peripheroacuta (N9), Zona SelangGloborotalia peripheroacuta – Globorotalia lobata (N10), Zona Selang Globorotalia lobata – Globorotalia fohsi fohsi(N11), Zona Selang Globorotalia fohsi fohsi – Globigerinoides subquadratus (N12 – N13) dan Zona ParsialGlobigerinoides subquadratus (N14). Hubungan antara satuan biostratigrafi dan litostratigafi tidak ditemukan padadaerah penelitian karena keduanya tidak berhimpit.Kata-kata kunci : Geologi, Biostratigrafi, Zona Selang, Zona Parsial.
3D ROCKTYPE DAN FZI MODELING RESERVOAR KARBONAT, FORMASI BERAI, CEKUNGAN BARITO, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR J Prasetiya
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v6i2.5275

Abstract

Sari – Distribusi tipe batuan karbonat Formasi Berai di cekungan Barito telah dinilai menggunakan kombinasidata log sumur, analisis inti dan inversi seismik. Pemodelan objek 3D dari distribusi fasies menunjukkan tigaunit utama sub-karbonat yang terbentuk dalam kronostratigrafi yang berbeda di dalam geometri karbonat padaformasi Berai yang disebut sebagai Platform A, Platform B dan Platform C. Sementara itu, klasifikasi rocktypetelah dilakukan dengan menggunakan rentang yang berbeda dilihat dari parameter nilai petrofisika (RHOB,NPHI dan GR) dari enam objek jenis batuan yang berbeda menurut klasifikasi Dunham (1962).Hasil analisis Rock Physics menunjukkan cut-off petrofisik dari masing-masing jenis batuan yang terdapat padaformasi Berai yang memiliki kesamaan dengan kondisi tipe batuan sebenarnya yang diperoleh dari deskripsidata batuan inti (core). Hanya ada empat jenis objek batuan yang terklasifikasi dari hasil eksperimen tersebut.Berai karbonat terdiri dari Packstone yang sangat dominan dalam volume, berturut-turut diikuti oleh Grainstone,Mudstone dan Wackstone. Dengan kata lain, pendekatan petrofisika dapat digunakan untuk mengkategorikanvariasi jenis batuan lapangan karbonatDeskripsi prospek gas di dalam reservoir Berai karbonat yang dihasilkan dari penelitian ini tercermin dalamnilai FZI terbesar, resistivitas MSFL rendah dan nilai saturasi air terkecil (Sw). Model estimasi co-kriging 3Dmenunjukkan distribusi gas berdasarkan tiga parameter di atas mirip dengan profil uji DST. gas play yangterbaik dan distribusi gas terbesar terperangkap di dalam reservoir karbonat Platform A sebagai produk packstone (PRT kelas 3) di mana terdeposit pada transisi reff flat dan lingkungan lagoon. Gas-gas lain terletakdekat dengan asosiasi Adang Fault dan akumulasi hidrokarbon di area prospek ini juga dapat berasal darimigrasi ke atas di Formasi Tanjung ke Lapisan karbonat Platform A.
GEOLOGI DAN GEOKIMIA BATUAN BEKU DAERAH CAWET DAN SEKITARNYA, KECAMATAN WATUKUMPUL, KABUPATEN PEMALANG, PROVINSI JAWA TENGAH Andre Patriot Tampubolon
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.252 KB)

Abstract

SARI - Lokasi daerah penelitian tepatnya terdapat pada daerah Cawet, Kecamatan Watukumpul, KabupatenPemalang, Jawa Tengah. Secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat UTM Zona 49 Southern331000 mE – 336000 mE dan 9208000 mN – 9213000 mN. Pada peta RBI lembar Bantarbolang dan Kajendengan skala 1 : 25.000. Daerah penelitian memiliki luasan 25 km. Berdasarkan aspek - aspek geomorfologi dan pengamatan dilapangan maka disimpulkan bahwa pada daerahpenelitian dapat dibagi menjadi 6 bentuk lahan, yaitu: bukit intrusi (V1), bukit lava (V2),punggungan sinklin(S1), lembah antiklin (S2), satuan perbukitan sayap antiklin (S3), dan satuan gosong sungai (F1), jenis polaaliran dasar Trellis, dengan stadia geomorfik dewasa. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 5 satuan litostratigrafi tidak resmi dengan urutan paling tua ke mudaadalah Satuan batulempung Rambatan (Miosen Tengah), Satuan lava basalt (Miosen Tengah), Satuan batupasirHalang (Miosen Tengah-Pliosen Awal), Satuan batulempung Halang (Miosen Akhir-Pliosen Awal), Satuanintrusi diorit (Miosen), dan satuan endapan aluvial (Holosen-Resen). 2 Struktur geologi yang berkembang didaerah penelitian mempunyai tegasan utama relatif Barat-Timur yangterdiri dari Antiklin Pulaga Antiklin Kali Keruh, Sinklin Pulaga, Sesar Naik Medayu, Sesar Naik Bojongkoneng,Sesar Mendatar Cawet, Sesar Mendatar Bojongkoneng, Sesar Turun Kandangserang, Kekar Pagelaran, KekarBojongkoneng. Hasil analisa geokimia menunjukkan seri magma tholeit dan calk-alkaline, kedalaman jalur benioff 148,937153,016kmdengankondisimagmaterdifferensiasisedang.PotensigeologipositifyangadapadadaerahpenelitianadalahpenambanganbahangaliangolonganCberupadioritdanbasalt.Sedangkanpotensigeologinegatifadalahgerakantanahataulongsor. Kata-katakunci:magmatholeit,calk-alkaline,differensiasi
GEOLOGI DAN STUDI GENESA MARMER DESA BESUKI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BESUKI, KABUPATEN TULUNGAGUNG, PROVINSI JAWA TIMUR Muhammad Alhafiq Nabillah
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jigp.v7i2.5222

Abstract

SARI – Lokasi penelitian secara administratif terletak di Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, ProvinsiJawa Timur. Secara geografis terletak pada koordinat UTM 584846-590356 dan 9087671-9092221, memilikipanjang 5,51 km dan lebar 4,55 km dengan luas 25 km. Geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadibentuklahan Perbukitan Karst (K1), Lereng Karst (K2), Bukit Terisolasi (D1), Bukit Intrusi (V1), DataranAlluvial (F1) dan Tubuh Sungai (F2). Pola pengaliran terbagi menjadi Subparallel (SPRL), Subtrellis (STRL)dan Radial (RDL). Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda terdiri atas litodem dasit berumur OligosenAkhir-Miosen Awal, satuan batugamping Campurdarat berumur Miosen Tengah, litodem andesit dan litodemmarmer berumur Miosen Akhir serta satuan endapan alluvial berumur Holosen. Struktur geologi di daerahpenelitian berupa kekar berpasangan (shear joint) dengan arah relatif timur laut-barat daya dan utara barat lautselatantenggara dengan tegasan utama berarah utara timur laut-selatan barat daya serta sesar mendatar kiriberarah timur laut-barat daya. Karakteristik marmer di daerah penelitian terdiri atas marmer dengan teksturkristaloblastik, granoblastik isogranular dan heterogranular, decussate dan tekstur sisa (relict) dengankomposisi kalsit, mineral opak, mineral mafik bioclast dan mud. Persebaran marmer relatif barat laut-tenggaradi Desa Besole. Jenis metamorfisme yang menyebabkan terbentuknya marmer adalah metamorfisme kontakdengan batuan asal (protolith) satuan batugamping Campurdarat. Sumber panas yang menyebabkanterbentuknya marmer adalah litodem andesit. 2Kata-kata kunci : Geologi, Marmer, Metamorfisme
GEOLOGI DAN ANALISA FASIES PENGENDAPAN FORMASI TABUL BERDASARKAN DATA LOG DAN SEISMIK LAPANGAN HSJ CEKUNGAN TARAKAN, KALIMANTAN TIMUR Mohamad Rizal Habibi
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1604.851 KB)

Abstract

Sari - Lokasi penelitian berada di wilayah yang dikelola oleh JOB Pertamina Medco Simenggaris. Metodologi yangdilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis, yaitu menjelaskan data-data yang digunakan kemudiandilakukan analisa terhadap data-data tersebut untuk membuat peta kedalaman struktur.Meliputi luas daerah ±40.000 km2 dan terpisah dari Cekungan Kutai di selatan Semenanjung Mangkalihat (dasar tinggian) dimana bagian tipis singkapan berumur tersier dan basement Pra-Tersier. Sedimen Pliosen telah diendapkan diCekungan Tarakan, dimana depocentres dipengaruhi oleh sesar lateral strike-slip. Selain struktur sesar, di CekunganTarakan berkembang 5 buah arch (busur) atau antiklin besar terutama di bagian barat. Dari utara ke selatan busur-busurtersebut dinamakan Busur Sebatik, Ahus, Bunyu, Tarakan dan Latih. Cekungan Tarakan dibagi menjadi empat subcekungan,yaitu: Sub-Cekungan Tidung, Sub-Cekungan Berau, Sub-Cekungan Bulungan dan Sub-Cekungan Muara.Stratigrafi daerah penelitian termasuk kedalam sedimen siklus 3 dalam pembentukan cekungannya dengan nama masingmasingformasidariyangtertua,yaitu:Meliat,TabuldanSantul,berumurMiosenAwal.FormasiTabul pada lapangan HSJ disusun oleh litologi perulangan batupasir dan batulempung, dengan sisipanbatugamping dan batubara yang diendapkan pada lingkungan delta dengan umur formasi Miosen Akhir – Pliosen Awalberdasarkan data biostratigrafi. Pola log pada sumur-sumur HSJ pada umumnya menunjukkan pola bell (finning upward).Bentuk ini diasosiasikan dengan endapan Distributary channel dan pola funnel (coarsening upward) diasosiasikan sebagaiendapan Tidal Bar.Berdasarkan proses yang berpengaruh didalamnya, daerah penelitian merupakan Tide-Dominated Delta, terjadikarena tingkat pasang surut tinggi, sehingga aliran balik kemungkingan akan menjadi sumber energi utama yang memisahsedimen. Fasies pengendapannya yaitu fasies delta plain dengan sub fasies tidal bar, distributary channel dan tidal flat.Kata – kata kunci : Tabul, Cekungan Tarakan, Kalimantan Timur 
MENUJU SISTEM INFORMASI TIGA DIMENSI UNTUK MANAJEMEN GEDUNG (STUDI KASUS : GEDUNG LABTEK IX/C KAMPUS ITB BANDUNG ) Oktavia Dewi Alfiani
Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Geologi PANGEA
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.667 KB)

Abstract

Sari - Semua gedung atau bangunan mempunyai beberapa bentuk pelayanan mekanik dan elektrik untukmenyediakan kebutuhan fasilitas-fasilitas guna memelihara suatu lingkungan kerja yang nyaman. Pelayananpelayanantersebut harus dikendalikan oleh suatu alat yang pasti sehingga semua hal data fasilitas yang adadapat diketahui perkembangan,hal-hal tersebut misalnya, tersedia air panas yang cukup untuk kolam mandi dikamar mandi, tersedia air panas di radiator untuk menjaga hawa ruangan tetap hangat, memanas danmendinginnya suhu ruangan akibat sistem ventilasi yang tersedia di semua ruangan. Pengontrolan semua haltersebut dengan tidak memperhatikan banyaknya penghuni-penghuni atau pilihan-pilihan individu. Tujuan darisuatu Sistem Manajemen Gedung adalah untuk mengotomatiskan dan mengambil kendali beberapa operasipelayanan gedung dengan cara yang kemungkinannya paling efisien bagi occupiers/business, untuk mengetahuidan mengatasi kendala-kendala yang ada di gedung dengan berbasis sistem informasi geografis tiga dimensi.Melalui proses membentuk dan menampilkan gambaran bangunan secara tiga dimensi di permukaan tanahdalam tingkat ketelitian dan detail informasi utilitis tertentu untuk kegiatan pengelolaan gedung sebagai bentukpemodelan menuju sistem informasi tiga dimensi. Dengan adanya hasil penelitian diharapkan dapat memberikanmanfaat tentang gambaran umum yang dapat diaplikasikan untuk mengefektifkan dan mengefisienkanpengelolaan gedung dengan menggunakan sistem informasi tiga dimensi.Kata-kata kunci: sistem manajemen gedung, utilitas, sistem informasi geografis, tiga dimensi 

Page 9 of 22 | Total Record : 219